Bendesa Adat
Sumber Foto : Humas Jembrana

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANABupati Jembrana, I Putu Artha menghadiri pengukuhan Bendesa Adat Desa Adat Yehembang Kangin masa bhakti 2020-2025 di Wantilan Pura Puseh Yehembang Kangin, Sabtu (31/10/2020).

Pengukuhan Ida Bagus Ketut Gunarta sebagai Bendesa Adat Yehembang Kangin dengan masa bhakti 2020-2025 turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Kepala Kementerian Agama Jembrana I Made Sudarmita, Ketua Majelis Desa Adat Jembrana I Nengah Subagia, Perwakilan PHDI Kabupaten Jembrana, Camat Mendoyo I Putu Nova Noviana, beserta masyarakat Desa Adat Yehembang Kangin. Dalam acara pengukuhan Bendesa Adat itu tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Bupati Artha menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali Ida Bagus Ketut Gunarta serta berterimakasih kepada panitia karena pengukuhan berjalan lancar termasuk saat pemilihan yang menggunakan sistem musyawarah/mufakat melibatkan seluruh masyarakat Yehembang Kangin, bukan melalui voting.

“Sesuai dengan Perda Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, pemilihan bendesa hendaknya mengedepankan musyawarah/mufakat. Artinya segala perbedaan pendapat berhasil disatukan bukan menggunakan  sistem  voting. Ini sebagai wujud kedewasaan dalam  berdemokrasi, luar biasa sekaligus membanggakan,” ujar Artha.

Baca Juga :  Songsong Pilkada, Kesbangpol Gelar Sosialisasi

Ia juga berharap peran bendesa untuk bekerja keras menyatukan umat di tengah peran desa adat yang makin kompleks. Bendesa terpilih juga dimintanya mampu merangkul semua krama desa pekraman khususnya generasi muda Hindu yang ada di desa adat untuk ikut terus aktif dalam kegiatan adat yang diselenggarakan di desa.

“Bendesa harus bisa merangkul dan menjadi panutan yang baik bagi masyarakat. Mari rangkul bersama-sama untuk memperkuat dan memajukan desa pekraman termasuk membina hubungan yang harmonis dengan pihak desa dinas,” tandasnya.

Selain itu, dihadapan Bendesa Adat, Prajuru desa dan tokoh-tokoh desa Pekraman Yehembang Kangin, Bupati Artha menegaskan agar Perangkat Desa dari Bendesa Adat, Prajuru desa hingga tokoh-tokoh desa supaya tetap mensosialisasikan 3M yakni, Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dengan sabun pada air yang mengalir serta Menjaga Jarak. Ketiganya agar selalu di sosialisasikan kepada Krama Desa. Pasalnya, sampai saat ini penularan Covid-19 masih terjadi.

“Pemerintah pusat telah mengganjar Kabupaten Jembrana sebagai daerah dengan penanganan terbaik Covid-19 di bali bahkan di Indonesia.  Selain itu, kita juga mendapatkan pernghargaan berupa dana insentif (DID) sebesar Rp14,9 milyar. Namun saat ini, kasus terinfeksi masih terjadi. Untuk itu, kami minta para bendesa adat se Kabupaten Jembrana agar terus menggencarkan dan mensosialisasikan instruksi dari pemerintah pusat yaitu penanganan 3M Covid-19,” ujarnya. (agg/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here