29 C
Denpasar
Minggu, 23 September 2018

FKUB Gianyar Tanamkan Toleransi Beragama

BALIPORTALNEWS.COM – Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Gianyar,  Dewa Alit Mudiarta mengatakan, keberagaman agama di Indonesia selalu memberikan warna dalam batas–batas toleransi kerukunan umat beragama yang berbeda–beda keyakinan.

‘’Hidup rukun di tengah perbedaan tersebut masih menjadi upaya dan harapan pemerintah dan seluruh masyarakat di negeri ini. Tak ada lagi diskriminasi, kriminalisasi maupun anti sosial terhadap pemeluk agama minoritas. Sehingga persatuan itu akan utuh menjaga nilai–nilai Pancasila di NKRI tercinta ini,’’ ujar Dewa Alit Mudiarta, Selasa (23/8/2016).

Dewa Alit Mudiarta saat memberi arahan dalam sarasehan pemuda lintas agama yang melibatkan puluhan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar di Gedung PLUT Bedahulu, Blahbatuh, Gianyar mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi terhadap kondusifnya kehidupan beragama di Kabupaten Gianyar. Dia berharap, suasana harmonis tersebut dapat selalu terjaga dan terpelihara.

Pemahaman tentang agama hendaknya dijadikan tolak ukur generasi muda dalam mengenyam segala bentuk pendidikan. Sebab, disana akan diajarkan betapa pentingnya saling menghargai ketidaksamaan keyakinan dan agama. ”Di sekolah tidak boleh ada tindakan bullying terhadap siswa penganut agama minoritas,” harap Alit Mudiarta.

Dikatakan, perbedaan ini merupkan aset bangsa, wadah untuk saling mengisi satu sama lain. Nilai positif yang tertuang dalam ajaran agama dapat dijadikan pedoman untuk membentuk karakter bangsa yang tangguh dan beradab.

“Tugas kalian anak muda untuk mengemban amanah itu,”ujar mantan Kepala Disdikpora Kabupaten Gianyar.

Ketua Forum Koordinasi Umat Beragama Kabupaten Gianyar,  Tjokorda Gede Partasuniya mengatakan, sarasehan merupakan media silaturahmi bagi para pemuda lintas agama di Kabupaten Gianyar. Hasil yang diharapkan usai dialog nanti yakni adanya peningkatan toleransi dan saling pengertian antargenerasi muda.

‘’Sinergi ini tercipta dalam memelihara Tri Kerukunan Umat Beragama,’’ ujarnya. (agy/bpn)

KPAD Gianyar Gelar Workshop Perpustakaan

BALIPORTALNEWS.COM – Pemkab Gianyar melalui Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah (KPAD) Gianyar menggelar Workshop Perpustakaan. Workshop Perpustakaan dibuka oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Gianyar, Cokorda Gde Agusnawa berlangsung di ruang Sidang I Kantor Bupati Gianyar, Selasa (23/8/2016). 

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Gianyar, Cokorda Gde Agusnawa mengatakan, membatasi orang mencari informasi secara cepat lewat internet jelas tidak mungkin. Karena itu memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat dizaman sekarang.

Namun untuk membiasakan kembali masyarakat membaca buku tentu memerlukan upaya dan kerja keras. Salah satunya adalah dengan membangkitkan kembali citra perpustakaan seperti beberapa tahun yang lalu.

Perpustakaan harus dikelola secara professional dan wajib berpedoman pada standar nasional perpustakaan. Standar itu meliputi, standar koleksi buku, sarana prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga kerjanya maupun standar penyelenggaraan dan pengelolaan keuangan.

‘’Jadi menggelorakan budaya membaca tidak hanya sebatas slogan saja, namun harus dibarengi dengan peningkatan SDM, maupun sarana dan prasarana penunjangnya,” tujar Cok Agusnawa.

Kepala KPAD Kabupaten Gianyar, Hery Nurhanchoko mengatakan, saat ini di Kabupaten Gianyar memiliki 449 unit perpustakaan. Dari jumlah tersebut yang terbanyak yakni perpustakaan SD sebanyak 292 unit, perpustakaan SMP 48 unit, perpustakaan SMA/SMK 29 unit, perpustakaan desa 70 unit.

Selain itu juga masing-masing 1 unit perpustakaan di LP Gianyar, DPRD Kabupaten  Gianyar, Denzipur, di Istanan Kepresidenan Tampaksiring dan Perpustakaan Daerah. Sedangkan untuk perpustakaan keliling sudah tersedia 3 unit.

Dikatakan  dari 449 unit perpustakan tersebut, memiliki koleksi buku kurang lebih sebanyak 685.429 judul dengan jumlah kinjungan mencapai 313.066 orang per bulannya.

Hery Nurhancoko menambahkan, untuk meningkatkan animo masyarakat untuk datang  keperpustakaan dan membaca buku inilah  SDM para pengelola ini perlu ditingkatkan agar ke depan  masing-masing perpustakaan dikelola dengan standar nasional perpustakaan.

Workshop diikuti 80 orang peserta yang terdiri dari pengelola perpustakaan SD,SMP,SMA/SMK, pengelola perpustakaan desa/kelurahan dan pengelola perpustakaan Istana Kepresidenan Tampaksiring.  Materi yang diberikan meliputi pengelolaan perpustakaan berbasis IT dengan menggunakan perangkat komputer dan program bantuan. (agy/bpn)

 

Atase Pertahanan Lima Negara Kunjungi Gianyar

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka menjalankan diplomasi pertahanan dan kunjungan budaya, istri dan suami Atase Pertahanan (Athan) dari lima negara mengunjungi Kabupaten Gianyar, Selasa (23/8/2016).

Rombongan diterima Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata, dan Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Astawa di Puri Agung Gianyar.  Turut Hadir Ketua TP PKK Kab Gianyar, Ketua Gatriwari dan Ketua Persit Kartika Candra Kirana.

Perwakilan Markas Besar Angkatan Darat, Mayor Sutrisna menjelaskan sebanyak lima orang istri dan suami athan dari lima negara mengunjungi Kabupaten Gianyar. Mereka masing-masing Richard Nagelsen suami dari Athan Kanada Kolonel Janine Knackstedt; Eillen Mol istri dari athan Belanda Kolonel Pals Rene; Lui Jian istri dari athan Cina Letnan Kolonel Zao Hongdeng; Helen Cliffe istri dari Kolonel Nigel Cliffe, dan Jeon Dong Sook istri dari athan Korea Selatan Kolonel Park Pil Seung.

Kunjungan mereka ke Kabupaten Gianyar dalam rangka mendampingi suami dan istri menjalankan tugas kunjungan kerja diplomasi pertahanan dan pertukaran kebudayaan.

Perwakilan rombongan Richard Nagelsen mengatakan mengunjungi Bali merupakan hal yang luar biasa. “Kita bisa menikmati alamnya yang indah dan kebudayaannya yang beragam serta masyarakat yang ramah. Berapa kali pun datang ke Bali, pasti akan selalu menemukan hal yang baru,” ujar Richard.

Eillen Mol dari Belanda mengatakan kunjungan mereka ke Bali selama tiga hari mulai Senin (22/8/2016) hingga Rabu (24/8/2016). Keberadaan mereka di Bali merupakan kunjungan kerja dan budaya untuk memperkenalkan wilayah masing-masing athan.

Menurut Eillen Mol, Kabupaten Gianyar sebagai kota seni memiliki keindahan alam yang luar biasa, udara yang segar serta kebudayaan yang sangat mengagumkan.

Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Suweta, dalam kesempatan itu  memperkenalkan budaya Gianyar dan menjelaskan potensi-potensi unggulan Kabupaten Gianyar. (agy/bpn)

 

DPRD Gianyar Tetapkan Perubahan APBD 2016

BALIPORTALNEWS.COM – DPRD Kabupaten Gianyar tetapkan Perubahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2016 menjadi Perda. Sidang Paripurna masa persidangan II ini juga merupakan sidang terakhir dalam menetapkan RAPBD terhadap perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang APBD 2016.

Sidang paripurna merupakan hasil akhir dari pelbagai pembahasan antara DPRD dan pihak eksekutif terhadap perubahan atas Perda No.05 tahun 2015 tentang APBD 2016. Sidang Paripurna penetapan itu berlangung di ruang Sidang Utama Gedung DPRD Gianyar, Selasa (23/8/2016).

Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Wayan Tagel Winarta mengatakan, sidang Paripurna dihadiri 36 orang dari 40 anggota DPRD Kabupaten Gianyar, sisanya ijin. Sidang Paripurna masa persidangan II ini juga merupakan sidang terakhir dalam menetapkan RAPBD terhadap perubahan Perda No.05 Tahun 2015 tentang APBD 2016.

Sidang paripurna merupakan hasil akhir dari pelbagai pembahasan antara DPRD dan pihak eksekutif terhadap perubahan atas Perda No.05 tahun 2015 tentang APBD 2016.

Dikatakan, sidang Paripurna kali ini juga ditanda tangani berita acara persetujuan bersama antara Bupati Gianyar dengan DPRD Kabupaten Gianyar tentang APBD Perubahan 2016.

Sedangkan pendapat akhir DPRD Kabupaten Gianyar terhadap Perubahan APBD 2016 disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Ketut Jata. Dalam pendapat akhir DPRD terhadap perubahan APBD 2016 yang disampaikan Kamis (18/8/2016) lalu, I Ketut Jata menyatakan terima kasih kepada jajaran eksekutif karena telah memberikan penjelasan, klarifikasi secara langsung maupun tidak langsung sehingga diperoleh informasi serta fakta terhadap substansi RAPBD.

Perubahan APBD No. 5 Tahun 2015 tentang APBD 2016 layak dirubah berdasarkan hasil asumsi yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. Adanya keadaan yang mengharuskan melaksanakan perubahan terhadap APBD 2016. Adanya sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya serta keadaan darurat atau luar biasa. 

Wakil Ketua DPRD Gianyar I Ketut Jata menambahkan  perubahan APBD 2016 sudah sesuai dengan kepentingan yang bertumpu terhadap kepentingan publik. Pihaknnya berharap anggaran dikelola secara transparansi, akuntabilitas, professional, efisiensi serta didekatkan pada kecamatan dan desa.

“Ke depan kami berharap pihak eksekutif dan bupati memberikan berbagai dokumen kegiatan serta program yang berupa DIPA atau RKA, sehingga mempermudah DPRD melaksanakan pengawasan,” harap Jata.

Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata, mengapresiasi kinerja anggota Dewan yang telah memberikan persetujuan terhadap Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Gianyar tahun anggaran 2016, ditetapkan menjadi Perda. Pihak eksekutif dan legeslatif telah meningkatan kesepahaman dalam menentukan kebijakan dan bersungguh-sungguh berpihak kepada masyarakat Gianyar.

Dikatakan, persetujuan yang disampaikan Dewan, merupakan perwujudan legitimasi Dewan terhadap kebijakan Pemerintah Daerah. Sekaligus merupakan upaya bersama untuk mengapresiasi aspirasi rakyat Gianyar.

Kecerdasan pemikiran berupa masukan, saran dan pendapat, maupun koreksi yang konstruktif, pada hakekatnya adalah komitmen bersama, untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat. “Masukan-masukan tersebut sudah tentu akan dijadikan sebagai bahan penyempurnaan dalam menentukan kebijakan Pemerintah Daerah,” ujar Bupati Gianyar  Agung Bharata. (agy/bpn)

30 Perbekel/Lurah di Badung Ikuti Workshop Antinarkoba

BALIPORTALNEWS.COM – Peran aktif dan keterlibatan elemen masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sangat strategis. Pada Selasa (23/8/2016) bertempat di Ruang Pertemuan Markas PMI Kabupaten Badung, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung melaksanakan kegiatan workshop pemberdayaan masyarakat antinarkoba di lingkungan masyarakat.

Workshop ini diikuti oleh 30 orang perbekel/lurah dari perwakilan 15 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Badung yakni Kelurahan Legian, Kelurahan Seminyak, Kelurahan Tanjung Benoa, Kelurahan Abianbase, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kelurahan Kerobokan Kaja, Desa Pecatu,  Desa Ungasan, Desa Selat, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Desa Sangeh,  Desa Blahkiuh, Desa Carangsari, Desa Getasan dan Desa Mengwi.

Peserta mendapatkan pembekalan materi dari Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Bali mengenai strategi pemberdayaan masyarakat bidang P4GN, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang membawakan materi tentang penyalahgunaan napza dan Kepala BNN Kabupaten Badung dengan materi action plan. Materi ini membekali para peserta untuk dapat mendeteksi awal masyarakat yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba dan bagaiman cara penanganannya serta mampu memberdayakan masyarakat dalam upaya P4GN.

Hasil pemberdayaan masyarakat antinarkoba adalah mengekstensifikasi dan intensifikasi informasi P4GN kepada seluruh lapisan masyarakat, menumbuhkembangkan kepedulian dan kemandirian masyarakat dalam rangka pelaksanaan P4GN, mengembangkan akses layanan rehabilitasi penyalahguna, korban penyalahgunaan dan pecandu narkoba yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa para peserta harus berperan aktif untuk bersama-sama memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang sangat meresahkan kita semua. “Masalah narkoba ini bukan hanya masalah BNN saja, tapi masalah kita semua,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, melalui workshop ini pihaknya berharap adanya kesamaan persepsi dan menciptakan sinergitas antara jajarannya dengan seluruh elemen masyarakat, dalam upaya mewujudkan program P4GN khususnya pada rawan-rawan narkotika di Kabupaten Badung. (r/bpn)

SMPN 9 Denpasar Dinilai Tim Lomba PKTP

BALIPORTALNEWS.COM – SMPN 9 Denpasar tampil all out dalam penilaian lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP), Selasa (23/8/2016). Tim penilai Kota Denpasar yang diketuai dr. Ayu Witriasih, M.Kes., disambut yel-yel PKTP, koor PKTP serta janger oleh siswa SMPN 9 Denpasar.

Menariknya lagi di acara yang dihadiri Camat Denpasar Selatan, A.A. Gede Risnawan, Lurah Sanur, serta komite SMPN 9 Denpasar, juga ditampilkan pameran makanan dari olahan tumbuhan obat, salah satunya jamu dan puding ubi ungu yang merupakan hasil olahan siswa.

Kepala SMPN 9 Denpasar, Drs. Made Arawan, M.M., mengungkapkan, SMPN 9 Denpasar sangat mendukung lomba PKTP dalam rangka peningkatan derajat kesehatan siswa terutama untuk memberi kesadaran kepada siswa tentang bahaya penyakit kanker. Menurut Arawan, lomba ini merupakan suatu ajang untuk memacu motivasi para guru, siswa, serta pengelola kantin untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah, serta dapat diteruskan di lingkungan keluarga dan di masyarakat.

Arawan menyebutkan, materi tentang bahaya kanker diintegrasikan dalam mata pelajaran. Selain itu, dilakukan penandatanganan pernyataan untuk melaksanakan program PKTP di SMPN 9 Denpasar antara kepala sekolah, dewan guru dan staf untuk komitmen melaksanakan program PKTP di sekolah.

Pernyataaan komitmen juga dilakukan antara sekolah dengan pedagang yang berjualan di kantin untuk selalu menjual makanan dan minuman yang tidak mengandung 5P yakni pengawet, pemanis, penyedap, pengenyal, dan pewarna. Tak kalah penting, kata Arawan, kantin sekolah dilarang menjual minuman beralkohol, rokok dan sejenisnya yang dapat menyebabkan kanker.

Juga menetapkan sekolah sebagai kawasan tanpa asap rokok, serta membentuk kelompok-kelompok PKTP seperti kelompok penyuluh, pembinaan, pelatihan, siswa peduli kanker, simulasi, koor, kesenian, dan tanaman obat. Sebelumnya, SMPN 9 Denpasar juga dinilai lomba UKS dan Adi Wiyata tingkat Kota Denpasar.

Ketua Tim Penilai dr. Ayu Witriasih, M.Kes., mengatakan, program PKTP ini diharapkan dapat memberikan pengertian kepada siswa tentang bahaya dari penyakit kanker serta pencegahannya termasuk pola hidup bersih dan sehat, sehingga siswa dapat mentransfernya di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Ia juga menghimbau, agar para siswa, guru-guru tidak merokok, karena merokok merupakan penyebab dari kanker paru.

Adapun kegiatan PKTP yang dilombakan terdiri dari penyuluh kanker, koor kanker, simulasi penanggulangan kanker, tanaman obat keluarga (Toga),  kantin sekolah, dan ruang UKS. (tis/bpn)

SVF MEMBUMIKAN “TAT TWAM ASI”

BALIPORTALNEWS.COM – Tema Tat Twam Asi diangkat SVF 2016 sebagai tema utama adalah sebagai bentuk refleksi dalam melihat diri kedalam, memaknai dan memberikan fibrasi kuat bagi setiap laku menuju kehidupan yang lebih baik. Laku kehidupan yang berakar pada  filosofi universal ini setidaknya akan mengajarkan empati yang sangat tinggi menyetarakan seluruh insan dalam suatu tataran. Masing-masing individu dituntut merasakan apa yang dirasakan orang lain juga dapat kita rasakan. Begitu pula sebaliknya. Ketika kita menyakiti orang lain, maka diri kita pulalah yang tersakiti. Ketika kita mencela orang lain, maka kita pun tercela.

Untuk mengimplementasikannya, para pendahulu telah memberikan teladan hidup yang kini masih banyak dijadikan pedoman warga. “Tat Twam Asi” dalam tingkat pengejawantahan dalam perikehidupan sehari-hari di antaranya melalui asas suka duka (dalam kegembiraan dan kesedihan dirasakan bersama-sama); paras paros (orang lain merupakan bagian dari diri sendiri dan diri sendiri adalah bagian dari orang lain); salunglung sabayantaka (baik buruk, mati hidup ditanggung bersama); asih, asah, asuh (saling menyayang, saling memberi dan mengoreksi, serta saling tolong menolong antarsesama makhluk hidup).

Spirit inilah yang ingin digemakan sehingga seluruh lapisan warga dapat mewujudkan rasa saling memiliki, menghargai, dan menjaga. Seperti halnya suasana desa ideal yang bersih, lestari, warganya hidup rukun, tenang, dan nyaman. Suasana ini tentuakan mendorong terciptanya kerja bernas yang melahirkan inovasi dan kreativitas tanpa henti.

Tema yang diangkat SVF kali ini ingin merangkum 10 festival yang telah dilaksanakan dengan terkahir berkonklusi “Tat Twam Asi”. Tema utama ini diharapkan menumbuhkan empati, solidaritas, dan kesejajaran baik dalam menjalankan aktivitas dalam ruang lingkup kecil (pribadi dan keluarga) maupun dalam lingkungan sosial yang luas sebagai warga banjar, desa, kota, provinsi, negara maupun dunia.

Tentu dalam pelaksanaan SVF kali ini tetap berpegang pada potensi alam dan budaya yang ada, seperti tujuan utama festival sebagai respons atas peristiwa bom pada 2005 silam. Ketika itu Yayasan Pembangunan Sanur menggagas kegiatan untuk menghidupkan kembali serta mengangkat citra pariwisata Bali, dan Sanur khususnya, untuk bangkit dari keterpurukan.

Festival yang dihelat secara profesional sejak 2006 itu dirancang bukan sekadar promosi pariwisata yang berdampak terhadap terdorongnya perekonomian setempat, tetapi juga menjadi ajang pengayaan keberagaman seni dan budaya, memperluasn ruang kreatif, sekaligus perayaan kehidupan masyarakat Sanur dengan segala keramahtamahan dan keterbukaannya. Dedikasi yang berawal dari tanggap darurat pascabom itu kini kian memposisikan Sanur yang memiliki daya saing di industri pariwisata. (r/bpn)

Sandhy Sandoro feat Indra Lesmana Akan Tampil di SVF 2016

BALIPORTALNEWS.COM – Musisi jazz Indra Lesmana mengatakan sejumlah musisi telah menyatakan kesediaan konser  arena SVF atau Sanfest. Indra Lesmana bersama sohibnya, gitaris asal Klungkung akan tampil dalam tajuk Indra Lesmana-Dewa Budjana Project yang berkolaborasi dengan Penggak Men Mersi pada malam pertama, Rabu (24/8/2016). Pada sesi ini, penyanyi jazz Eva Celia, putri Indra Lesmana, ikut tampil membawakan sejumlah lagu.

Pada Kamis (25/8/2016) malam bakal menghadirkan Barasuara. Kemudian Jumat (26/8/2016): Rio Sidik Quintet featuring‎ Dias. Sedangkan malam Minggu atau Sabtu (27/8/2016) malam, panggung akan digoyang Sandhy Sondoro featuring Indra Lesmana Mostly Jazz Group. Sebagai penutup, pada Minggu (28/8/2016) malam dimeriahkan Gen Fredly & The Bakuucakar.

Wakil Ketua SVF yang juga Koordinator Panggung I Gusti Agung Bagus Mantra menambahkan sejumlah musisi potensi Bali juga bakal memeriahkan panggung utama. Gus Teja World Music tampil di malam pertama (Rabu 24/8/2016) bersama UNBroken Blues; Kamis (25/8/2016): Sanggar Musik Indra Lesmana (Smile); Sundown 1 (UJM); The Sons; Gustu Brahmanta & Friends; dan Universe.

Kemudian pada Jumat (26/8/2016) malam Sanggar Musik Indra Lesmana; Sekolah Musik Sangaji; Ansuara; Emoni; Ika & Soul Brothers. Sabtu (27/8/2016): Sekolah Musik BMTC; Sundown 3 (Winnie the Blues); Keisha Palar; Komang Layang Moko; Crazy Horse. Minggu (28/8//2016): Bali Reggae Movement; The Bodhi/Smallaxe, Joni Agung & Double T. (r/bpn)

 

Panggung Utama SVF 2016 Bertabur Bintang

BALIPORTALNEWS.COM Panggung utama Sanur Village Festival XI 2016 yang akan digelar 24-28 Agustus 2016 bakal bertabur bintang dengan penampilan sejumlah penyanyi dan musisi papan atas Tanah Air serta sederet artis-musisi dari Bali.

Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gde Sidharta Putra mengatakan hiburan di panggung utama dari tahun ke tahun selalu menyedot puluhan ribu pengunjung selama pergelaran lima malam.

“Panggung utama merupakan salah satu magnet festival yang selalu ditunggu pengunjung dan kali ini menghadirkan sejumlah penyanyi dan musisi dari Jakarta maupun Bali,” katanya, Senin (22/8/2016).

Menurut Gusde, sapaan akrab Sidharta Putra, seperti festival sebelumnya, selain musik, panggung utama juga menampilkan berbagai atraksi seni budaya dan sajian lain yang bakal menghibur pengunjung festival sambil menikmati aneka makanan dan minuman dari food bazar.

Gusde, panggilan akrabnya, mengatakan festival kesebelas ini kembali merangkul berbagai komponen masyarakat untuk merayakan keberagaman warga melalui tema “Tat Twam Asi” yang mengandung filosofi universal aku adalah kamu, kamu adalah aku.

Dia berharap seluruh warga masyarakat bisa ikut berperan membumikan Tat Twam Asi dalam suatu kesetaraan egaliter melalui fungsi masing-masing pribadi di masyarakat. Selain itu, tentu dengan kondisi yang terbangun tersebut, bisa lebih mengokohkan persatuan, kesatuan, kebersamaan dan gotong royong membangun lingkungan yang lebih baik.

"Kebersamaan dan kegembiraan itu di antaranya tercermin dari panggung hiburan yang disaksikan ribuan penonton. Oleh karena itu kami selalu berupaya menampilkan hiburan yang terbaik," kata Gusde.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan SVF kini bukan hanya milik warga Sanur, melainkan telah menjadi kebanggaan bersama yang mendukung promosi pariwisata secara kolosal. Publikasi SVF telah memiliki gaung internasional dan menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara di samping warga Denpasar dan sekitarnya.

Dia menilai festival yang dikelola secara profesional oleh Yayasan Pembangunan Sanur selama 10 tahun ini telah banyak menginspirasi kegiatan serupa di berbagai daerah. “Saya berharap SVF terus mengembangkan kreativitas dan inovasi serta memberikan kemanfaatan mengangkat potensi pariwisata dan perekonomian di daerah ini,” katanya. (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan