Tangan Palsu
ITB STIKOM Bali Jadi Pionir dalam Program Gerakan Seribu Tangan Palsu. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – ITB STIKOM Bali kembali mengukir sejarah, bekerja sama dengan ITS Surabaya mengambil Gerakan Seribu Tangan Palsu untuk membantu para disabilitas keterbatasan pada tangan.

Dalam jumpa pers Gerakan Seribu Tangan Palsu dihadiri oleh Wakil Rektor III, I Made Sarjana, SE., MM, Djoko Kuswanto selaku penggagas program Gerakan Seribu Tangan Palsu yang juga Dosen ITS di Jimbaran HUB Badung, Kamis (20/10/2022).

Made Sarjana selaku Wakil Rektor III ITB STIKOM Bali menjelaskan, sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Bapak Djoko Kuswanto, kedepannya ITB STIKOM Bali akan mengambil bagian dalam program Gerakan Seribu Tangan Palsu yang merupakan program terbaru yang ditujukan untuk warga Bali hingga ke seluruh Indonesia.

“Ini merupakan program yang sangat mulia, maka dari itu ITB STIKOM Bali siap menjadi garda terdepan untuk mensukseskan program ini,” jelas Made Sarjana.

Baca Juga :  ITB STIKOM Bali Tuan Rumah Seminar Nasional CORIS dan Rakornas IndoCEISS 2022

Made Sarjana berharap program ini dapat membantu saudara-saudara yang membutuhkan khususnya cacat fisik (tangan), sehingga para penyandang disabilitas tersebut bisa menjadi lebih progresif dalam menjalani kehidupan kedepannya.

“Semoga dengan adanya program ini masyarakat yang disabilitas dapat menjalankan aktivitas yang lebih baik lagi kedepannya,” harap Wakil Rektor III.

Djoko Kuswanto mengungkapkan Gerakan Seribu Tangan Palsu, Ia bangun sejak 2016. Gerakan ini dicetuskan karena keinginannya untuk membagikan ilmu yang bisa berguna bagi masyarakat secara nyata, bukan hanya teknologi, tetapi bagaimana bisa tepat guna dan bisa dipakai oleh masyarakat.

Adapun Bali dipilih karena menjadi daya tarik masyarakat dunia. Selanjutnya untuk pelaksanaannya, ITS bekerja sama dengan perguruan tinggi di Pulau Dewata.

“Kami sendiri memang memilih Denpasar dan diawal kami mengajak ITB STIKOM Bali untuk berkolaborasi,” ungkap Djoko Kuswanto.

Tangan Palsu
ITB STIKOM Bali Jadi Pionir dalam Program Gerakan Seribu Tangan Palsu. Sumber Foto : Istimewa

Djoko Kuswanto menambahkan, lebih dari satu miliar orang diperkirakan mengalami disabilitas. Atau setara 15 persen dari populasi dunia, dengan 190 juta (3,8 persen) orang berusia 15 tahun ke atas mengalami kesulitan yang signifikan dalam beraktivitas.

“Gerakan Seribu Tangan Palsu ini merupakan sebuah ikhtiar yang diprakarsai bersama-sama oleh dosen ITS dengan memperhatikan perkembangan inovasi khusus difabel,” kata Dosen ITS tersebut.

Baca Juga :  Gandeng ITB STIKOM Bali, Pengadilan Militer Denpasar Luncurkan “Ampura”

Djoko Kuswanto berharap gerakan ini menjadi sebuah kegiatan yang berkelanjutan dan memang bisa membantu banyak orang. (ads/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini