BALIPORTALNEWS.COM Pengedar narkoba menjadikan sasarannya tidak pilih kasih. Semua orang bisa menjadi korbannya tidak peduli mereka berpendidikan ataupun tidak berpendidikan. Bahkan, usia anak-anak sekolahpun menjadi target pengedar narkoba. Akhir-akhir ini, kita sering disuguhkan berita-berita tentang masalah narkoba, baik melalui media surat kabar, televisi, radio maupun internet. Betapa maraknya pemakian obat-obatan terlarang saat ini. Bukan tanggung-tanggung korbannya, mulai dari orang-orang terhormat dan berkedudukan sampai kepada anak-anak dan kaum remaja, dari mulai pelosok kota sampai ke pelosok desa. 

Dunia pendidikan sesungguhnya adalah sebuah proses yang sedang mempersiapkan peserta didik menuju Indonesia Emas. Kualitas sumber daya manusia adalah aset berharga,  terutama peserta didik yang akan memasuki usia produktif di tahun 2030. Oleh karenanya seluruh komponen pemerintah dan instansi pendidikan harus menyamakan langkah untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Baca Juga :  Tren Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Bali Terus Menurun

Sejalan dengan hal itu, BNN Kabupaten Badung menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung menggelar kegiatan Asistensi dalam rangka Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan pada Selasa (16/8/2016) yang bertempat di Ruang Pertemuan Markas PMI Kabupaten Badung.

Hadir dalam kegiatan tiga narasumber yakni Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Bali, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.I.P, MM dengan Pembahasan mengenai Rencana dan Strategi bidang P4GN, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, Drs. I Ketut Widia Astika, MM dengan pembahasan materi Peran Disdikpora Kabupaten Badung dalam Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba serta Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini, SH., MH dengan pembahasan megenai Action Plan dalam P4GN di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Badung.

Baca Juga :  Tren Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Bali Terus Menurun

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Membangun Jejaring pembangunan Berwawasan Anti Narkoba ini dihadiri oleh 25 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakasek dan guru perwakilan SMA dan SMK se-Kabupaten Badung. Ketiga Narasumber  memaparkan materi secara panel dilanjutkan dengan diskusi yang membahas isu-isu dan permasalahan anak didik yang terindikasi menyalahgunakan narkoba di wilayah Kabupaten Badung.

Diskusi juga menyinggung mengenai rencana aksi dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan yang salah satunya dengan komitmen dari pengajar untuk selalu mengingatkan peserta didik akan bahaya narkoba.

Dengan adaya kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh elemen menyatukan langkah dan menyamakan persepsi untuk menyelamatkan peserta didik yang merupakan generasi bangsa akan ancaman bahaya narkoba yang semakin marak.

Baca Juga :  Tren Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Bali Terus Menurun

Sumber : BNN Kabupaten Badung

 

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here