29 C
Denpasar
Sabtu, 17 November 2018

Disdikpora Denpasar Gelar ‘’Workshop’’ Penguatan Kurikulum 2013

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar workshop penguatan implementasi Kurikulum 2013 (K-13) selama lima hari mulai 17-21 Oktober 2016. Workshop dibuka Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd.

Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Ni Kadek Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., menyebutkan, peserta workshop diikuti 100 guru produktif dan guru mata pelajaran (mapel) Matematika dan IPA (MIPA) program keahlian teknologi SMK negeri dan swasta se-Kota Denpasar.

Workshop yang dilaksanakan selama lima hari ini, ulas Tirta Ariantini, diisi narasumber dari LPMP Provinsi Bali, Dr. Ir. Ketut Suarnaya, M.Pd., Dr. I Wayan Suandi, M.Pd., dan  Drs. Pande Putu Kariana, M.Pd.

Kabid Dikmen Wayan Supartha menyebutkan, penilaian dalam Kurikulum 2013 bersifat otentik, meliputi afektif, kognitif, dan psikomotorik. Guru harus mengakaji aspek-aspek itu dalam memberikan penilaian pada siswanya.

Supartha mengatakan, penilaian dalam kurikulum 2013 tidak lagi terfokus pada output atau hasil akhir. Kurikulum baru menitikberatkan penilaian justru dari proses pembelajaran. Pendidikan karakter ini sangat diperlukan mengingat saat ini generasi muda menghadapi tantangan yang berat.

Teknologi informasi, ulasnya, diibaratkannya sebagai jendela bagi para guru untuk melihat dunia yang lain secara lebih luas. Hal ini diyakininya bisa meningkatkan profesionalisme para guru. Guru profesional mutlak diperlukan untuk pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu, akan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang juga berkualitas.

Karenanya ia menegaskan, K-13 merupakan peluang bagi guru, untuk lebih kreatif. Namun, guru harus menguasai teknologi sebagai bahan ajar. Guru harus menguasai teknologi agar bisa menggali bahan ajar dari berbagai sumber. Tidak cukup hanya mengandalkan ilmu yang dimiliki saat ini, setiap guru dituntut meng-up-date pengetahuannya agar bisa mengajar berbasis kurikulum baru dengan baik. (pra/bpn)

 

Keterangan Foto : WORKSHOP K-13 – Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha saat membuka workshop penguatan implementasi K-13 yang diikuti guru produktif dan guru mapel MIPA SMK.

SMK PGRI 5 Denpasar ‘’Melaspas’’ Gedung Baru Senilai Rp 6 Miliar

BALIPORTALNEWS.COM – SMK PGRI 5 Denpasar di Jalan Kenyeri, Denpasar Timur, pada Jumat (14/10/2016) melaspas gedung baru lantai empat. Upacara juga dirangkai dengan mecaru dan mapedagingan. Gedung baru senilai Rp 6 miliar itu didanai secara swadaya oleh komite sekolah. 

Upacara dilanjutkan pada Purnama Sasih Kapat, Sabtu (15/10/2016) dilangsungkan piodalan di Padmasana sekolah. Upacara di-puput Ida Pedanda Made Oka Pasuruan dari Griya Oka Ayunan, Abiansemal, Badung.

Acara juga dihadiri Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnya, M.M., beserta pengurus dan kepala sekolah di lingkungan persekolah PGRI se-Kota Denpasar. Saat itu, Madiadnyana juga menyerahkan punia yang diterima Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Dra. Ketut Nuka.

Ketut Nuka mengungkapkan, rangkaian karya diawali mapekeling di Padma dan nuasen nanceb surya pada 10 Oktober 2016. Dilanjutkan dengan nunas tirta di Pura Khayangan Tiga Sumerta dan Sidakarya, upacara tawur dan melaspas serta puncak piodalan pada Purnama Kapat. Pada Minggu (16/10/2016) dilanjutkan dengan penyineban.
Ketut Nuka menjelaskan, gedung lantai empat ini terdiri atas ruang pertemuan, ruang belajar, hotel praktik berkelas hotel bintang lima, lab laundry, dan ruang guru. Sementara pada lantai satu dimanfaatkan untuk parkir.  Dengan gedung baru dan fasilitas lengkap ini siswa akan terlayani dengan berkualitas. Hebatnya lagi, seluruh ruangan belajar di sekolah ini dilengkapi LCD, CCTV dan setiap ruangan ber-AC.

