Studi Komparasi
Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat mengunjungi salah satu lokasi fokus (lokus), yakni TK DWP 01 Dinoyo, Kota Malang, dalam rangkaian kegiatan Studi Komparasi Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar, Sabtu (27/4/2024). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, MALANG – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Denpasar, melaksanakan Studi Komparasi, ke beberapa Taman Kanak Kanak (TK) di wilayah Kota Malang, Sabtu (27/4/2024). Kunjungan ini sendiri dilakukan untuk menggali ilmu dan informasi seputar strategi pengembangan PAUD Holistik Integratif (HI), sehingga mencapai pola pendidikan yang berkualitas.

Kunjungan yang diikuti lebih dari 60 puluh peserta ini dipimpin langsung Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.

Salah satu titik lokasi fokus (lokus) yang dikunjungi adalah TK Dharma Wanita Persatuan (DWP) 01 di Kelurahan Dinoyo. Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, mengemukakan pihaknya berharap, pola dan strategi yang digunakan oleh jajaran PAUD dan TK di Kota Malang, nantinya dapat dipelajari dan diaplikasikan di Kota Denpasar. Utamanya, yang bertalian dengan program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

“Kami berharap studi komparasi ini akan membawa manfaat dan pengalaman bagi Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar.  Karena untuk merealisasi PAUD HI yang berkualitas, tentunya diperlukan juga kesiapan penyelenggara pendidikan yang mumpuni,” katanya.

Baca Juga :  PLN Gandeng Huawei Kembangkan Joint Innovation Center, Perkuat Fondasi Digital Untuk Transisi Energi

Kepala KB dan TK Dharma Wanita Dinoyo, Irma Damayanti, mengatakan, ada beberapa program yang diterapkan pihaknya dalam menjalankan kegiatan PAUD HI di sekolah itu.

Program-program tersebut di antaranya, deteksi dini pencegahan stunting yang dikemas dalam sesi tanya jawab dengan orang tua siswa terkait dengan perkembangan tumbuh kembang anak. Selain itu, ada juga pemeriksaan kesehatan rutin berkolaborasi dengan Puskesmas Dinoyo.

“Penyelenggaraan pendidikan PAUD HI berkualitas juga tidak bisa dilepaskan dari sisi kesehatan anak didik yang harus kita pantau secara rutin,” ujarnya.

Irma Damayanti juga menambahkan, selain sisi kesehatan, pihak sekolah juga menggandeng orang tua untuk membentuk rombongan belajar dalam menerapkan pengajaran kepada anak didik.

“Melalui kolaborasi dengan orang tua, pendekatan dengan anak didik juga dapat optimal. Sehingga penerapan pendidikan Kurikulum Merdeka Belajar yang menyenangkan dapat dengan mudah dilaksanakan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Suarjana, dalam sambutannya menyebut, secara garis besar, Kota Malang yang terdiri dari 5 kecamatan dan 57 kelurahan itu, hingga saat ini memiliki 692 lembaga PAUD, dengan tenaga pendidik mencapai lebih dari 2.500 orang.

Baca Juga :  BASABali Wiki Gelar Konferensi Pemuda Bali, Perkuat Peran Pemuda dalam Menyikapi Isu Publik dan Melestarikan Budaya

“Pemerintah Kota Malang memiliki konsentrasi dan komitmen dalam mewujudkan pendidikan unggul yang kami siapkan sejak dari bangku PAUD. Hal ini juga didasari dengan spirit mencerdaskan anak bangsa dengan membekali mereka dengan program dan pendidikan berkualitas, melalui strategi yang baik,” jelasnya.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News