Pemprov Bali Bantu Warga Miskin di Gianyar dan Bangli

BALIPORTALNEWS.COMMenindaklanjuti pemberitaan di media sosial tentang 2 warga  miskin di Kabupaten Gianyar dan Bangli, Pemprov Bali melalui Biro Humas langsung merespon cepat dengan tarun langsung menyerahkan bantuan awal bagi kedua KK tersebut pada hari Rabu (14/9/2016).

Saat tim Humas Pemprov turun ke  rumah Ngakan Made Open (22) di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyarkeadaanya tampak sepi. Istrinya Dewa Ayu Lindia Widianti (22) tengah  dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar dikarenakan sejak usai melahirkan anak ketiganya, penyakit Ayu Lindia yang sudah diderita sejak lama kembali kambuh.

Pada kesempatan tersebut,  Perbekel Desa Lebih I Wayan Pradnyana yang mendampingi tim mengatakan bahwa warganya tersebut dikarunia 3 orang anak, dimana anak yang pertama sudah meninggal sejak berusia 4 bulan, sedangkan anak yang kedua saat ini baru berumur 3 tahun dan yang ketiga saat ini baru berumur 7 bulan yang saat ini dititipkan di rumah mertuanya.

Disampaikan juga, bahwa yang bersangkutan sejak awal menderita penyakit paru-paru dan jantung, sehingga penyakit ini seringkali kambuh setiap kali melahirkan, dan penyakit yang dideritanya saat ini merupakan yang paling parah sehingga sempat bolak balik dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tim kemudian menuju rumah keluarga Ngakan Made Open bermaksud untuk menengok kondisi dari anak – anaknya.

Namun sayang belum sempat bercerita banyak, akhirnya perbincangan terpaksa dihentikan karena dari pihak keluarga mendapat informasi bahwa Ayu Lindia telah meninggal, sehingga rombongan mohon permisi dan kemudian menyerahkan bantuan yang diharapkan mampu untuk meringan kan beban mereka saat ini.

Selanjutnya Tim mengunjungi Ni Ketut Supir (90) tahun warga Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli. Perbekel Desa Kayubihimenjelaskan yang bersangkutan sudah mendapatkan bantuan Bedah Rumah dari Kabupaten pada bulan September 2015 dan sudah tidak masuk lagi dalam kategori keluarga miskin sejak tahun 2015, bahkan sebelumnya juga ada program CSR dari PLN Kabupaten yang hendak memberikan bantuan tetapi batal setelah melihat kondisi yang sebenarnya. 

Melihat kejadian itu  membuat Perbekel setempat bingung atas pemberitaan yang telah dimuat di media massa tersebut, dan dia juga mengharapkan agar media massa membuat informasi yang sesuai dengan kenyataan dilapangan karena bisa mencoreng kinerjanya selama ini. Sehingga dari perbekel, bantuan kemudian dialihkan kepada Ni Wayan Tresna (70 tahun) warga Banjar Dinas Jangkan, Desa Kayubihi Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli.

Keadaan Ni Wayan Tresna benar-benar memprihatingkan, dia hidup sebatang kara dan tinggal dirumah yang berukuran sangat kecil, bahkan untuk biaya makan dia hanya mengandalkan dari penghasilannya pekerjaannya membuat anyaman. Hal senada juga dibenarkan oleh Kepala Dusun Banjar Dinas Jangkan I Nyoman Padma. Untuk meringakan beban hidupnya,  tim memberikan bantuan berupa beras dan uang tunai dari Gubernur Mangku Pastika. (r/humas pemprov bali/bpn)

Penilaian Kinerja Instansi Pemerintah diharapkan Mampu Wujudkan Budaya Pemerintahan dengan Pelayanan yang Adil dan Bijaksana

BALIPORTALNEWS.COMPenilaian Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang akan segera dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terhadap seluruh pemerintah daerah di Bali diharapkan mampu mewujudkan budaya pemerintahan (governance culture) yang mampu menjawab tantangan jaman dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan publik secara adil dan bijaksana, melalui sejumlah perubahan seperti transformasi budaya birokrasi, peningkatan kinerja instansi, transparansi, dan optimalisasi serapan anggaran yang akuntabel.

Demikian pernyataan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Ketataprajaan Setda Provinsi Bali, Dewa Putu Eka Wijaya Wardana , saat menghadiri acara Rapat Evaluasi Akuntabilitas Kinerja dan Reformasi Birokrasi di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/9/2016). 

Lebih jauh disampaikan Pastika  pengukuran kinerja memiliki pengaruh positif yang berhubungan langsung terhadap pencapaian kinerja organisasi, baik organisasi sektor swasta maupun organisasi non-profit.  Dan untuk mewujudkan kinerja pemerintahan yang baik, menurut Gubernur Pastika dapat dicapai diantaranya melalui perencanaan yang berkualitas, pengarahan yang baik disertai keteladanan, ketersediaan informasi secara tepat waktu, adanya keterlibatan dari para pemangku kepentingan, manajemen sumberdaya yang baik, pengendalian yang tepat, dan pelaksanaan yang transparan.

Hal tersebut, merupakan bagian dari komitmen Pemprov Bali dalam pelaksanaan proses reformasi nasional secara menyeluruh. Disamping juga, kinerja birokrasi yang mengedepankan public-orientation menurut Gubernur Pastika merupakan pintu masuk bagi instansi pemerintah yang senantiasa bertransformasi menjadi organisasi yang dinamis. karena organisasi yang dinamis itulah yang diharapkan mampu menjawab tantangan jaman, dalam koridor mewujudkan sebuah peradaban baru yang mensejahterakan seluruh rakyat secara adil dan merata.

Ditambahkan Wagub Ketut Sudikerta, yang menyempatkan waktunya menghadiri kegiatan tersebut di sela-sela menghadiri kegiatan lain, berharap para Kepala SKPD dilingkungan Pemprov Bali bisa memanfaatkan sebaik-baiknya momen tersebut untuk mendapatkan pembinaan sehingga bisa mendukung peningkatan nilai akuntabilitas kinerja Pemprov Bali yang sebelumnya BB menjadi A. Sebagai bentuk komitmen dalam upayanya melakukan perbaikan kinerja, Wagub Sudikerta berjanji akan turun langsung ke masing-masing SKPD untuk mengawasi pelaksanaan perbaikan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemen PAN-RB, Didit Nurdiatmoko, menjelaskan penilaian merupakan bentuk evaluasi terhadap pemerintahan daerah untuk memastikan birokrasi yang dijalankan sudah pada jalurnya (on the right track), jadi bukan untuk menilai para Kepala Daerah. Lebih jauh, Ia menjelaskan evaluasi yang dilaksanakan bertujuan untuk pemetaan manajemen pemerintahan yang sudah dilaksanakan, dan memberikan saran perbaikan-perbaikan dalam bentuk bimbingan agar manajemen pemerintahannya lebih baik.

Kinerja Provinsi Bali yang saat ini pada posisi baik dengan nilai BB, menurutnya memiliki potensi menjadi sangat baik dengan nilai A, apabila melihat sumber daya yang dimiliki serta didukung oleh teknologi yang ada. Permasalahan yang sering dihadapi terkait kinerja pemerintahan saat ini menurutnya terletak pada ownership Kepala SKPD, yang harusnya bisa melaksanakan dokumen-dokumen yang sudah dibuat.

"Ini bukan masalah dokumen, dokumen kan bisa dibuat, ada panduan-panduannya, yang terpenting Kepala SKPD menjalankan dokumen-dokumen yang sudah dibuat atau tidak, dilaksanakan sampai tingkat penganggaran apa tidak, karena terkadang ada dokumen penganggaran dan dokumen penyelenggaraan tidak nyambung," cetus Didit. 

Rapat evaluasi kala itu turut dihadiri Bupati Bangli Made Bangli, I Made Gianyar, dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, serta diikuti oleh seluruh pimpinan SKPD dilingkungan Pemprov Bali. (r/humas pemprov bali/bpn)

World Tourism Day Diharapkan Bisa Jadi Ajang Promosi Tri Hita Karana

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika berharap agar filosofi Bali yang adilihung Tri Hita Karana bisa diperkenalkan kan secara global di ajang World Tourism Day yang akan dilaksanakan di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta tanggal 1 Oktober mendatang.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi dari tim Tri Hita Karana Research Center beserta pekaseh Jatiluwih yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Wisnu Wardana di ruang kerja Gubernur, Rabu (14/9/2016).

Menurutnya filosofi yang dipegang teguh oleh masyarakat Bali hingga saat ini memang harus menjadi acuan para stake holder di bidang pariwisata dalam mengembangkan profesinya di pulau ini.

“Saya harap kedepan pelaku pariwisata berpegang teguh terhadap konsep Tri Hita Karana, supaya pariwisata Bali tidak kehilangan jati dirinya,” tegasnya yang dalam kesempatan itu turut serta didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Prov Bali Ida Bagus Wisnuardhana, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov BaliI Made Gunaja, Kepala Biro Humas Setda Bali I Dewa Gede Mahendra Putra serta perwakilan dari Dinas Peternakan dan Dinas Kebudayaan Prov Bali.

Pastika menyatakan dukungannya secara penuh dan berharap event ini bisa menaikkan taraf pariwisata Bali hingga mampu bersaing secara global. “Setidaknya pariwisata kita sudah harus mampu menyesuaikan dengan kode etik wisata yang sudah ditetapkan secara global, mulai dari tingkat pelayanan hingga fasilitas penunjang. Sehingga wisata Bali tidak semakin ditinggalkan di kemudian hari,” imbuhnya.

Apalagi saat ini telah banyak destinasi wisata yang telah diakui PBB melalui penetapan sebagai Warisan Budaya Dunia seperti Jatiluwih dan lainnya. Hal itu sudah tentu menjadi nilai lebih bagi daya tarik wisata Bali yang harus dijaga. Secara lebih luas, orang nomor satu di Bali ini juga menyatakan keinginannya agar pariwisata Bali semakin berbenah dengan tidak mengesampingkan nilai budaya yang sudah mengakar dan isu lingkungan yang menjadi konsen dunia dewasa ini.

Sebelumnya Wisnu Wardhana melaporkan perihal acara World Tourism Day yang akan digelar mendatang merupakan ajang tahunan  dan merupakan bentuk partisipasi Bali yang merupakan salah satu kawasan pariwisata di Indonesia. “Sementara untuk tingkat global, perayaan akan berpusat di Thailand pada tanggal 27 September 2016,” tuturnya.

Ditambahkannya tahun ini ajang internasional tersebut akan mengambil tema Tourism For All atau Pariwisata harus bisa dinikmati semua kalangan. “Jadi kami harap semua kalangan baik generasi muda, manula hingga masyarakat yang berkebutuhan khusus bisa mengakses wisata di Bali dengan mudah. Contoh kecil hotel maupun objek wisata harus ditunjang dengan fasilitas bagi para pemakai kursi roda, atau lift yang dilengkapi dengan huruf braille agar memudahkan para tuna netra, dan sebagainya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ia juga memaparkan jika event tersebut akan digunakan sebagai ajang untuk mensinergikan para petani beserta para pengusaha lokal dengan pelaku pariwisata. Untuk itulah simantri, binaan Dekranasda beserta binaan dari Dinas perindustrian dan Perdagangan beserta dari Dinas Kelautan turut diundang untuk memeriahkan acara tersebut. Sehingga  ke depan bisa terjalin kerja sama antara mereka.

“Hal itu juga sesuai dengan konsep Tri Hita Karana, dimana hasil tanaman lokal dan industri lokal bisa digunakan untuk mengembangkan wisata di Bali. jika ini terjalin dengan baik akan ada hubungan yang saling menguntungkan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Wisnu Wardana juga melaporkan perihal keberangkatannya ke Universitas Valencia, Spanyol dalam rangka mempresentasikan konsep Tri Hita Karana di hadapan para dosen dan profesor di sana pada tanggal 19 September mendatang. “Keberangkatan saya merupakan undangan dari pihak Universitas, dan juga sebagai apresiasi positif untuk konsep Tri Hita Karana yang adiluhung tersebut.

Dua hari setelah acara di Universitas tersebut, saya akan melanjutkan perjalanan ke Madrid untuk mengunjungi markas besar PBB di sana di bidang pariwisata yaitu World Tourism Organization,” tandasnya.

Mengenai perjalanan ke Spanyol, Pastika memberikan apresiasi yang sangat positif, dan berharap tim yang kesana bisa mempromosikan pariwisata Bali dengan baik serta mengamalkan ilmu pariwisata yang didapat demi kemajuan pariwisata Bali ke depan. (r/humpas pemprov bali/bpn)

PNS Diminta Bawa Pembaharuan bagi Kemajuan Organisasi

BALIPORTALNEWS.COMSejalan dengan tuntutan publik akan kinerja Aparatur Pemerintah yang lebih profesional menjadi tantangan tersendiri bagi setiap Aparatur Negeri Sipil (PNS) untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasnya.

Untuk itu dengan bekal pengetahuan, pengalaman, ilmu dan teknologi yang dimiliki, seorang PNS diharapkan dapat menggenjot dirinya untuk memberikan dan membawa pembaharuan bagi kemajuan organisasi, sehingga dapat memberikan manfaat yang dapat diperhitungkan oleh instansi masing-masing.

Demikian terungkap dalam sambutan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang dibacakan oleh Wagub Ketut Sudikerta dalam acara Pengambilan Sumpah/Janji PNS di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali tahun  2016, bertempat di Gedung Wanita Narigraha-Denpasar, pada Rabu (14/09/2016).

Lebih lanjut, dalam sambutannya Pastika juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan sumpah janji merupakan salah satu usaha pembinaan agar PNS sebagai aparatur negara dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, sehingga mempunyai kesetiaan dan ketaatan penuh terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah.

Untuk itu, Pastika mengingatkan agar para PNS dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dengan didasari segala tata aturan yang berlaku dan tidak merugikan instansi yang bersangkutan dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai peraturan berlaku.

Disamping itu, Pastika juga berpesan agar para pegawai PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dapat bekerja bergandengan tangan dalam meningkatkan koordinasi antar instansi untuk mewujudkan program-program pembangunan yang telah berjalan dan mempersembahkan prestasi terbaik demi kemajuan, kejayaan dan kebanggaan Provinsi Bali.

Lebih jauh, Wagub Sudikerta juga menambahkan agar para PNS dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan mengedepankan kedisiplinan yang tinggi, seperti tidak terlambat datang kekantor dan tidak menunda-nunda pekerjaan. “Saya berpesan agar para PNS dapat memberikan layanan terbaik pada masyarakat, sesuai dengan standar operating procedure (SOP) instansinya masing-masing, sehingga  kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam terus dijaga,” ujar orang nomor dua di Bali tersebut.

Sementara itu, Laporan kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali I Ketut Rochineng melaporkan bahwa maksud dilaksanakannya sumpah/janji tersebut adalah dalam rangka membina PNS yang bersih, jujur dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur Aparatur Negara yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa.

Peserta yang mengikuti sumpah/janji tersebut merupakan PNS di lingkungan Pemprov Bali sebanyak 184 orang, yang terdiri dari PNS beragama Hindu 163 orang, beragama Islam 9 orang, beragama Kristen Protestan 5 orang, beragama Kristen Katolik 6 orang dan beragama Budha 1 orang. Dari jumlah PNS tersebut, sebanyak 147 orang merupakan CPNS yang sudah menjadi PNS dan selebihnya sebanyak 37 orang berasal dari PNS yang belum diambil sumpahnya.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali I Gusti Ngurah Alit dan Inspektur Provinsi Bali I Ketut Teneng bertindak sebagai saksi dalam pengambilan sumpah/janji tersebut.

Sedangkan terdapat 5 rohaniawan yang berperan dalam pengambilan sumpah pada masing-masing agama yang di anut para PNS yaitu Ida Pedanda Istri Mayun Telabah (Hindu), Pendeta Eka Wira Darma (Budha), Drs. Choerun (Islam), Pendeta Mariana Susanti (Kristen Protestan) dan Romo Herman Yoseph Babey (Kristen Katolik). (humas pemprov bali/bpn)

BPTP dan Tomas Desa Sanda Bahas Proyek TTP

BALIPORTALNEWS.COM – Berlangsung acara rapat dan tatap muka tokoh masyarakat (tomas) Desa Sandam Kecamatan Pupuan, Tabanan, dengan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Bali dan Pemkab Tabanan, di Gedung BUMDes Desa Sanda, Pupuan, Rabu (14/9/2016). Rapat membahas permasalahan penutupan proyek Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Sanda.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain Kepala Bappeda Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, Kepala BPTP Propinsi Bali Anak Agung Kamandalu, Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Asisten I I Wayan Yatnanadi, Dinas PU Tabanan I Nyoman Parwata dan Farida. Hadir pula dari unur Dispenda Tabanan, Camat Pupuan, Perbekel Desa Sanda, Kontraktor PT Taurus Jaya, Bendesa Adat Sanda, Pelaksana Proyek TTP, BPTP Dr. Ir. I Gusti Komang Dana Arsana, serta tokoh masyarakat.

Rapat membahas tiga permasalahan. Antara lain masalah sumber air yang keruh. Air tersebut merupakan yang dikonsumsi warga Desa Sanda. Juga soal perbaikan akses jalan, agar diperhatikan dan  dikerjakan. Terlebih jalan tersebut merupakan akses jalan warga dalam membawa dan menjual hasil pertanian.

Permasalahan juga menyinggung tentag tanah warga yang terkena proyek, yang dijanjikan akan diberikan kemudahan dalam mengurus SPPT. Namun sampai saat ini belum terealisasi dari pemda.

Menanggapi tiga permasalahan tersebut, dijelaskan Sekda Ariwangsa bahwa intinya agar diselesaikan secara bijaksana. Diharapkan agar proyek TTP tetap berjalan. Air bersih, jalan, dan SPPT sudah jadi prioritas, namun tidak cepat mengingat di pusat ada pemangkasan dana.

Kepala Bappeda Tabanan pun mengatakan, ketiga masalah tersebut sudah dibahas. Saat ini dihadirkan Dispenda Tabanan. Jalan yang rusak terlebih dahulu diseleksi, di mana medan yang perlu diperbaiki. Begitu pula masalah air akan dibantu melalui Pamsimas.

“TTP merupakan destinasi pariwisata berbasis pertanian. Permintaan Bappeda agar permasalahan dan mencarikan solusi secara bersama-sama dengan bendesa adat, perbekel, pengelola air BPTP, dan pemda,” katanya.

Kepala BPTP AA Kamandalu pun minta agar TTP ini didukung, dan setiap permasalahan agar dicarikan solusi yang terbaik.

Sementara Bendesa Adat I Made Widayana mengatakan, intinya menerima proyek TTP, dengan enam poin. Antara lain kompensasi tanah dari pemda, eksekusi lahan menghormati kearifan lokal, sumber air agar dijaga kesuciannya, tenaga kerja diharapkan prioritas tenaga lokal, kontribusi nyata kepada desa dinas dan desa adat bila TTP sudah berjalan.

“Diharapkan pula agar di lokasi TTP yang merupakan lokasi hulu dibuatkan tempat suci, sesuai dresta dan tatanan Desa Sanda yang merupakan desa tua, yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal,” harapnya.

Selanjutnya, proyek TTP akan dilanjutkan kembali, sambil berjalan menyelesaikan permaslahan yang ada. Antara desa adat, desa dinas, pemda, dan BPTP sepakat menyelesaikan bersama-sama. (ita/bpn)

Di Tabanan, Potong Tumpeng HUT Ke-57 Pepabri

BALIPORTALNEWS.COM – HUT ke-57 Pepabri di Tabanan dirayakan secara sederhana dan ditandai dengan pemotongan tumpeng. HUT kali ini diselenggarakan di Kantor Pepabri Tabanan, Jalan Pahlawan No. 1A Tabanan, Rabu (14/9/2016).

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Pepabri Bali Purnawirawan Kombes Drs. I Wayan Nuada, Ketua Perpabri Tabanan Purnawirawan Letnan Kolonel I Dewa Sukawana, serta perwakilan dari jajaran Muspida Tabanan, Bedesa Adat Kota Tabanan, dan anggota Pepabri se-Kabupaten Tabanan.

Ketua DPD Pepabri Bali mengatakan, tema HUT ke-57 Pepabri kali ini, "Sekali Pejuang Tetap Pejuang". “Memperingati hari jadi ini tidak semata hanya  dalam aktivitas yang bersifat seremonial, namun saat yang baik dijadikan momen untuk merefleksikan diri agar dapat mengetahui, menyadari, dan memahami berbagi kelemahan maupun kekurangan selama ini.

Disampaikan pula penghargaan yang mulia kepada para sesepuh dan pendahulu, yang dengan ketulusan dan keterbatasan telah memperjuangkan dan meletakan landasan bagi keberadaan maupun kiprah Pepabri. Selain itu juga kepada para insan purnawirawan satya bhakti TNI-Polri yang masih berkiprah dalam wadah Pepabri. “Semoga Tuhan Yang Maha Pemurah dan Penyayang memberikan kemampuan dan petunjuk-Nya. Kita semua melanjutkan kiprah dan perjuangan Pepabri dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional, yang tersirat dalam ideologi Pancasila dan Proklamasi 17 Agustus 1945,” pungkasnya. (ita/bpn)

Bupati Eka Bangga Poklahsar dan Pomaswas Berprestsi

BALIPORTALNEWS.COM – Tiga kelompok masyarakat berprestasi bertemu dengan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu (14/9/2016). Bupati Eka pun mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada ketiga pemenang lomba, yang diwakili masing-masing kelompok pengolah dan pemasaran (poklahsar) dan kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas).

Poklahsan dan pokmaswas yang berbrestasi, antara lain Poklahsar Taman Griya Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, yang meraih juara I Lomba Poklahsar tingkat Provinsi Bali pada 7 Juni 2016. Poklahsar Sekarmina Desa Tiyinggading, yang meraih juara II lomba masak serbaikan di Art Center, 18 Agustus 2016. Demikian juga Pokmaswas Bala Tirta Segara Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, yang juara III di tingkat Provinsi Bali, 14 april 2016.

Bupati Eka mengaku bangga atas kesuksesan ketiga kelompok masyarakat tersebut. Dia berharap, kesuksesan yang diraih di tingkat provinsi itu dapat disukseskan lagi ke tingkat nasional.

“Poklahsar agar terus melakukan yang terbaik, dengan meraih  prestasi setinggi-tingginya demi kemajuan masyarakat Tabanan. Mari kita bangkitkan semangat di bidang perikanan, mengingat di Tabanan memiliki surplus perikanan, sehingga bisa kita bawa ke dalam BUMDes,” ujar Bupati Eka. (ita/bpn)

Bupati Tabanan Dukung Festival Kerambitan II

BALIPORTALEWS.COM – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan dukungannya atas rencana penyelenggaraan Festival Kerambitan II/2016. Festival kali ini bertema “Vasudeva Kutumbakam Living in Peace and Harmony”, yang akan berlangsung mulai 7 – 9 Oktober 2016.

Tim Festival Kerambitan II 2016, yang dipimpin Camat Kerambitan I Gede Sukanada, Rabu (14/9/2016), mengungkapkan, Festival Kerambitan II 2016 merupakan lanjutan dari Festival Kerambitan I 2015. Kali ini akan berlangsung di Lapangan Umum Desa Kerambitan, dengan menonjolkan salah satu seni ciri khas dari Kecamatan Kerambitan, yaitu okokan dan tektekan.

“Kedua kesenian tersebut akan digabung menjadi satu kesatuan, yaitu pagelaran okokan dan tektekan massal. Acara tersebut juga didukung seluruh potensi seni dan budaya di Kerambitan,” ujar Sukanada.

Sementara Bupati Eka mengatakan, selain menanamkan rasa bangga terhadap seni dan budaya, serta adat istiadat, juga berharap agar festival yang serupa diadakan di setiap kecamatan di Kabupaten Tabanan. Tujuannya untuk mengangkat potensi di daerah masing-masing, baik seni dan budaya, adat istiadat, potensi kulier, dan lain sebagainya.

“Saya berharap, dengan adanya event ini bisa membangkitkan rasa cinta kasih dan sayang masyarakat Kerambitan terhadap daerahnya,” tegasnya.

Dengan Festival Kerambitan II 2016, juga salah satu bagian dari program revolusi mental yang digaungkan Pemerintah Republik Indonesia di bawah pimpinan Joko Widodo. “Kalau mental kita mau bagus dan baik, maka seni, budaya, dan adat istiadat harus dikembangkan. Rasa cinta, kasih, dan sayang pun harus ditumbuhkan, agar kita bangga mengenalkan seni, budaya, dan adat istiadat kita ke bangsa lain,” pungkasnya. (ita/bpn)

Objek Wisata Tirta Empul Menjadi Tempat Terfavorit Wisatawan 

BALIPORTALNEWS.COMKunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar hingga 2016 mencapai 698.191 orang. Objek wisata yang paling ramai wisatawan yakni objek wisata Tirta Empul mencapai 339.954 orang. Melihat kondisi ini, Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupaten Gianyar kini mulai mengkaji kenaikan tarif kunjungan wisatawan tersebut.

Berdasarkan rekapitulasi data dari Disparda Gianyar, kunjungan wisatawan asing dan domestik hingga Agustus 2016 tercatat mencapai 1.225.377 orang. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari kunjungan ke objek wisata yang dikelola Pemda Gianyar dan objek wisata yang dikelola pihak swasta ataupun desa adat.

Kadis Pariwisata Gianyar, A.A Dalem Jagadhita, Rabu (14/9/2016) mengatakan  dari 19 objek wisata yang ada dengan jumlah pengunjung mencapai 1.225.377 orang. Dari angka itu terdiri dari 849.756 orang wisatawan asing dan 375.621 orang wisatawan domestik. 
Sementara kunjungan ke enam objek wisata yang dikelola Pemda Gianyar mencapai 698.191 orang. Dari jumlah tersebut kunjungan paling tinggi diduduki objek wisata Tirta Empul dengan jumlah 339.954 pengunjung, diikuti objek wisata  Goa Gajah dengan jumlah pengunjung mencapai 210983. Peringkat ketiga ada objek wisata Gunung Kawi Tampaksiring 119.601 pengunjung.

Objek wisata Gunung Kawi Sebatu dengan jumlah pengunjung 23.234 orang. Selanjutnya ada objek wisata Yeh Pulu dengan jumlah pengunjung yang tercatat mencapai 5.240. Terakhir objek wisata alam Sidan dengan jumlah pengunjung 208."Objek wisata alam Sidan ini memang yang paling minim pengunjung, tercatat pengunjung hingga Maret sebanyak 163 orang , Juli sebanyak 11 dan Agustus sebanyak 14 orang pengunjung.

Terkait tarif kunjungan ke objek wisata yang dikelola Pemda Gianyar ini, A.A. Dalem Jagadhita mengaku memang masih menjadi yang terendah dibandingkan kabupaten lain seperti Badung atau Tabanan. Melihat kondisi ini pihaknya berencana akan melakukan kajian terhadap tarif kunjungan yang saat ini sebesar Rp 15 ribu tersebut.
Sebab, terakhir Perda dengan tarif kunjungan sebesar Rp 15 Ribu itu dikeluarkan sekitar lima tahun lalu.

Menurut Kadis Pariwisata sudah saatnya Perda ini dikaji kembali dengan melakukan berkoordinasi dengan para pelaku pariwisata. (agy/bpn)