29 C
Denpasar
Kamis, 18 Oktober 2018

Waspada, Rokok Elektrik Mulai Digandrungi Siswa SD

BALIPORTALNEWS.COM – Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Denpasar, Ida Bagus Sedana, mengaku prihatin, rokok elektrik atau vape tak hanya digandrungi oleh kalangan dewasa, tapi juga rokok tanpa tembakau ini sudah mulai digandrungi dan meracuni anak-anak SD.

‘’Bentuk rokok elektrik atau vaporizer nama bekennya, sangat menarik perhatian, ditambah dengan rasa yang beragam seperti permen, rasa buah-buahan dan lainnya sukses dipasarkan dengan bebas. Dengan sistem online, para remaja di bawah umur 18 tahun, bahkan siswa SD pun bisa dengan mudah melakukan pesanan rokok elektrik ini, ditambah rokok elektrik ini dapat di isi berulang kali,’’ ujar Ida Bagus Sedana, disela-sela mengenalkan bahaya penggunaan narkoba kepada puluhan siswa SD 17 Dangin Puri, Senin (23/1/2017).

Melalui sosialisasi ini, BNNK Denpasar menyuguhkan cuplikan tayangan tentang bahaya mengkonsumsi narkoba beserta kesaksian kurir dan pemakai narkoba serta siswa yang terjerat narkoba. Mereka ditampilkan dalam video.

‘’Sosialisasi semacam ini terkait bahaya dan penyebarannya sangat penting diketahui anak-anak sejak dalam pendidikan dasar,’’ kata Ida Bagus Sedana.

Dia mengatakan, saat ini, peyebaran narkoba hampir memasuki seluruh ruang elemen di masyarakat. Masyarakat awam, kalangan artis, mahasiswa, pelajar, dan ibu rumah tangga hampir tak terhindarkan dari penyebaran narkoba.

Narkotik dan berbagai zat adiktif lainnya memang layak dikenali oleh setiap orang, termasuk para siswa sekolah dasar tersebut. Hal ini, menurut Ida Bagus Sedana, supaya jenis dan bahaya narkoba bisa diketahui sebagai pengetahuan dan wawasan. Namun dalam artian bukan untuk didekati. Sebab, jika mendekati narkoba, akan mencoba dan akhirnya menjadi pemakai.

Kepala SDN 17 Dangin Puri, Ida Bagus Wibawa, menyambut baik acara sosialisasi ini.  Menurut dia, dengan sosialisasi ini, siswa SDN 17 Dangin Puri, mempunyai wawasan akan jenis dan bahaya narkoba.

Dengan dikenalkan berbagai jenis narkoba tersebut, siswa diharapkan dapat mengetahui secara jelas dampak dari pemakaian narkoba. Baik dampak pada kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa.

Selain itu, IB Wibawa berharap orang tua siswa agar menjaga keharmonisan rumah tangga dan perhatiannya kepada anak. Menurut dia, jika hubungan keluarga harmonis, orang tua bisa berkomunikasi dengan baik pada anak. Setiap gerak-gerik dan perilaku putra-putrinya dapat terjaga dari hal-hal negatif yang mengarah pada narkoba. (tis/bpn)

Ribuan Tanaman Herbal di Indonesia Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

BALIPORTALNEWS.COM – Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Setidaknya tidak kurang dari 30.000 spesies tumbuhan ada di hutan tropis Indonesia. Dari jumlah tersebut sekitar 9.600 spesies yang diketahui memiliki khasiat obat.

“Sayangnya belum semuanya dimanfaatkan untuk pengobatan. Baru 200 spesies saja yang telah digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional,” jelas Prof.Dr. Ratna Asmah Susidarti, M.S., Spt., saat menyampaikan pidato pengukuhan jabatan Guru Besar  pada Fakultas Farmasi UGM, Selasa (17/1/2017) di Balai Senat UGM.

Memaparkan pidato pengukuhan berjudul ”Tanaman Sebagai Sumber Senyawa Bioaktif: Perannannya Dalam Terapi dan Pengembangan Obat Baru”, Ratna menyebutkan bahwa pemanfaatan tanaman sebagai bahan baku obat juga belum dilakukan secara maksimal di level global. Dari sekitar 250.000-500.000 spesies tumbuhan yang ada di dunia, hanya sekitar 15 persen dilaporkan telah diteliti secara fitokimia. Sedangkan tanaman yang telah diuji aktivitas biologisnya baru sekitar 6 persen.

Sementara data penelitian menunjukkan terdapat 122 senyawa yang digunakan sebagai obat. Seluruh senyawa tersebut didapat dari 94 spesies tanaman yang sebagian besar yaitu sekitar 80 persen diantarnya telah digunakan sebagai obat rakyat.

Melihat kondisi tersebut, Ratna melihat bahwa peluang untuk menemukan berbagai senyawa aktif baru dari tumbuhan untuk dimafaatkan sebagai obat masih terbuka lebar. Menurutnya, penggunaan sumber botani tanaman sebagai titik awal dalam program pengembangan obat sangat bermanfaat. Salah satunya adalah sebagian besar pemilihan calon speies tumbuhan untk penelitian didasarkan pada penggunaan jangka panjang oleh manusia. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa senyawa aktif yang diisolasi dari tanaman tersebut cenderung lebih aman dibandingkan yang berasal dari tanaman yang tidak memiliki riwayat digunakan manusia.

Disamping itu, kata dia, isolat asal yang diperoleh bisa langsung digunakan sebagai obat. Bahkan dikembangkan menjadi molekuk baru untuk mengatasi keterbatasan dari molekul asal. Misalnya modifikasi senyawa anestesi lokal kokain yang bersifat kompleks menjadi senyawa sederhana yaitu benzokain dan kuinin sebagai anti malaria menjadi kuinidin untuk obat jantung.

Namun, di sisi lain pengembangan obat dari sumber daya alam memiliki sejumlah kelemahan. Salah satunya terjadi  eksploitasi terhadap sumber daya alam akibat komersialisasi produk. Kebutuhan akan bahan baku tanaman obat yang tinggi sementara ketersedian bahan baku semakin terbatas. Selain itu, pengembangan obat dari tanaman juga membutuhkan biaya tinggi dalam proses ekplorasinya.

Kendati begitu, Ratna menegaskan upaya pemanfaatan tanaman obat di Indonesia perlu dilakukan. Dengan langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar  bagi masyarakat.  Namun dalam pemanfaatannya diharapkan tetap memperhatikan kelesstarian untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan.

Menurutnya, riset terintegrasi, komperehensif, dan berkeseinambungan untuk penemuan dan pengembangan obat baru juga harus terus digalakkan. Pemerintah juga diharapkan mampu mneyediakan dana dan peralatan yang dapat menunjang pelaksanaan riset agar berhasil dan berdaya guna.

“Harapannya dengan pengembangan obat baru dalam negeri ini dapat mengurangi ketergantungan obat dari luar negeri,” terangnya. (ika/humas ugm/bpn; foto:firsto)

Sebelas Persen Pasangan Usia Subur Mengalami Infertilitas

BALIPORTALNEWS.COMGangguan kesuburan atau infertilitas masih menjadi momok bagi pasangan suami isteri yang menginginkan hadirnya anak. Demikian halnya di Indonesia, persoalan gangguan kesuburan tergolong tinggi.

“Sekitar 11 persen dari 150 juta pasangan usia subur di Indonesia mengalami infertilitas,” kata Business Unit Manager DIPA Healthcare, Laksmi Wingit Ciptaning, Kamis (22/12/2016) saat mengisi kuliah tamu di Fakultas Biologi UGM.

Penyebab infertilitas bisa berasal dari pihak wanita, laki-laki, maupun faktor lain seperti gaya hidup. Namun, dengan adanya teknologi bayi tabung atau in-vitro fertilisation (IVF) menjadi solusi bagi pasangan yang sulit mendapatkan keturunan karena masalah kesuburan.

Laksmi mengatakan tingkat keberhasilan program bayi tabung saat ini mencapai angka 35 persen. Artinya dari 100 pasangan infertil sebanyak 35  diantarnya berhasil hamil.

“Dulu keberhasilan program bayi tabung tergolong kecil hanya sekitar 10 persen, tetapi saat ini bisa mencapai 35 persen,” jelas alumnus Fakultas Biologi UGM ini.

Peluang keberhasilan bayi tabung saat ini semakin meningkat dengan hadirnya teknologi terbaru yaitu Pre-Implantation Genetic Screening (PGS). Dengan teknologi ini proses seleksi embrio yang normal dapat berlangsung lebih akurat. Tidak hanya itu, PGS juga mampu mendeteksi ada tidaknya kelainan kromosom pada embrio.

“Keberhasilan bayi tabung ini juga dipengaruhi faktor usia. Peluang keberhasilan bayi tabung akan berkurang seiring pertambahan usia,” terangnya.

Laskmi menjelaskan bahwa prosentase keberhasilan bayi tabung akan lebih tinggi apabila dilakukan wanita berusia kurang dari 35 tahun. Sedangkan pada wanita berusia dia atas 40 tahun peluang keberhasilan bayi tabung lebih kecil. Hal tersebut dapat terjadi karena kesuburan wanita akan menurun seiring bertambahnya umur hingga memasuki masa menopause di usia 40-45 tahun.

“Berbeda pada pria,  tingkat kesuburan tidak dibatasi oleh usia.  Sperma akan terus diproduksi setiap harinya,” paparnya dihadapan puluhan mahasiswa Biologi UGM ini.

Lebih lanjut disampaikan Laksmi peminat bayi tabung di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Setidaknya sebanyak 4.500 pasangan yang mengikuti program bayi tabung di tahun 2015. Jumlah tersebut meningkat ditahun 2016 yakni ada 5.500 pasangan yang menjalani program bayi tabung.

“Jumlah tersebut diperkirakan  akan terus naik di masa mendatang,” ujarnya.

Sebelumnya Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi S Daryono dalam sambutannya menyampaikan kuliah tamu yang menghadirkan alumnus Fakultas Biologi UGM ini ditujukan untuk memperkenalkan cabang-cabang ilmu biologi kepada mahasiswa. Salah satunya adalah tentang embriologi yang mempelajari perkembangan embrio.

“Melalui kegiatan ini kami berupaya untuk mengenalkan kepada mahasiswa tentang pengaplikasian teknologi dalam ilmu biologi termasuk embriologi,” katanya. (ika/humas ugm/bpn)

Menguak Praktik Gaya Hidup Mewah Masyarakat Kelas Menengah Bawah di Indonesia

BALIPORTALNEWS.COMFenomena praktik gaya hidup mewah di kalangan masyakat menengah bawah semakin banyak bermunculan di Indonesia. Praktik-praktik yang muncul akibat konsumerisme ini terjadi diberbagai daerah baik kota maupun desa.

Tri Harmaji, S.Th., M.Th., pembina penerjemah di Lembaga Alkitab Indonesia menyebutkan praktik gaya hidup mewah merupakan sebuah praktik konsumsi barang-barang simbolik dengan tujuan membentuk dan menampilkan sebuah identitas yang lebih tinggi dari identitas asli pelakunya.  Praktik ini semakin banyak terjadi karena pembeda kelas sosial antara yang kaya dan miskin semakin jelas.

“Orang kaya begitu mendapat penghormatan dan sebaliknya orang miskin mendapat penghinaan. Sehingga banyak yang ingin menjadi orang kaya dan bagian dari orang-orang yang memperoleh penghormatan di masyarakat,” urainya, Rabu (21/12/2016) di Sekolah Pascasarjana UGM.

Mempertahankan disertasi berjudul “The Practice of High Lifestyle Diantara Orang-orang Kelas Menengah bawah di Indonesia” dalam ujian terbuka program studi Inter Religious Studies (IRS) UGM, Tri Harmaji menyebutkan bahwa mendapat penghormatan di masyarakat juga menjadi impian masyarakat kelas menengah bawah. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mempraktikan gaya hidup mewah melalui penggunaan barang-barang simbolik mereka berusaha tampil layaknya orang kaya.

“Orang-orang kelas bawah berusaha mengadopsi gaya hidup yang sebenarnya secara ekonomi tidak mampu untuk mendapatkan penghormatan seperti yang diperoleh orang kaya. Fenomena ini terjadi disemua tempat dan golongan baik di kota besar maupun pedesaan,” paparnya.

Melakukan penelitian di Kota Jakarta dan Salatiga, Tri Harmaji mendapatkan fakta bahwa praktik gaya hidup mewah ini banyak dilakukan oleh kalangan remaja, namun begitu juga tidak sedikit dilakukan oleh kalangan yang lebih tua. Praktik ini membuat seseorang cenderung menjadi pemilih dalam hal pertemanan. Mereka memilih teman yang dapat membantu untuk menaikkan tangga kelas sosial.

“dalam beberapa kasus memilih teman dimulai dengan pembentukan citra demi mendapatkan sebuah status sosial yang lebih tinggi,”ujarnya.

Hal tersebut memunculkan konsekuensi adanya kecenderungan seseorang untuk menjadi semakin superfisial. Fokus pelaku praktik gaya hidup mewah yang hanya pada penampilan luar telah membawa mereka dari nilai-nilai moral dan agama yang mendalam pada hal-hal dangkal dan superfisial. Bahkan dalam wawancara, meskipun informan berulang kali berbicara mengenai nilai-nilai moral spiritual sebagai sesuatu yang berharga seperti cinta kasih dan kesederhanaan. Namun,  pada saat yang sama mereka juga berbicara tentang pentingnya penampilan luar dan mengejar kekayaan.

Kecenderungan ini, dikatakan Tri Harmaji, terlihat jelas pada mereka yang tergolong dalam pelaku gaya hidup mewah ekstrim, tetapi juga cukup kuat pada kelompok moderat. Dalam kelompok moderat, meski tidak terjun sedalam para pelaku kelompok ekstrim, tetapi benih-benih kekaguman terhadap penampilan luar sudah berkembang cukup kuat bahkan siap meledak jika terdapat pembenaran dari para penjaga nilai baik spiritualis dan moralis.

“Yang membedakan adalah jika kelompok ekstrim berani mengabaikan nilai-nilai, maka kelompok moderat ingin mengubah nilai-nilai itu terlebih dulu,”tuturnya.

Praktik sosial ini disampaikan Tri Harmaji menjadi menarik saat dikaitkan dengan fakta lain yaitu para pelaku praktik gaya hidup mewah adalah penganut agama yang justru mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan. Padahal melakukan praktik gaya hidup mewah bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama. Sementara itu, dalam wawancara yang dilakukan tidak sedikit infroman yang berpandangan bahwa kekayaan itu baik secara agama.

“Fakta ini menggambarkan mulai melemahnya agama sebagai agen yang mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan,”jelasnya. (ika/humas ugm/bpn)

Rai Mantra Apresiasi Bali Yoga Festival Yayasan Markandeya

BALIPORTALNEWS.COMMenyambut HUT Kota Denpasar 2017 mendatang, Yayasan Markandeya Yoga Indonesia akan menggelar Bali Yoga Festival di Lapangan Lumintang Denpasar pada tanggal 13 hingga 15 Januari mendatang.

Dalam Bali Yoga Festival ini akan merangkul semua guru se Indonesia dan siswa SD, SMP dan SMA/SMK. Untuk memeriahkan acara akan diisi oleh guru besar dari India dan guru yoga yang ada di seluruh Bali.  

Hal ini disampaikan pemilik Yayasan Markandeya Yoga Indonesia sekaligus pendiri yayasan I Gusti Ayu Ngurah Dian Martika saat beraudiensi dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Kediaman Walikota Denpasar Selasa (6/12/2016).

Menurutnya,  yoga sangat penting untuk menghadapi globalisasi saat ini. Karena yoga dapat mengontrol pikiran, mengolah badan, mengolah rasa dan lain sebagainya. Maka dari itu yoga sangat penting untuk diterapkan khususnya anak-anak muda seperti anak-anak sekolah.

Tidak hanya itu yoga juga dapat menyeimbangkan emosi anak-anak muda. Sehingga tidak ada kekerasan yang terjadi seperti masalah geng motor pada waktu lalu.  Untuk memperkenalkan berbagai manfaat yoga, maka berbagai yoga akan diperkenalkan seperti yoga untuk anak-anak, remaja, manula dan orang sakit.

Untuk memperkuat ajaran yoga pihaknya akan mengeluarkan  lembaga khusus pelatihan yoga (LKP). Hal itu dilakukan  agar para guru bisa memberikan pelatihan yoga kepada anak-anak di setiap sekolah.

‘’Selain itu LKP ini juga  diberikan kepada PKK dan semua sekaa teruna teruni  agar  mereka bisa mengajar yoga di setiap desanya,’’ katanya.

Selain itu sertifikat tersebut  sebagai bukti memiliki ketrampilan dalam yoga dan dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan menjadi pengajar yoga.

Bali Yoga Festival ini mendapat apresiasi dari Walikota Denpasar IB Dharmawijaya Mantra. Menurutnya, yoga memang penting untuk semua masyarakat khususnya anak-anak muda. untuk mengontrol pikirannya sehingga tidak timbul berbagai permasalahan.

Tidak hanya itu Rai Mantra juga mengatakan, yoga sangat bagus untuk kesehatan tubuh terutama untuk melenturkan organ-organ tubuh.

Untuk mempertahankan ajaran yoga Bali yang diberikan Yayasan Marandeya, Rai Mantra meminta pemilik yayasan untuk memiliki sertifikat kompetensi. Dengan sertifikasi kompetensi tersebut maka kemanapun dalam mengajar yoga tidak akan diragukan. (ayu/humasdps/bpn)

Anak Banyak Nonton Televisi, Ini Bahayanya

BALIPORTALNEWS.COM – Konsultan psikologi Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Denpasar, Aritya Widianti, S.Psi., M.Psi. Psikolog., mengatakan, sudah banyak yang meneliti dampak menghabiskan banyak waktu di depan layar gadget bagi kesehatan.

‘’Sesuai kelompok usia, dampak dari waktu penggunaan gadget yang tidak bijak akan mempengaruhi lajur perkembangan normal sesuai usia,’’ ujarnya.

Berbicara dalam lanjutan pendidikan keluarga soal pengasuhan positif pada anak di UPT SKB Disdikpora Kota Denpasar, belum lama ini, mengatakan, jika balita menonton TV sepanjang hari, kapan mereka memiliki kesempatan untuk menggunakan imajinasi mereka sendiri? Mereka tidak menikmati hari-hari ketika pergi bermain ke luar adalah solusi untuk mengatasi kebosanan, karena mereka lebih suka menonton TV dan bermain gadget.

‘’Anak yang banyak bermain gadget atau melihat televisi tidak kuat ototnya. Selain itu, anak mendapat paparan dari layar handphone atau televisi. Tidak ada aktivitas menggerakkan badan pada aktivitas tersebut membuat otot tidak kuat (perkembangan koordinasi ototnya lemah),’’ paparnya.

Ia mengatakan untuk mencegah dampak negatif tersebut, orangtua harus membatasi penggunaan gawai atau ‘screentime’. Selain itu, anak juga harus didampingi ketika menggunakan gadget atau menonton televisi. ‘’Membiarkan anak, terutama anak balita menonton televisi atau bermain gadget terlalu lama bukanlah pilihan bijak,’’ pesannya.

Menurut Aritya, sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi jumlah waktu anak-anak menonton televisi. Alihkan balita dengan hal-hal lain, seperti mainan atau puzzle. ‘’Jangan biarkan televisi menyala ketika anak anda bermain puzzle atau dia akan kembali menonton televisi,’’ imbuhnya.

Atau, pergi ke luar dan biarkan anak mengeksplorasi. Bermain keluar rumah akan memperkenalkan anak kepada hal-hal baru, tapi biarkan mereka berjalan sendiri bukan naik kereta dorong. Kegiatan ini  juga akan membantu meningkatkan aktivitas fisik mereka.

‘’Membaca buku adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan anak. Ini mendorong dan meningkatkan imajinasi mereka. Ini juga penting untuk perkembangan bahasa mereka. Belikan lah anakbuku cerita yang bergambar agar menarik perhatiannya,’’ujarnya.

Dengan mengurangi menonton televisi atau penggunanaan gadget, harap Aritya,  akan memiliki balita yang lebih aktif dan juga akan meningkatkan hubungan pasangan karena akan lebih sering berkomunikasi dan beraktivitas bersama, ujung-ujungnya keluarga akan lebih harmonis.

‘’Harap diingat, jangan sampai melarang anak-anak menonton televisi atau bermain laptop akan tetapi orangtua tetap sibuk dengan laptop dan smartphone. Memberikan contoh adalah metode pengasuhan yang paling terbaik,’’pungkasnya. (tis/bpn)

 

Keterangan Foto : PAPARKAN MATERI – Psikolog Aritya Widianti saat memaparkan materi pendidikan keluarga di SKB Disdikpora Kota Denpasar.

Wagub Sudikerta Ajak Masyarakat Untuk Hidup Sehat

BALIPORTALNEWS.COMKesehatan merupakan harta paling berharga yang tak ternilai harganya. Untuk itu menjaga kesehatan harus dilakukan sejak dini dan salah atnya adalah dengan melakukan olahraga secara teratur .

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat memberikan sambutan singkat sekaligus membuka kegiatan Senam Sehat Bugar (SSB) dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar pada Jumat (4/11/2016) pagi.

“Kesehatan merupakan hal yang utama dalam diri kita, untuk itu perlu menjaga kesehatan diri dan juga lingkungan. Semua dimulai dari dalam diri kita sendiri agar kita tetap bisa sehat. Ada beebrapa cara untuk tetap menjaga kesehatan diantaranya berolahraga baik pagi maupun sore. Tak hanya itu, untuk mewujudkan diri yang sehat, kita perlu menjaga lingkungan agar tetap bersih, ujar Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi beberapa pimpinan SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Sudikerta, pembangunan Kesehatan pada hakekatnya  harus  dilaksanakan oleh semua komponen dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Dengan semangat Indonesia Cinta Sehat, kita harapkan masyarakat dapat hidup sehat demi terwujudnya Indonesia kuat. Dengan demikian, melalui peringatan HKN ke-52 ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mewujudkan kehidupan yang sehat.

Dalam kesempatan tersebut, diselenggarakan senam sehat bugar yang diikuti oleh ribuan peserta. Tak hanya itu, tersedia juga pelayanan kesehatan gratis dan donor darah. (hms prov bali/bpn)

 

Semarak HUT Mangupura ke-7 dengan Senam Gemupamere

BALIPORTALNEWS.COMSerangkaian menyambut HUT Mangupura ke-7. berbagai atraksi kegiatan dilaksankan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

Demikian pula dengan krida setiap hari Jumat sudah menjadi rutinitas Pegawai Pemerintah kabupaten Badung, dalam menyemarakkan Peringatan HUT Mangupura ke-7 yang jatuh pada 16 Nopember 2016 mendatang. Jumat, 4 Nopember menjadi hari yang istimewa, ada nuansa lain dengan kehadiran para Ibu-ibu dari TP. PKK, DWP, dan Gatriwara dengan melakukan senam Gemupamere bersama. Olahraga bersama tersebut juga diikuti oleh Wakil Bupati Badung Ketut Suisa, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, para Kepala SKPD beserta karyawan dan karyawati di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Acara senam bersama tersebut dilaksanakan di Lapangan Puspem. Badung “ Mangupraja Mandala”.Jumat (4/11/2016).

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa yang didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika  dalam kesempatan tersebut menyampaikan ”berolahraga tidak hanya untuk menjadikan jiwa raga yang sehat olahraga yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini juga untuk kehadiran, kedisiplinan dalam kebersamaan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Badung.

Sehat itu mahal nilainya dan menjadi sangat penting dan vital, dengan menjaga kebugaran baik jasmani maupun rohani tentu kita menjadi sehat dan kuat. Membangun Badung tentu diawali dengan kesehatan agar menjadikan Badung kuat untuk pembangunan di Badung kedepannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati, Ketut Suiasa juga mengajak seluruh jajaran, karyawan dan karyawati untuk tetap menjaga kedisiplinan dan etos kerja.

“Mari kita bangun dan  jaga kebersamaan ini lewat olahraga kita bangun kedisiplinan di Pemerintah kabupaten Badung, sidak yang dilaksanakan ini bukan semata untuk mencari kesalahan dan kebenaran namun kehadiran karyawan dan karyawati Pemerintah Kabupaten Badung adalah harus dan mutlak mengingat kita sebagai pelayan masyarakat dan abdi Negara disamping untuk silahturahmi, ” tegasnya.

Setelah melaksanakan jalan santai di seputaran Puspem Badung dilanjutkan dengan melaksanakan senam Gemupamere bersama para ibu-ibu dari PKK, DWP, Gatriwara Kepala SKPD beserta Karyawan dan karyawati Kabupaten  Badung. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Ibu-Ibu TP. PKK Badung, DWP beserta Gatriwara bergabung dengan karyawan dan karyawati Pemkab Badung saat krida jumat dilapangan Puspem Badung, Jumat (4/11/2016).

 

Ayu Pastika Ajak Masyarakat Cegah Kanker dengan Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

BALIPORTALNEWS.COMPenyakit kanker  merupakan penyebab kematian nomor 2 terbesar di dunia bahkan jumlah korban jiwa yang disebabkan penyakit ini jumlahnya melebihi kematian gabungan yamg diakibatkan oleh virus HIV/AIDS, TBC dan malaria.

Sehingga sangat beralasan hal ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak agar akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini dapat ditekan.

Upaya menekan penyakit tidak menular namun mematikan ini dapat ditempuh salah satunya dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi,  berolahraga secara teratur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, dan bahkan yang saat ini tengah menjadi trend adalah mengkonsumsi makanan organik tanpa ada pengggunaan pupuk kimia.

Demikian disampaikan Ayu Pastika seusai dilantik sebagai Ketua Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Bali di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (21/10/2016).

Ayu Pastika juga menambahkan, disamping pola hidup sehat  upaya deteksi dini terhadap penyakit kanker juga memegang peran  penting, mengingat saat ini hampir 60 % penderita kanker datang kerumah sakit dalam kondisi stadium lanjut  dalam artian pengobatan  yang dilakukan sering tidak lagi dapat menyembuhkan.

“Penyakit ini sangat mematikan dan sudah banyak menelan korban jiwa, untuk itu mari kita memulai menerapkan pola hidup bersih sehat dimulai dari diri dan lingkungan kita sendiri. Di samping juga jangan lupa melakukan deteksi dini terhadap gejala kanker. Jika ada keluhan segera periksakan diri ke petugas kesehatan terdekat, semakin dini terdeteksi maka semakin besar harapan untuk sembuh “ ujarnya.

Secara khusus Ayu Pastika juga menyemangati para penderita kanker untuk tidak putus asa dalam menjalankan upaya penyembuhan.  Ia juga menekankan pentingnya  peran keluarga dan orang orang terdekat untuk mendukung upaya pengobatan yang harus dijalani para pasien kanker.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat yang salah satu anggota keluarganya ada mengidap penyakit kanker agar secara serius, telaten dan penuh kesabaran mendukung upaya pengobatan yang harus dijalani pasien. Dukungan dan kasih sayang merupakan salah satu obat yang diperlukan para pengidap penyakit kanker,” ujarnya.   

Berkenaan dengan pelantikan pengurus YKI Cabang Bali yang baru saja dilantik, Ayu Pastika menyampaikan bahwa organisasi sosial nirlaba ini  akan terus berupaya meningkatkan perannya dengan membuat program unggulan yang bermanfaat untuk masyarakat sesuai dengan visi dan misi Bali Mandara.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada acara pelantikan tersebut dimana  Pastika  menyampaikan apresiasinya atas semua program yang telah dilaksanakan oleh YKI dan  berharap agar YKI Cabang Bali lebih meningkatkan efektivitasnya  dengan berbagai kegiatan bermanfaat mulai dari promosi dan prevensi, penyuluhan, pencegahan serta penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP).

Tidak terhenti sampai disitu, YKI juga diharapkan terus menjalin kerja sama dengan PKK untuk melakukan kegiatan penyuluhan dan deteksi dini langsung ke desa desa. “Menyelamatkan satu nyawa manusia lebih mulia daripada membangun  pagoda tingkat  9, dan YKI telah melaksanakan tugas mulia ini dan saya sangat mengapresiasinya,“ pungkasnya.

Dalam acara pelantikan yang juga dihadiri oelh Ketua YKI Pusat yang diwakilkan oleh anggota Bidang Organisasi YKI Pusat Watie Soeharnanto serta Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, dilantik sebanyak 32 pengurus YKI Cabang Bali ( Koordinator) Masa Bakti 2016-2021 ini  berdasarkan kepada Surat Keputusan No 385/ SK.Cab/YKI/IX/2016.

Seusai upacara pelantikan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus YKI Cabang Bali Masa Bakti 2016-2021 yang dipimpin langsung oleh Ketua YKI Cabang Bali yang baru saja dilantik kepengurusannya. (hms prov bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan