25 C
Denpasar
Minggu, 19 Agustus 2018

Fakultas Biologi UGM dan B2P2OOT Perkuat Kerja Sama Riset Tanaman Obat dan Jamu

BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Biologi UGM dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan riset tanaman obat dan jamu (Ristoja).

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan tim Fakultas Biologi UGM ke B2P2TOOT pada 3 Juli 2018 lalu. Dalam kunjungan itu tim Fakultas Biologi UGM dipimpin oleh Dr. Purnomo, M.S. beserta anggota tim, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan Rury Eprilurahman, M.Sc., diterima oleh Kepala B2P2OOT Kemenkes Tawamangu, Achmad Saiku, M.Sc.

Dekan Fakultas Biologi UGM Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.,  menyampaikan bahwa kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan B2P2OOT Tawangmangu telah dilaksanakan sejak 20 tahun. Adapun kerja sama yang dilakukan dalam bidang eksplorasi dan sistematika flora yang berpotensi sebagai jamu, herbal dan obat.

“Kerja sama akan terus kita tingkatkan khususnya dibidang identifikasi, koleksi, taksonomi dan sistematika baik konvensional maupun dengan pendekatan biologi molekular juga peningkatan sharing koleksi herbarium ke depannya”, jelasnya.

Kerja sama ini dikatakan Budi juga sebagai upaya untuk mendukung pelaksanaan tim Biologi UGM dalam melakukan pendataan pendataan flora dan fauna yang berpotensi sebagai herbal, jamu atau obat antivirus yang menginfeksi manusia. Tim Biovir berhasil meraih dana Hibah Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) UGM tahun 2018 guna penelitian selama 5 tahun dari 2018 sampai 2023.(ika/humas- ugm/bpn)

Mengungkap Konstruksi Karir di Era Boundaryless Workplace

BALIPORTALNEWS.COM – Perkembangan teknologi internet dan pasar kerja global memunculkan era baru dalam pasar tenaga kerja yaitu era boundaryless workplace .

“Era ini melahirkan peluang sekaligus tantangan baru dalam berkarir,” kata Sri Muliati Abdullah, saat menjalani ujian terbuka program doktor di Fakultas Psikologi UGM, Rabu (25/7/2018).

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Yogyakarta ini menyebutkan jalur karir non konvensional menawarkan kebebasan dalam mengarahkan dan mengelola karir dan fleksibilitas kerja tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Sri menyebutkan perlunya proses konstruksi karir untuk dapat memenuhi harapan karir dan mencapai konsekuensi positif berkarir. Konstruksi karir ini  merupakan proses pencapaian harapan berakrir yang dinamis melalui serangkaian aksi dan strategi. Antara lain berupa proses belajar mengenali minat dan potensi diri, mengeksplorasi profesi, membangun dan menjaga keberlanjutan karir hingga mencapai konsekuensi kebahagiaan karir.

Dari hasil penelitian terhadap generasi milenial diketahui proses konstruksi karir di era boundaryless workplace bahwa dalam proses menciptakan karir terdapat proses pembelajaran yang terus menerus dan berulang. Karir yang tercipta bercirikan keunikan, pengembanagn diri berkelanjutan, berprespektif digital global, berkolaborasi, dan fleksibilitas hingga tercapai kebahagiaan karir. (ika/humas-ugm/bpn)

Fakultas Biologi UGM Sosialisasikan Pengembangan Benih Unggul Semangka Orange ke Warga

BALIPORTALNEWS.COM – Fakultas Biologi UGM memperkenalkan teknologi tepat guna kastrasi polinasi semangka orange pada warga Desa Depokrejo, Ngombol, Purworejo, Jawa Tengah.

“Tujuannya untuk mengenalkan kepada masyarakat bagimana mengembangkan benih unggul semangka orange,” kata Drs. Heri Sujadmiko, M.Si, selaku ketua pelaksana hibah teknologi tepat guna (TTG) semangka orange 2018 baru-baru ini.

