webinar
Para moderator dan narasumber Webinar CHSE kerja sama Pemkot Denpasar dan IFBEC Bali. Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan terhadap destinasi dan usaha pariwisata di Bali pasca pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Denpasar bekerjasama dengan Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Bali mengadakan Webinar CHSE (Cleanliness, Hygiene, Safety & Environment), Rabu (4/11/2020).

Kegiatan yang merupakan rangkaian ajang Denpasar Festival 2020 tersebut berlangsung dalam dua sesi, dimana setiap sesi dibatasi hanya 50 peserta diantaranya pemilik hotel, vila, restoran, kafe, dan angkringan.

Webinar dipandu oleh Chairman of IFBEC Bali, I Ketut Darmayasa, S.IP, MM, CHT dan Certified Auditor/Certified Assessor, I Nyoman Suweca, SE dengan narasumber yang merupakan para ekpertise IFBEC Bali yang memiliki segudang pengalaman, kualifikasi profesional dan fortopolio yang sangat memadai, yaitu I Made Sumardika (Corporate Food & Beverages Manager East Archipelago International), I Wayan Muka (Corporate General Manager Hideaway Hospitality), I Nyoman Murjana, A.Md.Par, SE (General Manager Taman Nusa), I Nyoman Gd Suasta, CHT (Vice President of IFBEC-Eastern Part of Indonesia), I Wayan Bolly Kusdiana (Food & Beverages Manager Wyndam Tamansari Jivva Resort Bali), dan I Putu Wiarta Suhita (Certified Auditor, Certified Assessor).

Baca Juga :  Dispar Buleleng Sinergi Lakukan Pemulihan Sektor Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan agar semua akomodasi pariwisata dan restoran di wilayah Kota Denpasar sadar untuk menerapkan standar new normal pencegahan Covid-19. Tujuannya adalah untuk meyakinkan wisatawan bahwa Kota Denpasar layak untuk dikunjungi; memastikan aspek keamanan, kenyamanan dan kesehatan yang komprehensif bagi pelanggan; serta meningkatkan daya saing usaha dan produk pariwisata, pelayanan dan pengelolaan.

“Mari semuanya terapkan protokol kesehatan di manapun berada demi Bali tercinta ini sehingga para wisatawan makin cepat datang ke Bali dan pertumbuhan ekonomi semakin maju kembali,” ujarnya.

Chairman of IFBEC Bali, I Ketut Darmayasa mengatakan di Bali terdapat sekitar 5.830 hotel namun saat ini belum semuanya tersertifikasi tatanan kehidupan era baru. Untuk itu diperlukan kerja sama stakeholder dan pentahelix agar nantinya bisa memverifikasi semua hotel itu. Tim provinsi sudah melakukan verifikasi, begitu juga pemerintah kota/kabupaten di Bali, termasuk Kemenparekraf telah mengeluarkan auditor-auditor CHSE.

“Kita sebagai asosiasi membantu untuk menyampaikan kepada masyarakat, pimpinan perusahaan, pengelola dan staf agar mereka juga aware terhadap program pemerintah ini sehingga bila semua stakeholder pariwisata dan masyarakat menerapkan CHSE maka berpeluang pariwisata Bali dan Indonesia segera bangkit,” ungkap Darmayasa yang juga Direktur F&B Hotel Grand Istana Rama Kuta.

Baca Juga :  Selain JB Pelangi E-KTP, Disdukcapil Denpasar Turut Gencarkan JB Pelangi Pencatatan Sipil

Ia menambahkan pentahelix pariwisata harus dikerahkan baik itu dari pemerintah, akademisi, asosiasi, para pengusaha dan juga media agar bisa menyampaikan program-program yang baik ini kepada masyarakat.

“Kita berharap semoga Bali segera zona hijau, maka bulan depan penerbangan luar negeri sudah bisa dibuka, apalagi dengan dicabutnya Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020 yang diganti dengan Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020 maka ini menjadi sinyal positif bagi pariwisata Bali dan Indonesia,” paparnya.

Wakil Ketua IHGMA Bali Chapter, I Wayan Muka menjelaskan protokol CHSE ini sangat penting terutama pada hal “Environment” yang berkiblat terhadap Sustainable of Balinese Tourism. Bali memiliki empat Pergub yang muaranya untuk mengelola pariwisata secara berkesinambungan seperti pengelolaan sampah dan pengurangan penggunaan produk plastik sehingga Bali tetap menjadi tujuan pariwisata dunia. Begitu juga penyerapan produk lokal yang dihasilkan petani serta kearifan lokal berupa aksara Bali dan busana adat Bali.

“Ini bisa menjadi ciri khas atau ikon pariwisata Bali ke depan,” ujar Wayan Muka.

webinar
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani. Sumber Foto : dar/bpn

Lebih lanjut Corporate General Manager Hideaway Hospitality ini mengungkapkan dari 34 provinsi di Indonesia, sebanyak 8 provinsi yang diwajibkan melakukan sertifikasi CHSE. Yang membanggakan adalah Bali merupakan salah satunya yang telah melakukan verifikasi terhadap tatanan kehidupan era baru, dimana tim verifikatornya sudah dibentuk dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dengan memakai tiga aspek yaitu produk, pengelolaan dan pelayanan.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Dinilai Tim IGA Pusat, Rai Mantra Paparkan Inovasi Dharma Negara Alaya

“Harapan kami melalui Webinar CHSE ini dapat memberikan manfaat pada peningkatan kesadaran masyarakat, dan dengan panduan serta implementasi CHSE yang optimal dapat memberikan jaminan kepada pengelola usaha pariwisata, karyawan dan wisatawan akan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Perlahan namun pasti kegiatan berwisata kembali normal dan pariwisata Bali akan segera bangkit, We Love Bali,” pungkasnya. (dar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here