21.6 C
Denpasar
Selasa, 23 Oktober 2018

55 Tahun Perikanan UGM Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Perikanan Nasional

BALIPORTALNEWS.COM – Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya meningkatkan kontribusi dalam pembangunan perikanan skala regional dan nasional.

“Perikanan UGM selalu berupaya secara maksimal dalam berkontribusi untuk pembangunan perikanan regional dan nasional,” kata Ketua Departemen Perikanan UGM Dr. Ir. Murwantoko, M.Si, saat puncak kegiatan Dies  Natalis ke 55 Perikanan UGM, Jumat malam (31/8/2018) lalu.

Tidak hanya itu, Murwantoko menyampaikan Perikanan UGM juga terus berusaha mengembangkan jejaring nasional dan internasional. Selain hal tersebut juga berperan aktif dalam perhimpunan perguruan tinggi perikanan dan kelautan nasional dan regional ASEAN.

Dalam puncak dies tersebut juga digelar malam penghargaan kepada dosen purna tugas yaitu Ir. Supardjo SD, SU. Selama kurang lebih 38 tahun Supardjo telah banyak berkontribusi dalam pengembangan perikanan tangkap, pemberdayaan masyarakat pesisir dan nelayan serta pengembangan daerah transmigrasi perikanan/pertanian.

Ketua panitia dies Dr. Nurfitri Ekantari, S.Pi., M.P, menjelaskan Departemen Perikanan UGM didirikan pada 1 September 1963 silam. Saat ini memiliki tiga program studi jenjang sarjana yakni Budidaya Perikanan, Manajemen Sumberdaya Perikanan, dan Teknologi Hasil Perikanan.

Berbagai acara telah berhasil dilaksanakan dalam peringatan dies ke-55 dan lustrum ke-11 ini. Beberapa diantaranya seperti aksi donor darah, pengabdian masyarakat, lomba-lomba, dan malam keakraban sebagai puncak dies.

Sementara Sekretaris Departemen Perikanan UGM Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si menyebutkan terdapat tiga kegiatan dies yang terkait pengabdian kepada masyarakat yaitu pembuatan gazebo edukasi  mangrove, bersih embung dan penebaran ikan.

Pengembangan gazebo edukasi dilakukan bersama Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Desa Tirtohargo, sebagai upaya untuk peningkatan pengetahuan konservasi mangrove dan mengenal potensi perairan dan perikanan di kawasan mangrove Baros.

Sedangkan kegiatan bersih embung dan penebaran ikan dilakukan di Embung Langensari Kota Yogyakarta dan Danau Bijak Wisdom Park Universitas Gadjah Mada. Ikan yang ditebar dalam embung dan danau ini terdiri dari berbagai macam jenis yang menempati posisi berbeda dalam jaring-jaring makanan sehingga diharapkan dapat mendukung kelestarian ekosistem embung secara optimal. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, tenaga kependidikan dan dosen Perikanan UGM.

“Keseluruhan kegiatan tersebut  bertujuan untuk lebih mendekatkan dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian dan keberlanjutan ekosistem perairan,” pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)

Figo, Bawa Nama Indonesia di Sepak Bola Internasional

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Nama Aloysius Figo Mariano Danna, siswa kelas VII.E SMPN 11 Denpasar, membawa nama besar Indonesia dalam kejuaraan sepak bola U-12 Soong Ching Ling Cup di China, belum lama. Ia adalah salah satu timnas Indonesia dalam kejuaraan bergengsi internasional itu.

Prestasi Figo disambut gembira Kepala SMPN 11 Denpasar, Drs. Putu Jaya, M.Psi. Bahkan ia dibuatkan acara khusus saat upacara bendera, Senin (27/8/2018) kemarin, untuk memotivasi siswa lain berprestasi.

Figo lolos bergabung sebagai timnas U-12 setelah ia tampil sebagai pemain terbaik di SSB Mandala United. Figo menekuni sepak bola sejak kelas I SD. Bermain di China adalah pengalaman pertamanya. Mengambil posisi sebagai bek, penampilan Figo di turnamen internasional ini semakin mengasah kemampuannya dalam memainkan si kulit bundar.

Figo yang bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola internasional ini, pada September mendatang akan kembali mewakili Indonesia dalam kejuaraan sepak bola di Malaysia. Ia pun miliki komitmen untuk menggapai cita-cita lewat latihan dan kerja keras.

Selain Figo, dua siswa SMPN 11 Denpasar lainnya juga menyumbang prestasi bergengsi di tingkat nasional. Ia adalah Sayu Bella Sukma Dewi dan Pande Made Jaya Sedana Putra, atlet balap sepeda berprestasi milik Bali. Sayu Bella meraih juara I dan Sedana Putra meraih juara II dalam kejurnas, belum lama ini.

Kasek Putu Jaya menyambut positif prestasi yang diraih peserta didiknya. Apalagi mereka telah membawa nama besar Bali dan Indonesia di kancah nasional dan internasional. Dengan senyum mengembang, ia mengatakan, prestasi yang diraih anak didiknya menjadi cambuk bagi siswa lain untuk berprestasi.

Prestasi ini ia sebut mutiara terpendam yang sangat luar biasa dimiliki sekolah. Putu Jaya mengatakan, SMPN 11 Denpasar banyak menyimpan mutiara-mutiara yang terpendam. Potensi siswa inilah yang kini terus digali untuk mengangkat nama besar SMPN 11 Denpasar, dulu dikenal sebagai sekolah negeri yang paling tidak negeri karena gedung dan fasilitasnya tak setera dengan negeri.

“Untuk mencari bibit-bibit olahraga yang unggul, anak-anak pulau tidak kalah saing dan bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Putu Jaya.

Menurut Putu Jaya, kegiatan keolahragaan sangat potensial dikembangkan di SMPN 11 Denpasar. Menurut dia, SMPN 11 Denpasar harus memiliki keunggulan di olahraga, dan dapat dibanggakan bersama nantinya. Bibit-bibit muda harus digembleng dan dikembangkan agar dari SMPN 11 Denpasar untuk Kota Denpasar dan Bali memiliki atlet-atlet yang dapat dibanggakan. (tis/bpn)

Ratusan Guru Besar Indonesia Kumpul di UGM Bahas Persoalan Bangsa

BALIPORTALNEWS.COM – Tidak kurang dari 200 Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia direncanakan akan hadir dalam Rapat Kerja Nasional Forum Dewan Guru Besar Indonesia (Rakernas FDGBI) yang digelar di Balai Senat UGM, Sabtu 1 September 2018 mendatang.

Menghadirkan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof.Dr. Sri Adiningsih, M.Sc., yang akan menyampaikan Keynote Speech tentang Peran Guru Besar Dalam Menyambut Indonesia Emas di Era Digital. Rakernas nantinya juga akan dibuka secara langsung oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.

“Dalam Rakernas kedepan para guru besar dari berbagai universitas di Indonesia akan membahas tentang bagaimana upaya untuk meningkatkan peran guru besar dalam pemerataan pembangunan, termasuk isu pemerataan pendidikan,” papar Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof.Drs. Koentjoro,MBSc., Ph.D., saat menggelar Jumpa Pers di Kantor Dewan Guru Besar UGM, Selasa (28/8/2018).

Koentjoro menyebutkan bahwa hingga saat ini Indonesia masih menghadapai banyak persoalan. Karenanya peranan guru besar sangat dibutuhkan untuk mengurai permasalahan-permasalahan bangsa.

“Guru besar merupakan pemikir negara sehingga problem kedepan yang non-politik praktis akan dibahas disana. Outcome yang diharapkan bagaimana peran nyata forum ini dalam pembangunan bangsa dan negara, jangan sampai guru besar terlibat dalam politik praktis,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Dewan Guru Besar UGM Prof. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec., Ph.D., mengatakan rakernas digelar sekaligus sebagai bentuk peringatan satu tahun berdirinya FDGBI. Forum ini terbentuk atas inisiasi UGM dan hingga saat ini beranggotakan 62 perguruan tinggi dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Indonesia.

Dalam rakernas mendatang, kata dia, tidak hanya akan membahas tentang upaya peningkatan peran guru besar dalam pembangunan nasional. Namun akan dilaksanakan pula pengesahan AD/ART FDGBI, pengelompokkan kluster, serta penyusunan program kerja. (ika/humas-ugm/bpn)

Rektor Unpad, “Pembelajaran Transformatif Dorong Mahasiswa Capai Kompetensi dan Wujudkan Cita-cita” 

BALIPORTALNEWS.COM –  Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran tahun akademik 2018/2019 mengikuti prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di kampus Jatinangor, Senin (27/8/2018). Prosesi PMB dipimpin langsung Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad.

Saat menyampaikan pidato Rektor menyebutkan, sebanyak 69.009 orang melamar menjadi mahasiswa Unpad melalui jalur SNMPTN dan 113.127 lewat SBMPTN. Ini berarti, hanya sekitar 3,3% saja yang lolos dari jalur SNMPTN dan 4% dari jalur SBMPTN.

“Hal ini menempatkan Unpad menjadi perguruan tinggi terfavorit di Indonesia dengan jumlah peminat terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut,” jelas Rektor.

Rektor juga menerangkan posisi Unpad yang telah diakui sebagai World Class University pada pemeringkatan dunia versi QS World University Rankings 2019. Unpad meraih peringkat ke-4 tingkat nasional dan masuk pada rentang 651-700 dunia. Hal ini merupakan pengakuan akan peningkatan reputasi akademik Unpad.

Sebagai bekal mencapai kompetensi dan mewujudkan cita-cita mahasiswanya, Unpad telah menerapkan pendekatan pembelajaran transformatif, yaitu pembelajaran yang berorientasi pada perubahan frame of refference.

Pendekatan ini akan mendidik dan membimbing mahasiswa agar lebih kritis, inovatif, memiliki kepekaan rasa dan lingkungan sosial, keterampilan, serta kemampuan sesuai bidang keilmuannya.

“Implementasi transformative learning yang saudara-saudara akan peroleh selama menimba ilmu di Unpad diawali dengan Program Tahapan Persiapan Bersama dan mata kuliah OKK yang diarahkan untuk membentuk para mahasiswa memiliki kepekaan dan kreativitas untuk menyajikan solusi-solusi atas permasalahan aktual di lingkungan melalui kajian atas 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” imbuh Rektor.

Lebih lanjut Rektor menjabarkan berbagai kebijakan akademik seperti digitalisasi dokumen pembelajaran secara terintegrasi melalui Sistem Informasi Administrasi Terpadu (SIAT), pembaruan teknologi dan media pembelajaran melalui pengembangan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), e-learning, penyediaan mata kuliah elektif dan open extended campus.

“Re-design dan implementasi kurikulum program studi harus kekinian dan sesuai dengan tuntutan zaman now,” ujar Rektor.

Melalui Pola Ilmiah Pokok “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional” Unpad bertekad untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan akademik dan karakter.

Selain itu, Unpad senantiasa menjalankan transformasi sistem pendidikan menggunakan nilai-nilai luhur budaya Sunda dan organisasi Unpad yaitu Responsible, Excellent, Scientific Rigor, Profesional, Encouraging, Creative, and Trust (RESPECT).

Di hadapan mahasiswa baru, Rektor mendorong para mahasiswa untuk mampu meraih prestasi akademik. Prestasi tersebut diantaranya mampu lulus tepat waktu, mampu berkontribusi bagi masyarakat, serta menjadi kebanggaan orang tua.

“Semakin lambat saudara lulus dari Unpad, berarti saudara mengurangi peluang adik-adik saudara untuk lebih banyak berkesempatan sekolah di Unpad,” kata Rektor.

Secara keseluruhan, Unpad menerima 8.408 mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019 dari seluruh program. Jumlah tersebut terdiri dari 6.299 dari jenjang Sarjana, 659 jenjang Sarjana Terapan, 125 jenjang Profesi, 216 jenjang Spesialis, 848 jenjang Magister, dan 261 jenjang Doktor.

Acara prosesi PMB ini dihadiri oleh para kepala daerah atau perwakilan dari 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memberikan apresiasi kepada Kepala Program Studi dan mahasiswa yang berhasil mendulang prestasi. (humas-unpad/bpn)

UGM Lepas Kontingen PIMNAS 2018

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 13 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2018.

Pelepasan dilakukan secara langsung oleh Rektor UGM Prof.Ir.Panut Mulyono, M.Eng.,D.Eng., Senin (27/8/2018) di Balirung UGM.

Kontingen UGM tersebut nantinya akan beradu dengan ratusan tim dari berbagai pergurian tinggi lain di Indonesia untuk memperebutkan medali dan gelar juara nasional. PIMNAS 2018 rencananya akan dilaksanakan mulai 28 Agustus hingga 2 September 2018 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Rektor UGM saat melepas kontingen UGM menyampaikan harapan kontinge  UGM nantinya mampu mendapatkan hasil terbaik. BahkN bisa meraih juara umum dalam PIMNAS 2018.

“Semoga bisa mendapatkan posisi terbaik dan mahaiswa bisa jadi juara umum PIMNAS ke-31,” ucapnya.

Panut mengatakan bahwa untuk menjadi juara tidak harus dengan kontingen dalam jumlah besar. Namun dengan 13 tim ini nantinya dapat mencapai posizi tertinggi di PIMNAS.

“Pesan saya, dalam mengikuti kompetisi harus jujur serta mengedepankan norma dan etika,” tuturnya.

Tidak lupa Panut menyampaikan ucapan terima kasih kepada mahasiswa yang dari awal telah berusaha keras dan berjuang hingga mencapai posisi saat ini. Juga pada dosen pembimbing dan dosen pembina yang telah membimbing dan mendampingi mahasiswa UGM. (ika/humas-ugm/bpn;foto:firsto)

Siswa SDN 3 Pemecutan Wakili Bali di FLS2N

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kembali siswa Denpasar meningkatkan prestasinya diajang perlombaan siswa nasional. Kali ini datang dari Siswa Kelas 5, SDN 3 Pemecutan, Alfianto yang akan bersiap mengikuti kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Kesempatan berlaga di nasional ini mendapat dukungan langsung dari Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Selasa (21/8/2018) saat menerima Alfianto di kediaman Walikota, Renon Denpasar.

Didampingi Kepala Sekolah SDN 3 Pemecutan, Ni Made Meni mengaku sangat bangga dengan Alfianto yang terus meraih prestasi dibidang seni lukis. Kali ini Alfianto berhasil mengikuti kegiatan lomba di tingkat nasional yakni dalam ajang FLS2N mewakili Bali. Keberhasilan ini tak terlepas dari dukungan guru pembina Wayan Merdangga dan para guru, komite sekolah serta paguyuban.

Menurut Made Meni, siswanya akan mengikuti lomba gambar bercerita di FLS2N. Sebelumnya Alfianto telah mengikuti kegiatan lomba dari tingkat gugus, kecamatan, kota, dan provinsi. Dari lomba tersebut Alfianto berhasil meraih juara dan berhak melengang ke nasional dalam lomba FLS2N yang akan dilaksanakan di Bangka Belitung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara serta seluruh OPD yang telah mendukung siswa kami untuk berlomba di ajang FLS2N tahun 2018, semoga harapan bersama Alfianto mampu memberikan yang terbaik bagi Bali dan Denpasar,” ujar Made Meni sembari mengatakan telah melakukan persiapan untuk Alfianto yang akan berangkat pada September nanti.

Alfianto mengaku sangat senang dapat bertemu dan didukung Walikota Denpasar. Kecintaan pada seni lukis menurutnya sudah disenangi sejak kecil yang terus saya gali dan latih. “Saya bersyukur bisa mewakili Bali diajang nasional dan berharap bisa mendapatkan hasil yang memuaskan,” ujarnya.

Sementara Walikota Rai Mantra mengucapkan selamat kepada Alfianto yang mampu maju hingga di tingkat nasional. Prestasi yang mampu diraih Alfianto ini diharapkan dapat memberikan imbas kepada para siswa SDN 3 Pemecutan. Rai Mantra juga mengingatkan Alfianto untuk selalu menjaga kesehatan hingga lomba nanti.

Dari ajang ini diharapkan juga bahwa lewat pengalaman berkompetisi, para siswa dapat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam keberagaman untuk memberi inspirasi keteladanan dalam mencapai prestasi tertinggi di bidangnya. Melalui kegiatan ini, generasi muda mampu mempererat persahabatan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Dan, seiring berkembangnya sumber daya manusia yang kreatif, maka kita mampu mendukung tumbuh kembangnya ekonomi kreatif di Indonesia. Marilah kita bangun siswa yang kreatif, cerdas dan berkarakter melalui penghayatan dan penguasaan seni budaya bangsa.

 “Terus gali kreatifitas, tidak saja dalam berlomba namun secara berkesinambungan yang nantinya diharapkan dapat membentuk karakter kedepan,” harap Rai Mantra.  (pur/humas-dps/bpn)

Peletakan Batu Pertama Pasraman Satyam Eva Jayate, Pastika Ingatkan Modal SDM Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Ancaman bencana yang ada di Bali maupun daerah di sekitarnya menjadi salah satu alasan mengapa Bali harus memperkuat sumber daya manusianya dan tak tergantung pada satu sektor saja. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menghadiri dan melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pasraman Satyam Eva Jayate di Jl. Trengguli, Denpasar, Senin (20/8/2018).

