Sabtu, 18 Agustus 2018

Peduli, Kapolres Badung Serahkan Bantuan Untuk Pengungsi

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Status Awas Gunung Agung menyisakan kisah pilu terhadap para pengungsi, para pengungsi ini mengaku tak bisa berbuat banyak selain menunggu dan menunggu di perbolehkan untuk pulang kembali ke kampung halamannya untuk beraktifitas memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun di balik kepiluan itu, mereka sangat bangga dengan kepedulian masyarakat, aparat pemerintah yang selalu memberikan perhatian kepada mereka.Hal itu disampaikan salah satu pengungsi yang di tampung di Balai Subak Gaga Banjar Bindu Desa Mekar Bhuana Kecamatan Abiansemal Badung pada saat Kapolres Badung AKBP Yudith satriya Hananta,S.I.K didampingi Kapolsek Abiansemal mengunjungi tempat pengungsian, Rabu (6/12/2017).

Di hadapan orang nomor satu di Polres Badung ini, perwakilan pengungsi mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas perhatian Kapolres badung dan jajarannya serta masyarakat yang telah membantu baik secara moril dan material sehuingga beban yang mereka rasakan berkurang.

AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K memberikan pesan pesan penyemangat agar para pengungsi tabah dalam menjalani ujian ini, mengajak agar tidak menjadikan sebuah beban yang sangat berat walaupun ujian ini cukup berat, masih banyak yang peduli terhadap kondisi seperti sekarang ini, selain itu AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K juga mengajak para pengungsi untuk menjaga kesehatannya dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Pada akhir kunjungannya, disaksikan kelihan Dinas Banjar Bindu dan Pekaseh Subak Gaga serta pengungsi lainnya, pemegang tongkat Komando di Polres Badung ini menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan pokok seperti beras, mie instan, telur, minyak goring, gula, kopi dan teh kepada pengungsi yang berjumlah 28 orang terdiri dari 8 kepala keluarga ini.

“Kami sangat merasakan beban yang mereka rasakan, untuk itu kami menyerahkan sedikit bantuan ini denfgan harapan dapat meringankan beban para pengungsi akibat status awas Gunung Agung ini,” ungkap mantan Kapolres Muna ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Pastikan KRB Steril, Kapolda Bali Berada 3,5 Km dari Kawah Gunung Agung

BALIPORTALNEWS.COM – Hujan lebat dan banjir lahar dingin, tak menyurutkan niat Kapolda Bali, Irjen Pol Dr. Petrus Reihard Golose menuju lokasi KRB (Kawasan Rawan Bencana). Kapolda nekat menerobos masuk KRB, guna memastikan wilayah ini sudah steril dari penduduk sekaligus ingin melihat langsung penomena banjir lahar dingin.

Bahkan, Kapolda bersama Pejabat Utama Polda Bali maupun Polres Karangasem, langsung naik gunung hingga hanya berjarak 3,5 km dari puncak Gunung Agung, sekitar pukul 10.00 wita.

Kapolda Bali didampingi Karo Ops Polda Bali, Kasat Brimob, Dir. Sabhara, Kabid TI, Dir. Intel, Dir. Lantas, Koorspripim Polda Bali dan Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si. Saat tiba di KRB III, Kapolda langsung menuju Banjar Dinas Untalan, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.

Di sana, Kapolda Bali melihat langsung aliran banjir lumpur atau banjir lahar dingin di Tukad Krekuk. Tukad ini memotong wilayah Banjar Dinas Untalan dengan Banjar Dinas Galih, Desa Jungutan.

Bhabinkamtibmas Desa Jungutan Aiptu I Made Sudani dihadapan Kapolda Bali, menyampaikan banjir lahar dingin di tukad itu sudah terjadi 27 November lalu. Sebelum terjadi banjir, sehari sebelumnya juga turun hujan abu.

Setelah turun hujan lebat, banjir lahar dingin kembali terjadi di tempat ini dengan debit air bercampur lumpur cukup besar, Kamis (30/11/2017) siang. Beberapa anak sungai lainnya juga dialiri lahar dingin, seperti di Tukad Yeh Sah, Desa Muncan, Tukad Bambangbiaung dan Tukad di Geriana Kangin, Kecamatan Selat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda memperingatkan warga agar tidak berada terlalu dekat sungai yang teraliri banjir lahar dingin. Sebab, volume banjir seketika bisa membesar dan menghanyutkan benda di sekitarnya, karena tekanannya cukup besar.

Setelah dari Untalan, rombongan Kapolda Bali menyusuri kaki Gunung Agung menuju Pura Pasar Agung dan Pura Tirta di Banjar Yeh Kori, Desa Sibetan. Wilayah ini masuk kategori KRB III. Dalam perjalanan itu, rombongan Kapolda Bali melihat langsung tebalnya lumpur yang menutupi jalan dan keringnya padang gajah milik petani, akibat abu vulkanik Gunung Agung. “Ini sangat berbahaya, karena jaraknya hanya 3,5 km dari kawah Gunung Agung,” ujarnya.

Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si. menegaskan kegiatan turun langsung ke lokasi KRB III ini untuk memastikan langkah-langkah yang dilakukan jajaran kepolisian sudah berjalan dengan baik. “Warga semua sementara harus mengungsi. Kami turun ingin memastikannya. Selain itu, juga untuk menentukan langkah-langkah berikutnya dengan berkoordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya. (binaw/humas-polda.bali/bpn)

Wabup Artha Dipa : Ini Banjir Akibat Hujan becampur Abu, Bukan Lahar Dingin

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pasca ditetapkannya kembali status Awas (Level IV) Gunung Agung Kab. Karangasem Bali oleh PVMBG, muncul beragam kesimpangsiuran informasi lewat sosial media (info hoax).  Teranyar, di beberapa titik aliran sungai terjadi banjir pekat yang banyak disalah artikan oleh masyarakat awam sebagai banjir lahar dingin.

Menyikapi hal tersebut,  Wakil Bupati Artha Dipa didampingi Kapolsek Selat,  Kamtibmas Kec Rendang, Camat Selat, Camat Rendang, Perbekel Muncan dan tokoh masyarakat desa Muncan meninjau langsung banjir yang terjadi di Tukad Yeh Sah Desa Muncan, Senin (27/11/2017).

Wabup Artha Dipa menyatakan bahwa banjir ini bukan lahar dingin.Kondisi ini terjadi akibat hujan deras di hulu bercampur abu dan lumpur akibat hujan abu yang melanda beberapa wilayah Kab. Karangasem dan sekitarnya. “Bukan. Ini Banjir Akibat Hujan Abu, Bukan Lahar Dingin. Bedakan mana banjir lumpur, mana banjir lahar dingin. Untuk itu perlu dikoordinasikan dengan pihak BPBD jika masyarakat ragu atas fenomena alam yang terjadi saat ini, jangan langsung menyimpulkan sendiri sehingga membuat yang lain panik, ” imbuhnya.

Artha Dipa menghimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada dan selalu berkordinasi dengan pimpinan setempat untuk segala proses evakuasi erupsi Gunung Agung. “Tentunya kami pemerintah berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat agar kita semua terehindar dari bencana erupsi Gunung Agung dan semuanya selamat tidak ada satu pun yang mengalami masalah atau korban,” terangnya.

Sementara itu,  Perebekel Muncan  I Gusti Lanang Ngurah menambahkan, banjir ini terjadi sekitar pukul 01.00 Wita sampai sekarang. “Air begitu deras dan besar hingga pepohonan hanyut pula. Sebelumnya sempat mengecil lalu tadi pagi debit air membesar lagi,” ujarnya.

Warga sekitar juga menuturkan sejam sebelum banjir lumpur terjadi, kemarin warga mendengar gemuruh dan dentuman keras dari arah kawah Gunung Agung sebanyak dua kali sekitar pukul 21.00 Wita sampai kurang lebih pukul 23.00 Wita. (humas-karangasem/bpn)

Mas Sumatri-Artha Dipa Turun Langsung Kunjungi Pengungsi Warga Tihing Seka

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Minggu malam  (26/11/2017) sekitar pukul 19.30 Wita, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa didampingi Sekda Adnya Mulyadi, Camat Bebandem dan Kabag Humas turun langsung kunjungi 35 KK warga Banjar Dinas Tihing Seka Desa Bebandem Karangasem yang medunungan (mengungsi) di Balai Masyarakat Desa Bebandem, Karangasem.

Mengungsinya 35 KK warga Tihing Seka  Desa Bebandem itu  akibat kembali meletusnya Gunung Agung pada Sabtu malam (25/11) pukul 21.00 Wita, kemarin, yang mana sebelumnya Gunung Agung mengawali letusan pada Selasa 21 Nopember 2017, pukul 17:05 Wita.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri menyampaikan pada warga Tihing Seka Desa Bebandem untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti himbauan Pemerintah beserta aparatur terkait lainnya untuk mengikuti arahan dan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi agar warga di Zona Siaga tetap untuk mengungsi. (humas-karangasem/bpn)

Letusan Freatik Ketiga Gunung Agung, Vona Berwarna Orange

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Gunung Agung untuk ketiga kalinya meletus freatik pada Pukul 19.13 Wita, Sabtu (25/11/2017). Sebelumnya letusan freatik juga terjadi pada pukul 17.20 Wita.

Sementara itu untuk Vona, saat ini sudah berwarna orange. Kepulan asap tebal di puncak Gunung Agung cukup mengundang perhatian warga.

Beberapa nampak serius mengamati asap yang diperkirakan berasal dari erupsi. Namun demikian, warga belum berencana untuk mengungsi karena masih menunggu imbauan resmi pemerintah.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Kamil Devy Syahbana membenarkan bahwa gunung tertinggi di Pulau Dewata ini kembali mengalami erupsi freatik. Kata Devy, kolom abu saat erupsi teramati berwarna kelabu kehitaman dengan tekanan sedang.

Kepulan asap mencapai ketinggian 1.500 meter dari puncak gunung. Ketinggian ini jauh lebih tinggi ketika saat letusan freatik pada 21 November lalu yang hanya mencapai 600-700 meter di puncak..

“Kita minta masyarakat agar tetap tenang dan tetap mengikuti rekomendasi PVMBG. Gunung masih tetap pada status Level III (Siaga). Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 kilometer ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya,” imbaunya.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru. Daerah yang terdampak antara lain Dusun Br. Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban); Dusun Br. Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi); Dusun Br. Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih); Dusun Br. Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri); Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan); dan sebagian wilayah Desa Dukuh. (balisiagabencana/bpn)

Gunung Agung Erupsi Mengeluarkan Abu Setinggi 1.500 Meter, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM –Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali mengalami erupsi pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17:30 WITA. Kolom abu teralati berwarna kelabu-kehitaman bertekanan sedang setinggi 1.500 m di atas puncak Gunung Agung. Erupsi secara visual teramati dari daerah Culik dan Batulompeh ke arah Barat- Barat daya, asap kelabu-kehitaman tekanan sedang.

Ini adalah erupsi kedua dari Gunung Agung dengan tinggi kolom abu lebih tinggi dari erupsi sebelumnya. Erupsi Gunung Agung pertama terjadi pada Selasa (21/11/2017) pukul 17:05 WITA dengan inggi asap kelabu tebal dengan tekanan sedang maksimum 700 meter.

Hingga saat ini PVMBG masih terus menganalisis erupsinya. Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan dan vulkanik setelah erupsi hingga petang ini.

Status Gunung Agung hingga saat ini tetap Siaga (level 3). Tidak ada peningkatan status gunungapi. PVMBG terus melakukan pemantauan dan analisis aktivitas vulkanik. Rekomendasi juga tetap yaitu agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 km ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak panik. Masyarakat telah banyak memperoleh informasi dan sosialisasi terkait Gunung Agung. Data pengungsi pada Sabtu siang tadi sebanyak 25.016 jiwa yang tersebar du 224 titik pengungsian.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan panik dan terpancing isu-isu menyesatkan. PVMBG akan terus memberikan informasi terkini. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/Lembaga, BPBD, SKPD, relawan dan semua unsur terkait akan memberikan penanganan pengungsi.

Kondisi Bali tetap aman. Bandara Internasional Ngurah Rai masih aman dan normal. Pariwisata di Bali juga masih aman, selain di radius berbahaya di sekitar Gunung Agung yang ditetapkan PVMBG yang memang tidak boleh ada aktivitas masyarakat. (humas-bnpb/bpn)

Astra Motor Bali Berbagi ke Pengungsi Gunung Agung

BALIPORTALNEWS.COM – Sebagai bentuk kepedulian kepada para pengungsi Gunung Agung yang sudah hampir 3 Minggu meninggalkan daerahnya, dan berada di lokasi pengungsian, Astra Motor Bali melakukan kegiatan sosial melalui “Honda Untuk Bali” dengan  mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada para pengungsi. Kegiatan yang bertajuk “Satu Hati Saling Berbagi” sebelumnya telah mengumpulkan donasi secara sukarela dari internal karyawan, dan jaringan Honda. Penyerahanan bantuan dilakukan, 12 Oktober 2017, yang dilakukan perwakilan ikatan karyawan Astra Motor, dan perwakilan dealer Honda Bali.

Seperti yang telah diketahui, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhitung sejak, 22 September 2017 status Gunung Agung ditetapkan waspada dan statusnya meningkat menjadi awas. Jumlah pengungsi saat ini, sudah mencapai ratusan ribu yang menempati beberapa titik aman di kawasan Bali.

“Kami tergerak untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi karena melihat banyaknya jumlah pengungsi yang masih membutuhkan beberapa kebutuhan, seperti makanan dan minuman, perlengkapan sehari-hari, obat-obatan dan peralatan tidur yang kami sasar di 2 titik posko, Bale Desa Penuktukan, Singaraja, dan Pos Banjar Mandira, Desa Sengkidu, Karangasem,’’ kata Tangguh Rinekso, selaku PIC CSR Astra Motor Bali.

“Selain memberikan bantuan, kami juga melakukan interaksi dengan anak-anak pengungsi dengan mengajak mereka bermain games penuh dengan hadiah-hadiah berupa alat-alat tulis dan mainan anak-anak,” sambung Tangguh.

Sementara Perbekel Desa Penuktukan, Singaraja, Made Maduarta, mengaku sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih dan berharap supaya keadaan  ini segera berakhir, sehingga bisa kembali lagi kedaerah asal, serta sangat senang melihat anak-anak sangat terhibur dengan kedekatan dari tim Honda.

Sebelumnya juga di GOR Swecapura Klungkung, telah didirikan tenda dapur umum untuk mengakomodir relawan saat memasak makanan kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

Pengumpulan donasi berikutnya masih tetap dilakukan, dan secara bertahap akan didistribusikan kembali dengan harapan bantuan ini dapat meringankan beban para pengungsi dan mencukupi kebutuhan selama dipengungsian. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemkot Denpasar Siap Berkolaborasi Dengan Pemkab Karangasem

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pendataan dan langkah tanggap bencana KRB. Gunung Agung melalui Aplikasi Damamaya Denpasar Cyber Monitor mendapat respon postif dari Pemerintah Kabupaten Karangasem. Respon positif ini disampaikan Wakil Bupati Karangasem Wayan Arta Dipa, yang hadir di ruang Control Room Denpasar Damamaya Cyber Monitor,  Selasa (10/10/2017). Kehadiran Wabup Karangasem disambut Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama OPD terkait.

Dalam pertemuan tersebut Walikota Rai Mantra menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemkab Karangasem melakukan pemantauan bersama tanggap bencana KRB. Gunung Agung. Seperti diketahui sebelumnya dari meningkatnya status Gunung Agung, Pemkot Denpasar telah membuat aplikasi tanggap bencana melalui aplikasi Pro Denpasar dan pusatdata.denpasarkota.go.id.

‘’Dari aplikasi ini kita dapat mengakses data lengkap pengungsi di Denpasar sesuai dengan asal warga, hingga melakukan aplikasi pemantauan aktivitas Gunung Agung,’’ ujar Walikota Rai Mantra.

Lebih lanjut Rai Mantra mengajak Pemkab Karangasem dapat melakukan koordinasi langsung dengan Damamaya Denpasar Cyber Monitor yang melakukan pendataan dari tingkat banjar, desa/keluraha hingga kecamatan meliputi jumlah siswa sekolah, lansia, ibu hamil, balita hingga pendistribusian logistik.

‘’Saat ini jumlah pengungsi secara keseluruhan di Denpasar mencapai 14 ribu lebih warga Karangasem,’’ ujarnya sembari mengatakan Damamaya Denpasar Cyber Monitor juga dapat dimanfaatkan kabupaten lainnya dalam kolaborasi berbagai aplikasi yang ada.

Wabup Karangasem Arta Dipa mengatakan kehadiran di Kota Denpasar untuk melihat langsung kondisi serta data pasti jumlah warga KRB Gunung Agung. Dengan pendataan menggunakan aplikasi di Denpasar Damamaya Cyber Monitor telah menampilkan data pasti masyarakatnya di Denpasar. Disamping itu dari 28 desa warga masyarakat Karangasem yang mengungsi menyebar di Kabupaten dan Kota.

Di Kota Denpasar warga KRB. Gunung Agung telah mendapatkan berbagai pelayanan dari Walikota Rai Mantra dan seluruh jajaran Pemkot Denpasar. Saat ini menurutnya, Pemkab Karangasem telah mepersiapkan berbagai langkah darurat Gunung Agung sesuai tahapan yang telah ditentukan serta penanganan dilakukan bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan bupati/walikota se-Bali dalam langklah darurat Gunung Agung.

‘’185 ribu lebih warga masyarakat karangasem yang harus mengungsi menghindari kawasan rawan bencanan Gunung Agung,’’ ujarnya.

Disamping melakukan pertemuan di Denpasar Damamaya Cyber Monitor, Walikota Rai Mantra dan Wabup Karangasem juga langsung meninjau warga karangasem yang mengungsi di Posko Induk Lapangan Kompyang Sujana, Posko Mandiri Gurita Jl. Gurita Sesetan, dan Posko I di Jl. Danau Tempe.  (pur/humasdps/bpn)    


Pantau terus baliportalnews.com di :

Polisi dan Pengungsi Bantu Warga Desa Purwakerti Panen Kacang Tanah 

BALIPORTALNEWS.COM – Para pengungsi berasal dari Banjar Dinas Batu Dawe, Tulamben, Kubu yang menempati pos pengungsian di Banjar Babakan, Purwakerti, Abang, Karangasem diajak beraktifitas oleh warga setempat untuk memanen kacang tanah, Selasa (3/10/2017). Aktifitas masyarakat ini mendapat perhatian dari Bhabinkamtibmas Desa Purwakerti Aiptu I Nyoman Mudiasa yang saat itu melintas melaksanakan patroli.

Tanpa canggung Aiptu I Nyoman Mudiasa turun ke ladang untuk membantu warganya memanen kacang tanah. Kesempatan itu pun dijadikan untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada warga pengungsi. Para pengungsi diminta untuk tetap sabar, tenang dan tidak panik dalam menghadapi musibah ini. “Gunung meletus, gempa bumi dan tsunami bukan karena ulah manusia, tetapi itu semua terjadi karena kehendak alam,” ucapnya.

Dijelaskannya, saat ini pemerintah masih menetapkan status Gunung Agung pada level empat. Meskipun wajah Gunung Agung terlihat sangat jelas, namun desa binaannya tidak termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) sehingga masyarakat tetap beraktifitas seperti biasa  pada siang hari.

“Saya sangat salut dengan warga Purwakerti yang mau mengajak para pengungsi dari Banjar Dinas Batu Dawe, Tulamben, Kubu untuk memanen kacang tanah. Dengan cara ini, para pengungsi tidak akan merasa bosan saat berada di pos pengungsian,” imbuhnya. (binaw/humas-polda.bali/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan