Menteri PUPR Basuki Beri Wejangan pada Calon Wisudawan UGM

0

BALIPORTALNEWS.COM – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan wejangan kepada 1.794 calon wisudawan program sarjana dan diploma Universitas Gadjah Mada di Grha Sabha Pamana UGM, Selasa (21/11/2017).

Dalam acara pembekalan wisuda program sarjana dan diploma UGM periode I tahun akademik 2017/2018 itu Basuki meminta para calon wisudawan untuk memperkuat kompetensi dan keahlian yang dimiliki agar dapat bersaing di dunia kerja nantinya.

“Wisuda bukan akhir, tetapi awal bagi Anda untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kompetensi agar bisa bersaing. Sekecil apapun kompetensi yang kita miliki pasti akan dicari,”katanya.

Basuki juga menekankan pentingnya memegang teguh dan menjunjung integritas dalam bekerja. Selain itu bersikap profesional, inovatif dan kreatif harus terus dikembangkan pula.

Dalam kesempatan itu Basuki turut membeberkan upaya percepatan pembangunan infrastuktur di seluruh Indonesia untuk mendorong pertumbuhan perekonomian dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah. Lima sektor menjadi prioritas yaitu transportasi, perumahan dan pemukiman, ketahanan pangan dan air, energi, dan telekomunikasi.

“Program percepatan pembangunan infrastruktur terus diupayakan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan,” jelas alumnus Fakultas Teknik UGM ini.

Basuki menyebutkan pembangunan infrastruktur harus dilakukan agar dapat bersaing dengan negara-negara lain. Karenanya percepatan pembangunan infrastruktur menjadi penting untuk mengejar ketertinggalan.

“Bagaimana bisa bersaing dengan China, Malaysia, dan Korea jika infrastrukturnya tertinggal? Bahkan saat ini sudah disalip Vietnam karena infrastruktur yang tidak layak,” tuturnya.

Untuk percepatan pembangunan, Basuki menyampaikan bahwa pemerintah mengejar pembangunan jalan tol sepanjang 1.800 kilometer hingga 2019. Selain itu juga membangun 65 waduk di berbagai wilayah Indonesia.

“Kita juga membuat terobosan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dengan menitikberatkan pada kepemimpinan dan SDM,” katanya.

Selain Basuki, dalam pembekalan wisuda kali ini turut menghadirkan Roby Alvino yang sukses berkarir sebagai master of ceremony. Dia menyampaikan pentingnya menjaga konsistensi agar bisa sukses berkarya di dunia kerja. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Mahasiswa FISIPOL UGM Mengikuti Program Young Leaders for Indonesia Wave 9

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, terpilih mengikuti program Young Leaders for Indonesia (YLI) Wave 9 selama enam bulan sejak bulan Juni hingga November 2017.

Mereka adalah Abdullah Faqih dari Departemen Sosiologi angkatan 2014 dan Irwan Harjanto dari Departemen Politik Pemerintahan angkatan 2013. Selain keduanya, terdapat tujuh mahasiswa Universitas Gadjah Mada lain yang juga terpilih mengikuti ajang bergengsi ini.

YLI Wave 9  merupakan salah satu program pengembangan kepemimpinan paling prestisius di Indonesia yang didukung oleh McKinsey & Company. Hingga kini, program ini telah mencetak delapan angkatan dengan total alumni hampir 500 orang yang telah bekerja di berbagai sektor strategis.

Pada tahun ini terpilih 60 mahasiswa Indonesia yang berhak mengikuti YLI Wave 9. Mereka merupakan mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Singapura, dan Australia.

Abdullah menyampaikan perjuangan terpilih mengikuti program YLI Wave 9 tidaklah mudah. Sebelumnya, dia harus melalui serangkaian seleksi ketat sejak bulan Februari 2017 lalu. Mulai dari mengirimkan esai pendek tentang pengalaman kepemimpinan, visi misi memajukan Indonesia di tahun 2030 hingga wawancara dengan konsultan McKinsey & Company and partners.

“Ada tiga forum besar yang harus diikuti dalam kegiatan ini, yaitu belajar tentang lead self, lead team, dan lead change,” jelasnya, Senin (20/11/2017) di UGM.

Lebih lanjut dijelaskan Abdullah, dalam forum 1 para peserta  belajar tentang cara memimpin diri sendiri (lead self) dan mengharuskan mereka membuat sebuah personal development project. Selanjutnya di forum 2, belajar bagaimana cara memimpin sebuah tim (lead team) dengan membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengerjakan breakthrough leadership project (BLP) berisi kasus yang sedang dihadapi oleh klien McKinsey & Company.

Sementara itu, di forum 3 peserta belajar tentang cara membuat sebuah perubahan (lead change). Pada forum ini, peserta diberikan kesempatan untuk memulai karier di dunia profesional.

“Terpilih sebagai awardee Young Leaders for Indonesia menjadi pengalaman yang cukup berharga. Melalui program ini mendapatkan berbagi bekal dalam pengembangan diri, karier dan menambah jejaring,” ujar Abdullah. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Peringati Gebyar PAUD dan Peringatan HAI Kota Denpasar

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar dan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Kota Denpasar tahun 2017 yang digelar di Taman Kota Lumintang, Sabtu sore (18/11/2017), berlangsung semarak dengan menampilkan Tarian Pendet yang di ikuti 200 anak PAUD se-Kota Denpasar dan bermacam-macam kreativitas anak-anak lainya.

Dimana acara ini dihadiri Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Selly Mantra, yang juga berkesempatan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Gebyar PAUD, yang mana lomba-lomba sudah diselenggarakan pada pagi harinya. Tampak hadir juga dalam kesempatan ini Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan serta Camat se-Kota Denpasar.

Walikota Rai Mantra saat ditemui disela-sela acara mengatakan, kegiatan Gebyar PAUD dan Peringatan HAI Kota Denpasar ini dapat menggali potensi diri seorang anak, baik dari segi pendidikan maupun keterampilan. Dikarenakan menumbuhkan jiwa kreatif dan membentuk kreativitas sangat diperlukan sejak usia dini. Sebab, anak-anak usia dini ini merupakan masa depan bangsa yang harus ditumbuhkembangkan jiwa dan raganya sehingga menjadi anak yang cerdas, terampil dan berkarakter kedepannya.

“Saya harapkan setiap tahunya kreativitas yang ditampilkan haruslah berbeda-beda, seperti tahun ini dengan tema sampah sangatlah kreatif dengan kemasan yang ditampilkan secara seni, jadi anak-anak sudah tau sejak dini tentang penanggulangan dan bahaya sampah, ini sangat bagus sekali. Dan mungkin tahun depan dimunculkan kembali ide-ide kreatif dengan tema sehari-hari dimasyarakat”, pungkas Rai Mantra.

Sementara Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Selly Mantra, mengatakan, kegiatan gebyar PAUD sangat pas sebagai wahana mengembangkan potensi anak usia dini. Sebab pendidikan usia dini sangat penting untuk dapat mengembangan kreativitas anak-anak. Menurutnya, anak-anak yang memiliki kreativitas tinggi adalah seorang anak yang cerdas. Sehingga untuk kedepan mereka akan memiliki akal dan budi yang baik dan sehat tanpa melupakan akar budayanya. Dan diharapkan kepada para pendidik untuk terus bisa meningkatkan kualitas dari PAUD yang ada di Kota Denpasar.

Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, mengatakan gebyar PAUD perupakan bentuk dari puncak prestasi, evaluasi dari sebuah system pembinaan pendidikan PAUD, ajang kreativitas positif anak-anak PAUD antar dan inter lembaga. Yang mana kegiatan ini salah satu wahana komunikasi, interaksi social dan edukasi bagi pengelola, guru PAUD dan siswanya.

Adapun kegiatan gebyar PAUD kali ini berisikan lomba-lomba keterampilan kreatif seperti lomba mengulat tipat (ketupat), lomba origami, melempar bola, merangkai pusel, meronce, dan lomba melukis dengan media tas. (ays’/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Guru Dituntut Aktif Menggali Cara Kreatif Belajar IPA

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Melibatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan kebermaknaan pembelajaran. Guru harus menumbuhkan keyakinan siswa bahwa sebenarnya mereka telah belajar IPA sepanjang hari dengan tanpa disadari.

‘’Dengan melibatkan aktivitas siswa diharapkan mereka menemukan kebermaknaan suatu proses pembelajaran yang juga akan meningkatkan kualitas konsep yang tersimpan dalam longterm memory-nya,’’ ujar Widyaiswara LPMP Provinsi Bali, Drs. Pande Karyana, M.Pd., saat memberikan materi pada pelatihan kompetensi tenaga pendidik SMP/MTs Kota Denpasar mata pelajaran IPA, Kamis (16/11/2017) kemarin.

Karenanya, menurut Pande Karyana, guru sebelum mentransfer ilmu pengetahuan pada siswa wajib membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu dalam bentuk silabus dan RPP. Kemudian pembelajaran harus sesuai regulasi, dan sekarang lebih ditekankan pada pendekatan belajar aktif dengan berpusat kepada siswa (student active learning) sesuai dengan Kurikulum 2013.

‘’Itu di dalam kelas, di luar kelas guru juga dituntut kreatif. Tidak bisa guru jaman sekarang tak aktif dan pendekatan yang dipakai adalah pendekatan saintifik,’’ sebutnya.

Pembelajaran aktif, menurut Pande Karyana, adalah belajar yang memperbanyak aktivitas siswa dalam mengakses berbagai informasi dari berbagai sumber, untuk dibahas dalam proses pembelajaran dalam kelas. Dengan begitu, memperoleh berbagai pengalaman yang tidak saja menambah pengetahuan, tapi juga kemampuan analisis dan sintesis.

Pande Karyana menambahkan, untuk penilaian terus ada perbaikan yang diharapkan tidak menyiksa guru. Terutama dalam penilaian sikap siswa. Kalau dulu penilaian sikap terdapat beberapa instrumen, namun sekarang lebih banyak pada pengamatan.

‘’Kalau ada siswa yang terlambat datang, misalnya, dimasukkan dalam jurnal. Selanjutnya dilakukan pembinaan, sehingga dalam perjalanan sikap siswa semakin baik,’’ ujarnya.

Khusus dalam pembelajaran IPA, Pande Karyana, mengharapkan guru mata pelajaran IPA berani tampil kreatif dengan lebih banyak mengkaji fakta untuk mendapatkan kosep. Karenanya guru mata pelajaran IPA harus lebih banyak melakukan eksperimen.

‘’Jika guru sudah tampil kreatif, banyak melakukan eksperimen juga mengajak siswa berdiskusi dan presentasi, itu akan menggairahkan siswa untuk belajar lebih kreatif dan aktif terutama pembelajaran IPA,’’ katanya.

Kasi Kurikulum dan penilaian Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ni Kadek Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pelatihan kompetensi tenaga pendidik SMP/MTs Kota Denpasar ini diikuti 72 guru mata pelajaran IPA dari 72 SMP/MTs negeri dan swasta se-Kota Denpasar. Pelatihan digelar selama tiga hari mulai 16- 17 November 2017.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dari Widyaiswara LPMP Provinsi Bali, yakni Dr. Ni Made Suciani, M.pd.; Ni Nengah Nuadi, S.Pd., M.Pd.; Drs. Pande Karyana, M.Pd.; dan Drs. Made Suastana, M.Pd. Materi yang disampaikan meliputi analisis SKL, KD dan tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, analisis penilaian, PPK dan Gerakan Literasi Sekolah.

Menurut Tirta, pelatihan yang diikuti guru kelas IX ini sekaligus menyiapkan proses pembelajaran dan menyiapkan siswa menghadapi ujian nasional (UN). Karena saat pelatihan ini juga dibedah kisi-kisi soal UN mata pelajaran IPA. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Tim Basket Spensa Juara Santo Yoseph dan Hippocrates Cup

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Tim basket SMPN 1 Denpasar (Spensa) tahun ini meraih double sukses dalam dua turnamen basket tingkat Provinsi Bali. Pertama, tim basket Spensa sukses meraih juara I Kejuaraan Basket Santo Yoseph Cup XXVI. Di susul juara I Hippocrates Cup XXIX yang digelar FK Unud.

Di Santo Yoseph Cup pada babak final, tim basket Spensa melawan tuan rumah SMP Santo Yoseph dengan skor 54-40. Sementara di Hippocrates Cup pada babak final tim basket Spensa juga bertemu dengan SMP Santo Yoseph dengan skor 86-67.

Atas prestasi yang diraih di Santo Yoseph Cup, tim basket Spensa membawa pulang piala bergilir Santo Yoseph Cup dan melahirkan pemain terbaik putra atas nama Putu Bagus Satya Wirayudha. Sementara di Hippocrates tim basket Spensa berhak memboyong piala bergilir dan piagam penghargaan.

Tim basket Spensa yang dibina Kadek Aditya Pradipta juga mengantarkan lima atletnya menuju Kejurnas KU-14 di Jakarta, 17 November 2017. Mereka adalah Putu Bagus Satya Wirayudha, Bhismaka Ariel, Broooklyn Raffael, Cok Keigo Putra, dan Gilang Prabawa.

Kapten tim basket Spensa, Putu Bagus Satya Wirayudha, mengatakan prestasi di Santo Yoseph Cup adalah juara I untuk pertama kalinya setelah enam tahun. Demikian juga di Hippocrates adalah juara pertama yang diraih setelah perjuangan yang melelahkan selama enam tahun lebih.

Menurut Wira, keberhasilan “mengawinkan” dua prestasi bergengsi ini berkat kerja keras, kerja cerdas, kerja sama dan kerja tanggung jawab tim. Persiapan untuk dua turmenan ini disiapkan intensif hampir tiga bulan, selain latihan rutin seminggu tiga kali setiap Senin, Kamis, Sabtu di GOR Ngurah Rai.

Kepala SMPN 1 Denpasar, Drs. AA Gd. Agung Rimbya Temaja, M.Ag., saat menerima dua piala bergengsi tim basket Spensa, Selasa (14/11) kemarin tampak tersenyum mengembang. Prestasi ini menurut Agung Rimbya adalah kebanggaan keluarga besar SMPN 1 Denpasar Denpasar.

Prestasi ini, kata Agung Rimbya, sebagai bukti keberhasilan SMPN 1 Denpasar dalam mengelola pendidikan yang bermutu dan berprestasi. Terlebih pemerintah pusat menyatakan SMPN 1 Denpasar sebagai sekolah rujukan dengan bukti berbagai prestasi yang ditoreh baik nasional maupun internasional di bidang akademik maupun non akademik, terakreditasi A, memiliki  keunggulan tersendiri dan berkarakter.

Prestasi di non akademik ini, lanjut Agung Rimbya, juga menyimbangkan prestasi akademik yang terus juga diukir oleh anak-anak SMPN 1 Denpasar. Dengan keunggulan olahraga di cabang basket, renang, tenis meja dan tenis lapangan. Makanya, mereka yang berprestasi juga diberikan reward khusus dari sekolah.

Agung Rimbya mengatakan, tantangan ke depan SMPN 1 Denpasar adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi terbaik hasil UN. SMPN 1 Denpasar berkomitmen mempertahankan nilai integeritas UN yang tahun lalu mencapai nilai 95,72. Ini kata dia, sebagai pertanggung jawaban lembaga pada masyarakat yang telah menjadikan SMPN 1 Denpasar sekolah favorit di Bali. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Fakultas Kehutanan Dukung Percepatan Implementasi Kebijakan Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat

0

BALIPORTALNEWS.COM – Dekan Fakultas Kehutanan UGM Dr. Budiadi, S.Hut., M Agr. Sc., menyampaikan dukungan dalam percepatan implementasi kebijakan berorientasi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan dari pinggiran, namun tetap mempertimbangkan kelestarian dan keberlanjutan fungsi hutan.

“Alokasi untuk implementasi program harus ditetapkan dengan prinsip kehati-hatian melalui proses partisipatif dan mempertimbangkan ragam kondisi biofisik dan sosial,” katanya dalam sidang senat terbuka pada puncak peringatan Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM ke-54,  Kamis (16/11/2017) di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM.

Budi menyebutkan bahwa hal tersebut perlu dilakukan untuk meminimalisir timbulnya beragam persoalan yang mungkin muncul di masa depan. Dengan prinsip-prinsip itu diharapkan tidak menimbulkan masalah sosial dan lingkungan yang semakin kompleks.

Melihat semakin kompleksnya persoalan lingkungan dan sosial-ekonomi dalam pengelolaan sumber daya hutan, Budi juga  menekankan pentingnya evaluasi terhadap pola pemanfaatan ruang dan regulasi terkait. Hal ini penting dijalankan agar penentuan lokasi alokasi lahan untuk kegiatan pembangunan di masa datang tidak memberikan tekanan yang berlebihan terhadap keberlangsungan fungsi ekosistem hutan.

Selain itu juga membangun formulasi sistem monitoring pembangunan meliputi proses ekosistem dan neraca sumber daya alam.

“Percepatan pengentasan kemiskinan dengan skenario perhutanan sosial tidka boleh dibenturkan dengan mengorbankan fungsi perlindungan ekosistem hutan,” imbuhnya.

Menurutnya pengarusutamaan konsep membangun dari pinggiran untuk kemakmuran masyarakt dan memperkuat fungsi hutan perlu didorong dengan Gerakan Nasional Kehutanan Sosial. Langkah yang dapat dilakukan melalui sinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan pembangunan desa, reforma agraria, dan percepatan restorasi gambut.

Dalam kesempatan itu Budi turut menyampaikan laporan tahunan dekan tahun 2017 terkait berbagai pencapaian dalam bidang akademik, kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, aset, dan keuangan.

Dalam bidang akademik, pihaknya saat ini tengah melakukan redesain kurikulum untuk meningkatkan mutu dan kualitas lulusan yang unggul dan berdaya saing di tingkat global. Redesain kurikulum dilakukan melalui penyusunan capaian pembelajaran program studi program sarjana dan pascasarjana.

Sejumlah terobosan dilakukan dalam pengembangan akademik. Antara lain membangun karakter rimbawan bulaksumur dengan jiwa korsa yangkuat melalui kuliah dan praktek lapangan terintegrasi. Selanjutnya menyiapkan akreditasi interansional dari Accreditation Agency for Degree Programs in engineering, Infromatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics (ASIIN) untuk program studi Ilmu Kehutanan mengembangkan program credit transfer system  program S1 dengan beebrapa unversitas di ASEAN dan Jepang, serta program double degree S2 dengan Tokyo University of Technology and Agriculture.

Selanjutnya untuk penelitian dan publikasi di Fakultas Kehutanan UGM, pada tahun 2017 ini tercatat sebanyak 34 penelitian dengan skema DPP, LKD, BPPTN yang didanai Fakultas Kehutanan UGM. Selain itu terdapat 23 penelitian yang mendapat dana daripihak eksteranl melalui berbagai skema. Sedangkan publikasi hingga bulan November 2017 terdapat 23 hasil penelitian dosen Fakultas Kehutanan yang telah dipublikasikan dlaam jurnal ilmiah terindeks Scopus.

Budi juga menyampaikan pada tahun 2017 Fakultas Kehutanan mendapatkan kepercayaan untuk mengelola Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas Ngandong yang berada di perbatasan Blora dan Ngawi. Hutan seluas kurang lebih 10.901 hektar ini akan dikelola seperti hutan konservasi Wanagama Gunungkidul untuk pendidikan dan pelatihan. (ika/humas-ugm/bpn; foto:firsto)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pemutaran Film dan Info Kompetisi Festival Sinema Australia Indonesia 2018

0

BALIPORTALNEWS.COM – Konsulat-Jenderal Australia di Bali bekerjasama dengan Universitas Udayana mengadakan kegiatan pemutaran film pendek dan pemberian info mengenai Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2018 di Kampus Udayana, Jalan PB Sudirman baru-baru ini.

Kegiatan yang merupakan aktivitas Pojok #AussieBanget di Kampus Udayana ini dilaksanakan untuk mendukung FSAI 2018 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta untuk mempertunjukkan film-film Australia, film-film yang dibuat para alumni dari Australia serta mendukung perkembangan sineas industri perfilman melalui Kompetisi Film Pendek FSAI 2018.

Konsul Drew Boekel dari Konsulat-Jenderal Australia menjelaskan bahwa Kompetisi Film Pendek (FSAI) 2018 gratis dan terbuka untuk warga negara Indonesia. Peserta dapat mendaftarkan diri secara individu atau kelompok dengan pengajuan jumlah karya yang tidak terbatas namun wajib didaftarkan secara terpisah. Pendaftaran untuk FSAI 2018 dibuka hingga 30 November 2017 dan karya-karya yang terseleksi (shortlists) oleh sebuah panel ahli akan ditayangkan dan pemenang diumumkan pada bulan Januari 2018.

‘Ini adalah kesempatan luar biasa bagi sineas Indonesia untuk menunjukkan kreativitas dan kami berharap kompetisi ini akan menghadirkan film-film dengan cerita yang kuat, memikat dan tak terlupakan’, kata Konsul Drew Boekel.

Sineas Happy Salma yang hadir mendukung kegiatan ini, memberi penjelasan mengenai pengalamannya mengikuti kompetisi FSAI 2017 dimana film yang disutradarainya, Ibu dan Anak Perempuannya, memenangkan penghargaan People’s Choice. Film berdurasi 14 menit dengan teknik one-take ini ditayangkan dalam dalam kegiatan ini bersama film ‘Nunggu Teka’ karya sineas Mahesa Desaga yang memenangkan Grand Jury Prize di FSAI 2017.

‘Sangat beruntung dengan adanya kompetisi film pendek FSAI ini karena memberi ruang dan kesempatan yang berharga, sayang kalau tidak sampai ikut’, kata Happy Salma.

Kegiatan pemutaran film dan info FSAI 2018 ini dihadiri peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pengajar Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Undiknas Bali, Universitas Dwijendra, UTI Denpasar, STIKOM Bali dan komunitas serta peminat perfilman di Bali.

Untuk informasi mengenai program dan kegiatan Konsulat-Jenderal Australia lainnya di Bali dan NTB, ikuti @KonJenBali di twitter. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kemiskinan Dorong Aksi Terorisme

0

BALIPORTALNEWS.COM – Guru Besar Fakultas Hukum UGM Prof. Dr. Eddy O. S. Hiariej, S.H., M.Hum., menyebutkan kemiskinan menjadi faktor pemicu timbulnya terorisme yang dilakukan oleh kelompok-kelompok marjinal.

“Persoalan terorisme bukan hanya semata-mata soal pemahaman agama yang salah, tetapi lebih pada kemiskinan dan kelompok marjinal,” jelasnya, Rabu (15/11/2017) di University Club UGM.

Dalam Seminar Nasional yang mengangkat tema Kejahatan Terorganisir yang Bersifat Transnasional (Transnational Organised Crimes): Perspektif Hukum yang Multidimensi tersebut, pakar hukum pidana UGM ini menekankan pentingnya upaya mengentaskan kemiskinan untuk menanggulangi aksi terorisme. Hal tersebut perlu dilakukan selain upaya deradikalisasi teroris.

“Pengentasan kemiskinan ini penting disamping deradikaliasai karena dengan begitu bisa menanggulangi tindakan terorisme secara komperehensif,” jelasnya.

Dalam penanggulangan terorisme, kata dia, tidak hanya membutuhkan kerja sama di level internasional. Namun demikian, pemberantasan terorisme juga harus memperhatikan kearifan lokal yang dapat membentengi diri dari nilai-nilai yang tidak sesuai.

“Harus punya nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga kelestariannya,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Eddy juga menyoroti permasalahan illegal fishing. Menurutnya illegal fishing menjadi persoalan yang sangat krusial bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara terbesar ke-2 setelah kanada dengan garis pantai terpanjang di dunia.

“Karenanya penting untuk menjaga kedaulatan laut,” tegasnya.

Tak hanya menyinggung tentang terorisme dan illegal fishing,  dalam seminar itu Eddy juga membahas tentang perdagangan manusia yang termasuk dalam kejahatan transnasional terorganisir. Kejahatan transnasional terorganisir ini bersifat masif, dilakukan secar aterorganisasi, dengan modus rumit, dan menimbulkan dampak yang sangat luar biasa bagi masyarakat.

“Karena delik-deliknya khusus, maka untuk penaggulangannya membutuhkan upaya ekstaordinary,” tuturnya.

Sebelumnya Dekan Fakultas Hukum UGM, Prof.Dr. Sigit Riyanto S.H., LLM., menyampaikan kejahatan transnasional terorganisir menjadi topik yang sangat menarik dan relevan bagi Indonesia. Terlebih dengan melihat kondisi dan situasi di Indonesia yang berada dipersilangan dua samudera dan benua.

“Posisi geografis Indonesia berada di persimpangan dunia menjadikan akses dan peluang kejahatan transnasional terorganisir sangat terbuka,” terangnya.

Menurut Sigit kejahatan transnasional terorganisir harus menjadi perhatian khusus bagi dunia termasuk Indonesia karena bisa dilakukan melalu berbagai cara seperti laut, darat, udara, bahkan secar virtual secara internasional. Kejahatan ini menjadikan adanya proses detretorialisasi tidak tunduk pada wilayah negara tertentu. Sementara dalam operasinya dilakukan oleh aktor berjaringan, organisasi dan lintas batas.

“Karenanya untuk melawan kejahatan berjaringan juga harus dengan membentuk jaringan  tidka hanya dala penangannnya tetapi juga di sisi kebijakan dan lainnya,” urainya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Badung Gelar Lomba Kreativitas Seni Budaya PAUD

0

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Lomba Kreativitas Seni Budaya PAUD bernuansa Hindu di Sisi Jaba Pura Lingga Bhuwana Pusat Pemerintahan kabupaten Badung, Senin (13/11/2017). Lomba ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan I.B. A. Bhasma .

Turut  hadir  Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika , Bunda PAUD yang di wakili Ny Kristiani Suiasa,  Kepala UPT Disdikpora se Kabupaten Badung ,Ketua Gatriwara Kabupaten Badung Ny Ayu Parwata, serta perwakilan dari ketua DWP Kabupaten Badung , WHDI dan Undangan lainnya .

Dalam sambutan Bupati Badung yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I.B.  Anom Basma dikatakan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bernuansa Hindu yang ada di Kabupaten Badung telah mampu menjaga dan memelihara anak usia dini. ” Seni budaya hindu bukanlah hanya merupakan tugas dari  Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melainkan tugas dan tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan dengan diselenggarakannya lomba seni budaya tingkat PAUD bernuansa Hindu ini dapat dijadikan barometer dalam meningkatkan seni budaya Bali . “jadikanlah perlombaan ini sebagai alat untuk menjalin rasa kebersamaan dengan selalu menjunjung tinggi sikap sportifitas serta meningkatkan rasa percaya diri peserta untyuk berani tampil dalam lomba,” kata I.B. Anom Bhasma.

Sementara itu Ketua Panitia penyelenggara I B Ananta Wijaya Melaporkan Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk memotivasi anak-anak usia dini untuk berkreatifitas berinovasi melalui kegiatan berbagai lomba. ” Di samping itu juga untuk memberikan penghargaan bagi anak anak usia dini yang berprestasi dan sebagai wahana komunikasi lembaga lembaga PAUD seluruh kabupaten Badung,” paparnya.

 Adapun sasaran kegiatan ini  adalah anak- anak PAUD bernuansa Hindu yang tersebar di Kabupaten Badung  yang terdiri dari Lembaga TK bernuansa Hindu. sedangkan juri dari kegiatan ini berasal dari penilik, Ketua Lembaga Kursus dan Pelatihan, Pengawas TK, dengan Jumlah peserta sebanyak 12 Lembaga TK yang bernuansa Hindu. Lebih lanjut di katakan Jenis yang dilombakan yaitu  Lomba Baleganjur, Lomba Tari Rejang Dewa, dan Lomba Peragaan Busana Ke Pura. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :