Menguak Praktik Gaya Hidup Mewah Masyarakat Kelas Menengah Bawah di Indonesia

BALIPORTALNEWS.COMFenomena praktik gaya hidup mewah di kalangan masyakat menengah bawah semakin banyak bermunculan di Indonesia. Praktik-praktik yang muncul akibat konsumerisme ini terjadi diberbagai daerah baik kota maupun desa.

Tri Harmaji, S.Th., M.Th., pembina penerjemah di Lembaga Alkitab Indonesia menyebutkan praktik gaya hidup mewah merupakan sebuah praktik konsumsi barang-barang simbolik dengan tujuan membentuk dan menampilkan sebuah identitas yang lebih tinggi dari identitas asli pelakunya.  Praktik ini semakin banyak terjadi karena pembeda kelas sosial antara yang kaya dan miskin semakin jelas.

“Orang kaya begitu mendapat penghormatan dan sebaliknya orang miskin mendapat penghinaan. Sehingga banyak yang ingin menjadi orang kaya dan bagian dari orang-orang yang memperoleh penghormatan di masyarakat,” urainya, Rabu (21/12/2016) di Sekolah Pascasarjana UGM.

Mempertahankan disertasi berjudul “The Practice of High Lifestyle Diantara Orang-orang Kelas Menengah bawah di Indonesia” dalam ujian terbuka program studi Inter Religious Studies (IRS) UGM, Tri Harmaji menyebutkan bahwa mendapat penghormatan di masyarakat juga menjadi impian masyarakat kelas menengah bawah. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mempraktikan gaya hidup mewah melalui penggunaan barang-barang simbolik mereka berusaha tampil layaknya orang kaya.

“Orang-orang kelas bawah berusaha mengadopsi gaya hidup yang sebenarnya secara ekonomi tidak mampu untuk mendapatkan penghormatan seperti yang diperoleh orang kaya. Fenomena ini terjadi disemua tempat dan golongan baik di kota besar maupun pedesaan,” paparnya.

Melakukan penelitian di Kota Jakarta dan Salatiga, Tri Harmaji mendapatkan fakta bahwa praktik gaya hidup mewah ini banyak dilakukan oleh kalangan remaja, namun begitu juga tidak sedikit dilakukan oleh kalangan yang lebih tua. Praktik ini membuat seseorang cenderung menjadi pemilih dalam hal pertemanan. Mereka memilih teman yang dapat membantu untuk menaikkan tangga kelas sosial.

“dalam beberapa kasus memilih teman dimulai dengan pembentukan citra demi mendapatkan sebuah status sosial yang lebih tinggi,”ujarnya.

Hal tersebut memunculkan konsekuensi adanya kecenderungan seseorang untuk menjadi semakin superfisial. Fokus pelaku praktik gaya hidup mewah yang hanya pada penampilan luar telah membawa mereka dari nilai-nilai moral dan agama yang mendalam pada hal-hal dangkal dan superfisial. Bahkan dalam wawancara, meskipun informan berulang kali berbicara mengenai nilai-nilai moral spiritual sebagai sesuatu yang berharga seperti cinta kasih dan kesederhanaan. Namun,  pada saat yang sama mereka juga berbicara tentang pentingnya penampilan luar dan mengejar kekayaan.

Kecenderungan ini, dikatakan Tri Harmaji, terlihat jelas pada mereka yang tergolong dalam pelaku gaya hidup mewah ekstrim, tetapi juga cukup kuat pada kelompok moderat. Dalam kelompok moderat, meski tidak terjun sedalam para pelaku kelompok ekstrim, tetapi benih-benih kekaguman terhadap penampilan luar sudah berkembang cukup kuat bahkan siap meledak jika terdapat pembenaran dari para penjaga nilai baik spiritualis dan moralis.

“Yang membedakan adalah jika kelompok ekstrim berani mengabaikan nilai-nilai, maka kelompok moderat ingin mengubah nilai-nilai itu terlebih dulu,”tuturnya.

Praktik sosial ini disampaikan Tri Harmaji menjadi menarik saat dikaitkan dengan fakta lain yaitu para pelaku praktik gaya hidup mewah adalah penganut agama yang justru mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan. Padahal melakukan praktik gaya hidup mewah bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama. Sementara itu, dalam wawancara yang dilakukan tidak sedikit infroman yang berpandangan bahwa kekayaan itu baik secara agama.

“Fakta ini menggambarkan mulai melemahnya agama sebagai agen yang mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan,”jelasnya. (ika/humas ugm/bpn)

Rai Mantra Apresiasi Bali Yoga Festival Yayasan Markandeya

BALIPORTALNEWS.COMMenyambut HUT Kota Denpasar 2017 mendatang, Yayasan Markandeya Yoga Indonesia akan menggelar Bali Yoga Festival di Lapangan Lumintang Denpasar pada tanggal 13 hingga 15 Januari mendatang.

Dalam Bali Yoga Festival ini akan merangkul semua guru se Indonesia dan siswa SD, SMP dan SMA/SMK. Untuk memeriahkan acara akan diisi oleh guru besar dari India dan guru yoga yang ada di seluruh Bali.  

Hal ini disampaikan pemilik Yayasan Markandeya Yoga Indonesia sekaligus pendiri yayasan I Gusti Ayu Ngurah Dian Martika saat beraudiensi dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Kediaman Walikota Denpasar Selasa (6/12/2016).

Menurutnya,  yoga sangat penting untuk menghadapi globalisasi saat ini. Karena yoga dapat mengontrol pikiran, mengolah badan, mengolah rasa dan lain sebagainya. Maka dari itu yoga sangat penting untuk diterapkan khususnya anak-anak muda seperti anak-anak sekolah.

Tidak hanya itu yoga juga dapat menyeimbangkan emosi anak-anak muda. Sehingga tidak ada kekerasan yang terjadi seperti masalah geng motor pada waktu lalu.  Untuk memperkenalkan berbagai manfaat yoga, maka berbagai yoga akan diperkenalkan seperti yoga untuk anak-anak, remaja, manula dan orang sakit.

Untuk memperkuat ajaran yoga pihaknya akan mengeluarkan  lembaga khusus pelatihan yoga (LKP). Hal itu dilakukan  agar para guru bisa memberikan pelatihan yoga kepada anak-anak di setiap sekolah.

‘’Selain itu LKP ini juga  diberikan kepada PKK dan semua sekaa teruna teruni  agar  mereka bisa mengajar yoga di setiap desanya,’’ katanya.

Selain itu sertifikat tersebut  sebagai bukti memiliki ketrampilan dalam yoga dan dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan menjadi pengajar yoga.

Bali Yoga Festival ini mendapat apresiasi dari Walikota Denpasar IB Dharmawijaya Mantra. Menurutnya, yoga memang penting untuk semua masyarakat khususnya anak-anak muda. untuk mengontrol pikirannya sehingga tidak timbul berbagai permasalahan.

Tidak hanya itu Rai Mantra juga mengatakan, yoga sangat bagus untuk kesehatan tubuh terutama untuk melenturkan organ-organ tubuh.

Untuk mempertahankan ajaran yoga Bali yang diberikan Yayasan Marandeya, Rai Mantra meminta pemilik yayasan untuk memiliki sertifikat kompetensi. Dengan sertifikasi kompetensi tersebut maka kemanapun dalam mengajar yoga tidak akan diragukan. (ayu/humasdps/bpn)

Anak Banyak Nonton Televisi, Ini Bahayanya

BALIPORTALNEWS.COM – Konsultan psikologi Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Denpasar, Aritya Widianti, S.Psi., M.Psi. Psikolog., mengatakan, sudah banyak yang meneliti dampak menghabiskan banyak waktu di depan layar gadget bagi kesehatan.

‘’Sesuai kelompok usia, dampak dari waktu penggunaan gadget yang tidak bijak akan mempengaruhi lajur perkembangan normal sesuai usia,’’ ujarnya.

Berbicara dalam lanjutan pendidikan keluarga soal pengasuhan positif pada anak di UPT SKB Disdikpora Kota Denpasar, belum lama ini, mengatakan, jika balita menonton TV sepanjang hari, kapan mereka memiliki kesempatan untuk menggunakan imajinasi mereka sendiri? Mereka tidak menikmati hari-hari ketika pergi bermain ke luar adalah solusi untuk mengatasi kebosanan, karena mereka lebih suka menonton TV dan bermain gadget.

‘’Anak yang banyak bermain gadget atau melihat televisi tidak kuat ototnya. Selain itu, anak mendapat paparan dari layar handphone atau televisi. Tidak ada aktivitas menggerakkan badan pada aktivitas tersebut membuat otot tidak kuat (perkembangan koordinasi ototnya lemah),’’ paparnya.

Ia mengatakan untuk mencegah dampak negatif tersebut, orangtua harus membatasi penggunaan gawai atau ‘screentime’. Selain itu, anak juga harus didampingi ketika menggunakan gadget atau menonton televisi. ‘’Membiarkan anak, terutama anak balita menonton televisi atau bermain gadget terlalu lama bukanlah pilihan bijak,’’ pesannya.

Menurut Aritya, sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi jumlah waktu anak-anak menonton televisi. Alihkan balita dengan hal-hal lain, seperti mainan atau puzzle. ‘’Jangan biarkan televisi menyala ketika anak anda bermain puzzle atau dia akan kembali menonton televisi,’’ imbuhnya.

Atau, pergi ke luar dan biarkan anak mengeksplorasi. Bermain keluar rumah akan memperkenalkan anak kepada hal-hal baru, tapi biarkan mereka berjalan sendiri bukan naik kereta dorong. Kegiatan ini  juga akan membantu meningkatkan aktivitas fisik mereka.

‘’Membaca buku adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan anak. Ini mendorong dan meningkatkan imajinasi mereka. Ini juga penting untuk perkembangan bahasa mereka. Belikan lah anakbuku cerita yang bergambar agar menarik perhatiannya,’’ujarnya.

Dengan mengurangi menonton televisi atau penggunanaan gadget, harap Aritya,  akan memiliki balita yang lebih aktif dan juga akan meningkatkan hubungan pasangan karena akan lebih sering berkomunikasi dan beraktivitas bersama, ujung-ujungnya keluarga akan lebih harmonis.

‘’Harap diingat, jangan sampai melarang anak-anak menonton televisi atau bermain laptop akan tetapi orangtua tetap sibuk dengan laptop dan smartphone. Memberikan contoh adalah metode pengasuhan yang paling terbaik,’’pungkasnya. (tis/bpn)

 

Keterangan Foto : PAPARKAN MATERI – Psikolog Aritya Widianti saat memaparkan materi pendidikan keluarga di SKB Disdikpora Kota Denpasar.

Wagub Sudikerta Ajak Masyarakat Untuk Hidup Sehat

BALIPORTALNEWS.COMKesehatan merupakan harta paling berharga yang tak ternilai harganya. Untuk itu menjaga kesehatan harus dilakukan sejak dini dan salah atnya adalah dengan melakukan olahraga secara teratur .

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat memberikan sambutan singkat sekaligus membuka kegiatan Senam Sehat Bugar (SSB) dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar pada Jumat (4/11/2016) pagi.

“Kesehatan merupakan hal yang utama dalam diri kita, untuk itu perlu menjaga kesehatan diri dan juga lingkungan. Semua dimulai dari dalam diri kita sendiri agar kita tetap bisa sehat. Ada beebrapa cara untuk tetap menjaga kesehatan diantaranya berolahraga baik pagi maupun sore. Tak hanya itu, untuk mewujudkan diri yang sehat, kita perlu menjaga lingkungan agar tetap bersih, ujar Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi beberapa pimpinan SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Sudikerta, pembangunan Kesehatan pada hakekatnya  harus  dilaksanakan oleh semua komponen dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Dengan semangat Indonesia Cinta Sehat, kita harapkan masyarakat dapat hidup sehat demi terwujudnya Indonesia kuat. Dengan demikian, melalui peringatan HKN ke-52 ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mewujudkan kehidupan yang sehat.

Dalam kesempatan tersebut, diselenggarakan senam sehat bugar yang diikuti oleh ribuan peserta. Tak hanya itu, tersedia juga pelayanan kesehatan gratis dan donor darah. (hms prov bali/bpn)

 

Semarak HUT Mangupura ke-7 dengan Senam Gemupamere

BALIPORTALNEWS.COMSerangkaian menyambut HUT Mangupura ke-7. berbagai atraksi kegiatan dilaksankan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

Demikian pula dengan krida setiap hari Jumat sudah menjadi rutinitas Pegawai Pemerintah kabupaten Badung, dalam menyemarakkan Peringatan HUT Mangupura ke-7 yang jatuh pada 16 Nopember 2016 mendatang. Jumat, 4 Nopember menjadi hari yang istimewa, ada nuansa lain dengan kehadiran para Ibu-ibu dari TP. PKK, DWP, dan Gatriwara dengan melakukan senam Gemupamere bersama. Olahraga bersama tersebut juga diikuti oleh Wakil Bupati Badung Ketut Suisa, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, para Kepala SKPD beserta karyawan dan karyawati di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Acara senam bersama tersebut dilaksanakan di Lapangan Puspem. Badung “ Mangupraja Mandala”.Jumat (4/11/2016).

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa yang didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika  dalam kesempatan tersebut menyampaikan ”berolahraga tidak hanya untuk menjadikan jiwa raga yang sehat olahraga yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini juga untuk kehadiran, kedisiplinan dalam kebersamaan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Badung.

Sehat itu mahal nilainya dan menjadi sangat penting dan vital, dengan menjaga kebugaran baik jasmani maupun rohani tentu kita menjadi sehat dan kuat. Membangun Badung tentu diawali dengan kesehatan agar menjadikan Badung kuat untuk pembangunan di Badung kedepannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati, Ketut Suiasa juga mengajak seluruh jajaran, karyawan dan karyawati untuk tetap menjaga kedisiplinan dan etos kerja.

“Mari kita bangun dan  jaga kebersamaan ini lewat olahraga kita bangun kedisiplinan di Pemerintah kabupaten Badung, sidak yang dilaksanakan ini bukan semata untuk mencari kesalahan dan kebenaran namun kehadiran karyawan dan karyawati Pemerintah Kabupaten Badung adalah harus dan mutlak mengingat kita sebagai pelayan masyarakat dan abdi Negara disamping untuk silahturahmi, ” tegasnya.

Setelah melaksanakan jalan santai di seputaran Puspem Badung dilanjutkan dengan melaksanakan senam Gemupamere bersama para ibu-ibu dari PKK, DWP, Gatriwara Kepala SKPD beserta Karyawan dan karyawati Kabupaten  Badung. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Ibu-Ibu TP. PKK Badung, DWP beserta Gatriwara bergabung dengan karyawan dan karyawati Pemkab Badung saat krida jumat dilapangan Puspem Badung, Jumat (4/11/2016).

 

Ayu Pastika Ajak Masyarakat Cegah Kanker dengan Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

BALIPORTALNEWS.COMPenyakit kanker  merupakan penyebab kematian nomor 2 terbesar di dunia bahkan jumlah korban jiwa yang disebabkan penyakit ini jumlahnya melebihi kematian gabungan yamg diakibatkan oleh virus HIV/AIDS, TBC dan malaria.

Sehingga sangat beralasan hal ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak agar akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini dapat ditekan.

Upaya menekan penyakit tidak menular namun mematikan ini dapat ditempuh salah satunya dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi,  berolahraga secara teratur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, dan bahkan yang saat ini tengah menjadi trend adalah mengkonsumsi makanan organik tanpa ada pengggunaan pupuk kimia.

Demikian disampaikan Ayu Pastika seusai dilantik sebagai Ketua Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Bali di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (21/10/2016).

Ayu Pastika juga menambahkan, disamping pola hidup sehat  upaya deteksi dini terhadap penyakit kanker juga memegang peran  penting, mengingat saat ini hampir 60 % penderita kanker datang kerumah sakit dalam kondisi stadium lanjut  dalam artian pengobatan  yang dilakukan sering tidak lagi dapat menyembuhkan.

“Penyakit ini sangat mematikan dan sudah banyak menelan korban jiwa, untuk itu mari kita memulai menerapkan pola hidup bersih sehat dimulai dari diri dan lingkungan kita sendiri. Di samping juga jangan lupa melakukan deteksi dini terhadap gejala kanker. Jika ada keluhan segera periksakan diri ke petugas kesehatan terdekat, semakin dini terdeteksi maka semakin besar harapan untuk sembuh “ ujarnya.

Secara khusus Ayu Pastika juga menyemangati para penderita kanker untuk tidak putus asa dalam menjalankan upaya penyembuhan.  Ia juga menekankan pentingnya  peran keluarga dan orang orang terdekat untuk mendukung upaya pengobatan yang harus dijalani para pasien kanker.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat yang salah satu anggota keluarganya ada mengidap penyakit kanker agar secara serius, telaten dan penuh kesabaran mendukung upaya pengobatan yang harus dijalani pasien. Dukungan dan kasih sayang merupakan salah satu obat yang diperlukan para pengidap penyakit kanker,” ujarnya.   

Berkenaan dengan pelantikan pengurus YKI Cabang Bali yang baru saja dilantik, Ayu Pastika menyampaikan bahwa organisasi sosial nirlaba ini  akan terus berupaya meningkatkan perannya dengan membuat program unggulan yang bermanfaat untuk masyarakat sesuai dengan visi dan misi Bali Mandara.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada acara pelantikan tersebut dimana  Pastika  menyampaikan apresiasinya atas semua program yang telah dilaksanakan oleh YKI dan  berharap agar YKI Cabang Bali lebih meningkatkan efektivitasnya  dengan berbagai kegiatan bermanfaat mulai dari promosi dan prevensi, penyuluhan, pencegahan serta penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP).

Tidak terhenti sampai disitu, YKI juga diharapkan terus menjalin kerja sama dengan PKK untuk melakukan kegiatan penyuluhan dan deteksi dini langsung ke desa desa. “Menyelamatkan satu nyawa manusia lebih mulia daripada membangun  pagoda tingkat  9, dan YKI telah melaksanakan tugas mulia ini dan saya sangat mengapresiasinya,“ pungkasnya.

Dalam acara pelantikan yang juga dihadiri oelh Ketua YKI Pusat yang diwakilkan oleh anggota Bidang Organisasi YKI Pusat Watie Soeharnanto serta Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, dilantik sebanyak 32 pengurus YKI Cabang Bali ( Koordinator) Masa Bakti 2016-2021 ini  berdasarkan kepada Surat Keputusan No 385/ SK.Cab/YKI/IX/2016.

Seusai upacara pelantikan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus YKI Cabang Bali Masa Bakti 2016-2021 yang dipimpin langsung oleh Ketua YKI Cabang Bali yang baru saja dilantik kepengurusannya. (hms prov bali/bpn)

Sehatkan Warga, Pemkot Denpasar Terus Gencarkan Safari Kesehatan

BALIPORTALNEWS.COM – Upaya untuk terus mewujudkan masyarakat yang sehat serta meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat secara berkesinambungan, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar terus berupaya secara gencar melaksanakan safari kesehatan gratis yang menyasar banjar-banjar di Kota Denpasar.

Setelah menyasar Banjar Kajeng, Desa Pemogan, kini Dinas Kesehatan Kota Denpasar menyasar Banjar Geladag, Kelurahan Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan, Jumat (30/9/2016) di banjar setempat.

Adapun pengobatan yang diberikan pada safari kesehatan gratis ini meliputi pemeriksaan mata, pemberian kaca mata gratis, pengecekan tensi, timbang berat badan, pengukuran lingkar pinggang, maupun penyuluhan penanggulangan penyakit demam berdarah.

Lurah Pedungan, A.A Gede Oka dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi serta menyambut baik kegiatan safari kesehatan gratis ini. Menurutnya, safari kesehatan yang gencar dilaksankan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan, merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap warganya.

Selain itu, kegiatan ini mendapat sambutan yang antusias dari warga Pedungan khususnya warga Banjar Geladag sendiri, terlebih lagi ada pengobatan mata serta pemberian kaca mata gratis dan ini sangat bagus sekali.

Kemudian disinggung tentang masalah kebersihan utamanya di Kelurahan Pedungan, Gung Oka menjelaskan bahwa permasalahan kebersihan menjadi tanggungjawab bersama, terlebih saat ini warga Pedungan sudah melaksanakan swakelola sampah secara mandiri yang artinya masyarakat langsung membuang sampahnya ke TPS.

Yang menjadi tantangan saat ini adalah permasalahan sampah di sungai, untuk itu ia bekerjasama dengan Desa Dauh Puri Kauh untuk bersinergi mengatasi permasalahan sampah di sungai dengan memasang jaring-jaring guna menghambat laju sampah.

"Harapan kedepan terhadap penyelenggaraan safari kesehatan ini agar terus berlanjut, selain itu kami berharap ada pelayanan yang berbeda lagi selain pelayanan pengobatan gratis ini seperti  pelayanan KTP, pajak, PDAM dan lain sebagainya sehingga menjadi satu,” kata Gung Oka.

Hal senada disampaikan Kaling Banjar Geladag, Made Sutama. Ia sangat mengapresiasi langkah-langah Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan derajat kesehatan warganya, dan ini merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap warganya.

"Ke depan kami berhadap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan maupun ditingkatkan, karena kegiatan ini sangat membantu warga kami terlebih para lansia. Terlebih ada pengobatan mata  serta pemberian kaca mata gratis, dan ini yang sangat ditunggu-tunggu oleh para lansia maupun warga kami,” kata Sutama.

Sementara salah seorang warga, Gede Wardana (62) yang menerima pengobatan mata serta kaca mata gratis mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, dimana dulunya ia agak bermasalah dengan pengelihatannya, namun kini ia bisa tersenyum sumringah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, karena sudah diberi kaca mata gratis dan ini sangat membantu saya,” kata pria paruh baya ini. (r/ngr/hms dps/bpn)

Ini Alasan Kenapa Liburan Ala Backpacker Jauh Lebih Seru!

BALIPORTALNEWS.COM – Mau berlibur tapi budget minim? Liburan ala backpacker solusinya! Yup, backpacker-an memang bisa menjadi alternatif liburan bagi kita yang memiliki keterbatasan budget. Liburan dengan budget minim bukan berarti nggak bisa bersenang-senang lho. Justru dengan berlibur ala backpacker, kita bisa mendapatkan pengalaman yang lebih seru, menantang dan tak terlupakan, daripada liburan dengan menggunakan agen travel.

Namun perlu diingat, menyingkirlah dari comfort zone. Caranya!

1. Pakailah ransel/ carrier

Backpacking identik dengan 'backpack' atau ransel. Alasan digunakannya tas jenis ini sederhana: praktis dan efisien. Kita tak perlu menggeret koper atau menjinjing tas-tas kecil. Kalau waktu liburan cenderung pendek, coba gunakan daypack (ransel ukuran 20-30 liter). Selebihnya, pakailah semi-carrier (ukuran 35-40 liter) atau carrier (45-80 liter) kalau traveling dalam jangka waktu lama.

2. Bawalah barang seperlunya

Siapa yang tahan tak bergaya selama traveling? Tapi saat backpacking, justru soal 'gaya' inilah yang patut dikesampingkan. Bawalah pakaian yang bisa digunakan pagi, siang, atau malam. Bagi wanita, tak perlu bawa banyak pernak-pernik seperti kalung dan gelang. Cukup bawa kacamata hitam untuk melindungi mata, dan sunblock untuk pelindung kulit. Selebihnya, bawalah pakaian yang membuat Kita senyaman mungkin!

3. Budget first

Inilah hal terpenting yang harus Kita ingat selama perjalanan. Backpacking identik dengan pengeluaran seminim mungkin. Akomodasi, transportasi, dan makan misalnya, harus dialokasikan dengan bujet sekecil mungkin. Tak heran banyak backpacker yang menginap di hostel, alih-alih hotel. Makan di pinggir jalan, alih-alih restoran mahal. Budget first!

4. Obat nyamuk, vitamin, dan obat-obatan pribadi

Kita tak akan tahu perjalanan seperti apa yang akan dilewati selama backpacking. Menggunakan bus ekonomi, menginap di hotel murah, makan di warung nasi. Oleh karena itu, obat-obatan adalah satu hal yang tak boleh ditinggal. Obat nyamuk oles penting saat Kita memasuki wilayah hutan atau pepohonan rimbun, juga saat menginap di hotel. Vitamin penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Agar perjalanan lancar, bawa juga obat-obatan pribadi.

5. Menyingkirlah dari 'comfort zone'

'Comfort zone' atau zona nyaman adalah tempat yang sulit untuk kita tinggalkan, termasuk dalam sebuah perjalanan. Siapa pula yang tak mau makan enak, tidur nyaman, belanja sepuasnya saat jalan-jalan? Tapi, justru zona nyaman seperti inilah yang harus dijauhi saat backpacking. Kita harus berani terjun ke 'alam liar', berani melakukan hal baru yang jauh dari kata nyaman. Banyak backpacker bilang, hasilnya memuaskan!

6. Pelajari lingkungan sekitar

Kali pertama backpacking menjadi ajang pembelajaran bagi para pejalan. Destinasi wisata sampai perjalanan itu sendiri, merupakan sebuah hal baru. Penting untuk backpacker mempelajari lingkungan sekitar. Memerhatikan tiap tempat, tiap jalan, tiap arah agar tidak tersasar saat pulang. Penting juga untuk memerhatikan atmosfer setempat mulai dari masyarakat, bahasa, etiket, dan kebiasaan. Hormatilah penduduk setempat dan belajarlah dari sekitar. Hal-hal seperti inilah yang akan menjadi “oleh-oleh” saat kitra pulang. Salam Backpaker! (tra/bpn)

Menolak Permintaan Lebih Doi, Gini Caranya!

BALIPORTALNEWS.COM – Pacaran, jatuh cinta, hati berbunga-bunga, indah banget ya rasanya pacaran? Enggak perlu lagi merasa kesepian saat weekend, ada teman buat chat, dan bisa hangout di tempat favorit selain sama sahabat. Masalahnya, sudah lama pacaran dengan dia, tiba-tiba dia minta lebih dari kecupan pipi dan pegangan tangan! Tiap kali menolak dia kelihatan kesal dan menjauhi kita. Help!

Hindari Hanya Berdua Tanpa Pengawasan

Kalau kita lagi nge-date, usahakan di tempat ramai dan hindari lokasi sepi atau tanpa pengawasan. Supaya menghindari hal yang enggak kita inginkan. Supaya aman, jangan menerima ajakan ke rumah pacar kalau keluarganya sedang keluar. Pacaran juga lebih seru hangout di luar bukan? Kayak makan di resto favorit, main game di arena bermain, atau nonton film terbaru di bioskop.

Jangan Keburu Terima Ajakan Pacar Keluar

Kita enggak pernah mengenal dengan baik siapa pacar kita walau sudah kenal lama dan percaya sama pacar. Belum tentu, ajakan dia sesuai dengan perkiraan kita. Masalahnya, remaja seusia kita sering terjebak pelecehan seksual saat kencan. Makanya, enggak ada salahnya kita tetap waspada pada kemungkinan kecil apapun yang bisa terjadi sama diri kita.

Say No!

Belajar bilang enggak mulai dari sekarang. Cowok player atau yang mendekati kita karena suatu hal, biasanya tricky dan manis mulut. Mereka bisa menjebak kita dengan seribu cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Biasanya, cowok-cowok ini mencobanya secara bertahap. Pertama minta pegangan tangan, lalu kecupan, lalu? Duh! Kita harus tegas girls. Ingat, enggak ada yang menjamin diri kita kalau kita termakan jebakan cowok player. Dengan bilang enggak pada ajakan yang mencurigakan, kita bisa melindungi diri dan membuat dia menghormati diri kita.

Pelajari Bahaya Seks Bebas

Ada banyak hal mengkhawatirkan dan resiko seks bebas. Kita bisa terjangkit virus mematikan, psikologi terganggu, menghindari kehamilan saat belum siap dan masa depan kita bisa hancur. Enggak mau kan, mimpi yang sudah kita kejar selama ini hilang begitu saja karena kelalaian kita? Supaya kita lebih paham apa bahaya seks bebas, kenali dan pelajari dengan baik. Bisa browsing lewat internet dan lain-lain. Dengan begitu, kita bisa lebih pede buat menghindari hal yang enggak kita inginkan.

Smart Outfit

Mengikuti trend boleh banget girls! Selama nyaman dan terlalu seksi saat dipakai kita. Secara naluri, otak cowok bekerja melalui apa yang mereka lihat. Makanya, supaya menghindari hal yang enggak kita inginkan usahakan mix and match outfit dengan pintar.  Seleb-seleb dan fashion icon usia remaja kayak kita enggak memaksakan diri mereka tampil seksi dan enggak sesuai umur buat menarik perhatian kok. Chloe Moretz, Hailee Steinfeld, dan masih banyak lagi percaya kita bisa terlihat keren dan cantik tanpa memakai outfit terbuka dan terlalu seksi. (tra/bpn)