Unpad Resmikan Pembangunan Kampus Universitas Padjadjaran Pangandaran

BALIPORTALNEWS.COM –  Universitas Padjadjaran akan menyelenggarakan Lokakarya Penyusunan Program Unggulan dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus Universitas Padjadjaran Pangandaran pada Jumat – Minggu, 30 Maret – 1 April 2018 di Hotel Pantai Indah Timur Resort dan Kawasan Kampus Universitas Padjadjaran Kabupaten Pangandaran. Acara ini akan dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir,  Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, Rektor Unpad , Prof. Tri Hanggono Ahmad, para anggota Majelis Wali Amanat, Senat Akademik dan pejabat di lingkungan Unpad.

Acara ini akan diselenggarakan selama tiga hari ini bersamaan dengan Lokakarya Penyusunan Program Unggulan. Pada  Sabtu, 31 Maret 2018 Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata secara resmi menyerahkan hibah tanah untuk kampus Unpad di Pangandaran seluas 33 Ha. Hibah akan diterima secara langsung oleh Rektor Unpad disaksikan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Ristekdikti yang ditandai penandatanganan Berita Acara Serah Terima dan  peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Pangandaran.

Berdasarkan masterplan dan detail engineering design (DED) yang telah disiapkan, area kampus akan dibangun dengan mengelilingi wilayah ceruk batu yang telah ditetapkan sebagai zona hijau kampus. Kampus ini terdiri dari zona akademik dan zona penunjang akademik Beberapa bangunan yang akan dibangun meliputi gedung akademik, ruang praktikum, pusat kegiatan mahasiswa, masjid, asrama mahasiswa, area olahraga, asrama dosen, serta tempat penginapan untuk umum. Berada di dataran tinggi, area kampus juga akan ditambah dengan berbagai fasilitas ruang terbuka, seperti taman, jalur telusur hutan (forest walk), dan gardu pandang. Rektor mengatakan, kampus PSDKU Unpad di Cintaratu ini akan diarahkan berciri khas sebagai “kampus pantai” dan banyak memanfaatkan ruang-ruang terbuka.

 Untuk tahap pertama rencananya akan dibangun satu gedung  kuliah dan laboratorium , satu gedung pusat administrasi, satu gedung asrama dan satu gedung multi fungsi.

Sebagai salah satu upaya Universitas Padjadjaran dalam meningkatkan pembangunan wilayah Jawa Barat, khususnya daerah Priangan Timur, Unpad membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Pangandaran mulai tahun 2016. Adapun program studi yang dibuka adalah jenjang Sarjana Administrasi Bisnis (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Peternakan (Fakultas Peternakan), Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Komunikasi), Keperawatan (Fakultas Keperawatan), dan Perikanan (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).

Program studi yang dibuka adalah program studi yang memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan wilayahnya. Program studi yang dibuka juga merupakan prodi sudah ada di Unpad dan telah berakreditasi A. Lima program studi ini pun merupakan prodi yang memiliki peminat tinggi untuk SNMPTN dan SBMPTN yang proses pembelajarannya dilakukan di Pangandaran. Tujuannya, mendorong pengembangan wilayah, sebab diyakini dengan adanya perguruan tinggi di suatu tempat, itu akan punya daya ungkit untuk pembangunan wilayah.

Hingga saat ini untuk kedua angkatan (2016 san 2017) mahasiswa aktif berjumlah 198, terdiri dari lima prodi. Dengan adanya perguruan tinggi di suatu wilayah, bukan hanya akan menciptakan SDM yang unggul, tetapi juga akan menghasilkan produk perguruan tinggi lain, seperti hasil riset. Selain itu, dengan adanya perguruan tinggi di suatu wilayah, diharapkan kehidupan ekonomi di wilayah tersebut akan berkembang. Dalam jangka panjang PSDKU Pangandaran diharapkan dapat menampung 10.000 mahasiswa. (humas-unpad/bpn)

97,63 Persen SMK di Bali Selenggarakan UNBK

BALIPORTALNEWS.COM – Tahun ini, pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA dan SMK dilangsungkan pada waktu yang berbeda. Pelaksanaan UN diawali dengan UN tingkat SMK yang dilaksanakan serentak mulai Senin (2/4) mendatang.

UN SMK akan berlangsung selama empat hari, sampai Kamis (5/4) mendatang. Sementara untuk pelaksanaan UN SMA akan dilaksanakan mulai Senin (9/4) mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, mengungkapkan, jumlah peserta UN SMK di Bali tahun ini sebanyak 30.283 dari total 169 SMK negeri dan swasta. Ia menyebutkan jumlah SMK yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini lebih banyak dari sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

‘’Tahun ini, SMK yang mengikuti UNBK lebih banyak, yakni 165 sekolah atau 97,63 persen dari jumlah total sekolah. Sementara tahun lalu hanya 60 persenan SMK yang menyelenggarakan UNBK. Itu artinya, tahun ini, hanya ada empat SMK atau 2,37 persen sekolah yang mengikuti UNKP,’’ ucap TIA Kusuma Wardhani, Jumat (30/3/2018) kemarin.

Empat sekolah yang masih menyelenggarakan UNKP itu adalah SMK di Karangasem, yakni SMKN 1 Kubu, SMK Nusa Dua Toya Anyar, SMKN 1 Amlapura dan SMKN I Bebandem. Keempat SMK itu tidak bisa menyelenggarakan UNBK karena masih terkendala sarana. Naskah soal UNKP dan LJK untuk empat sekolah yang menyelenggarakan UNKP sudah didistribusikan ke Karangasem, Jumat kemarin dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polda Bali.

TIA Kusuma Wardhani menambahkan, mata pelajaran yang diujikan dalam UN SMK adalah bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan teori kejuruan. Tiap mata pelajaran dialokasikan waktu 120 menit atau dua jam.

Pelaksanaan UNKP dimulai pukul 10.30 – 12.30. Sementara untuk pelaksanaan UNBK dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 – 09.30. Dilanjutkan sesi kedua mulai 10.30 – 12.30, dan sesi ketiga dimulai pukul 14.00 – 16.00.

TIA Kusuma Wardhani menuturkan sekolah harus menjadi zona berintegritas dan menjauhi praktek kecurangan dalam pelaksanaan UN. ‘’Mari bersama kita jauhkan kecurangan dalam ujian. Kita jadikan sekolah sebagai zona berintegritas,’’ ujar TIA Kusuma Wardhani.

Dia mengatakan kesuksesan generasi emas dilakukan lewat kejujuran, kerja keras, percaya diri, dan doa. Karena, itu dia meminta peserta ujian dan sekolah menjauhkan diri dari praktek kecurangan. ‘’Selamat mengikuti ujian nasional bagi siswa-siswi di SMK. Tunjukkan prestasi hasil belajarmu. Jadilah siswa yang percaya diri dan menjunjung tinggi kejujuran,’’ ucapnya. (tis/bpn)

Membumikan Pendidikan Inklusif Perlu Dukungan Semua Pihak

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Penyetaraan pendidikan bagi penyandang disabilitas dilakukan melalui sekolah inklusi. Artinya, mereka yang memiliki keterbatasan juga bisa bersekolah di tempat yang sama dengan siswa pada umumnya.

Menurut praktisi pendidikan, Dra. Ni Wayan Ratih Tritamanti, M.Pd., pendidikan inklusif merupakan salah satu strategi untuk mempromosikan pendidikan sehingga dapat menciptakan sekolah yang responsif terhadap berbagai karakteristik dan kebutuhan anak. Siswa yang memiliki kebutuhan khusus mendapatkan pendidikan khusus sesuai dengan potensinya.

‘’Sehingga ABK mampu beradaptasi dengan lingkungan di masyarakat,’’ terang praktisi pendidikan Dra. Ni Wayan Ratih Tritamanti, M.Pd., saat tampil sebagai narasumber workshop pendidikan inklusif di Disdikpora Kota Denpasar, Kamis (29/3) lalu.

Lebih lanjut dikatakan Ratih Tritamanti, membumikan penyelenggaraan pendidikan inklusif membutuhkan dukungan semua pihak, selain pemerintah tentu masyarakat yang terutama dalam konteks ini adalah para praktisi pendidikan, dan juga para orangtua yang punya andil besar dalam mendidik anak-anak usia dini melalui nasihat-nasihat, bimbingan, pengarahan ataupun interaksi yang positif dalam lingkungan keluarga. Memang pendidikan inklusi pada dekade terakhir ini sudah menunjukkan perkembangan, namun masih dibutuhkan lagi kerjasama yang lebih erat di antara para stakeholder.

‘’Semua unsur dari pendidikan dan warga sekolah bagaimana kesiapan sekolah memanajemen semua unsur yang ada didalamnya agar dapat melayani ABK  dengan baik bukan menganggap ABK sebagai tamu. Kita perlu meningkatkan pelayanan pendidikan dengan pola asuh yang baik dan mempertimbangkan aspek psikologis,” jelas Ratih Tritamanti.

Menurut lulusan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini, dalam rangka mewujudkan Kota Denpasar sebagai Kota Layak Anak, semua lembaga pendidikan seyogyanya dapat menerima ABK. Tentunya terlebih dahulu dimediasi dan difasilitasi pokja pendidikan inklusif sehingga  jika ada permasalahan sudah ada birokrasi yang menanganinya.

‘’Pendidikan inklusif harus berorientasi pada inisiatif anak sesuai dengan perkembangan dan pendekatan teacher-directed. Apa yang sesungguhnya diharapkan mengenai sekolah pendidikan inklusif, adalah sekolah umum yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Sekolah penyelenggara pendidikan inklusi harus menciptakan lingkungan yang ramah terhadap pembelajaran, yang memungkinkan semua siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan,’’ bebernya.

Menggalakkan pendidikan inklusif tidak terkecuali di lembaga PAUD, imbuh Ratih Tritamanti, harus dimulai dengan pemahaman secara universal tentang pendidikan inklusif itu sendiri, memaknai, dan menginternalisasi dalam semua tingkah laku. Sehingga semua anak dari berbagai latar belakang dapat mengenyam pendidikan yang layak.

‘’Penting lagi masyarakat dapat berperan aktif sehingga kebijakan pemerintah tentang pendidikan inklusif bukan menjadi beban namun dapat disambut dengan senyuman,’’ pungkasnya. (r/bpn)

Sebanyak 29 SMP di Denpasar Siap Ikuti UNBK

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar memastikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk sekolah menengah pertama (SMP) tak bisa diikuti oleh seluruh sekolah. Dari data yang ada, sekolah yang siap menggelar UNBK sebanyak 29 sekolah dari 71 SMP negeri maupun swasta yang ada. Sedangkan sebanyak 42 sekolah akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

“Ini didasari atas kesiapan masing-masing sekolah, terutama ketersedian sarana dan prasarana penunjang seperti komputer dan server,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan ditemui di Denpasar pada Rabu (28/3/2018).

Lebih lanjut Gunawan mengungkapkan, jumlah sekolah yang mengikuti UNBK Tahun ajaran 2017/2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari data yang ada, sekolah yang mengikuti UNBK Tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 12 sekolah yang meliputi 3 SMP Negeri dan 9 SMP swasta.

“Walaupun belum 100 persen sekolah mengikuti UNBK, tetapi peningkatan jumlah SMP yang mengikuti UNBK cukup signifikan. Ini merupakan suatu bukti bahwa peningkatan faktor penunjang keberlangsung pendidikan semakin baik,”ujarnya.

Dikatakan Gunawan, untuk jumlah peserta ujian nasioal berjumlah 13.442 orang. Dalam ujian nasional ini ada dua jenis, yakni melalui UNBK dan satu lagi UNKP. “SMP peserta UNBK sebanyak 29 sekolah terdiri dari SMPN sebanyak 8 dan SMP swasta 21 sekolah. Untuk UNKP diikuti 40 sekolah, terdiri dari 4 SMP negeri dan 36 SMP swasta. Dari sebanyak 71 SMP terdapat satu sekolah yang melaksanakan UNBK bergabung dengan sekolah lain yakni SMP Bhaktivedanta Dharma bergabung dengan SMPN 1 Denpasar . Sedangkan pelaksanaan UNKP terdapat satu sekolah yang bergabung yakni SMP Pertiwi Dewata bergabung dengan SMP Kusuma Sari ” jelasnya.

Sedangkan tidak semua sekolah memiliki komputer dan sarana lainnya seperti wifi. Selain itu tentunya, anak-anak membutuhkan penyesuaian ketika ujian menggunakan komputer.Tidak hanya cara pemakaian, tapi juga  tahap-tahapannya. Sarana yang dibutuhkan dalam UNBK selain komputer juga ada wifi dan jaringan yang kuat beserta listrik yang memadai. Guna terus meningkatkan pendidikan di Kota Denpasar,kedepan pihaknya berharap seluruh SMP di Kota Denpasar dapat melaksanakan UNBK.

“Kedepan kita berharap semua SMP di Denpasar dapat melaksanakan UNBK. Namun tentunya harus didukung sarana prasarana pihak sekolah serta kesiapan siswa untuk menguasai computer,” harap Gunawan.

Ujian nasional akan berlangsung pada 23 -26 April 2018 dengan mata pelajaran meliputi matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA. Ujian susulan dilaksanakan 8 sampai 9 Mei mendatang dengan pelaksanaan pengumuman kelulusan pada 23 Mei.  (eka/humas-dps/bpn)

Peneliti UGM Manfaatkan Kotoran Gajah Jadi Papan Komposit

BALIPORTALNEWS.COM – Menjijikan dan bau pasti menjadi hal yang langsung terlintas dalam pikiran saat melihat kotoran gajah. Namun, siapa sangka limbah dari mamalia terbesar di darat ini ternyata bisa diolah menjadi papan komposit serat kotoran gajah yang tidak kalah kualitasnya dengan papan komposit pabrikan.

Adalah Ragil Widyorini, S.T., M.T., D.Agr.Sc., dosen Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UGM yang berhasil mengolah kotoran gajah menjadi papan komposit. Ragil memanfaatkan kotoran gajah yang selama ini kurang dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan berdaya guna.

“Kotoran gajah banyak mengandung serat dan bisa didaur ulang menjadi papan komposit,”jelasnya  kepada wartawan, Rabu (28/3/2018) di Lab. Rekayasa Biomaterial Fakultas Kehutanan UGM.

Ragil mengungkapkan ide awal pembuatan papan komposit dari kotoran gajah ini bermula dari curhatan alumni yang bernama Agus Sudibyo Jati yang telah bekerja di Taman Safari Pasuruan. Dia mengeluhkan kesulitan mengelola limbah kotoran gajah dalam jumlah yang cukup banyak. Meskipun beberapa sudah dimanfaatkan menjadi pupuk dan juga berpotensi diolah menjadi kertas, tetapi kotoran gajah masih menggunung sehingga perlu dicari terobosan untuk mengatasi persoalan itu.

“Dari situ saya berusaha untuk memanfaatkan kotoran gajah menjadi sesuatu yang bernilai guna yaitu sebagai bahan baku papan komposit,” tutur pakar teknologi biokomposit UGM ini.

Ragil mengatakan gajah di Taman Safari Pasuruan diberi makanan utama berupa rumput gajah yang banyak mengandung selulosa. Gajah hanya bisa mencerna sekitar 30-45%, sehingga sekitar 55-70% makanan berserat tidak tercerna. Karenanya diduga kotoran gajah tersebut potensial digunakan untuk pembuatan papan komposit. Terlebih dalam sejumlah penelitian terdahulu rumput gajah banyak dicoba dalam penelitian pembuatan papan komposit.

Untuk mendapatkan papan komposit serat kotoran gajah dibutuhkan beberapa tahapan. Langkah awal dengan membersihkan kotoran gajah memakai air mengalir. Selanjutnya, kotoran yang telah dibersihkan dijemur hingga kering untuk menghindari tumbuhnya jamur.

Setelah itu, kotoran dicampur dengan perekat kemudian dioven dalam suhu 80 derajat Celcius selama beberapa jam untuk mengurangi kadar air didalamnya. Kemudian hasil ovenan kotoran dicetak dan dikempa panas dengan suhu 180 – 200 derajat Celius selama 10 menit.

“Saat ini kami membuat papan komposit serat kotoran gajah dalam bentuk display berukuran 25×25 cm dengan ketebalan 1 cm,” terangnya.

Untuk pembuatan papan komposit dengan ukuran tersebut, Ragil menjelaskan membutuhkan 500 gram bahan yang terdiri dari sekitar  400 gram kotoran gajah dan 100 gram perekat dari berat kering partikel.

“Misalnya ingin membuat papan komposit ukuran 1×1 meter dengan tebal 1 cm dan kerapatan 0,8 g/cm3 dibutuhkan sekitar 7 kg kotoran gajah,” terangnya.

Sementara gajah dalam sehari bisa menghasilkan kotoran hingga sekitar 100 Kg dan dari jumlah tersebut sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan papan komposit. Dengan demikian dalam dari 1 ekor kotoran gajah dapat dihasilkan sekitar 6-7 papan komposit  1×1 meter setiap harinya.

Dalam pembuatan papan komposit dari kotoran gajah ini Ragil menggunakan perekat berbasis asam sitrat  yang dikembangkan oleh Fakultas Kehutanan UGM bersama dengan Universitas Kyoto. Dengan penggunaan perekat tersebut terbukti mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dibandingkan dengan menggunakan perekat urea formaldehida yang biasa digunakan dalam produksi papan komposit.

Setelah melalui serangkaian penelitian untuk memperoleh formula yang tepat dan uji coba sejak 2014 silam ini akhirnya dihasilkan papan komposit yang sesuai standar. Hasil uji lengkung, uji tarik, uji lengkung basah, dan uji rendam menunjukkan papan komposist serat kotoran gajah memiliki kualitas diatas standar yang ditentukan oleh Japanese Industrial.

Papan komposit dari kotoran gajah ini tidak hanya ramah lingkungan dan berkualitas bagus. Namun, produk ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif pengganti papan pabrikan.

“Papan komposit serat kotoran gajah ini berpotensi untuk digunakan sebagai furnitur dan dinding pembatas rumah,”katanya.

Papan komposit dari kotoran gajah ini tidak hanya ramah lingkungan dan berkualitas bagus. Namun, produk ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif pengganti papan pabrikan.

“Papan komposit serat kotoran gajah ini  bisa dibuat untuk furnitur dan dinding pembatas rumah,”katanya.

Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc., menyebutkan papan komposit serat gajah yang dikembangkan peneliti Fakultas Kehutanan UGM ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi dalam skala besar. Terlebih melihat potensi kotoran gajah yang cukup berlimpah.

“Gajah itu grazer  atau pemakan rumput dalam jumlah besar sehingga kotoran yang dihasilkan pun juga banyak sehingga sangat potensial untuk diolah menjadi bahan baku papan komposit” jelas pakar konservasi satwa liar ini.

Imron menyebutkan apabila produk papan komposit ini berhasil dikembangkan dalam skala yang lebih besar diharapkan tidak hanya dapat digunakan sebagai salah satu alternatif papan komposit saja. Namun, juga diharapkan bisa mendorong upaya pelestarian gajah di alam.

“Jadi, masyarakat yang membeli produk ini nantinya tidak hanya membeli secara fisik saja, tetapi lebih ke nilainya. Dengan pembelian ini keuntungannya disisihkan untuk konservasi gajah di alam,” tuturnya. (ika/humas-ugm/bpn;foto: bani)

SMA PGRI 6 Denpasar Selenggarakan ‘’Dual Program’’

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMA PGRI 6 Denpasar dikenal sebagai sekolah plus pariwisata. SMA PGRI 6 Denpasar sejak tahun 2000 telah menyelenggarakan dual program mengembangkan kurikulum sekolah dengan menambah muatan pariwisata (jasa boga dan akomodasi perhotelan) serta multimedia yang setara dengan program D1 untuk membantu menyalurkan lulusan SMA ini mendapatkan pekerjaan dan melanjutkan studi.

Kepala SMA PGRI 6 Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum., mengungkapkan, SMA PGRI 6 Denpasar adalah yang pertama merintis sekolah umum dengan program keunggulan yakni program plus pariwisata dan multimedia. Kedua program ini untuk mencetak SDM Bali yang siap melanjutkan studi dan juga siap bekerja di lapangan.

‘’Kedua kompetensi ini digabungkan dalam program bersinergis, sehingga anak-anak SMA PGRI 6 Denpasar tampil pede. Ketika mereka melanjutkan studi dan pede ketika memasuki lapangan pekerjaan. Namun jika siswa dihadapkan satu pilihan, ia menyarankan siswanya bekerja dulu baru melanjutkan studi,’’ kata Winata, Senin (26/3/2018) kemarin.

Alasannya, kata Winata, menembus lapangan kerja saat ini sangat berat, bahkan dengan persaingan yang ketat. Makanya ketika mampu menembus dunia kerja, soal melanjutkan studi bisa dilakukan sambil bekerja. Ketika sudah mencapai sarjana, kata Winata, mereka akan mendapat promosi jabatan yang lebih tinggi.

Sekolah ini memang dikenal mempersiapkan lulusannya untuk terjun ke dunia kerja lewat penguatan lifeskill bahasa Asing.  SMA PGRI 6 Denpasar memberikan tambahan pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Jepang,  serta menerapkan program on the job traininng di hotel berbintang bagi program pariwisata dan instansi terkait program multimedia selama tiga bulan. ‘’Skill lulusan kami tak kalah dengan lulusan SMK pariwisata, bahkan banyak lulusan kami diterima kerja di sektor pariwisata,’’ ujar Winata.

Keunggulan kedua, sekolah ini sangat terjangkau. Tahun ini SMA PGRI 6 Denpasar  hanya menerima lima kelas. Hal ini dibatasi sesuai dengan jumlah siswa yang menamatkan studi. SMA PGRI 6 Denpasar juga memberikan diskon 20 persen siswa asal PGRI di Bali.

Program plus SMA PGRI 6 Denpasar diapresiasi Kepala UPT Disdik Bali di Kota Denpasar, Dewa Ayu Eka Putri Karini, SE.,M.Si., dan Ketua Kota YPLP PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, MM., saat memantau pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN dan mengecek kesiapan SMA PGRI 6 Denpasar melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). USBN di SMA PGRI 6 Denpasar digelar selama sepuluh hari mulai Senin (19/3) hingga Rabu (28/3) berjalan lancar, aman dan tertib.

Ketua Kota YPLP PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana, berharap bekal ilmu pariwisata dan multimedia, lulusan SMA PGRI 6 Denpasar memiliki nilai plus dibandingkan tamatan SMA umumnya. Kelebihan ini yang tak dimiliki tamatan SMA umum lainnya dan SMA PGRI 6 Denpasar bisa menjadi pilihan terbaik lulusan SMP tahun ini.

Hal senada juga diungkapkan Kepala UPT Disdik Bali di Kota Denpasar, Dewa Ayu Eka Putri Karini. Menurutnya, di era serba terbuka dan persaingan bebas saat ini, siswa harus dibekali pendidikan plus untuk bisa menjawab tantangan. Lembaga pendidikan seperti SMA PGRI 6 Denpasar inilah yang sangat pas dan mengikuti perkembangan jaman dan pasar kerja. (tis/bpn)

Polres Badung Melaksanakan Binluh Generasi Tertib Berlalu Lintas

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Tertib berlalu Lintas dapat ditumbuhkan sejak usia dini, hal tersebut merupakan salah satu tugas kepolisian. Untuk itu, Sosialisasi Pembinaan dan Penyuluhan terus digencarkan oleh satuan lalu Lintas Polres Badung. Melalui beberapa programnya, Polres Badung terus berupaya dalam menciptakan generasi yang tertib berlalu lintas.

Seperti yang dilaksanakan hari ini, Senin (26/3/2018) di SDN 4 Mengwitani Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, Unit Dikyasa Brigadir Dewi Yuliandari melakasanakan  Pembinaan dan penyuluhan. Dalan Binluh tersebut diikuti oleh anak anak siswa serta para guru.

Mengawali Binluhnya, Brigadir Dewi memperkenalkan rambu rambu nerlalu lintas serta aturan aturan yang harus ditaati apabila mengendarai kendaraan di jalan raya. Untuk itu, ia mengajak para siswa untuk bersama sama memberikan peringatan kepada sanak keluarganya apabila melanggar peraturan berlalu lintas.

Kegiatan tersebut sangat diapresiasi para guru dan diharapkan kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkala.

Usai kegiatan  Brigadir Dewi mengungkapkan “kami terus berupaya menciptakan Kamseltibcar lantas dengan Program Penling, Binluh serta Police Go To School seperti ini,” ungkap Brigadir Dewi. (guz/bpn)

Bupati Eka Ajak Mahasiwa Jadi Agen Perubahan

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Dalam rangka persiapan program KKN Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) 2018, LPPM Undiksha melakukan audiensi ke Pemkab Tabanan. Kedatangan mereka diterima Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Senin (26/3/2018).

Bupati Eka menyampaikan apresiasi kepada Undiksha Singaraja yang telah memberikan kepercayaan kepada Tabanan sebagai salah satu lokasi KKN. Kehadiran mahasiswa KKN yang akan hadir Juli 2018 nanti, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Sebagai generasi penerus, mahasiswa juga diharap dapat menjadi agent of change dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kami menyambut baik rencana KKN mahasiswa Undiksha. Mahasiswa dapat menjadi agen perubahan. Saya harap akan lahir kecintaan anak-anak terhadap alam, khususnya di bidang pertanian. Ajarkan semangat kepada generasi penerus kita untuk selalu bergotong-royong, menjaga ajeg Bali, mencintai budaya, produk, serta memiliki kepedulian sosial dan sense of belonging,” ungkapnya.

Terkait bidang pertanian, katanya, masyarakat Tabanan sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Di Tabanan, pemberdayaan di bidang pertanian terus digencarkan. Salah satunya dengan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan sejumlah program unggulan lainnya.

“Saat ini, Tabanan telah memiliki 68 BUMDes dari total 133 desa yang tersebar di Tabanan. Pemerintah memberikan modal Rp 200 juta tiap BUMDes. Lewat BUMDes, hasil pertanian dijual lebih tinggi, dan BUMDes ini dikelola BUMDa.

Pelaksanaan KKN mahasiswa Undiksha direncanakan di 72 desa yang ada di Tabanan. Jumlah mahasiswa KKN yang ada di tiap desa sekitar 18 hingga 20 orang. Sebelum turun ke desa, juga ada pembekalan mengenai kondisi dan situasi desa tempat mereka KKN. (ita/bpn)

Pemkot Denpasar Telah Buat 28 Zona Aman Sekolah

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Anak-anak, khususnya yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) cukup rentan bila berada di sekitar jalan raya, bahkan berpotensi terjadinya kecelakaan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Denpasar telah membuat 28 titik zona aman sekolah (zAS) disetiap sekolah, terutama di jalan arteri. Demikian disampaikan Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Nyoman Sustiawan saat ditemui Kamis (22/3/2018) di Denpasar.

Lebih lanjut Sustiawan  mengatakan ZAS bukan sekadar mengecat jalan, melainkan mempunyai fungsi yang sangat luas diantaranya untuk keselamatan pelajar saat menyeberang jalan waktu berangkat maupun pulang sekolah.

“ZAS untuk peningkatan budaya tertib berlalu lintas dan penanaman nilai-nilai kedisiplinan,” kata Sustiawan sembari Ia berharap agar semua pengguna kendaraan bermotor mentaati aturan yaitu hati-hati dengan mengurani kecepatan saat melintasi ZAS.

Lebih lanjut Sustiawan menambahkan budaya tertib berlalu lintas di Denpasar mulai meningkat, diharapkan dengan adanya ZAS tersebut dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, terutama di lingkungan sekolah.

“Program ZAS ini merupakan suatu bentuk nyata dalam memberikan dukungan sarana dan prasarana sebagai perlindungan anak berlalu lintas di jalan,” katanya.

Sementara Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Meganada mengatakan keberadaan ZAS di beberapa ruas jalan yang ada sekolah bagus untuk menjaga keselamatan anak-anak sekolah saat menyebrang. Namun Ia berharap agar keberadaan ZAS agar dilaksanakan sosialisasi lebih gencar sehingga semua pengendara kendaraan mengetahui manfaat dari ZAS tersebut. “Kalau tidak disosialisasikan dengan baik, saya takut malah akan menimbulkan kemacetan dan kecelakaan. Mengingat pengendara pasti bertanya tanda ZAS ini untuk apa,” ujarnya.

Made Suharta orang tua salah seorang murid SDN 8 Pemecutan Denpasar yang terdapat ZAS mengaku keberadaan ZAS sangat membantu anak-anak dalam menyebrang jalan. Hal ini tentunya akan menghindari kecelakaan terjadi pada anak-anak sekolah. Meseki demikian Ia berharap sosialisasi agar terus digencarkan sehingga para penggendara kendaraan mengetahui manfaat dari ZAS terbebut. “Sekarang ini masih banyak pengguna kendaraan bermotor tidak mau berhati-hati saat melintasi kawasn ZAS. Sehingga itu sangat membahayakan anak-anak saat menyebrang jalan,” ujarnya.

Lebih lanjut Suharta berharap agar semua sekolah SD khususnya yang ada di kawasan pada lalu lintas agar di butkan ZAS. Mengingat ZAS sangat membantu para orang tua dan khususnya anak-anak sekolah saat menyebrang pada jam pulang sekolah. (gst/humas-dps/bpn)