Pakar Australia Indonesia Center Bagi Tips Tingkatkan Sitasi Jurnal Ilmiah

BALIPORTALNEWS.COM – Profesor tamu dari Australia Indonesia Center (AIC), Saman Halgamuge berbagi pengalaman dan tips dalam bidang riset dan akademik, termasuk penulisan ilmiah dihadapan mahasiswa UGM.

Dalam kuliah umum bertema “Workshop and Lectures on Emphasizing Research Aspect” yang berlangsung di  Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, pada tanggal 14 Mei 2018 lalu ini Saman menekankan pentingnya pelaksanaan penelitian dan penulisan yang baik dalam penyusunan jurnal ilmiah. Acara ini dimoderatori oleh Ahmad Agus Setiawan, PhD yang juga sebagai peneliti kolaborator AIC dari UGM.

Menurutnya banyak jurnal ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa Indonesia yang tidak kalah dengan peneliti dari luar negeri. Bahkan berhasil menembus berbagai jurnal internasional. Hanya saja, jurnal ilmiah karya mahasiswa Indonesia masih kalah dalam pencapaian indeks sitasi dibanding dengan jurnal dari negara lain.

Indeks sitasi merupakan salah satu indikator dari kualitas publikasi. Banyak tidaknya peneliti lain yang mengutip publikasi ilmiah tersebut menjadi cerminan dari tingkat kualitas sebuah riset.

Saman mengatakan bahwa tujuan dalam menulis hasil riset adalah untuk kebaikan umat manusia. Karenanya sebagai penulis akademisi harapnya tidak hanya menulis secara urut dan lengkap, namun juga memikirkan kebutuhan dari sisi pembaca.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah tulisan sudah tersampaikan dengan baik adalah lewat jumlah pensitasi. Dari sini dapat diketahui pengaruh sebuah tulisan dalam komunitas. Selain itu riset dan kepenulisan yang melibatkan peneliti dari negara lain akan sangat mempengaruhi jumlah pembaca.

Hal ini disebutkan Saman yang menjadikan jumlah sitasi termasuk dalam faktor penilaian rangking universitas. Sitasi masuk dalam faktor penilaian tiga rangking paling terpercaya yakni ARWU atau Shanghai Ranking, QS Ranking, dan Times HE Ranking.

Saman menegaskan bahwa yang utama dalam sebuah kepenulisan berbentuk jurnal adalah judul dan abstrak. Dua bagian ini menjadi penting karena merupakan bagian dimana pembaca menentukan minatnya.

“Kesalahan yang sering dilakukan adalah kurangnya memahami objek calon pembaca, dengan memperbaiki pandangan ini tulisan akan menjadi lebih baik,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Peneliti UGM Ciptakan Sistem Peringatan Dini Longsor Berbasis Ambang Batas Hujan

BALIPORTALNEWS.COM – Peneliti Fakultas Geografi UGM mengembangkan sistem peringatan dini (EWS) bencana tanah longsor sederhana dan mudah dioperasikan yang dinamai Sipendil.

Sipendil merupakan sistem peringatan dini longsor yang bekerja berdasarkan pada ambang batas hujan. Dikembangkan oleh dosen Departemen Geografi Lingkungan Nugroho Christanto, M.Sc., dan Dr. M. Anggri Setiawan, M.Sc., bersama dengan Sulkhan Nurrohman, S.Si., yang merupakan alumnus Fakultas Geografi UGM.

Alat dikembangkan menggunakan komponen sederhana yang mudah diperoleh di toko elektronik dan bahan bangunan. Tersusun atas dua komponen utama yakni pipa penampung air hujan dan box controller. Pada box controller terdapat sejumlah komponen seperti kran pelimpah, lampu LED, threshold controller , dan power.

Sipendil telah dipasang di lebih dari 40 titik di daerah Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara yang masuk ke dalam wilayah rawan longsor.

 “Ide pembuatan alat ini pada 2013 lalu atas permintaan masyarakat Sitieng, Kejajar, Wonosobo yang merasa khawatir akan ancaman tanah longsor,”ungkap Ketua tim peneliti, Nugroho Christanto kepada wartawan, Jum’at (18/5/2018) di Kantor Humas UGM.

Dalam penggunaan sistem peringatan dini ini dikatakan Nugroho, pengguna seyogianya selalu mengosongkan tabung setiap harinya di pagi hari dengan membuka kran pelimpah dan mencatat volume air yang tertampung. Catatan ini akan bermanfaat sebagai penentu nilai ambang batas hujan untuk longsor.

Pengaturan nilai ambang batas dilakukan melalui threshold controller. Sipendil dapat diset pada ambang batas 55, 60, 65, 70, 75, dan 80 mm.

Cara kerja sistem peringatan dini longsor ini cukup sederhana dan mudah dipahami. Peringatan dini tanah longsor bekerja berdasarkan ambang batas hujan. Apabila curah hujan yang tertampung pada tabung penampungan melewati ambang batas, maka alarm atau sirine berbunyi memberikan peringatan pada warga setempat.

“Sistem peringatan dini longsor ini juga dilengkapi dengan lampu LED yang akan menyala saat curah hujan melebihi ambang batas sehingga masyarakat dengan gangguan pendengaran tetap bisa mengetahui jika bahwa alarm berbunyi,”tambahnya

Nugroho menjelaskan dalam membangun sistem peringatan dini tanah longsor ini juga diperlukan dukungan data histori kejadian longsor dan data curah hujan yang pernah terjadi. Dari data tersebut akan diperoleh korealsi antara curah hujan dan longsor sebagai dasar penentu ambang batas kemampuan tanah untuk merespon curah hujan maksimal.

“Setiap wilayah akan memiliki ambang batas yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik lahannya seperti tebal tanah, tipe tanah dan kemiringannya,”terangnya.

Alat ukur curah hujan, dikatakan Nugroho dapat dikembangan dengan alat sederhana dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Misalnya saja dibuat dengan menggunakan botol air mineral, pipa pralon pvc, corong minyak plastik dan lainnya.

Sipendil saat ini telah diproduksi secara massal dan dipasarkan dengan harga Rp. 1,5 juta per unit. Selain menerima pesanan pembuatan sistem peringatan deteksi dini longsor, Nugroho dan tim juga membuka layanan bagi masyarakat yang menginginkan bimbingan dalam pengembangan alat ini.

“Harapannya masyarakat dapat mengembangkan sendiri sistem peringatan dini ini,”tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn; foto: firsto)

UGM Luncurkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

BALIPORTALNEWS.COM – UGM melalui Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) meluncurkan terobosan baru sistem informasi kebencanaan berupa aplikasi mobile  GOTRO (Gotong Royong) yang menginformasikan kondisi posko pengungsi korban bencana.

Dalam aplikasi tersebut berisikan berbagai informasi terkait perkembangan kondisi posko pengungsian korban bencana. Informasi yang bisa didapatkan berupa informasi pengungsi meliputi usia, jenis kelamin, kondisi, dan jumlah pengungsi. Selain itu juga berisikan informasi seperti kebutuhan logistik, tenaga kesehatan dan psikolog, serta menu donasi.

“Selama ini informasi pengungsi belum tersampaikan dengan baik, kebanyakan fokus pada korban saja. Karenanya GOTRO hadir untuk melengkapi aplikasi kebencanaan yang telah ada, terutama prosedur pendistribusian logistik bagi para pengungsi untuk mendukung manajemen tanggap darurat berbasis masyarakat yang lebih efektif dan efisien,” urai Ketua tim pengembang GOTRO, Dr. M. Anggri Setiawan, M.Sc., Senin (14/5/2018) lalu kepada wartawan di Kantor Humas UGM.

Anggri menyebutkan kebutuhan para pengungsi yang sangat dinamis terkadang belum dapat terpenuhi sepenuhnya dari ketersediaan logistik yang ada. Ditambah lagi jika mereka harus tinggal lebih lama di dalam posko-posko pengungsian.

“Tantangan utama aplikasi ini adalah harus dapat bekerja pada skala nasional, tetapi bisa memberikan informasi yang detail terhadap dinamika pengungsi di setiap posko bencana,” papar dosen Geografi Lingkungan Fakultas Geografi UGM ini.

GOTRO dikembangkan sejak awal 2018 dengan tiga sub sistem yakni GOTRO Relawan, Admin, dan GOTRO Masyarakat. Cara kerja aplikasi ini dimulai dari pemutakhiran laporan kondisi posko bencana dari relawan melalui aplikasi GOTRO Relawan yang sudah terverifikasi oleh sistem admin. Berikutnya, masyarakat yang telah menginstal aplikasi ini akan memperoleh notifikasi dan bisa memilih jenis serta jumlah bantuan yang akan dikirim.

Jenis bantuan dapat berupa barang-barang kebutuhan pengungsi maupun dana sosial. Masyarakat yang akan memberikan bantuan juga akan diverifikasi terlebih dahulu oleh admin.

Dengan aplikasi ini, dikatakan Anggri, informasi kebencanaan bisa lebih cepat diterima masyarakat luas karena pelibatan relawan sebagai responden lokal yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Setelah sumber informasi diverifikasi admin dan terunggah dalam sistem, maka masyarakat pengguna GOTRO akan memperoleh notifikasi terkait kejadian bencana di Indonesia. Masyarakat dapat mengurutkan informasi kebencanaan berdasarkan bencana terbaru, terdekat, maupun spesifik pada kota yang terdampak.

Gotro memiliki tiga menu utama yaitu informasi bencana, posko, dan donasi. Menu infromasi bencana menampilkan foto-foto kejadian bencana hasil unggahan relawan, pengungsi, serta informasi korban meninggal dunia dan luka-luka.

Sementara pada menu donasi disediakan dua pilihan untuk membantu para pengungsi yaitu berbentuk barang yang merujuk pada daftar kebutuhan di setiap posko dan dana sosial.

Selanjutnya, dalam menu posko menampilkan lokasi setiap posko yang dapat dilihat langsung dalam google map. Aplikasi ini juga memungkinkan adanya pilihan penambahan titik posko sesuai kondisi di lapangan.

“Saat ini kita terus melakukan pengembangan program dan rencana menggandeng kerja sama dengan ekspedisi dan bank untuk pengiriman barang dan transfer dana,” tutur Anggri.

GOTRO telah dirilis pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Ahli Bencana ke 5 di Padang, 1-4 Mei 2018 yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Aplikasi ini menjadi aplikasi mobile kebencanaan pertama di Indonesia yang memberikan informasi terkait kondisi posko pengungsi.

“Aplikasi GOTRO ini gratis dan dapat diunduh siapa saja melalui google play store,” ungkapnya.

Keberadaan aplikasi ini diharapkan bisa membantu posko-posko pengungsian yang acap luput dari pemberitaan media massa. Dengan begitu pendistribusian logistik bagi pengungsi dapat berjalan efektif dan efisien.

“Penyempurnaan aplikasi ini bisa menjadi salah satu instrumen dalam standar operasional prosedur pendistribusian logistik dan manajemen tanggap darurat bencana di Indonesia,”pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn; foto;firsto)

Disdikpora Badung Gelar Kreatifitas Anak Usia Dini

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam mengembangkan berbagai potensi dan meningkatkan kreatifitas anak usia dini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung menggelar kegiatan kreativitas anak usia dini di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Rabu (16/5/2018).

Kegiatan tersebut dibuka Kadisdikpor Badung Drs. Ketut Widia Astika yang ditandai dengan pemukulan gong serta penyerahan sertifikat akreditasi bagi lembaga PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kabupaten Badung yang telah terakreditasi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bunda Paud Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Ny. Ayu Suarthini, Ketua GOPTKI Ny Rasniathi Adi Arnawa, Ketua WHDI Ni Ketut Swas Isyudayani, Kepala UPT Disdikpora kecamatan se-Kabupaten Badung.

Kadisdikpora Ketut Widia Astika memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya acara ini merupakan momentum yang dapat dijadikan sumber motivasi bagi para penyelenggara program PAUD dan pendidikan non formal untuk lebih meningkatkan kinerja, memupuk wawasan dan memperoleh umpan balik atas penyelenggaraan program pendidikan anak usia dini dan non formal hal ini menuntut agar setiap penyelenggara program aktif dalam mengembangkan dan melayani kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan, pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang amat mendasar dan strategis karena masa usia dini merupakan masa emas (Golden Age) dan peletak dasar (Pondasi Awal) bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. “Kami harapkan kegiatan semacam ini harus terus dikembangkan dan digelorakan terus menerus sehingga anak-anak usia dini menjadi harapan masa depan bangsa,” kata Widia Astika.

Ketua Panitia I.B Ananta Wijaya yang sekaligus Kabid Pembinaan PAUD dan PNF melaporkan, pendidikan usia dini memiliki peranan penting untuk membentuk karakter anak yang bermoral atau berakhlak mulia, kreatif dan inovatif. Disamping itu juga merupakan proses menumbuhkembangkan potensi anak secara optimal. Kegiatan kreatifitas anak usia dini ini diikuti oleh anak usia 3-6 tahun yang diisi berbagai lomba diantaranya lomba tari Pendet, lomba tari Gopala, lomba mewarnai, lomba Finger Painting, lomba memasukan bola dalam keranjang, lomba Puzzle, lomba busana ke Pura, dan lomba meronce.

Tujuan dari penyelenggaraan gelar kreatifitas anak usia dini ini adalah untuk memotivasi anak-anak usia dini untuk berkreativitas melalui kegiatan berbagai lomba yang diikuti. Memberikan penghargaan bagi anak-anak usia dini dan sebagai wahana komunikasi lembaga-lembaga Paud di Kabupaten Badung. Sasaran dari kegiatan ini adalah anak-anak usia dini yang ada di Kabupaten Badung yang berjumlah 200 peserta. Sedangkan dewan juri berasal dari unsur pengawas TK/SD, Penilik, IGTKI, HIMPAUDI Kabupaten Badung dan akademisi (Dosen) yang berjumlah 24 orang.(humas-badung/bpn)

UKESMA UGM Gelar Aksi Donor Darah

BALIPORTALNEWS.COM – Unit Kesehatan Mahasiswa (Ukesma) Universitas Gadjah Mada kembali menggelar aksi donor darah di lingkungan kampus UGM.

Aksi Donor Darah ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dalam bentuk pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun Uksema  yang ke 33.

“Aksi Donor Darah ini berlangsung pada hari Rabu hingga Jumat tanggal 2-4 Mei 2018 yang tersebar di area UGM,” kata Ketua Ukesma UGM, Arvin Kresnaufal dalam rilis yang disampaikan Jum’at (11/5/2018).

Beberapa lokasi penyelenggaraan aksi donor darah diantaranya Perpustakaan Pusat UGM, Selasar Akademik Fakultas Pertanian, Selasar Kantor Pusat Fakultas Teknik, dan Selasar Kesehatan Hewan Sekolah Vokasi. Dalam kegiatan dilaksanakan mulai dari pukul 08.00 – 14.00 WIB dan mendapat respon positif dari semua civitas akademika UGM.

“Total pendaftar pendonor ada 670 orang,” jelasnya.

Arvin berharap melalui acara ini dapat membantu kebutuhan darah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang sering mengalami defisit. Selain itu juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi darah bagi yang membutuhkan

Penanggungjawab acara aksi donor darah, Desta menyampaikan bahwa aksi donor darah kali ini merupakan bagian dari program kerja dari divisi Pengabdian Masyarakat Unit Kesehatan Mahasiswa periode 2018. Diadakan bekerjasama dengan UPTD RS Dr. Sardjito, PMI Kab. Sleman, PMI Kab. Kulonprogo, PMI Kota Yogyakarata, dan PMI Kab. Bantul.

“Selama 3 hari acara aksi donor darah ini terkumpul 380 kantong darah, melebihi target awal yang hanya 250 kantong. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi bagi masyarakat dan akan terus berkembang serta semakin baik kedepannya,” harapnya.(ika/humas-ugm/bpn)

Unit Selam UGM Ajari Pelajar di Karimunjawa Kelola Sampah

BALIPORTALNEWS.COM – Unit Selam UGM melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Karimunjawa bertajuk “Go Dive Go Clean”.

Selama tujuh hari, tanggal 27 April hingga 3 Mei 2018 tim selam UGM melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian sebagai upaya konservasi lingkungan dan menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan pada masyarakat setempat.

Ketua Selam UGM, Herdi Wira mengatakan dalam kegiatan tersebut diikuti sebanyak 18 anggota unit selam UGM. Mereka melakukan pengabdian dengan mengedukasi masyarakat tentang manajemen sampah.

“Kami menyampaikan sosialisasi pada pelajar SMP N I Karimunjawa terkait cara memilah sampah berdasar jenisnya,” jelasnya, Rabu (9/5/2018) di Kampus UGM.

Dalam kesempatan itu turut disampaikan konsep reduce, reuse dan recycle sebagai bentuk pengelolaan sampah yang dapat dilakukan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan para siswa bisa mengelola sampah dengan baik.

Selain edukasi terkait pengelolaan sampah, Herdi menyebutkan bahwa selam UGM turut menyampaikan sosialisasi tentang upaya penyelamatan pertama saat di air. Apa saja yang harus dilakukan saat menyelamatkan diri maupun menolong orang lain saat di air dan bagaimana melakukan aktivitas yang aman di lingkungan perairan.

“Hal ini kami sampaikan mengingat para pelajar sejak kecil sudah terbiasa dengan lingkungan perairan agar dapat melakukan pertolongan dan melakukan aktivitas yang aman,” katanya.

Melalui kegiatan Go Dive Go Clean ini, tim selam UGM sekaligus melakukan pengambilan sampel untuk penelitian. Sampel yang diambil berupa pasir pantai pada zona pasang surut air laut di pantai Legon lele dan Ujung Gelam.

Pengambilan sampel dilakukan setiap 40 meter dan luas titik sampel 50×50 cm pada kedalaman 1 cm. Sampel pasir tersebut akan diteliti lebih mendalam untuk melihat kandungan mikroplastik didalamnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Mahasiswa UGM Menang Program Write to China

BALIPORTALNEWS.COM – Angelo Abil Wijaya, mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada terpilih mengikuti program Write to China yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia  (FPCI) dan Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina di Indonesia.

Angelo terpilih sebagai pemenang kompetisi menulis esai ini dengan mengajukan tulisan yang membahas berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa depan dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan RRC. Secar aspesifik dia membahas peran media sosial dalam pembentukan persepsi generasi muda akan isu tertentu, terutama mengenai mitra bilateral Indonesia.

Bersama dengan 19 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia lainnya yang terpilih sebagai pemenang kompetisi esai ini, Angelo diberikan kesempatan untuk melakukan studi banding ke provinsi Fujian, China. Selama tujuh hari, 14-20 April 2018 lalu mereka melakukan sejumlah kegiatan di provinsi tersebut bersama dengan 20 mahasiswa Tiongkok.

Beberapa diantaranya kunjungan ke beberapa universitas seperti Xiamen University, Jimei University, Sanming University, dan Minnan Normal University. Selain itu juga melakukan kunjungan ke perusahaan teknologi serta tempat kebudayaan dan bersejarah yang berada di kota Xiamen, Sanming, hingga Fuzhou.

 “Melalui program ini semakin memperluas perspektif terhadap dunia internasional dan meningkatkan pemahaman serta diplomasi antar dua negara melalui people to people exchange,”jelasnya, Rabu (9/5/2018).

Angelo menambahkan dengan kunjungan ke China ini semakin mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan China. Keduanya telah lama menjali kerja sama, terutama pada masa pemerintahan Presiden Sukarno.

“Indonesia dan China merupakan negara yang menentang penjajahan dan menghargai perbedaan,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Peserta Nilai Positif Pelaksanaan UTBK SBMPTN dengan Metode Android

BALIPORTALNEWS.COM – Sebanyak 1.000 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 memilih Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan menggunakan aplikasi MobileAssisted Testing (MAT) berbasis sistem operasi Android. Pelaksanaan UTBK Android dilokasikan di area kampus Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Selasa (8/5/2018).

Metode UTBK berbasis Android merupakan kali pertama yang dilakukan pada SBMPTN. Unpad sendiri menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang mengembangkan sekaligus menyelenggarakan metode ini. Terpenuhinya kuota jumlah peserta UTBK Android sebanyak 1.000 peserta ini menunjukkan besarnya antusias peserta SBMPTN terhadap metode baru ini.

Dirangkum tim Humas Unpad, sebagian besar peserta mengapresiasi metode ujian yang bisa dikerjakan di perangkat gawai ini. Muhammad Sharul misalnya, peserta UTBK Android ini menilai bahwa metode ini bersifat efektif dan praktis. Meski demikian, ia berpendapat bahwa sebaiknya ada ketentuan yang lebih spesifik terkait perangkat gawai yang disyaratkan.

“Sebaiknya gawai yang digunakan memiliki ukuran cukup lebar, sehingga pengerjaan soal dapat dilakukan dengan nyaman,” ujar saat ditemui di sela pelaksanaan ujian.

Pendapat serupa diungkapkan Lutfia. Ia menilai UTBK Android sangat memudahkan peserta untuk menjawab soal dengan lebih cepat. Razzaq, peserta ujian asal kota Bekasi juga mengatakan, ujian ini merupakan metode terbaik untuk menghindari potensi kebocoran soal.

Peserta lainnya, Daru, menilai bahwa pelaksanaan ujian dengan metode ini sudah cukup baik, dan memudahkan peserta karena tidak perlu menyiapkan perangkat alat tulis, laiknya ujian tulis berbasis cetak.

“Metode ujian SBMPTN Android ini sebaiknya tetap dipertahankan,” ujarnya.

Selain menjadi lokasi UTBK Android, Unpad juga menjadi lokasi penyelenggaraan UTBK SBMPTN dengan menggunakan perangkat komputer meja (desktop). Pada UTBK komputer, sebanyak 500 peserta mengikuti ujian di Unpad. Pelaksanaan ujian di kampus Unpad ini ditinjau langsung Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad.

Bagi peserta UTBK Android terlebih dahulu meregistrasikan perangkat yang akan digunakan. Proses registrasi ini dilakukan pada saat pendaftaran UTBK Android. Setelah diregistrasikan, gawai akan dicatat kode Media Access Control (MAC)-nya, yang berarti hanya gawai yang teregistrasi yang bisa digunakan pada saat UTBK.

Saat pelaksanaan ujian, peserta hanya diperbolehkan terhubung dengan jaringan akses khusus yang disediakan panitia pelaksana. Selain itu, peserta tidak bboleh memasang kartu seluler atau SIM card pada gawai yang digunakan untuk menghindari adanya kesalahan jaringan.(humas-unpad/bpn)

UGM Borong 15 Medali ON MIPA 2018

BALIPORTALNEWS.COM – Kontingen mahasiswa UGM sukses membawa pulang 15 medali dari Olimpiade Nasional MIPA (ON MIPA) yang berlangsung pada 4-7 Mei di Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam kompetisi bergengsi tersebut delegasi UGM meraih 2 medali emas, perak, 6 perunggu. Ditambah dengan 4 medali honorable mention.

Kasubdit Kreativitas Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UGM, Suherman, S.Si. M.Sc. Ph.D., mengatakan dalam ON MIPA tahun ini UGM berhasil meloloskan sebanya 25 mahasiswa untuk berkompetisi dalam empat bidang yakni 7 mahasiswa bidang matematika, 7 mahasiswa bidang kimia, 6 mahasiswa bidang fisika, serta 5 mahasiswa bidang biologi.

Sebelum melenggang di nasional, para mahasiswa tersebut telah menjalani serangkaian seleksi di internal UGM dan regional Jateng-DIY. Mahasiswa yang berhasil lolos diberikan pembinaan dan pelatihan secara intensif untuk menghadapi olimpiade di regional dan nasional.

“Kami bangga atas prestasi yang berhasil diraih kontingen ON MIPA UGM dalam olimpiade kali ini,” tuturnya saat dihubungi, Senin (7/5/2018).

Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari semangat dan kerja keras seluruh delegasi ON MIPA UGM. Selain itu juga pembinaan dari seluruh dosen pembimbing dan dukungan mahasiswa dalam komunitas ON MIPA UGM.

Berikut perolehan medali yang dikumpulkan oleh kontingen ON MIPA UGM. Medali emas diraih oleh Alzimna Badril Umam di bidang matematika dan Yafi Surya Permana  di bidang kimia.

Selanjutnya, medali perak disumbangkan oleh Resita Sri Wahyuni dan Muhammad Ihsan dari bidang matematika dan  Roihan Mohammad Iqbal di bidang biologi. Kemudian medali perunggu diraih oleh Rizky Ananda, Juhri Hendrawan dan Anugrah Yoga Pratama dari bidang fisika, Adryan Wiradinata di bidang matematika, Azzahra Assyifa di bidang biologi, serta Hendra bidang kimia.

Sedangkan Honorable Mention (HM) diperoleh Arifin Achmad dan Aziz Albar dari bidang fisika, Regina Rachel Gunawan dan Wahyuda Nuzul Fahmi dari bidang kimia.

ON-MIPA merupakan olimpiade tahunan yang diselenggarakan Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. Kompetisi ini dimulai sejak tahun 2009 dengan mempertandingkan empat bidang perlombaan, yaitu matematika, fisika, kimia, dan biologi. Tahun ini diikuti sebanyak 256 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. (ika/humas-ugm/bpn)