28 C
Denpasar
Rabu, 17 Oktober 2018

Sekkab Badung : Pemkab Komit Wujudkan Desa Mandiri

BALIPORTALNEWS.COM – Desa Mengwi berhasil meraih Panganugrahan sebagai Desa Unggulan pilihan tempo tahun 2016. Pada ajang desa unggulan award bertemakan membangun desa untuk masa depan indonesia itu, Desa Mengwi ,Kecamatan Mengwi ,Kabupaten Badung berhasil meraih sebagai nominasi desa unggulan yang diterima langsung oleh Sekda Badung, Kompyang R. Swandika yang hadir mewakili Bupati Badung, di Bidakara Hotel Jakarta selasa (15/11/2016). 

Turut hadir pada ajang desa unggulan award pilihan tempo 2016 diantaranya Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman dan Menteri Koperasi dan UKM, AA Ngurah Puspayoga.

Pada kesempatan tersebut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menekankan pembangunan desa yang selama ini menjadi fokus pemerintah harus didukung oleh semua pihak dan tidak bisa hanya tanggung jawab dari kementerian Desa semata. Mengingat, kehidupan pedesaan 80 persen adalah dari sektor pertanian sehingga dibutuhkan peran Kementerian Pertanian untuk membantu masyarakat desa dalam masa tanam, proses pertumbuhan, panen, dan pascapanen.

“Biasanya pascapanen yang belum banyak dan  biasanya pascapanen harga jatuh,” kata dia. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah dapat membantu petani untuk pascapanen.

Sementara Sekda Badung, Kompyang R. Swandika usai menerima penghargaan mengatakan, melalui pembangunan partisipatif Pemerintah Kabupaten Badung terus mendorong agar segenap desa di Badung mampu mengelola potensi yang ada, sehingga mereka dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Swandika, sesungguhnya filosofinya sederhana  yakni pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen menghadirkan kembali pemerintah di tengah masyarakat, seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menjadikan desa-desa di Badung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.”Kebijakan pembangunan dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sangat sejalan dengan program nawa cita, yakni membangun indonesia dari pinggiran,” ujarnya 

 Swandika juga mengungkapkan,  sejumlah desa di Kabupaten Badung mendapatkan anggaran yang sangat besar dari PAD Badung untuk dikelola oleh desa itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan pembangunan yang berbasis adat dan budaya. Adapun alokasi pemberian bagi hasil pajak daerah kepada desa di kabupaten badung tersebut berjumlah  Rp. 256.246.031.800,00 dan dari Retribusi daerah berjumlah : Rp. 10.469.967.365,60 jadi dalam tahun anggaran 2016 alokasi dana desa yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah sekitar Rp 266 milyar lebih. “Selain dalam bentuk dana melalui program dan kegiatan dari masing SKPD juga diarahkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program yang digelar dimasing bidang dan sektor,” imbuhnya

Dibagian lainnya, Redaktur Utama Tempo, Elik Susanto mengatakan, ada sebanyak  beberapa  desa terpilih sebagai Desa Jawara di Nusantara. Desa tersebut antara lain Desa Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang terpilih sebagai desa unggulan kategori penjaga lingkungan. Desa Blang Krueng, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, terpilih sebagai unggulan sadar pendidikan. Desa Dermaji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi desa unggulan melek teknologi. Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, dinilai unggul dalam pemberdayaan ekonomi. “Kami menilai desa-desa pilihan ini telah melakukan banyak terobosan di banyak bidang. Sebagai komunitas akar rumput mereka bergerak menjadikan negeri ini lebih baik,” terangnya. (hmsbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika

 

700 Pelajar SMP, SMA dan SMK se-Badung Ikuti Nyurat Lontar Massal

BALIPORTALNEWS.COMPemerintah Kabupaten Badung merupakan salah satu kabupaten yang terkenal dengan keunikan budaya, keelokan alam, adat istiadatnya, serta kearifan lokal yang mengakar sangat kuat dalam berbagai segi kehidupan. Nilai kearifan lokal inilah yang menjaga keberagaman budaya dan agama di Kabupaten Badung, untuk itu maka kearifan lokal harus tetap dijaga guna terwujudnya tatanan kehidupan masyarakat yang Harmonis, Shanti dan Jagathita.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma saat Demonstarsi Penyuratan Lontar Masaal serangkaian HUT Mangupura ke-7 di Jaba Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung, Rabu (16/11/2016).

Dikatakan pula bahwa salah satu visi,misi dan program strategis dari Pemerintah Kabupaten Badung yakni Pengembangan kepariwisataan berkualitas dan pelestarian budaya Bali. Untuk hal tersebut maka pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan beberapa kegiatan berbasis budaya diantaranya Demonstrasi Nyurat Lontar Massal yang bertujuan untuk melestarikan salah satu khazanah kebudayaan Bali di bidang budaya penulisan tradisional yang memuat berbagai macam kearifan lokal dari kebudayaan Bali.

“Melalui kegiatan ini maka pelestarian tradisi penulisan naskah kuno lontar dapat terlestarikan dan diregenerasi ke generasi muda di Kabupaten Badung” ujarnya.

Disamping hal tersebut kegiatan ini juga berpotensi untuk menarik perhatian wisatawan untuk mempelajari dan memahami tulisan Bali di daun lontar.

Ditambahkan pula bahwa kegiatan Demonstrasi Nyurat Lontar ini melibatkan 700 siswa-siswi SMP,SMA dan SMK se-Kabupaten Badung. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi nyurat lontar yang dilakukan kepada masyarakat melalui pihak sekolah bisa ditunjukkan dengan pelaksanaan nyurat lontar massal ini. Untuk kedepannya pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan akan tetap mengadakan pelatihan-pelatihan ke sekolah-sekolah sehingga kegiatan seperti ini bisa tetap terlaksana.

“Ini merupakan suatu momen yang  awal dan kedepan saya berharap masyarakat jangan meninggalkan budaya, karena kalau kita meninggalkan budaya maka kita akan hilang jati diri, untuk itu maka mari kita manfaatkan waktu dan juga bersama-sama belajar untuk melestarikan budaya Bali ini,” harapnya. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma pada saat Demonstarsi Penyuratan Lontar Masaal serangkaian HUT Mangupura ke-7 di Jaba Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung, Rabu (16/11/2016).

Pemkab Badung Gelar Lomba Kelompok Tani Wanita

BALIPORTALNEWS.COMPemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) kembali melaksanakan Lomba Kelompok Wanita Tani (KWT) tingkat Kabupaten Badung.  Lomba dilaksanakan di areal Distanbunhut Kabupaten Badung, Selasa (15/11/2016) dan dibuka Kadis Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Badung I.G.A.K. Sudaratmaja. Sasaran dari kegiatan lomba ini adalah KWT yang tersebar di 4 kecamatan diantaranya KWT Pangan sebanyak 4 kelompok terdiri dari KWT Putri Sukma, Br. Jumpayah Ds. Mengwitani, Mengwi,KWT Giri Ayu, Br. Dirgahayu Ds. Abiansemal, KWT Uma Sari Balangan, Br. Bedauh Ds. Carangsari, Petang dan KWT. Karang Lestari, Br. Kertha Lestari Ds. Ungasan, Kuta Selatan.

Sementara itu untuk KWT Kebun diikuti oleh 4 kelompok yakni KWT Sari Nadi, Br. Tengah Ds. Sobangan, Mengwi, KWT Kembang Sari, Br. Piakan Ds. Sibangkaja, Abiansemal, KWT Buana Sari, Br. Sandakan, Ds. Sulangai Petang serta KWT Puluk-Puluk, Br. Karang Boma, Ds. Pecatu, Kuta Selatan.

Dalam arahannya Sudaratmaja menyampaikan bahwa penilaian ini merupakan suatu media untuk mengukur kemampuan dan kreatifitas kelompok wanita dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian (pangan dan kebun) lewat kemampuan mengolah untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan peningkatan pendapatan masyarakat.

“Pemenuhan kebutuhan akan pangan yang cukup dan bergizi merupakan jembatan untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif serta unggul di masa yang akan datang, berada di tangan ibu-ibu kelompok wanita” ucapnya.

Untuk mencapai hal tersebut maka peran ibu rumah tangga yang tergabung dalam KWT ini sangat berperan mengolah bahan makanan menjadi makanan yang siap dikonsumsi, berkualitas dan bergizi baik. Disamping hal tersebut KWT di Badung juga diharapkan untuk berinisiatif dalam mengembangkan usaha secara berkelompok sehingga mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Ditambahkan pula bahwa sasaran kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yakni terpenuhinya pangan rumah tangga yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) serta terjangkau oleh daya beli masyarakat. “Lomba KWT ini bukanlah tujuan tetapi merupakan sarana untuk pemberdayaan kelompok wanita dalam memunculkan daya cipta para kaum wanita” ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Teknis KWT Distanbunhut Badung I Made Mertayasa melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mendorong dan meningkatkan kreatifitas masyarakat khususnya ibu rumah tangga  dalam memilih, menentukan, menyusun dan menciptakan menu B2SA sesuai dengan potensi sumber daya diwilayahnya. Sedangkan tujuan lomba ini untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kesadaran wanita tani dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, kelompok wanita juga mampu menentukan, menyususn dan menciptakan menu B2SA sesuai potensi sumberdaya lokal, baik hasil pertanian tanaman pangan/perkebunan, menumbuhkan industri rumah tangga dan membantu mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di pedesaan.

Adapun tim penilai melibatkan instansi terkait di Kabupaten Badung diantaranya Unsur Diskopperindag, Kantor Pemberdayaan Perempuan, Distanhutbun dan Dinas kesehatan. (hmsbadung/bpn)

Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai Komponen Masyarakat Badung 

BALIPORTALNEWS.COMBupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengajak segenap komponen masyarakat Badung untuk selalu menjaga dan mempertahankan kebhinekaan dan menolak paham radikalisme dan aksi tetorisme. “Kami mengajak masyarakat Badung untuk mempertahankan perekat bangsa yakni kebhinekaan. Kami juga mengajak masyarakat Badung untuk bersatu padu menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme dengan mengatasnamakan agama yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat dan yakinlah bahwa “Indonesia adalah rumah bagi semua anak bangsa”, karena itu setiap warga negara, apapun latar belakang keyakinannya, budayanya, sukunya haruslah mendapat jaminan yang sama,”. Demikian ditegaskan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai Komponen Masyarakat Badung, di Lapangan Puspem Badung, Selasa (15/11/2016).

Apel diikuti jajaran TNI/Polri, Satpol PP, Dishubkominfo, BPBD, Damkar, Pecalang dan para siswa. Diisi Pembacaan Deklarasi kebhinekaan cinta damai serta penandatanganan deklarasi oleh Bupati, Ketua DPRD Badung, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta FKUB Badung. Apel kali ini mengangkat tema “Melalui hikmah hari pahlawan ke-71 tahun 2016 kita tingkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI yang kokoh”.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menekankan bahwa, kebhinekaan merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya, baik keragaman mata pencaharian, agama, suku bangsa, ras dan budaya. Oleh karenanya semboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” merupakan perekat bangsa yang harus tetap dipertahankan. Dijelaskan, tidak dapat dipungkiri bahwa keragaman yang ada dapat menimbulkan potensi konflik yang mengatasnamakan perbedaan. Padahal bila ditelisik lebih dalam, akar permasalahan konflik yang terjadi bukanlah terletak dalam perbedaan tersebut. “Dapat disebutkan salah satu faktor yang sering menjadi penyebab terjadinya konflik yang mengatasnamakan perbedaan suku, budaya maupun agama adalah kepentingan politik lokal,” jelasnya.

Apel kebhinekaan ini merupakan inisiasi masyarakat, untuk mengingatkan kembali kepada seluruh elemen bangsa bahwa Bangsa Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama. “Walaupun kita beda suku, ras dan agama namun kita tetap saling menghargai dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Kita sanggup menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta menolak segala bentuk paham dan tindakan kekerasan/radikalisme dan aksi kekerasan,” tegasnya.

Keterangan Foto : Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai Komponen Masyarakat Badung, di Lapangan Puspem Badung, Selasa (15/11/2016). 

Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp. 365 Juta untuk Pura Batu Tegeh, Gulingan

BALIPORTALNEWS.COMKrama Banjar Batu Lumbung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi selaku pengempon Pura Batu Tegeh menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya kepada Bupati Badung dan difasilitasi DPRD Badung, sehingga pembangunan di Pura Batu Tegeh dapat dibantu melalui dana hibah sebesar Rp. 365 juta dan suport dari APBDes Gulingan sebesar Rp. 450 juta.

“Kami atas nama krama Banjar Batu Lumbung menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Bapak Bupati Badung serta difasilitasi anggota DPRD Badung. Bantuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembangunan di Pura Batu Tegeh,” kata Kelian Adat Banjar Batu Lumbung I Wayan Suerta saat menerima bantuan hibah senilai Rp. 365 juta dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Senin (14/11/2016) lalu di Pura Batu Tegeh.

Penyerahan hibah yang bersumber dari APBD Badung tahun 2016 ini disaksikan Ketua Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria, Camat Mengwi IGN Jaya Saputra, Perbekel Gulingan, serta ratusan Krama Banjar Batu Lumbung.

Lebih lanjut Wayan Suerta menjelaskanya, bahwa saat ini pembangunan di Pura Batu Tegeh sudah mulai digarap. Bangunan dan pelinggih yang diperbaiki meliputi ; tembok penyengker, apit surang, kori agung, bale kulkul, pelinggih pesimpangan desa puseh, pelinggih limas, surya rong tiga, dua buah sambyangan dan bale pesandekan pemangku. “Untuk rencana pembangunan di tahun 2017 akan kami lanjutkan penataan natar/halaman pura dan halaman jaba pura. Setelah selesai, kami akan melaksanakan karya dimana pujawali di Pura Batu Tegeh bertepatan dengan rahina Umanis Galungan,” tambahnya.

Bupati menyampaikan bahwa bantuan dana hibah ini merupakan kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Badung serta segenap Anggota DPRD Badung dalam upaya percepatan pembangunan menuju masyarakat Badung yang sejahtera. Diharapkan, penerima hibah agar memanfaatkan dana ini sesuai permohonan dalam proposal yang diajukan. Sementara kewajiban menyampaikan laporan pertanggungjawaban batas waktunya pada bulan Januari tahun 2017.

“Pemanfaatannya harus tepat, yang mana dibantu itu harus dibangun, tidak boleh dialihkan kepada yang lain, dan pertanggungjawabannya tepat waktu,” tegasnya.

Bupati juga memaparkan prioritas pembangunan kabupaten Badung yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana tahun 2016-2021. Ada lima skala prioritas pembangunan diantaranya ketersediaan sandang, pangan dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata.

Dalam impelentasinya nanti, untuk penanggulangan Rumah Tangga Miskin (RTM), mulai tahun 2017 akan melaksanakan program bedah rumah dan rehab rumah, minimal bedah rumah akan dibantu Rp. 50 juta per RTM. Sementara, untuk kesehatan dan pendidikan untuk masyarakat Badung, mulai tahun 2017 akan gratis.

Keterangan Foto : Kelian Adat Banjar Batu Lumbung I Wayan Suerta saat menerima bantuan hibah senilai Rp. 365 juta dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta disaksikan Ketua Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria, Senin (14/11/2016) lalu di Pura Batu Tegeh.

Pujawali di Pura Muaya Desa Adat Jimbaran Kuta Selatan

BALIPORTALNEWS.COMWakil Bupati Badung I Ketut Suiasa Kakanwil Agama Prov. Bali Nyoman Yastra, Kepala Kantor Agama Kab, Badung Nyoman Arya, Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya, Lurah Jimbaran Ketut Rimbawan, para tokoh adat Kelurahan Jimbaran serta masyarakat pengempon pura melaksanakan persembahyangan bersama pada Pujawali di Pura Kelurahan Jimbaran Kuta Selatan,  yang jatuh pada Purnama Kelima Soma Pon Matal berlangsung lancar. Kelancaran tersebut berkat koordinasi antara pengempon dan pengemong pura, serta kesadaran dan kesabaran pemedek yang berdatangan silih berganti  untuk melakukan persembahyangan.

“Ngaturang Pujawali ini sebagai bentuk Bakti masyarakat Jimbaran Badung kehadapan ida Betara Betari yang meligia di pura Samuaya Kelurahan Jimbaran Kuta Selatan Kabupaten Badung. Ungkap pawartaka karya Jro Bendesa adat Jimbaran Made Budiasa. Senin (14/11/2016).

Wakil Bupati, Ketut Suiasa menyampaikan” Dalam melaksanakan suatu upacara yadnya, yang utama rasa tulus dan iklas dari sanubari masing –masing krama sangat diperlukan agar pujawali di pura ini dapat berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan, tidak dituntut untuk merayakan dengan penuh kemewahan, sederhana juga memiliki makna yang besar, kalau itu dilakukan secara seguluk sebayantaka atau saling “ Pekedek Pekenyum”.

Suiasa berharap masyarakat pengempon pura Samuaya Desa Adat Jimbaran Kuta Selatan dapat menjalankan ritual dengan kusuk dan lebih memaknai arti Upacara yadnya itu sendiri. jika makna Yadnya yang dilaksankan dengan tulus dan iklas suci dan ning nirmala niscaya kerahajengan  akan datang. Dengan menjalankan Upacara Yadnya sebagai umat se Dharma dan dapat berbagi dengan sesama itu yang meutama. Dengan Pujawali ini diharapkan Masyarakat Desa Adat Jimbaran dan Kabupaten Badung bahkan Bali mendapat kerahayuan.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengapresiasi langkah masyarakat pengempon pura Muaya kelurahan Jimbaran Kuta Selatan yang melaksanakan upacara ini dengan hati yang tulus ikhlas menjad tujuan utama. Di samping itu, Ketut Suiasa menghimbau masyarakat agar pelaksana upakara dan upacara yadnya tersebut mengedepankan sikap-sikap setia darmaning agama Hindu. Tak hanya itu, Suiasa juga mengajak umat pengempon pura untuk meningkatkan sradha Bhakti  untuk kesejahteraan masyarakat. Suiasa juga mengajak pengempon  untuk tidak jenuh menjalankan upacara yadnya yang  merupakan warisan adiluhung para leluhur  untuk keajegan Agama, seni dan Budaya Bali. Adapun acara Pujawali dipuput oleh Ida Pedanda Griya Bindu kesiman. (hmsbadung/bpn)

Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan Hibah Rp 1,27 Miliar untuk Desa Sobangan

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta kembali menyerahkan bantuan dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.  Kali ini Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan hibah total Rp 1.270.000.000, untuk Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, bertempat di Wantilan Banjar Adat Tegal Narungan, Minggu, (13/11/2016).

Penyerahan bantuan dana hibah yang juga dihadiri Ketua Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria, Camat Mengwi IGN Jaya Saputra, Perbekel Sobangan I Ketut Mas Budiartha dan Bendesa Adat Sobangan I Kadek Oka Suarya, disaksikan ratusan krama Desa Adat Sobangan. Bantuan hibah sebesar  Rp 1.270.000. 000 yang diterima oleh Kelian Banjar  Adat Tegal Narungan I Wayan Sujana, diantaranya diberikan kepada Pura Sari sebesar Rp 400 juta, Banjar Adat Tegal Narungan sebesar Rp 300 juta, Pura Anyar sebesar Rp 70 juta dan Banjar Adat Tengah sebesar Rp 500 juta.

Pada kesempatan tersebut, bupati kembali mengingatkan kepada penerima hibah agar menggunakan dana hibah sesuai peruntukan, yang dicantumkan dalam proposal permohonan. Kewajiban penerima hibah lanjut bupati, juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban pada bulan Januari tahun 2017.

“Manfaatkan bantuan dana hibah ini sesuai dengan peruntukan, dan sampaikan laporan pertanggungjawaban tepat waktu. Jangan sampai maksud baik pemerintah membantu masyarakat, berdampat yang kurang baik karena kelalaian penerima hibah,” kata bupati.
Bupati juga memaparkan prioritas pembangunan kabupaten Badung yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana tahun 2016-2021. Ada lima skala prioritas pembangunan diantaranya ketersediaan sandang, pangan dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata. Menerapkan konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana (PPNSB) yang merupakan buah pikiran Plokamator RI Ir. Soekarno, program pembangunan dicanangkan dari hilir ke hulu. Perencanaan yang matang, pelaksanaan yang baik, sehingga hasil dari program kegiatan tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ditambahkannya, program-program yang dirancang mencakup mulai lahir, menjalani kehidupannya hingga pada akhirnya meninggalkan dunia ini. “Saat lahir persalinan gratis dan langsung diberikan akta kelahiran. Pada menjalani kehidupannya, sejak 2017 kita rancang pendidikan gratis secara penuh. Untuk warga kurang mampu kita berikan bantuan kualitas rumah sehat yang nilainya nanti mencapai Rp 50 juta per rumah tangga kurang mampu. Pada kematian, kita memberikan santunan Rp 10 juta yang sudah kita laksanakan sejak bulan Oktober lalu,”paparnya.

Pembangunan di Badung juga berlandaskan, agama, adat dan budaya. Untuk pembangunan pura khayangan tiga hingga paibon asalkan sudah terdaftar di Dinas Kebudayaan, bupati asal Desa Pelaga, Petang ini memastikan akan mendapat bantuan pemerintah. Termasuk akan memberikan kesejahteraan kepada para pemangku khayangan tiga.

Sementara itu Kelian Banjar Adat Tegal Narungan I Wayan Sujana mengungkapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Badung serta fasilitasi anggota DPRD Badung. Dengan bantuan dana hibah yang diberikan pemerintah, bisa digunakan untuk melanjutkan pembangunan diwilayahnya, sekaligus mengurangi beban masyarakatnya.

Dijelaskanya, adapun penggunaan dana hibah ini pertama untuk pembangunan tembok penyengker, candi bentar, jineng , pelinggih serta penataan halaman di Pura Sari. Finishing bale banjar Tegal Narungan, pembuatan bale kulkul Pura Anyar dan perbaikan bale kulkul, tembok penyengker dan finisihing bale banjar Adat Tengah. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan dana hibah untuk Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, bertempat di Wantilan Banjar Adat Tegal Narungan, Minggu, (13/11/2016).

Kejuaraan Mangupura Cup Tarung Derajat Diikuti 88 Petarung

BALIPORTALNEWS.COM Bupati Badung yang diwakili Sekda Badung Kompyang R. Swandika membuka Kejuaraan Mangupura Cup Cabor Tarung Derajat tahun 2016 yang dikaitkan dengan HUT Mangupura yang ke-7, Sabtu (12/11/2016) GOR Purna Krida Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Turut hadir Anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Camat Kuta Utara A.A. Yuyun Hanura Eny, Ketua Koni Badung Si Putu Raka Arnaya, Pengurus Tarung Derajat Kabupaten/Kota se-Bali.

Kompyang R. Swandika yang juga selaku Ketua Umum Pengprov. Kodrat Bali menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya, karena seluruh cabang olahraga yang dibawah binaan KONI Badung telah mampu ikut memasyarakatkan olahraga dan mampu ikut sharing dalam membangun olahraga di kabupaten badung. Juga kepada cabang olahraga tarung derajat yang telah melaksanakan kejuaraan Mangupura Cup, yang merupakan salah satu bentuk bahwa keluarga besar tarung derajat Bali khususnya Tarung derajat Badung mampu ikut sharing membangun dan mewujudkan Badung yang sehat, sejahtera, shanti dan jagaditha.

Lanjut disampaikan, kejuaraan ini demikian penting dan sangat strategis dalam upaya menggali potensi serta membina atlit-atlit muda yang diharapkan mampu mempertahankan prestasi tarung derajat badung di tingkat Provinsi dan Nasional.

“Dimana telah dibuktikan dalam ajang PON kemarin Tarung derajat telah merebut 2 emas,” imbuhnya.

Melalui kejuaraan Mangupura Cup cabor Tarung derajat ini diharapkan para petarung dapat menunjukkan sportifitas, kecakapan dan keandalan untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya.

“Jadilah patriot olahraga sekaligus menjadi patriot dalam membangun kabupaten badung yang damai, sehat dan sejahtera. Dan jadilah kesatria pejuang di bidang olahraga dan sekaligus membantu sharing membangun badung jaya dalam pelayanan publik. Lanjutkan dan tingkatkan terus kegiatan cabang olahraga ini, karena melalui olahraga ini kita akan mampu menciptakan kader-kader atau insan yang sehat sebagai bagian untuk mewujudkan SDM yang berkualitas yang mampu mengantarkan Badung menuju Badung yang mandiri, sejahtera dan damai,” pintanya.

Ketua Panitia I Gst Agung Ngurah Dedy Priyatna melaporkan, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk menyiapkan atlet Tarung derajat Kabupaten Badung yang memiliki karakter yang teguh, mandiri, sportif dan memiliki daya juang tinggi. Selain itu sebagai proses seleksi mencari bibit atlet baru dan pemula untuk event yang akan datang yaitu Porprov tahun 2017 dan membina serta melatih mental, disiplin, sportifitas dan kekeluargaan.

Kejuaraan ini diikuti 88 atlet petarung dari 6 kecamatan se-Badung yang menjadi 14 team dan hasil seleksi yang berhak mengikuti babak penyisihan terdiri dari 10 kelas tarung putra, 5 kelas tarung putri dan seni gerak getar putra. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 11 s/d 13 november 2016. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung yang diwakili Sekda Badung Kompyang R. Swandika membuka Kejuaraan Mangupura Cup Cabor Tarung Derajat tahun 2016 yang dikaitkan dengan HUT Mangupura yang ke-7, Sabtu (12/11/2016) GOR Purna Krida Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara.

 

 

Badung Canangkan “Gerakan Badung Membaca”

BALIPORTALNEWS.COMRendahnya minat baca di Indonesia, mendorong Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mencanangkan Gerakan Badung Membaca Tahun 2016.

Hal ini bertujuan untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Pencanangan Gerakan Badung Membaca dilakukan oleh Bupati Badung diwakili Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika di Areal Parkir Selatan, Puspem Badung, Sabtu (12/11/2016).

Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili Ketua Komisi IV DPRD Badung A.A. Ngr. Ketut Agus Nadi Putra, Kepala SKPD, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK serta para siswa.
Bupati Badung diwakili Kadisdikpora Widia Astika dalam sambutannya mengatakan bahwa berdasarkan hasil survey UNESCO menunjukkan minat membaca bangsa Indonesia adalah paling rendah dibandingkan negara dikawasan Asia Tenggara. Ditemukan Indeks membaca masyarakat Indonesia mencapai 0,001 yang berarti dari 1000 orang Indonesia hanya 1 (satu) orang yang memiliki minat baca. Selain itu posisi minat baca Indonesia yang menempati urutan ke 60 dari 61 negara di dunia. Ini kenyataan yang menyedihkan, rendahnya minat baca ini mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Oleh karenanya diperlukan upaya-upaya strategis untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat secara berkesinambungkan yang melibatkan berbagai unsur baik pemerintah secara sektoral, lembaga swasta dan masyarakat.

“Bila hal ini terwujud tentunya Indonesia siap bersanding dengan negara-negara besar yang ada di belahan dunia. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi yang terdepan,” tegasnya.

Untuk itu Bupati sangat menyambut baik dan mendukung Gerakan Badung Membaca ini, diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Lebih lanjut dijelaskan, kegemaran membaca harus ditumbuhkan sejak dini, mulai lingkungan keluarga dan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Kebiasaan membaca dan penguasaan Iptek bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Banyak membaca akan banyak mendapatkan pengetahuan, begitupula orang yang menguasai ilmu pengetahuan akan menjadi manusia yang berkualitas.
Sementara Ketua Panitia I Made Mandi selaku Kepala Bidang Pendidikan Disdikpora Badung menjelaskan, gerakan badung membaca bagi siswa sekolah dasar ini sebagai langkah awal dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Badung.

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat dan budaya baca anak, menumbuhkan motivasi, semangat dan kompetensi bagi seluruh siswa serta mewujudkan generasi Indonesia cerdas.

“Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa SD se-Badung yang berjumlah 60.404 orang,” tambahnya.

Gerakan Badung membaca ini telah dimulai pada tanggal 10-12 Nopember.

Dimeriahkan dengan berbagai perlombaan diantaranya lomba mengarang, cerpen, mesatua Bali, cerdas tangkas, yel-yel, bercerita, menulis surat untuk bupati badung, pemilihan duta baca, lomba koreo badung membaca, aksi gerakan badung membaca. Dilaksanakan pula pembentukan relawan badung membaca dari para siswa SMA/SMK. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Pencanangan Gerakan Badung Membaca dilaksanakan di Areal Parkir Selatan, Puspem Badung, Sabtu (12/11/2016).

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
79PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan