Oplosan
Awas Gas Oplosan! Polres Badung Berhasil Ungkap Sejumlah Kasusnya. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kepolisian Resor (Polres) Badung kembali mengungkap sejumlah kasus kriminal, yang kali ini melibatkan 13 orang tersangka dari hasil penangkapan yang dilakukan oleh Satreskrim Polsek Kuta Utara, Polsek Mengwi, dan Polsek Abiansemal, yang masuk dalam wilayah hukum Polres Badung.

Dalam rilis kasus yang digelar pada Rabu (21/9/2022) bertempat di halaman Markas Komando (Mako) Polres Badung, Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes kepada awak media mengungkapkan, ada total 13 tersangka yang berhasil diamankan Polsek jajaran dan Polres Badung dan merupakan tangkapan beberapa kasus kriminal, diantaranya 3 kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dan 1 kasus pengoplosan gas, kemudian ada tangkapan dari Polsek Abiansemal dengan 1 kasus Pencurian Biasa (Cusa) dan 1 kasus pengoplosan gas, lanjut Polsek Mengwi dengan 4 kasus Curat dan tangkapan Polsek Kuta Utara dengan 1 kasus Cusa, 1 kasus Curat dan 1 kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas).

Baca Juga :  331 Orang Calon Jamaah Haji Denpasar Dilepas

“Kasus pencurian ini modus operandinya merusak pintu atau merusak kunci dan jendela, dan ada beberapa tempat tempat usaha seperti laundry, tempat tempat bisnis kos kosan dan ada yang memang residivis mengulang mengulang dan kemudian melakukan kejahatan di beberapa tempat,” kata AKBP Leo Dedy Defretes.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, khusus untuk kasus dengan tersangka pelaku pengoplosan gas, modus operandi yang digunakan tersangka adalah dengan cara memindahkan isian gas tabung dari ukuran 3 kg ke dalam tabung isian 12 kg menggunakan alat stik dan dibantu balok es untuk mempermudah pemindahan isian gas tersebut, yang selanjutnya pelaku menjualnya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk mengelabui petugas.

Baca Juga :  Denpasar Raih Dua Penghargaan Layak Pemuda 2018

“Tersangka pengoplosan gas dikenakan Pasal 55 undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun,” terangnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini