BALI-PORTAL-NEWS.COMAjang pemilihan muda mudi berbakat yang terangkum dalam kegiatan Jegeg Bagus Bali 2016, merupakan media untuk melahirkan insan Bali yang memiliki intelektualitas dalam berperan serta membangun daerah Bali, untuk itu para penyandang predikat Jegeg dan Bagus diharapkan tidak hanya menitikberatkan pada penampilan luar semata dan sekedar untuk meraih juara saja. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya saat membuka acara Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Bali Tahun 2016, bertempat di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (23/7/2016).

KLIK GAMBAR DI ATAS UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI LEBIH LANJUT !!!

Pastika mengharapkan Jegeg Bagus Bali mampu menjadi duta Bali di tingkat Nasional bahkan Internasional, karena Jegeg Bagus Bali merupakan cerminan masyarakat khususnya bagi remaja Bali ke depan. Menurutnya kegiatan ini juga sangat baik sebagai salah satu wahana untuk membina generasi muda yang nantinya akan mewarisi serta bertanggung jawab untuk melestarikan nilai-nilai hakiki dan luhur ajaran agama, adat istiadat, seni dan budaya bangsa.

Baca Juga :  Ikuti Keputusan Provinsi, Sholat Idul Fitri di Buleleng Dilaksanakan di Rumah Masing-Masing

Pastika mengajak, para peserta Grand Final dan para generasi muda lainnya, untuk memulai menjaga dan melestarikan Bali dari aspek kebersihan dan kehijauannya, mengingat kehidupan perekonomian masyarakat Bali bergerak dari sektor pariwisata.

Sementara itu Ketua Panitia Acara Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2016 yang juga selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Yuniarta dalam laporannya, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini selain menyiapkan generasi muda yang memiliki intelektualitas, juga sebagai jembatan pemerintah untuk menyebarluaskan program-program Bali Mandara, khususnya pada bidang pembangunan kepariwisataan. Para peserta yang lolos dalam Grand Final ini berasal dari seluruh Kabupaten/Kota di Bali, berjumlah 9 pasang yang telah mengikuti proses seleksi sangat ketat di tingkat Kabupatennya masing-masing.

Selanjutnya, peserta Grand Final dikarantina untuk mendapatkan pembekalan ilmu pengetahuan dan keterampilan selama empat hari yaitu dari tanggal 21 -27 Juli bertempat di Hotel Puri Ayu Denpasar. Proses penilaian pada para peserta ini telah dilakukan mulai dari proses karantina sampai pada acara puncak hari ini. Tim juri dalam ajang ini berasal dari berbagai kalangan, seperti akademisi yang kompeten dalam bidang kebudayaan, bahasa, pengetahuan lingkungan hidup, kepariwisataan dan psikologi, serta para juri yang kompeten dalam etika dan perilaku serta penguasaan panggung, tata rias dan busana. Nantinya juara pada pemilihan ini, akan ditunjuk menjadi Duta Wisata dan Duta Budaya dalam mengikuti berbagai event di tingkat regional, nasional dan internasional.

Baca Juga :  KPWBI Bali Serahkan Bantuan Sarana Kesehatan dan Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19 

Pada momentum tersebut, Ia juga menyampaikan bahwa pada malam puncak Grand Final tersebut juga dihadiri oleh Duta Wisata luar daerah Bali seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, guna mempererat tali persaudaraan antar Duta Wisata.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ny Ayu Pastika berkesempatan memberikan pertanyaan  bagi 3 besar finalis.

Dan akhirnya dari 9 pasang finalis Jegeg dan Bagus Bali 2016, terpilihlah Jegeg Gianyar Putu Ratih Aristia Dewi dan Bagus Badung Gede Bagus Taruna Satria Arimbawa sebagai predikat pertama yaitu Jegeg Bagus Bali 2016 yang dalam kesempatan tersebut penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta Ny. Ayu Pastika yang kemudian dilanjutkan dengan penasangan Mahkota kepada Jegeg Bali 2016 oleh Ny. Ayu Pastika dan penyematan bros Bagus Bali 2016 oleh Gubernur Pastika. Sedangkan Runner Up I Jegeg Bagus Bali 2015 adalah Jegeg Badung A A Istri Argyanti Nariswari dan Bagus Gianyar Pande Putu Dwi Novigga Artha. Terakhir posisi Runner Up II diraih oleh Jegeg Klungkung Dewa Ayu Agung Mas Berliana Rahita dan Bagus Jembrana Nyoman Ananta Lastiyasa.

Sumber : Humas Pemprov Bali
Editor : Putu Tistha