Wagub Sudikerta Himbau Umat Jalankan Yadnya Berlandaskan Tri Kaya Parisudha

0

BALIPORTALNEWS.COMYadnya merupakan pengorbanan  suci yang dilaksanakan dengan rasa tulus ikhlas dalam kehidupan berlandaskan dharma, sesuai dengan ajaran sastra suci Hindu yang ada (Weda). Namun dalam prakteknya yadnya harus dilakukan dengan menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat agar tidak sampai membebani dan menimbulkan masalah dikemudian hari.

Demikian disampakan Wakil Geburner Bali Ketut Sudikerta saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan Agung dan Pecaruan Panca Kelud di Pura Manik Giri, Banjar Angkeb Canging, Desa Gulingan, Mengwi, Badung pada Rabu (14/9/2016).

Menurut Sudikerta, pelaksanaan yadnya harus dengan "Satya", yang berarti bagaimana pun bentuk dari pelaksana yadnya tersebut agar mengedepankan sikap-sikap kesetiaan, sehingga tujuan dari yadnya bisa tercapai.

"Dalam melaksanakan yadnya, harus dilakukan dengan rasa tulus ikhlas serta dapat dilaksanakan dengan kesederhanaan. Karena pada hakekatnya yadnya yang kita jalankan tidak pernah berhenti dan terus berkesinambungan,” ujar Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, dalam pelaksanaan sebuah yadnya juga harus dibarengi dengan perilaku yang suci berlandaskan Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir yang suci (Manacika), berkata yang benar (Wacika) dan berbuat yang jujur (Kayika). Ketiganya merupakan komponen yang merupakan etika dalam agama Hindu yang akan memberikan tuntunan dan jalan menuju pada kedamaian terhadap yadnya itu sendiri.

“Pelaksanaan Yadnya juga harus berlandaskan Tri Kaya Parisuda yang akan memeberikan tuntunan kepada kita semua untuk menuju kedamaian, karena pada hakekatnya hanya dari adanya pikiran yang benar akan menimbulkan perkataan yang benar sehingga mewujudkan perbuatan yang benar pula,” pungkasnya.

Usai menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan Agung dan Pecaruan Panca Kelud di Pura Manik Giri, Banjar Angkeb Canging, Desa Gulingan, Mengwi, Badung, Wagub Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi Staf Ahli  Nyoman Sujaya juga menghadri Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung di Pura Dalem Wisesa, Banjar Pakraman Kuwum Mambal, Desa Kuwum, Marga, Tabanan. (r/humas pemprov bali/bpn)

Pengurus Persani Badung Dikukuhkan

0

BALIPORTALNEWS.COM – Ketua Umum Pengprov Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Bali, Made Raka, mengukuhkan pengurus kabupaten (pengkab) Persani Kabupaten Badung periode 2016-2020, Selasa (23/8/2016). Pengkab Persani Badung diketuai Komang Dyah Setuti.

Ketum Pengkab Persani Badung Komang Dyah Setuti mengatakan sasaran pertama pihaknya yakni menciptakan pelatih yang handal dengan mengirim pelatih-pelatih senam di kabupaten Badung ke Surabaya. Versinya, meski memiliki atlet, namun tanpa ditunjang pelatih, juga prestasi tidak akan mengikuti  Kemudian sembari berjalan, pihaknya juga menyasar para pelajar khususnya di kabupaten Badung.

‘’Kalau kami lihat, di Badung itu atlet senam sangat ada potensi. Pertama sudah jelas sosialisasi dengan pendekatan ke sekolah-sekolah. Apalagi cabor ini belum begitu diminati,’’ ujarnya.

Sementara Made Raka berpesan kepada pengurus Persani Badung yang baru, bisa bekerja dengan semangat dan berupaya menggali bibit baru, sehingga pembinaan bisa berjalan berkesinambungan. Namun, ia juga mengakui jika olahraga senam khususnya di Bali, dengungnya masih belum ramai didengar.

‘’Kami akui senam belum menjadi idola. Untuk itulah kepada pengurus Persani Badung yang baru tidak pernah menyerah mensosialisasikan serta mengembangkan, agar cabor senam ini bisa diterima dengan baik,’’ ujarnya.

Selain faktor atlet, pihaknya juga terkendala masalah fasilitas yang belum memadai. Bahkan, Denpasar dan Badung yang selama ini menjadi barometer olahraga di Bali juga minim fasilitas, terutama matras penunjang atlet untuk latihan.

Padahal, akui Made Raka, cabor ini sudah dipertandingkan secara resmi di pekan olahraga antarpelajar. (tra/bpn)

 

30 Perbekel/Lurah di Badung Ikuti Workshop Antinarkoba

0

BALIPORTALNEWS.COM – Peran aktif dan keterlibatan elemen masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sangat strategis. Pada Selasa (23/8/2016) bertempat di Ruang Pertemuan Markas PMI Kabupaten Badung, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung melaksanakan kegiatan workshop pemberdayaan masyarakat antinarkoba di lingkungan masyarakat.

Workshop ini diikuti oleh 30 orang perbekel/lurah dari perwakilan 15 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Badung yakni Kelurahan Legian, Kelurahan Seminyak, Kelurahan Tanjung Benoa, Kelurahan Abianbase, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kelurahan Kerobokan Kaja, Desa Pecatu,  Desa Ungasan, Desa Selat, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Desa Sangeh,  Desa Blahkiuh, Desa Carangsari, Desa Getasan dan Desa Mengwi.

Peserta mendapatkan pembekalan materi dari Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Bali mengenai strategi pemberdayaan masyarakat bidang P4GN, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang membawakan materi tentang penyalahgunaan napza dan Kepala BNN Kabupaten Badung dengan materi action plan. Materi ini membekali para peserta untuk dapat mendeteksi awal masyarakat yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba dan bagaiman cara penanganannya serta mampu memberdayakan masyarakat dalam upaya P4GN.

Hasil pemberdayaan masyarakat antinarkoba adalah mengekstensifikasi dan intensifikasi informasi P4GN kepada seluruh lapisan masyarakat, menumbuhkembangkan kepedulian dan kemandirian masyarakat dalam rangka pelaksanaan P4GN, mengembangkan akses layanan rehabilitasi penyalahguna, korban penyalahgunaan dan pecandu narkoba yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa para peserta harus berperan aktif untuk bersama-sama memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang sangat meresahkan kita semua. “Masalah narkoba ini bukan hanya masalah BNN saja, tapi masalah kita semua,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, melalui workshop ini pihaknya berharap adanya kesamaan persepsi dan menciptakan sinergitas antara jajarannya dengan seluruh elemen masyarakat, dalam upaya mewujudkan program P4GN khususnya pada rawan-rawan narkotika di Kabupaten Badung. (r/bpn)

The Spa, Harper Kuta Bali Hotel Perkenalkan Perawatan Facial Baru

0

BALIPORTALNEWS.COM – The Spa dari Harper Kuta perkenalkan tiga perawatan facial baru yang terdiri dari Skin Revitalizing Facial, Botu – Like Anti Aging Facial, dan Aloe Vera Facial.

Menarik bagi para lajang, pasangan atau grup kecil, perawatan ini memberikan manfaat yang luar biasa dan dikombinasikan dengan pilihan manfaat kesehatan kulit dengan suasana yang unik.

Mulai dari Rp 165.000,-nett, para tamu dapat memilih perawatan berdasarkan hasil yang diinginkan.

Skin Revitalizing Facial mengandung ekstrak bio hazel untuk merawat keseimbangan alami minyak pada kulit dan pro vitamin B5 untuk membantu mendapatkan hasil kelembaban kulit yang maksimal.

Botu – like Anti Aging Facial yang mengandung ekstrak rumput laut dan kolagen untuk membantu mengoptimalkan kelembaban dan elastisitas kulit.

Aloe Vera Facial yang mengandung ekstrak lidah buaya dan kolagen sempurna untuk perawatan setelah kegiatan aktivitas di bawah matahari.  

“Kami dengan senang menawarkan tiga perawatan facial kami yang menggunakan bahan – bahan alami untuk mereka yang mencari kesempurnaan kesehatan kulit dan melepaskan stress di The Spa. Biarkan kami manjakan Anda dengan pelayanan yang luar biasa dan membuat liburan Anda mengesankan,’’ ujar Ni Luh Putu Ardina Sloka, Spa Supervisor Harper Kuta Bali Hotel.

Untuk informasi lebih lanjut atau untuk reservasi perawatan silahkan hubungi +623618469869, KutaInfo@HarperHotels.com atau kunjungi www.harperhotels.com. (r/bpn)

Sinergitas Seluruh Komponen Ciptakan Masyarakat Bersinar

0

BALIPORTALNEWS.COM – Permasalahan penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang kompleks, sehingga upaya penanggulangannya harus dilakukan di semua elemen, baik pemerintah dan masyarakat di perkotaan maupun di pedesaan mengingat kejahatan narkoba itu bersifat borderless (tanpa batas). Perkembangan Peredaran Gelap dan Penyalahgunaan Narkoba di Bali dari tahun ke tahun mengalami peningkatan baik kualitas maupun kuantitasnya, sedangkan jumlah aparat yang bertugas untuk menangani masalah penyalahgunaan narkoba sangat terbatas, maka perlu dilakukan suatu upaya untuk memperoleh dukungan dari pihak terkait dengan dilandasi oleh suatu kesepahaman bahwa masalah narkoba.

Dalam rangka membangkitkan dan memotivasi  masyarakat untuk mencegah dan menangkal serta menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah desa atau kelurahan, BNN Kabupaten Badung duduk bersama perwakilan BPMD Pemdes Kabupaten Badung dan perwakilan lurah/perbekel di Kabupaten Badung melaksanakan kegiatan Asistensi dalam rangka Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di lingkungan masyarakat pada Kamis (18/8/2016) bertempat di Ruang Pertemuan Kantor PMI Kabupaten Badung.

Hadir dalam kegiatan tiga narasumber dari BNN Provinsi Bali, BPMD Pemdes Kabupaten Badung dan BNN Kabupaten Badung yang membawakan materi secara panel dengan dilanjutkan diskusi. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan asistensi ini agar peserta mampu menyusun rencana aksi kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayahnya.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan membangun jejaring pembangunan berwawasan anti narkoba di kelompok masyarakat ini mengulas tentang isu-isu penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan masyarakat serta langkah dan upaya yang harus dijalankan oleh lurah dan perbekel untuk menggandeng masyarakat untuk berperan serta dalam upaya P4GN sesuai dengan amanat UU No. 35 Tahun 2009.

Disamping itu juga dibahas mengenai program-program ataupun kegiatan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat  yang efektif dilaksanakan di lingkungan masyarakat guna meningkatkan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan menciptakan imunitas di masyarakat seperti, kepala perbekel/lurah beserta perangkat desa harus memberikan motivasi kepada seluruh potensi masyarakat dan tanggap apabila ada orang asing masuk ke wilayahnya/terjadinya sekelompok orang yang bergerombol. Perketat wilayah batas desa/ kelurahan.

Kedua, gerakan unsur-unsur karang taruna dan perangkat desa/kelurahan untuk membuat kegiatan yang positif. Ketiga, sosialisasi P4GN di lingkungan masyarakat kelurahan/desa diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta seluruh warga masyarakat kelurahan/desa, terutama partisipasi aktifnya dalam kegiatan pencegahan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sesuai ketentuan yang ada.

Dengan adaya kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh stakeholder, instansi pemerintah dan seluruh komponen masyarakat  menyatukan langkah dan menyamakan persepsi untuk menyelamatkan masyarakat  yang merupakan generasi bangsa akan ancaman bahaya narkoba yang semakin marak. 

Sumber : Humas BNN Kabupaten Badung

 

Satukan Langkah Mencegah Narkoba di Dunia Pendidikan

0

BALIPORTALNEWS.COM Pengedar narkoba menjadikan sasarannya tidak pilih kasih. Semua orang bisa menjadi korbannya tidak peduli mereka berpendidikan ataupun tidak berpendidikan. Bahkan, usia anak-anak sekolahpun menjadi target pengedar narkoba. Akhir-akhir ini, kita sering disuguhkan berita-berita tentang masalah narkoba, baik melalui media surat kabar, televisi, radio maupun internet. Betapa maraknya pemakian obat-obatan terlarang saat ini. Bukan tanggung-tanggung korbannya, mulai dari orang-orang terhormat dan berkedudukan sampai kepada anak-anak dan kaum remaja, dari mulai pelosok kota sampai ke pelosok desa. 

Dunia pendidikan sesungguhnya adalah sebuah proses yang sedang mempersiapkan peserta didik menuju Indonesia Emas. Kualitas sumber daya manusia adalah aset berharga,  terutama peserta didik yang akan memasuki usia produktif di tahun 2030. Oleh karenanya seluruh komponen pemerintah dan instansi pendidikan harus menyamakan langkah untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Sejalan dengan hal itu, BNN Kabupaten Badung menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung menggelar kegiatan Asistensi dalam rangka Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan pada Selasa (16/8/2016) yang bertempat di Ruang Pertemuan Markas PMI Kabupaten Badung.

Hadir dalam kegiatan tiga narasumber yakni Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Bali, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.I.P, MM dengan Pembahasan mengenai Rencana dan Strategi bidang P4GN, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, Drs. I Ketut Widia Astika, MM dengan pembahasan materi Peran Disdikpora Kabupaten Badung dalam Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba serta Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini, SH., MH dengan pembahasan megenai Action Plan dalam P4GN di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Badung.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Membangun Jejaring pembangunan Berwawasan Anti Narkoba ini dihadiri oleh 25 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakasek dan guru perwakilan SMA dan SMK se-Kabupaten Badung. Ketiga Narasumber  memaparkan materi secara panel dilanjutkan dengan diskusi yang membahas isu-isu dan permasalahan anak didik yang terindikasi menyalahgunakan narkoba di wilayah Kabupaten Badung.

Diskusi juga menyinggung mengenai rencana aksi dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan yang salah satunya dengan komitmen dari pengajar untuk selalu mengingatkan peserta didik akan bahaya narkoba.

Dengan adaya kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh elemen menyatukan langkah dan menyamakan persepsi untuk menyelamatkan peserta didik yang merupakan generasi bangsa akan ancaman bahaya narkoba yang semakin marak.

Sumber : BNN Kabupaten Badung

 

Gubernur Pastika Apresiasi Pelaksanaan Upacara Massal yang Sederhana

0

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi rangkaian pelaksanaan upacara keagamaan yang dilaksanakan secara massal, Ia menilai upacara agama secara massal merupakan bentuk yadnya  yang sederhana yang dilaksanakan bersama-sama secara bergotong royong dilandasi perasaan suka cita, dan niat suci tulus ikhlas, serta tidak menghabiskan biaya yang besar, namun nilainya utama dan tetap berdasarkan sesana serta ajaran agama.

Menurut Pastika hal ini jauh  lebih baik daripada satu upacara dilaksanakan secara besar-besaran namun diakhir upacara meninggalkan hutang. Lebih jauh Pastika mengharapkan di era saat ini masyarakat Bali sudah sepatutnya meningkatkan pelaksanaan upacara keagamaan secara bersama-sama sesuai konsep hidup masyarakat Bali sagilik saguluk, paras paros atas dasar menyama beraya. Demikian disampaikan Gubernur Bali saat menghadiri rangkaian upacara Pitra Yadnya di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Selasa (16/8/2016).

“Masyarakat jangan merasa berkecil hati baru melaksanakan upacara secara bersama-sama, karena jika melaksanakan upacara sederhana namun didasari niat yang lascarya itu merupakan yang utama. Dan kalau saya berpikir saat kita hidup saja tidak bisa sendiri, jika leluhur saat diupacarai dalam rangkaian Pitra Yadnya secara bersama-sama, tentunya arwah leluhur bisa berjalan bersama-sama pula saat menuju swarga loka,” ujar Pastika.

Gubernur Pastika yang kala itu di dampingi Wagub Ketut Sudikerta, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Bali I Ketut Wija, dan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, lebih jauh menyatakan melaksanakan upacara Pitra Yadnya dan rangkaiannya bagi arwah leluhur merupakan satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali sebagai bentuk bhakti, penghormatan dan membalas hutang sebagai anak yang telah dibesarkan oleh para leluhur sesuai ajaran Tri Rna.

Oleh karena itu, walaupun dilaksanakan secara bersama-sama, setiap peserta wajib berperan serta menyumbangkan materi, biaya, ataupun tenaga secara tulus ikhlas. Tak hanya itu, Gubernur Pastika pun mengapresiasi langkah desa adat Pecatu yang sudah mampu menyelenggarakan upacara massal tersebut, terlebih melalui pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa setempat sudah mampu menjadi sumber dana utama berlangsungnya upacara tersebut yang memberikan keringanan yang teramat sangat bagi warganya. 

Sementara itu Kelian Adat Desa Pecatu, I Made Sumerta menyatakan upacara yang dilaksanakan hari ini yakni upacara Mepada dan Purwa Daksina, sebagai rangkaian upacara ngaben yang sudah dilaksanakan pada tanggal 5 AGustus 2016. Ia juga memaparkan upacara ngaben tersebut diikuti 147 sawa, nglungahang sebanyak 23, dan langsir sebanyak 39.

Selain itu, upacara juga dirangkaikan dengan upacara 3 bulanan yang diikuti 525 orang, dan tentunya dengan biaya yang sangat irit pula yakni sebesar 450 ribu, dari awalnya diperkirakan per orang jika melaksanakan secara individu akan menelan biaya sebesar 12,5 juta.  Untuk pelaksanaan upacara ngaben, Ia menjelaskan desa adat Pecatu melalui LPD yang inovatif menyelenggarakan program Nyidang Ngaben, yakni bagi warga Pecatu yang sudah memiliki saldo tabungan minimum sebesar 200 ribu dalam jangka waktu 3 bulan berturut-turut sudah bisa ikut upacara Pitra Yadnya Massal.

Dengan syarat tersebut, setiap warga yang ikut akan mendapatkan subsidi sebesar total 6,5 juta, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan urunan. Kekurangan-kekurangan biaya pun tetap diambilkan dari kas desa adat maupun punia-punia. Pelaksanaan upacara massal tersebut menurutnya merupakan yang keempat kalinya, sejak dimulai pertama kali pada tahun 2006.

Upacara Purwa Daksina kala itu dipuput oleh Pandita Ida Pedanda Gede Oka Arga dari Gria Gede Kelodan, Kesiman.  

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Gubernur Pastika Respon Cepat Berita KK Miskin dan Penahanan Jenazah di RS Mangusada Badung

0

BALIPORTALNEWS.COMMenanggapi laporan dari netizen di media sosial tentang keluarga miskin di Desa Belok Sidan, Petang, Badung, Gubernur Bali Made Mangku Pastika segera mengutus tim Humas Pemprov Bali untuk meninjau langsung sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga tersebut, Selasa (16/8/2016).

Adalah Wayan Niranjana beserta istrinya Ketut Ariani yang tinggal di rumah sangat sederhana bersama kedua anaknya. Berdasarkan pemantauan, rumah keluarga tersebut memang termasuk sangat sederhana namun bukan tergolong tidak layak huni.

Rumah keluarga tersebut telah berlantaikan keramik dan tembok, sementara yang diunggah netizen di medsos adalah kondisi dapur mereka yang memang tidak permanen. Untuk biaya hidup sehari-hari, keluarganya hanya menggantungkan dari penghasilan suaminya sebagai petani di lahan sendiri merangkap buruh tani di sawah dan tegalan milik orang lain.

Menurut pengakuan Kepala Dusun Wayan Suwitra, warganya tersebut sudah pernah mendapatkan bantuan berupa rehab rumah dari pemerintah Kabupaten Badung sebesar 4 juta rupiah, dan sempat diusahakan agar mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali, namun terhalang karena sudah pernah menerima bantuan. Sementara secara rutin keluarga Wayan Niranjana sudah mendapatkan bantuan beras miskin.

Sementara Perbekel Belok Sidan, Wayan Rumawan menyatakan jika terdapat 60 KK dari 3.000 KK di desanya yang termasuk warga kurang mampu. Dan Wayan Niranjana merupakan salah satunya. Dia juga menjelaskan jika kriteria KK miskin di kabupaten Badung berbeda dengan kabupaten lainnya, sehingga kebanyakan usulan bantuan ke provinsi idak menjadi prioritas.

Akan tetapi, secara kontinyu pihaknya tetap mengusahakan bantuan bagi keluarga tersebut. Dalam kesempatan itu, tim Humas menyerahkan bantuan Gubernur berupa beras dan uang tunai, sementara untuk bantuan tahap selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak pemkab Badung dan instansi terkait, mengingat kondisi riil keluarga Wayan Niranjana tidak termasuk penerima bantuan prioritas dari provinsi.

Dalam hari yang sama, tim Humas juga berkesempatan menyambangi RS Mangusada, Badung dalam rangka menindaklanjuti pengaduan seorang netizen terkait penahanan jenazah. Setelah melakukan pengecekan dan bertemu langsung dengan Kepala Bidang Pelayanan, dr. Made Nurija, diketahui jika tidak ada penahanan jenazah, yang ada hanya masalah keluarga.

Menurut penuturan dr. Nurija terjadi miskomunikasi antara yang mengaku istri beserta keluarga pria yang diketahui berasal dari Jakarta tersebut. “Memang selama dua hari terjadi perdebatan tentang siapa yang akan bertanggung jawab memakamkan dan menggunakan ritual agama apa, karena mengingat suami istri tersebut menganut keyakinan yang berbeda,” tuturnya.

Namun, setelah melakukan diskusi secara kekeluargaan dan dengan difasilitasi oleh pihak RS juga, hal itu telah diselesaikan dan jenazah sudah diberangkatkan ke tanah asalnya untuk dimakamkan.

Melalui kesempatan itu, dr. Made Nurija mengharapkan kesalahpahaman ini bisa diluruskan terutama kepada netizen sudah terlanjur membagikan berita tersebut, sehingga tidak ada berita simpang siur lagi apalagi hal seperti ini juga menyangkut nama baik dan kredibelitas rumah sakit itu sendiri. 

Sumber : Humas Pemprov Bali

 

Paiketan Puri se-Bali Hadiri Pembukaan OWHC

0

BALIPORTALNEWS.COMPelaksanaan Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage Cities (OWHC) Asia Pasifik dimana Kota Denpasar selaku tuan rumah agenda tahunan ini mendapat dukungan dari  Paiketan Puri-Puri se Bali.

Beberapa Raja atau Penglingsir Puri tampak hadir seperti Ida Dalem Semara Putra penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Agra Pemayun Puri Girinatha Payangan, AA Ngurah Putra Dharmanuraga Puri Pemecutan Badung, AA N Panji Astika Puri Anom Tabanan, AA Gde Eka Putra Puri Kilian Bangli, AA Gde Bharata puri Agung Gianyar, AA Ngurah Joko Pratidnya Puri Jro Kuta, Tjokorda Putra Sukawati Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Nindya Puri Peliatan dan Kanjeng Harri Djojonegoro Keraton Surakarta.

Kehadiran para penglingsir puri ini memberikan suatu nilai tambah terhadap pelaksanaan konfrensi OWHC ini yang baru pertama kali dilaksanakan di Bali, karena dengan dukungan dan kehadiran para penglingsir puri menandakan hubungan yang sangat harmonis antara pemerintah dengan puri. Sekretaris Paiketan Puri se Bali AAN Putra Dharmanuraga ditemui disela-sela konfrensi mengatakan pertemuan OWHC ini di Denpasar merupakan suatu kehormatan bahwa keberadaan puri puri masihdiakui keberadaaan.

“Ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Puri-Puri yang ada di Bali masih sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan yang menjadi warisan pusaka yang adiluhung. Kami melihat betapa pentingnya pelestarian budaya dan pusaka masa lalu, dengan demikian generasi muda memahami bagaimana harmonisasi kehidupan masa lalu dan masa kini,” kata Dharmanuraga. Ia melihat komitmen dari walikota Denpasar untuk melestarikan warisan budaya dan pusaka ini sangat kuat.

“Walaupun merupakan daerah perkotaan yang cendrung dngan budaya modern namun dengan program yang jelas dan komitmen kuat dari Walikota menjadikan Denpasar mampu bertahan dengan identitas budya Bali yang kuat, ini hendakna dijadikan contoh bagi daerah lainnya bagaimana upaya untuk melestarikan budaya dan warasanpusaka,” katanya.

Sementara Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih dan apreasiasi dengan dukungan dari paiketan Puri se Bali. Rai Mantra mengakui bahwa perkembangan budaya dan pelestarian warisan pusaka di Kota Denpasar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan puri. “Kedepan hubungan dan kerjasama yg harmonis antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Puri puri bisa lebih ditingkatkan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan warisa pusaka ini,” kata Rai Mantra.

Selebihnya putra mantan Gubernur Bali IB Mantra mengatakan upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan pusaka akan senantiasa melibatkan puri serta kalangan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema konferensi OWHC tahun ini yakni memperkuat pelibatan dan membangun jaringan pemuda di kawasan asia pasific.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar