Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional di Thailand

BALIPORTALNEWS.COM – Tim mahasiswa UGM berhasil meraih penghargaan dalam Thailand Inventor’s Day pada 2-6 Februari 2016 di Thailand.

Dalam ajang “Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition” tersebut, tim UGM mendapatkan medali emas dan special award  dari Polandia.

Tim mahasiswa UGM yang beranggotakan Sahala Wahyu Wardana dan Ema Nur Afifah dari Fakultas MIPA dan Kharirotul Suhaila dan Rasyidin Caniago dari Fakultas Pertanian sukses memperoleh penghargaan dengan mengembangkan platform kolamkita.com.

Kolamkita.com merupakan sebuah platform yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi moderen aquaculture untuk meningkatkan produksi di sektor budidaya ikan air tawar di Indonesia. Memiliki tiga layanan utama yaitu menyediakan infromasi budidaya ikan yang valid dan terkini, menyediakan kebutuhan dan paket bududaya ikan, serta menyediakan jasa pemasaran ikan pasca panen.

Sahala mengatakan pengembangan kolamkita.com berawal dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan budidaya ikan di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang berkeinginan untuk melakukan budidaya ikan, tetapi masih mengalami kebingungan karena minimnya pengetahuan budidaya ikan.

“Selain itu juga masih ada persoalan terkait lahan budidaya dan penjualan pasca panen,” jelasnya saat dihubungi masih berada di Thailand, Rabu (7/2/2018).

Kenyataan tersebut menggerakkan Sahala dan ketiga rekannya untuk mengembangkan sebuah platform yang dapat menjawab berbagai persoalan budidaya perikanan dalam satu wadah.

“Jadi dalam platform ini kita menyediakan seluruh kebutuhan budidaya ikan mulai dari infromasi budidaya, konstruksi kolam, benih ikan, pakan, hingga market untuk  menjual produk hasil budidaya,” urainya.

Sahala menyebutkan kolamkita.com saat in masih berada dalam tahap pengembangan. Rencananya platform ini akan segera dirilis pada pertengahan tahun 2018. (ika/humas-ugm/bpn)

Wabah Difteri: Kekebalan Tubuh Rendah, Dilema Antivaksin, dan Isu Sekuritisasi

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR – Provinsi Jawa Barat menduduki provinsi kedua dengan kasus penderita difteri terbanyak di Indonesia, menyusul Jawa Timur di posisi pertama. Ini pula yang menjadikan angka penderita difteri di Indonesia meningkat dalam dua tahun terakhir.

Buruknya, penyakit ini tidak hanya menyerang kelompok usia anak-anak, namun juga menyerang usia remaja dan orang tua. Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof. Alex Chairul Fatah, dr., Sp.A(K), rentannya usia dewasa terserang difteri disebabkan meningkatnya jumlah populasi dewasa dengan kekebalan tubuh yang lemah.

“Ini dapat mengancam kehidupan. Apabila tidak diobati dan penderita tidak mempunyai kekebalan, angka kematiannya akan mencapai 50%. Bila diobati akan turun 10%,” ujar Prof. Alex saat menjadi pembicara dalam diskusi “Mengupas Tuntas Waspada Difteri” yang digelar Dewan Profesor Unpad di Auditorium Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eijkman No. 38, Bandung, Senin (5/2/2018).

Selain Prof. Alex, turut hadir sebagai pembicara Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad Prof. Dr. Kusnadi Rusmil, dr., Sp.A(K), Guru Besar FMIPA Unpad Prof. Dr. Toto Subroto, M.S., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Adhiatma Y.M. Siregar, PhD, dan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad Prof. Dr. Obsatar Sinaga, M.Si.

Sebelumnya, difteri rentan menular ke anak-anak. Namun, melihat data penderita difteri di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, ditemukan penderita berusia 71 tahun. Sementara di Surabaya, saat ditemukan kasus difteri pada usia dewasa, para tenaga medis sempat menduga bahwa penyakit tersebut bukanlah difteri.

Hampir seluruh wilayah di Indonesia ditemukan adanya kasus difteri. Rata-rata, kasus ini menyerang kelompok usia 4 – 8 tahun dan kelompok usia 15 tahun ke atas. Prof. Alex ini menilai, perubahan paradigma masyarakat yang menolak vaksin menjadi penyebab tingginya penyebaran difteri pada orang dewasa.

Beberapa faktor lainnya yaitu perubahan jadwal imunisasi pada kelompok usia tertentu dan masih buruknya pelayanan kesehatan di Indonesia.

Prof. Kusnadi membenarkan pendapat Prof. Alex. Ia mengatakan, pola imunisasi ulangan (booster) tidak banyak dilakukan di Indonesia.

Rendahnya pola imunisasi ini menjadikan kekebalan imunitas (herd immunity) masyarakat Indonesia rendah. Dalam beberapa lama, berbagai macam penyakit akan dengan mudah menyerang populasi dengan kekebalan yang rendah dan menularkan kembali kepada yang lainnya.

Dalam kasus difteri saja, satu penderita berisiko menularkan difteri kepada 6 – 7 orang. Jika kekebalan tiap orang rendah, wabah ini berisiko menularkan ke sejumlah orang lainnya. Satu orang akan kebal terhadap difteri jika kekebalan imunitasnya di atas 85%.

Untuk itu, Prof. Kusnadi mendorong pihak terkait melakukan imunisasi massal. Imunisasi ulangan penting dilakukan terutama bagi kelompok usia prasekolah, remaja, hingga kelompok lanjut usia. Saat ini, pola imunisasi lengkap masih pada kelompok usia 0 – 1 tahun, 2 tahun, dan usia sekolah.

“Kita belum ada imunisasi untuk remaja, kita harapkan Dinas Kesehatan mulai menganjurkan imunisasi remaja. Pada lansia, imunisasi juga dilakukan untuk mengurangi morbiditas,” ujar Prof. Kusnadi.

Pemerintah juga harus merespons cepat terhadap penyebaran wabah difteri. Prof. Kusnadi mengatakan, upaya Outbreaks Response Imun (ORI) seharusnya dilakukan tatkala ditemukan minimal satu penderita difteri. ORI ini merupakan langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus. (humas-unpad/bpn)

Sebanyak 1678 Lulusan Unpad Akan Ikuti Prosesi Wisuda

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGORUniversitas Padjadjaran (Unpad) kembali akan menyelenggarakan kegiatan akademik berupa pelaksanaan Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2017/2018, yang akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari berturut-turut yakni pada Selasa dan Rabu, tanggal 6 dan 7 Februari 2018.

Upacara  pelepasan  wisudawan  akan  dipimpin  langsung  oleh  Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr. Lulusan yang akan diwisuda  sebanyak 1678 orang, terdiri dari lulusan Program Diploma-III, Diploma IV, Program Sarjana, Pendidikan Spesialis,  Profesi, Magister dan Doktor.

Pelaksanaan wisuda hari pertama hingga hari kedua terbagi dalam dua sesi yaitu sesi pagi dijadwalkan pukul 09.00 – 11.00 WIB dan sesi siang pukul 14.00-16.00 WIB. Pembagian sesi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan,  memberikan kenyamanan dan kelancaran kepada para wisudawan, keluarga dan masyarakat sekitar kampus.

Untuk mensosialisasikan tata cara prosesi wisuda maka akan dilaksanakan gladi resik yang wajib diikuti oleh seluruh wisudawan pada hari Senin, 5 Februari 2018, bertempat di Grha Sanusi Hardjadinata (Aula) Kampus Iwa Koesoemasoemantri Universitas Padjadjaran Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, mulai pukul 09.00–11.00 WIB.

Kami menghimbau kepada para wisudawan dan orang tua wisudawan agar hadir paling lambat 30 menit sebelum acara dimulai, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dengan membawa undangan (hanya berlaku untuk 2 orang) , dan diharapkan sebelum masuk lokasi wisuda telah mengenakan seluruh perlengkapan wisuda (toga, baret, kalung).

Selain itu untuk menghindari kemacetan, diharapkan hanya mengantar wisudawan dan orangtua di gerbang utama Unpad. Parkir kendaraan dapat dilakukan di area parkir Monumen Perjuangan dan sekitar kampus Unpad seperti Jln. Teuku Umar dan Jln. Hasanuddin.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut maka kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat luas, khususnya kepada para pengguna jalan di sekitar Jl. Dipati Ukur bila dalam pelaksanaannya terjadi kemacetan lalu lintas. Untuk itu kami menghimbau agar untuk sementara waktu menghindari jalan tersebut atau mencari alternatif jalan lain selama proses acara wisuda berlangsung. (humas-unpad/bpn)

Siapkan Generasi Anak Emas di Tahun 2045, IGTKI Denpasar Study Komperatif ke TK Negeri Pembina 1 Malang

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan kualitas PAUD di Kota Denpasar dalam rangka menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2045, serta menjamin anak usia 5 -6 tahun mendapatkan layanan PAUD berkualitas. Peningkatan upaya tersebut Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia(IGTKI) Kota Denpasar melakukan study komparatif ke TK Negeri Pembina 1 Kota Malang Jumat (2/2/2018).

Sebelum acara dimulai Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra yang hadir didampingi Ketua GOPTKI  Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Kepala Bidang PAUD  dan PNF Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Denpasar, Ketua HIMPAUDI Denpasar dan Kecamatan se Kota Denpasar, Ketua IGTKI dan Kecamatan se Kota Denpasar, Ketua PKG Kecamatan se Kota Denpasar  serta Koordinator Pengawas  Sekolah Paud  dan TK se Kota Denpasar disambut dengan Tarian Kipas yang dibawakan anak -anak   Negeri Pembina 1 Kota Malang.

Dalam kesempatan itu Ny. Selly mengatakan kunjungan ini dilaksanakan untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang praktek pelaksanan pengelolaan PAUD  di TK Negeri Pembina 1 Kota Malang. Selain itu juga ini untuk melihat dan mendapatkan berbagai model inovasi- inovasi dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-kanak, serta mendapatkan contoh pengelolaan managemen PAUD yang berkualitas sesuai dengan Gerakan Nasional PAUD berkualitas. ” Dengan  kegiatan ini hal-hal lain yang sudah dilaksanakan TK Negeri Pembina 1 Malang terkait dengan pelaksanaan PAUD berkualitas  bisa dilaksanakan di Kota Denpasar,” harapnya.

Sementara Kepala Sekolah TK Negeri  Pembina 1 Malang Dra. Nurhayati, M.Pd mengucapkan terima kasih atas kunjungan IGTI Kota Denpasar. Menurutnya dari 18 karakter yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,  TK Negeri Pembina 1 Malang menggunakan  inovasi gol karakter. Dimana dalam gol karakter tersebut ada 4 karakter yang dilaksanakan yakni  religius, nasionalisme, peduli lingkungan dan kedisiplina. Dengan menggunakan inovasi gol karakter  TK ini meraih juara I lomba Gugus Depan  dan juara II TK Widia Prakerti Nugraha tingkat Provinsi.

Meskipun ini merupakan sekolah negeri ia mengaku pengelolaan keuangannya dilakukan pihak sekolah sendiri. Sehingga bagi anak yang tidak mampu pihak sekolah bisa memberikan keringanan sebesar 50%, namun harus memiliki surat keterangan dari RT. Namun sebagai pertanggung  jawaban setiap tahun pihaknya tetap melakukan pelaporan ke Dinas Pendidikan Kota Malang. Selain itu Sekolah ini juga menerima anak berkebutuhan khusus. Namun sekolah hanya untuk memberikan sosialisasi sedangkan untuk pendampingan, pembinaan dan terapi dilakukan  oleh  teacher shadow

 Sedangkan untuk guru sebelum memberikan pembinaan kepada anak harus mengikuti berbagai pelatihan. Sehingga model  pembelajaran di TK ini mengunakan model sentra. “Untuk disini ada 6 sentra yakni sentra persiapan, bermain peran, musik dan alat tubuh, alam, seni dan balok,” ujarnya.

Sedangkan dalam penilaian rapot pihaknya menggunakan aplikasi TK Negeri Pembina I Malang. “Dengan aplikasi ini kita dapat melihat nilai harian, mingguan dan bulan anak-anak,” tambahnya sembari mengatakan kehadiran Bunda PAUD Denpasar juga dapat melakukan kolaborasi program untuk meningkatkan program pendidikan bagi anak-anak PAUD. (ayu/humas-dps/bpn)

UGM Dorong Penguatan Pendidikan di Papua

BALIPORTALNEWS.COM – Kondisi pendidikan di Papua belum menunjukkan kemajuan signifikan, meskipun sejak tahun 2001 mendapatkan kewenangan khusus.

Besarnya aliran dana otonomi khusus (otsus) belum diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, infrastruktur, perekonomian, dan kesehatan. Buruknya kondisi pendidikan di Papua ini berdampak serius terhadap rendahnya kinerja pembangunan daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Dialog bertajuk Membangun Sinergi UGM, Pemda, dan Sektor Swasta dalam Pengembangan SDM dan SDA untuk Kesejahteraan di Papua yang berlangsung Sabtu (3/2/2018) di Swiss BelHotel, Sorong.

Ketua Gugus Tugas Papua UGM, Drs. Bambang Purwoko, M.A., mengatakan indeks pembangunan manusia (IPM) Paua dan Papua Barat berada pada posisi terendah dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Kenyataan ini mengindikasikan rendahnya kondisi pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“IPM rendah karena banyak penduduk miskin, tingkat buta huruf yang tinggi, dan kesehatan rendah,” jelasnya.

Bambang menyampaikan kondisi pendidikan di Papua ibarat foto yang diedit. Data statistik pendidikan di Papua terlihat lebih indah dari aslinya. Demikian halnya dalam prosentase dan jumlah masyarakat buta huruf.

“Padahal realitasnya tidaklah sebagus yang ditampilkan data statistik tersebut,” katanya.

Menurutnya pembangunan pendidikan di Papua tidak bisa dijalankan dengan cara yang biasa dilakukan di daerah-daerah Indonesia lainnya. Namun, harus ada program akselerasi khusus untuk mengejar ketertinggalan pendidikan di papua.

“Membangun Papua harus dengan cara gila, kalau dengan cara biasa tidak akan pernah bisa mengejar dengan daerah lainnya,”tandasnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan bahwa sejak tahun 2013 silam UGM telah melakukan  pengembangan sektor pendidikan di Papua melalui pengiriman guru penggerak daerah terpencil. Diterjunkan sebanyak 190 guru di 8 distrik Kabupaten Puncak, 5 distrik di Kabupaten Intan Jaya, dan 2distrik di Mappi.

Selain mengirimkan guru, UGM juga membantu daerah melakukan kajian ulang efektifitas sekolah berpola asrama. Selanjutnya, membantu dalam penyusunan masterplan daerah.

“UGM siap terus untuk bekerjasama dan menerima masukan menjadikan Ppaua lebih damai, sehat, serdas, dan sejahtera,”ucapnya.

Bupati Tambrauw, Gabriel Asem, S.E., M.Si.,  menyebutkan Papua dan Papua Barat masih dihadapkan dengan berbagai persoalan seperti tingginya angka kemiskinan, IPM dibawah standar, pendapatan per kapita masyarakat rendah, serta keterbatasan sumber daya manusia.

Gabriel mengungkapkan di Kabupaten Tambrauw masih rendah berada di bawah standar minimal. Saat ini IPM Kabupaten Tambrauw adlah 50,53 poin.

Sementara itu juga memiliki keterbatasa sumber daya di bidang pemerintaha, pendidikan, dan kesehatan.

“Harapannya UGM bisa membantu menemukan solusi dalam mengatasi persoalan keterbatasan SDM dan juga persoalan lainnya,”tuturnya.

Rektor UGM Prof.Ir.Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng menyampaikan UGM terus berupaya mendorong pembangunan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua.  Karenanya UGM selalu membuka diri untuk bekerjasama dalam pengembangan Papua baik dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan pendampingan tata kelola pemerintahan serta sektor lainnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Pramuka Mempunyai Peran Penting Pendidikan Karakter

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung setiap kegiatan Pramuka mengingat mempunyai peran penting dalam pendidikan karakter anak di sekolah. Pemerintah Kota Denpasar dibawah kepemimpinan Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara sangat komit untuk memperkuat pendidikan karakter sejak mulai bangku sekolah. Demikian disampaikan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat membuka kursus orientasi kepramukaan yang diikuti Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA/SMK se-Kota Denpasar, Jumat (2/2/2018) di Gedung Graha Sewaka Dharma mewakili Walikota Denpasar.

Lebih lanjut Rai Iswara menambahkan selama ini pramuka telah mampu mewujudkan pendidikan dasar yang berkarakter sehingga pendidikan di Kota Denpasar menjadi kuat dan maju. Pendidikan karakter yang telah dilakukan pramuka dapat membentuk moralitas yang kuat pada anak-anak sekolah. Untuk itu menurut Rai Iswara Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung kegiatan kursus orientasi kepramukaan ini sekaligus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pramuka itu sendiri.

“Kursus orientasi kepramukaan ini sangat bagus untuk meningkatkan SDM pramuka sehingga kedepannya dapat lebih menguatkan pendidikan karakter pada anak-anak didik,” ujar Rai Iswara. Disamping juga sebagai ajang silahturahmi antar pengurus pramuka yang ada di Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Rai Iswara mengingatkan agar memperhatikan empat hal yang harus dijaga sehingga pramuka tetap eksis. Keempat hal tersebut diantaraya penguatan lembaga organisasi dengan selalu berpatokan pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari pramuka itu sendiri. Disamping itu pramuka harus menjaga citra dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak nama pramuka itu sendiri.

Selanjutnya pramuka harus terus meningkatkan sumber daya manusia salah satunya dengan kursus-kursus semacam ini. Dan yang terakhir menurut Rai Iswara pramuka harus mampu menjaga terus rasa kebersamaan mengingat hal tersebut merupakan dasar dari pada pelaksanaan pramuka itu sendiri.

Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Denpasar I Gusti Lanang Jelantik mengatakan Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung untuk setiap pelaksanaan kegiatan pramuka di Kota Denpasar. Bahkan keberpihakan Pemerintah Kota Denpasar terhadap kegiatan pramuka sangat terlihat dari sangat mendukung pendidikan karakter yang dilakukan oleh pramuka.

Hal ini menjadi salah salah satu yang mengantarkan Kota Denpasar meraih IPM tertinggi di Bali bahkan di Indonesia sebasar 82,58. Disamping itu menurut Lanang Jelantik bahwa IPM juga sebagai indikator keberhasilan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Terkait dengan kegiatan kursus ini dikaitkan dengan HUT Kota Denpasar yang diperingati pada tanggal 27 Pebruari dan HUT pramuka yang diperingati pada tanggal yang sama. Disamping kegiatan kursus juga dilaksanakan pesta siaga yang diikuti pramuka dari anak-anak SD.(gst/humas-dps/bpn)

UGM Bangun Kerja Sama Dengan Tiga Kabupaten di Papua Barat

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) membangun kerja sama dengan tiga kabupaten di Papua Barat yaitu Kabupaten Sorong, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupate Raja Ampat.

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama oleh Rektor UGM Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., dengan Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru, S.H., M.Si., Bupati Tambrauw Gabriel Asem, S.E., M.Si., dan Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, S.E., yang diwakili Plt. Sekda Raja Ampat, Dr.Yusuf Salim Jum’at malam (2/2/2018) di SunShine Beach Resto, Sorong, Papua Barat.

Melalui kerja sama ini UGM akan melaksanakan kegiatan tridharma perguruan tinggi di ketiga kabupaten tersebut. Kegiatan yang akan dijalankan meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (ika/humas-ugm/bpn)

Bank-Firm Relationships Memengaruhi Kinerja Perusahaan

BALIPORTALNEWS.COM – Bank-firm relationships dapat memengaruhi kinerja perusahaan dalam menjaga ketersediaan pendanaan.

“Secara mendalam, pengaruh tersebut dapat dilihat dari kemampuan keuangan perusahaan untuk menjaga ketersediaan pendanaan,”kata Dosen Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UNS, Aniek Hindrayani, Selasa (30/1/2018).

Mempertahankan disertasi dalam ujian terbuka program doktor di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Aniek menyebutkan adanya bank-firm realtionships kuat, kendala keuangan perusahaan dapat diatasi. Selain itu, permasalahan informasi asimetris pun dapat diminimalisir sehingga perusahaan dapat terhindar dari underinvestment.

Lebih lanjut Aniek menjelaskan dengan bank-firm relationships kuat, perusahaan yang tidka mempunyai kendala keuangan dapat terhindar dari permasalahan agency of free chas flow dan overinvestment. Tidak hanya itu, perusahaan dalam tahap pertumbuhan juga terhidnar dari permasalahan underinvestment.

“Demikian pula pada perusahaan yang mature, dengan bank-firm relatinships kuat juga dapat mengurangi persoalan overinvestment,”pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Rektor UGM Yakin Indonesia Mampu Wujudkan Kedaulatan Pangan

BALIPORTALNEWS.COM – Rektor UGM Prof.Ir. panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., meyakini Indonesia mampu menjadi negara berswasembada bidang peternakan dan pertanian yang berujung pada kedaulatan pangan.

“Negara kita ini kaya dari sisi sumber daya alam dan sumber daya manusianya,” katanya, Senin (29/1/2018) di hadapan ratusan petani dan peternak dalam Sarasehan dan Diskusi Terkait Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan: Bersama Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia di Fakultas Peternakan UGM.

Panut tidak memungkiri kenyataan saat ini Indonesia masih bergantung pada produk impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik dalam sektor pertanian, peternakan maupun lainnya. Kendati begitu dia meyakini kedaulatan pangan bisa segera terwujud di Indonesia dengan sinergi dan kerja sama antar berbagai pihak.

“Kenyataannya  memang masih banyak sekali produk-produk pertanian, peternakan dan yang lain didatangkan dari luar negeri. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena kita kaya sumber daya, dan bisa membuat produk sendiri,”paparnya.

Melalui produksi dalam negeri ini, kata dia, dapat mengurangi ketergantungan impor berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat. Karenanya upaya untuk melakukan produksi dalam negeri untuk produk-produk yang dibutuhkan masyarakat perlu didorong.

“Disinilah peran Fakultas Peternakan UGM dan Bapak-Ibu semua untuk berusaha dan membuktikan kalau kita bisa membuat semua kebutuhan yang diperlukan masyarakat sehingga impor dapat dikurangi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, langkah-langkah strategis diperlukan agar tidak terus menjadi importir. Karenanya melalui pertemuan ini bisa menjadi forum bersama untuk merumuskan gagasan dan ide serta memetakan potensi produk-produk unggulan ekspor.

Sementara Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus menyampaikan kegiatan sarasehan diskusi kali ini mengundang ratusan peternak dan petani dari berbagai wilayah Indonesia. Diselenggarakan sebagai wadah untuk memperkuat jejaring antara petani dan peternak di Indonesia.

 “Semoga dari pertemuan ini bisa memperkuat jaringan kelembagaan sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Seperti diketahui, separuh penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian. Sayangnya para petani belum bisa menikmati kesejahteraan dengan bekerja di sektor ini. Melalui forum kali ini nantinya diharapkan mampu dirumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (ika/humas-ugm/bpn)