Ke depan, kata Ketut Nuka, SMK PGRI 5 Denpasar fokus pada peningkatan iklim akademis dan ekstra unggulan, making bad di AP, di Jasa Boga unggulan art coffee, friuit cuving dll. Pelayanan akademis yang terbaik dengan fasilitas terbaik pula ini dikatakan Ketut Nuka merupakan balasan sekolah kepada masyarakat yang telah memberi kepercayaan penuh mendidik putra-putrinya di sekolah berkualitas ini.
Ketua Komite SMK PGRI 5 Denpasar, Drs. Wayan Darya Kusuma, M.Pd., juga berharap dengan fasilitas baru ini siswa semakin senang belajar dan prestasi semakin meningkat. Sementara guru-guru siswa semakin terpacu memberikan pelayanan terbaik pada siswa.

Dia juga berterimakasih kepada masyarakat yang mempercayakan pendidikan terbaik di SMK PGRI 5 Denpasar. Dengan gedung baru ini siswa akan terlayani dengan pendidikan berkualitas.

Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana, berterima kasih atas semangat kerja membangun warga SMK PGRI 5 Denpasar luar biasa. Ini salah satu ciri sekolah yang siap berkompetisi untuk memenangkan persaingan. Inilah yang menyebabkan SMK PGRI 5 Denpasar selalu dikejar calon siswa baru karena unggul di akademis dan non akademis, skill siswa serta memiliki sarana serba lengkap. (pra/bpn)

Keterangan Foto : SERAHKAN PUNIA – Ketua YPLP Kota Denpasar Nengah Madiadnyana menyerahkan punia kepada Kasek Ketut Nuka saat upacara melaspas gedung baru SMK PGRI 5 Denpasar.

SMAN 1 Selamadeg Duta Tabanan Lomba PKTP

BALIPORTALNEWS.COM – SMAN 1 Selamadeg dipercaya sebagai duta Tabanan dalam lomba Penanggulan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) ke tingkat provinsi. Menurut Pembina Persiapan Lomba, Selamet Riyadi, Jumat (14/10/2016), berbagai persiapan telah dilakukan untuk lomba yang akan dilaksanakan pada 3 November mendatang.

Didampingi dua guru kesenian, I Gusti Ngurah Suryantara dan Muvied Arya Sande, Selemet menyebut persiapan itu antara lain melaksanakan gerakan kebersihan sekolah maupun kesiapan siswa. Juga latihan paduan suara yang akan menampilkan lagu dengan lirik pesan kampanye pencegahan kanker.

“Ada dua lagu yang disiapkan terkait lomba tersebut. Masing-masing berjudul Kanker dan Narkoba, dan Pesan Dalam Nada. Lagu tersebut dikemas dalam syair dan nada sedemikian rupa, karena termasuk dalam kriteria yang dinilai. Satu lagu lainnya adalah lagu hiburan yang dikolaborasikan dalam tiga bahasa, yakni bahasa ada Bali, Inggris, dan Indonesia,” jelasnya.

Dikatakan, SMAN 1 Selamadeg mewakili Tabanan dalam PKTP, setelah menang dalam lomba serupa di tingkat kabupaten, September lalu. Dalam kebersihan sekolah yang meliputi kebersihan kantin dan standar kesehatan makanan yang dijual. Begitu juga kebersihan lingkungan, seperti kebersihan kamar mandi, serta keramahtamahan siswa. (ita/bpn)

Pemkot Segera Perbaiki SDN 2 Sumerta yang Terbakar

BALIPORTALNEWS.COM – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar segera akan memperbaiki ruangan guru dan ruangan kelas SDN 2 Sumerta yang terbakar, Kamis (13/10/2016).

Perbaikan ruangan guru yang terbakar ini akan menggunakan dana tanggap bencana yang telah dianggarkan oleh Pemkot Denpasar.

‘’Berapa besar biaya yang diperlukan, nanti tergantung perhitungan tim teknis.  Kita akan berupaya maksimal agar kegiatan belajar tetap bisa berjalan,’’ jelas Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Ir. Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta W., MT., didampingi Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana dan Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Denpasar Timur, Drs. Wayan Santa, M.Si., saat turun mengecek kondisi SDN 2 Sumerta pascakebakaran.

Lebih jauh dikatakan Jimmy Sidharta, untuk pembangunan total gedung SD tersebut dianggarkan tahun depan. ‘’Untuk sementara prioritas kita pada perbaikan ruangan yang terbakar,’’ tandasnya.

Sementara itu, kesedihan menyelimuti ratusan siswa dan guru di SDN 2 Sumerta di Jalan Plawa, Denpasar Timur, pascakebakaran melanda sekolah tersebut. Kondisi ruangan guru yang dilalap si jago merah tampak berantakan.

Pecahan genting berserakan di ruangan. Tak hanya itu, beberapa kayu yang menyangga atap ruangan yang tampak menghitam terserak di sudut-sudut ruangan. kebakaran tersebut selain menyebabkan ruangan guru porak-poranda, sejumlah arsip sekolah terbakar.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.30 Wita itu diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Syukurnya, kebakaran ruang kantor SDN 2 Sumerta ini tak sampai merembet ke ruangan kelas lainnya.

‘’Saat kejadian seluruh siswa dan guru sudah pulang sekolah. Saya mengetahui kejadian ini setelah ditelepon oleh pegawai TU, katanya sekolah terbakar,’’ kata Kepala SDN 2 Sumerta, Dra. Putu Putrini.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kota Denpasar dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah yang melalap plafon ruangan kantor guru sekolah itu. Belum diketahui pasti kerugiaan akibat kejadian itu, namun dalam peristiwa tersebut tidak menyebabkan timbulnya korban jiwa.

Sejumlah siswa yang kebetulan rumahnya dekat dengan sekolah dibantu masyarakat berdatangan membantu menyelamatkan sejumlah barang yang masih bisa digunakan. Demikian juga para guru yang datang ke sekolah tampak terkejut melihat kondisi ruangan kantornya hangus terbakar.

Bahkan, salah seorang guru juga tampak tak kuasa menahan air matanya. “Kenapa bisa begini,” ungkapnya berlinang air mata.

Kasek Putu Putrini mengatakan untuk sementara proses belajar mengajar diliburkan, sembari menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian dan  pembersihan puing-puing bekas kebakaran. Sekalipun dalam kondisi berduka, ia memastikan Senin (17/10) depan  proses belajar mengajar bisa berjalan walau tanpa perkantoran. (pra/bpn)

SMAN 1 Petang Dinilai Tim Penilai PKTP Kabupaten Badung

BALIPORTALNEWS.COM Tim Pembina PKTP Kabupaten yang dipimpin langsung oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Seniasih Giri Prasta melakukan Penilaian Lomba PKTP di SMA Negeri 1 Petang.

Hadir dalam acara tersebut Kadis Kesehatan Kab. Badung Putra Suteja, Ketua Gatriwara Badung Ayu Parwata, Ketua DWP Kab. Badung Kompyang R. Swandika, Camat Petang I Gst. Ariawan, ketua TP.PKK Kecamatan Petang Gst. Ariawan, Dinas terkait dilingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, tokoh masyarakat para pembina dan guru serta siswa/siswi SMAN 1 Petang. Kamis (13/10/2016).

Acara yang dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Petang Ni Luh Ratna Agustini mengatakan "SMAN 1  Petang yang dipercaya untuk mewakili Kecamatan Petang dalam penilaian PKTP tingkat SLTA Kabupaten Badung untuk dinilai. Beberapa aspek lomba meliputi aspek organisasi dan administrasi, aspek kesenian tradisional, aspek penyuluhan, poster dan slogan, simulasi, jamu dan toga, kesadaran untuk deteksi dini kanker, senam yoga, kesehatan lingkungan dan kantin sudah siap untuk dinilai", tegasnya.

Program PKTP yang dicanangkan Pemerintah disamping untuk meminimalkan angka kematian yang disebabkan kanker, serta meningkatkan kualitas hidup penderita yang disebabkan oleh kanker tersebut maka dirancang program penanggulangan kanker secara menyeluruh yang dilaksanakan oleh semua potensi yang ada, baik pemerintah bersama masyarakat Petang termasuk swasta menjadi sangat berarti bagi siswa dan siswi di SMAN 1 Petang untuk pencegahan kanker secara dini, imbuhnya.

Kadis Kesehatan Putra Suteja dalam sambutannya mengatakan "Pemerintah Kabupaten Badung sangat inten dengan masalah kesehatan dan pendidikan untuk membangun Badung kedepannya. lewat program PKTP ini dapat menjadi awal untuk mengetahui karena penyakit ini tidak mengenal ruang dan waktu dia dapat menyerang siapa saja tidak mengenal kaya atau miskin, maka ini menjadi sangat penting untuk membangun Badung yang kuat tentu dari masyarakatnya yang sehat secara jasmani dan rohani.

Berkaitan dengan penilaian lomba PKTP tersebut Tim Penilai dari Pemerintah Kabupaten Badung berharap Kepala Sekolah beserta Guru-guru disekolah ini telah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya kegiatan yang menjadi indikator  penilaian lomba yang telah dibina selama ini, tegasnya.

Setelah melaksanakan pelatihan PKTP dan pembinaan dalam rangka pelaksanaan penilaian lomba PKTP melalui sekolah ini diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dan monjong terdepan untuk memberikan informasi kepada masyarakat sampai tingkat yang paling bawah untuk mengetahui betapa pentingnya kesehatan dan pencegahan kanker secara dini. Kami sangat berharap dukungannya apa bila sekolah ini nantinya terpilih untuk mewakili Kabupaten Badung pada lomba PKTP di tingkat Provinsi Bali, imbuhnya. (hms badung/bpn)

 

Keterangan Foto : Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Seniasih Giri Prasta saat penilaian PKTP di SMA Negeri 1 Petang, Kamis (13/10/2016) kemarin.

 

Disdikpora Respon Positif Ulangan Umum Terpadu SMA

BALIPORTALNEWS.COM – Pada ulangan umum bersama SMA Kota Denpasar diterapkan soal berbeda setiap ruang kelas. Setiap ruang kelas akan ada dua bentuk soal yakni paket I dan II untuk kelas X dan XI serta lima paket soal untuk kelas XII.

‘’Namun, bobot atau tingkat kesulitan soal itu tetap sama,’’ ujar Ketua MKKS SMA Kota Denpasar, Drs. Ketut Suyastra, M.Pd., Senin (10/10/2016).

Dikatakan, pemberlakuan pola paket soal berbeda ini guna mempersempit ruang gerak para peserta ujian untuk bekerjasama sehingga siswa yang tidak mempersiapkan diri dengan baik dipastikan akan kesulitan mengerjakan soal-soal ulangan umum. Mereka juga tidak bisa berharap banyak dapat menyontek maupun mendapat suplai jawaban dari rekan-rekannya.

‘’Walaupun ada 2-3 soal yang sama, namun posisi option jawabannya yang berbeda. MKKS SMA sudah menerapkan model ulangan umum terpadu sejak beberapa tahun lalu. Hasilnya, mampu menciptakan iklim persaingan yang sehat antarsiswa, di samping itu ada standarisasi nilai untuk SMA di Denpasar,’’ tegas Kepala SMAN 3 Denpasar ini.

Dihubungi terpisah, Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., merespon positif komitmen MKKS SMA Kota Denpasar mempertahankan format ulangan umum terpadu. Dikatakan, kebijakan itu jelas akan sangat membantu pihaknya dalam memetakan kualitas pendidikan SMA di seluruh Denpasar.

‘’Selain itu, hasil yang dicapai para siswa juga sangat penting untuk mengetahui kesiapan siswa kelas XII menghadapi UN yang sesungguhnya,’’ pungkas Supartha. (pra/bpn)

Gubernur Harap STAH Mpu Kuturan Cetak Lulusan Beragama

BALIPORTALNEWS.COMMinat masyarakat dalam menuntut ilmu pendidikan Agama Hindu masih tergolong rendah, terlebih di era globalisasi ini. Meski demikian pembangunan generasi muda Hindu harus terus ditingkatkan guna mewujudkan umat Hindu yang berkualitas. Untuk itu, perguruan tinggi agama hindu diharapkan mencetak lulusan yang "Beragama".

Hal  disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memberi kuliah umum di kampus STAH mpu Kuturan, Singaraja pada Sabtu (8/10/2016).

"Di era globalisasi seperti saat ini, minat masyarakat untuk mempelajari atau kuliah di kampus agama hindu memang masih rendah tidak seperti halnya kampus lainnya. Untuk itu, sebagai perguruan tinggi yang baru, STAH Mpu Kuturan harus memacu diri untuk turut memberikan kontribusi penting dalam mensukseskan pembangunan dan pembinaan umat," ucap Pastika sembari mengajak seluruh jajaran kampus STAH Mpu Kuturan untuk ikut bertanggung jawab atas seluruh proses pendidikan dalam upaya pembentukan karakter generasi muda hindu atau mahasiswa hindu untuk menjadi insan yang intelektual.

"Saya berharap, kampus ini (Stah Mpu Kuturan-red) tidak hanya mencetak lulusan bergelar sarjana saja, akan tetapi mencetak lulusan yang Beragama. Tidak hanya bisa menghapalkan sloka-sloka dan lainnya, tapi mengetahui, mengerti, memahami dan menjalankan ajaran agama itu sendiri. STAH dan Lembaga pendidikan tinggi Hindu lainnya harus mampu mencetak generasi muda Hindu yang mampu memantapkan kehidupan umat beragama dan juga mampu menyebarluaskan paham Hinduism, serta mampu membuat orang juga ikut Beragama," ujarnya.

Ditambahkan Pastika, dalam kerangka pembangunan Nasional, STAH Mpu Kuturan memiliki tanggung jawab untuk membangun kualitas sumber daya umat dan kehidupan beragama bagi seluruh umat Hindu. Menurut Pastika sebagai komunitas umat yang minoritas di tanah air, eksistensi umat dan agama hindu sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan kualitas kehidupan sosial-keagamaannya. Hal tersebut akan ditentukan oleh peran kampus-kampus Hindu dan lembaga pendidikan Hindu lainnya.

"Hindu yang minoritas akan semakin mengecil. Untuk itu, menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengantisipasi ancaman ini. Belum lagi di tengah semangat dan semarak umat melaksanakan ritual keagamaan, mereka memikul beban ekonomi yang sangat berat untuk membiayai setiap kegiatan keagamaan," pungkas Pastika.

Orang nomor satu di Bali tersebut juga mengatakan jika Mahasiswa sebagai intelektual muda harus mampu mengembangkan diri melalui inovasi dan kreasi dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Made Suweta mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur Pastika dikampus yang dipimpinnya untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa beserta jajarannya. Menurut Suweta, sejatinya Pastika dijadwalkan hadir pada 26 September 2016 untuk memberikan kuliah umum, namun dirinya mengerti baru hari ini bisa terwujud karena kesibukan Gubernur Pastika. Suweta berharap, apa yangtelah disampaikan Gubernur Pastika bisa dijadikan pelajaran untuk kedepannya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Inspektur Provinsi Bali Ketut Teneng, Karo Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Kadisdikpora Prov Bali TIA Kusuma Wardani. (hms prov bali/bpn)

 

Peneliti Muda SMANBARA Raih Emas di OPSI

BALIPORTALNEWS.COMPrestasi Siswa SMA Negeri Bali Mandara (SMANBARA) seakan tiada habisnya. Untuk kesekian kalinya siswa sekolah besutan Pemprov Bali ini kembali menorehkan prestasi yang membanggakan, dan kali ini mereka berjaya di ajang kompetisi penelitian di tingkat  nasional. Demikian disampaikan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dalam siaran persanya, Jumat (7/10/2016).

Dijelaskan Dewa Mehendra Dua tim peneliti SMANBARA berhasil meraih  posisi juara umum dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2016 yang di gelar Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud) Republik Indonesia di Jakarta dari tanggal 2 sampai dengan 7 Oktober 2016.

“ Dua Tim SMANBARA berhasil masing masing meraih juara satu dan menyabet dua medali emas sekaligus di ajang bergengsi bagi para peneliti muda tersebut. Otomotis SMANBARA menjadi juara umum di ajang tersebut,” ujarnya.

Lebih jauh ia merinci prestasi yang diraih adalah Juara I Tingkat Nasional Bidang Sains dan Teknologi  yang diraih Made Radikia Prasanta Bagus Putu Satria Suarima Putra dengan hasil penelitian  Inovasi Digital Smart Pshycrometer. Alat inimerupakan inovasi memberikan prediksi dan informasi cuaca lokal khususnya bagi petani untuk dapat mengelola lahan pertanian dan pola tanam. masih di ajang yang sama prestasi lainnya adalah juara I di Bidang Matematika dan Rekayasa dengan hasil penelitian  Melestarikan kearifan seni dan kebudayaan Bali dalam hal penguasaan teknikmegambel berbantuan teknologi portable yang merupakan hasil karya  Muhammad Ali Wafa dan Kadek Aprilia Dewi.   

Tidak hanya di ajang OPSI 2016, kepiawaian para peneliti SMANBARA juga diakui di ajang  National Young Inventor Award (NYIA) 2016 yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan meraih penghargaan special Award dari Intel dengan hasil penelitian Smart Trash Can berupa pemilahan sampah secara otamatis dalam upaya mengurangi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dilakukan Gede Herry Arum Wijaya dan Ni Putu Gita Naraswati.

Dewa Mahendra  juga mengungkapkan kekagumannya akan hasil penelitian para siswa tersebut yang diharapkan dapat bermanfat bagi masyarakat dan lingkungan.  

“Prestasi anak anak ini sungguh membanggakan, dan tentunya sangat diapresiasi Bapak Gubernur. Komitmen dan upaya Pemprov untuk membantu pendidikan anak anak miskin melalui pendirian  SMANBARA berbuah  sangat manis.  Semoga prestasi ini bisa menginspirasi dan  memotivasi siswa siswa lainnya untuk menggali potensinya secara maksimal dalam menciptakan inovasi dan kreasi yang berguna bagi lingkungan dan masyarakat. Dan kita harapkan akan banyak bibit peneliti muncul dari generasi muda,” ujarnya. (hms prov bali/bpn)

 

Waspada! Surat Disdikpora Denpasar Palsu Sasar Sekolah

BALIPORTALNEWS.COM – Aksi penipuan dengan mencatut nama Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta, terjadi di Kota Denpasar.

Modus operandi untuk “menjerat” calon korban tidak lagi lewat short message service (SMS), tapi lewat surat yang mengatasnamakan Disdikpora Kota Denpasar yang dikirimn langsung ke e-mail masing-masing sekolah.

Sepintas, surat bernomor : 423.5/2397/Dikpora/2016 perihal Data Siswa TP 2016/2017 yang ditandatangani oleh Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Ir. Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta W., MT., itu kelihatan asli. Namun setelah diteliti, surat itu banyak kejanggalannya.

“Saya minta Kepala SD, SMP dan SMA/SMK negeri dan swasta di Kota Denpasar waspada. Jangan segera mengirimkan data ke e-mail yang diminta sama si pengirim. Apalagi data yang diminta itu merupakan data yang bersifat pribadi terkait data siswa dan orangtua siswa termasuk nomor telepon orangtua siswa. Kami khawatir data-data pribadi itu dimanfaatkan untuk penipuan atau kejahatan-kejahatan lain,” kata Jimmy Sidharta, Senin (10/10/2016).

Menurut Jimmy Sidharta, surat yang dilengkapi kop dan stempel Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar yang sepintas mirip dengan aslinya itu seolah-olah mempertegas sekolah penerima surat itu agar mengirimkan data sekolah untuk melengkapi data siswa terkait penentuan alokasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Kejanggalan mulai muncul mengingat sekolah diminta mengirimkan data ke e-mail : dikporakotadenpasar@gmail.com.

Yang menggelikan, alamat e-mail yang tertulis di sana bukan alamat e-mail Disdikpora Kota Denpasar. “Ini jelas penipuan,’’ kata Jimmy Sidharta mengingatkan.

Kejanggalan lainnya, kata Jimmy Sidharta, Disdikpora Kota Denpasar belum pernah mengirim surat secara langsung ke sekolah-sekolah melalui e-mail. Namun, pasti melalui pegawai Disdikpora Kota Denpasar yang mengantar langsung surat ke sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan tanda terima resmi.

Menurut Jimmy Sidharta, surat Disdikpora Kota Denpasar palsu yang gentayangan ke sekolah-sekolah itu nyaris mengecoh puluhan kepala sekolah di Denpasar. Setiap hari, Jimmy Sidharta mengaku rata-rata menerima  pengaduan dari kepala sekolah yang ingin memastikan kebenaran isi surat tersebut.

Untungnya, sebagian besar kepala sekolah yang menerima surat itu berinisiatif menelepon ke nomor telepon Kantor Disdikpora Kota Denpasar sebelum mengirimkan data sekolah ke alamat e-mail yang diminta oleh pelaku penipuan.

“Sampai saat ini, kami belum mendapat laporan ada kepala sekolah di Denpasar yang sampai menyerahkan data maupun uang kepada pejabat gadungan itu untuk memuluskan pencairan alokasi dana BOS dari pemerintah pusat tersebut. Sekali lagi, saya mengingatkan para kepala sekolah di Denpasar selalu waspada sehingga tak sampai jadi korban penipuan,” katanya mengingatkan. (pra/bpn)

 

Keterangan Foto : SURAT PALSU – Pegawai Disdikpora Kota Denpasar menunjukan surat palsu yang kini banyak beredar di Denpasar. Disdikpora mengingatkan agar kepala sekolah waspada sehingga tak menjadi korban penipuan.

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
10PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
22PelangganBerlangganan