Sosialisasi dilaksanakan padahari Minggu (15/7/2018) lalu. Dihadiri sebanyak 20 orang yang terdiri dari masyarakat umum dan perangkat desa.

Heri menyebutkan Desa Depokrejo merupakan salah satu daerah potensial untuk budidaya buah semangka merah dan kuning. Melalui inovasi pengembangan semangka orange dengan teknik kastrasi polinasi ini diharapkan dapat mendorong terciptanya Desa Depokrejo sebagai sentra semangka orange terbesar di Indonesia.

“Harapannya nantinya bisa menunjang perekomoniman masyarakat desa,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi teknologi tepat guna ini mendapatkan respon yang cukup positif dari warga masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme warga dalam mengukuti sosialisasi.

 “Mereka tidak sabar untuk melaksanakan pelatihan praktek langsung di lapangan nanti”, ujarnya.

Program sosialisasi ini tidak hanya memperkenalkan teknik kastrasi polinasi semangka orange saja. Dalam kegiatan ini juga turut  diperkenalkan cara perawatan lahan secara berkelanjutan dengan metode penggunaan pupuk organik cair yang disampaikan oleh Dwi Umi Siswanti, S.Si, M.Sc.

Selain itu juga disampaikan materi mengenai “One Village One Product” oleh Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Materi ini disampaikan guna memotivasi masyarakat desa dalam mengembangkan desa sentra semangka orange. (ika/humas-ugm/bpn)

Moto Sewaka Dharma Diteliti Pascasarjana IHDN

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Moto pelayananan Sewaka Dharma Pemkot Denpasar yang berarti melayani adalah kewajiban menjadi bahan penelitian salat satu Mahasiswa Pascasarjana Istitut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Ida Bagus Subrahmaniam Saitya yang melakukan penelitian motto Sewaka Dharma tersebut  mengambil spirit dari perjamuan Raja Janamejaya yang ada dalam teks Adiparwa.

Hal tersebut terungkap pada ujian terbuka promosi Doktor ilmu agama Pascasarjana IHDN Denpasar, yang tampak dihadiri  Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Rabu (25/7/2018) di kampus setempat.

Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara disela-sela kegiatan tersebut mengatakan penelitian yang dilakukan Ida Bagus Subrahmaniam Saitya sangat menarik sekali dalam membahas tentang moto Sewaka Dharma. Tentu ini menjadi sebuah penelitian yang nantinya dapat menjadi resferensi bagi masyarakat dan pelajar di Kota Denpasar dalam mengetahui filosofi dari moto pelayanan ASN Pemkot Depasar. Moto Sewaka Dharma yang dicanangkan Walikota Rai Mantra bersama Wakil Walikota Jaya Negara tentunya telah mengakar dikalangan ASN Denpasar serta telah mampu menjadi perubahan maindset kinerja aparatur yang ada.

Disamping itu moto ini juga sebagai langkah reformasi birokrasi Pemkot Denpasar yang saat ini telah dilakukan dengan pendekatan Smart City. “Semoga Disertasi yang mengangkat judul penelitian disertasi Kontekstasi Teologi Hindu Teks Adiparwa di Kota Denpasar yang melihat bahwa Sewaka Dharma berada dalam teks Adiparwa mampu menjadi bahan acuan pembelajaran dan penerapan karya sastra di Kota Denpasar,” ujar Rai Iswara.

Sementara Ida Bagus Subrahmaniam Saitya dalam pemaparan Disertasinya didepan para Promotor mengatakan bahwa Adiparwa merupakan bagian awal dari kitab Mahabharata. Adiparwa dapat dipandang terdiri atas dua bagian tersendiri. Bagian pertama, menyajikan kerangka mengenai epos Bharata mengenai cerita upacara korban atas perintah Raja Janamejaya dengan tujuan untuk memusnahkan para naga. Yang kedua berisikan silsilah para Pandawa dan Korawa, kelahiran dan masa muda mereka hingga pernikahan Arjuna dengan Subhadra. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisis unsur-unsur ajaran teologi Hindu yang terdapat di dalam teks Adiparwa, dan kontekstualisasi ajaran teologi Hindu teks Adiparwa di Kota Denpasar. seperti salah satunya Moto Sewaka Dharma yang berarti melayani adalah kewajiban mengambil spirit dari perjamuan Raja Janamejaya yang ada pada teks Adiparwa.

Tentu hal ini juga sejalan dengan visi dan misi Kota Denpasar yakni berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan. Dimana teologi Hindu teks Adiparwa sebagai keimanan tradisional berfungsi secara actual sekaligus sebagai landasan etik dan motivasi tindakan umat Hindu di Kota Denpasar. Kontekstualisasi teologi Hindu teks Adiparwa sangat berguna terhadap kehidupan beragama umat Hindu di Kota Denpasar, baik secara tattwa, susila, dan acara. (pur/humas-dps/bpn)

PGRI Kota Denpasar Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Bangsa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Empat pilar berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan merupakan perakat masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Terlebih lagi dalam era reformasi seperti sekarang ini empat pilar ini merupakan kekuatan untuk dipergunakan landasan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Melihat hal tersebut, Pemkot Denpasar melalui Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara mengajak guru-guru untuk dapat mengetok tularkan empat pilar kebangsaan pada anak didik dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan sosialisasi empat pilar kembangsaan mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra Senin (23/7/2018) di Gedung Graha Sewaka. Empat pilar yang disosialisasikan oleh anggota MPR RI dan DPD RI diikuti oleh guru-guru PAUD, seluruh anggota PGRI (persatuan guru Republik Indonesia) Kota Denpasar.

Lebih lanjut Rai Iswara menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung sosialisasi ini karena merupakan salah satu cara untuk memperkuat karakter diri termasuk anak didik. Dalam memperkuat jati diri tersebut diperlukan suatu proses yang berlangsung seumur hidup. Dalam proses tersebut terkandung inovasi dan kreativitas yang senergi dengan peran serata semua elemen. Rai Iswara menambahkan dalam memperkuat jati diri juga dilakukan melalui pengembangan karaker individu seseorang pendidikan melalui sekolah-sekolah.

Dalam kesempatan tersebut Rai Iswara mengaharapkan para peserta terutama para guru usai mengikuti sosialisasi ini dapat menularkannya minimal pada lingkungan sekolah. Terlebih lagi bisa dikembangkan ke lingkungan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Ketua PGRI Kota Denpasar Wayan Winarta mengatakan  dilaksanakannya sosialisasi ini karena masih ada para guru belum faham betul tentang empat pilar tersebut.  Tentunya melalui peningkatan pamahaman ini dapat meningkatkan toleransi antar dan inter sekolah serta antar dan inter siswa. Ini untuk meningkatkan rasa persatuan kesatuan yang telah terpupuk dengan baik salah satunya dengan terbentuknya Forum Osis Kota Denpasar.

Ketua rombongan MPR RI H.Zainul Tauhid Sa’adi yang mensosialisasikan empat pilar kebangsaan mengatakan kegiatan ini sangat penting merupakan amanat UU MD3. Disamping juga ketika terjadi eforia reformasi, Pancasila tidak menjadi ingatan masyarakat Indonesia. Seolah-olah Pancasila dilupakan sehingga lupa pada jati diri bangsa Indonesia. Ini berdampak prilaku masyarakat Indonesia keluar dari jatidiri bangsa yaitu Pancasila.

Melalui sosialisasi ini mengajak kembali seluruh masyarakat Indonsia mengingat dan memahami pentingnya falsafah bangsa dan harus dilaksanakan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga Pancasila bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Mengingat nilai-nilai pancasila telah digali dari kearifan masyarakat Indonesia itu sendiri.(gst/humas-dps/bpn)

Mahasiswa UGM Rancang Mobil Penghasil Bakar dari Sampah Plastik

BALIPORTALNEWS.COM – Mahasiswa UGM tidak pernah berhenti berinovasi. Kali ini, sekelompok  mahasiswa Departemen Teknik Kimia mengembangkan rancangan mobil pintar yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dan rendah emisi.

