Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Merebaknya kembali penyakit demam berdarah (DB) belakangan ini di Bali mendorong Kaori Group memproduksi produk baru, yakni Pasepan Ramah Lingkungan. Pasepan merupakan proses pembakaran bahan-bahan tertentu hingga menimbulkan asap. Dalam hal ini, asap yang dihasilkan dari bahan-bahan yang berkhasiat obat.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Cegah Covid-19 di Pasar Marga

Owner Kaori Group, Ni Kadek Winie Kaori IM, SE, MM menuturkan produk pasepan ini diproduksi sejak sebulan lalu. “Kita tahu, fogging tak mampu membunuh nyamuk penyebab DB, bahkan jentik-jentiknya masih menempel dan efek negatif dari fogging juga ada. Akhirnya kami berinisiatif membuat produk pasepan,” tutur Kaori disela-sela visit factory tour di Graha Kaori Group, Ubud-Gianyar yang diikuti puluhan awak media, Senin (1/6/2020).

Ditambahkannya, dengan mengacu pada literatur Usada (ilmu pengobatan tradisional Bali), ia mendatangi tokoh agama di salah satu griya untuk menanyakan komposisi yang benar dari pasepan tersebut. Dengan begitu, saat meluncurkan produk sekaligus bisa memberikan penjelasan kepada konsumen tentang isi dan manfaatnya.

Menurut Kaori, bahan pasepan ini terdiri dari sindrong jangkep (cengkeh, mesui dan jebug garum), serbuk gaharu, serbuk menyan, dan sebagai sasab merana digunakan garam wuku dan mako (tembakau) yang berkhasiat untuk menetralisir virus dan bakteri yang ada di lingkungan sekitar. Garam berfungsi untuk menetralisir asam karena garam bersifat basa.

Mengingat virus dan bakteri tidak terlihat oleh mata telanjang, maka asap yang mengepul dari bahan pasepan ramah lingkungan ini akan membunuh virus, bakteri serta racun tersebut. “Dengan merasakan adanya asap di sekitar kita, meyakinkan pula secara scientist bahwa bahan-bahan yang terkandung di dalam pasepan bisa membunuh virus dan bakteri yang ada di lingkungan serta badan orang yang sempat keluar rumah. Ini bisa menjadi fogging alami karena asap dari pasepan itu masuk ke setiap celah rumah kita,” kata Kaori.

Racikan pasepan yang diproduksi Kaori ini berdasarkan resep leluhur. Dijelaskannya, zaman dahulu pernah terjadi gering (wabah) di Bali dan pasepan seperti ini digunakan sebagai penetralisir. “Ayo kita bangkitkan lagi resep-resep leluhur untuk menghindarkan diri kita dari penyakit seperti DB dan wabah lainnya yang disebabkan oleh virus dan bakteri, termasuk virus Corona yang merebak saat ini,” ajaknya.

Bahan-bahan pasepan ini bisa didapatkan di lingkungan sekitar. Apalagi pihaknya juga memproduksi dupa sehingga untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut tidaklah susah. “Konsumen sudah mulai mengalir sejak kami pasarkan, satu paket lengkap harganya Rp75 ribu,” tutup Kaori. (dar/bpn)