fapet unud
Lígia Tomás Correia Raih Gelar Doktor Ilmu Peternakan Fapet Unud. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Fakultas Peternakan Universitas Udayana, kembali melahirkan seorang Doktor di bidang Ilmu Peternakan, Lígia Tomás Correia merupakan Wakil Rektor di Bagian Kemahasiswaan dan Koordinator Kebijakan dalam urusan Jender Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL), melalui ujian terbuka promosi doktor yang dipimpin Ketua Sidang, Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Ni Nyoman Suryani, M.Si., pada Senin (3/10/2022).

Tim Promotor terdiri dari Prof. Dr. Ir. I Wayan Suarna, M.S., Prof. Dr. Ir. Ni Nyoman Suryani, M.Si., dan Dr. Ir. I Gusti Lanang Oka Cakra, M.Si. Promosi Doktor pada hari ini menghadirkan 6 orang dosen penyanggah dan 4 orang dosen undangan akademik dari Fapet Unud.

Baca Juga :  Sambut World Veterinary Day 2022, Bem FKH Unud Mengadakan Serangkaian Lomba

Disertasi yang berhasil dipertahankan berjudul ‘dampak asosiasi rumput gajah kate (pennisetum purpureum cv. mott) dengan legum klitoria (clitoria ternatea l.) terhadap kondisi lingkungan tumbuh tanaman, serapan karbon dan kecernaan in vitro hijauan’.

Hasil penelitian disertasi mendapatkan novelty bahwa Pemberian dosis inokulum rhizobium 10 g kg-1 benih C. ternatea pada saat ditanam adalah terbaik pada legum klitoria (C. ternatea L.) pada pola monokultur, pemberian pupuk organik cair berbasis feses sapi dengan konsentresi 1 liter POC berbanding 2 liter air dan frekuensi pemberian pupuk organik cair (POC) dua hari sekali adalah terbaik pada rumput gajah kate, serta penanaman rumput gajah kate dan legum dengan pola asosiasi dengan 2, 3 atau 4 antara rumput gajah kate dipupuk POC dan berinokulum rhizobium dapat memberikan nilai kecernaan yang baik pada pola asosiasi untuk Bahan Kering (BK) adalah 71,69%.

Baca Juga :  Persiapan Kongres X AFEBI 2022, FEB Unud Gelar Rapat Koordinasi Perdana bersama Dewan Pengurus Nasional

“Bahan Organik (BO) 65, 86%, Protein Kasar (PK) 36,28% dan Serat Kasar (SK) 16,61% hijauan dan berpengaruh terhadap kondisi tumbuh tanaman, serapan karbon dan kecernaan in vitro hijauan,”papar Lígia Tomás Correia.

Tujuannya dari penelitian yang dilakukan adalah  Mengevaluasi dampak legum klitoria (Clitoria ternatea L.) dengan dosis dan waktu penambahan inokulum rhizobium terhadap kondisi lingkungan tumbuh tanaman serta Mengevaluasi dampak rumput gajah kate dengan konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair (POC) berbasis feses sapi terhadap kondisi lingkungan tumbuh tanaman. (unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini