PSI Bali Apresiasi putusan MK, Seluruh Parpol Peserta Pemilu Harus Diverifikasi Faktual

0

BALIPORTALNEWS.COM – Salah satu kuasa hukum Jaringan Advokasi Rakyat artai Solidaritas Indonesia (JANGKAR SOLIDARITAS), I Nengah Yasa Adi Susanto yang juga ketua Partai Solidaritas Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah Bali mengatakan bahwa PSI Bali sangat mengapresiasi putusan MK yang telah mengabulkan permohonan gugatan UU No. 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum khususnya menyangkut verifikasi partai politik.

Awalnya Pasal 173 ayat (3) dan ayat (1) menyatakan bahwa parpol yang telah lolos verifikasi Pemilu 2014 tidak diverifikasi ulang dan langsung ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019. “JANGKAR Solidaritas mendaftarkan gugatan dengan Nomor: 60/PUU-XV/2017 yang mengharuskan semua Parpol peserta Pemilu 2014 ikut verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum sebelum dinyatakan lolos dan menjadi peserta Pemilu 2019 nanti. Perjuangan panjang ini membuahkan hasil positif dan MK mengabulkan permohonan PSI khususnya terhadap Pasal 173 ayat (3) junto ayat (1).” tutur I Nengah Yasa Adi Susanto.

Bro Adi demikian pria asli desa Bugbug, Karangasem ini menambahkan bahwa ada dinamika selama 5 tahun terakhir yang mengharuskan semua Parpol ikut verifikasi KPU sebelum ditetapkan menjadi peserta Pemilu 2019. Diantaranya, ada perubahan jumlah penduduk disuatu kabupaten/kota di Indonesia, perubahan jumlah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dari tahun 2014 lalu hingga saat ini, perubahan atau penggantian kepengurusan Parpol baik di pusat maupun daerah serta beberapa Parpol mengalami konflik berkepanjangan dan bahkan memiliki lebih dari satu Ketua Umum. “Jadi dengan alasan-alasan tersebut maka semua Parpol harus diverifikasi ulang sebelum ditetapkan jadi peserta Pemilu 2019. Melihat dinamika tersebut, bisa jadi setelah dilakukan verifikasi faktual ada parpol lama yang bisa tidak lolos verifikasi,” imbuhnya.

Tidak hanya pasal tersebut, PSI sebenarnya juga mengajukan permohonan terhadap pasal 73 ayat (2) huruf E terkait keterwakilan perempuan untuk kepengurusan tingkat kecamatan, kabupaten serta provinsi. “Sesuai dengan Pasal tersebut kepengurusan perempuan hanya diwajibkan di tingkat pusat saja. Karena yang dikabulkan oleh MK hanya terkait verifikasi parpol yang mengikuti pemillu tahun 2014. Pada prinsipnya, kami sudah memenuhi jumlah keterwakilan perempuan hingga ditingkat kecamatan,” ungkap politisi muda yang punya kantor Hukum Widhi Sada Nugraha & Partners di Renon ini.

 PSI Bali sendiri saat ini sedang merampungkan proses verifikasi faktual KPU dan optimis bisa lolos verifikasi ini. “Proses Verifikasi KPU saat ini sudah sampai pada tahap Verifikasi Faktual dan kami sedang menjalani proses tersebut. Untuk kondisi di Bali saya yakin kami dapat menyelesaikannya dan membawa PSI Lolos menjadi Peserta Pemilu 2019,” tutup Bro Adi. (r/bpn)

Mantra-Kerta Berterima Kasih dan Ajak Simpatisan Jaga Kondusifitas

0

BALIPORTALNEWS.COM – Deklarasi hingga pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Mantra-Kerta ke KPUD Bali diikuti ribuan relawan, simpatisan dan pendukung telah berjalan aman dan tertib. Pelaksanaan Deklarasi Paslon Mantra-Kerta di kawasan Bajra Sandhi Renon (9/1) dipadati ribuan simpatisan dan pendukung.

Meski dihadiri ribuan simpatisan dan pendukung, kegiatan tersebut tetap memperhatikan ketertiban, kenyaman serta memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Para simpatisan pun turut serta memungut sampah usai kegiatan deklarasi yang dilanjutkan menghantarkan Paslon Mantra-Kerta mendaftar di KPUD Bali.

Melihat semangat dukungan dari simpatisan dan pendukung yang hadir dan memperhatikan ketertiban hingga kebersihan, Calon Gubernur Bali I.B Rai Dharmawijaya Mantra pada Rabu (10/1/2018) di Denpasar menyampaikan ucapan terima kasih kepada simpatisan dan pendukung.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada simpatisan dan pendukung yang telah turut serta menghantarkan pelaksanaan Deklarasi hingga pendaftaran Paslon Mantra-Kerta di KPU Bali dengan aman dan tertib,’’ ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan kehadiran simpatisan, relawan dan pendukung terus kita ingatkan untuk bisa menahan diri dan menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali. Disamping itu dalam pelaksanaan deklarasi kehadiran simpatisan, relawan dan pendukung juga memperhatikan kebersihan dengan melakukan kegiatan pungut sampah bersama. Hal ini menjadi komitmen bersama yang telah ditunjukan dalam pelaksanaan deklarasi yang berlangsung aman, nyaman, tertib dan memperhatikan kebersihan lingkungan.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, karena saya sangat menyadari Bali sebagai daerah pariwisata, keamanan dan kenyamanan menjadi satu hal yang sangat penting, mari kita kedepankan politik santun dan selalu menjaga etika serta saling hormat menghormati dalam nuansa kebersamaan,’’ kata Rai Mantra sembari mengajak masyarakat Bali untuk menyambut pesta demokrasi dengan penuh kegembiraan serta mengajak menjaga kondusivitas agar tetap aman dan nyaman. (dn/bpn)

Paslon Mantra Kerta Jalani Tes Kesehatan Di Wing Amerta RSUP Sanglah

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta, yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB), menjalani tes kesehatan di Wing Amerta RSUP Sanglah Denpasar, Kamis (11/1/2018).

Paslon Mantra Kerta terlihat kompak memakai warna baju putih saat akan jalani tes kesehatan, “saya memakai baju warna putih sama dengan Bapak Sudikerta lantaran habis olahraga. “Ya tadi habis olahraga, dan sebelum tes kesehatan saya juga sudah menjalani puasa 12 jam, hanya minum air putih saja, ” ungkap Rai Mantra. Hal serupa juga ungkapkan oleh Sudikerta, sebelum menjalani tes kesehatan Sudikerta mengatakan sudah biasa tidak ada persiapan khusus, “kami siap diperiksa kesehatannya, sebelumnya saya juga menjalani aktivitas seperti biasa dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sama seperti pasangan Wayan Koster dan Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace (KBS-Ace) sehari sebelumnya, pemeriksaan Mantra-Kerta dimulai sekitar Pukul 07.15 WITA dan berakhir Pukul 16.00 WITA. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim dokter RSUP Sanglah, meliputi pemeriksaan fisik, psikiatri, psikologi, dan bebas narkoba. Khusus pemeriksaan narkoba, dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali di RSUP Sanglah.

Menurut Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi, jadwal pemeriksaan kesehatan ini sesuai dengan jadwal pendaftaran pasangan calon ke KPU Bali. “Calon yang menjalani tes kesehatan di hari kedua ini merupakan pasangan yang mendaftarkan diri hari pada kedua pendaftaran ke KPU Bali, Selasa, 9 Januari 2018, dan khusus untuk pemeriksaan rohani dan psikologis pasangan calon, dijadwalkan berlangsung tanggal 13 Januari mendatang”, jelas Raka Sandhi.

Sementara Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan RSUP Sanglah, dr. Ketut Sudartana, Sp.B (K), menerangkan, pemeriksaan kesehatan mulai dari jasmani, seperti penyakit dalam, jantung, paru-paru, mata, THT, bedah umum, bedah ortopedi, dan lain-lain. Cek lab juga ada yang wajib dikerjakan, seperti fungsi hati, fungsi ginjal, kolesterol. Termasuk juga pemeriksaan tes narkoba yang dilakukan oleh pihak BNN Provinsi Bali. Untuk pemeriksaan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini, RSUP Sanglah menerjunkan belasan orang dokter spesialis. Mulai dari spesialis penyakit dalam, bedah ortopedi, bedah urologi, jantung, paru, mata, THT, psikiatri, gigi dan mulut, obgin, dan lainnya.

Hasil pemeriksaan kesehatan ini akan menentukan apakah pasangan calon sehat secara medis dan layak menjadi calon kepala daerah. “Yang bersangkutan (pasangan calon) akan diperiksa secara medis, apakah mampu atau tidak menjadi kepala daerah selama lima tahun ke depan,” ujarnya. Hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon ini nantinya akan dikumpulkan tim dokter, lalu disimpulkan. “Hasilnya kita kumpulkan dan resumekan, agar bisa dikumpulkan pada 16 Januari ke KPU. Rapat final tim dokter akan dilakukan 15 Januari,” kata Sudartana.

Selain calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Mantra Kerta, yang menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Sanglah hari ini ada juga dari calon Bupati dan Wakil Bupati dari Kabupaten Kelungkung dan Gianyar. (dn/bpn)

Ops Mantap Praja Agung 2018, Polres Badung Kawal Pergerakan Masa Balon Menuju KPUD Provinsi Bali

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Polres Badung melakukan pengawalan dan pengamanan pergerakan Massa yang mengantarkan Bakal Calon Gubernur Bali dan wakil Gubernur Bali yang akan mendaftarkan diri menjadi Calon Gubernur dan Calon wakil Gubernur Bali dari Partai PDIP yaitu DR. Ir. I Wayan Koster, M.M – Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (KBS-ACE), Senin (8/1/2018).

Dengan pengawalan ketat petugas diantaranya diawali dengan Mobil Pengawalan dan diikuti oleh Pengamanan sepanjang jalur yang dilalui oleh Pergerakan massa tersebut.

Dengan atribut partainya dan ratusan masa menggunakan kendaraan Roda empat dan roda dua, massa Simpatisan mulai melakukan pergerakan dari kantor DPC PDIP Badung, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi Badung menuju KPUD Provinsi Bali.

Kabag Ops Polres Badung Kompol Ketut Sukarta,S.H saat di Konfirmasi mengungkapkan “ kami mengawal ketat para simpatisan yang menghantarkan Bakal Calonnya untuk melakukan pendaftaran menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada tahapan pendaftaran ini, dimana sebelumnya kami menghimbau kepada para simpatisan untuk tetap tertib dalam berkendara di jalan raya sehingga tidak mengganggu pengendara lainnya,” ungkap orang ketiga di Polres Badung ini.(guz/humas-polres.badung/bpn)

Deklarasi Mantra-Kerta Sepakat Tolak Reklamasi Teluk Benoa

0

BALIPORTALNEWS.COM – Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terdiri dari gabungan Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang dan Partai Perindo sepakat untuk mendeklarasikan paket IB Rai Dharnmawijaya Mantra – I Ketut Sudikerta (Mantra – Kerta). Deklarasi yang mengambil tempat di Lapangan Timur  Niti Mandala Renon pada Selasa (9/1/2018) kemarin ini turut dihadiri petinggi partai pengusung hingga pulahan ribu masyarakat Bali dengan pakian adat Bali yang didominasi warna putih.

Deklarasi diawali dengan orasi politik oleh Ketua KRB, I Made Mudarta  yang dilanjutkan dengan penyerahan rekomendasi oleh pimpinan partai pendukung, penandatanganan sikap politik oleh seluruh partai pendukung, pembacaan sikap politik dan orasi dari pasangan calon. Dalam sikap politiknya, Pasangan Mantra-Kerta sepakat dan berkomitmen untuk menolak reklamasi teluk Benoa.

Dalam orasinya, I Made Mudarta selaku ketua KRB mengatakan bahwa pasangan Rai Mantra-Sudikerta merupakan tipikal pemimpin layaknya “Candra” yang merupakan pengamalan dari Asta Bratha yakni Candra Bratha. “Dimana,  keduanya memiliki sifat seperti bulan yang selalu tersenyum, memberikan kesejukan, dan memberikan penerangan disaat gelap namun tidak membuat rakyat kepanasan,” jelas pria yang juga Ketua DPD Demokrat Bali ini.

Dikatakan lebih lanjut, dipilihnya tanggal 9 Januari sebagai pelaksanaan Deklarasi lantaran tanggal tersebut merupakan hari jadi Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terbentuk pada 9 November 2017 lalu. “Filosofi angka sembilan itu makna Dewata Nawa Sanga, dan tanggal 9 November itu pembentukan KRB,” jelas Mudarta.

Selain itu, angka Sembilan juga merupakan jumlah program yang akan diwujudkan pasangan Mantra-Kerta ketika dipercaya masyarakat Bali untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. “Adapun program tersebut dikemas dengan sebutan Nawa Candra yang bertujuan untuk mewujudkan Bali yang Maju, Aman, Damai dan Harmoni (Madani) dalam kebhinekaan serta menuju Bali Shanti dan Jagadhita berlandaskan Tri Hita Karana,” pungkasnya.

Sementara, Pasangan Calon Gubernur IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Calon Wakil Gubernur, Ketut Sudikerta mengatakan bahwa deklarasi ini merupakan momen bersejarah. Dimana, hari ini (Kemarin) merupakan hari pertama dirinya menapakkan kaki secara tegas pada sebuah titik estapet perhelatan demokrasi untuk kepemimpinan Bali lima tahun mendatang.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, jika nantinya dipercaya memimpin Bali, pasangan Mantra-Kerta akan melakukan langkah dalam upaya mengajegkan Bali dengan mengembalikan taksu Bali yang selama beberapa dasawarsa terakhir ini tergerogoti oleh berbagai praktek yang didorong oleh kepentigan pragmatis. Tak hanya itu, sektor Ekonomi dalam upaya memberikan kesejahteraan rakyat turut dikembangkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal  secara berkeadilan di Sembilan kabupaten/kota.

“Selain itu, sektor pertanian wajib kami jaga dan tingkatkan nilai tambahnya, karena bagi orang Bali, pertanian tidak semata urusan pangan, melainkan terkandung juga nilai Budaya dan Spiritualitas,” ungkapnya sembari menegaskan sikap yang dari dulu dengan tegas menolak reklamasi teluk Benoa dan mendukung hasil study kelayakan dari Universitas Udayana dan Bhisama PHDI yang menyatakan menolak Reklamasi Teluk Benoa. (r/bpn)

Buktikan Komitmen Tolak Reklamasi, Rai Mantra ‘Mesuaka’ ke Pasubayan BTR

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Keseriusan sikap paket Mantra-Kerta (IB Rai Mantra – I Ketut Sudikerta) yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) dalam menolak Reklamasi Teluk Benoa rupanya tak hanya hisapan jempol semata. Sehari setelah melakukan pendaftaran dan penandatanganan Sikap Politik Tolak Reklamasi, pada Rabu (10/1/2018) kemarin, Calon Gubernur Rai Mantra langsung melakukan pertemuan dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Bali Tolak Reklamasi (BTR), I Wayan Suarsa bersama beberapa anggota Pasubayan lainya di Kawasan Pantai Kuta, Badung.

Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR, I Wayan Suarsa mengatakan bahwa kedatangan Rai Mantra sebagai Calon Gubernur Bali yang berpasangan dengan Ketut Sudikerta ini merupakan keinginan Rai Mantra sendiri. Hal ini dilakukan guna memberikan penjelasan kepada Pasubayan BTR terkait dengan sikap politik dan pakta integritas yang telah ditandatangani paket Mantra-Kerta. “Beliau berkinginan untuk bertatap muka untuk memberikan penjelasan tentang pakta integritas yang ditandatangani terkait penolakan terhadap Reklamasi Teluk Benoa,” ujarnya.

Suarsa yang juga Bendesa Pakraman Kuta menilai pertemuan ini sebagai wujud rasa menyama beraya, karena siapapun yang nantinya menjadi Gubernur Bali tentu sangat erat kaitanya dengan Desa Pakraman.

Dikatakan Suarsa, Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR merupakan organisasi yang menaungi 39 Desa Pakraman/Adat yang menolak Reklamasi Teluk Benoa. Adapun desa yang menolak tersebut tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Menurutnya, pakta integritas dari Pasangan Mantra-Kerta yang menolak Reklamasi Teluk Benoa menunjukan sebuah niat dan itikad dari calon Gubernur untuk menolak reklamasi. Dengan demikian, tidak ada istilah terlambat bagi siapapun yang melakukan perjuangan yang sama. “Tidak ada kata terlambat bagi siapapun yang melakukan perjuangan untuk sesuatu hal yang sama,” kata Suarsa.

Suarsa lebih lanjut mengemukakan, kedatangan bapak Rai Mantra ini merupakan bentuk dukungan bagi Pasubayan Desa Pakraman/Adat di Bali yang menolak Reklamasi Teluk Benoa. ”Hanya saja dalam pelaksanaanya kedepan perlu dibuktikan dengan aksi nyata yang salah satunya telah diwujudkan hari ini dengan bertatap muka langsung dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Tolak Reklamasi di Pantai Kuta ini,” jelasnya.

Terkait dengan dukungan politik, Suarsa menegaskan bahwa Pasubayan BTR diibaratkan seperti pelangi yang terdiri dari berbagai kalangan tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni menolak Reklamasi Teluk Benoa.

“Jadi siapapun Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang dengan nyata dan tegas menolak Reklamasi Teluk Benoa itu maka secara prinsip mereka akan satu tujuan dengan kami (Pasubayan), dan berjalan bersama kami dalam gerakan ini. Itu artinya dukungan nyata akan ada ketika ada penolakan nyata. Ketika nyata ada penolakan pada kapasitasnya menjadi Gubernur nanti,” tutup Suarsa sembari mengatakan bahwa Pasubayan Desa Pakraman/Adat BTR turut memberikan ruang kepada Rai Mantra saat Pagelaran Budaya Bali Rolak Reklamasi Teluk Benoa di Depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/1/2018) mendatang. (dn/bpn)

Mantra-Kerta Serap Langsung Aspirasi Masyarakat

0

BALIPORTALNEWS.COM – Keseriusan Paket Mantra-Kerta (IB Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta) dalam menolak reklamasi Teluk Benoa tampak semakin nyata. Setelah sebelumnya saat deklarasi turut dilaksanakan penandatanganan fakta integritas penolakan reklamasi Teluk Benoa, yang dilanjutkan dengan mesuaka (tatap muka) dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Tolak Reklamasi, I Wayan Suarsa, kali ini Paket Mantra-Kerta yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) turut hadir dan menyerap langsung aspirasi masyarakat pada aksi Parade Budaya Bali Tolak Reklamasi di Depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/1/2018) usai pelaksanaan Tes Pisikologis di Kantor KPUD Bali bersama seluruh Paslon Pilkada Serentak 2018 di Bali.

Rai Mantra yang hadir lebih dulu menggunakan sepeda motor yang selanjutnya disusul kehadiran Sudikerta. Keduanya tampak mengenakan pakian adat Bali dengan baju yang dominan berwarna putih yang selanjutnya memilih duduk di pelataran depan Lapangan Niti Mandala Renon untuk mendengarkan orasi dan aspirasi masyarakat yang tergabung dalam gerakan Bali Tolak Reklamasi (BTR).

Diwawancarai disela-sela menghadiri aksi, Rai Mantra mengatakan bahwa sikap penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa telah disampaikan sejak tahun 2013. Hal ini lantaran sesuai dengan study kelayakan yang dilaksanakan oleh Universitas Udayana dan didukung oleh Bhisama PHDI yang menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa, Bali. “Kita sudah menolak sejak 2013 lalu, iya itu berdasarkan atas kajian dan Bhisama PHDI, itu penting untuk ditaati oleh semua pihak di Bali,” ujarnya.

Kehadiranya di aksi BTR ini kata Rai Mantra adalah inisiatifnya sendiri lantaran adanya undangan terbuka untuk masyarakat Bali terkait aksi BTR hari ini (kemarin). Rai Mantra juga menegaskan bahwa Mantra-Kerta tidak memanfaatkan keadaan termasuk aksi BTR kali ini sebagai ajang untuk kampanye. “Iya ini jangan dikira memanfaatkan momentum aksi BTR ini, jadi intinya karena ada undangan terbuka di media sosial ya saya berpartisipasi untuk mendengarkan dan menyerap apa saja yang disampaikan masyarakat BTR dan ini menjadi salah satu upaya serius untuk menolak reklamasi,” pungkasnya.

Hal senada turut disampaikan Ketut Sudikerta, pihaknya mengatakan bahwa partai pengusung Paslon Mantra-Kerta yakni KRB secara tegas telah mengikrarkan penolakan terhadap Reklamasi Teluk Benoa dalam bentuk fakta integritas. “Kita (KRB) senafas dengan For Bali dan Masyarakat lainnya yang tergabung dalam BTR, kemarin juga sudah ditandatangani pakta integritas penolakan reklamasi teluk Benoa,” bebernya.

Bahkan, saat ini Sudikerta telah menyusun draft usulan penolakan Reklamasi Teluk Benoa dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Bali kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahkan Sudikerta telah merancang investasi yang sebelumnya untuk Reklamasi Teluk Benoa ini dapat dialihkan untuk dimanfaatkan di Bali Utara. “Saya sudah membuat surat usulan kepada DPP Golkar untuk melakukan tindak lanjut pencabutan Perpres Reklamasi,” jelas Sudikerta.

Sudkierta juga menampik anggapan bahwa dirinya baru hadir pada aksi BTR saat menjelang Pilkada saja. Dalam kesempatan tersebut Sudikerta mengaku telah menerima beberapa kali masyarakat dari berbagai elemen masyarakat BTR. Pun demikian, pihaknya mengaku ada beberapa aksi yang belum sempat dihadiri lantaran ada tugas yang lain dan tidak bisa ditinggalkan. “Kami telah menerima beberapa kali, tapi pada saat aksi kebetulan saya ada tugas,” tandasnya. (dn/bpn)

Ciptakan PilGub 2018 Aman, Kapolres Badung Gandeng Tokoh Tokoh Masyarakat

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – “Penciptaan Kondisi yang aman dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melakukan sambang dan kunjungan  ke tokoh tokoh masyarakat” hal tersebut diungkapkan Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, S.I.K pada saat melaksanakan kunjungan ke Puri Ageng Mengwi Badung.

Kunjungan orang nomor satu di Polres Badung ini dalam rangka silaturahmi guna menambah harmonis jalinan komunikasi yang telah terjalin antara Polres Badung dan Puri Ageng mengwi.

Kunjungan Kapolres Badung tersebut diterima Penglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung. Dalam Kunjungan tersebut Kapolres bersama Dir Tahti Polda Bali AKBP I Made Sukasuyasa,SH,MH dan Kapolsek Mengwi Kompol Gede Made Punia,SH,MH.

Suasana kekeluargaan tampak dari perbincangan pejabat utama ini dengan penglingsir Puri, dimana pemegang tongkat komando di Polres Badung ini mengajak tokoh Puri Ageng Mengwi untuk bersama sama memantau dan menciptakan suasana aman terlebih saat ini merupakan tahun Politik.

Tokoh Puri Ageng Mengwi ini sangat menyambut baik kedatangan Kapolres Badung beserta rombongan di Purinya dimana pengklingsir puri sangat mendukung langkah langakah kepolisian untuk menciptakan rasa aman di masyarakatnya, A.A Gede Agung menyampaikan bahwa Polres Badung sangat aktif dalam penciptaan rasa aman sebagai bukti diceritrakannya pada saat berjalan jalan di luar puri,penglingsir Puri selalu melihat kehadiran Polisi baik di jalan raya, obyek obyek wisata serta sering mengunjungi rumah rumah penduduk oleh bhabinkamtibmas.

Diharapkan kedepan jalinan sinergitas kepolisian dengan masyarakat dan para tokoh tetap digalakkan sehingga bergandengan tangan menciptakan Pilgub 2018 aman khususnya di Wilayah Badung.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta,S.I.K di konfirmasi usai kegiatan mengungkapkan “jalinan Komunikasi Polres Badung dengan Puri Ageng Mengwi sudah sangat harmonis , dengan jalinan yang harmonis ini kami mengajak segenap tokoh tokoh masyarakat untuk bersama sama menjaga keamanan khususnya di wilayah Badung, terlebih saat ini merupakan tahun Politik yang tentunya peran para tokoh tokoh masyarakat sangat penting untuk bersama sama menciptakan situasi kondusif, untuk itu kami menggandeng para tokoh masyarakat untuk bersama sama menciptakan situasi itu,” ungkap Perwira Melati Dua asal Buleleng ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)