Gagasan ini lahir dari pemikiran  Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, Thya Laurencia Benedita Araujo, serta Naufal Muflih. Keempatnya tergabung dalam timSmart Car MCS (Microalgae Cultivation Support).

“Kami mengembangkan teknologi yang bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar cair dan mengurangi emisi gas buang kendaraan,” kata Herman selaku ketua tim kepada wartawan, Senin (23/7/2018) di Kantor Humas UGM.

Herman menyampaikan mereka memodifikasi mobil dengan penambahan sejumlah alat seperti tabung reaktor pirolisis untuk menampung dan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair yang berada di dalam body mobil. Tabung ini dapat menampung hingga 2 kilogram sampah plastik.

Melalui proses pirolisis sampah plastik ini dikonversi menjadi bahan bakar cair dengan memanfaatkan  panas dari ga buang knalpot mobil yang suhunya bsia mencapai 400-500 derajat celcius. Hasil dari proses pirolisis berupa bahan bakar cair yang ditampung dalam tabung penampungan di bawah mobil.

“Hasilnya berupa bahan bakar cair yang selanjutnya diambil untuk diolah dalam tahap lanjutan agar bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin kendaraan,” urainya.

Herman menambahkan dari 2 kilogram sampah plastik dapat dioloh menjadi 2 liter bahan bakar cair. Plastik yang bisa digunakan dalam proses ini adalah semua jenis sampah plastik kecuali pvc.

“Semua plastik bisa dipakai kecuali pvc karena mengandung gas  chloride yang berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan korosi pada mesin,” tuturnya.

Mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. Dengan teknologi ini dapat menekan kadar CO2 yang dihasilkan pada gas buang mobil.

Alayyubi menambahkan  ide pengembangan mobil pintar ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya sampah plastik di lingkungan. Jumlah limbah plastik terus meningkat dari waktu ke waktu dan telah menjadi persoalan dunia.

“Sampah plastik merupakan produk turunan dari minyak bumi sehinggakami terpikir untuk mengkonversi kembali ke dalam bentuk minyak bumi,” terangnya.

Hanya saja untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar memerlukan energi yang cukup besar. Merekapun memutar otak untuk mencari cara yang tepat dan relatif murah untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar cair. Lalu tercetuslah ide untuk memanfaatkan panas gas buang kendaraan untuk proses tersebut.

Pengembangan konsep kendaraan ini tidak hanya dapat memproduksi bahan bakar dan biofuel. Namun juga mengurangi persoalan sampah dan menekan jumlah karbondiokasida.

Tidak hanya itu, gagasan mobil pintar ini juga berhasil meraih juara dunia dalam kompetisi Shell Ideas360 di London belum lama ini. Tim UGM yang dibimbing oleh Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., dan Yano Surya Pradana, S.T., M.Eng., berhasil menjadi jawara usai menyisihkan 3.336 tim mahasiswa berbagai universitas dari 140 negara dunia. (ika/humas-ugm/bpn: foto:firsto)

Program Pendidikan Vokasi SMK Binaan Astra Honda Lahirkan Alumni Terampil

BALIPORTALNEWS.COM Kebutuhan tenaga kerja terampil dunia industri diberbagai sektor, saat ini sedang menjadi sorotan besar. Dunia pendidikan menjadi ujung tombak pemenuhan kebutuhan ini. Salah satunya melalui pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diharapkan mampu melahirkan alumni terampil, berkarakter, dan mumpuni untuk bersaing memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dunia industri.

Kondisi inilah yang menggerakkan Presiden RI, Joko Widodo, mengeluarkan Instruksi Presiden No 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Kurikulum SMK disempurnakan dan diselaraskan dengan kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja. SMK diharapkan mempunyai partner industri untuk menjaga kualitas lulusan yang link and match dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini.

Pelaku usaha pun turut aktif menyukseskan upaya link and match dunia pendidikan dan dunia industri. Salah satunya, seperti yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) sejak delapan tahun silam, dengan mengembangkan program kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda. Program bertajuk Pendikan Satu Hati ini, kini telah diimplementasikan di 667 SMK mitra binaan di 31 provinsi di Indonesia. Alumni yang dihasilkan program ini tercatat sudah bekerja sesuai dengan keterampilan yang dipelajarinya.

Siswa lulusan SMK yang mengajarkan kurikulum TSM Astra Honda, terbukti telah memiliki daya saing tinggi untuk dalam mengisi lapangan pekerjaan di industri otomotif. Tahun lalu, sebanyak 42% pasokan tenaga mekanik baru di bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) berhasil diisi oleh lulusan SMK TSM Astra Honda. Pada semester pertama tahun ini pun bertambah 157 orang seiring kebutuhan yang lebih luas di jaringan main dealer Honda.

Di lain sisi, AHM juga membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi lulusan TSM Astra Honda untuk bekerja sebagai operator pabrik di Sunter, Cikarang atau Karawang. Sekitar 96% kebutuhan operator baru dipasok lulusan SMK mitra binaan AHM. Tak hanya memiliki daya saing tinggi di industri otomotif, sebanyak 102 lulusan TSM Astra Honda juga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang sekitarnya melalui usaha bengkel mandiri. Untuk mendukung kemajuan usaha yang dijalankan, melalui Astra Honda Youthpreuner Program, AHM menggandeng beberapa wirausaha muda terpilih ini sebagai mitra untuk mendapatkan pembinaan dan dukungan khusus yang tidak diperoleh pengusaha bengkel muda lainnya. Sementara itu, siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, atau memilih untuk masuk universitas dan perguruan tinggi saat ini terdata 731 lulusan dari tahun ajaran sekolah 2017.

Deputy Head of Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengungkapkan sejalan dengan upaya pemerintah melakukan revitalisasi SMK, AHM pun turut menguatkan upayanya dalam meningkatkan kualitas implementasi kurikulum TSM Astra Honda di setiap SMK binaan di seluruh provinsi di Indonesia. AHM saat ini, bahkan tengah menyempurnakan kurikulum TSM Astra Honda dengan muatan bisnis dan wirausaha yang nantinya akan melahirkan kurikulum baru berlabel Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda. ”Melalui pendidikan vokasi Astra Honda, kami ingin kompetensi generasi muda alumni SMK dapat semakin berkualitas. Tidak hanya bermanfaat bagi industri tapi juga bisa menjadi wirausaha mandiri. Karena itu, kami berusaha mengoptimalkan rantai bisnis yang dimiliki Astra untuk kemajuan alumni SMK mitra binaan kami. Mereka bisa berwirausaha sendiri atau bekerja di perusahaan atau melanjutkan kuliah dengan sistem yang terus kami kembangkan secara komprehensif dan terintegrasi,” ujar Muhibbuddin, di sela-sela diskusi pengembangan program pendidikan Satu Hati, Selasa (17/7/2018). (ngr/bpn)

Inagurasi 152 Taruna, Gubernur Pastika Minta Para Taruna Miliki Spirit, Skil dan Stamina Tinggi

BALIPORTLANEWS.COM, BULELENG – SMA Taruna Mandara merupakan salah satu sekolah swasta yang ada di Buleleng. Sekolah yang didirikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dibawah pengelolaan Yayasan Mandara Sejati ini mengadopsi sistem pendidikan yang selama ini telah diterapkan di SMA/SMK Negeri Bali Mandara di Kubutambahan, Buleleng milik Pemerintah Provinsi Bali. Sehingga diharapkan para Taruna memiliki Spirit, Skil dan Stamina yang tinggi agar dapat bersaing dan tentunya berprestasi. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada acara Inagurasi “Eka Pradana” SMA Taruna Mandara, di Desa Kaliasem, Kec. Banjar, Buleleng, Sabtu (21/7/2018).

Lebih lanjut, Pastika juga meminta kepada para Taruna agar bisa memanfaatkan kesempatan selama mengenyam pendidikan dengan baik. Untuk diketahui, para Taruna yang bersekolah di SMA Taruna Mandara tidak  hanya dari anak kurang mampu namun juga dari kalangan keluarga mampu dengan pembiayaan subsidi silang. Untuk angkatan pertama ini, keseluruhan Taruna merupakan laki-laki.

“Saya bersyukur bisa mendirikan sekolah ini, sekolah ini mengadopsi sistem pendidikan yang telah dilaksanakan di SMA/SMK Negeri Bali Mandara. Saya mohon maaf kepada orang tua karena gedung belum sepenuhnya selesai dikerjakan, namun yang pasti untuk proses belajar sudah bisa dilaksanakan. Untuk diketahui juga, 152 Taruna sekarang adalah laki-laki. Hal ini karena asrama untuk perempuan belum tersedia sehingga kami (SMA Taruna Mandara-red) harus menolak pelamar perempuan,” ungkap Pastika.

Selain itu, Pastika juga meminta kepada orang tua agar tidak terlalu memanjakan anaknya. Pastika menjamin di SMA Taruna Mandara tidak terjadi kekerasan seperti halnya sekolah serupa di luar Bali. Tak hanya itu, Pastika juga menegaskan beberapa hal terkait aturan yang harus dituruti para Taruna.

“Buat para orang tua, jangan terlalu dimanjakan anakanya. Biarkan mereka disini mengenyam pendidikan, saya jamin disini tidak ada kekerasan. Untuk para Taruna harus mengikuti aturan disini, jangan ada yang nyontek, berkelahi, mencuri serta aturan lainnya,” tegasnya.

Pastika berharap, dengan adanya Spririt, Skil dan Stamina yang dimiliki para Taruna SMA Taruna Mandara dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki daya saing. Hadir pula pada acara tersebut, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemprov Bali.(humas-bali/bpn)

Mendikbud Lantik Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan

BALIPORTALNEWS.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melantik Supriano sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), di Graha Utama kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Jumat (20/7/2018). Selain Dirjen GTK, Mendikbud juga melantik dua pejabat tinggi pratama Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan pejabat fungsional.

“Kita punya tugas besar ke depan bagaimana supaya antar unit utama bisa bersinergi, bersatu dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Termasuk dalam meningkatkan efisiensi. Tidak tumpang tindih satu sama lain, agar anggaran dapat dioptimalkan. Anggaran boleh sedikit tetapi kinerja harus tetap terjaga dan meningkat,” disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Mendikbud menyaksikan penandatanganan naskah serah terima jabatan dari Hamid Muhammad selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen GTK, kepada Supriano yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.

“Kepada Bapak Hamid Muhammad saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Dirjen GTK. Saya harap apa yang dilakukan pak Hamid bisa dilanjutkan oleh pejabat baru,” tutur Menteri Muhadjir.

Sore ini, Raden Ruli Basuni dilantik sebagai Kepala P4TK Pertanian. Kemudian, Subandi dilantik sebagai Kepala P4TK Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (PKN dan IPS).

Mendikbud juga melantik 17 pejabat fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), Widyaiswara, dan Pranata Komputer di lingkungan Kemendikbud. Kepada para pejabat fungsional, Mendikbud berharap agar dapat bekerja profesional, kreatif, dan inovatif. “Jangan menunggu perintah, tetapi harus berani melakukan langkah-langkah yang menjadi tugas masing-masing,” ujar Mendikbud.

Mendikbud mengajak para pejabat yang baru dilantik dan mereka yang hadir dalam pelantikan sore ini untuk menyatukan tekad dan semangat, bahu-membahu membangun pendidikan Indonesia.

“Kepada Dirjen GTK yang baru, harus tancap gas. Saya berharap masalah guru dapat segera tuntas di tahun 2019. Jangan menunggu, harus bekerja keras, bisa mencari solusi yang kreatif,” pesan Mendikbud kepada Dirjen GTK yang baru. (r/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan