30 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Pelatihan Aktivasi Otak Tengah

BALIPORTALNEWS.COM – Pemkab Tabanan melalui Gerakan Sosial Tabanan (GST) yang dipimpin I Made Dwi Suputra alias Bams, menyambangi Pelatihan Aktivasi Otak Tengah di Hotel Taman Rai Tabanan, Sabtu (8/10/2016).

Pelatihan Aktivasi Otak Tengah itu diselenggarakan Republik Genius Management (RGM) Tabanan, bekerja sama dengan Excellnt Kid’s Program (EKP) Indonesia. Pelatihan diadakan selama dua hari, melibatkan sekitar 50 siswa, mulai dari sekolah dasar, SMP, dan SMA yang ada di Tabanan.

Menurut Ketua Panitia I Gede Angga Setiawan, pelatihan tersebut bertujuan untuk perubahan anak-anak atau generasi muda. Selaku pendiri RGM, dia mengaku prihatin melihat sikap dan mental generasi muda, khususnya di Tabanan.

“Selain pendidikan formal, anak-anak juga perlu diisi dengan pendidikan nonformal, agar bisa membentuk karakter dan mental anak bangsa,” ujar Angga.

Program aktivasi otak tengah yang dikembangkan adalah metode secara efektif, mampu meningkatkan kemampuan otak. Melalui aneka pelatihan yang menyenangkan dan mendidik untuk anak-anak usia 5-15 tahun. Materi berupa motivasi, senam otak, game’s, relaksasi, dansupermemory.

Pascaaktivasi, mayoritas anak akan mendapatkan bonus berupa aktif intuisi super, yakni dapat melakukan berbagai aktivitas seperti menggambar, membaca, dan berjalan walau dengan mata tertutup. Intuisi yang aktif akan bermanfaat ketika anak tumbuh dewasa.

Sementara Bams yang juga suami Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti itu menyebut kepedulian terhadap generasi muda tidak bisa hanya dalam perkataan, tetapi juga harus ditunjukkan melalui bukti nyata. “Saya selaku Ketua Umum GST mengharapkan, ini merupakan tonggak awal lahirnya kegiatan-kegiatan yang melibatkan generasi muda, dan bertujuan meningkatkan karakter dan mental para generasi muda di Tabanan,” pungkas Bams. (ita/bpn)

Genjot Masyarakat Perangi Sampah Berbasis Lingkungan

BALIPORTALNEWS.COMPemkot Denpasar terus menggenjot berbagai program dalam memerangi sampah, yang   berbasis  lingkungan. Gerakan peduli lingkungan Kecamatan Denpasar Selatan yang dinamakan Gerakan Densel Bersih dilaksankan di Kelurahan Renon yang dipusatkan  di Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Renon pada Minggu (9/10/2016). Gerakan Densel Bersih dipimpin langsung Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara yang diawali dengan pelepasan burung dan penanaman pohon sekaligus pengukuhan pengurus LPM Kelurahan Renon.

Kegiatan yang dihadiri juga Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Denpasar Made Mertajaya, Camat Densel AA. Gde Risnawan serta melibatkan beberapa pihak seperti Kepolisian, TNI, LPM Densel, Sekolah, serta Karang Taruna di lingkungan Kecamatan Denpasar Selatan .

Gerakan Densel Bersih yang memerangi sampah berbasis lingkungan sehingga diharapkan sinergitas antara Kades/Lurah, Bendesa Pakraman, LPM, dan Karang Taruna serta semua lapisan masyarakat dapat serentak melaksanakan kerjabakti dalam upaya membersihkan lingkungan masing-masing. Demikian disampaikan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat memberi sambutan.  

Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan, Melalui Gerakan Densel Bersih ini  diharapkan   agar masyarakat lebih peduli lingkungan. Selain itu masyarakat juga diajak untuk ikut menangkap para pelaku pembuang sampah sembarangan sehingga menimbulkan efek jera. “Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mensinergikan antara adat dan dinas dalam upaya pemberantasan masalah sampah yang berbasis lingkungan yang akan dilanjutkan ke setiap Desa/ Lurah sehingga ada koordinator dalam mengawasi serta menangkap pembuang sampah sembarang,” ujar Rai Iswara.

Sedangkan Camat Denpasar Selatan AA Gde Risnawan mengatakan, Pelaksanaan Gerakan Densel Bersih untuk melaksanakan misi forum LPM Densel dalam upaya menjaga kebersihan dan keindahan Kota Denpasar. Diupayakan adanya sinergitas antara Desa/Lurah, jro bendesa adat/pekraman, LPM dan Karang taruna sehingga masyarakat dapat bersama membersihkan lingkungan tidak terkecuali dinas/adat maupun pendatang.

Untuk kebersihan sampah berbasis lingkungan yang telah dijadwalkan seperti membersihkan jalan, gang, sungai, kawasan suci serta semua tempat agar selalu bersih. “Kami berkomitmen memberantas masalah sampah sampai tuntas, dengan Gerakan Densel Bersih ini  akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan program yang dilaksanakan di setiap Desa/Kelurahan agar dapat menciptakan Kota Denpasar bersih dan asri,” katanya. (eka/hms dps/bpn) 

Sekda Rai Iswara Buka Lomba Simulasi Taman Gegirangan Pelestarian Budaya Kota Denpasar

BALIPORTALNEWS.COMSebagai langkah penguatan jati diri masyarakat Kota Denpasar yang berlandaskan kebudayaan Bali, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mengadakan Lomba Simulasi Taman Gegirangan Pelestarian Budaya Daerah Kota Denpasar Tahun 2016.

Kegiatan yang dibuka secara langsung Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dengan penyerahan perangkat lomba kepada masing-masing perwakilan dari setiap Kecamatan pada Sabtu (8/10/2016) di Balai Banjar Kedaton Sumerta . Hadir juga dalam kegiatan tersebut Plt. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Nyoman Sujati, Camat se-Kota Denpasar, Bendesa se-Kota Denpasar serta seluruh undangan lainnya.    

“Lomba Simulasi Taman Gegirangan Pelestarian Budaya Daerah Kota Denpasar yang merupakan suatu langkah Pemkot Denpasar dalam upaya penguatan jati diri masyarakat, kegiatan ini menampilkan pentas seni cara-cara menyelesaikan permasalahan Pahyangan, Pawongan, dan Palemahan secara musyawarah adat yang beradab”, demikian disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Ir. I Wayan Meganada disela-sela kegiatan lomba Simulasi Taman Gegirangan Pelestarian Budaya Daerah Kota Denpasar.

Kegiatan ini lebih lanjut Meganada mengatakan, merupakan serangkaian kegiatan pembinaan penataan Kelembagaan dan Evaluasi Desa Pakraman di Kota Denpasar yang telah dilakukan sejak tanggal 1 Juni sampai dengan 26 September 2016.

Lomba Simulasi Pelestarian Budaya Daerah yang menampilkan duta dari masing-masing Kecamatan yakni Seka Simulasi Taman Gegirangan Merdukomala Desa Pakraman Padang Sambian Duta Kecamatan Denpasar Barat, Sekaa Simulasi Taman Gegirangan Arsa Winangun Desa Pakraman Pohgading Duta Kecamatan Denpasar Utara, Sekaa Simulasi Taman Gegirangan Werdi Widya Utama Desa Pakraman Pagan Duta Kecamatan Denpasar Timur, dan Sekaa Simulasi Taman Gegirangan Pramartha Jaya Desa Pakraman Panjer Duta Kecamatan Denpasar Selatan.

Sedangkan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, Kegiatan ini merupakan suatu langkah Pemkot Denpasar melalui Walikota IB. Rai Dharmawijaya mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara dalam membentuk perubahan sikap mental masyarakat dalam berpendapat, beragumentasi dalam forum diskusi secara beretika adat Bali dan merupakan suatu wujud penguatan jati diri masyarakat Kota Denpasar melalui pentas seni yang tak terlepas dari kebudayaan Bali.

Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga upaya meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui diskusi dan dialog serta membentuk sifat terbuka dalam musyawarah untuk mufakat dalam system demokrasi yang diimplementasikan dari Visi Misi Kota Denpasar yakni “Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Kesimbangan Menuju Keharmonisan”, ujar Rai Iswara.

Dalam kegiatan tersebut langsung diumumkan Pemenang Lomba Desa Pakraman Kota Denpasar yakni Desa Pakraman Panjer Duta Kecamatan Denpasar Selatan dan Pemenang Lomba Simulasi Taman Gegirangan yakni Sekaa Simulasi Taman Gegirangan Werdi Widya Utama Desa Pakraman Pagan Duta Kecamatan DenpasarTimur. (eka/hms dps/bpn)

Pemkab Tabanan dan Perguruan Siwa Murti Gelar Pengobatan Sekala-Niskala

BALIPORTALNEWS.COM – Pemkab Tabanan bersama Perguruan Siwa Murti, Dinas Kesehatan, serta Yayasan Ekalawya Educare Foundation  menggelar kegiatan bakti sosial dalam bentuk pengobatan sekala-niskala (medis dan nonmedis) secara gratis, di Wantilan Desa Munduk Temu, Pupuan, Sabtu (8/10/2016).

Bupati Eka yang juga Dewan Penasihat Perguruan Siwa Murti itu ikut langsung mengobati warga yang jadi peserta pengobatan niskala. Dihadiri pula Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, Ketua Umum Perguruan Siwa Murti  Jero Mangku Made Subagia, dan para SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Ratusan warga datang dan mendaftar dalam acara pengobatan tersebut. Mereka tampak antusias, terlebih ketika Bupati Eka secara langsung ikut mengobati warga yang mendaftar pengobatan niskala.

“Dalam hidup harus selalu berbuat baik  dengan sesama, karena hidup merupakan investasi karma. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk investasi karma. Dengan membantu masyarakat, kita tidak hanya menabung dari sisi materi, namun juga dari sisi kebaikan,” ungkapnya.

Sementara Camat Pupuan Putu Arya Suta mengatakan, pengobatan sekala-niskala ini merupakan kedua kalinya yang digelar di Pupuan. Lebih dari 500 orang mendaftar pengobatan gratis.
Selain pengobatan sekala-niskala, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari Yayasan Ekalawya Educare Foundation. (ita/bpn)

Surat Edaran Bupati, Perbekel Dapat Perpanjang Masa Tugas Kelian Banjar Dinas Sampai Usia 60 Tahun

BALIPORTALNEWS.COMPermasalahan batas usia Kelian Banjar Dinas yang sempat muncul dipermukaan, disikapi dengan sangat bijaksana oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, SSos. Menengahi permasalahan ini, Bupati Badung mengeluarkan Surat Edaran, yang intinya Perbekel dapat mengeluarkan Surat Keputusan Pengukuhan kembali perangkat desa sampai dengan usia 60 tahun.

Keluarnya, Surat edaran Nomor: 141/503/BPMD tertanggal 15 Agustus 2016, yang ditujukan kepada Perbekel se-Kabupaten Badung, untuk mengisi kekosongan regulasi. Mengingat saat ini Pemerintah Kabupaten Badung segera menyusun Perda tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, sebagai tindak lanjut pemberlakuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pelaksanaannya termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 83 Tahun 2015, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Dimana diketahui berdasarkan aturan tersebut diatas batas usia Kelian Banjar Dinas maksimal 42 tahun dan minimal 20 tahun.  Hal ini lah yang sempat menimbulkan polemik, mengingat aturan sebelumnya menyatakan batas maksimal pengabdian Kelian Banjar Dinas 60 tahun.

Bupati Giri Prasta menjelaskan, keluarnya surat edaran ini adalah langkah untuk mengisi kekosongan regulasi di Kabupaten Badung. Mengingat Kabupaten Badung belum memiliki Peraturan Daerah tentang   tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pelaksanaannya termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 83 Tahun 2015, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

"Saat ini kita sedang dalam tahapan proses penyusunan Perda  tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, dengan dasar hukum Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015,"jelas bupati.

Keluarnya Surat Edaran ini kata Bupati, setelah melalui kajian-kajian dan pertimbangan hukum, serta hasil konsultasi ke Direktorat Jenderal  Bina Pemerintahan Desa  pada Kementerian Dalam Negeri.  Yang kemudian mengeluarkan surat  Nomor 140/4009/BPD, tanggal 9 Juni 2016 perihal Perangkat Desa. 

Dengan keluarnya surat edaran ini, Bupati Giri Prasta menjelaskan, pada masa transisi sampai ditetapkan Perda  tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, perbekel dengan memperhatikan hak asal usul dan nilai sosial budaya masyarakat setempat, dapat memberikan surat keputusan baru bagi perangkat desa yang telah melaksanakan tugas sampai habis masa tugasnya, berdasarkan surat keputusan pengangkatan dan berusia kurang dari 60 tahun, untuk dikukuhkan kembali menjadi perangkat desa dan melaksanakan tugas sampai dengan usia 60 tahun.

Terakhir Bupati mengingatkan kepada perangkat desa, baik itu Perbekel, Kelian Dinas maupun jajaran perangkat desa lainnya, memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. "Sebagai ujung tombak pemerintah terbawah, aparat desa memiliki peranan yang sangat penting. Jadilah pelayan masyarakat, bukan sebaliknya minta dilayani oleh rakyat,"tegas bupati mengingatkan. (hms badung/bpn)

 

SMPN 2 Payangan Wakili Gianyar Lomba Sekolah Sehat

BALIPORTALNEWS.COM –  SMPN 2 Payangan dipercaya mewakili Kabupaten Gianyar dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi.Tim LSS Provinsi Bali 2016 melakukan penilaian SMPN 2 Payangan berlangsung di Wantilan Pura Dalem Penginyahan, Desa Puhu, Payangan, Jumat (7/10/2016).

Penilaian  yang dilaksanakan di areal Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Penginyahan diisi dengan berbagai hiburan yang dibawakan anak-anak SMPN 2 Payangan. Tim disambut iringan baleganjur serta dipersembahkan tari maskot Pudak Wangi.

Kepala SMPN 2 Payangan, AA Gde Ardika mengatakan sebagai sebuah sekolah yang konsen menuntaskan program wajib belajar sembilan tahun, SMPN 2 Payangan mampu wujudkan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandana dan bebas asap rokok maupun bebas sampah.

Mewujudkan hal tersebut, sekolah yang diresmikan Mendikbud RI, 11 Januari 1983 silam juga mengajak warga sekitar bekerjasama dalam sistem pengelolaan sampah. Sekolah yang biasa disebut Spandapa bersama warga masyarakat Desa Pakraman Penginyahan mampu mengelola sampah organik menjadi pupuk.

Berada diketinggian antara 600M hingga 650M di atas permukaan laut, membuat suasana sekolah sangat sejuk serta cocok dipergunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar. Wawasan ini menjadikan sekolah sebagai tempat mendidik, mengajar dan berlatih dan sekolah tidak boleh digunakan di luar kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan dunia pendidikan.

Untuk itu, sekolah perlu menciptakan suasana harmonis antara warga sekolah dengan warga di luar sekolah, sekolah juga harus mampu menjadi tauladan bagi lingkungan serta masyarakat sekitar. 

Ketua Tim Penilai LSS Propinsi Bali, I Gusti Agung Ayu Mertha Dhyani Dewi mengatakan, LSS merupakan kegiatan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Kegiatan ini diharapkan mampu dijadikan motivasi dalam meningkatkan kesehatan serta kualitas peserta didik.“Kegiatan UKS juga merupakan wahana kembangkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” paparnya.

UKS bukan saja kegiatan internal sekolah, kegiatan ini mengharuskan pihak sekolah bersinergi dengan lingkungan sekitar dengan mengadopsi kearifan lokal setempat.  Pelaksanaan LSS tingkat SMP juga dijadikan upaya penanaman semangat prinsip hidup sehat serta pelaksanaan Trias UKS sejak dini. Gerakan kerja nyata dengan etos kerja dijadikan alat picu mewujudkan generasi sehat, cerdas, berbudi pakerti luhur serta bertanggung jawab.

LSS penting dilaksanakan, disamping mendorong siswa memelihara kesehatan, melaksanakan pertolongan pertama, perawatan kesehatan serta pelbagai kegiatan bersifat promotif dan prepentif, siswa juga dikenalkan pengetahuan serta ketrampilan kesehatan.

Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata diwakili Kadis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, I Made Suradnya mengatakan Pemkab Gianyar mengapresiasi kegiatan UKS serta partisipasi masyarakat di SMPN 2 Payangan. Kegiatan yang berlangsung meriah merupakan wujud aktif partisipasi warga sekitar. (hms gianyar/bpn)

Kementerian PPPA Sosialisasikan Program Three And di Gianyar

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Gianyar  berkerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI menggelar sosialisasi “Three Ends” kepada organisasi masyarakat, media dan keagamaan  dalam rangka mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gianyar.

Three ands tersebut akhiri kekerasan perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi.Acara diselenggarakan di ruang sidang utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (7/10/2016)

Acara sosialisasi dihadiri oleh para pengusaha se-Kabupaten  Gianyar, Ketua organisasi organisasi masyarakat dan ketua organisasi keagamaan di seluruh Kabupaten Gianyar dan awak media.

Perwakilan dari Kementrian PP dan PA Republik Indonesia, Endang Sri Kawuran yang menjabat sebagai Kepala Bidang Partisipasi Dunia Usaha Deputi Partisipasi Masyarakat Kementrian PP dan KB mengatakan di tahun 2016 Kementerian PP-PA memiliki tiga program unggulan yang disebut sebagai “three ends”, yaitu end violence against women and children atau akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, end human trafficking atau akhiri perdagangan manusia and barriers to economic justice atau akhiri kesenjangan ekonomi.

Kepala Badan PP dan KB Kabupaten  Gianyar, Ida Ayu Putu Sri Ambari menjelaskan belakangan  ini kekerasan yang dihadapi perempuan dan anak bukan hanya berupa kekerasan fisik, melainkan juga kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran. Bahkan pelaku kekerasan bukan hanya orang luar atau pun orang tidak dikenal, namun juga berasal dari lingkungan terdekat termasuk keluarga.

Di Kabupaten Gianyar sendiri untuk tahun 2015 jumlah kasus kekerasan baik fisik maupun non fisik berjumlah 65 orang, 44 orang dewasa/ibu- ibu dan 11 orang anak- anak. Sedangkan bila dilihat dari jenis kasusnya  45 orang kekerasan fisik, 12 orang kekerasan seksual dan 8 orang karena penelantaran, semua kasus tersebut telah mendapat penanganan oleh instansi terkait.

"Untuk kasus atau masalah TPPO atau Tindak Pidana Perdagangan Orang selama ini belum ada data yang masuk walaupun belum ada kejadian, itu yang sudah terdata, mungkin saja masih banyak terdapat kasus tetapi yang bersangkutan masih malu untuk melaporkan,” ujarnya.

Beberapa beberapa faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di, antaranya yang pertama adalah kemiskinan yang akan menyebabkan kedisharmonisan dalam keluarga, kedua adalah perkembangan teknologi informasi di era globalisasi sehingga segala informasi baik itu baik dan buruk dapat diakses oleh masyarakat termasuk anak- anak dan yang ketiga adalah lunturnya nilai- nilai agama dan budaya di masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Badan PP dan KB bersama dengan Kementrian PP-PA melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat  meningkatkan dan menambah pengetahuan program prioritas “ Three Ends” serta dapat memperkuat jejaring antara pemerintah dan lembaga media maupun lembaga masyarakat lainnya di daerah. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gianyar. (hms gianyar/bpn)

 

SMKN 3 Denpasar Rayakan HUT Ke-40, Ciptakan Produk dan Budaya Kreatif Menuju Kemandirian

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak HUT ke-40 SMKN 3 Denpasar, Jumat (7/10) kemarin berlangsung meriah. Puncak HUT  ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Drs. AA Bagus Wijaya Putra, M.Pd. Saat itu juga dikukuhkan pengurus alumni SMKN 3 Denpasar yang diketuai Ni Nyoman Sri Mudani, SH.,MH.

Puncak HUT dihadiri Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana; Kabid Dikmen Drs. Wayan Supartha, M.Pd., para kasek SMK di Kota Denpasar, Ketua Komite, Suwarno beserta pengurus, seluruh  siswa dan guru.

Ketua Panitia HUT, IB Gd Sutarja mengatakan, serangkaian HUT ke-40 SMKN 3 Denpasar, digelar aneka lomba nyurat lontar dan story telling contest yang melibatkan siswa SMP se-Bali. Juga digelar pameran hasil karya siswa, bakti sosial dan FGD menindaklanjuti program literasi. Saat itu juga dibaca sejarah berdirinya SMKN 3 Denpasar.

Kepala SMKN 3 Denpasar, AA Bagus Wijaya Putra mengungkapkan, di usia ke-40 SMKN 3 Denpasar makin menunjukkan identitas dirinya sebagai sekolah Rujukan (Sekolah Model) yang diharapkan menjadi rujukan atau model dalam berbagai bidang kegiatan khususnya pada bidang kejuruan yang berorientasi pada keunggulan-keunggulan, berkarakter dan budaya Bali.

Berbagai prestasi diukir civitas akademika SMKN 3 Denpasar. SMKN 3 Denpasar, kata Wijaya Putra, juga sebagai front office SMK se-Bali. Baru-baru ini, SMKN 3 Denpasar juga menerima kunjungan delegasi SEAMEO. 

Melewati tahun ke-40, SMKN 3 Denpasar ingin fokus bekerja yang terbaik. Ini sesuai dengan Tema HUT  kali ini ‘’Kita Ciptakan Produk dan Budaya Kreatif Menuju Kemandirian’’. Menurut Wijaya Putra ini adalah menjadi ciri khas SMK menghasilkan produk.

Karenanya, dia mendorong stakeholder sekolah untuk selalu mengembangkan program-program sekolah selalu disesuaikan dengan perkembangan industri, kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan untuk menjaga eksistensi sekolah sesuai jamannya.

Program-program yang telah dikembangkan dan sedang ditingkatkan diantaranya adalah, pembelajaran Paikem, pembelajaran berbasis ICT, program attatchment, volunteer, edu health smart, dan yang terbaru adalah penggunaan pendekatan teaching factory dan technopark dalam proses pembelajaran yang berbasis produksi (PBT) dan berbasis SKKNI.

SMK Negeri 3 Denpasar telah menerapkan manajemen mutu ISO 9001-2008, serta menjalin hubungan dengan puluhan dunia usaha dan industri di dalam maupun luar negeri. Membanggakan, saat ini kualitas tamatan berdasarkan data terserapnya tamatan di dunia kerja diluar negeri 10 persen pada 2014.

Tak lupa di bidang budaya dan sikap peduli lingkungan dilandasi filosofi kesadaran lingkungan dalam bentuk slogan Tri Hita Karana juga diseimbangkan. Serta sikap melestarikan budaya lokal.

Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana, memberi apresiasi positif di usia 40  tahun SMKN 3 Denpasar mampu tampil berkualitas. Puncak HUT harus dipakai proses perenungan diri dan menapaktilas dalam pengabdian di bidang pendidikan di SMKN 3 Denpasar.

Ke depan SMKN 3 Denpasar harus fokus pada penguatan pendidikan berkualitas, menghasilkan SDM mandiri dan menghasilkan produk kreatif. Makanya dia bangga di usia ke-40 tahun SMKN 3 Denpasar disiapkan sebagai sekolah rujukan.

Dia menegaskan kualitas guru sangat menentukan kualitas pendidikan. Makanya dia  ingin  terus kobarkan rasa jengah dan membangun prestasi bersama guna menjadikan SMKN 3 yang berkualitas. Untuk itu SMKN 3 Denpasar harus  mampu melakukan adaftif changes yakni menyesuaikan diri dengan perubahan dan inovatif changes yakni merespon semua perubahan dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja iklas, kerja tuntas serta  inovasi dan kreativitas. (tis/bpn)

 

Keterangan Foto : HUT SMKN 3 DENPASAR –  Kasek AA Bagus Wijaya Putra menyerahkan piala kepada pemenang lomba serangkaian HUT ke-40 SMKN 3 Denpasar.

 

SDN 10 Sumerta Diverifikasi Tim Adiwiyata Pusat

BALIPORTALNEWS.COM – SDN 10 Sumerta di Jalan Katrangan, Sumerta, Denpasar Timur, diverifikasi oleh tim Adiwiyata Kementerian Lingkungan Hidup RI, Jumat (7/10/2016).

Tim yang diketuai oleh Edy dari Pusdiklat Serpong dan Tomi dan P3E Bali-Nusra disambut Kepala SDN 10 Sumerta disambut langsung Kepala SDN 10 Sumerta, I Nyoman Sukadiasa, S.Pd., dewan guru serta siswa.

Verifikasi ini bertujuan guna memantau terselenggaranya program yang dianggap ideal dan baik dalam bidang pendidikan dan lingkungan.

‘’Kami memiliki filosofi dan konsep dasar dalam menciptakan kondisi seperti yang diharapkan dalam program Adiwiyata. Lewat penilaian Adiwiyata ini, kami ingin mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dan peduli lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik dengan mengedepankan prinsip edukatif,’’ jelas Kepala SDN 10 Sumerta, Nyoman Sukadiasa.

Sukadiasa mengatakan, strategi menguwujudkan warga sekolah yang sadar dan peduli lingkungan dilaksanakan melalui 4R, yakni reduce (mengurangi), reuse (memakai kembali), recycle (mendaur ulang) dan replant (penanaman kembali).

Untuk mengwujudkan warga sekolah yang sadar dengan 4R harus dilandasi dan didukung oleh pembelajaran dan pembiasaan secara rutin.

Penataan taman sekolah dibuat asri dengan mempertahankan pohon yang rindang. Dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, SDN 10 Sumerta yang berlokasi di Jalan Katrangan, Sumerta, Denpasar Timur ini, tidak banyak tergantung dengan pihak luar.

Sampah organik yang dihasilkan sekolah diolah menjadi kompos. Sementara sampah non organik diolah oleh siswa menjadi barang bernilai ekonomis, sedangkan sisanya di tabung di bank sampah Bhuwana Sari yang dikelola Banjar Ketapian Kaja.

Yang menarik lagi, sekolah ini juga menerapkan budaya hemat energi, baik listrik maupun air. Anak-anak yang membawa makanan ke sekolah juga diwajibkan membawa boks makanan. Ini bertujuan agar tak menambahkan produksi sampah di sekolah, terutama sampah plastik.

Pada pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, SDN 10 Sumerta membuka kurikulum lingkungan secara mandiri melalui mengintegrasikan kurikulum lingkungan ke dalam sejumlah mata pelajaran. Pengembangan kegiatan berbasis partisipasif dilakukan bekerjasama dengan puskesmas, kepala desa dan masyarat serta kelompok pecinta lingkungan.

Sukadiasa menegaskan, komitmen SDN 10 Sumerta menjaga lingkungan sekolah yang asri, indah dan bersih, sekaligus mendukung langkah Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menggelorakan perilaku hidup bersih untuk kesehatan generasi mendatang.

Ketua tim verifikasi, Edy mengaku kagum dengan penampilan SDN 10 Sumerta yang bersih, rindah dan sejuk serta keintegrasian materi lingkungan dalam kurikulum. Atas pujian itu, Sukadiasa mengungkapkan, apa yang ia kerahkan pada verifikasi ini adalah berkat kerja sama, dan kerja keras warga sekolah, termasuk komite. (pra/bpn)

 

Keterangan Foto : VERIFIKASI –  Kasek Nyoman Sukadiasa (kiri) saat menerima tim verifikasi Adiwiyata di SDN 10 Sumerta. 

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan