27 C
Denpasar
Sabtu, 20 Oktober 2018

Walikota Rai Mantra Serahkan Penghargaan Pemenang Lomba Denpasar Kite Festival 2016

BALIPORTALNEWS.COMSetelah beberapa saat lalu selama dua hari tepatnya tanggal 6 sampai 7 Agustus 2016 Pelangi Denpasar yang bekerjasama dengan  Pemerintah Kota Denpasar menggelar Denpasar Kite Festival II Tahun 2016 di Pantai Padang Galak Denpasar. Sesuai dengan hasil penilaian dewan juri lomba layang-layang Denpasar Kite Festival , maka ditetapkan pemenang juara I,II,III dan Harapan I,II,III untuk berbagai jenis layangan yang dilombakan.

Penyerahan Piala, piagam serta uang diserahkan langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kota Denpasar Wayan Gunawan, Wakil Ketua DPRD I Wayan Mariyana Wandhira pada, Sabtu (13/8/2016) di Stage RRI Denpasar.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi Rare Angon melayangan, meningkatkan kreativitas pemuda, membangkitkan semangat sportivitas dalam berkompetisi dan menjaga serta melestarikan budaya demikian disampaikan Walikota Denpasar Rai Mantra di sela-sela acara penyerahan penghargaan bagi pemenang lomba. Kreatifitas ini harus berkembang dan dapat melahirkan inovasi dan kreatifitas para pemuda.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan,  permasalahan yang ada bukan harus menyetop kreatifitas justru harus ada inovasi-inovasi serta solusi agar kreatiftas bisa berkembang. “Layang-layang ini semakin diminati dan semakin kreatif karena sekarang sudah bisa knock down jadi tidak perlu membuat jalan macet”, ujarnya.

Ia sangat mengapresiasi kegiatan ini, ia berharap kegiatan ini rutin dilaksanakan serta kedepannya ditingkatkan lagi. “Harus ada ruang tempat dan solusi karena ini sifatnya bukan hanya kreatifitas tetapi heritage yang merupakan warisan budaya rare angon yang harus dijaga, dilestarikan dan ditingkatkan lagi,” ujar Rai Mantra.

Ketua Panitia Penyelenggara Denpasar Kite Festival II, I Wayan Mariyana Wandhira mengatakan, perlombaan layang-layang ini telah memasuki tahun ke-2 dengan peningkatan peserta setiap tahunnya yang cukup drastis. Layang-layang yang mengudara berlomba menunjukan ke elokannya di udara, dengan berbagai jenis layangan seperti layangan janggan, bebean, pecukan,janggan buntut dan layangan kreasi selama dua hari, dari tanggal 6 sampai 7 Agustus 2016.

Tidak hanya dari Denpasar saja, Denpasar Kite Festival ini juga di ikuti dan dimeriahkan oleh peserta dari seluruh kawasan Bali. Adapun para juri berasal dari unsur seniman layangan dan budayawan yang menilai layangan dari segi warna, bentuk, guwangan, kondisi terbang dan kekompakan peserta.

Pemenang lomba kategori Janggan Remaja dari Laksana Kumara Sanur, Pecukan Remaja dari Lila Cita Gunung Talang, Bebean dari Pokemon Team. Sedangkan juara I Janggan Dewasa diraih St. Putra Kencana Banjar Dauh Tangluk Kesiman, Bebean Dewasa dari Serigat Justice Lembeng, Pecukan Dewasa dari Bangli 86, Janggan Buntut dari Arek-arek Panti Sanur,Bebean Big Zise dari Balac Belega Gianyar, Pecukan Big Zise dari Bakung Sari Kuta dan Layangan Kreasi diraih Shaparrow Denpasar. 

“Melayangan bukan sekedar melayangan tapi menyatukan perbedaan tempat, warna maupun tradisi kita satukan untuk mnjadi sebuah kesimbangan atau harmonisasi peserta, penyelengara serta lingkungan”, ujar Wandhira. Selain itu, dengan diadakannya kegiatan ini berupaya memberi ruang gerak kepada para undagi, peserta, pencinta untuk menunjukan hasil karyanya yang bisa ditonton, dinikmati serta sebagai ajang rekreasi.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Disdikpora Denpasar Belajar ke DKI Jakarta

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melakukan studi banding ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Rabu (10/8/2016). Dalam kegiatan studi banding ini, Disdikpora Kota Denpasar belajar mengenai sistem informasi pelayanan data pendidikan.

Ketua rombongan Drs. Made Merta, M.Si., yang juga Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar diterima Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. Sopan Adrianto, didamping Kepala UPT Pusat Data Statistik Informasi Pendidikan (PDSIP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kadarwati dan pejabat instansi terkait.

Made Merta mengatakan, kehadiran rombongan Disdikpora Kota Denpasar bertujuan untuk mendapat informasi tambahan terkait rencana pembuatan pelayanan data pendidikan terpusat berbasis website, mulai dari jenjang pendidikan PAUD hingga SMA/SMK. Yang ada sekarang, kata Merta, data pendidikan masih terbagi di masing-masing bidang.

Ke depan dirancang akan dibangun data pendidikan terpusat, mencakup seluruh data mulai dari data siswa, guru, pegawai, infrastuktur atau sarana prasarana dan lainnya berbasis IT. Setiap tahun data tersebut akan terus diperbaharui, sehingga sinkron dengan data pokok pendidikan atau dapodik.

‘’Beberapa persamaan program Disdikpora Kota Denpasar dengan Disdik DKI Jakarta dalam merespon cepat pelayanan kepada masyarakat lewat program ‘’smart city’’,’’ ujar Merta, Minggu (14/8/2016).

Sambung dia, hal ini pula tidak terlepas dari kesamaan permasalahan dalam data pendidikan antara Kota Denpasar dengan DKI Jakarta, terkait dengan peta dan profil sekolah, rekap sekolah, guru dan siswa, data tenaga pendidik (PNS, DPK, guru honor, tugas tambahan dll) dan tenaga kependidikan. Selain itu, terkait pula data sarana prasarana, data ujian sekolah dan data masa berlaku ijin operasional sekolah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. Sopan Adrianto mengucapkan terimakasih yang telah memilih Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai tempat studi banding dengan belajar bersama saling bertukar informasi di UPT PDSIP Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Sopan mengatakan, pusat data dan sistem informasi pendidikan DKI Jakarta ini dilatar belakangi akan ketersediaan dan kelengkapan data serta informasi untuk pengambilan keputusan dalam pelayanan publik, serta mendukung kelancaran dan peningkatan kualitas pendayagunaan pendidikan. Pusat data dan sistem informasi pendidikan DKI Jakarta ini juga ditetapkan dengan Peraturan Gubernur No. 174 Tahun 2014.

Sopan menambahkan, pendataan yang sudah dilakukan di antaranya pendataan guru bantu, pendataan guru honorer, pendataan tenaga administrasi honorer, pendataan peserta didik, pendataan guru PNS, data sekolah rawan banjir dan akreditasi sekolah. Menurut dia, data pendidikan ini memiliki kelebihan dimana pendataan lebih lengkap dari pendataan Dapodik dan website pendataan dikelola oleh Dinas Pendidikan. ‘’Dengan terintegrasinya data dapodik ke datadik diperoleh satu data dengan validasi yang sama,’’ jelasnya.

 

Penulis : Putu Tistha
Editor: Putu Tistha

Walikota Rai Mantra Hadiri Upacara Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan Lan Pedudusan Alit di Pura Khayangan Banjar Kertasari

BALIPORTALNEWS.COM – Bertepatan dengan Rahina Tumpek Uduh, ratusan masyarakat Br. Kertasari, Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara sedari pagi dengan penuh khidmat mengikuti serangkaian Upacara Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan Lan Pedudusan Alit, pada Rabu, Saniscara Kliwon – Wariga (13/8/2016) di Pura Khayangan Banjar Kertasari, Kelurahan Peguyangan.

Upacara ini dihadiri langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang sekaligus ngaturang punia, didampingi Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodera dan sejumlah tokoh masyarakat adat setempat.

Kelihan Banjar Kertasari, IGN Gde Putra , ditemui seusai acara mengatakan bahwa hingga saat ini Pura Khayangan Banjar Kertasari memiliki pangempon berjumlah total 395 KK (Kepala Keluarga). ”Pada puncak Upacara Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan Lan Pedudusan Alit di Pura Khayangan Banjar Kertasari ini  dipuput oleh Ida Pedanda Putra Pemaron Sideman” ujar IGN Gde Putra.

Manggala Karya, Jro Mangku Ketut Serinama menjelaskan dudonan karya di Pura Khayangan Banjar Kertasari yang diselenggarakan dari Anggara Wage, Gumbreg 2 Agustus 2016 hingga Selasa, Pon Warigadian 16 Agustus 2016 ini antara lain diisi dengan kegiatan Ngingsah lan Makarya Sanganan Banten pada Sukra Paing Gumbreg 5 Agustus 2016, Melasti ke Segara Padang Galak pada Anggara Umanis Wariga 9 Agustus, Kegiatan Dharma Wacana pada Buda Paing, Wariga 10 Agustus 2016, Nunas Tirta ring Khayangan Desa lan Pura Jagatnatha pada Wrespati Pon Wariga 11 Agustus 2016, dan pada  puncak karya yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wariga 13 Agustus 2016 ini dilaksanakan kegiatan Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, lan Ngaturang Piodal yang diisi dengan pamentasan Wayang Lemah, Topeng Sidakarya, Rejang, Gender dan Bebondresan.

Lebih lanjut Jro Mangku Ketut Serinama mengatakan bahwa selain kegiatan- kegiatan tersebut, juga akan dilaksanakan kegiatan Mapeed yang diikuti seluruh tempekan di Banjar Kertasari dari tanggal 14 Agustus 2016 hingga berakhir pada 16 Agustus 2016.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Jelang Hari Jadinya ke-58, Jajaran Pemprov Bali Melakukan Persembahyangan Bersama

BALIPORTALNEWS.COM Serangkaian hari jadi Provinsi Bali ke-58, pada 14 Agustus 2016 mendatang, Gubernur Bali,  Made Mangku Pastika beserta Pimpinan SKPD serta staf di lingkup Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Jagatnatha, Denpasar, Jumat (12/8/2016).

Persembahyangan diawali dengan melaksanakan puja Trisandya serta Muspa yang kemudian diisi dengan sambutan dari Ketua PHDI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sudiana. Dalam kesempatan tersebut, Sudiana mengatakan jika diusia yang ke 58, Pemerintah Provinsi Bali sudah matang dalam segala aspek.

Hal itu dibuktikan dengan berbagai program yang telah dilakukan Pemprov Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tak hanya itu, Pemprov Bali juga banyak memperoleh penghargaan sebagai bukti prestasi dalam upaya meningkatkan kualitas  kepada masyarakat.

"Diusianya ke 58, Pemprov Bali sudah matang dari segala aspek didukung seluruh jajarannya dengan bekerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja ikhlas serta kerja tuntas yang dilaksanakan selama ini sudah terbukti hasilnya. Untuk itu mari kita terus bekerja agar Provinsi Bali bisa menjadi contoh bagi Provinsi lainnya," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Pastika usai persembahyangan mengatakan jika persembahyangan ini dilaksanakan setiap tahun dalam rangkaian hari jadi Pemprov Bali.Tak hanya itu, juga sebagai rasa syukur atas apa yang telah dicapai Pemprov Bali selama ini serta harapan kedepannya bisa lebih baik lagi.

"Persambahyanagn ini sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa atas anugrahnya kepada kita masyarakat Bali telah diberikan kerahayuan dan kerahajengan. Kedepan kita berharap apa yang telah dicapai saat ini bisa ditingkatkan lagi untuk menjadi lebih baik dalam segala aspek demi terwujudnya program Bali Mandara," ungkap Pastika.

Dalam persembahyangan yang dipimpin oleh Ida Pedanda Putra Mas saking Gria Balun, Denpasar tersebut hadir Wakil DPRD Provinsi Bali Nyoman Sugawa Kori. Gubernur Pastika dalam kesempatan tersebut menyerahkan Dana Punia kepada pemangku Pura Agung Jagatnatha yang dalam kesempatan tersebut diterima oleh Ida Bagus Mangku Widya.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Pengarustamaan Gender Wajib

BALIPORTALNEWS.COM – Deden E. Ariffan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud, mengungkapkan, tujuan utama penyelenggaraan pengarustamaan gender bidang pendidikan adalah terciptanya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam bidang pendidikan.

‘’Yang dimaksud dengan kesetaraan gender bidang pendidikan adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan pendidikan,’’ tegas Deden saat sosialisasi pengarustamaan gender (PUG) bidang pendidikan di Denpasar, belum lama ini.

Dikatakannya, kesenjangan gender di bidang pendidikan di Indonesia merupakan hal yang masih perlu didalami, dalam ketersediaan (akses) layanan pendidikan, hasil belajar, dan pengaruhnya terhadap lapangan kerja atau peran sosial. Saat indeks paritas gender angka partisipasi sudah cukup mendekati 1, artinya anak perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan, namun tetap terjadi kesenjangan gender di beberapa wilayah dan kelompok masyarakat, hal ini disebabkan oleh masih banyaknya orang tua memiliki keberpihakan berlebih untuk menyekolahkan anak laki-laki.

Ia mengungkapkan, fakta yang menarik bahwa terdapat hasil belajar anak perempuan di tingkat pendidikan dasar cenderung lebih baik daripada hasil anak laki-laki. Jelaslah bahwa diperlukan suatu analisis yang mendalam untuk mengkaji pihak manakah sesungguhnya yang harus diberi perlakuan keberpihakan dalam pelaksanan pengarustamaan gender bidang pendidikan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar terus berusaha meminimalisir kesenjangan gender (gender gap) yang terjadi di berbagai bidang pembangunan, baik pada tataran kebijakan, peraturan perundang-undangan, program maupun kegiatan. Salah satu upaya yang dilakukan Disdikpora Kota Denpasar untuk menekan kesenjangan gender melalui sosialisasi pengarustamaan gender (PUG) bidang pendidikan.

Kegiatan yang diikuti 80 peserta tersebut berlangsung di Denpasar, 4-5 Agustus 2016. Sosialisasi menghadirkan narasumber Deden E. Ariffan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan yang dibacakan Kabid Pendidikan Luar Sekolah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Nyoman Gde Arnawa, M.Pd., menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk mengimplementasikan pengarustamaan gender di seluruh bidang pembangunan termasuk bidang pendidikan harus ditingkatkan. Dikatakan Walikota, Pemkot Denpasar telah memberikan perhatian khusus terhadap implementasi pengarustamaan gender integrasi gender dalam kebijakan maupun program-program pengarustamaan gender di Kota Denpasar.

Kabid Pendidikan Luar Sekolah Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Gde Arnawa, mengatakan, sosialisasi pengarustamaan gender di bidang pendidikan merupakan strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan program pembangunan di bidang pendidikan. ‘’Ini adalah upaya peningkatan kapasitas dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender bidang pendidikan pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan dalam rangka terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender,’’ tegasnya.

 

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Pasar Badung Terima Santunan Asuransi Rp 7,8 Miliar

BALIPORTALNEWS.COM – Klaim asuransi atas kebakaran yang menimpa Pasar Badung belum lama ini telah dicairkan PT Asuransi Bangun Askrida pada akhir bulan Juli lalu sebesar Rp 7.856.843.000,-. Jumlah klaim tersebut didapat sesuai dengan premi yang dibayar PD Pasar Kota Denpasar setiap tahunnya sebesar Rp 111.757.781,-.  

Penyerahan klaim asuransi tersebut dilakukan  secara simbolis oleh Direktur Utama PT. Asuransi Bangun Askrida Didiet Sandjoto Pamungkas, SE kepada Dirut PD Pasar Kota Denpasar Made Westra dan disaksikan  Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di  Denpasar.

Atas cepatnya proses pencairan klaim asuransi Pasar Badung, Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih kepada PT Asuransi Bangun Askrida. Dengan cairnya asuransi tersebut Rai Mantra berharap  akan dapat membantu  dalam proses pembangunan ulang Pasar Badung.

Meskipun asuransi telah dicairkan, Rai Mantra mengaku  Pasar Badung tidak bisa dibongkar langsung karena harus mengikuti prosedur. Selain itu Pasar Badung juga harus ada yang mengkaji setelah itu baru bisa dibongkar secara total.  ‘’Kami tidak bisa membongkar secara langsung Pasar Badung, karena masih ada hal-hal yang harus di selesaikan seperti masalah aset,’’ ungkapnya.

Direktur Utama PT. Asuransi Bangun Askrida Didiet Sandjoto Pamungkas, SE mengatakan,  jumlah klaim yang diberikan sesuai dengan hasil kesepakatan awal kontrak. Kesepakatan kontrak yang disepakati sebanyak Rp 7.856.843.000 maka dari itu pihaknya tidak bisa mengganti dan membangun secara penuh. Dengan demikian pemanfaatan dana asuransi itu langsung diserahkan kepada PD Pasar Kota Denpasar untuk membangun Pasar Badung.

Pada kesempatan tersebut Didiet Sandjoto juga menyampaikan untuk kedepan para pedagang secara pribadi bisa ikut program asuransi, sehingga ketika ada musibah atau bencana, PT Asuransi Bangun Askrida bisa mengklaim sesuai resiko yang terjadi. ‘’Kami juga tidak senang kalau tidak di klaim , ini merupakan bisnis yang sudah dijalankan asuransi.  Selain itu PT Asuransi Askrida juga berkomitmen untuk memberikan  service yang terbaik  maka dari itu dalam waktu satu bulan klaim asuransi sudah bisa dicairkan,’’ ujarnya.

Ia juga mengaku klaim asuransi Pasar Badung sangat di permudah, bahkan pihaknya menyiapkan Tim independen atau Tim penilai  dengan melibatkan  Unud untuk mengkaji keadaan Pasar Badung secara keseluruhan.  Sementara itu Dirut PD Pasar Kota Denpasar Made Westra menambahkan, proses klaim  asuransi Pasar Badung cukup cepat. Dengan cairnya klaim ini bisa dimanfaatkan untuk proses kelanjutan dari perencanaan penataan Pasar Badung.   

“Kami rencanakan mudah-mudahan pembersihan dan pembongkaran bangunan bisa dilakukan bulan Desember, dan awal tahun 2017 pembangunan fisik, sudah bisa dimulai,’’ harap Westra.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Jaya Negara Bersama Delegasi OWHC Lepas 400 Tukik

BALIPORTALNEWS.COM – Untuk menjaga kelestarian ekosistem habitat Penyu di perairan luas di Bali, Pemerintah Kota Denpasar bersinergi dengan Yayasan Penyu Lestari Serangan melepaskan 400 ekor tukik (anak penyu) ke laut luas, Selasa (9/8) di bibir Pantai Sanur, Inna Grand Bali Beach Hotel.

Pelepasan tukik ini di pimpin langsung Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara di dampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede bersama delegasi Organitation World Heritage City (OWHC) Asia Pasifik. Yang kemudian lanjut mengunjungi salah satu subak yang mana subak merupakan warisan budaya dengan filosofi Tri Hita Karana, yakni Subak Sembung, dan lanjut mengunjungi obyek City Tour Kota Denpasar yaitu Museum Bali dan Inna Bali Hotel yang merupakan Hotel Heritage

Pelepasan Tukik ini sebagai wujud nyata Pemerintah Kota Denpasar dalam pelestaraian habitat  penyu di Bali khusunya di Denpasar, dikarenakan penyu kini telah menjadi perhatian dunia karena habitat penyu semakin berkurang dan langka, demikian disampaikan Wakil Walikota Jaya Negara saat di temui dalam pelepasan tukik.

Kepada masyarakat dihimbau untuk ikut melestarikan spesies penyu, yakni dengan tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari penyu telur maupun daging, tidak menggunakan barang-barang yang terbuat dari cangkang penyu, tidak membuang sampah plastik dan benda-benda lain yang berbahaya ke dalam laut, tidak mengganggu penyu yang sedang bertelur karena mereka dapat menghentikan proses bertelur apabila merasa terancam, tidak mengambil telur-telur penyu karena akan menghancurkan populasi mereka, menjaga kesehatan terumbu karang kita, dikarenakan terumbu karang yang sehat merupakan tempat makan dan tempat tinggal yang baik untuk penyu dan turut mendukung program konservasi penyu laut.

Sementara salah satu Penangkar dari Yayasan Penyu Lestari Serangan Wayan Geriya mengatakan, tukik-tukik yang di lepas ini merupakan hasil dari penangkaran penyu di wilayah Serangan, dengan umur tukik yang di lepas berumur satu bulan. Adapun jenis tukik yang dilepas hari ini yakni penyu lekang atau dikenal dengan nama Olive ridley turtle (Lepidochelys olivacea), dimana penyu jenis lekang ini memiliki sisik yang sangat halus dengan bentuk sisik tengah yang membulat dan sisik samping memanjang.

“Tukik yang di lepas ini akan nantinya akan kembali lagi ke pesisir pantai dengan jarak 10 tahun lamanya untuk bertelur, yang mana penyu ini bisa bertelur sampai ratusan telur sekalinya dalam satu periode dalam setahun, jadi setelah bertelur ini kami akan menjaga dan menangkar telur ini sampai menetas kembali dan siap untuk dilepas kelaut, ini merupakan salah satu upaya di dalam menjaga kelestarian habitat penyu”, pungkas Geriya.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

PGRI Bali Dukung Rencana Pemberlakuan ‘’Full Day School’’

BALIPORTALNEWS.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali menyambut baik anjuran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terkait full day school (FDS) atau siswa seharian di sekolah, dengan catatan diisi kegiatan kreatif. Namun jika hanya di kelas, hal itu justru berdampak negatif.

‘’PGRI menilai, anjuran itu berniat baik agar peserta didik terlindungi dari pengaruh buruk di luar sekolah. Lagi pula itu sejalan dengan rencana pengurangan 12 jam tatap muka mengajar,” ungkap Ketua PGRI Provinsi Bali, Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., saat dihubungi, Selasa (9/8/2016) kemarin.

Meski mendukung niat anjuran tersebut, Aryasudha yang juga Kepala SMP PGRI 2 Denpasar ini menyarankan pemerintah sebaiknya menyiapkan dahulu segala sesuatunya. Dalam hal ini menyiapkan aturan, prosedur pelaksanaan, dan peranan guru selama di sekolah. Kemudian perlu dilihat juga kekurangan dan kelebihan ide tersebut sebelum diterapkan.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah harus memperhatikan dampak lanjutan terhadap siswa maupun wali murid terkait hal itu. Menurut Aryasudha, salah satu dampak yang harus dipikirkan adalah membengkaknya biaya sekolah yang harus ditanggung oleh orang tua karena tentunya jika anak berada di sekolah sepanjang hari, orang tua harus memberikan tambahan uang saku. “Memang ada dampak positif dan negatifnya sehingga harus dipikirkan masak-masak,” terang Aryasudha.

Menurut Aryasudha, sehari penuh ini tidak berarti guru harus 24 jam tatap muka. Dengan kata lain, kegiatan sekolah tidak boleh terlalu sore apalagi hingga malam hari. Sebab, guru sebagai orang tua juga masih memiliki tanggung jawab mendidik di rumah masing-masing.

‘’Jika dijalankan dengan benar, full day school akan menuntut sekolah-sekolah untuk lebih kreatif dalam membuat program belajar. Jika full day school hanya diisi dengan belajar di kelas, justru akan berdampak negatif bagi anak,’’ ujarnya.

Durasi kegiatan belajar secara akademis berjalan seperti biasanya. Untuk mengisi waktu selebihnya, Aryasudha menegaskan, ini tidak harus diisi dengan kegiatan belajar formal seperti biasanya. Pengayaan maupun kegiatan menyenangkan bagi peserta didik bisa diisi di jam sekolah tersebut.

Hal terpenting, dia melanjutkan, sekolah harus menyediakan waktu istirahat bagi siswa, termasuk memberikan pemahaman orang tua. “Jadi sehari penuh itu bukan berarti anak-anak sampai sore kegiatannya belajar secara akademis terus-menerus,” tegasnya. Di samping itu, tambah dia, terdapat sejumlah negara maju yang telah menerapkan hal ini.

Dihubungi terpisah, Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, menyampaikan saat ini sudah banyak sekolah yang melaksanakan full day school terutama sekolah-sekolah swasta maupun sekolah-sekolah unggulan. Di sekolah negeri juga ada yang menerapkan jam belajar hingga pukul 13.30 atau 14.00.

“Kalau full day school itu acuannya sekolah sampai pukul 15.00. Kalau dikaji, memang manfaatnya bisa lebih besar asalkan diikuti program belajar yang kreatif dan inovatif. Kalau program belajarnya monoton, ya percuma,” pungkas Supartha.

 

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Kenali Delapan Jenis Kecerdasan Anak Anda

BALIPORTALNEWS.COM – TIDAK ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki kepintarannya masing-masing. Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Gde Arnawa, mengungkapkan, ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori multiple intelligences atau kecerdasan multipel.

Menurut Arnawa, delapan jenis kecerdasan anak, yaitu people smart (kecerdasan bergaul), body smart (kecerdasan olah tubuh), picture smart (kecerdasan ekspresi), logic smart (kecerdasan logika), word smart (kecerdasan bahasa/linguistik), self smart  (kecerdasan intrapersonal), musik smart (kecerdasan musikal), dan nature smart(kecerdasan naturalis).

Arnawa menjelaskan, setiap anak barangkali bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. “Dukunglah anak sesuai jenis kecerdasannya. Adanya minat, bisa membangun kompetensi anak kemudian hari,” kata Arnawa, Selasa (9/8/2016).

Untuk itu, menurut Arnawa, orangtua seharusnya mengenali jenis kecerdasan anak, kemudian membantu mengasah kecerdasannya. ‘’Tumbuh dan kembang anak tidak hanya bisa diperoleh dari pendidikan di sekolah, tapi juga berpengaruh dari peran kita sebagai orang tua,’’ pungkasnya.

 

Penulis : Ryandra
Editor : Putu Tistha

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan