29 C
Denpasar
Sabtu, 17 November 2018

Manajemen Baru Diharapkan Bawa Kawasan Perhotelan Nusa Dua Lebih Baik Lagi

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan kawasan perhotelan Nusa Dua bisa lebih berkembang dan lebih baik lagi di bawah manajemen yang baru. Terlebih saat ini kawasan ini sudah sangat berpengalaman sebagai tuan rumah event berskala internasional sudah menjadi kebanggaan Bali.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang dipimpin oleh Direktur Operasional AA Ngurah Wirawan di ruang kerja Gubernur, Senin (5/9/2016).

Setelah ITDC naik status menjadi Badan Usaha  Milik Negara (BUMN), kawasan Nusa Dua per 1 Agustus 2016 dikelola oleh Badan Pengelola Nusa Dua secara mandiri.

Untuk itu di bawah pengelola baru, Gubernur Pastika menitipkan Nusa Dua agar semakin bisa berkarya di kancah internasional. “Kawasan Nusa Dua selama ini telah berhasil membangun image yang bagus untuk pariwisata kita, jadi saya titipkan kawasan wisata ini agar mampu lebih bersaing secara global. Apalagi saat ini banyak negara ingin membangun “Nusa Dua” baru, meskipun ibaratnya kita sudah lari tapi jangan sampai terlena hingga disalip oleh mereka,” bebernya, yang dalam kesempatan itu turut serta didampingi oleh Kepala Biro Humas Setda Bali Dewa Gede Mahendra Putra dan perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Biro Aset Setda Provinsi Bali.

Selain itu, orang nomor satu di Pemprov Bali itu juga menitipkan aset Pemprov yang terdapat di kawasan wisata tersebut. “Di sana terdapat aset Pemprov, saya titip mohon dijaga dan turut dipelihara sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Pastika juga menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan kawasan Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata hijau. Melalui pertemuan itu, Ia mengharapkan pengelola baru bisa memfasilitasi dengan menyediakan sepeda dan bus untuk mobilisasi wisatawan disana.

Selain menciptakan kawasan yang bebas polusi, Pastika berharap kenyamanan para wisatawan bisa lebih ditingkatkan lagi ketika berjalan di areal tersebut. “Jadi green tourism bisa menjadi jualan kita untuk Nusa Dua dengan cara menyediakan sepeda dan shuttle bus gratis. Bahkan kalau memungkinkan, busnya menggunakan bahan bakar listrik agar lebih ramah lingkungan,” tandasnya.

Sebelumnya Direktur Operasional ITDC AA Ngurah Wirawan menjelaskan, saat ini ITDC sudah tidak fokus lagi mengelola kawasan wisata Nusa Dua karena mempunyai tugas baru yaitu mengembangkan potensi wisata baru di Indonesia.

Untuk itu dia memperkenalkan jajaran pengelola baru di bawah kepemimpinan Direktur Operasioal Nusa Dua Wayan Karioka. “Saat ini ITDC tanggung jawabnya lebih luas lagi seluruh Indonesia, jadi jika Bapak ada keperluan dengan manajemen Nusa Dua silahkan langsung dengan Bapak Karioka,” lapornya kepada Gubernur Bali.

Sementara terkait pengembangan wisata hijau di kawasan tersebut, Ia mengakui pihaknya telah mulai dengan beberapa gebrakan. Dimulai dengan kerjasama dengan PT Pertamina dan Gas (Pertagas) untuk penyediaan gas melalui pipanisasi secara langsung dari Benoa ke Nusa Dua.

“Jadi suplai gas untuk keperluan hotel sudah tidak perlu lagi membeli tabung-tabung gas karena pipa sudah terhubung langsung, tinggal pihak pengelola yang mendistribusikan ke hotel-hotel,” kelasnya.

Selain itu demi mengikuti perkembangan zaman, badan pengelola telah menyediakan aplikasi tentang kawasan Nusa Dua yang mencakup peta, keterangan hotel hingga proses penjemputan serta mobile check in yang bisa diunduh di ponsel pintar.

“Jadi ke depan wisatawan menjadi semakin mudah mengakses kawasan kami, dan tidak diperlukan lagi pencetakan peta yang boros dan makan banyak kertas seperti dulu,” imbuhnya.

Mengenai harapan Gubernur agar kendaraan bermotor dikurangi di kawasan itu bahkan diganti dengan mobil listrik, dia berjanji akan mempelajari lebih dulu dan mengkaji lebih lanjut. Pihaknya juga berharap kawasan Nusa Dua bisa sejalan dengan pemerintah dalam menuju Bali menjadi Provinsi Hijau. (r/humas pemprov bali/bpn)

Libur Galungan dan Kuningan, Menunjang Pendidikan Budi Pekerti

BALIPORTALNEWS.COM – Serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan, para pelajar di Bali mendapat jatah liburan selama dua pekan penuh mulai 5-18 September 2016. Namun, mereka diharapkan mampu mengisi liburan itu dengan berbagai aktivitas bermanfaat.

‘’Saya berharap libur hari Galungan dan Kuningan ini juga dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah, masyarakat dan orangtua dalam rangka menunjang pendidikan budi pekerti bagi siswa,’’ ujar Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana, Senin (5/9/2016).

Menurut Sukana, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, namun juga berlangsung di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pendidikan tak hanya mengejar angka-angka, tetapi juga mengutamakan budi pekerti. Keberhasilan anak-anak dalam menempuh pendidikan juga diukur dari segi moralnya.

‘’Libur hari raya ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mentransformasikan nilai-nilai budaya dan agama kepada para pelajar,’’ tegasnya.

Ia menambahkan, libur panjang itu mesti berguna bagi anak-anak dalam rangka pendalaman sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Di samping itu, libur hari raya tersebut digunakan untuk mentransfer nilai-nilai budaya dan agama. Dengan demikian, anak didik betul-betul mendapatkan pengayaan yang matang tentang ajaran agama yang dianutnya. Demikian juga pengayaan mereka terhadap budaya.

‘’Di samping lewat lembaga sekolah, mereka bisa memperoleh pendalaman itu di lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama saat terlibat langsung dalam kegiatan ritual dan budaya. Alangkah indahnya jika liburan dimanfaatkan untuk kepentingan tersebut,’’ katanya.

Sukana mengatakan, orangtua harus melibatkan mereka dalam membuat sesajen atau perlengkapan sarana ritual lainnya agar liburan tersebut bermanfaat bagi pemahaman anak-anak tentang nilai-nilai budaya dan agamanya.

Orangtua juga diharapkan mampu memberikan penjelasan secara sempurna makna di balik ritual tersebut, sehingga istilah anak mula keto dan gugon tuwon tidak lagi menjadi semacam budaya.

‘’Libur panjang itu tak sematamata merayakan hari raya, tetapi ada pemaknaan dalam rangka peningktan sraddha dan bhakti. Anak-anak juga mesti melibatkan diri secara intensif di lingkungannya masing- masing dalam kegiatan agama dan budaya,’’ pungkasnya. (tis/bpn)

Gubernur Bali Ingatkan Jajarannya Tulus Iklas dalam Bekerja

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan tugas sebagai abdi negara dalam menjalankan swadarma hendaknya dilakukan dengan penuh keiklasan. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan akan terasa ringan, menyenangkan dan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Penegasan itu disampaikan Pastika dalam apel disiplin awal bulan September di halaman Kantor Gubernur Bali Senin (5/9/2016).

Lebih jauh Pastika menyampaikan selain melakukan  pekerjaan secara tulus  tanpa paksaan, juga harus selalu mengucap syukur atas pekerjaan yang telah diberikan sehingga dengan demikian kita akan mencintai pekerjaan kita.

“Tidak ada pekerjaan yang berat kalau  dilakukan didasari atas rasa syukur, iklas dalam menjalani pekerjaan tersebut, untuk itu mari kita tanamkan rasa itu dalam diri kita sehingga pekerjaan yang kita hasilkan akan  lebih berkualitas,’’ imbuhnya.

Gubernur Pastika mengajak jajarannya untuk memaknai Hari raya Galungan tersebut sebagai momentum introspeksi diri serta memperingatinya sebagai hari kemengan atas diri sendiri dalam melawan enam sifat buruk dalam diri manusia  (sad ripu) serta tujuh unsur atau sifat yang menyebabkan pikiran orang jadi gelap (sapta timira).

“Kita rayakan hari raya Galungan sebagai suatu kemenangan dari Tri kaya Parisudha melawan sad ripu dan sapta timira yang ada dalam diri sendiri , untuk itu mari kita lakukan evaluasi diri, introspeksi diri sehingga kedepannya kita akan bisa lebih baik, “ tuturnya.

Dalam apel disiplin yang juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Pemayun, Pejabat Eselon 2, 3 dan 4 serta staf di lingkungan Setda Provinsi Bali juga diserahkan secara simbolis SK kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Periode 1 Oktober 2016.

Berdasar SK Nomor 800/5855/BKD tentang usul kenaikan pangkat PNS Daerah Periode 1 Oktober 2016 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Bali terdapat 2.593 usul kenaikan pangkat yang terdiri dari 324 ususl di lingkungan Pemprov Bali dan 2.269 usul di lingkungan Pemerintah Kabupaten/kota se Bali dan 48 usul Gol IV/c ke atas yang sedang dalam proses di Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Sekretariat Negara untuk dilanjutkan ke Presiden.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan secara simbolis sebanyak 8 SK kepada perwakilan PNS dan diserahkan langsung oleh Gubernur Bali dengan didampingi oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bali I Ketut Rochineng.

Kepada para penerima SK kenaikan pangkat, Gubernur Pastika menyampaikan harapannya agar para penerima kenaikan pangkat terus meningkatkan kinerja  serta kualitas diri. “Pangkat itu bukan hak, tapi sebuah penghargaan negara atas kualitas serta pengabdian dan dedikasi yang telah ditunjukkan atas pengabdian yang telah dilakukan dan ada tanggung jawab besar di dalamnya,untuk itu terus tingkatkan kualitas diri “ pungkasnya. (r/humas pemprov bali/bpn)

Sidak Perekaman E-KTP Kecamatan Densel, Walikota Minta Beri Pelayanan Cepat dan Tepat

BALIPORTALNEWS.COM – Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Senin (5/9/2016) melakukan sidak  proses perekaman E- KTP di Kantor Camat Denpasar Selatan. Kedatangan orang nomer satu di Pemkot Denpasar sempat membuat terkejut beberapa staf pelayanan dan masyarakat yang antre pelayanan E-KTP.

Saat itu Rai Mantra meminta Kadis Dukcapil dan Camat Denpasar Selatan untuk  memberikan pelayanan prima perekaman E-KTP kepada masyarakat  bahkan pelayanan ektra  pada hari Sabtu dan Minggu sampai akhir Bulan September. 

Sampai Senin (5/9/2016) warga yang ingin melakukan perekaman data di Kantor Camat Densel masih cukup ramai. “Ini tinggal mengorganisasikan saja, karena jumlah warga masyarakat mencari E-KTP membeludak dan beberapa keterlambatan blangko dari pusat tapi semua sudah bisa diatasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, dari pusat sudah menyatakan  bahwa akan ada keterlambatan karena ada pemotongan anggaran dan blangko. “ Jadi kami sekarang mengecek kesiapan dan memberikan informasi yang terang kepada masyarakat,”ujarnya.

Ia juga meminta kepada Kecamatan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar untuk memberikan solusi kepada masyarakat kapan mereka harus hadir agar masyarakat tidak bingung dan tidak banyak menghabiskan waktunya.

“Sebaiknya menggunakan no antrean serta diinformasikan kepada masyarakat, jika kapasitasnya per hari itu 100- 150 yang dilayani hari ini dan dilanjutkan besok dan seterusnya agar masyarakat tidak bingung dan mengantre lama serta tidak menggangu pekerjaan . Intinya informasi yang diberikan harus jelas,” ujar Rai Mantra.

Terkait liburan Galungan lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, pihaknya  tetap memberikan dispensasi untuk pegawai yang merayakan Hari Raya Galungan dan setelah itu mereka akan melanjutkan pelayanan hari Sabtu dan Minggu selama September 2016.

“Kalau saya liat antara liburan  Galungan dan Sabtu Minggu ini sudah balance, apalagi informasi dari Kemendagri tanggal  30 September ini tidak menjadi batas sanksi, tetapi masyarakat harus tetap merekam agar memenuhi persyaratan untuk data di pusat,”jelasnya.

Sedangkan Kepala Disdukcapil Nyoman Gde Narendra mengatakan, Ketersediaan blangko dikatakan pihaknya sudah mendapat droping  10.000 blanko. Untuk bulan September pihaknya sudah amprahkan lagi ke pusat, mudah-mudahan setelah hari raya ini datang.

“Kalau print out sampai 31 September sudah aman, karena kita punya waktu 14 hari untuk setiap pendaftar pencetakan dalam posisi aman,” ujarnya.

Kalaupun tidak ada pernyataan baru dari Kemendagri lebih lanjut Gde Narendra mengatakan, perekaman atau input data  itu terus dilakukan  dan tidak ada masalah.

“Menurut informasi terbaru dari Kemendagri yang kemarin batas waktu 30 September akan diperpanjang proses perekaman E-KTP ini sampai Juli 2017, jadi masyarakat tidak perlu panik,” katanya. (eka/tra/bpn)

SMK TI Bali Global, Dua Kali Boyong Piala Ephotech Competition Resman

BALIPORTALNEWS.COM – SMK TI Bali Global Denpasar kembali menunjukkan eksistensi sebagai sekolah berprestasi di bidang IT. Sekolah IT pertama di Bali ini berhasil meraih kembali juara umum Ephotech Competition SMAN 2 Denpasar (Resman) untuk yang kedua kalinya.

Pada event bergengsi itu, siswa SMK TI Bali Global Denpasar memborong lima juara. Masing-masing tiga juara I di Ms. Word diukir oleh Putri Aini Nurfaida, Ms. Power Point oleh Didik Ariyana dan Fotografi oleh I Gede Indra Setiawan. Selanjutnya juara II poster diraih oleh I Wayan Perdana Putra dan juara III Ms. Word oleh Dwi Setiawan.

Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., mengaku salut dan bangga kepada siswanya memiliki semangat berprestasi yang sangat tinggi. Dua kali juara di Ephotech Competition Resman ini, merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Tak lupa ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru pembina yang telah berhasil mengantarkan siswa meraih juara.

Murjana berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa yang lain untuk berprestasi sesuai bakat  dan kemampuan masing-masing. Hal ini akan membawa nama SMK TI Bali Global Denpasar semakin harum pada tahun tahun yang akan datang.

‘’Prestasi ini juga sebagai bentuk aktualisasi tanggung jawab sekolah atas kepercayaan masyarakat mempercayakan putra-putrinya untuk mengikuti pendidikan di SMK TI Bali Global Denpasar,’’ ujar Murjana.

SMK TI Bali Global memang masih terbilang sangat muda. Namun, muda usia tersebut bukan berarti lembaga tidak punya potensi pengembangan diri. Prestasi yang telah diraih selama ini juga tak terlepas dari bimbingan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA; Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. I.B. Dharmadiaksa, M.Si., Ak; Sekretaris Yayasan Lilis Yuningsih, SH., M.M.,Kom;  Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan, serta Ketua Komite Drs. Made Subadi, M.Si., yang sangat konsen memajukan SMK TI Bali Global Denpasar menjadi sekolah besar, berkualitas dan shanti.

SMK TI Bali Global Denpasar kini membuka lima program keahlian yakni Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Multimedia (MM), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Animasi dan Desain Komunikasi Visual (DKV) terus dikejar masyarakat. Program keahlian DKV, dikatakan Murjana, sebagai salah satu upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

SMK TI Bali Global Denpasar tahun ini memiliki student body sebanyak 1.480 siswa. Kepercayaan masyarakat ini pun dibalas dengan pelayanan akademis yang terbaik dengan fasilitas terbaik pula dan out put berkualitas. (tis/bpn)

Gubernur Bali : Ajegkan Bali, Jadilah Petani

BALIPORTALNEWS.COM – Menjadi petani tidak akan menjadi miskin, demikian dikatakan Wayan Setiawan asal Bongkasa saat simakrama di Wantilan DPRD Provinsi Bali, (3/9/2016).

Ia tidak bosan bosannya mengajak anak muda untuk mulai menekuni pertanian. Setiawan juga mengajak seorang anak muda, Nyoman Adi Saputra, yang serius menekuni pertanian sejak duduk di bangku sekolah.

“Kita ingin buktikan bahwa pertanian tetap menjanjikan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini Gubernur Bali Made Pastika menyampaikann apresiasinya. “Kalau mau mengajegkan Bali, jadilah petani. Tapi saya ingin petani kita cerdas tahu apa yang diinginkan pasar. Jangan suryak siyu sehingga cendrung pasarnya jenuh karena apa yang ditawarkan sama, pendapatan petani pun jadi menurun. Untuk itu perlu ada survei pasar, dan jangan lupa untuk memperbaiki mutu,” sarannya.

Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, Pastika mengajak umat se-dharma  untuk memaknainya sebagai suatu kemenangan atas dharma melawan adharma yang ada pada diri sendiri.

Dalam diri setiap manusia ada sifat buruk yang dinamakan Sad Ripu dan ada pula sifat sifat baik , dan Galungan akan menjadi kemenangan dari diri sendiri dalam melawan sifat buruk tersebut. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Bali Sayangkan Aksi Penurunan Bendera Merah Putih Saat Demonstrasi Tolak Reklamasi

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyayangkan terjadinya penurunan bendera merah putih pada saat terjadinya demonstrasi tolak reklamasi  Teluk Benoa pada 25 Agustus 2016 di kantor DPRD Provinsi Bali.

Menurut Gubernur tindakan penurunan bendera dengan menaikan bendera lain merupakan bentuk pelanggaran undang-undang.

Demikian disampaikannya saat melakukan simakrama dengan masyarakat di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Sabtu (3/9/2016).

“Menurunkan bendera merah putih dan mengganti dengan bendera lain itu merupakan tindakan yang melanggar undang undang dan merupakan bentuk pelecehan  terhadap negara. Karena bendera, bahasa dan lambang negara diatur oleh undang undang. Ini bukan delik aduan, jadi polisi bisa bertindak,” ujarnya.

Menurut Pastika hal ini tidak bisa dibiarkan dan yang melakukan seharusnya bisa ditindak sebagai bentuk pelajaran.

Terkait masalah kejelasan kelanjutan tentang reklamasi Teluk Benoa, Pastika mengatakan, dirinya sudah mengirimkan surat ke Menteri kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Tidak berhenti sampai di sana, Pastika juga menyusulkan surat kedua dengan tembusan kepada Menteri Kemaritiman dan Menteri kelautan.

Ia menjelaskan dirinya tidak bisa mendesak pemerintah pusat untuk  membatalkan Perpres 51 Tahun 2014, karena sama dengan memberontak.

“Saya tidak tuli, tidak bongol,  tapi saya tidak bisa memaksa presidenuntuk mencabut. Itu namanya insurgensi, pemerintah dibawahnya melawan pemerintah yang di atasnya, itu tidak boleh,” ujarnya.

Keluhan terhadap terjadinya aksi demonstrasi tersebut juga dikeluhkan peserta simakrama I Wayan Suata, asal Kuta. Ia yang bekerja di sektor pariwisata mengalami sejumlah kerugian.

“Bukan masalah pro atau kontra tapi demonstrasi ini merugikan banyak orang dan kepentingan publik. Banyak tamu  yang terlambat dijemput, dan banyak yang ketinggalan pesawat karena macet yang terjadi di jalan,” ujarnya.

Menanggapi ini, Pastika mengingat agar para pendemo melakukan aksinya dengan tidak merugikan orang lain.

“Jangan anarkis, merugikan banyak orang itu namanya bunuh diri,” tegas Pastika. (r/humas pemprov bali/bpn)

Jalan Santai dan Kejuaran Ceki Tandai Pembukaan Porsenides Sukawati

BALIPORTALNEWS.COM – Desa Sukawati, Sukawati, Gianyar menggelar kegiatan Porsenides untuk kali pertama di tahun 2016. Berbagai kegiatan digelar dalam Porsenides kali ini, di antaranya jalan santai, turnamen ceki, lomba lagu pop Bali, cerdas cermat, tenis meja, mesatua Bali, merangkai janur, catur, jegeg-bagus, tari baris dan condong, bulutangkis, kejuaraan volley, tarik tambang, lomba kebersihan dan tari marathon. Porsenides berlangsung dari Sabtu (3/9/2016) hingga (30/9/2016)  mendatang.

Ketua Panitia Pordes,  I Made Suantara didampingi Perbekel Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra saat ditemui selepas acara Jalan Santai di Wantilan Jaba Pura Desa Sukawati, Sabtu  (3/9/2016) mengatakan Porsenides untuk kali pertama di tahun 2016 ini dilaksanakan dengan penuh gotong-royong untuk lebih meningkatkan kekeluargaan dan kebersamaan diantara warga Desa Sukawati.

Dikatakan, kegiatan jalan santai diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai anak sekolah, warga dan beberapa tokoh masyarakat desa sukawati.

Selain itu, ikut dalam kegiatan jalan santai Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra; Anggata Komisi X DPR RI, I Wayan Koster dan anggota DPRD Kabupaten Gianyar dan DPRD Provinsi Bali.

Dalam pengundian jalan santai yang memperebutkan hadiah utama sepeda motor, dilakukan pembukaan lomba ceki yang diikuti oleh 115 peserta.

Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra yang juga Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat (Formi) saat membuka kejuaraan ceki mengatakan,  melalui kegiatan kejuaraan ceki diharapkan dapat lebih membudayakan ceki sebagai budaya, sehingga ceki dapat mengurangi aspek ceki yang selama ini lebih menonjol pada judi.

Wabup Mahayastra mengapresiasi kegiatan Porsenides yang dilaksanakan oleh Desa Sukawati. Diharapkan kegiatan ini, dapat lebih mempererat rasa kebersaaman dan kekeluargaan diantara semua elemen masyarakat, sehingga pembangunan di Desa Sukawati dapat lebih meningkat. (agy/bpn)

Rayakan HUT Ke-32,  Perbarindo Wilayah Bali Diminta Maknai sebagai Ajang Evaluasi Internal Kelembagaan

BALIPORTALNEWS.COM Perayaan HUT Ke-32 Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Wilayah Bali diharapkan mampu dijadikan sebagai ajang untuk melakukan evaluasi internal kelembagaan sebagai tolak ukur seberapa besar kontribusi Perbarindo dalam mendorong perekonomian masyarakat dan juga pembangunan daerah Bali.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat mengahdiri Perayaan HUT Ke 32 Perbarindo yang dilaksanakan di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Renon, Denpasar, Sabtu (3/9/2016).

“Perayaan ini pada hakekatnya adalah mengevaluasi internal kelembagaan, sejauh mana misi, tujuan dan prestasi yang telah dicapai, karena refleksi tersebut sangat penting guna mengukur kontribusi Perbarindo dalam membanguan ekonomi dan pembangunan daerah Bali,” tegas Pastika yang menurutnya evaluasi tersebut juga merupakan sebuah upaya untuk menentukan langkah – langkah yang harud dilakukan kedepan mengingat kedepan tantangan perbankan yang semakin kuat.

Oleh karena itu, ia menghimbau agar setiap instansi perbankan mampu untuk menerapkan prinsip kehati – hatian serta tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance. Selain itu juga dibutuhkan peningkatan koordinasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan berbagai inovasi untuk kepentingan dan berkelanjutan industry BPR kedepan.

Lebih lanjut disampaikan Pastika, ekonomi Bali saat ini sangat dipengaruhi oleh factor eksternal. Ketergantungan akan kinerja pariwisata membuat kondisi eksternal memegang peran penting pada kinerja ekonomi Bali. Oleh karena itu, tantangan pembangunan ekonomi kedepan menuntut adanya peningkatan profesionalisme pada semua unsur penyelenggaraan pembangunan baik pemerintah, swasta, masyarakat maupun lembaga keuangan.

Sementara itu Kepala Perbarindo Wilayah Bali I Ketut Wiracana dalam laporannya menyatakan para banker saat ini harus mampu memanfaatkan kearifan local yang dimiliki oleh masyarakat Bali dalam upaya untuk mengembangkan usaha perbankan di Bali karena menrutnya hal tersebut merupakan potensi kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat Bali. Ia juga mengakui selama ini BPR telah mampu berkembang sangat pesat berkat dukungan dari masyarakat Bali yang menurunya merupakan sahabat-sahabat BPR oleh karena itulah tema yang diambil dalam perayaan kali ini adalah “BPR Sahabatku”.

Lebih lanjut disampaikan oleh Wiracana, Perbarindo yang saat ini beranggotakan 137 BPR menyadari masih banyak yang perlu dilakukan sebagai akibat dari perubahan dinamika bisnis yang sangat cepat, oleh karena itu ia menghimbau jajaranya agar bekerja lebih keras lagi dalam mendukung pembangunan daerah dan ia juga mengharapkan dukungan yang masksimal dari seluruh seluruh masyarakat Bali dan juga pemerintah.

Perayaan tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Kepala Perbarindo Wilayah Bali yang kemudian diserahkan kepada Wagub Sudikerta. Dalam perayaan tersebutn juga diserahkan secara simbolis Simpanan Pelajar dari BPR kepada perwakilan siswa SD, SMP, SMA dan SMK yang diserahkan langsung oleh Wagub Sudikerta. (r/humas pemprov bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
10PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
22PelangganBerlangganan