Kenali Delapan Jenis Kecerdasan Anak Anda

BALIPORTALNEWS.COM – TIDAK ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki kepintarannya masing-masing. Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Gde Arnawa, mengungkapkan, ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori multiple intelligences atau kecerdasan multipel.

Menurut Arnawa, delapan jenis kecerdasan anak, yaitu people smart (kecerdasan bergaul), body smart (kecerdasan olah tubuh), picture smart (kecerdasan ekspresi), logic smart (kecerdasan logika), word smart (kecerdasan bahasa/linguistik), self smart  (kecerdasan intrapersonal), musik smart (kecerdasan musikal), dan nature smart(kecerdasan naturalis).

Arnawa menjelaskan, setiap anak barangkali bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. “Dukunglah anak sesuai jenis kecerdasannya. Adanya minat, bisa membangun kompetensi anak kemudian hari,” kata Arnawa, Selasa (9/8/2016).

Untuk itu, menurut Arnawa, orangtua seharusnya mengenali jenis kecerdasan anak, kemudian membantu mengasah kecerdasannya. ‘’Tumbuh dan kembang anak tidak hanya bisa diperoleh dari pendidikan di sekolah, tapi juga berpengaruh dari peran kita sebagai orang tua,’’ pungkasnya.

 

Penulis : Ryandra
Editor : Putu Tistha

SMAN 2 Denpasar, Komitmen Lahirkan Siswa Cerdas Akademis

BALIPORTALNEWS.COM – SMAN 2 Denpasar (Resman) merayakan HUT ke-51 secara sederhana namun meriah, Sabtu (6/8/2016) lalu. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd.

Saat itu, Kasek IB Sueta Manuaba juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba intern, serta bingkisan kepada enam orang guru dan pegawai yang sudah memasuki masa purna tugas. Puncak HUT yang dimeriahkan kreativitas seni siswa Resman itu, juga dihadiri Ketua Komite SMAN 2 Denpasar, Dr. A.A. Gede Agung.

IB Sueta Manuaba mengungkapkan, kegiatan HUT Resman di mulai sejak 30 Juli lalu dengan kegiatan lomba intern. Meliputi lomba grafiti, lomba akustik, donor darah, lomba senam gemu famire, stand kuliner, futsal dan tarik tambang putri serta lomba kebersihan kelas. Sementara itu, membangun kebersamaan dan kesehatan diadakan jalan sehat bersama.

IB Sueta Manuaba menegaskan, peningkatkan kualitas pendidikan menjadi program prioritas Resman saat ini. Resman tak hanya membentuk siswa cerdas di akademis, juga sehat jasmani, rohani, mental, berkarakter dan disiplin. Untuk melahirkan siswa cerdas, di Resman saat ini dibentuk beragam klub yang nantinya diharapkan bisa melahirkan siswa cerdas.
Prestasi ini diharapkan mampu mendukung Resman sebagai sekolah model SKM PBKL Pusat Sumber Belajar (PSB). Karenanya delapan standar pendidikan nasional, seperti standar isi, proses, SKL, dan evaluasi selalu dipenuhi oleh Resman.

IB Sueta Manuaba mengucapkan terimakasih kepada orangtua siswa yang mempercayakan anak terbaiknya ke SMAN 2 Denpasar. Komite yang mendukung SMAN 2 Denpasar serta peran siswa dan guru. Dengan demikian SMAN 2 Denpasar tetap menjadi barometer pendidikan di Denpasar.
Ketua Komite SMAN 2 Denpasar, AA Gede Agung, mengapresiasi prestasi yang telah diraih siswa Resman. Menurut AA Gede Agung, prestasi ini membuktikan kerja keras guru membuah hasil maksimal. Prestasi ini diharapkan bisa dipertahankan dan ditingkatkan di tahun-tahun ke depan.
AA Gede Agung menegaskan, soal SDM guru-guru SMAN 2 Denpasar tak kalah dengan guru sekolah lain. Kunci untuk maju adalah komitmen dan rasa jengah guru-guru nindihin SMAN 2 Denpasar. Makanya penting kesimbangan kemampuan hard skill dan soft skiil guru.

Penulis : Ryandra
Editior : Putu Tistha

SMAN 1 Denpasar, Lahirkan SDM Bali Cerdas dan Beretika

BALIPORTALNEWS.COM – Sudah menjadi tradisi HUT SMAN 1 Denpasar (Smansa) selalu digelar meriah dan mengundang mantan kasek, komite, dan siswa yang sukses meraih juara. Seperti saaat perayaan puncak HUT ke-56 Smansa yang dilaksanakan, Senin (8/8/2016).

Perayaan puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., lanjut diserahkan kepada Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd. Acara juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba, penyerahan kenang-kenangan bagi guru yang pensiun dan atraksi berbagai aktivitas siswa Smansa.

Kasek Nyoman Purnajaya, mengungkapkan, serangkaian HUT Smansa telah melaksanakan 32 kegiatan atau lomba yang bersifat edukatif dan promotif. Kegiatan tersebut di antaranya, donor darah, fun bike, lomba karya tulis ilmiah, lomba bina kepramukaan, bina kepalangmerahan, lomba tari jauk manis, truna jaya, lomba di bidang sastra, olimpiade fisika, matematika, biologi, komputer, debat Bahasa Inggris, lomba lagu pop solo, paduan suara, dl.

Tak hanya di kalangan siswa, kegiatan atau lomba yang melibatkan guru dan staff juga diadakan seperti lomba lagu pop dan magegitan, lomba bulu tangkis. Kegiatan yang melibatkan alumni yaitu pertandingan tenis lapangan. Rangkaian  HUT Smansa akan diakhiri dengan gelaran Gempita Karmany Smansa (GKS) pada Oktober mendatang.

Purnajaya mengatakan, semua kegiatan yang dilakukan adalah realisasi dari teori Renzulli. Teori Renzulli adalah teori dasar yang diterapkan di SMAN 1 Denpasar untuk membina dan menciptakan generasi yang menyatakan bahwa, keunggulan dapat berkembang secara sempurna. Tiga komponen keunggulan yaitu kecerdasan yang bisa dikembangkan dalam kelas, kreativitas yang bisa dikembangkan melalui berbagai komitmen, dan task comitment yang bisa dikembangkan melalui pemberian tugas.

Purnajaya mengucapkan terima kasih kepada semua komponen yang telah mendukung, sehingga pendidikan di SMAN 1 Denpasar bisa terselenggara dengan sebaik-baiknya. ‘’Hal ini dibuktikan dari banyaknya kado yang diberikan oleh siswa kami dalam bentuk prestasi diantaranya memenangkan International Mathematic Contest tahun 2016 di Singapura. Di samping itu juga, dalam situs Kemendikbud, SMAN 1 Denpasar juga termasuk jajaran sekolah terbaik di Indonesia,’’ bebernya.

Di samping itu juga, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihak sekolah pada akhir tahun ajaran 2015/2016, tingkat kepuasan pelanggan pendidikan di SMAN 1 Denpasar adalah 93 persen. Artinya, dari 1.368 keluarga yang menitipkan putra-putrinya di SMAN 1 Denpasar, 1.272 keluarga yang merasa sangat puas atau puas.

Ketua Ikatan Alumni Smansa, Prof. Nyoman Supartha, mengatakan Smansa sudah terbukti menjadi sekolah unggulan di Bali, baik di akademis maupun nonakademis. Di akademis sudah berkiprah di event nasional dan internasional. Makanya ia ingin Smansa menjadi ikon sekolah unggulan di Bali dan nasional. Tidak hanya melahirkan siswa cerdas namun juga beretika memiliki sikap mental yang baik.

Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, mengatakan, 56 tahun merupakan perjalanan yang cukup panjang dengan banyaknya prestasi yang diraih dan beribu-ribu alumni yang ditamatkan memegang peranan yang sangat strategis di masyarakat. Ia berharap semua itu dapat digunakan sebagai inspirasi bagi warga SMAN 1 Denpasar baik guru, pegawai dan siswa agar menjadi lebih baik ke depan dan menjadi alumni yang dibanggakan di masyarakat.

‘’Kepercayaan yang sangat kuat ini agar tetap dijadikan cemeti bagi kita untuk terus melakukan penguatan-penguatan sehingga SMAN 1 Denpasar tetap eksis,’’ imbuhnya.

Menurut Supartha, kunci lembaga tetap eksis dan berhasil adalah koordinasi dan komunikasi yang baik. Karena itu, tingkatkan dan terus melakukan inovasi dan perubahan. Ia menyebutkan, pentingnya membudayakan dan membangun karakter daripada peserta didik sehingga menjadi manusia yang seutuhnya. Yang ketiga adah keteladanan. Sosok guru memang harus menjadi teladan.

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Agung Krishna Nugraha Siswa SMANSA, Raih Medali Perak Matematika Internasional di Singapura

BALIPORTALNEWS.COM – Puncak perayaan HUT ke-56 SMAN 1 Denpasar (Smansa), Senin (8/8/2016) ini dipastikan berlangsung penuh suka cita dan istimewa. Sebagai kado spesial HUT ke-56 Smansa, Agung Krishna Nugraha siswa kelas XI-MIA.5, meraih medali perak pada ajang Matematika Internasional 2016 di Singapura, pada 29 Juli-1 Agustus 2016.

Putra dari pasangan Surya Nugraha dan Yenie yang lahir pada 9 September 2000 ini, memang mumpuni pada bidang matematika. Ia bahkan telah beberapa kali memenangkan kompetisi internasional bidang matematika.

Belajar secara kontinu jadi kunci sukses Agung Krishna menjuarai setiap event matematika. Selain ia punya kelompok kecil dalam belajar terdiri dari para penggemar matematika. Beberapa hari sebelum lomba ia juga masuk karantina untuk bisa fokus persiapan intensif menjelang lomba.

Siswa Smansa lainnya juga menyumbang prestasi membanggakan. Di bidang akademik meraih juara II tingkat nasional lomba Esai Widya Kelana ITB Back To School 2016, juara II Forum Anak Nasional, juara III Regional LKTI di Universitas Udayana, juara I Provinsi Peneliti Belia. Tak kalah juga meraih Guru Berprestasi I Kota Denpasar dan Siswa Berprestasi I dan II serta Siswi Berprestasi II Kota Denpasar.

Sedangkan di bidang non akademik, Marching Band Smansa Manggala Dara meraih juara I nasional  lomba Marching Band dalam Langgam Indonesia XXIX tahun 2016, serta juara I Panahan Tingkat Provinsi Bali. Beragam prestasi ini membuktikan siswa Smansa tak bisa dibendung untuk terus berprestasi.

Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., menyampaikan rasa  syukurnya atas semua capaian tersebut. Tanpa doa, kerjasama, usaha,  disiplin, solidaritas dan pengorbanan mustahil hal tersebut bisa dicapai. Kerena itu pihaknya mengajak semua komponen stakeholder bekerjasama untuk membangun prestasi bangsa.

 

Penulis : Gandhi
Editor : Putu Tistha

Sukla Arnata Tokoh Pendidikan yang Perjuangkan Hak Pendidikan Anak

BALI-PORTAL-NEWS.COMSEORANG tokoh pendidikan Bali, Dr. I Wayan Sukla Arnata, SH, MH., sudah puluhan tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan. Bermula sebagai guru PNS, dirinya memantapkan diri keluar dan membuka sekolahan sendiri secara gratis khusus untuk anak miskin, anak hasil broken home, dan anak telantar yang mau dibina dan di sekolahkan.

Pendidikan yang diasuh Sukla Arnata adalah Yayasan Pendidikan Gajah Wahana murni dari hasil jerih payahnya sendiri. Dalam penuturannya dirinya terpanggil menyekolahkan anak putus sekolah, dari SD hingga lulus SMA/SMK, bahkan Sukla Artana juga mencarikan pekerja kala anak asuhnya sudah lulus, selanjutnya terserah anaknya akan kembali ke orang tua kandungnya atau tetap membantu dan mengabdi di Yayasan Gajah Wahana yang dikelola Sukla Arnata.

Ditanya sudah berapa anak asuh yang lulus dan kerja tidak terhitung, namun kini masih ada 100 anak lebih yang mereka benar-benar anak dari keluarga miskin, anak jalanan dan anak telantar juga dari korban broken home yang masih di sekolahkannya. ‘’Kalau anak-anak yang sudah lulus dan mandiri kerja sudah banyak, tapi saat ini yang masih menjadi anak asuh saya sekitar seratus anak dan nanti setelah lulus sama seperti sebelumnya. Saya kasih kebebasan apakah ingin pulang ke orang tuanya atau ikut mengapdi di lembaga pendidikan yang saya kelola”, papar tokoh kelahiran Badung, 23 Agustus 1957 yang berhati bak malaikat ini.

Kenapa menolong anak-anak dan menyekolahkan mereka secara gratis, menurutnya harta dan apa yang dimilikinya adalah hanya milik semu. Hartanya adalah milik semu dari harta yang dititipkan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga ada hak orang miskin dan orang yang membutuhkan uluran tangan untuk kita bantu. ‘’Anak-anak adalah aset bangsa sehingga kita harus melenyamatkan anak-anak  sebagai generasi ke depan negeri tercinta kita salah satunya menyamarkan hak anak, hak anak untuk menghantam pendidikan,’’ imbuh Ketua Umum Yayasan Gajah Wahana ini.

Bicara hari anak Nasional, Sukla Arnata berharap semakin banyak orang-orang yang peduli terhadap perundingan anak sehingga kita semua sayang anak, lingkungan ramah anak, kota layak anak, dan sekolah ramah anak, dengan demikian kasus kekerasan anak akan semakin terkikis dengan sendirinya.

Mengetahui hal tersebut Komisi Nasional Perlindungan Anak berencana menyambangi Yayasan yang didirikan oleh I Wayan Sukla Arnata sekaligus memberikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasinya selama ini yang menyelamatkan hak anak dengan pengambilan diri di dunia pendidikan sebagai bapak asuh anak-anak yang putus sekolah.

I Wayan Sukla Arnata merupakan pendiri lembaga pendidikan dari tingkat TK, SD, SLTP, SMK Pariwisata, Kesehatan hingga memilki Diploma Kepariwisataan yang berlokasi seluruh kabupaten/kota di Bali Bali, yang bernaung di bawah Yayasan Gajah Wahana, sejak 1990 sampai 2012.

Ada tiga pokok  terkandung  dalam Pancasila dikatakan Sukla Arnata dalam penanganan masalah kesiswaan agar terhindar dari masalah aksi kriminal atau tawuran pelajar. Pertama sosionalisme artinya bangsa yang berprikemanusiaan. Kedua sosiodemokrasi artinya kebebasan yang dibatasi dengan prikemanusiaan agar tidak ribut tidak ada anarkis, brutal dan aksi keributan lainnya. Ketiga berketuhanan dengan menghargai kebebasan pemeluk  agama masing-masing pasti tidak ada konflik.

Penulis : Ryandra Paramartha
Editor : Putu Tistha

HUT Ke-56 SMAN 1 Denpasar, Gelar 32 Kegiatan, Realisasikan Teori Renzulli

 BALI-PORTAL-NEWS.COM – SMAN 1 Denpasar (Smansa) dikenal sebagaisekolah yang menyandang berbagai predikat. Smansa sejak 1980-an dijulukisekolah favorit, sebagai sekolah unggulan di era 1990-an, sekolah dengan Program Percepatan sejak 2002, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sejak 2006 yang kini istilah itu telah dihapus. Berlanjut menyandang predikat sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri sejak 2013, sekolah berintegritas 2015.

Tak dipungkiri dengan beragam predikat yang disandang, menjadikan setiap moment yang diselenggarakan Smansa sebagai ajang mendidik. Bahkan kegiatan-kegiatan menyambut HUT pun tetap bertajuk edukatif dan promotif.

Smansa yang merayakan puncak HUT ke-56 pada 8 Agustus nanti ini tak tanggung-tanggung menggelar 32 kegiatan yang semuanya bermuatan pengembangan kecerdasan, kreativitas dan tanggung jawab. Kegiatan -kegiatan tersebut meliputi, donor darah, lomba pramuka se-Bali, lomba PMR se-Bali,olimpiade fisika se-Bali, olimpiade biologi se-Bali, olimpiade matematika,olimpiade agama Hindu, lomba karya tulis ilmilah, debat bahasa Inggris, debatbahasa Indonesia, lomba jurnalistik, lomba baca puisi, serta menulis puisi.

Selain itu juga digelar lomba bidang seni tradisional Bali, fun bike, bahkan guru-guru dan pegawai pun menggelar lomba lagu pop, megegitaan dan olahraga. Rangkaian HUT akan ditutup dengan pagelaran GKS (Gempita Karmany Smansa) yang digelar awal Oktober mendatang.

Ketika ditanya wartawan apakah ini tidak jor-joran? Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd., menjelaskan, bahwa SMAN 1 Denpasarmendidik siswa berbasis teori Renzulli tentang  ‘’Three Golden Ring’’ yakni  kecerdasan, kreativitas dan tanggung jawab.

Menurut Purnajaya, individu yang unggul itu adalah individu cerdas (intelektual, sosial, emosional, lingusistik, komputasi, kinestika, estetika, spiritual dst). Kecerdasan yang tidak dibarengi kreativitas tidak akan mampu menciptakan hal baru, tidak mampu memodifikasi, tidak mampu menginovasi. Kemudian kecerdasan dan kreativitas harus dibarengi dan dibentengi dengan tanggung jawab.

‘’Bayangkan orang cerdas dan kreatif tapi tidak bertanggung jawab, ia dapat menghancurkan peradaban manusia seperti yang sering dipertontonkan oleh sejarah. Kecerdasan sebagian besar dapat dikembangkan di kelas, kreativitas harus dikembangkan melalui berbagai kegiatan, sedangkan tanggungjawab harus dikembangkan melalui pemberian berbagai tugas kepada siswa baik di sekolah maupun di rumah. Simak juga teori-teori dari Reinal Kasali di rumah perubahan,’’ ungkap Purnajaya.

Lantas apa hambatan pendidikan di Smansa yang Anda rasakan? Ketika ditanya demikian, Purnajaya menjawab bahwa secara mendasar tidak ada, namun hambatan biasanya timbul dari sikap beberapa dari kita yang kurang arifmenanggapi anak-anak yang punya banyak kegiatan dan mendapat tugas-tugas.

‘’Kita pada umumnya masih berpandangan bahwa sekolah yang terbaik itu adalah sekolah yang mampu membuat murid-muridnya tekun  belajar di kelas saja, bila perlu dari pagi sampai sore. Padahal itu baru mengembangkan satu dari tiga komponen keunggulan saja,’’ katanya.

Ketidak seimbangan ini sebut Purnajaya, adalah cikal-bakal disarmonisasi individualistik. Di samping itu juga resiko biaya kegiatan yang terkadang kita gunjingkan, terutama bagi kita yang kurang paham dan terbius oleh wacana pendidikan gratis. “Biasalah,’’ pungkas Purnajaya singkat.

Penulis : Gandhi
Editor : Ryandra

MPLS di SMPN 6 Denpasar Penuh Keriaan

BALIPORTALNEWS.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 6 Denpasar sangat berbeda dibandingkan di sekolah lain. Dikatakan berbeda, karena pembukaan MPLS dibuka langsung Kepala SMPN 6 Denpasar yang anyar yakni Gusti Ayu Putu Tirtawati, S.Pd., ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

MPLS di sekolah ini diikuti 360 siswa kelas VII dengan kehadiran 100 persen. Hebatnya lagi, MPLS di sekolah ini juga melibatkan Ketua Komite SMPN 6 Denpasar, Wayan Suada, sebagai Ketua Pemantau MPLS.

Tirtawati mengungkapkan, MPLS sangat penting artinya untuk pengenalan sekolah, membudayakan hidup tertib, dan menjalin komunikasi antara warga sekolah. Tata krama juga diberikan untuk mengisi muatan pendidikan karakter dan budaya malu di sekolah.

Karenanya, MPLS di SMPN 6 Denpasar dikemas penuh dengan suasana gembira, dan sangat jauh dari kesan perpeloncoan dan kekerasan. Ini sesuai dengan tema MPLS ‘’Melalui MPLS yang Sejuk, Sehat dan Berbudaya Kita Tumbuhkan Generasi Muda yang Berkarakter dan Peduli Lingkungan’’.

Tirtawati didampingi Wakasek Kesiswaan Drs. Made Rutha, Wakasek Kurikulum Wayan Gandawati, Wakasek Sarpras Nyoman Sunarta, S.Pd., dan Wakasek Humas GA Swadari menambahkan, MPLS lebih banyak diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, program dan cara belajar siswa aktif, tata krama siswa dan pemahaman budaya sekolah, serta menanamkam budaya malu di kalangan siswa.

MLPS berbudaya diimplementasikan dengan bentuk sopan santun, bersih dan budaya malu. Tirtawati menyebutkan sebagai suatu kebenaran bahwa tak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tak didasari oleh nilai-nilai budaya yang dianut masyarakat.

Sedangkan MPLS berkarakter diimplementasikan pada 18 nilai pendidikan karakter bangsa. Dikatakan nilai-nilai yang melandasi perilaku manusia berdasarkan norma agam, budaya, hukum adat dan istiadat.

MPLS ramah lingkungan diimplementasikan dengan aksi bersih dan PSN. Siswa diajak selalu peduli dengan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, memberishkan lingkungan setiap pagi sebelum jam pelajaran, rasa memiliki di kelas, dan tidak merusak sarana dan prasarana di sekolah.

Usai mengikuti MPLS, Jumat (15/7) seluruh siswa baru diajak out bond ke Bedugul. Kegiatan ini selain untuk refresing, sekaligus mengajak siswa belajar dan peduli dengan alam sekitar.  (tis/bpn)

SMAN 2 Denpasar Cetak SDM Bali yang ‘’Vidyaya Prajnam Prapnumahe’’

BALIPORTALNEWS.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Denpasar berlangsung dalam suasana riang gembira. Tak ada aroma perploncoan dari kakak senior, karena MPLS di sekolah ini total ditangani oleh guru-guru. Sebanyak 393 siswa kelas X mengikuti MPLS dengan kehadiran 100 persen.

Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd., mengaku bahagia melihat wajah-wajah ceria siswa baru mengikuti MPLS. MPLS dikemas sesuai dengan tema yakni ‘’Melalui MPLS yang sejuk, sehat dan berbudaya kita tumbuhkan generasi muda yang berkarakter dan peduli lingkungan’’.

Kasek Ida Bagus Sueta Manuaba didampingi Wakasek Kurikulum Nengah Mardana, S.Pd., Wakasek Humas Semadiyasa, S.Pd.,M.Pd., Wakasek Sarpras Ni Wayan Rustini, S.Pd., M.Pd., dan Wakasek Kesiswaan Dra. Ni Made Wertiasih, M.Pd., menambahkan, MPLS diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, program dan cara belajar siswa aktif, tata krama siswa dan pemahaman budaya sekolah, serta menanamkam budaya malu di kalangan siswa. Budaya malu itu meliputi malu melanggar, malu terlambat, malu jika malas belajar dan malu jika hasil ulangan jelek.

MPLS ramah lingkungan diimplementasikan dengan aksi bersih dan PSN. Karena itu, Ida Bagus Sueta Manuba yang baru dua bulan menjabat kepala sekolah menggantikan Drs. Ketut Sunarta, M.Hum., yang sudah memasuki masa pensiun, minta MPLS diikuti secara baik sehingga mampu membawa perubahan perilaku bagi siswa. Serta MPLS yang berbudaya ini diharapkan dapat melahirkan siswa yang kreatif, inovatif dan kompetitif.

Ida Bagus Sueta Manuba menegaskan, SMAN 2 Denpasar berkomitmen bulat melahirkan SDM Bali yang Vidyaya Prajnam Prapnumahe yang artinya dengan ilmu pengetahuan kita mencapai kebijakan. (tis/bpn)

MPLS SMK TI Bali Global Denpasar Bentuk Siswa Berkarater

BALIPORTALNEWS.COM – Tercatat 558 siswa baru mengikuti MasaPengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK TI Bali Global Denpasar.Pelaksanaan MPLS yang dipusatkan di GOR Basket Indoor KONI Bali, dibuka Senin (11/7/2016) oleh Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., ditandai penyematan tanda peserta MPLS.

Pembukaan MPLS SMK TI Bali Global dihadiri Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA.; Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. IB Dharmadiaksa, M.Si.,Ak, dan Ketua STMIK STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan.

MPLS SMK TI Bali Global Denpasar lebih menekankan pada penumbuhan 18 pendidikan karakter bangsa sehingga anak-anak mampu berbudi pekerti yang baik setelah berakhirnya kegiatan MPLS ini. Ini sesuai dengan tema MPLS  “Melalui MOS yang Sejuk, Sehat dan Berbudaya, Kita Tumbuhkan Generasi Muda yang Berkarakter dan Peduli Lingkungan’’.

Murjana mengungkapkan, materi MPLS di antaranya perkenalan teknologi informasi yang diberikan Ketua STMIK STIKOM Bali, perkenalan lingkungan sekolah dan karakter bangsa oleh kepala sekolah, materi kebersihan lingkungan oleh Dinas BLH/DKP, tata krama siswa oleh Ketua Komite Sekolah, wawasan KSPAN, serta materi kepemimpinan oleh Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti. Pada Kamis (14/7/2017) ada kegiatan PSN dan bakti sosial berupa penghijauan.

Murjana menuturkan, peserta MPLS tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, SMK pertama di Denpasar yang berbasis khusus di bidang IT ini memiliki total 1.555 siswa. “Peningkatan tidak saja dalam jumlah siswa, tapi juga ruangan kelas tahun ini. Di SMK TI Bali Global ada lima kompetensi keahlian yaitu Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Animasi dan Desain Komunikasi Visual ,” jelasnya. (tis/bpn)