Sabtu, 18 Agustus 2018

Hibur Ratusan  Pengungsi, Satuan Binmas Polres Karangasem Gelar Nobar Wayang Cenk Blonk

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Dalam rangka memberikan hiburan kepada para pengungsi Gunung Agung, Satuan Binmas Polres Karangasem menggelar hiburan Nobar (nonton bareng) Wayang Kulit Cenk Blonk di Balai Banjar Dukuh, Sibetan, Bebandem, Karangasem, Minggu (1/10) sekitar pukul 19.30 Wita.

Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif  Iptu Sutoyo  dengan staf operator mobil penyuluhan Binmas Aipda Eko Waluyo, S.Sos dan Aiptu I Komang Kartika.

Program hiburan Nobar oleh Satuan Binmas Polres Karangasem ini dilaksanakan keliling ke tempat-tempat pengungsian di Kabupaten Karangasem untuk memberikan hiburan dan edukasi bagi para pengungsi. Sebanyak 589 warga pengungsi yang berasal dari Banjar Yeh Kori dan Desa Jungutan terlihat antusias menyaksikan wayang kulit ini.

Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K.,  M.Si.  selaku Wadansatgas Operasi Penanganan Gunung Agung,  mengatakan sangat  penting untuk   memberikan penanganan khusus bagi para pengungsi.  Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan hiburan kepada anak-anak serta warga di tempat-tempat pengungsian, sehingga dapat melupakan kesedihan karena meninggalkan rumah ke tempat pengungsian.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara maksimal untuk memulihkan dampak psikologis kepada para pengungsi dengan memberikan hiburan, sehingga  anak-anak dan warga pengungsi merasa terhibur,” ucap Kapolres Karangasem, Senin (2/10/2017).

Sementara I Komang Edi Saputra selaku Klian Banjar mengucapkan banyak terima kasih atas program pemutaran Wayang Kulit Cenk Blonk  ini.  Warga pengungsi terlihat sangat terhibur, hal ini terbukti dari banyaknya warga yang tertawa karena kelucuan Sang Dalang saat membawakan lakon para wayang.

“Warga pengungsi memang selama ini haus akan hiburan, semoga dengan nonton bareng ini, masyarakat bisa sedikit melupakan kesedihannya akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung,” imbuhnya. (binaw/humas-polda.bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pernyataan Kajari Karangasem Terkait Pungutan Desa Adat Dikatakan Pungli Sangat Disayangkan

BALIPOTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pernyataan Kajari Karangasem yang menyatakan bahwa pungutan yang dilakukan oleh desa adat di Karangasem tanpa dasar hukum kuat seperti Perda merupakan pungli menuai protes dari berbagai elemen masyarakat. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kajari Karangasem  I Nyoman Sucitrawan pada rapat dengan pimpinan lembaga daerah yang tergabung dalam Forkopinda Karangasem bersama  seluruh bendesa adat se-Karangasem di gedung UKM Center, Amlapura, selasa 19 September lalu seperti yang dimuat di harian lokal di Bali.

Menurut salah satu tokoh desa Bugbug, Karangasem I Nengah Yasa Adi Susanto menegaskan bahwa pihaknya sangat prihatin dan menyayangkan pernyataan yang diungkapkan oleh Kajari Karangasem tersebut. Seharusnya sebagai orang yang memimpin lembaga penegakan hukum di kabupaten Karangasem lebih memahami aturan yang mengatur tentang pungutan atau sumbangan yang didapatkan oleh desa adat yang sudah diatur oleh Pararem atau Awig di setiap desa yang ada di Bali. Sangat jelas disebutkan pada Peraturan Darah (Perda) Nomor 3 tahun 2003 tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pekraman khususnya Bab VI Pasal 10 terkait pendapatan desa pekraman yang pada ayat (1) menyatakan bahwa “ Pendapatan desa pekraman diperoleh dari:

  1. Urunan krama desa pekraman
  2. Hasil pengelolaan kekayaan desa pekraman
  3. Hasil usaha Lembaga Perkreditan Desa (LPD)
  4. Bantuan pemerintah dan pemerintah daerah
  5. Pendapatan lainnya yang sah
  6. Sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat

Jadi jelas sekali kalau menurut Peraturan Darah (Perda) Nomor 3 tahun 2003 tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pekraman bahwa pungutan yang dilakukan sesuai dengan pasal 10 ayat (1) huruf f oleh desa adat yang diatur melalui pararem adalah sah secara hukum adat dan tidak bisa dikatakan pungli.

I Nengah Yasa Adi Susanto, yang juga seorang Advokat ini menambahkan bahwa semua pihak harusnya menghormati keberadaan hukum adat karena hukum adat itu bahkan diatur dalam amandemen kedua UUD 1945 sebagaimana diatur dalam Pasal 18 B yang menyatakan bahwa “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip negara kesatuan republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang. Jadi seharusnya semua pihak menghormati aturan yang dibuat oleh desa adat melalui pararem atau awig sehingga pungutan yang dilakukan oleh desa adat yang pengaturannya melalui pararem sepanjang tidak berlebihan adalah sah secara hukum adat dan tidak bisa dikatakan pungli. Sumbangan atau pungutan yang dilakukan desa adat kepada pihak ketiga yang masuk ke kawasan wisata yang merupakan wewidangan desa adat tersebut adalah sah bahkan merupakan perintah Peraturan Darah (Perda) Nomor 3 tahun 2003 tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pekraman, khususnya pasal 10 ayat (1), tegas Adi.

Adi yang juga ketua DPW Bali Partai Solidaritas Indonesia ini menambahkan bahwa sebagai contoh nyata adalah di desa Bugbug yang memiliki kawasan wisata Bukit Asah dan Pasir Putih yang lagi ngetrend saat ini, kami membuka jalan dengan biaya sumbangan dari masyarakat Bugbug dan menghabiskan biaya miliaran rupiah dan sepeserpun belum ada bantuan dari pemkab Karangasem terkait pembuatan jalan dari Bukit Asah menuju pantai Bias Putih tersebut sehingga desa adat Bugbug membuat pararem terkait pemungutan sumbangan untuk penataan jalan dan kawasan wisata Bukti Asah dan Bias Putih kepada setiap orang luar desa adat Bugbug yang melancong atau melilacita ke kawasan tersebut. Apakah pungutan tersebut dikatakan pungli?, kalau itu dikatakan pungli bagaimana dengan tempat lainnya di Bali seperti pungutan untuk masuk ke Pantai Pandawa, Pantai Kedonganan, pantai Sanur dan daerah wisata lainnya di Bali apakah itu juga pungli? Semua pungutan tersebut dasarnya adalah pararem dan bahkan ada yang hanya berdasarkan keputusan Bendesa Adat, Kalau pungli kenapa mereka dibiarkan saja bertahun-tahun dan tidak pernah ditangkap?, tambah Adi.

Pihaknya berharap pejabat di Karangasem jangan membuat statemen yang bisa meresahkan masyarakat Karangasem karena kami ini masih resah dengan peningkatan status Gunung Agung. Seharusnya pimpinan di Karangasem fokus untuk memberikan pencerahan dan informasi yang jelas serta akurat kepada masyarakat Karangasem terkait dengan status Gunung Agung agar kita semua tidak panik dan resah. Masalah pungli bisa dikomunikasikan dengan desa adat masing-masing dan bila Pemkab ingin ikut menikmati kue dari sumbangan tersebut tinggal dikomunikasikan saja dengan desa adat masing-masing dan jangan justru mengeluarkan statemen yang bernada ancaman, tutup Adi. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ni Ketut Evayuni Nekat Gantung Diri di Pohon Melinjo

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Telah terjadi mati sia-sia gantung diri di pohon melinjo bertempat di Banjar Dinas Bias, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Ni Ketut Evayuni nekat gantung diri dikarenakan ada masalah keluarga yang mana sebelumnya korban sudah pisah ranjang dengan suaminya (I Ketut suardika) selama 3 bulan. Korban kembali ke orang tua kandungnya namun dapat dimediasi oleh aparat Desa Ababi dan rujuk kembali korban dengan suaminya sekitar 2 bulan yang lalu.

“Peristiwa gantung diri itu terjadi dan sudah di lakukan penanganan oleh anggota Polsek Abang dalam hal ini SPK dan Unit Reskrim dari peristiwa terjadi. Keluarga menolak dilakukan visum dan mengikhlaskan kepergian korban. Dari hasil pemeriksaan Dokter nihil diketemukan kekerasan sampai saat ini masih dalam penanganan polsek abang,” ucap Akp Nyoman Sugita Yasa. (sanjaya/humas-polreskarangasem/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kurang Kendali, Bus Tabrak Tembok Bangunan Warga

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Satu unit bangunan Jebol akibat di sereruduk Bus Pariwisata sehabis turunkan muatan persembahyangan di parkiran purayu akibat sopir kurang kendali diJalan Raya Purwayu, Desa Tribuana Abang Karangasem, Minggu (25/6/2017) pukul 10.30 wita.

“Bersama rombongan yang datang dari Denpasar akan melaksanakan persembahyangan ke Pura Lempuyang dengan menumpang Bus terbagi menjadi dua rombongan, rombongan yang satunya behenti di terminal kemuda, yang satu menuju terminal pura ayu, selanjutnya Bus turun akan di parkir di terminal dalam keadaan kosong, saat melewati tikungan turunan tidak bisa menguasai kendaraannya dan menabrak bangunan Rumah milik ni ketut Suarti hingga tembok bangunan rumah mengalami jebol/rusak,” ucap Gede Marta Pradipa Sopir Bus DK 9215 AE.

Dari peristiwa tersebut bangunan memang kosong tidak ada penghuninya sehingga tidak terjadi korban Jiwa hanya mengalami kerugian materiil dari pemilik bangunan Ni Ketut Suarti sebesar RP. 9,5 juta dan kerusakan dari Kendaraan Bus Pariwisata DK 9215 AE mengalami Pecah kaca depan.

“Peristiwa tersebut terjadi namun tidak dilaporkan ke pihak lalu lintas polres karangasem karena telah di sepakati oleh kedua belah pihak dari pihak pemilik Bus Pariwisata yang di kendarai I Gede Marta Pradipa kepada pemilik bangunan Ni Ketut Suarti untuk mengganti rugi,” ujar Akp Nyoman Sugita Yasa, SH. (sanjaya/humas-polreskarangasem/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Avanza Seruduk Empat Motor di Abang, Begini Kronologisnya

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Mobil Avansa DK 1313 SU yang dikemudikan I Made Surata menabrak motor yang sedang parkir di pinggir jalan yang ada di depannya secara beruntun. Kejadiannya di Jalan Culik – Amed, depan Dillons Bungalow, Dusun Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, Kamis (1/6/2017) sekitar pukul 16.15 Wita.

Keempat sepeda motor yang seruduk itu masing-masing sepeda motor Supra warna hitam DK 5413 SF dan sepeda motor Shogun warna hitam DK 3271 FV, milik I Nyoman Rodi (40), sepeda motor Vario warna hitam DK 8599  SS dan Vario Warna Merah Dk 5836 SS milik I Wayan Jaga (45).

“Kita datang dari arah Amed menuju Culik sehabis mengikuti acara keluarga di Dusun Lean Bunutan, mendadak mobil oleng ke kiri dan lepas kendali  kemudian menabrak empat sepeda motor yang sedang parkir di pinggir jalan,” ucap I made Surata sesuai keterangannya pada polisi di TKP.

Aiptu Nyoman Sukarta yang mendatangi TKP mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun mobil yang menabrak penyok bagian kiri serta empat SPM yang mengalami kerusakan. “Pengemudi mobil I Made Surata bersedia mengganti kerugian perbaikan sepenuhnya kepada pemilik sepeda motor yang ditabraknya,” imbuhnya.

“Kejadian ini tidak dilaporkan ke Satlantas Polres mengingat sudah terjadi kesepakatan  akan mengganti rugi kerusakan dan dibawa ke bengkel di Amed,” ucap Kapolsek Abang AKP Nyoman Sugita Yasa, SH. (humas-polsekabang/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Unggahan Kondisi I Made Dwi Rismawan Dari Netizen Gugah Perhatian Gubernur Pastika 

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Info Balita berumur 2,5th  bernama I Made Dwi Rismawan pengidap gizi buruk hingga kelainan yang diunggah oleh seorang netizen ke wall media sosial Gubernur Bali Made Mangku Pastika, menyita perhatian orang nomor satu di Bali tersebut yang secara khusus langsung mengutus perwakilan dari Tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk menyampaikan batuan sementara serta meninjau kondisi yang bersangkutan ke rumahnya di Br. Uma Sari Kauh, Ds. Pering Sari, Selat, Karangasem, Senin (29/5/2017).

Tiba dilokasi, tim menemui keadaan I Made Dwi Rismawan yang sungguh memperihatinkan. Ia yang terus dipangku Ibunya Ni Ketut Kasih, hanya terbaring lemah, desah menahan sakit sesekali keluar dari bibirnya, dan dahak menguning pun selalu keluar tatkala I Made Dwi terbatuk. Kasih menceritakan kalau putra keduanya tersebut mulai jatuh sakit saat berumur 1th 7hr, yang dimulai dengan kulit wajahnya mengelupas, dan kemudian kondisinya semakin drop.

Saat diperiksakan kala itu, oleh dokter anaknya dinyatakan menderita kondisi gisi buruk, dan karena kendala susah menelan, pada hidung Made Dwi akhirnya dipasang selang untuk membantu memberikan asupan makanan berupa susu. Sementara itu, ayahnya I Kadek Arsa, merasa heran dengan diagnose dokter yang menyatakan tidak ada penyakit kronis namun kondisi anaknya tidak kunjung membaik.

“Diagnose dokter tidak ada kelainan kronis, paru-parunya dibilang tidak apa-apa, tetapi dahaknya terus keluar, sehingga proses asupan makanannya terganggu,” ujar Arsa.

Ia yang hanya bekerja sebagai buruh batu tabas, mengaku tidak kuat menanggung biaya pengobatan dan pembelian susu yang harus rutin diberikan setiap jam.

“Kalau anak normal seusianya harusnya sudah bisa dikasi makan bubur atau buah-buahan yeng tentunya biayanya lebih murah, saya hanya bekerja sebagai buruh kalau harus beliin susu, terus terang saya tidak mampu menanggungnya, walaupun begitu saya tetap akan berusaha hingga anak saya sembuh,” imbuh Arsa seraya mengharapkan uluran tangan dari pemerintah terutama untuk pemerikasaan dan pengobatan yang lebih intensif.

Kepala Desa Pering Sari I Wayan Bawa, yang ikut mendampingi tim dilokasi menyatakan Keluarga Arsa tidak masuk dalam daftar Rumah Tangga Sasaran (RTS), sehingga bantuan tidak bisa diberikan secara maksimal.

Namun hal itu tidak membuatnya tinggal diam, Ia mengaku tetap memfasilitasi pengobatan anak Arsa yang kondisi ekonomi keluarganya memang tidak terlalu mampu, berupa surat keterangan yang diajukan ke Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, sehingga bagi warga seperti keluarga Arsa yang tidak masuk dalam daftar RTS namun membutuhkan bantuan, tetap bisa dibantu.

Saat ini, untuk pengobatannya sudah memanfaatkan tanggungan BPJS, dari yang sebelumnya masuk dalam kategori pasien umum. Lebih jauh, Bawa berharap dengan adanya koordinasi yang baik dengan Pemkab maupun Pemprov, anak Arsa bisa mendapatkan pengobatan yang layak.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa bantuan sejumlah uang tunai, dan terkait pengobatan lebih lanjut terhadap I Made Dwi Rismawan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wagub Sudikerta Ajak Masyarakat Tingkatkan Derajat Kesehatan Melalui Germas Hidup Sehat

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Kesehatan merupakan investasi dalam pembangunan. Untuk itu perlu adanya upaya pendekatan keluarga, masyarakat serta pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini ditekankan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat membuka Gerakan Masyarakat (GerMas) Hidup Sehat bertempat di Lapangan Tanah Aron, Amlapura, Karangasem, Jumat (26/5/2017).

Labih lanjut Sudikerta menyampaikan munculnya permasalahan kesehatan dalam kurum waktu ini ditandai dengan masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi, masih dijumpainya balita yang pendek, konsumsi sayur, buah dan garam beryodium yang masih kurang di masyarakat.

Dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat diharapkan seluruh komponen masyarakat dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk berperilaku sehat dalam meningkatkan kualitas hidup. “Melalui kegiatan ini diharapkan secara bertahap masyarakat akan berubah dari perilaku hidup tidak sehat menjadi hidup sehat,” kata Sudikerta.

Perilaku hidup sehat dapat dilakukan dengan lima langkah yaitu melakukan aktifitas fisik, makan buah dan sayur setiap hari, secara rutin mengecek kesehatan, tidak merokok, dan pemberantasan sarang nyamuk.

Sudikerta juga mengajak masyarakat untuk makan makanan bergisi sayur mayur dan mengganti makanan daging-dagingan dengan makanan ikan melalui gerakan makan ikan.

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumantri mengatakan kegiatan ini juga dibarengi pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Mas Sumantri mengajak masyarakat mengikuti Germas Hidup Sehat yang merupakan langkah awal membangun masyarakat yang sehat dan tangguh untuk mempersiapkan persaingan ekonomi global.

Kegiatan dengan tema “Menggerakkan Masyarakat dalam Kampanye Hidup Sehat” ini juga dihadiri Wakil Bupati Karangasem, Forkompimda Kabupaten Karangasem, Kepala BPJS Karangasem, dan olahragawan Ade Rai. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wagub Sudikerta Apresiasi Ngaben Massal Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh, Karangasem

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pelaksanaan ngaben (Pitra Yadnya) yang dilaksanakan secara bergotong royong atau masal oleh Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem, mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta.

Hal itu disampaikan Sudikerta Jumat (26/5/2017) dihadapan warga Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh.

Menurut Sudikerta, ngaben masal yang dilaksanakan secara bergotong royong akan dapat meringankan umat mengingat biaya pengabenan saat ini cukup tinggi. Orang nomor Dua di Provinsi Bali ini mengapresiasi pelaksanaan ngaben massal tersebut. “Upacara agama yang dilaksanakan secara massal sangat positif manfaatnya mengingat diselenggarakan secara gotong royong oleh krama dan biaya yang dikeluarkan pastinya akan lebih murah namun tidak mengurangi nilai dan maknanya,” ujar Sudikerta.

Lebih lanjut, dengan menyelenggarakan yadnya secara bersama-sama maka hal itu jauh lebih baik daripada satu upacara dilaksanakan sendiri dan secara besar-besaran namun diakhir upacara meninggalkan hutang. “Yadnya yang dilakukan untuk menghaturkan upacara kepada leluhur, menghantarkan para leluhur menuju suarga loka jangan sampai meninggalkan hutang, gadai harta benda. Kalau upacara yang meninggalkan hutang itu merupakan upacara yang nista karena tidak membuat bahagia yang melaksanakan upacara tersebut karena sesungguhnya ida betara (Tuhan-red) tidak pernah menuntut umatnya untuk melaksanakan yadnya secara mewah,” ungkap Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, pelaksanaan upacara Pitra Yadnya dan rangkaiannya bagi arwah leluhur merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali sebagai bentuk bhakti, penghormatan dan membayar hutang sebagai anak yang telah dibesarkan oleh para leluhur sesuai ajaran Tri Rna. Untuk ke depan, Wagub Sudikerta mengingatkan agar masyarakat Bali secara luas untuk terus beryadnya secara tulus iklas, tanpa harus mengutamakan gengsi yang berlebihan, sehingga tidak akan memunculkan persaingan individual dalam tingkat bebantenan, termasuk dalam melaksanakan upacara pengabenan.

Wagub Sudikerta secara lisan mengatakan kedepannya akan menjalankan program ngaben dan nyekah gratis bagi masyarakat Bali, sehingga masyarakat akan semakin rekat bersaudara, bergotong royong sekaligus memperkecil biaya yang di keluarkan secara pribadi. Pada kesempatan tersebut Sudikerta mengatakan agar masyarakat setempat meningkatkan rasa dan menyatukan kebersamaan dalam bergotong royong, agar rezeki dan keselamatan hidup dapat diwujudkan, selain itu Parhyangan juga harus dijaga agar tetap ajeg dan lestari.

Wagub Sudikerta juga mengajak agar masyarakat secara umum untuk dapat melaksanakan upacara dengan sarana upakara yang tidak terlalu berlebihan, agar dikemudian hari tidak menimbulkan utang bagi kehidupan masa depannya, lantaran pelaksanaan upacara di Bali tidak akan pernah surut, melainkan berjalan secara berkesinambungan sebagai upaya penyeimbangan hidup antara skala dan niskala.

Sementara itu, Ketua Panitia Made Sukerana mengucapkan terimakasih kepada Wagub Sudikerta yang telah meluangkan waktu hadir pada pada pelaksanaan ngaben massal ditengah kesibukan tugas sebagai wakil Gubernur Bali. Sukerana mengatakan jika ngaben massal Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Namun kali ini baru bisa dilaksanakan ditahun ke tujuh sehingga diikuti sebanyak 47 sawa dengan iuran masing-masing sawa sebesar Rp 10 juta serta warga Dadia yang tidak memiliki sawa dikenakan urunan sebesar Rp 250 ribu. Ditambahkan Sukerana, puncak ngaben sendiri dilaksanakan Sabtu (27/5/2017). (bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gubernur Pastika Bantu Nenek Nengah Konten Warga Kurang Mampu Asal Sidemen

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Respon cepat langsung ditunjukkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika setelah memperoleh informasi di media sosial terkait adanya masyarakat miskin bernama Nengah Konten (90), warga Banjar Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem yang saat ini hanya hidup dengan anak perempuannya Wayan Konten  yang mengalami keterbelakangan mental. Gubernur Pastika langsung mengutus tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk turun ke lokasi meninjau sekaligus membawakan bantuan sementara bagi yang bersangkutan, pada Selasa (23/5/2017)

Tim yang langsung menuju rumahnya disambut hangat oleh nenek yang sudah memasuki usia renta tersebut. Pada kesempatan itu, Nengah Konten menceritakan bahwa sejak ditinggal suaminya mininggal dunia, ia hanya hidup digubuk kecil dengan berlantaikan tanah, berdinding tanah, dan tanpa penerangan listrik ditemani oleh seorang putrinya yang memiliki keterbelakangan mental. Nengah Konten mengungkapkan bahwa, Ia sebenarnya memiliki dua orang putri, dimana putrinya yang lain sudah menikah.

Disamping itu, Ia juga mengakui bahwa dalam memenuhi kebutuhanya sehari-hari, Ia mengandalkan bantuan dari putrinya yang sudah menikah. “Saya disini hidup dengan putri saya yang memiliki keterbelakangan mental, pemenuhan hidup sehari-hari sangat sulit dan saya juga tidak punya rumah. Saya sudah tua dan sakit-sakitan, tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah menjalani hidup ini”, ujarnya lirih. Ia berharap agar Pemerintah dapat membantu untuk memperbaiki rumahnya, sehingga Ia dan Anaknya dapat tinggal dirumah yang layak.

Sementara itu, Kaur Keuangan Desa Sangkan Gunung Ketut Sudarnita yang turut mendampingi pada kempatan itu, membenarkan bahwa Nengah Konten memang termasuk kedalam warga miskin atau Rumah Tangga Sasaran (RTS). Pihaknya sudah menyalurkan bantuan yang menjadi hak Nengah Konten seperti Beras Miskin. Selain Nengah Konten, di Desa Sangkan masih terdapat 499 KK Miskin, jumlah tersebut sudah mengalami pengurangan dimana jumlah awal KK Miskinya sebanyak 599 KK, pengurangan tersbeut terjadi karena berbagai program pemerintah yang telah diserap oleh Pemerintah Desa seperti Gerbang Sadu Mandara.  Ia juga berharap agar program pengentasan kemiskinan oleh Pemerintah Provinsi Bali terus dilanjutkan karena telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa beras dan sejumlah uang tunai. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan