Ni Ketut Evayuni Nekat Gantung Diri di Pohon Melinjo

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Telah terjadi mati sia-sia gantung diri di pohon melinjo bertempat di Banjar Dinas Bias, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Ni Ketut Evayuni nekat gantung diri dikarenakan ada masalah keluarga yang mana sebelumnya korban sudah pisah ranjang dengan suaminya (I Ketut suardika) selama 3 bulan. Korban kembali ke orang tua kandungnya namun dapat dimediasi oleh aparat Desa Ababi dan rujuk kembali korban dengan suaminya sekitar 2 bulan yang lalu.

“Peristiwa gantung diri itu terjadi dan sudah di lakukan penanganan oleh anggota Polsek Abang dalam hal ini SPK dan Unit Reskrim dari peristiwa terjadi. Keluarga menolak dilakukan visum dan mengikhlaskan kepergian korban. Dari hasil pemeriksaan Dokter nihil diketemukan kekerasan sampai saat ini masih dalam penanganan polsek abang,” ucap Akp Nyoman Sugita Yasa. (sanjaya/humas-polreskarangasem/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kurang Kendali, Bus Tabrak Tembok Bangunan Warga

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Satu unit bangunan Jebol akibat di sereruduk Bus Pariwisata sehabis turunkan muatan persembahyangan di parkiran purayu akibat sopir kurang kendali diJalan Raya Purwayu, Desa Tribuana Abang Karangasem, Minggu (25/6/2017) pukul 10.30 wita.

“Bersama rombongan yang datang dari Denpasar akan melaksanakan persembahyangan ke Pura Lempuyang dengan menumpang Bus terbagi menjadi dua rombongan, rombongan yang satunya behenti di terminal kemuda, yang satu menuju terminal pura ayu, selanjutnya Bus turun akan di parkir di terminal dalam keadaan kosong, saat melewati tikungan turunan tidak bisa menguasai kendaraannya dan menabrak bangunan Rumah milik ni ketut Suarti hingga tembok bangunan rumah mengalami jebol/rusak,” ucap Gede Marta Pradipa Sopir Bus DK 9215 AE.

Dari peristiwa tersebut bangunan memang kosong tidak ada penghuninya sehingga tidak terjadi korban Jiwa hanya mengalami kerugian materiil dari pemilik bangunan Ni Ketut Suarti sebesar RP. 9,5 juta dan kerusakan dari Kendaraan Bus Pariwisata DK 9215 AE mengalami Pecah kaca depan.

“Peristiwa tersebut terjadi namun tidak dilaporkan ke pihak lalu lintas polres karangasem karena telah di sepakati oleh kedua belah pihak dari pihak pemilik Bus Pariwisata yang di kendarai I Gede Marta Pradipa kepada pemilik bangunan Ni Ketut Suarti untuk mengganti rugi,” ujar Akp Nyoman Sugita Yasa, SH. (sanjaya/humas-polreskarangasem/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Avanza Seruduk Empat Motor di Abang, Begini Kronologisnya

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Mobil Avansa DK 1313 SU yang dikemudikan I Made Surata menabrak motor yang sedang parkir di pinggir jalan yang ada di depannya secara beruntun. Kejadiannya di Jalan Culik – Amed, depan Dillons Bungalow, Dusun Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, Kamis (1/6/2017) sekitar pukul 16.15 Wita.

Keempat sepeda motor yang seruduk itu masing-masing sepeda motor Supra warna hitam DK 5413 SF dan sepeda motor Shogun warna hitam DK 3271 FV, milik I Nyoman Rodi (40), sepeda motor Vario warna hitam DK 8599  SS dan Vario Warna Merah Dk 5836 SS milik I Wayan Jaga (45).

“Kita datang dari arah Amed menuju Culik sehabis mengikuti acara keluarga di Dusun Lean Bunutan, mendadak mobil oleng ke kiri dan lepas kendali  kemudian menabrak empat sepeda motor yang sedang parkir di pinggir jalan,” ucap I made Surata sesuai keterangannya pada polisi di TKP.

Aiptu Nyoman Sukarta yang mendatangi TKP mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun mobil yang menabrak penyok bagian kiri serta empat SPM yang mengalami kerusakan. “Pengemudi mobil I Made Surata bersedia mengganti kerugian perbaikan sepenuhnya kepada pemilik sepeda motor yang ditabraknya,” imbuhnya.

“Kejadian ini tidak dilaporkan ke Satlantas Polres mengingat sudah terjadi kesepakatan  akan mengganti rugi kerusakan dan dibawa ke bengkel di Amed,” ucap Kapolsek Abang AKP Nyoman Sugita Yasa, SH. (humas-polsekabang/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Unggahan Kondisi I Made Dwi Rismawan Dari Netizen Gugah Perhatian Gubernur Pastika 

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Info Balita berumur 2,5th  bernama I Made Dwi Rismawan pengidap gizi buruk hingga kelainan yang diunggah oleh seorang netizen ke wall media sosial Gubernur Bali Made Mangku Pastika, menyita perhatian orang nomor satu di Bali tersebut yang secara khusus langsung mengutus perwakilan dari Tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk menyampaikan batuan sementara serta meninjau kondisi yang bersangkutan ke rumahnya di Br. Uma Sari Kauh, Ds. Pering Sari, Selat, Karangasem, Senin (29/5/2017).

Tiba dilokasi, tim menemui keadaan I Made Dwi Rismawan yang sungguh memperihatinkan. Ia yang terus dipangku Ibunya Ni Ketut Kasih, hanya terbaring lemah, desah menahan sakit sesekali keluar dari bibirnya, dan dahak menguning pun selalu keluar tatkala I Made Dwi terbatuk. Kasih menceritakan kalau putra keduanya tersebut mulai jatuh sakit saat berumur 1th 7hr, yang dimulai dengan kulit wajahnya mengelupas, dan kemudian kondisinya semakin drop.

Saat diperiksakan kala itu, oleh dokter anaknya dinyatakan menderita kondisi gisi buruk, dan karena kendala susah menelan, pada hidung Made Dwi akhirnya dipasang selang untuk membantu memberikan asupan makanan berupa susu. Sementara itu, ayahnya I Kadek Arsa, merasa heran dengan diagnose dokter yang menyatakan tidak ada penyakit kronis namun kondisi anaknya tidak kunjung membaik.

“Diagnose dokter tidak ada kelainan kronis, paru-parunya dibilang tidak apa-apa, tetapi dahaknya terus keluar, sehingga proses asupan makanannya terganggu,” ujar Arsa.

Ia yang hanya bekerja sebagai buruh batu tabas, mengaku tidak kuat menanggung biaya pengobatan dan pembelian susu yang harus rutin diberikan setiap jam.

“Kalau anak normal seusianya harusnya sudah bisa dikasi makan bubur atau buah-buahan yeng tentunya biayanya lebih murah, saya hanya bekerja sebagai buruh kalau harus beliin susu, terus terang saya tidak mampu menanggungnya, walaupun begitu saya tetap akan berusaha hingga anak saya sembuh,” imbuh Arsa seraya mengharapkan uluran tangan dari pemerintah terutama untuk pemerikasaan dan pengobatan yang lebih intensif.

Kepala Desa Pering Sari I Wayan Bawa, yang ikut mendampingi tim dilokasi menyatakan Keluarga Arsa tidak masuk dalam daftar Rumah Tangga Sasaran (RTS), sehingga bantuan tidak bisa diberikan secara maksimal.

Namun hal itu tidak membuatnya tinggal diam, Ia mengaku tetap memfasilitasi pengobatan anak Arsa yang kondisi ekonomi keluarganya memang tidak terlalu mampu, berupa surat keterangan yang diajukan ke Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, sehingga bagi warga seperti keluarga Arsa yang tidak masuk dalam daftar RTS namun membutuhkan bantuan, tetap bisa dibantu.

Saat ini, untuk pengobatannya sudah memanfaatkan tanggungan BPJS, dari yang sebelumnya masuk dalam kategori pasien umum. Lebih jauh, Bawa berharap dengan adanya koordinasi yang baik dengan Pemkab maupun Pemprov, anak Arsa bisa mendapatkan pengobatan yang layak.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa bantuan sejumlah uang tunai, dan terkait pengobatan lebih lanjut terhadap I Made Dwi Rismawan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wagub Sudikerta Ajak Masyarakat Tingkatkan Derajat Kesehatan Melalui Germas Hidup Sehat

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Kesehatan merupakan investasi dalam pembangunan. Untuk itu perlu adanya upaya pendekatan keluarga, masyarakat serta pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini ditekankan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat membuka Gerakan Masyarakat (GerMas) Hidup Sehat bertempat di Lapangan Tanah Aron, Amlapura, Karangasem, Jumat (26/5/2017).

Labih lanjut Sudikerta menyampaikan munculnya permasalahan kesehatan dalam kurum waktu ini ditandai dengan masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi, masih dijumpainya balita yang pendek, konsumsi sayur, buah dan garam beryodium yang masih kurang di masyarakat.

Dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat diharapkan seluruh komponen masyarakat dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk berperilaku sehat dalam meningkatkan kualitas hidup. “Melalui kegiatan ini diharapkan secara bertahap masyarakat akan berubah dari perilaku hidup tidak sehat menjadi hidup sehat,” kata Sudikerta.

Perilaku hidup sehat dapat dilakukan dengan lima langkah yaitu melakukan aktifitas fisik, makan buah dan sayur setiap hari, secara rutin mengecek kesehatan, tidak merokok, dan pemberantasan sarang nyamuk.

Sudikerta juga mengajak masyarakat untuk makan makanan bergisi sayur mayur dan mengganti makanan daging-dagingan dengan makanan ikan melalui gerakan makan ikan.

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumantri mengatakan kegiatan ini juga dibarengi pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Mas Sumantri mengajak masyarakat mengikuti Germas Hidup Sehat yang merupakan langkah awal membangun masyarakat yang sehat dan tangguh untuk mempersiapkan persaingan ekonomi global.

Kegiatan dengan tema “Menggerakkan Masyarakat dalam Kampanye Hidup Sehat” ini juga dihadiri Wakil Bupati Karangasem, Forkompimda Kabupaten Karangasem, Kepala BPJS Karangasem, dan olahragawan Ade Rai. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Wagub Sudikerta Apresiasi Ngaben Massal Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh, Karangasem

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pelaksanaan ngaben (Pitra Yadnya) yang dilaksanakan secara bergotong royong atau masal oleh Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem, mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta.

Hal itu disampaikan Sudikerta Jumat (26/5/2017) dihadapan warga Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh.

Menurut Sudikerta, ngaben masal yang dilaksanakan secara bergotong royong akan dapat meringankan umat mengingat biaya pengabenan saat ini cukup tinggi. Orang nomor Dua di Provinsi Bali ini mengapresiasi pelaksanaan ngaben massal tersebut. “Upacara agama yang dilaksanakan secara massal sangat positif manfaatnya mengingat diselenggarakan secara gotong royong oleh krama dan biaya yang dikeluarkan pastinya akan lebih murah namun tidak mengurangi nilai dan maknanya,” ujar Sudikerta.

Lebih lanjut, dengan menyelenggarakan yadnya secara bersama-sama maka hal itu jauh lebih baik daripada satu upacara dilaksanakan sendiri dan secara besar-besaran namun diakhir upacara meninggalkan hutang. “Yadnya yang dilakukan untuk menghaturkan upacara kepada leluhur, menghantarkan para leluhur menuju suarga loka jangan sampai meninggalkan hutang, gadai harta benda. Kalau upacara yang meninggalkan hutang itu merupakan upacara yang nista karena tidak membuat bahagia yang melaksanakan upacara tersebut karena sesungguhnya ida betara (Tuhan-red) tidak pernah menuntut umatnya untuk melaksanakan yadnya secara mewah,” ungkap Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, pelaksanaan upacara Pitra Yadnya dan rangkaiannya bagi arwah leluhur merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali sebagai bentuk bhakti, penghormatan dan membayar hutang sebagai anak yang telah dibesarkan oleh para leluhur sesuai ajaran Tri Rna. Untuk ke depan, Wagub Sudikerta mengingatkan agar masyarakat Bali secara luas untuk terus beryadnya secara tulus iklas, tanpa harus mengutamakan gengsi yang berlebihan, sehingga tidak akan memunculkan persaingan individual dalam tingkat bebantenan, termasuk dalam melaksanakan upacara pengabenan.

Wagub Sudikerta secara lisan mengatakan kedepannya akan menjalankan program ngaben dan nyekah gratis bagi masyarakat Bali, sehingga masyarakat akan semakin rekat bersaudara, bergotong royong sekaligus memperkecil biaya yang di keluarkan secara pribadi. Pada kesempatan tersebut Sudikerta mengatakan agar masyarakat setempat meningkatkan rasa dan menyatukan kebersamaan dalam bergotong royong, agar rezeki dan keselamatan hidup dapat diwujudkan, selain itu Parhyangan juga harus dijaga agar tetap ajeg dan lestari.

Wagub Sudikerta juga mengajak agar masyarakat secara umum untuk dapat melaksanakan upacara dengan sarana upakara yang tidak terlalu berlebihan, agar dikemudian hari tidak menimbulkan utang bagi kehidupan masa depannya, lantaran pelaksanaan upacara di Bali tidak akan pernah surut, melainkan berjalan secara berkesinambungan sebagai upaya penyeimbangan hidup antara skala dan niskala.

Sementara itu, Ketua Panitia Made Sukerana mengucapkan terimakasih kepada Wagub Sudikerta yang telah meluangkan waktu hadir pada pada pelaksanaan ngaben massal ditengah kesibukan tugas sebagai wakil Gubernur Bali. Sukerana mengatakan jika ngaben massal Dadia Pasek Kayu Selem, Desa Dukuh dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Namun kali ini baru bisa dilaksanakan ditahun ke tujuh sehingga diikuti sebanyak 47 sawa dengan iuran masing-masing sawa sebesar Rp 10 juta serta warga Dadia yang tidak memiliki sawa dikenakan urunan sebesar Rp 250 ribu. Ditambahkan Sukerana, puncak ngaben sendiri dilaksanakan Sabtu (27/5/2017). (bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Gubernur Pastika Bantu Nenek Nengah Konten Warga Kurang Mampu Asal Sidemen

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Respon cepat langsung ditunjukkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika setelah memperoleh informasi di media sosial terkait adanya masyarakat miskin bernama Nengah Konten (90), warga Banjar Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem yang saat ini hanya hidup dengan anak perempuannya Wayan Konten  yang mengalami keterbelakangan mental. Gubernur Pastika langsung mengutus tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk turun ke lokasi meninjau sekaligus membawakan bantuan sementara bagi yang bersangkutan, pada Selasa (23/5/2017)

Tim yang langsung menuju rumahnya disambut hangat oleh nenek yang sudah memasuki usia renta tersebut. Pada kesempatan itu, Nengah Konten menceritakan bahwa sejak ditinggal suaminya mininggal dunia, ia hanya hidup digubuk kecil dengan berlantaikan tanah, berdinding tanah, dan tanpa penerangan listrik ditemani oleh seorang putrinya yang memiliki keterbelakangan mental. Nengah Konten mengungkapkan bahwa, Ia sebenarnya memiliki dua orang putri, dimana putrinya yang lain sudah menikah.

Disamping itu, Ia juga mengakui bahwa dalam memenuhi kebutuhanya sehari-hari, Ia mengandalkan bantuan dari putrinya yang sudah menikah. “Saya disini hidup dengan putri saya yang memiliki keterbelakangan mental, pemenuhan hidup sehari-hari sangat sulit dan saya juga tidak punya rumah. Saya sudah tua dan sakit-sakitan, tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah menjalani hidup ini”, ujarnya lirih. Ia berharap agar Pemerintah dapat membantu untuk memperbaiki rumahnya, sehingga Ia dan Anaknya dapat tinggal dirumah yang layak.

Sementara itu, Kaur Keuangan Desa Sangkan Gunung Ketut Sudarnita yang turut mendampingi pada kempatan itu, membenarkan bahwa Nengah Konten memang termasuk kedalam warga miskin atau Rumah Tangga Sasaran (RTS). Pihaknya sudah menyalurkan bantuan yang menjadi hak Nengah Konten seperti Beras Miskin. Selain Nengah Konten, di Desa Sangkan masih terdapat 499 KK Miskin, jumlah tersebut sudah mengalami pengurangan dimana jumlah awal KK Miskinya sebanyak 599 KK, pengurangan tersbeut terjadi karena berbagai program pemerintah yang telah diserap oleh Pemerintah Desa seperti Gerbang Sadu Mandara.  Ia juga berharap agar program pengentasan kemiskinan oleh Pemerintah Provinsi Bali terus dilanjutkan karena telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa beras dan sejumlah uang tunai. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kadek Melantika Derita Tumor Pembuluh Darah, Mengundang Simpati Gubernur Pastika

BALIPORTALNEWS.COM – Ni Kadek Melantika Intania Putri, balita berusia 6 bulan asal Br. Pesangkan Anyar, Desa Duda Timur, Selat, Karangasem, yang menderita tumor pembuluh darah, menyita perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Orang nomor satu di Pemprov Bali ini secara khusus mengirim tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk meninjau dan menyerahkan bantuan, Senin (15/5/2017).

Tim saat ke lokasi hanya menemui kakek Kadek Melantika, Wayan Mudayasa (80). Saat itu, Kadek Melantika sedang diajak oleh ibunya, Ni Nyoman Murniati kontrol ke RSUP Sanglah.

Seperti diceritakan Mudayasa, penyakit yang diderita cucunya tersebut diketahui pertama kali saat Melantika berumur 2 bulan, dari hasil tes dan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan di Rumah Sakit Sanglah setelah mendapat rujukan dari rumah sakit umum Karangasem. Awalnya tumbuh benjolan kecil dibawah ketiak putri pasangan I Nengah Muliana (alm) – Ni Nyoman Murniati ini.

Saat ini Melantika dengan dianter ibunya, tiap minggu mesti bolak-balik ke Denpasar hanya untuk sebatas kontrol. Ibu Melantika yang menjadi tulang punggung keluarga saat ini menurutnya tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga belum bisa menanggung biaya operasi yang diperkirakan lumayan besar.

“Mantu tiang hanya jualan godoh (pisang goreng), untuk menanggung anak-anak dan saya yang sudah terkena stroke saja sudah kekurangan, dimana kami nyari uang buat operasi,” ujar Mudayasa sedih seraya menyampaikan harapannya agar bisa segera dibantu pengobatan terutama tindakan operasi, agar cucunya bisa tumbuh dan berkembang layaknya anak seusianya.

Ia pun menyampaikan terimakasih atas bantuan dari Gubernur Bali yang disampaikan melalui tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, yang menurutnya sepenuhnya akan dimanfaatkan untuk pembiayaan cucunya.

Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana, yang ikut mendampingi tim saat meninjau lokasi pun membenarkan musibah yang dialami warganya. Sakit yang dialami Melantika, menurutnya menjalar sangat cepat, sejak pertama kali diketahui hingga saat ini sudah 4 bulan berlalu, benjolan yang tumbuh membesar dengan cepat, dan dikhawatirkan akan semakin parah. Ia mengaku sudah memfasilitasi pengobatan Melantika ke RSU Karangasem hingga akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah, guna penanganan lebih lanjut.

Namun sampai saat ini belum mendapat tindakan operasi.  Pada kesempatan itu pun dia menyampaikan terima kasih atas bantuan LSM dan komunitas lainnya yang telah membantu Kadek Melantika, dan dengan turunnya tim Biro Humas dan Protokol selaku perwakilan Pemprov Bali diharapkan dapat mempercepat proses penanganan berupa operasi dan penaganan lainnya.

”Sekali lagi kami selaku Perbekel desa Duda Timur, sangat mengharapkan bantuan surat rekomendasi dari dokter agar tindakan operasi bisa cepat dilakukan. Kami takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang lebih parah,” ujar Pawana seraya menyampaikan saat ini Melantika bersama ibunya tinggal di Denpasar di rumah singgah sebuah yayasan sosial, untuk mempermudah selama proses pengobatan.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa sejumlah uang tunai, dan terkait pengobatan lebih lanjut terhadap Kadek Melantika akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (r/humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Libur Panjang, Gubernur Pastika Pantau Langsung Pengerjaan Bedah Rumah

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Senin (24/4/2017) pagi mengisi libur panjangnyanya dengan turun langsung kelapangan untuk memantau salah satu program Bali Mandara dalam bidang pengentasan kemiskinan yakni Bedah Rumah. Kali ini, Gubernur Pastika memantau pengerjaan bantuan bedah rumah atas nama Ketut Tambun warga Dusun Manikaji, Desa Ban, Kubu, Karangasem.

Ketut Tambun yang kesehariannya bekerja sebagai tukang pengerjaan sanggah di daerah Desa Taro, Ubud, Gianyar, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Bali. Hal tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya mengingat dirinya bersama sang istri Luh Mariana harus merantau keluar Desa karena tidak adanya lapangan pekerjaan di Desanya.

“Terimakasih atas bantuan bedah rumahnya, ini sangat membantu keluarga kami. Saya dan Istri merantau ke Taro (Desa Taro-red) karena disini tidak ada lapangan pekerjaan dan untuk pertanian juga susah. Saya paling pulang seminggu sekali,” ujar Tambun.

Ditambahkan Tambun, dirinya berharap Pemerintah dapat memfasilitasi untuk menyediakan lapangan pekerjaan di Desanya agar tidak terus merantau.

Sementara itu, Gubernur Pastika yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali Ketut Rochineng, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan jika kehadirannya turun langsung kelapangan dalam rangka memantau Program Bali Mandara khsususnya Program Bedah Rumah berjalan dengan baik. Tak hanya itu, Pastika juga ingin mengetahui data kemiskinan yang benar mengingat saat ini ada perbedaan terkait data kemiskinan yang ada.

“Liburan panjang ini saya manfaatkan dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan Program Bedah Rumah berjalan dengan baik. Tak hanya itu, saya juga ingin melihat langsung bagaimana data kemiskinan di lapangan secara real-nya. Karena antara BPS, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan hingga dibawah ada perbedaan. Saya tidak mau seperti itu, untuk itu saya ingin cek langsung,” ungkap Pastika.

Selain itu, Pastika juga telah memerintahkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bali untuk ikut turun langsung ke lapangan mengisi libur panjang ini guna memantau proses pengerjaan Bedah Rumah berjalan lancar. Hal tersebut karena Pastika ingin disisa masa jabatannya sebagai Gubernur Bali, seluruh bantuan Bedah Rumah yang telah direncanakan dapat selesai dengan tepat waktu agar tidak ada lagi yang tercecer dikemudian hari.

“Kita ingin menuntaskan rumah tidak layak huni yang ada di Bali. Mudah – mudahan dalam setahun terakhir ini kita bisa selesaikan itu semua,” pungkasnya. (humas-bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :