29 C
Denpasar
Minggu, 23 September 2018

Job Matching SMKN 1 Denpasar Libatkan 41 Dunia Usaha/Industri

BALIPORTALNEWS.COM – Job Matching yang diselenggarakan SMKN 1 Denpasar selama dua hari yakni Rabu-Kamis (21-22/9/2016) melibatkan 41 dunia industri di antaranya bidang otomotif, pariwisata, mesin, jasa perbankan, kesehatan dan empat perusahan yang merupakan alumni SMKN 1 Denpasar yaitu bidang kontraktor bangunan, otomotif, komputer dan perbankan.

Kepala SMKN 1 Denpasar, Ketut Suparsa, ST., MT., menjelaskan, job matching ini diselenggarakan untuk melakukan pemasaran tamatan siswa SMK kepada dunia usaha dan dunia industri yang ada. Disamping itu meningkatkan kerjasama, mempertemukan dunia usaha dan dunia industri dengan lulusan SMK.

‘’Bagi lulusan SMK se-Bali yang ingin mendapatkan informasi tentang rekrutmen tenaga kerja, silahkan datang ke SMKN 1 Denpasar selama pelaksanaan Job Matching,’’ ujar Suparsa.

Ketua Panitia Dra. Desak Made Rai, M.Pd., menambahkan, terkait pelaksanaan Job Matching juga diselenggarakan seminar nasional mengambil tema ‘’Melalui peningkatan kompetensi, kreativitas dan inovasi SMK dalam menghadapi tantangan kesejagatan’’. Seminar diikuti oleh BKK SMKN 1, 2 dan 3 Denpasar, serta guru, manajemen sekolah, serta kepala SMK se-Kota Denpasar dengan jumlah peserta 200 orang.

Seminar menghadirkan narasumber Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bali dan Direktur PSMK. Pelaksanaan Job Matching juga sekaligus mengisi kegiatan HUT ke-54 SMKN 1 Denpasar yang puncaknya dilaksanakan 24 September 2016. Kegiatan HUT juga diisi dengan berbagai lomba akademis, non akademis dan pameran hasil karya siswa. (tis/bpn)

Walikota Rai Mantra Buka Job Matching SMKN 1 Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra membuka job matching yang diselenggarakan SMKN 1 Denpasar, Rabu (21/9/2016). Job Matching yang diselenggarakan selama dua hari hingga, Kamis (22/9/2016) melibatkan 41 dunia industri di antaranya bidang otomotif, pariwisata, mesin, jasa perbankan, kesehatan dan empat perusahan yang merupakan alumni SMKN 1 Denpasar.

Kepala SMKN 1 Denpasar, Ketut Suparsa, ST., MT., menjelaskan, job matching ini diselenggarakan untuk melakukan pemasaran tamatan siswa SMK kepada dunia usaha dan dunia industri yang ada. Disamping itu meningkatkan kerjasama, mempertemukan dunia usaha dan dunia industri dengan lulusan SMK.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Walikota Rai Mantra yang terus memberikan suport dalam kemajuan pendidikan SMK yang mampu berkompetisi diberbagai bidang usaha nantinya,” ujar Suparsa didampingi Ketua Panitia Dra. Desak Made Rai, M.Pd.

Kasi Kerjasama Industri Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Yuliati Sri Nurhidayati, yang hadir diacara pembukaan mengatakan, job matching ini adalah salah satu program Direktorat Pembinaan SMK tahun 2016 yang dilaksanakan di 34 SMK tersebar di beberapa provinsi. Secara umum, program ini bertujuan untuk mempertemukan tamatan SMK dengan dunia usaha/industri yang memerlukan tenaga kerja tingkat menengah.

Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra sangat salut dan memuji suksesnya job matching SMKN 1 Denpasar. Bahkan sebelum membuka job matching, Rai Mantra tampak berbincang serius dengan siswa SMKN 1 Denpasar yang menciptakan sebuah program zona magang.

Program aplikasi android ini dengan fitur aplikasi pencarian industri magang, cek kuota industri, lihat info industri dan tentukan tempat interview diapresiasi Walikota Rai Mantra dan akan segera melakukan kerjasama  untuk dapat menggabungkan program zona magang ini dengan program pengaduan rakyat online (Pro) Denpasar.

“Job Matching sangat tepat dilaksanakan dalam era kompetensi saat ini, seperti aplikasi zona magang menjadi sebuah inovasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Walikota Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan job matching sebagai sebuah langkah marketing dan kompetensi serta menciptakan whole menejemen school (melibatkan seluruh civitas sekolah, pemerintah dan dunia usaha) bagi siswa SMK oleh para guru yang tidak hanya memberikan pendidikan, namun mampu melakukan pemasaran dan advertaising inovasi karya siswa. Disamping itu job matching juga membuka peluang kepada para siswa dengan tujuan yang disasar untuk pencapaian goal program pendidikan SMK yakni bekerja, wirausaha dan studi lanjut.

‘’Ini juga membantu pemerintah dalam membuat program menekan angka pengangguran dengan keahlian SMK yang telah memiliki kompetensi memasuki dunia kerja kedepan. Tentu ini tak terlepas dari visi dan misi Pemkot Denpasar dalam mewujudkan Denpasar Kota Kompeten dengan goal program membawa pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar yang berkualitas,’’ pungkas Rai Mantra. (tis/bpn)

Wagub Sudikerta  Minta SMK Tingkatkan Kualitas melalui Pengembangan Potensi Siswa

BALIPORTALNEWS.COMMengelola Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) merupakan pekerjaan yang menuntut adanya perubahan paradigma manajemen, mengingat apa yang harus dihasilkan SMK adalah tamatan yang memiliki tiga tuntutan dasar, yaitu relevansi yang tinggi dengan kebutuhan pasar kerja, mampu meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan menciptakan lapangan kerja dengan berwiraswasta.

Untuk itu seluruh SMK yang ada di Bali harus mampu meningkatkan kualitas mutu pendidikannya melalui mengembangkan potensi ketrampilan yang dimiliki oleh siswa-siswi SMK. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membuka acara Uji Sertifikasi Microsoft Office di SMK PGRI 2 Badung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Selasa (20/9/2016).

Lebih lanjut, Sudikerta mengungkapkan bahwa dalam proses pendidikan kejuruan perlu ditanamkan kepada siswa pentingnya penguasaan pengetahuan dan teknologi, ketrampilan bekerja, sikap mandiri, efektif dan efisien serta keinginan sukses dalam kariernya. Selain itu, pencapaian standar kualifikasi akademik dan penguasaan kompetensi khususnya di bidang teknologi dibuktikan melalui sertifikat profesi yang diperoleh melalui program sertifikasi.

Dengan kata lain, sertifikasi adalah proses untuk mengukur dan menilai pencapaian kualifikasi akademik dan kompetensi minimal yang dicapai oleh seorang siswa kejuruan maupun para guru. Guru profesional yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang memenuhi standar akan mampu mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Oleh karena itu, Sudikerta mengapresiasi kegiatan Uji Sertifikasi Mecrosoft Office yang ditujukan untuk para siswa dan guru di SMK PGRI 2 Badung tersebut. Menurutnya, kegiatan itu merupakan salah satu langkah positif dalam membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan. “Saya harap semakin banyak kegiatan semacam ini dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga yang peduli terhadap pendidikan akan sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan di Bali khususnya terlebih dalam menghadapi persaingan Global saat ini”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Badung I Gusti Ketut Sukadana, mengungkapkan bahwa dalam memperoleh sertifikat sertifikasi maka para guru maupun siswa harus terlebih dahulu diuji kompetensinya melalui para asesor yang ahli dalam bidangnya.

Dalam hal ini, pihaknya disponsori oleh Sudikerta Leadhership dalam mendatangkan asesor-asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta Lembaga Sertifikasi Profesi Komputer TUK Media Bali, untuk mengasesi 56 Guru dan 220 siswa SMK PGRI 2 Badung. Ia berharap dengan hasil sertifikasi yang dimiliki oleh masing-masing guru dan siswa akan lebih meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di sekolah tersebut.

Terlebih, sertifikat tersebut akan sangat membantu para siswa nantinya pada saat mereka mencari pekerjaan, karena saat ini selain dibutuhkan keahlihan dalam bidang teknologi juga harus melampirkan bukti fisik sertifikasi keahlian sebagai penunjangnya.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatangan memorandum of Understanding (MoU) oleh SMK PGRI 2 Badung dengan Sudikerta Leadhership terkait kerjasama lebih lanjut dibidang otomotif dan teknologi,  serta beberapa asesor lainnya seperti  PT. Bumi Bali Sakti dan CV IDS untuk kerjasama Teknologi Web RTC ( Ujian Nasional berbasis Komputer).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali serta Kabupaten Badung, Para Kepala Sekolah SMA/SMK di Kabupaten Badung serta undangan lainnya. (r/humas pemprov bali/bpn)

SMP PGRI 9 Denpasar Studi Banding ke Thailand

BALIPORTALNEWS.COM – Selama empat hari, SMP PGRI 9 Denpasar mengadakan studi banding ke Thailand, Bangkok. Rombongan dipimpin Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. AA Ketut Sumitra, M.M., M.Si., dan diikuti 52 guru dan pegawai.

Studi banding yang juga diikuti Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, Bendahara YPLP PGRI Kota Denpasar, Made Rumpiuk, pembina SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. Ketut Sukartha, M.Si., Ketua Komite Made Tri Sadhu Arda, S.H., serta Korwas Dra. Nyoman Kartiniasih, mengunjungi Matthayom Watnairong School. Lembaga pendidikan ini terdepan di Tailand, Bangkok dengan english program school dan banyak menerima siswa asing.

Rombongan yang di-handle Bali Permata Tour juga diajak berwisata.

Agung Sumitra menegaskan, studi banding ini ke luar negeri merupakan program empat tahunan SMP PGRI 9 Denpasar bertujuan untuk membuka cakrawala guru dan menambah wawasan guru membangun sekolah berkualitas. Rombongan SMP PGRI 9 Denpasar diterima Wakil Kepala Sekolah Matthayom Watnairong School, Rawikarn Bunyarid yang menyambut positif studi banding yang dilaksanakan SMP PGRI 9 Denpasar.

Di sekolah ini, rombongan SMP PGRI 9 Denpasar diterima hampir empat jam dengan suasana hangat oleh guru dan siswa. Rombongan dari Bali ini banyak mendapat inspirasi manajemen sekolah hingga menjadi sekolah berprestasi namun tetap mengedepankan pendidikan karakter dan sopan santun.

AA Ketut Sumitra yang pengelingsir Puri Padang Luwih Dalung yang druwe Puri Mengwi ini mengaku terkesan dengan budaya hidup bersih dan keunggulan program bahasa Inggris yang diterapkan di Matthayom Watnairong School. ‘’Budaya hidup bersih dan keunggulan bahasa Inggris yang dikembangkan di sekolah itu bisa kita tiru dan kembangkan di Denpasar. Sementara sarana-prasarana pendidikan jangan ditanya lagi. Mereka sepenuhnya sudah mengembangkan kegiatan belajar-mengajar berbasiskan IT yang serba canggih, tapi tak melupakan budaya lokal,’’ katanya.

Kata Agung Sumitra, lingkungan sekolah serta ruang kelas yang sangat nyaman, tenang dan bersih sehingga suasana yang representatif itu sangat membantu siswa dalam menyerap materi pelajaran. Termasuk ruang kepala sekolah dilengkapi ruang istirahat, kamar mandi berkelas hotel dan sarana lain. Demikian pula dengan ruang perpustakaan dan kantin sekolah ditata dengan apik.

Hal lain yang bisa ditiru adalah mengembangkan klub bahasa Inggris. Jika selama ini hanya siswa yang mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, untuk ke depan seluruh guru SMP PGRI 9 Denpasar juga akan dikursuskan bahasa Inggris secara gratis. Ini ia sebut sebagai bekal menghadapi persaingan di era global.

Agung Sumitra menegaskan, SMP PGRI 9 Denpasar berkomitmen memberikan model pelayanan berkualitas. Siswa dididik secara akademis dan berkarakter dengan pelayanan penuh kasih sayang. Ini ia sebut pelayanan dari hati ke hati, bukan dengan cara kekerasan.

Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., menyambut positif studi banding yang dilaksanakan SMP PGRI 9 Denpasar dan memuji kekompakan guru. Dengan begitu sekolah punya pengalaman, mampu meningkatkan disiplin serta mutu pendididikan maupun SDM guru. Bahkan Madiadnyana mendorong sekolah PGRI lain meniru langkah SMP PGRI 9 Denpasar meningkatkan kualitas dengan mengadakan studi komparasi ke luar negeri. (tis/bpn)

Permen Larangan Siswa Bawa HP ke Sekolah Segera Disahkan, Disdikpora Sambut Positif

BALIPORTALNEWS.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI akan segera mengesahkan peraturan menteri (Permen) melarang pelajar membawa handphone (HP) ke sekolah. Wacana ini muncul karena ditemukan banyak dampak negatif terjadi.

“Jika diterapkan tentu bakal menjadi peraturan yang positif. Kita dukung upaya-upaya seperti itu,” kata Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, Senin (12/9/2016).

Menurut Supartha, HP di sisi lain memang kebutuhan seseorang untuk mempermudah komunikasi. Tapi kaum muda zaman sekarang justru menyalah gunakan. Termasuk bagi para anak didik di sekolah.

Sebab, sekarang ini bukan hanya siswa SMP atau SMA yang mulai memainkan alat komunikasi itu. Siswa yang duduk di bangku SD, bahkan anak-anak TK juga sekarang sudah mulai terbiasa membawa HP genggam.

Parahnya lagi, bagi HP yang memiliki kelebihan. Bisa intertetan dan kecanggihan lain dimiliki. Dampak negatifnya, HP bagi anak-anak akan memberi peluang membuka situs yang seharusnya mereka tidak tahu. Seperti, membuka vidio porno dan situs berbahaya lainnya.

‘’Akibatnya, gara-gara kecanduan memainkan handphone anak kurang semangat lagi untuk belajar, dan mereka (siswa) asyik dengan temen kecilnya (handphone),’’ ujar Supartha.

Dari segi sosial, keranjingan handphone ini menimbulkan pergeseran nilai-nilai sosial di masyarakat. Interaksi sosial makin berkurang sehingga akan cenderung melahirkan generasi yang individualis.

Supartha mengungkapkan, meskipun permen belum terealisasi, sejumlah sekolah di Kota Denpasar sejatinya sudah menerapkan larangan membawa HP ke sekolah. Tapi sayangnya, aturan ini tidak berjalan baik karena memang tidak ada aturan kuat yang melarang. Setiap ada razia dari para dewan guru dengan mudah dan pintar siswa ini menyembunyikan HP mereka.

Dengan akan disahkan Permen larangan bawa HP ke sekolah, ia berharap peserta didik akan fokus untuk melakukan proses pembelajaran. ‘’Mudah-mudahan dengan keluarnya peraturan menteri terkait larangan membawa handphone ke sekolah, aturan di sekolah lebih kuat. Yang penting sekarang bagaimana aturan itu diterapkan secara konsekuen dan konsisten,’’ pungkasnya. (tis/bpn)

Universitas Tottori Jepang Jalin Kerjasama dengan Unud, Mohon Restu Pemkot Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar telah memiliki hubungan kerjasama dengan Negara Jepang di bidang pariwisata. Kini Universitas Tottori  di Jepang kembali menjalin kerjasama dengan Universitas Udayana terkait pendidikan.

Dengan kerjasama ini Universitas Udayana dan Universitas Tottori bisa saling interaksi secara berkesinambungan. ‘’Untuk meresmikan kerjasama ini waktu dekan ini Universitas Udayana dan Universitas Tottori akan mengadakan MOU,’’ ungkap Dosen Universitas Tottori Joji Sugimoto yang diterjemahkan oleh Penanggung Jawab Mataken Gakko sekaligus Sesepuh Pasemetonan Fukuoka Denpasar I Gusti Kompiang Pujawan saat beraudensi dengan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (9/9/2016).

Untuk memperlancar kerjasama itu pihak Tottori  meminta doa restu Walikota Denpasar, Wakil Walikota dan Sekda Kota Denpasar. Ia mengaku Mataken Gakko juga siap memfasilitasi. Dimana sebelumnya Mataken Gakko telah menjalin hubungan selama 11 tahun dengan Universitas Tottori. Sedangkan hubungan Mataken Gakko dengan Negara Jepang telah terjalin selama 40 tahun lebih.

Tidak hanya, agar masyarakat Bali khususnya Denpasar bisa berbahasa Jepang Universitas Tottori selalu mengirim mahasiswa untuk mengajar bahasa Jepang di lembaga kursus bahasa Jepang di Bali yang bernama Mataken Gakko  secara gratis.

Kali ini Universitas Tottori mengirim empat mahasiswa yakni Yuki Koike, Ryutaro Tatsumi, Yuzaki Takami, dan Yukine Hirose  untuk mengajar bahasa Jepang di Mataken Gakko. Dari empat mahasiswa itu, Yuki Koike mendapat beasiswa untuk mengajar kursus bahasa Jepang selama 5 bulan di Mataken Gakko sedangkan yang lainnya hanya mengajar sebelas hari.

Pujawan juga mengaku meskipun secara singkat di Bali tapi mereka sangat senang bisa mengajar siswa Mataken Gakko. Selain mengajar Bahas Jepang, Bali sangat menarik dan mendunia, terutama pariwisata untuk dikunjungi.

Sementara Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara sangat mengapresiasi kerjasama yang akan dijalin Universitas Udayana dan Universitas Tottori Jepang. Dimana sebelumnya Pemerintah Kota Denpasar juga telah menjalin hubungan kerjasama dengan Jepang.

Salah satu bukti nyata dengan mendirikan Pasemetonan Fukuoka Denpasar. Untuk itu Pemkot Denpasar berharap kerjasama berkesinambungan tetap terjalin.

Menurut Rai Iswara dalam prosesi pembangunan itu kita tidak boleh menutup diri, dengan keterbukaan, baik melalui pendidikan, budaya maupun teknologi dan lainnya. ‘’Kita membutuhkan suatu kerjasama yang terus menerus, maka dari itu kami menyambut baik serta perlu membuat suatu payung berupa MOU,’’ ujarnya.

Mudah-mudahan ke depan tidak hanya bekerjasama di bidang pendidikan tetapi juga bekerjasama  secara menyeluruh. Karena Denpasar memiliki budaya, tata ruang, IT, pendidikan, kesehatan,  mudah-mudahan kedepan bisa kerjasama dibidang tersebut, tentunya diawali kerjasama dalam pendidikan ini. (ayu/humas pemkot dps/tis/bpn)

Mahasiswa Tottory University Jepang Kagum dengan Lingkungan SMAN 8 Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa dari Tottory University Jepang, Jumat (9/9/2016) mengunjungi SMAN 8 Denpasar (Smapan).

Kedatangan rombongan mahasiswa yang dipimpin Mr. Joji Sugimoto disambut hangat Kepala SMAN 8 Denpasar, Drs. Ida Bagus Ngurah, M.Si., didampingi Wakasek Kurikulum, Drs. Wayan Subaga dan Wakasek Kesiswaan I Wayan Tisnawan, S.Pd., serta para guru dan pengurus OSIS. Turut mendampingi Wakil Ketua Dewan Pendidikan Denpasar, Gusti Kompyang Pujawan.

Dalam sambutannya, Mr. Joji Sugimoto juga sempat berbicara dalam bahasa Indonesia saat memperkenalkan diri. Mr. Joji Sugimoto merasa senang diterima dengan hangat dan penuh kekeluargaan di SMAN 8 Denpasar. Ia juga mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan.

Dia banyak mendengar SMAN 8 Denpasar unggul dalam pendidikan karakter dan budaya Bali.  Berbagai prestasi diukir civitas akademika SMAN 8 Denpasar. Bahkan kini sekolah ini disiapkan sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional.

Dia mengaku kagum dengan lingkungan sekolah yang asri dan memiliki Hutan Taksila yang menjadi kawasan laboratorium terbuka. Dia juga berpesan kepada siswa SMAN 8 Denpasar selain  menuntut ilmu yang tinggi juga jangan lupa belajar dan melestarikan kebudayaan.

Inilah yang dia katakan sebuah pendidikan yang baik. Di SMAN 8 Denpasar dia menemukan kesamaan antara Jepang dan Bali.

Kepala SMAN 8 Denpasar, Ida Bagus Ngurah, menyatakan rasa bangga dan terima kasihnya Joji Sugimoto dan rombongan mahasiswa Tottory University Jepang memilih SMAN 8 Denpasar sebagai salah satu objek kunjungannya selama di Bali. Kunjungan ini merupakan motivasi bagi SMAN 8 Denpasar untuk lebih maju seperti sekolah-sekolah di Jepang.

Ia mengatakan SMAN 8 Denpasar banyak menggalang kerjasama  dengan sekolah di Jepang. Dengan kunjungan mahasiswa Tottory University Jepang ini, SMAN 8 Denpasar makin mantap menjalin sister school dengan sekolah di Jepang.

Kunjungan ini, kata dia, juga upaya meningkatkan hubungan RI- Jepang. Ida Bagus Ngurah mengatakan kunjungan singkat  mahasiswa Tottory University Jepang ini banyak membawa manfaat bagi SMAN 8 Denpasar, Bali dan Indonesia. (tis/bpn)

Perayaan Ultah, dari Tradisi Eropa yang Kini Mendunia

BALIPORTALNEWS.COM – ULANG TAHUN adalah momen spesial untuk setiap orang. Di setiap tahun tentunya seseorang akan mengingat berapa umur yang telah dilewati dan berapa kini umurnya.

Ultah dikenal sebagai peringatan tanggal kelahiran yang dirayakan penuh kebahagiaan. Biasanya dengan merayakan dan mengundang keluarga, teman, dan lain sebagainya.

Sekarang ini orang tua sudah membiasakan sejak dini anaknya berulang tahun.  Setiap tahun wajib dirayakan.  Sehingga ultah di usia yang spesial, misalnya ulang tahun yang ke-17 atau ke-21 akan dirayakan secara meriah.

Hal ini pula sudah ada dibenak remaja bahwa jika menjelang usianya yang ke-17 maka siswa sudah mempunyai planning untuk merayakan ultahnya. Bahkan jika ada dana lebih, ultah akan menghabiskan dana sampai jutaan rupiah.  Hal ini tentu tidak menjadi masalah jika mempunyai dana yang lebih.

Kini, hari ultah itu sudah dianggap sebagai hari spesial di setiap tahun. Sebenarnya, tradisi perayaan ultah sudah ada di Eropa sejak berabad-abad silam. Orang-orang zaman itu percaya, jika seseorang berulang tahun, setan-setan berduyun-duyun mendatanginya dan mengganggunya.

Nah, untuk melindunginya dari gangguan para makhluk jahat tersebut, keluarga dan kerabat pun diundang untuk menemani, sekaligus membacakan doa dan puji-pujian bagi yang berulang tahun. Pemberian kado atau bingkisan juga dipercaya akan menciptakan suasana gembira yang akan membuat para setan berpikir ulang ketika hendak mendatangi orang yang berultah. Ini memang warisan zaman kegelapan Eropa.

Dari tradisi Eropa, perayaan  ultah kini sudah mendunia. Bahkan  tidak dipungkiri  lagi hari ultah telah menjadi gaya hidup (life style) sendiri di masyarakat untuk dirayakan. Orang yang merayakan ultah dianggap orang yang modern dan sebaliknya yang tidak dianggap kuno.

Perayaannya pun sama dengan gaya Eropa yaitu dengan mengundang keluarga, teman, dan lain sebagainya untuk ikut mendoakan orang yang berultah dan tidak lupa pula membawa kado sebagai hadiah kepada yang ultah. Tetapi perayaannya kini lebih modern. Perayaannya tidak hanya di rumah kini ada  juga yang merayakan di restoran-restoran bahkan di hotel.

Tentu maksud dari perayaan ultah sendiri bermakna baik, yaitu mendoakan yang berulangtahun. Namun, kita juga tidak boleh lupa bahwa tidak semua orang bisa merayakan hari ultah. Orang yang keadaan ekonominya lemah lebih memilih utuk tidak merayakannya.

Jadi, kalau ada pertanyaan apakah ultah itu penting atau tidak, untuk dirayakan? Sebenarnya sah-sah saja untuk merayakan, yang penting untuk diingat adalah di setiap ulang tahun adalah pertambahan umur yang berarti pematangan individu itu sendiri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Makin bertambah umur tingkat kedewasaan seseorang harus lebih dari sebelumnya. Pikiran, ucapan, tingkah laku harus lebih baik dari sebelumnya. Nantinya dari hal tersebut akan memantapkan diri sendiri. Sehingga oramg lain bisa melihat perubahan kita menjadi lebih baik lagi.

Ultah juga mengingatkan kita pada kontrak hidup yang diberikan Tuhan. Semakin bertambah umur kita semakin berkurang kontrak hidup yang diberikan Tuhan. Hal inilah yang langsung memberikan amanat kepada kita untuk dapat berbuat baik kepada sesama. Jadi, ultah boleh-boleh saja dirayakan. Asalkan kita bisa memaknai hari ultah itu dengan bermanfaat, berbuat baik, dan melakukan yang terbaik. (tra/berbagai sumber/bpn)

Cara untuk Menjadi Siswa yang Disukai Guru

BALIPORTALNEWS.COM – Jadi murid kesayangan guru kayaknya udah jadi impian semua murid. Soalnya banyak banget manfaat yang bakal kita dapat dengan kita disayang sama guru. Mulai dari dapat nilai bagus sampe bikin suasana belajar mengajar jadi asik dan gak ngebosenin. Nah ini ada beberapa cara buat jadi murid kesayangan guru

1. Perhatikan guru!

Kita harus fokus waktu guru nerangin di depan kelas. Jangan melirik kanan-kiri takut disangka pencopet oleh teman sebangku kita. Cara ini juga bikin kita menyerap pelajaran dengan baik. Jangan cuma kalau gurunya cakep aja baru diperhatiin.

2. Selalu disiplin

Usahakan untuk gak datang terlambat ke sekolah. Tapi juga gak perlu pagi banget bahkan sebelum penjaga sekolah datang. Kalau guru telat, minimal kita gak telat. Jadi guru pasti inget deh sama kita. 

3. Ask the question

Kalo ada yang belum ngerti jangan malu buat bertanya. Cara nanyanya juga yang sopan ya. Dan jangan nanya-nanya kehidupan pribadi guru nanti malah jadi ajang curhat di kelas. Hehe.

4. Mengajak ngobrol guru

Ketika ada waktu senggang ajaklah guru kita untuk mengobrol santai. Kalo guru kamu suka kopi, jangan lupa bawa kopi biar makin asyik ngobrolnya.

5. Jadi ketua kelas

Jadi ketua kelas, bikin kita jadi sering berinteraksi dengan guru. Jadi ketua kelas juga bikin kita belajar jadi pemimpin. Manfaatkan kesempatan itu ya guys!

6. Rajin mengerjakan tugas

Bila ada PR, kerjakanlah di rumah jika tidak sempat kerjakanlah disekolah, asal tidak ketahuan. Hehehe. Tapi yang jelas poin kita dikasih tugas adalah supaya kita bisa menyelesaikan problem kita sendiri, jadi kalau kita suka nyontek punya temen nanti kita jadi gak terbiasa buat nyelesein masalah kita pribadi.

7. Menawarkan bantuan

Guru juga manusia yang butuh dibantu. Jadi bantu guru kita misalnya dengan menawarkan diri untuk membawakan buku tugas ke ruangan guru tanpa diminta. Siapapun juga pasti seneng dibantu, jadi banyak-banyaklah ngebantuin tanpa harap imbalan

8. Bertingkah sopan santun

Masa sekolah emang masa senang-senang buat kita. Tapi jangan sampe bikin kita jadi murid yang gak sopan. Kayak jangan ngintip rok temen pake kaca rautan. Hihi. Atau bahkan bikin video mesum di dalem kelas, aduhhh gak banget deh! Malu nya seumur hidup cuy!

9. Berikan prestasi di luar sekolah

Walaupun prestasi yang kamu berikan hanya juara 17an gurumu pasti akan bangga. Apalagi kalau bisa ikutan lomba di luar sekolah, wuuiihh dijamin gak cuma guru yang sayang, sampe yang punya sekolah mungkin bisa bangga dan sayang sama kita. (tra/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan