UGM
Cerita Maimunah Anak Buruh Tani dari Langkat Masuk UGM Tanpa Tes. Sumber Foto : Istimewa

Kondisi keluarga yang hidup dalam kondisi pas-pasan tak lantas mematahkan semangat Mai untuk terus berpretasi di setiap jenjang pendidikan. Gadis yang lahir pada 8 Mei 2003 silam ini selalu mengenggam juara di sekolah hingga bangku SMK. Ia pun berhasil meraih Juara Umum saat sekolah di SMK N 1 Stabat jurusan Mesin Permodelan dan Informasi Bangunan.

Tak hanya itu sejumlah medali dan penghargaan juga berhasil dibawa pulang dari berbagai kompetisi yaitu, medali perak Olimpiade Numeradi dan Literasi Indonesia (ONLI) POSI 2021, medali perak Kompetisi Sains Indonesia (KSI) POSI 2021, medali perak Olimpiade Biologi Nasional 2021.

Baca Juga :  Beli Tiket PEVS 2024 di Aplikasi PLN Mobile, Dapat Diskon Tambah Daya Hingga 60 Persen

Meskipun telah mengantongi berbagai penghargaan tak lantas mejadikan Mai jumawa. Ia tetap saja menjadi gadis kecil yang rendah hati. Keraguan sempat menghinggapinya saat akan mendaftar masuk UGM melalui SNMPTN Undangan. Kegamangannya itu bukanlah tanpa sebab. Pasalnya ia berasal dari SMK yang menurutnya banyak orang sulit untuk tembus SNMPTN.

“Saat daftar SNMPT Undangan sama guru BK sempat disarankan untuk tidak pilih UGM. Katanya berat kalau dari SMK, sayang nilai udah bagus kalau tidak lulus kan sedih,” kisahnya.

Baca Juga :  Dari Studi Komparasi Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar ke Pemkot Malang, Gali Ilmu dan Strategi Untuk Capai PAUD HI Berkualitas

Namun akhirnya ia tetap pada pendirianya. Hasilnya, ia pun dinyatakan lolos diterima di UGM. Capain itu bahkan menjadi tonggak sejarah baru bagi sekolahnya. Ia menjadi siswa pertama di sekolahnya yang berhasil diterima kuliah di UGM.

“Yang tembus SNMPTN di Jawa baru saya,” ucapnya.

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News