Saat memberikan sambutan, Gubernur Pastika menyambut gembira atas prakarsa Forum Alumni Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA KMHDI) untuk membangun pasraman yang dinilainya sejalan dengan apa yang menjadi cita-cita dan program prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Pastika mengingatkan kembali bahwa Bali tidak memiliki modal sumber daya alam yang kaya seperti daerah lain.

“Saya sering mengatakan kita tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang kita punya hanya manusia Bali yang terkenal gigih, jujur, pandai membawa diri,” kata Pastika. Menurutnya negara seperti Singapura dan Swiss juga tidak memiliki sumber daya alam namun bisa maju karena memiliki sumber daya manusia yang  baik.

Gubernur Pastika mengatakan selama ini Bali masih bertumpu pada sektor pariwisata yang sangat rentan dengan gangguan alam maupun gangguan manusia yang bisa berdampak luar biasa terhadap sektor tersebut. Itu sebabnya Ia mengajak untuk menyiapkan diri agar menjadi manusia yang tidak bergantung pada satu sektor saja.

“Kalau semua manusia di Bali berkualitas, kita tidak perlu takut dengan apapun,” kata Pastika.

Ketua Umum Forum Alumni KMHDI Ketut Udi Prayudi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali yang memperkenankan FA KMHDI mempergunakan 13,9 are lahan milik Pemprov Bali untuk kepentingan generasi muda Hindu nusantara.

“Harapan kami, pasraman ini tidak hanya digunakan umat Hindu etnis Bali tapi juga mahasiswa Hindu asli Jawa, Dayak, Kaharingan, Toraja atau Ambon yang menuntut ilmu di Bali,” kata Udi.

Menurut Udi, selain pasraman di lokasi tersebut akan dibangun tempat suci, lapangan bulutangkis yang bisa digunakan warga sekitar dan wantilan serbaguna berlantai tiga yang akan digunakan untuk tempat pelatihan, perpustakaan dan inkubator bisnis. Dalam acara ini Udi juga mengundang organisasi mahasiswa lain sebagai bagian dari semangat kebhinekaan.

Tampak hadir Wakil Walikota Denpasar Jaya Negara, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala Dinas PU Provinsi Bali dan tokoh alumni KMHDI. (humas-bali/bpn)

UGM Kenalkan UKM Pada Mahasiswa Baru Lewat Gelanggang Expo

BALIPORTALNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada mengajak para mahasiswa barunya untuk mengenal lebih jauh berbagai Unit Kegaiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas yang ada di UGM melalui Gelanggang Expo (Gelex).

Gelex digelar selama tiga hari, tanggal 16-18 agustus 2018 bertempat di Gelanggang Mahasiswa UGM. Diikuti 51 UKM, BEM KM, Senat Mahasiswa dan 8 komunitas mahasiswa.

“Kegiatan ini ditujukan untuk mengenalkan UKM dan komunitas yang ada di UGM. Selain itu menjadi ajang bagi UKM dan komunitas untuk merekrut anggota baru,” papar Ketua Gelex 2018 Pancapurna Satya Jalu Thatit dalam rilis yang diterima Senin (20/8/2018).

Pada gelaran Gelex kali ini mengangkat tema Ragam Warna Gelanggang Wujudkan Indonesia Gemilang. Jalu mengatakan tema ini menunjukkan keberagaman unit kegiatan yang ada di UGM dan merefleksikan keberagaman di Indonesia.

Gelex 2018 dibuka oleh Rektor UGM Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng., Ph.D. Pembukaan dimeriahkan dengan kolaborasi penampilan antara UKM Gadjah Mada Chamber Orchestra dengan UKM Paduan Suara Mahasiswa yang menyanyikan lagu-lagu daerah Indonesia. Tak hanya itu, sembari instrumen dimainkan, ada beberapa perwakilan mahasiswa yang menunjukkan budaya daerahnya dengan mengenakan baju adat masing-masing. (ika/humas-ugm/bpn)

Unpad Masuk 10 Besar Pemeringkatan Kemenristekdikti

BALIPORTALNEWS.COM – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2018, di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Sepong pada Jumat, 17 Agustus 2018. Tahun ini Universitas Padjadjaran berhasil naik lima peringkat dengan menduduki posisi ke-9 setelah pada tahun 2017 Unpad berada pada posisi 14. Ini artinya Unpad kembali berada dalam kelompok perguruan tinggi terbaik di klaster pertama bersama 13 perguruan tinggi lainnyadengan skor total 2,95.

Klasterisasi Kemenristekdikti merupakan upaya pemetaan perguruan tinggi nasional di bawah naungan Kemenristekdikti. Pemetaan bertujuan meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi.

Proses klasterisasi dilakukan melalui penilaian lima komponen dari data yang ada di Pangkalan Data Perguruan Tinggi Kemenristekdikti maupun data lain yang relevan, yaitu meliputi: kualitas SDM, kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan, kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta kualitas inovasi.

Indikator penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi indikator dengan persentase penilaian terbesar, yaitu 30%. Selanjutnya indikator kelembagaan (28%), SDM (25%), kemahasiswaan (12%), dan inovasi (5%).

Naiknya peringkat Unpad tentunya tidak lepas dari kerja keras dan komitmen seluruh pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Unpad.  Hal ini  menunjukkan pengakuan atas capaian kinerja yang dilakukan Unpad selama ini.

Kontribusi Unpad untuk Indonesia 

Pengumuman klasterisasi ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 kemerdekaan Republik Indonesia. Pada momentum ini pula, Unpad merefleksi berbagai capaian yang telah diperoleh atas kinerjanya dalam setahun terakhir.

Senada dengan upaya Kemenristekdikti, Unpad berkomitmen penuh pada penguatan aktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai riset telah dihilirisasikan menjadi produk yang mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

Di sisi riset ini pula, Unpad aktif berkontribusi dalam pembangunan wilayah. Dalam beberapa tahun terakhir, Unpad aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Atas dukungan yang kuat dalam mengembangkan kawasan Ciletuh-Palabuhanratu, pada April lalu, UNESCO telah menetapkan kawasan ini menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Dari sekian banyak pengajuan geopark di Indonesia, geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi satu-satunya usulan geopark yang melibatkan perguruan tinggi di dalam pengembangannya.

Optimalisasi riset juga semakin digulirkan Unpad. Ini terlihat dari meningkatkan jumlah publikasi internasional yang terindeks Scopus. Meningkatkan capaian ini, Unpad terus mendorong sivitas akademika maupun tenaga kependidikan untuk melakukan aktivitas riset melalui pemberian hibah internal universitas.

Aspek riset yang terintegrasi dengan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unpad diintegrasikan dengan implementasi hibah program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan para dosen. Mahasiswa yang menjalankan KKN didampingi seorang dosen yang mendapat hibah PPM. Dengan demikian, diharapkan ada luaran riset yang bisa diimplementasikan di masyarakat.

Dari sisi kelembagaan, Unpad meraih peringkat di rentang 651-700 versi QS World University Rangkings 2019. Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, capaian ini menunjukkan pengakuan atas kinerja yang telah dilakukan Unpad.

Adapun indikator penilaian dilihat dari reputasi akademik, reputasi staf, jumlah sitasi per fakultas, kualitas mahasiswa, internasionalisasi fakultas, dan jumlah mahasiswa asing. Secara keseluruhan, penilaian dilakukan terhadap 1.233 perguruan tinggi yang ada di dunia.

Dari jumlah perguruan tinggi yang dinilai, pemeringkatan ditentukan untuk 1.011 perguruan tinggi terbaik. Di Indonesia, Unpad berada di posisi keempat dari 9 perguruan tinggi yang masuk pemeringkatan tersebut.

Menjawab tantangan pemerataan akses perguruan tinggi, Unpad telah mengembangkan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di dua wilayah di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Pangandaran dan Garut. Bahkan, PSDKU di Kabupaten Garut telah menghasilkan lulusan yang diharapkan bisa menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

Unpad juga berkomitmen mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Hal ini diwujudkan dengan didirikannya pusat unggulan SDGs Center  yang diharapkan dapat memainkan peran secara optimal agar agenda pembangunan berkelanjutan dapat tercapai di Indonesia pada 2030 mendatang.

Pusat unggulan ini banyak melakukan riset terkait SDGs. Salah satu riset yang dilakukan adalah menganalisis kesiapan Provinsi dalam mengimplementasikan SDGs. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi pihak terkait, terutama pemerintah, dalam  mengambil kebijakan.

Di aspek lainnya, sivitas akademika Unpad banyak menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional baik di aspek akademik maupun nonakademik. Prestasi menonjol di tingkat dosen salah satunya adalah terpilihnya Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Popy Rufaidah, PhD, sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI pada KBRI di Washington DC. (humas-unpad/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan