Dukung Rai Mantra Komunitas Taksu Seni Bali Gelar Konser “Salam Dua Jari”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Puluhan artis Bali yang tergabung dalam Komunitas Taksu seni Bali Gelar Konser Salam Dua Jari. Rencananya konser ini akan digelar di Lapangan Astina, Gianyar pada Minggu (11/3/2018). Kordinator komunitas Taksu Seni Bali Agung Bagus Mantra alias Gus Mantra mengatakan konser ini adalah bentuk semangat seniman Bali mengawal taksu budaya Bali.

Semangat tersebut kemudian dipersembahkan kepada Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra atau Rai Mantra yang maju sebagai calon gubernur Bali tahun 2018. “Konser ini digelar berbasiskan semangat kebersamaan dalam mengawal taksu budaya Bali yang dititipkan kepada calon pemimpin Bali yaitu sahabat kami Rai Mantra,” kata Gus Mantra, saat menggelar jumpa pers di rumah makan Kubu Kopi, Denpasar, Sabtu (10/3/2018).

Adapun seniman yang akan tampil adalah Ayu Maenah & nana Viana, Joni Agung & double T, Coki Netral, Bintang Feat Lebri Partami, Kis, Bona Alit & Ocha Taksu, The Rocknest, The Crazy Horse, The Small Axe, Rajes n Band & Rah Tut XXX, Parade Band Gianyar, RastaFlute Singapadu dan Wayang Inovatif Genta Wisesa. Acara akan dipandu oleh pelawak Bali Dadong Rerod.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Mantra ini acara ini murni digagas seniman. Tanpa paksaan, tanpa tekanan. Tapi berjalan sendiri melalui media kreatif.  Karena itu konser digelar secara swadaya oleh seniman. Konser salam dua jari ini terbuka untuk umum, tanpa atribut partai politik.

Menariknya, walau bertitle Konser salam dua jari acara dikemas tanpa ajakan mencoblos, apalagi pemaparan visi misi pasangan calon. Sebaliknya konser ini dikemas sebagai media seniman Bali menyampaikan aspirasi kepada calon gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

“Kita tidak akan serukan coblos nomor tertentu tapi sebaliknya seniman akan menyampaikan aspirasi kepada beliau,” kata Gus Mantra.

Dalam konser ini seniman juga ingin menyampaikan pesan politik bermartabat. Kalah atau menang dihadapi secara terhormat. Politik sesungguhnya bisa dijalani dengan senyum dan kegembiraan. Bukan saling menghujat apalagi sekedar adu kekuatan.

“Apa yang kami persembahkan sesuatu yang terbaik bagi Bali, ingin membagikan sesuatu yg menyejukan. Gaungkan politik damai harmoni di tengah keberagaman,” kata Gus Mantra.

Karena itu Gus Mantra mengajak seluruh warga yang ingin bergembira untuk hadir tanpa atribut partai. “Ayo datang ramai-ramai, kita bergembira bersama, yang jelas tidak ada bsgi-bagi uang. Kita bergerak dengan nurani,” ujar Gus Mantra.(r/bpn)

Ciptakan PilGub 2018 Aman, Kapolres Badung Gandeng Tokoh Tokoh Masyarakat

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – “Penciptaan Kondisi yang aman dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melakukan sambang dan kunjungan  ke tokoh tokoh masyarakat” hal tersebut diungkapkan Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, S.I.K pada saat melaksanakan kunjungan ke Puri Ageng Mengwi Badung.

Kunjungan orang nomor satu di Polres Badung ini dalam rangka silaturahmi guna menambah harmonis jalinan komunikasi yang telah terjalin antara Polres Badung dan Puri Ageng mengwi.

Kunjungan Kapolres Badung tersebut diterima Penglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung. Dalam Kunjungan tersebut Kapolres bersama Dir Tahti Polda Bali AKBP I Made Sukasuyasa,SH,MH dan Kapolsek Mengwi Kompol Gede Made Punia,SH,MH.

Suasana kekeluargaan tampak dari perbincangan pejabat utama ini dengan penglingsir Puri, dimana pemegang tongkat komando di Polres Badung ini mengajak tokoh Puri Ageng Mengwi untuk bersama sama memantau dan menciptakan suasana aman terlebih saat ini merupakan tahun Politik.

Tokoh Puri Ageng Mengwi ini sangat menyambut baik kedatangan Kapolres Badung beserta rombongan di Purinya dimana pengklingsir puri sangat mendukung langkah langakah kepolisian untuk menciptakan rasa aman di masyarakatnya, A.A Gede Agung menyampaikan bahwa Polres Badung sangat aktif dalam penciptaan rasa aman sebagai bukti diceritrakannya pada saat berjalan jalan di luar puri,penglingsir Puri selalu melihat kehadiran Polisi baik di jalan raya, obyek obyek wisata serta sering mengunjungi rumah rumah penduduk oleh bhabinkamtibmas.

Diharapkan kedepan jalinan sinergitas kepolisian dengan masyarakat dan para tokoh tetap digalakkan sehingga bergandengan tangan menciptakan Pilgub 2018 aman khususnya di Wilayah Badung.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K di konfirmasi usai kegiatan mengungkapkan “jalinan Komunikasi Polres Badung dengan Puri Ageng Mengwi sudah sangat harmonis , dengan jalinan yang harmonis ini kami mengajak segenap tokoh tokoh masyarakat untuk bersama sama menjaga keamanan khususnya di wilayah Badung, terlebih saat ini merupakan tahun Politik yang tentunya peran para tokoh tokoh masyarakat sangat penting untuk bersama sama menciptakan situasi kondusif, untuk itu kami menggandeng para tokoh masyarakat untuk bersama sama menciptakan situasi itu,” ungkap Perwira Melati Dua asal Buleleng ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)

Deklarasi Mantra-Kerta Sepakat Tolak Reklamasi Teluk Benoa

BALIPORTALNEWS.COM – Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terdiri dari gabungan Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang dan Partai Perindo sepakat untuk mendeklarasikan paket IB Rai Dharnmawijaya Mantra – I Ketut Sudikerta (Mantra – Kerta). Deklarasi yang mengambil tempat di Lapangan Timur  Niti Mandala Renon pada Selasa (9/1/2018) kemarin ini turut dihadiri petinggi partai pengusung hingga pulahan ribu masyarakat Bali dengan pakian adat Bali yang didominasi warna putih.

Deklarasi diawali dengan orasi politik oleh Ketua KRB, I Made Mudarta  yang dilanjutkan dengan penyerahan rekomendasi oleh pimpinan partai pendukung, penandatanganan sikap politik oleh seluruh partai pendukung, pembacaan sikap politik dan orasi dari pasangan calon. Dalam sikap politiknya, Pasangan Mantra-Kerta sepakat dan berkomitmen untuk menolak reklamasi teluk Benoa.

Dalam orasinya, I Made Mudarta selaku ketua KRB mengatakan bahwa pasangan Rai Mantra-Sudikerta merupakan tipikal pemimpin layaknya “Candra” yang merupakan pengamalan dari Asta Bratha yakni Candra Bratha. “Dimana,  keduanya memiliki sifat seperti bulan yang selalu tersenyum, memberikan kesejukan, dan memberikan penerangan disaat gelap namun tidak membuat rakyat kepanasan,” jelas pria yang juga Ketua DPD Demokrat Bali ini.

Dikatakan lebih lanjut, dipilihnya tanggal 9 Januari sebagai pelaksanaan Deklarasi lantaran tanggal tersebut merupakan hari jadi Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terbentuk pada 9 November 2017 lalu. “Filosofi angka sembilan itu makna Dewata Nawa Sanga, dan tanggal 9 November itu pembentukan KRB,” jelas Mudarta.

Selain itu, angka Sembilan juga merupakan jumlah program yang akan diwujudkan pasangan Mantra-Kerta ketika dipercaya masyarakat Bali untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. “Adapun program tersebut dikemas dengan sebutan Nawa Candra yang bertujuan untuk mewujudkan Bali yang Maju, Aman, Damai dan Harmoni (Madani) dalam kebhinekaan serta menuju Bali Shanti dan Jagadhita berlandaskan Tri Hita Karana,” pungkasnya.

Sementara, Pasangan Calon Gubernur IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Calon Wakil Gubernur, Ketut Sudikerta mengatakan bahwa deklarasi ini merupakan momen bersejarah. Dimana, hari ini (Kemarin) merupakan hari pertama dirinya menapakkan kaki secara tegas pada sebuah titik estapet perhelatan demokrasi untuk kepemimpinan Bali lima tahun mendatang.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, jika nantinya dipercaya memimpin Bali, pasangan Mantra-Kerta akan melakukan langkah dalam upaya mengajegkan Bali dengan mengembalikan taksu Bali yang selama beberapa dasawarsa terakhir ini tergerogoti oleh berbagai praktek yang didorong oleh kepentigan pragmatis. Tak hanya itu, sektor Ekonomi dalam upaya memberikan kesejahteraan rakyat turut dikembangkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal  secara berkeadilan di Sembilan kabupaten/kota.

“Selain itu, sektor pertanian wajib kami jaga dan tingkatkan nilai tambahnya, karena bagi orang Bali, pertanian tidak semata urusan pangan, melainkan terkandung juga nilai Budaya dan Spiritualitas,” ungkapnya sembari menegaskan sikap yang dari dulu dengan tegas menolak reklamasi teluk Benoa dan mendukung hasil study kelayakan dari Universitas Udayana dan Bhisama PHDI yang menyatakan menolak Reklamasi Teluk Benoa. (r/bpn)

Lolos Verifikasi, PSI Bali Buka Pendaftaran Bacaleg

BALIPORTALNEWS.COM – Partai Solidaritas Indonesia menjadi salah satu dari 14 partai politik yang dinyataka lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum. PSI juga menjadi salah satu dari 4 parpol baru yang akan berlaga di pemilu 2019.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Bali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus PSI kab/kota dan kecamatan di Bali serta KPU Provinsi Bali dan KPUD di masing-masing kabupaten atas kerjasamanya dalam menyukseskan proses verifikasi. “Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses verifikasi KPU ini, keberhasilan proses ini adalah keberhasilan dari sistem demokrasi di Indonesia,” ungkap I Nengah Yasa Adi Susanto.

PSI menyambut kelolosan verifikasi ini dengan membuka pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) gelombang II.  PSI membuka dan mengundang orang—orang baik yang memiliki DNA PSI yaitu anti Korupsi dan anti Intoleransi untuk bergabung menjadi Bacaleg dari PSI.

Dalam penjaringan bacaleg PSI Bali telah menyiapkan Tim Panelis Independen yang melibatkan Aktivis Perempuan, Akademisi dan Budayawan. Beberapa proses seleksi harus dilalui oleh Bacaleg sebelum diputuskan menjadi Caleg yang Sah. Proses tersebut diantaranya, seleksi administrasi, seleksi uji kompetensi dan seleksi uji sosialisasi.

Terkait tim panelis independen yang telah menyatakan akan membantu PSI dalam menentukan Bacaleg di tingkat Provinsi Bali diantaranya Dr. I Nyoman Subanda – Dekan FISIP UNDIKNAS, Ir.Titik Suharyati – LSM Bali Sruti, Dr. Drs. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si  – Dekan FISIP UNUD, I Nyoman Mardika – Yayasan Manikaya Kauci & Aktivis KPK, Seniman Bali Cokorda Sawitri – LBH APIK dan Prof., Dr. I Made Suwitra, S.H., M.H. – Guru Besar UNWAR.

“Kami melibatkan akademisi dan aktivis perempuan untuk menjadi team panelis independen. Nama-nama tersebut sudah kami hubungi dan kami sedang melakukan komunikasi lebih lanjut untuk mempersiapkan prosesnya,” tutur Adi. Selain itu, untuk team panelis independen di masing-masing kabupaten sedang dalam proses konfirmasi.

DIharapkan dengan proses dan gagasan baru dari PSI ini, yang menggunakan proses seleksi terbuka, dapat menumbuhkan tradisi baru, dalam menyaring bakal calon anggota legislatif yang transparan. Serta dapat menghasilkan calon anggota legislative yang sesuai dengan harapan Rakyat. (humas-psi/bpn)

Lolos Verifikasi KPU, PSI Bali Buka Pendaftaran Bacaleg

BALIPORTALNEWS.COM – Partai Solidaritas Indonesia menjadi salah satu dari 14 partai politik yang dinyataka lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum. PSI juga menjadi salah satu dari 4 parpol baru yang akan berlaga di pemilu 2019.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Bali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus PSI kab/kota dan kecamatan di Bali serta KPU Provinsi Bali dan KPUD di masing-masing kabupaten atas kerjasamanya dalam menyukseskan proses verifikasi. “Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses verifikasi KPU ini, keberhasilan proses ini adalah keberhasilan dari sistem demokrasi di Indonesia,” ungkap I Nengah Yasa Adi Susanto, Kamis (1/3/2018) pada acara peresmian Rumah Solidaritas Bali  kantor baru PSI Bali yang beralamat di Jalan Kusuma Bangsa I No. 9x Denpasar Utara.

PSI menyambut kelolosan verifikasi ini dengan membuka pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) gelombang II.  Pendaftaran ini akan dibuka hingga tanggl 30 Maret 2018 yang dapat dilakukan secara online pada website PSI atau dengan datang langsung ke Rumah Solidaritas Bali. PSI membuka dan mengundang orang—orang baik yang memiliki DNA PSI yaitu anti Korupsi dan anti Intoleransi untuk bergabung menjadi Bacaleg dari PSI. Terkait dengan persyaratan pendaftaran bacaleg disebutkan Bro Adi adalah mengisi formulir, CV dan KTP serta melampirkan tulisan mengenai bagaimana Cara Anda Melawan Korupsi & Intoleransi.

Dalam penjaringan bacaleg PSI Bali telah menyiapkan Tim Panelis Independen yang melibatkan Aktivis Perempuan, Akademisi dan Budayawan. Beberapa proses seleksi harus dilalui oleh Bacaleg sebelum diputuskan menjadi Caleg yang Sah. Proses tersebut diantaranya, seleksi administrasi, seleksi uji kompetensi dan seleksi uji sosialisasi.

Terkait tim panelis independen yang telah menyatakan akan membantu PSI dalam menentukan Bacaleg di tingkat Provinsi Bali diantaranya Dr. I Nyoman Subanda – Dekan FISIP UNDIKNAS, Ir.Titik Suharyati – LSM Bali Sruti, Dr. Drs. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si  – Dekan FISIP UNUD, I Nyoman Mardika – Yayasan Manikaya Kauci & Aktivis KPK, Seniman Bali Cokorda Sawitri – LBH APIK dan Prof., Dr. I Made Suwitra, S.H., M.H. – Guru Besar UNWAR. “Kami melibatkan akademisi dan aktivis perempuan untuk menjadi team panelis independen. Nama-nama tersebut sudah kami hubungi dan kami sedang melakukan komunikasi lebih lanjut untuk mempersiapkan prosesnya,” tutur Adi. Selain itu, untuk team panelis independen di masing-masing kabupaten sedang dalam proses konfirmasi.

Turut hadir dalam acara tersebut I Nyoman Mardika dan Titik Suharyati yang sempat memberikan pandangannya terkait dengan proses yang akan dijalankan PSI ini. Menurut Mardika, Caleg dan kader PSI hendaknya mengetahui platform dan ideologi partai. “Alasan saya mau menjadi tim panelis independen selain karena tertarik dengan PSI sendiri saya juga tertarik dengan gagasan anak muda yang diusung PSI,“ imbuhnya dalam sharing bersama Kader PSI.

Sementara itu Titik Suharyati sebagai aktivis perempuan mengapresiasi gagasan PSI yang ramah perempuan. Selain itu pihaknya yang telah 10 tahun mengawal proses di berbagai partai politik bersama Bali Sruti menegaskan beberapa hal teknis. “Caleg nanti hendaknya paham mengenai apa yang akan dikerjakan di Dewan Legislatif nanti, tentu kedepan perlu ada bimbingan teknis untuk memperkuat ini,” imbuhnya.

DIharapkan dengan proses dan gagasan baru dari PSI ini, yang menggunakan proses seleksi terbuka, dapat menumbuhkan tradisi baru, dalam menyaring bakal calon anggota legislatif yang transparan. Serta dapat menghasilkan calon anggota legislative yang sesuai dengan harapan Rakyat. (r/bpn)

Rai Mantra: Jangan Takut Pada Intimidasi

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Calon Gubernur Bali nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menerima sejumlah perwakilan masyarakat di kediamannya di Griya Seba Sari, Renon, Denpasar, pada Sabtu (10/3/2018). Selain untuk menyatakan dukungan, sejumlah warga mengeluhkan adanya intimidasi dari pihak lain agar tidak mendukung pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) di Pilgub Bali tahun 2018.

Hal ini disampaikan ketua Forum Komunikasi Putra Mahotama (FKPM) Bali dari Kecamatan Bajra, Tabanan Nyoman Giri Artana. Menurutnya saat ini intimidasi sangat dirasakan hanya karena perbedaan pilihan.

“Intimidasi sangat dirasakan masyarakat, beda warna dianggap musuh,” kata Artana.

Dia menambahkan masyarakat ingin merasa nyaman dalam kehidupan berdemokrasi. Perbedaan pilihan jangan sampai jadi alasan menimbulkan permusuhan.

“Warga maunya nyaman dan aman dalam berpendapat dan meilih pemimpinnya,” kata Astana.

Menanggapai hal itu Rai Mantra meminta warga agar jangan takut pada intimidasi. Bahkan intimidasi harus diperangi. Tentu yang diperangi bukan orangnya tapi sifat kesewenang-wenangan.

“Belajar dari ajaran Bhagavad Gita, yang kita perangi adalah sifat kesewenangan mereka yang tega mengintimidasi saudaranya sendiri,” kata Rai Mantra.(r/bpn)

Mantra-Kerta Serap Langsung Aspirasi Masyarakat

BALIPORTALNEWS.COM – Keseriusan Paket Mantra-Kerta (IB Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta) dalam menolak reklamasi Teluk Benoa tampak semakin nyata. Setelah sebelumnya saat deklarasi turut dilaksanakan penandatanganan fakta integritas penolakan reklamasi Teluk Benoa, yang dilanjutkan dengan mesuaka (tatap muka) dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Tolak Reklamasi, I Wayan Suarsa, kali ini Paket Mantra-Kerta yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) turut hadir dan menyerap langsung aspirasi masyarakat pada aksi Parade Budaya Bali Tolak Reklamasi di Depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/1/2018) usai pelaksanaan Tes Pisikologis di Kantor KPUD Bali bersama seluruh Paslon Pilkada Serentak 2018 di Bali.

Rai Mantra yang hadir lebih dulu menggunakan sepeda motor yang selanjutnya disusul kehadiran Sudikerta. Keduanya tampak mengenakan pakian adat Bali dengan baju yang dominan berwarna putih yang selanjutnya memilih duduk di pelataran depan Lapangan Niti Mandala Renon untuk mendengarkan orasi dan aspirasi masyarakat yang tergabung dalam gerakan Bali Tolak Reklamasi (BTR).

Diwawancarai disela-sela menghadiri aksi, Rai Mantra mengatakan bahwa sikap penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa telah disampaikan sejak tahun 2013. Hal ini lantaran sesuai dengan study kelayakan yang dilaksanakan oleh Universitas Udayana dan didukung oleh Bhisama PHDI yang menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa, Bali. “Kita sudah menolak sejak 2013 lalu, iya itu berdasarkan atas kajian dan Bhisama PHDI, itu penting untuk ditaati oleh semua pihak di Bali,” ujarnya.

Kehadiranya di aksi BTR ini kata Rai Mantra adalah inisiatifnya sendiri lantaran adanya undangan terbuka untuk masyarakat Bali terkait aksi BTR hari ini (kemarin). Rai Mantra juga menegaskan bahwa Mantra-Kerta tidak memanfaatkan keadaan termasuk aksi BTR kali ini sebagai ajang untuk kampanye. “Iya ini jangan dikira memanfaatkan momentum aksi BTR ini, jadi intinya karena ada undangan terbuka di media sosial ya saya berpartisipasi untuk mendengarkan dan menyerap apa saja yang disampaikan masyarakat BTR dan ini menjadi salah satu upaya serius untuk menolak reklamasi,” pungkasnya.

Hal senada turut disampaikan Ketut Sudikerta, pihaknya mengatakan bahwa partai pengusung Paslon Mantra-Kerta yakni KRB secara tegas telah mengikrarkan penolakan terhadap Reklamasi Teluk Benoa dalam bentuk fakta integritas. “Kita (KRB) senafas dengan For Bali dan Masyarakat lainnya yang tergabung dalam BTR, kemarin juga sudah ditandatangani pakta integritas penolakan reklamasi teluk Benoa,” bebernya.

Bahkan, saat ini Sudikerta telah menyusun draft usulan penolakan Reklamasi Teluk Benoa dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Bali kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahkan Sudikerta telah merancang investasi yang sebelumnya untuk Reklamasi Teluk Benoa ini dapat dialihkan untuk dimanfaatkan di Bali Utara. “Saya sudah membuat surat usulan kepada DPP Golkar untuk melakukan tindak lanjut pencabutan Perpres Reklamasi,” jelas Sudikerta.

Sudkierta juga menampik anggapan bahwa dirinya baru hadir pada aksi BTR saat menjelang Pilkada saja. Dalam kesempatan tersebut Sudikerta mengaku telah menerima beberapa kali masyarakat dari berbagai elemen masyarakat BTR. Pun demikian, pihaknya mengaku ada beberapa aksi yang belum sempat dihadiri lantaran ada tugas yang lain dan tidak bisa ditinggalkan. “Kami telah menerima beberapa kali, tapi pada saat aksi kebetulan saya ada tugas,” tandasnya. (dn/bpn)

PSI Bali Apresiasi putusan MK, Seluruh Parpol Peserta Pemilu Harus Diverifikasi Faktual

BALIPORTALNEWS.COM – Salah satu kuasa hukum Jaringan Advokasi Rakyat artai Solidaritas Indonesia (JANGKAR SOLIDARITAS), I Nengah Yasa Adi Susanto yang juga ketua Partai Solidaritas Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah Bali mengatakan bahwa PSI Bali sangat mengapresiasi putusan MK yang telah mengabulkan permohonan gugatan UU No. 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum khususnya menyangkut verifikasi partai politik.

Awalnya Pasal 173 ayat (3) dan ayat (1) menyatakan bahwa parpol yang telah lolos verifikasi Pemilu 2014 tidak diverifikasi ulang dan langsung ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019. “JANGKAR Solidaritas mendaftarkan gugatan dengan Nomor: 60/PUU-XV/2017 yang mengharuskan semua Parpol peserta Pemilu 2014 ikut verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum sebelum dinyatakan lolos dan menjadi peserta Pemilu 2019 nanti. Perjuangan panjang ini membuahkan hasil positif dan MK mengabulkan permohonan PSI khususnya terhadap Pasal 173 ayat (3) junto ayat (1).” tutur I Nengah Yasa Adi Susanto.

Bro Adi demikian pria asli desa Bugbug, Karangasem ini menambahkan bahwa ada dinamika selama 5 tahun terakhir yang mengharuskan semua Parpol ikut verifikasi KPU sebelum ditetapkan menjadi peserta Pemilu 2019. Diantaranya, ada perubahan jumlah penduduk disuatu kabupaten/kota di Indonesia, perubahan jumlah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dari tahun 2014 lalu hingga saat ini, perubahan atau penggantian kepengurusan Parpol baik di pusat maupun daerah serta beberapa Parpol mengalami konflik berkepanjangan dan bahkan memiliki lebih dari satu Ketua Umum. “Jadi dengan alasan-alasan tersebut maka semua Parpol harus diverifikasi ulang sebelum ditetapkan jadi peserta Pemilu 2019. Melihat dinamika tersebut, bisa jadi setelah dilakukan verifikasi faktual ada parpol lama yang bisa tidak lolos verifikasi,” imbuhnya.

Tidak hanya pasal tersebut, PSI sebenarnya juga mengajukan permohonan terhadap pasal 73 ayat (2) huruf E terkait keterwakilan perempuan untuk kepengurusan tingkat kecamatan, kabupaten serta provinsi. “Sesuai dengan Pasal tersebut kepengurusan perempuan hanya diwajibkan di tingkat pusat saja. Karena yang dikabulkan oleh MK hanya terkait verifikasi parpol yang mengikuti pemillu tahun 2014. Pada prinsipnya, kami sudah memenuhi jumlah keterwakilan perempuan hingga ditingkat kecamatan,” ungkap politisi muda yang punya kantor Hukum Widhi Sada Nugraha & Partners di Renon ini.

 PSI Bali sendiri saat ini sedang merampungkan proses verifikasi faktual KPU dan optimis bisa lolos verifikasi ini. “Proses Verifikasi KPU saat ini sudah sampai pada tahap Verifikasi Faktual dan kami sedang menjalani proses tersebut. Untuk kondisi di Bali saya yakin kami dapat menyelesaikannya dan membawa PSI Lolos menjadi Peserta Pemilu 2019,” tutup Bro Adi. (r/bpn)

Demer: Rai Mantra Punya “Bibit, Bebet dan Bobot”

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Masyarakat kini semakin maju dan cerdas. Karena itu dalam menyalurkan aspirasinya mereka tak bisa dipaksa apalagi disuruh-suruh. Terlebih pemilih milenial yang rata-rata memiliki wawasan luas terhadap pemimpin yang menjadi idolanya. “Mereka setidaknya punya tiga dasar pertimbangan yakni santun, berkarakter jujur serta cerdas. Kalau dulu istilahnya punya bibit, bebed dan bobot,” ujar Anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih yang kerap disapa Demer saat ditemui di sela-sela Konser Musik “Salam Dua Jari” di lapangan Astina Gianyar, Minggu (11/3/2018) malam.

Demer melihat kemasan acara gelaran musik yang melibatkan para musisi Bali dan masyarakat sebagai cara-cara santun dalam menyampaikan dan menyerap aspirasi masyarakat. “Saya tidak melihat adanya pengerahan massa di lapangan. Justru mereka datang karena hati nurani. Apalagi hal yang disampaikan juga bersifat edukatif,” jelas tokoh Golkar asal Buleleng ini.

Melalui konser seni musik ini juga bisa dijadikan ajang pemberian pandangan yang luas pada masyarakat.Terlebih masyarakat Bali terkenal dengan seni dan budayanya yang kental. “Inilah cara cara kampanye masa depan yang patut ditumbuhkan di masyarakat karena memberi dampak positif bagi pembelajaran berdemokrasi yang baik ke depannya,” ujarnya.(ga/bpn)