Belanja Badung Tahun 2017 Dirancang Rp 5,2 Triliun

BALIPORTALNEWS.COM – Pendapatan daerah Kabupaten Badung pada RAPBD TA 2017 dirancang sebesar Rp 4.514.209.138.237,83, meningkat sebesar Rp 680.728.586.584,37 atau 17,78% dari APBD Induk TA 2016 yang sebesar Rp 3.833.480.551.653,46. Hal itu disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (8/11/2016).

Rapat paripurna sendiri dipimpin oleh Ketua DPRD Badung, Putu Parwata didampingi Wakilnya, I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta. dan turut mendapingi bupati Giri Prasta, Wabup I ketut Suiasa.

Dalam rapat membahas Rancangan Penyesuaian Kebijakan Umum APBD Badung TA 2017 dan  Rancangan PPAS Badung TA 2017 itu, Bupati juga membeberkan pundi-pundi pendapatan daerah Badung yang  terdiri dari pendapat asli daerah (PAD) dan dana perimbangan. Untuk PAD  dirancang Rp 3,7 triliun lebih, dana perimbangan sebesar Rp 533 miliar lebih, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang sebesar Rp 192 miliar lebih.

Sementara untuk belanja daerah pada RAPBD TA 2017 dirancang sebesar Rp 5,2 triliun lebih atau meningkat sebesar Rp 1,1 triliun dari APBD induk 2016.

Giri Prasta mengatakan peningkatan belanja daerah yang mencapai Rp 5 triliun lebih ini akan berdampak langsung pada peningkatan belanja yang diarahkan untuk kepentingan masyarakat Badung.
“Capaian ini merupakan wujud komitmen saya dan kerja keras seluruh jajaran perangkat daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja agar program-program yang sudah kita rancang bersama dapat terealisasi sesuai target,” kata Bupati dalam rapat paripurna yang juga membahas  tiga Ranperda, yakni Ranperda RIPDA Badung, Ranperda Penataan dan Pengpoperasian Menara Telekomunikasi dan Ranperda Utilitas Terpadu.
Ia pun membeberkan belanja daerah itu terdiri dari, belanja tidak langsung dirancang sebesar Rp 2,5 triliun lebih (49,28 %) dan  belanja langsung sebesar Rp 2,6 triliun (50,74%).

Kemudian untuk pembiayaan daerah pada RAPBD TA 2017 dirancang sebesar Rp741 miliar lebih. Dikatakan pada TA 2017 tidak dianggarkan pengeluaran pembiayaan sehingga pembiayaan netto pada 2017 dirancang Rp 741 miliar.

Pada RAPBD 2017 ini anggaran belanja langsung diarahkan untuk membiayai program prioritas daerah dalam rangka mencapai visi dan misi Badung TA 2016-2021, serta sebagai implementasi pola pembangunan nasional semesta berencana.

“Ditinjau dari aspek penerima manfaat dari belanja daerah tersebut, maka sebagian besar merupakan belanja publik yang manfaatnya diterima oleh masyarakat. Yaitu 72,90% sedangkan sisanya merupakan belanja aparatur yang manfaatnya diterima oleh aparatur pemerintah atau 27,10%,” terang Giri Prasta.

Sementara untuk belanja modal, pihaknya  telah merancang alokasi anggaran sebesar 28,52%, kemudian untuk alokasi anggaran pendidikan sebesar 20,18% dan kesehatan sebesar 11,74% dari total belanja daerah.

Khusus berkenaan dengan pendidikan, bupati menyatakan seluruh sarana prasarana pendidikan akan menjadi tanggungan pemerintah. Dengan begitu tidak ada lagi pungutan dari anak didik.
“Kedepan tidak ada alasan lagi ada pungutan di sekolah. Karena semua sudah kita yang tanggung. Kalau sampai ditemukan ada pungutan, kepala sekolahnya akan saya pecat,” katanya.

Disisi lain khusunya di bidang penguatan lembaga keuangan desa adat, Giri Prasta mengatakan sangat penting penguatan terhadapa Lembaga Pengkreditan Desa (LPD) dilakukan. selain itu, LPD juga wajib melakukan audit baik secara internal maupun ekternaal. Hal itu penting bertujuan dengan pembenahan dari sisi manageman.  dengan LPD yang kuat, perekonomian masyrakat ada juga akan lebih bergairah. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dokumen penjelasan Bupati kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata pada rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (8/11/2016).

Karya Medudus Agung, Mapeselang 15 November di Pura  Pucak Mangu

BALIPORTALNEWS.COMKarya Piodalan Medudus Agung, Mepeselang Medasar Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Penataran Agung Pucak Mangu Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung akan dilaksanakan pada Anggara Wage Matal 15 Nopember 2016. Hal tersebut disampaikan Pengerajeg Karya yang juga Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA Gde Agung, Minggu (6/11/2016).

Menurut Bupati Badung Ke -11  periode 2005-2015  ini, bahwa  Ida Bhatara Puncak Mangu  sebagai perlambang perwujudan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang diyakini oleh Umat sedharma sebagai tempat untuk menghaturkan rasa Bhakti atas segala nikmat, karunia dan kesejahteraan yang dilimpahkan beliau kepada alam semesta beserta isinya. Untuk itulah dipandang penting untuk menyampaikan informasi secara meluas agar umat sedharma yang ayat menghaturkan bhakti mengetahui secara jelas setiap rangkaian kegiatan dari upacara piodalan di Pura Pucak Mangu, ujarnya

Selanjutnya berkenaan dengan Rangkaian Karya Piodalan Medudus Agung Ida Bhatara Tirta di Pura Sad Khayangan Luhur Pucak Mangu ini menurut Gde Agung telah mulai dilaksanakan Sejak  Redite Umanis Merakih (23/10/2016) lalu dengan upacara matur piuning. Selanjutnya Pada buda pon medangkungan (9/11/2016) akan dilaksanakan upacara Ngingsah dan Nanding Bagya.

Eedan karya kemudian dilanjutkan pada Saniscara umanis medangkungan (12/11/2016) dengan nuwur tirta ring Pucak Bon, Pucak Tedung, Terate Bang, Pucak Sangkur, Beratan, Penataran Bukian, Tirta Empul, Tirta Pasih Batu Bolong, Pelekem Pura Ulun Danu Beratan, mendak ring tegal suci, lunga melasti ke pekebutan Bukian. Puncak Karya pada anggara wage matal (15/11/2016) yang diawali dengan upacara munggah nuhur Ida Bhatara Tirta  di luhur   Pucak Mangu sekitar Pukul 9 pagi, dilanjutkan upacara pemendak kemudian dilanjutkan dengan Ngaturang  Upacara Piodalan Mapedudusan Agung, Mepeselang dan Mepasaran. Upacara Piodalan akan dipuput Ida Pedanda Putra Pemaron Gria Sideman Mengwi, Ida Pedanda Kekeran Pemaron Gria Mandara Munggu dan Ida Pedanda Gde Jelantik Giri Gria Gunung Sari.

Ditambahkan, sehari setelah Puncak Piodalan hingga tanggal 23 Nopember akan dilaksanakan bhakti penganyaran dari masing-masing Kecamatan di Badung dan Leladan dari Desa Adat pengempon pura. Penganyaran diawali pada (16/11/2016) dari Kecamatan Kuta Selatan dan Leladan Desa Adat Bukian. Pada (17/11/2016) Penganyaran Kecamatan Kuta dan Leladan Desa Adat Nungnung. Pada Sukra Paing Matal (18/11/2016) dilaksanakan upacara Pengeremek yang dipuput Ida Pedanda Putra Kekeran Gria Sunia Denkayu dan Leladan Desa Adat Tiyingan. Pada (19/11/2016) Penganyaran Kecamatan Kuta Utara dan Leladan Desa Adat Auman, (20/11/2016) Penganyaran Pucak Bon, (21/11/2016) Penganyaran Kecamatan Mengwi dan Leladan Desa Adat Kiadan, (22/11/2016) Penganyaran Kecamatan Abiansemal dan Leladan Desa Adat Semanik dan pada (23/11/2016) Penganyaran Kecamatan Petang serta Leladan Desa Adat Pelaga. Sementara pada wraspati pon uye (24/11/2016) Ida Bhatara mesineb dan pada anggara umanis wayang (27/12/2016) tutug bulan pitung dina.

Demi lancarnya pelaksanaan karya Piodalan yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 15 november 2016 ini, A.A. Gde Agung juga menyampaikan informasi bahwa bagi umat sedharma  dimanapun berada yang hendak menghaturkan ayah-ayahan lan bhakti guna memohon keselamatan dan kerahayuan diharapkan dapat tangkil sesuai dengan eedan karya sebagimana yang telah diuraikan tersebut diatas. (hmsbadung/bpn)

Keteranggan Foto : Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA. Gde Agung

Bupati Giri Prasta Buka Pesta Rakyat Kecamatan Mengwi, “Menuju Badung Smart City”

BALIPORTALNEWS.COMBupati Badung I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka Pesta Rakyat Kecamatan Mengwi serangkaian HUT Mangupura ke-7, yang ditandai dengan menyentuh Tab sebagai wujud kesiapan Kecamatan Mengwi dan Kabupaten Badung menuju Badung Smart City.

Pesta Rakyat Mengwi yang dipusatkan di Bencingah Puri Ageng Mengwi, Minggu (6/11/2016) malam lalu berlangsung meriah dengan pagelaran berbagai jenis hiburan rakyan dan kegiatan perlombaan. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata bersama anggota DPRD Badung Dapil Mengwi, Ny. Seniasih Giri Prasta serta Ny. Kristiani Suiasa.

Camat Mengwi. I Gst. Ngr. Gede Jaya Saputra melaporkan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kebersamaan dan menanamkan rasa memiliki, kebanggaan serta meningkatkan kreativitas seni, budaya, dalam mewujudkan kota Mangupura sebagai kota yang menuju smart city, sehingga mendapatkan kebahagiaan serta kesejatraan bagi masyarakatnya.

Dikatakan, pesta rakyat ini diisi berbagai hiburan masyarakat dan memperkenalkan hasil-hasil pembangunan melalui stand kuliner, pameran dan aktivitas lainya, dari para siswa, karang taruna dan kelompok seniman yang berjumlah sekitar 30 kelompok.

Kegiatan ini mengambil tema “Menuju Badung Smart City”, dalam kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari mulai dari tanggal 5 dan 6 Nopember 2016, bertempat di areal Bencingah Puri Ageng Mengwi dan Puri Ageng Mengwi.

Jenis kegiatan di hari pertama ada pameran kuliner dan UKM, lomba menggambar tingkat SD, melukis di kanvas tingkat SMP dan lomba ngelawang barong anak anak. Hari kedua, lomba ngelawar antar sekaa teruna se-Kec. Mengwi dan parade kreativitas siswa SMP dan SMA se-Kec. Mengwi.

Bupati Giri Prasta menyambut baik pelaksanaan Pesta Rakyat Kecamatan Mengwi dalam rangka Peringatan HUT Mangupura ke-7 tahun ini. Ia juga mengapresiasi karena seluruh potensi desa dari 20 desa di Kecamatan Mengwi ini dihadirkan baik melalui pameran UKM, Kuliner maupun lomba-lomba.

Untuk memberdayakan potensi ini, kedepan Bupati Badung meminta di masing-masing Desa harus mempunyai inovasi tersendiri yang menjadi ikon per desa.

“Ikon desa baik itu hasil kerajinan maupun kuliner, nantinya kami akan manfaatkan, misalnya ada tamu yang berkunjung ke Badung, potensi inilah yang akan kita pakai menjamu,” jelasnya.

Guna memberdayakan potensi desa, Bupati yang dikenak bares ini akan siap memberi bantuan penguatan modal usaha bagi industri kecil. Selain modal, juga akan dibekali dengan pengetahuan melalui pelatihan-pelatihan. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata saat menghadiri pembukaan Pesta Rakyat Kecamatan Mengwi di Bencingah Puri Ageng Mengwi, Minggu (6/11/2016) malam.

Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 2,8M Lebih di Desa Adat Mengwitani

BALIPORTALNEWS.COMBupati Badung I Nyoman Giri Prasta kembali menggelontor dana hibah secara langsung kepada masyarakat. Kali ini Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan hibah Tahun Anggaran 2016 kepada masyarakat di Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Minggu (6/11/2016) di depan Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Mengwitani.

Besarnya bantuan yang diserahkan mencapai Rp. 2.845.000.000,-.

Acara tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, Camat Mengwi I Gst. Ngr, Gede Jaya Saputra beserta Tripika Kecamatan Mengwi, serta Krama Desa Adat Mengwitani.

Bendesa Adat Mengwitani I Putu Wendra didampingi Perbekel I Putu Sumardita,  menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Badung dan Pemkab Badung yang telah memberikan bantuan dana yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan di Pura Khayangan Tiga, di Banjar-banjar maupun untuk mensuport sekaa-sekaa seni lainnya di Desa Adat Mengwitani.

“Kami atas nama krama Desa Adat Mengwitani berterima kasih kepada Bapak Bupati. Semoga melalui kucuran dana ini akan mampu meningkatkan pembangunan dan kegiatan seni budaya di Desa Adat Mengwitani,” tambahnya.

Bantuan dana yang diserahkan kepada Desa Adat Mengwitani terdiri dari bantuan untuk Banjar Adat Jumpayah 700 Juta, PKK Sekaa Kidung Banjar Jumpayah 175 Juta, Pura Kahyangan Anyar di Banjar Adat Dajan Peken 1,6 M, Pembangunan Banjar Adat Loda Pura 200 Juta, Pura Mrajepati Setra Gandamayu Pupuan 100 juta, Yowana Putra Waringin Banjar Adat Dukuh Gong 25 juta, Bhakti Negara Ranting Nyuhgading 25 juta dan Sekaa Gong Anak-Anak Banjar Adat Panca Warga 20 juta. Total bantuan dari dana hibah 2.845.000.000,-.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menekankan, bahwa Pemkab Badung telah memiliki RPJMD Semesta Berencana 2016-2021.

Terdapat lima bidang menjadi skala prioritas yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat Badung. Terdiri dari sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, pelestarian seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata. Dijelaskan, dibidang kesehatan, masyarakat di beri Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Badung Sehat, seluruh biaya berobat akan ditanggung penuh pemerintah.

Di pendidikan, kelas 6 SD akan diberikan laptop, sedangkan di tahun 2017 murid baru SD kelas 1 dan SMP kelas 1 diberi seragam lengkap. Dan dipastikan mulai 2017 tidak ada pungutan di sekolah. Dibidang seni, adat, agama dan budaya, diprioritaskan pembangunan di pura khayangan tiga termasuk mendukung pembangunan di Pura Paibon. Sekaa-sekaa seni di banjar-banjar akan diberdayakan. Bupati juga mengakui masih ada masyarakat Badung yang masih menyandang status Rumah Tangga Miskin (RTM).

 Untuk itu mulai tahun 2017 akan dibantu per orang Rp. 50 juta, dan diharapkan RTM di Badung tuntas di 2018.

Mengenai bantuan dana hibah ini kata Bupati, bantuan hibah ini merupakan kebijakan Pemkab Badung bersama DPRD Badung dalam upaya program percepatan pembangunan di Kabupaten Badung.

“Kami Pemkab bersama Dewan berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badung,” terangnya.

Kepada masyarakat pengguna hibah, Bupati mengharapkan dapat memanfaatkan sesuai dengan tatanan regulasi dan aturan yang berlaku.

“Pemanfaatannya harus by name by address, yang mana dibantu itu harus dibangun, tidak boleh dialihkan kepada yang lain,” jelasnya.

Diharapkan, penggunaanya harus selesai di bulan Desember ini. Demikian pula untuk pelaporannya, Bupati mewajibkan sudah ada laporan pertanggungjawaban pada tanggal 10 Januari 2017 nanti. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Anggota DPRD Badung I Nyoman Satria menyerahkan bantuan hibah Tahun Anggaran 2016 kepada masyarakat di Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Minggu (6/11/2016) di depan Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Mengwitani.

Giri Prasta Buka Lomba Kicau Burung Tingkat Nasional di Puspem Badung

BALIPORTALNEWS.COMSerangkaian menyambut HUT Mangupura ke-7 ,Pemerintah Kabupaten Badung, Minggu (6/11/2016) menggelar Lomba dan Pameran burung berkicau di lapangan Puspem Badung. Lomba ini  mendapat sambutan begitu antusias oleh para penggemar dan pencinta burung berkicau di seluruh Bali dan di luar Bali.

Lomba yang memperebutkan piala Bupati Badung  ini  diikuti oleh ratusan  burung kicauan dengan 28 Katagori bersekala nasioanal. Suasana lapangan Puspem Badung pun berubah, yang sebelumnya sempat senyap saat hari minggu, namun saat itu berubah seperti taman burung yakni disudut puspem dipenuhi dengan suara kicau burung berbagai jenis.

Acara yang dibuka  Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta juga dihadiri  Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Sekda Badung ,Kompyang R. Swandika, Kadis Peternakan, Perikanan dan Kelautan, I Made Badra, Kabag Umum Setkab Badung, I Nyoman Suardana, seluruh camat se-Badung.

Bupati Giri Prasta mengatakan, lomba dan pameran burung berkicau ini tidak sekedar ajang lomba semata disamping untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat pencinta burung, kegiatan ini juga sebagai pelestarian satwa di wilayah Kabupaten Badung.

“Kita bisa mengambil filosofi burung  yakni  apa yang ada dihati itulah yang kita ucapkan.Dengan kegiatan ini, pemerintah memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan dan tetap melestarikan satwa. Selain melakukan kegiatan lomba seperti ini kita juga sedang mengerakan kelompok peternak burung  yang memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat  di Badung dan mengarahkan perekonomian masyarakat khususnya bagi kelompok penangkar dan penghobi burung,”ujarnya.

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Badung  akan merancang  peraturan daerah untuk tidak membunuh burung sembarangan di wilayah Kabupaten Badung.Dalam Kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta bersama Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Sekda Kompyang R. Swandika melepaskan beberapa jenis burung ke angkasa.

Ketua Panitia Lomba, I Wayan Dendy mengatakan, peserta lomba burung berkicau  ini diikuti oleh berbagai daerah, baik dari Denpasar, Gianyar, Tabanan, Bangli, Karangasem, Jembrana, Singaraja da nada juga dari pulau Jawa.

”Mereka mengikuti lima kelas yang dipertandingkan yakni, kelas Bupati Badung, Wakil Bupati Badung ,kelas Mangupura, kelas Rama Sinta dan kelas ring PBI ( Persatuan Burung Indonsia),”terangnya.

Kejuaran yang baru pertama kali dilaksanakan inin sudah bertaraf nasional. Itu bisa dilihat dari antusiasme peserta dan sarana prasarana yang disediakan panitia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dalam ajang lomba ini , pihaknya   juga memberikan penghargaan bagi juara burung terbaik yaitu: Murai Batu, Cucak Hijau, Love Bird dan Punglor Merah. (hmsbadung/bpn)

Tampil Memukau Gong Kebyar Wanita Duta Kuta Selatan dan Mengwi

BALIPORTALNEWS.COMDalam ajang Festival Seni Budaya Kabupaten Badung yang ke-10 tahun 2016, setelah pementasan lomba Angklung Kebyar selama tiga hari yang dipusatkan di Jaba Pura Lingga Bhuwana dilanjutkan dengan pementasan Gong Kebyar Wanita duta masing-masing Kecamatan. Sabtu (5/11/2016) malam mempertemukan Sekaa Gong Wanita duta Kecamatan Kuta Selatan yang diwakili Sekaa Gong Wanita Asti Pradnyaswari Desa Adat Bualu Kelurahan Benoa dengan duta Kecamatan Mengwi yang diwakili Sekaa Gong Wanita Giri Putri br. Guming Desa Penarungan.

Kedua sekaa gong wanita tampin memukau penonton. Dengan Tim Juri I Ketut Wijana, I Nyoman Sudiana, I Gede Yudarta, Ida Ayu Trisnawati dan Ni Komang Sri Wahyuni.

Penampilan kedua Sekaa Gong Wanita ini menjadi tontonan yang menarik bagi pengamat seni dan para penonton yang memadati pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung.

Tampak hadir menyaksikan penampilan kedua Sekaa Gong ini, Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung IB. Anom Bhasma, Ny. Kristiani Suiasa, Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra serta pengamat Seni dan Seniman di Kabupaten Badung.
Sekaa Gong Wanita Asti Pradnyaswari yang merupakan duta Kecamatan Kuta Selatan mendapat kesempatan tampil pertama dengan membawakan tabuh kreasi Pepanggulan “Sudamala” dengan penata Kerawitan I Wayan Sudiksa serta Pembina I Made Adnyana dan I Made Sumastra, Tari “Sekar Jepun” dengan pembina Tari Ni Made Ratna Juwita dan Pembina I Made Adnyana, I Made Sumastra, I Komang Sendra, I Wayan Astawa, Made Adi Winata serta I Ketut Suastika dan Tari “Wiranata” dengan pembina Tari Ni Made Ratna Juwita dan Pembina Tabuh I Wayan Sudiksa, I Made Adnyana, I Made Sumastra serta I Made Mudiana.  Sedangkan Kecamatan Mengwi yang diwakili Sekaa Gong Giri Putri menampilkan Tabuh Lelambatan “Giri Putri” dengan pembina Tabuh I Wayan Widia, I Wayan Griya, I Wayan Ariawan dan I Made Adi, Tari “Sekar Jepun” dan Tari “Wiranata” pembina Tabuh I Wayan Widia, I Wayan Griya, I Ketut Lanus dan Ngurah Sutanaya Wisnawa dengan pembina Tari Ni Nyoman Budawati. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Sabtu (5/11/2016) malam mempertemukan Sekaa Gong Wanita duta Kecamatan Kuta Selatan yang diwakili Sekaa Gong Wanita Asti Pradnyaswari Desa Adat Bualu Kelurahan Benoa dengan duta Kecamatan Mengwi yang diwakili Sekaa Gong Wanita Giri Putri br. Guming Desa Penarungan.

Bupati Giri Prasta Hadiri Piodalan di Pura Puseh Angantaka

BALIPORTALNEWS.COMHampir tidak pernah ada waktu libur bagi pemimpin di Kabupaten Badung. Meski Sabtu dan Minggu tidak ngantor, Bupati maupun Wakil Bupati tetap melakukan aktivitas untuk melayani krama Badung.

Selain secara rutin menerima masyarakat yang audiensi di rumah jabatan atau di Puspem, Bupati dan Wabup juga senantiasa hadir disetiap kegiatan/upacara yang dilaksanakan masyarakat termasuk mensuport pemuda dengan hadir dalam perayaan HUT Sekaa Teruna. Hal ini membuktikan hadirnya Pemimpin Badung ditengah-tengah masyarakatnya.

Seperti agenda Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada Sabtu (5/11/2016) malam. Selain menghadiri HUT Sekaa Teruna di Desa Pererenan. Bupati asal Desa Pelaga, Petang ini juga menghadiri tigang rahina Piodalan di Pura Puseh Desa Adat Angantaka, Abiansemal meski hujan mengguyur.

Kehadiran Beliau disambut anggota DPRD Badung Ponda Wirawan, Camat Abiansemal Putu Ngr. Thomas Yuniarta, Bendesa Adat Angantaka Ida Bagus Ngurah, tokoh dan masyarakat setempat.

Sebelum melakukan persembahyangan, Bupati yang dikenal sangat merakyat ini berbaur bersama masyarakat Angantaka menonton pementasan lawak bali Celekontong Mas yang sangat menghibur. Tampaknya Beliau sangat menikmati, sesekali tertawa lepas bersama penonton lain melihat kelucuan dari Sengap Cs hingga selesai.

Usai menyaksikan lawak Bali tersebut, Bupati melakukan persembahyangan bersama guna bersama-sama masyarakat memohon keselamatan dan kesukertan (kesejahteraan). Beliau juga menyerahkan dana punia sebesar Rp. 50 juta guna mendukung pelaksanaan yadnya tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan sangat mendukung pelaksanaan piodalan di Pura Puseh Angantaka. Menurutnya, seni, adat, agama dan budaya sudah menjadi skala prioritas pembangunan di Kabupaten Badung. Untuk itu, Pemkab Badung akan sangat komit urusannya dengan pelestarian seni, adat, agama dan budaya tersebut.

“Wujud konkrit dalam pelestarian tersebut, kami akan mendukung dan membantu segala kegiatan/aktivitas termasuk sarana prasarana dan infrastruktur yang berurusan dengan budaya, karena seni, adat dan agama pondasinya adalah budaya dan segala pembangunan di Badung pondasinya adalah budaya,” jelasnya.

Selain itu khusus di Angantaka, Bupati akan membantu pembangunan wantilan di Pura Puseh Angantaka di tahun 2017. Juga akan mendukung pelaksanaan karya ngusaba desa lan ngusaba nini di Pura Puseh Angantaka yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 nanti. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada Sabtu (5/11/2016), menghadiri tigang rahina Piodalan di Pura Puseh Desa Adat Angantaka, Abiansemal.

Semarak HUT Mangupura ke-7 dengan Senam Gemupamere

BALIPORTALNEWS.COMSerangkaian menyambut HUT Mangupura ke-7. berbagai atraksi kegiatan dilaksankan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

Demikian pula dengan krida setiap hari Jumat sudah menjadi rutinitas Pegawai Pemerintah kabupaten Badung, dalam menyemarakkan Peringatan HUT Mangupura ke-7 yang jatuh pada 16 Nopember 2016 mendatang. Jumat, 4 Nopember menjadi hari yang istimewa, ada nuansa lain dengan kehadiran para Ibu-ibu dari TP. PKK, DWP, dan Gatriwara dengan melakukan senam Gemupamere bersama. Olahraga bersama tersebut juga diikuti oleh Wakil Bupati Badung Ketut Suisa, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, para Kepala SKPD beserta karyawan dan karyawati di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Acara senam bersama tersebut dilaksanakan di Lapangan Puspem. Badung “ Mangupraja Mandala”.Jumat (4/11/2016).

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa yang didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika  dalam kesempatan tersebut menyampaikan ”berolahraga tidak hanya untuk menjadikan jiwa raga yang sehat olahraga yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini juga untuk kehadiran, kedisiplinan dalam kebersamaan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Badung.

Sehat itu mahal nilainya dan menjadi sangat penting dan vital, dengan menjaga kebugaran baik jasmani maupun rohani tentu kita menjadi sehat dan kuat. Membangun Badung tentu diawali dengan kesehatan agar menjadikan Badung kuat untuk pembangunan di Badung kedepannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati, Ketut Suiasa juga mengajak seluruh jajaran, karyawan dan karyawati untuk tetap menjaga kedisiplinan dan etos kerja.

“Mari kita bangun dan  jaga kebersamaan ini lewat olahraga kita bangun kedisiplinan di Pemerintah kabupaten Badung, sidak yang dilaksanakan ini bukan semata untuk mencari kesalahan dan kebenaran namun kehadiran karyawan dan karyawati Pemerintah Kabupaten Badung adalah harus dan mutlak mengingat kita sebagai pelayan masyarakat dan abdi Negara disamping untuk silahturahmi, ” tegasnya.

Setelah melaksanakan jalan santai di seputaran Puspem Badung dilanjutkan dengan melaksanakan senam Gemupamere bersama para ibu-ibu dari PKK, DWP, Gatriwara Kepala SKPD beserta Karyawan dan karyawati Kabupaten  Badung. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Ibu-Ibu TP. PKK Badung, DWP beserta Gatriwara bergabung dengan karyawan dan karyawati Pemkab Badung saat krida jumat dilapangan Puspem Badung, Jumat (4/11/2016).

 

Pesta Rakyat Kecamatan Kuta Selatan, Hut Mangupura ke-7

BALIPORTALNEWS.COMPesta Rakyat Kecamatan Kuta Selatan serangkaian menyambut HUT ke-7 Ibukota Kabupaten Badung Mangupura dilaksanakan, Kamis (3/11/2016) di Lapangan Kuruk Setra, Desa Pecatu berlangsung meriah.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan Wakil Ketua DPRD Badung I Nyoman Karyana ditandai dengan pemukulan kentongan.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Dapil Kuta dan Kuta Selatan, Sekda Badung Kompyang R Swandika, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP PKK Ny. Kristiani Suiasa dan Ketua DWP Ny. Kompyang Swadika.

Bupati Giri Prasta mengapresiasi atas pelaksanaan Pesta Rakyat dalam rangka HUT Mangupura yang ke-7 di Kecamatan Kuta Selatan yang dilaksanakan di desa Pecatu. Melalui pesta rakyat ini diharapkan desa dan kelurahan dapat menunjukkan inovasi yang nantinya bisa dijadikan ikon desa atau kelurahan.

“Pesta Rakyat ini merupakan konsep bersama antara pemerintah dengan masyarakat dalam rangka HUT Mangupura yang ke-7 untuk meningkatkan rasa kebersamaan. Melalui HUT Mangupura kita dapat meningkatkan solidaritas menyama braya,” jelasnya.

Bupati juga menyebutkan, Pemkab Badung akan melaksanakan program sebagai wujud dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati badung untuk lima tahun kedepan.

Dibidang pendidikan di tahun ini akan memberikan Laptop gratis kepada siswa kelas 6 SD dan berlanjut di tahun 2017 untuk kelas 5 SD.

Sementara untuk murid baru SD kelas 1 dan SMP kelas 1 juga diberikan seragam gratis. Dibidang kesehatan, Pemkab Badung akan menanggung proses hidup, lahir dan mati bagi masyarakat badung.

Mulai dari melahirkan akan langsung mendapat akte kelahiran, bila masyarakat Badung berobat ke puskesmas, RSUD Mangusada maupun rumah sakit yang dikerjasamakan berapapun menghabiskan biaya akan ditanggung.  Begitu pula dengan kematian, akan diberikan santunan sebesar Rp. 10 juta per orang yang disebut dengan program three in one.

Bupati juga menyebutkan, dalam RPJMD Semesta Berencana Kab. badung 2016-2021 terdapat lima skala prioritas yang merupakan kebutuhan dasar dari masyarakat, meliputi ketercukupan akan pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata.

Ketua Panitia Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya melaporkan, pelaksanaan HUT Mangupura di Kecamatan Kuta Selatan dilaksanakan secara bergilir di desa dan Kelurahan. Dalam kesempatan ini merupakan giliran Desa Pecatu sebagai tempat pelaksanaan HUT Mangupura ke-7.

Maksud dan tujuan kegiatan HUT Mangupura ini adalah untuk meningkatkan kebersamaan dan menanamkan rasa memiliki kebanggaan dalam mewujudkan kota mangupura sebagai kota yang menawan hati, aman, hijau dan berbunga, sehingga terwujudnya ajaran trisakti menuju kabupaten Badung yang mandiri, serta menghibur masyarakat dan memperkenalkan hasil-hasil pembangunan melalui pesta rakyat dalam bentuk hiburan, kuliner, pameran dan aktivitas lainnya.

Kegiatan ini mengambil tema “Melalui Peringatan HUT ke-7 ibu Kota Kabupaten Badung Mangupura kita wujudkan Ajaran Trisakti menuju Kabupaten Badung yang Mandiri”.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 3 s/d 4 Nopember 2016 di lapangan Kuruk Setra Desa Pecatu kecamatan Kuta Selatan. Jenis-jenis kegiatan yang dilaksanakan, pameran kuliner dan UKM dari masing-masing Desa/Kelurahan, Gerak jalan santai, pementasan musik, Donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, diteksi dini kanker payudara, pemeriksaan pap smear, pelayanan perekaman E-KTP dan akta Kependudukan, Pelayanan SIM keliling dari Polresta Denpasar, pasar murah dan pementasan wayang joblar. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup Badung I Ketut Suiasa dan Wakil Ketua DPRD I Nyoman Karyana memukul kentongan sebagai tanda dibukanya Pesta Rakyat Kecamatan Kuta Selatan di Lapangan Kuruk Setra, Desa Pecatu.