PMI Karangasem
PMI Karangasem Matangkan Program Kerja 2024, Targetkan Swadaya dan Kebutuhan Darah Terpenuhi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karangasem menggelar Musyawarah Kerja (Mukerkab) pada Selasa (16/4/2024) untuk mematangkan program kerja tahun 2024. Acara ini dihadiri oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana, dan segenap pengurus PMI Karangasem.

Ketua Panitia Mukerkab, Ns. I Wayan Arsiawan Adi menyampaikan, Musyawarah Kerja dilaksanakan untuk mematangkan program kerja PMI selama setahun ini sekaligus sebagai evaluasi program kerja tahun sebelumnya. Apalagi, peranan PMI dalam melaksanakan misi kemanusiaan semakin meningkat.

Arsiawan Adi juga menyampaikan, untuk menyusun rencana kerja tahunan yang tertuang dalam Anggaran Pendanaan dan belanja PMI Kabupaten Karangasem Tahun 2024.

“Tujuan yang diharapkan dari Mukerkab ini adalah tersusun dan di sahkannya program kerja PMI Kabupaten Karangasem selama satu tahun sebagai acuan pelaksanaan kegiatan dan tugas-tugas Kepalang Merahan di Kabupaten Karangasem,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua PMI Kabupaten Karangasem, dr. I Nengah Suranten, M.M., menyampaikan, salah satu agenda dalam Mukerkab ini yakni untuk merancang rencana strategis PMI Karangasem tahun 2023-2027 mendatang.

Dalam masa kepengurusan ini, kata dr. I Nengah Suranten, pada tahun 2027 mendatang PMI Karangasem mampu bergerak dengan sistem yang otomatis dan maju dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanpa banyak kendali dan pengawasan.

“Itu Renstra pengurus saat ini, di tahun itu proses kinerja tersistem dengan baik didukung oleh SDM terpercaya dan handal,” ujarnya.

Sebelum itu benar-benar tercapai, katanya lagi, pihaknya merencanakan tahun 2025 mendatang PMI Karangasem mulai bangkit dengan standarisasi layanan, regulasi donor darah, kegiatan PMR, relawan, SDM PMI, sarana prasarana, serta MoU dengan pihak eksternal.

Sementara di tahun 2024 ini, pihaknya focus untuk membangun pondasi melalui penataan SDM, prasarana logistik, hubungan internal-eksternal, managemen administrasi serta SOP PMI.

“Tahun 2026 mendatang, PMI sudah memiliki eksistensi dengan ragam inovasi sesuai perkembangan jaman, sehingga tahun 2027 mendatang PMI Karangasem sudah auto pilot, dimana PMI menunjukan eksistensinya dengan layanan terbaik ke public dalam segala hal,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem, I Gede Dana mengatakan, PMI merupakan suatu organisasi yang menjalankan misi kemanusiaan, utamanya di bidang Kepalangmerahan yang mencakup kegiatan bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, pertolongan dan pencarian serta yang paling dikenal yakni sebagai penyelenggara pelayanan darah atau donor darah. Perkembangan PMI Karangasem sejauh ini, kata bupati, sudah mulai ada perkembangan positif, hal ini bukan saja ditunjukkan dengan animo masyarakat untuk melakukan donor darah sukarela yang meningkat, juga dapat kita lihat dari geliat perkembangan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah, baik itu di tingkat SMA/SMK, SMP maupun pengenalan di tingkat Sekolah Dasar.

Baca Juga :  SK PPPK di Karangasem Tak Kunjung Keluar, Calon Penerima Jadi Khawatir

“Harapan saya agar PMR ini dapat menjadi ektrakurikuler wajib dan dipopulerkan serta diminati di sekolah-sekolah karena keterampilan Pertolongan Pertama dan sikap kemandirian anggota PMR akan sangat mempengaruhi pembentukan karakter siswa di masa depan,” ujar bupati yang juga sebagai Dewan Pelindung PMI Karangasem.

Selain itu, Bupati Gede Dana mengatakan, sinergitas PMI dengan Pemerintah Kabupaten dalam penanganan bancana bersama BPBD, Tim SAR dan relawan dinilainya juga semakin kompak. PMI Karangasem juga mengambil inisiatif yang kuat dalam pemberian bantuan air bersih di beberapa daerah di Karangasem yang mengalami kekeringan bersama Dinas Sosial, BPBD, PDAM Tirta Tohlangkir dan Organisasi Masyarakat di bidang sosial. Inisiatif dan kreativitas inilah yang perlu terus dikembangkan di PMI Karangasem sehingga menguatkan posisi PMI di masyarakat.

“Dukungan Pemerintah Kabupaten Karangasem kepada PMI kalau Bapak/Ibu mengikuti perkembangan pemberian dana hibah kepada PMI, untuk tahun 2024 ini sudah sangat meningkat. Jika di tahun 2022 saya menerima laporan bahwa dana hibah PMI saat itu nihil akibat permasalahan administrasi, tahun 2023 dana hibah ke PMI sejumlah Rp75 juta, dan di tahun 2024 meningkat menjadi Rp285 juta,” terang Gede Dana.

Baca Juga :  Koalisi Gerindra Karangasem Masih Dinamis, Suyasa : Punya Tujuan yang Mulia

Bupati Gede Dana menambahkan, pihaknya mendorong PMI Karangasem untuk menggali potensi pembiayaan melalui partisipasi pendanaan diluar pemerintah, seperti CSR perusahaan, pelaksanaan Bulan Dana PMI maupun donasi/bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat.

Dikatakan bupati, jika kebutuhan darah di Karangasem setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Tahun 2023 kebutuhan darah untuk pelayanan pasien di dua rumah sakit mencapai 5.476 kantong, sementara baru bisa memenuhi darah hanya 4.895 kantong, sehingga kekuranganya masih dipasok dari UDD Pembina PMI Provinsi Bali dan UDD kabupaten lain. Apalagi sekarang, dengan berdirinya satu rumah sakit baru di tahun ini, maka kebutuhan darah diperkirakan mencapai 9.000-10.000 kantong tahun 2024. Dengan demikian diperlukan usaha ektra dalam pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan pelayanan darah di Karangasem.

“Saya mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk semakin meningkatkan partisipasi mengikuti kegiatan donor darah secara sukarela karena banyak manfaat positif dari Donor Darah bagi pendonor itu sendiri. Begitu juga kepada jajaran OPD Pemeritah Kabupaten Karangasem juga saya instruksikan untuk menyelenggarakan kegiatan Donor Darah secara rutin di instansinya masing-masing untuk mendukung kegiatan kemanusiaan bekerja sama dengan PMI Karangasem,” harap Gede Dana.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News