Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Wilayah Bali, Fajar Manuaba.

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Alat Pelindung Diri atau APD menjadi salah satu isu yang mencuat di masa Pandemi Covid -19

Penampilan petugas menggenakan Jas Hujan serta kenyataan semakin banyak Tenaga Medis yang terinfeksi meyakinkan publik bahwa tenaga medis saat ini kekurangan APD. Sejumlah Industri Rumahan pun ikut memproduksi APD sebagai bentuk solidaritas memerangi penyebaran Covid -19. Namun apakah APD yang dibuat Industri Rumahan itu sudah memiliki Standar Keselamatan bagi Tenaga Medis dan masyarakat.

Menurut Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Wilayah Bali, Fajar Manuaba, banyaknya bermunculan APD dengan harga yang tidak wajar, Itupun dibuat oleh industri  rumahan maka dari itu diharapkan peran Pemerintah untuk ikut mengecek mutu APD sehingga Tenaga Medis merasa aman dengan ADP yang pakainya.

“Terbatasnya APD membuat Tenaga Medis sebagai Garda terdepan penanganan Covid-19 menjadi rawan terinfeksi, diharapkan Pemerintah Daerah selalu mengecek lewat operasi pasar APD yang beredar di masyarakat untuk memastikan harga wajar dan mutu pasti,” tegas Fajar Manuaba, Senin (13/4/2020).

Baca Juga :  Amerta Siap Ngayah, Mariyana Wandira: Partai Koalisi Harus Kerja Keras

Salah satu alat yang sngat penting selain APD yakni Rapid Test, “Ujung Tombak terdepan sekarang yakni Rapid Test, memang beberapa Rumah Sakit Swasta sudah membuka untuk pelayanan Rapid Test, Namun kendalanya ketersedian Rapid Test dan harga yang tidak wajar serta mutu yang beda beda,” keluh Fajar Manuaba.

Kedepan diharapkan peran semua pihak dalam penanggulangan pandemik Covid-19 terutama penyediaan APD menjadi sesuatu yang sangat pokok bagi Tenaga Medis maupun masyarakat. “Jangan sampai para Penyedia APD maupun Rapid Test mempermainkan harga disaat pendemik Covid-19,” harap Fajar Manuaba.(ads/bpn)