28 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Bicara di PB3AS, Dokter Spesialis Paru Ingatkan Bahaya TBC

BALIPORTALNEWS.COM – TBC (Tuberculosis) adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Menurut dokter Spesialis Paru RSUP Sanglah dr. Ni Luh Putu Eka Arisanti, penyakit TBC dapat menyerang organ lain dan menyebabkan kerusakan di organ tersebut. Selain itu TBC berbahaya karena bisa menular kepada orang lain. Hal ini disampaikannya saat berorasi di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja, Lapangan Niti Mandala, Denpasar, Minggu (25/3/2018) pagi.

“Jadi jika ada yang mengalami gejala batuk lebih dari seminggu, demam, keringat malam dan penurunan berat badan segera periksakan diri ke puskesmas,” kata dr. Eka merujuk gejala-gejala TBC. Masih dalam orasinya, dr. Eka menyampaikan bahwa penyakit TBC menular melalui dahak yang positif terinfeksi kuman TBC. Oleh sebab itu Ia mengajarkan etika batuk, yakni menutup mulut dan hidung dengan tisu, lalu tisu tersebut dibuang di tempat semestinya. Jika tak ada tisu gunakan lengan baju bagian dalam, imbuhnya. dr. Eka memastikan TBC bukan penyakit keturunan dan bisa disembuhkan dengan berobat secara teratur selama minimal enam bulan dan terus mengikuti saran dokter.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dalam orasinya mengatakan Indonesia sebagai peringkat kedua kasus TBC setelah India. Oleh karena itu Ia mengajak masyarakat untuk turut membantu pemerintah menemukan dan melakukan pendekatan agar penderita TBC mendapat pengobatan. Khusus untuk di Bali, dr. Suarjaya mengestimasi ada 13 ribu penderita TBC, namun dari jumlah tersebut baru sekitar 26 persen atau 3 ribu kasus yang berhasil ditemukan dan diobati. “Jadi masih ada 10 ribu yang berpotensi menularkan,” ujarnya.

Dokter spesialis penyakit dalam RSPAD dr Agus Setyo Budi, SpPD mengajak instansi untuk proaktif memberantas penyakit TBC. Menurutnya ini sejalan dengan target pencapaian MDGs. Ia meminta instansi kesehatan lebih tegas terhadap upaya pencegahan penularan TBC. Diantaranya jika batuk lebih dari dua minggu pasien diisolasi dan diprioritaskan agar tidak menular di tempat keramaian.

Pjs Bupati Klungkung Wayan Sugiada memberi apresiasi peringatan hari TBC. Ia berharap masyarakat mengikuti semua saran dokter yang berorasi di PB3AS. Ia menambahkan masyarakat tak perlu takut berobat karena obat TBC gratis. Ia juga mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan TBC.

Warga masyarakat, Wayan Gede Mertayasa dalam orasinya mendukung upaya pemerintah menuntaskan TBC. Menurutnya TBC merupakan sebuah ancaman bagi negara. Ia juga mengingatkan ada ancaman-ancaman lain seperti informasi-informasi negatif yang sulit disaring dan dicerna oleh anak-anak yang belum bisa memilah informasi. Salah satu informasi yang berkembang adalah tahun 2030 Indonesia akan bubar. Menurutnya ini harus ditanggapi dengan kesadaran untuk menciptakan negara yang lebih kuat, misalnya dengan mendidik anak-anak secara positif dan konstruktif. Ia berharap di tahun 2030 yang terjadi adalah munculnya generasi baru yang tidak digerogoti sindrom korupsi, narkoba dan kenakalan lainnya.

Terakhir ada Subardi, warga abian timbul dalam orasi singkatnya menolak jika ada budaya korupsi di Indonesia. Menurutnya yang ada hanya ada oknum yang melakukan korupsi dan itu tidak mewakili seluruh masyarakat. (humas-bali/bpn)

Jangan Rusak Keuangan Anda Dengan Gaya Hidup Hedonisme dan Konsumtif

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Hedonisme merupakan gaya hidup konsumtif yang menjadi bagian masyarakat urban. Gaya hidup hedonisme menonjolkan kesenangan, menghamburkan uang, dan kemewahan serta berfoya-foya. Gaya hidup ini biasanya diiringi dengan penghasilan yang semakin meningkat. Tidak jarang banyak orang lebih memilih berutang ketimbang menurunkan gaya hidupnya menjadi lebih sederhana.

Dikatakan hedonisme bila seseorang sudah mengejar dan menghabiskan uang banyak untuk memenuhi keinginan dan beragam objek yang membuatnya tertarik. Ragam objek yang dapat memberi kesenangan hidup misalnya makanan, fashion, tempat nongkrong, dan barang mewah.

Disadari atau tidak bila seseorang konsumtif maka memiliki dampak kurang baik bagi finansialnya. Konsumtif merupakan gaya hidup yang bersifat pemborosan. Pemborosan itu sendiri suatu perilaku yang berlebihan melampaui apa keperluan kita saat ini atau dimasa nanti.

Sewaktu memiliki daya beli, konsumtif terasa menyenangkan dan dengan mudah membeli segala sesuatu yang belum tentu dibutuhkan. Tidak menyadari perilaku konsumtif dapat menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Bukanlah hal yang mudah disaat gaya hidup sudah meningkat dan untuk menurunkannya perlu sedikit waktu.

Mulai saat ini sebaiknya Anda membiasakan hidup lebih sederhana, mengatur keuangan lebih bijak dan hemat. Hindari berutang hanya untuk sesuatu yang bersifat konsumtif demi memenuhi tuntutan gaya hidup yang tidak berujung.(rsv/bpn)

Mahasiswa UGM Olah Susu Kacang Tanah Untuk Mencegah Obesitas

BALIPORTALNEWS.COM – Prevalensi obesitas di Indonesia tergolong tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2013 mencatat prevalensi obesitas mencapai  8.8% pada anak usia 5-12 tahun, 2.5% pada remaja usia 13-15 tahun, 1.6% pada remaja usia 16-18 tahun dan 15.4% pada orang dewasa. Sementara obesitas dapat menjadi faktor risiko timbulnya sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes mellitus tipe 2 serta masalah sosial dan psikologis.

Merasa prihatin terhadap permaslaahan tersebut, sejumlah mahasiswa UGM berupaya mencari alternatif solusi. Sekar Risdipta Savitarasmi, Meilisa Khoiriya, Raka Permana Adlin Putra  dari Fakultas Kedokteran, Sri Wening Kurniajati dari Fakultas Kedokteran Hewan, dan Wahyu Setyaning Budi dari Fakultas Teknologi Pertanian mengembangkan produk susu dari kacang tanah sebagai alternatif penanganan obesitas yang diberi nama SUKATA. Penelitian dilaksanakan di bawah bimbingan Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz., MSc., Dietisien melalui Program Kreativitas Mahasiswa UGM tahun 2017.

Ketua pengembang SUKATA, Sekar Risdipta mengatakan kejadian obesitas terjadi akibat nafsu makan yang tidak terkendali. Hasrat atau keinginan makan tersebut diatur oleh otak, tepatnya pada nukleus arkuata bagian dari hipotalamus yang akan menghasilkan hormon serotonin. Hormon serotonin ini memiliki fungsi menurunkan nafsu makan dan penginduksi kepuasan makan.

“Hormon serotonin diprekursori oleh asam amino triptofan. Sementra sumber asam atriptofan ini mudah ditemukan pada kacang-kacangan termasuk kacang tanah,” jelasnya Rabu (12/7/2017) di UGM.

Dijelaskan Sekar, dalam kacang tanah (Arachis hypogaeae L.) mengandung asam amino triptofan cukup tinggi. Pada 100 gram kacang tanah mengandung 250 mg asam amino triptofan yang dapat menekan nafsu makan.

Merekapun melakukan penelitian lebih mendalam untuk mengkaji peran susu kacang tanah terhadap produksi dari molekul serotonin.Untuk membuktikan efek susu kacang tanah dalam menurunkan nafsu makan dilakukan percobaan pada 30 ekor tikus Sprague Dawley.  Susu kacang tanah diberikan melalui sonde oral pada tikus yang diberi pakan tinggi lemak dan tinggi fruktosa. Hal ini dilakukan untuk menginduksi obesitas pada tikus. Setelah 25 hari perlakuan dilakukan pengambilan plasma darah tikus untuk melihat kadar serotonin yang selanjurnya akan dianalisis.

“Hasilnya, penambahan berat badan pada kelompok tikus yang diberi perlakuan SUKATA lebih sedikit dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi perlakuan,” ungkapnya.

Selain itu, pada kelompok yang diberi perlakuan SUKATA juga mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini membuktikan bahwa SUKATA dapat membantu mencegah terjadinya perubahan berat badan secara berlebihan yang dapat memicu terjadinya obesitas.

Pembuatan susu kacang tanah ini tidak hanya menjadi soulsi mencegah terjadinya obesitas di Indonesia. Namun, juga mendukung diversifikasi olahan pangan fungsional berbasis kacang tanah yang masih sangat terbatas dan belum dikenal masyarakarat secara  luas.

“Susu kacang tanah ini bisa menjadi solusi untuk mencegah terjadinya obesitas di Indonesia dan menjadi produk alternatif diversifikasiolahan pangan dari bahan kacang tanah”, pungkasnya. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Seka Yoga Festival WHDI Kabupaten Badung 

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – WHDI Kabupaten Badung mengadakan Seka Yoga Festival yang diselenggarakan di jaba Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Minggu (25/3/2018). Kegiatan ini juga diikuti oleh, Ketua WHDI Badung Ni Ketut Suas Isyudayani, dan Kepala BNN Badung Made Asmini,  Ny. Rai Kompyang Swandika, Sekertaris WHDI Kade Sandra Widari.

Dalam kesempatan itu Ketua WHDI Badung Ketut Suas Isyudayani mengatakan, tujuan seka yoga festival ini adalah untuk membersihkan pikiran dan mengendalikan proses berfikir, batin menjadi damai. Selain itu untuk dapat melihat dunia dalam cahaya sejati dan untuk menerima kebenaran secara keseluruhan. Menurutnya yoga adalah cara hidup sebuah sistem yang terintregasi untuk memberi nilai manfaat pada tubuh, pikiran dan batin. Inti dasar dari yoga adalah untuk menyatukan ‘atma’ atau jiwa individu. “Yoga ini juga dilakukan serentak di sembilan kabupaten di Bali, untuk kabupaten Badung dilaksanakan di puspem badung untuk memperingati saka yoga festival menyambut hari raya nyepi,” jelasnya.

Ayu Sri sebagai pemandu yoga, dari Yayasan Markandia Yoga Indonesia menjelaskan, yoga itu untuk pembersihan diri, memasukan energi surya ke dalam tubuh yang sebelah kiri dan keseimbangan tubuh. Yoga dimulai dari pukul 06.00 sampai 07.30 pagi.(humas-badung/bpn)

Glucosaga, Alat Ukur Kadar Gula Darah Tanpa Jarum Suntik

BALIPORTALNEWS.COM – Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi persoalan kesehatan serius di berbagai belahan dunia. Bahkan penyakit akibat peningkatan kadar gula dalam dar ini diperkirakan akan menjadi penyebab kematian tertinggi ke tujuh di dunia pada tahun 2030 mendatang.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, namun diabetes merupakan penyakit yang dapat dikendalikan dengan menjalani pola hidup sehat. Selain itu pemeriksaan secara rutin kadar gula darah penting dilakukan bagi penderita diabetes. Sayangnya, untuk memantau kadar gula dalam darah para diabetasi saat ini tergolong rumit. Pasalnya pemeriksaan kadar gula darah masih membutuhkan tindakan invasif dengan jarum suntik untuk mengambil sampel darah pasien.

Kondisi ini mendorong lima mahasiswa UGM untuk membuat alat ukur kadar gula darah atau glukometer non invasif yang diberi nama Glucosaga. Mereka adalah Ayu Rahmawati Kautsar Dieni dari Prodi Teknologi Informasi, Nurul Fajriati Setyaningrum dan Atika Nurul Haniyyah dari Prodi Gizi Kesehatan, serta Abdullah Ibnu Hasan dan Ardi Yusri Hilmi dari Prodi Elektronika dan Instrumentasi. Kelimanya  mengembangkan alat dengan bantuan dana hibah DIKTI yang dikemas dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2017 dan berhasil lolos melaju pada PIMNAS 2017 di Makasar .

Nurul menyebutkan bahwa glukometer yang ada di pasaran umumnya terdiri dari beberapa komponen yang maha. Beberapa diantaranya jarum lancet, lancet device, strip glukosa darah, dan alat glukometer. Pengukuran diawali dengan tindakan invasive berupa penusukan jarum lancet ke jari pasien untuk mengambil sampel darah.

“Terkadang penusukan jarum ke jari pasien memerlukan banyak pengulangan karena sampel darah yang kurang,” ujarnya, Rabu (2/8/2017) di UGM.

Alat yang mereka kembangkan memiliki prosedur penggunaan alat yang cukup sederhana. Langkah pertama, meletakkan sensor pada telinga bagian bawah kemudian menekan tombol start. Selanjutnya, akan langsung dapat terlihat hasil pembacaan kadar glukosa darah yang ditampilkan pada layar LCD.

Ayu menambahkan bahwa alat ini juga dilengkapi dengan aplikasi smartphone Glucosaga yang dapat membantu penderita dalam mengetahui riwayat perjalanan penyakit diabetesnya. Data hasil pembacaan kadar glukosa darah dapat dikirim dan disimpan secara berkala pada aplikasi.

Aplikasi Glucosaga juga memiliki fitur-fitur yang dapat membantu pengguna dalam mengatur gaya hidupnya yakni SagaDiary, Reminder, dan Activity Track. SagaDiary digunakan untuk melihat riwayat dari kadar glukosa darah dan riwayat konsumsi kalori maksimal per hari. Reminder berfungsi sebagai pengingat untuk beberapa aktivitas tertentu seperti minum obat, olahraga, dan sebagainya. Sedangkan Activity Track adalah fasilitas untuk menulis segala aktivitas yang dilakukan.

“Kami berharap dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung Indonesia lebih mandiri dalam memproduksi alat kesehatan. Untuk saat ini kami masih dalam tahap riset dan pengembangan sehingga bisa masuk ke tahap produksi,”pungkasnya. CP : 0896-7430-5995 (IBNU). (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Anak Banyak Nonton Televisi, Ini Bahayanya

BALIPORTALNEWS.COM – Konsultan psikologi Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Denpasar, Aritya Widianti, S.Psi., M.Psi. Psikolog., mengatakan, sudah banyak yang meneliti dampak menghabiskan banyak waktu di depan layar gadget bagi kesehatan.

‘’Sesuai kelompok usia, dampak dari waktu penggunaan gadget yang tidak bijak akan mempengaruhi lajur perkembangan normal sesuai usia,’’ ujarnya.

Berbicara dalam lanjutan pendidikan keluarga soal pengasuhan positif pada anak di UPT SKB Disdikpora Kota Denpasar, belum lama ini, mengatakan, jika balita menonton TV sepanjang hari, kapan mereka memiliki kesempatan untuk menggunakan imajinasi mereka sendiri? Mereka tidak menikmati hari-hari ketika pergi bermain ke luar adalah solusi untuk mengatasi kebosanan, karena mereka lebih suka menonton TV dan bermain gadget.

‘’Anak yang banyak bermain gadget atau melihat televisi tidak kuat ototnya. Selain itu, anak mendapat paparan dari layar handphone atau televisi. Tidak ada aktivitas menggerakkan badan pada aktivitas tersebut membuat otot tidak kuat (perkembangan koordinasi ototnya lemah),’’ paparnya.

Ia mengatakan untuk mencegah dampak negatif tersebut, orangtua harus membatasi penggunaan gawai atau ‘screentime’. Selain itu, anak juga harus didampingi ketika menggunakan gadget atau menonton televisi. ‘’Membiarkan anak, terutama anak balita menonton televisi atau bermain gadget terlalu lama bukanlah pilihan bijak,’’ pesannya.

Menurut Aritya, sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi jumlah waktu anak-anak menonton televisi. Alihkan balita dengan hal-hal lain, seperti mainan atau puzzle. ‘’Jangan biarkan televisi menyala ketika anak anda bermain puzzle atau dia akan kembali menonton televisi,’’ imbuhnya.

Atau, pergi ke luar dan biarkan anak mengeksplorasi. Bermain keluar rumah akan memperkenalkan anak kepada hal-hal baru, tapi biarkan mereka berjalan sendiri bukan naik kereta dorong. Kegiatan ini  juga akan membantu meningkatkan aktivitas fisik mereka.

‘’Membaca buku adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan anak. Ini mendorong dan meningkatkan imajinasi mereka. Ini juga penting untuk perkembangan bahasa mereka. Belikan lah anakbuku cerita yang bergambar agar menarik perhatiannya,’’ujarnya.

Dengan mengurangi menonton televisi atau penggunanaan gadget, harap Aritya,  akan memiliki balita yang lebih aktif dan juga akan meningkatkan hubungan pasangan karena akan lebih sering berkomunikasi dan beraktivitas bersama, ujung-ujungnya keluarga akan lebih harmonis.

‘’Harap diingat, jangan sampai melarang anak-anak menonton televisi atau bermain laptop akan tetapi orangtua tetap sibuk dengan laptop dan smartphone. Memberikan contoh adalah metode pengasuhan yang paling terbaik,’’pungkasnya. (tis/bpn)

 

Keterangan Foto : PAPARKAN MATERI – Psikolog Aritya Widianti saat memaparkan materi pendidikan keluarga di SKB Disdikpora Kota Denpasar.

Rai Mantra Ajak Gencarkan Penyuluhan Kesehatan

BALIPORTALNEWS.COM – Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan  (Poltekes) Denpasar,  mengadakan pameran dengan tema “Let’s Get Health Life with Balance Nutrition” (ayo hidup sehat dengan gizi seimbang) menyasar masyarakat Banjar Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Acara dihadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

‘’Pameran ini sangat tepat dilaksanakan menyasar langsung masyarakat banjar yang nantinya mampu memberikan pemahaman tentang kesehatan dan kebutuhan gizi bagi masyarakat,’’ kata Rai Mantra.

Menurut Rai Mantra, pameran gizi ini sangat membantu masyarakat untuk mengetahui  kebutuhan gizi mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak-anak, remaja, dewasa,  hingga lansia. Untuk  masalah gizi buruk, lanjut dia, Pemkot Denpasar telah melakukan langkah dengan gencar memberikan makanan tambahan setiap Minggu  kepada siswa SD se- Kota Denpasar, yang tentunya memberikan dampak pada pemenuhan gizi kepada siswa.

Namun dalam permasalahan obesitas dapat gencar dilakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, seperti mengatur pola makan hingga menjaga kesehatan dan lingkungan yang bersih. ‘’Permasalahan obesitas perlu gencar diadakan penyuluhan-penyuluhan, sehingga dapat meminimalisir masyarakat yang mengalami masalah obesitas maupun masalah kesehatan lainnya,’’ ujarnya.

Rai Mantra juga mengungkapkan, angka harapan hidup di Denpasar cukup baik. Angka harapan hidup mengalami kenaikan dari angka 70, yang saat ini telah mencapai angka  74 tahun. Rai Mantra juga mengharapkan angka harapan hidup masyarakat mampu mencapai 80 tahun.

Tentu target ini dapat dilakukan dengan meningkatkan pelaksanaan penyuluhan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang menjaga kesehatan,  kekurangan dan kelebihan gizi. ’’Pameran gizi ini sangat tepat dilaksanakan, namun sebelum pelaksanaan kegiatan harus mengetahui permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sehingga masyarakat  dapat merasakan manfaat dari pelaksanaan kegiatan tersebut,” ucapnya.

Sementara Direktur Poltekes Denpasar, AA Ngurah Kusumajaya, didampingi Ketua Panitia, Ni Putu Eka Kusumawati, menyatakan, salah satu faktor yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap munculnya masalah gizi, yakni perilaku masyarakat. Hal ini berkaitan tentang gizi  dan kesehatan, serta mencakup pengetahuan, sikap dan praktek. Pameran gizi merupakan salah satu metode penyuluhan gizi dengan menyasar masyarakat umum, dan secara khusus golongan rawan, seperti ibu hamil, menyusui, balita, anak sekolah dan pekerja wanita.

”Dengan mengadakan pameran gizi ini, maka masyarakat mengetahui penjabaran gizi seimbang setiap tahap dalam alur kehidupan dan pengaturan diet untuk masalah gizi yang dihadapi,” pungkasnya. (r/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Ayu Pastika Ajak Para Ibu Berkreasi dan Berinovasi Sajikan Menu Ikan bagi Keluarga

BALI-PORTAL-NEWS.COMPara ibu rumah tangga diimbau mampu mengembangkan kreasi dan inovasi dalam menyajikan bahan makanan berbahan dasar ikan bagi keluarga. Hal ini karena ikan kaya akan  mineral dan juga asam amino, terutama Omega 3 yang diperlukan oleh tubuh. Demikian  disampaikan ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Provinsi Bali, Ny Ayu Pastika saat menjadi juri kehormatan dalam lomba menu masakan berbahan dasar ikan di Areal Taman Budaya, Denpasar, Kamis (21/7/2016).

“Mencari inovasi dan kreasi dalam membuat masakan yang berbahan dasar ikan bertujuan untuk memberi variasi menu agar yang disajikan bagi keluarga tidak membosankan. Kalau bisa kita anjurkan anak anak untuk mengkonsumsi ikan setiap hari. Ikan itu sumber protein yang bagus dalam pembentukan generasi muda yang cerdas dan berkualitas,” ujarnya.  Menurutnya bagaimanapun usaha pemerintah dalam upaya peningkatan konsumsi ikan, jika tidak dibarengi kesadaran dan dukungan dari masyarakat tentu tujuan dari kegiatan ini tidak akan pernah tercapai.

Pada kesempatan itu  Ayu Pastika sangat mengapresiasi hasil karya masakan para peserta yang berasal dari para siswa SMK dan anggota Tim Penggerak PKK se-Bali. Dia menilai  karya masakan itu sudah memiliki nilai inovasi, apalagi sebagian peserta datang dari kalangan anak-anak. “Saya sangat mengapresiasi masakan para peserta, rasanya sangat enak dan kreatifitas mereka sangat tinggi. Apalagi tadi saya lihat para peserta menggunakan sayuran lokal sebagai bahan pelengkap, itu poin plus untuk mengangkat hasil produksi lokal kita,” imbuhnya.

Selain itu dia juga berharap, melalui acara ini tidak hanya mengangkat industri perikanan lokal, namun juga dibarengi dengan pertumbuhan produksi buah dan sayur lokal.

Senada dengan Ayu Pastika, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali yang juga ketua panitia lomba Ir I Made Gunaja MSi menyampaikan bahwa tujuan dari dilaksanakannya lomba ini selain mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama anak anak untuk sejak dini menggemari ikan , juga mendorong minat masyarakat untuk terus berkreasi menciptakan menu baru sehingga minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan meningkat. Karena hingga saat ini tingkat konsumsi ikan di Bali lebih rendah dari rata-rata konsumsi ikan nasional. Ia juga menambahkan guna menggugah kemauan masyarakat untuk menyukai ikan, sejumlah upaya sudah dilakukan melalui sosialisasi hingga tingkat kabupaten dengan  menyertakan para kader Tim Penggerak  PKK.

Acara lomba pada pagi itu berlangsung meriah karena diisi dengan demo masak oleh para juri masak (Chef) yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) Bali, yaitu Chef Made Widi dari Lexington Hotel dan Chef Mad Sumadata dari Sanur Paradise Hotel dengan menampilkan Ny. Ayu Pastika sebagai bintang tamu. Dalam demo masak tesebut diajarkan cara masak ikan yang enak dan mudah bagi keluarga dan anak-anak, serta dsampaikan cara mengolah ikan yang baik dan benar.

Dari hasil penilaian  juri Chef Hendra Mahendra dari Bali International Golf Resort Nusa Dua dan ketua Forikan Bali Ny. Ayu Pastika, ditetapkan pemenang  dalam Kategori Lomba Masak Ikan Tingkat PKK untuk juara I diraih oleh TP PKK dari Kota Denpasar, juara II TP PKK dari Kabupaten Tabanan dan juara III TP PKK Kabupaten Badung. Sementara lomba masak tingkat SMK terdiri dari dua kategori, yaitu kategori lomba inovasi menu pembuka untuk juara I disabet oleh SMK Yapparindo (Yayasan Pusat Pariwisata Indonesia) Klungkung, juara II diraih oleh SMK PGRI 3 Denpasar dan juara III yaitu SMK N 4 Denpasar. Untuk kategori terakhir yaitu inovasi menu utama tingkat SMK, juara I disabet oleh SMK Yapparindo Klungkung, juara II adalah SMK N Badung dan terakhir juara III diraih oleh SMK PGRI 3 Denpasar.

Sumber : Humas Pemprov Bali

Selagi Muda, Jangan Tunda Mendaftar Asuransi

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Masa depan sangat wajib diatur dengan baik dan direncanakan, hendaknya sewaktu memasuki usia tua nanti, Anda menerima dan dengan tenang dapat menikmatinya. Berbagai cara bisa diusahakan guna mempersiapkan hari tua. Mulai dari membuat usaha, menabung hingga mendaftar asuransi

Sebenarnya waktu yang baik bagi seseorang mendaftar asuransi adalah sewaktu seseorang tersebut sudah terlepas dari orang tuanya. Maksud dari sudah terlepas dari orang tuanya, mereka sudah bisa dan memiliki penghasilan bagi dirinya sendiri. Saat mendaftar pada perusahaan asuransi pastikan dan pahami kesepakatan yang sesuai kebutuhan kedua belah pihak

Pilihlah asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya butuh asuransi mobil, pikirkan sesuai dengan apa yang bisa nantinya Anda dapatkan, perhitungkan juga berapa tahun asuransi mobil yang Anda pilih menunjang kebutuhan mobil kesayangan Anda, dan yang lebih penting cermati juga asuransi mobil tersebut bisa meliputi seluruh kerusakan, pencurian kendaraan atau hanya sebagian saja

Untuk para generasi muda saat ini tidak ada salahnya untuk memulai memikirkan bagaimana dirinya 10 tahun atau 20 tahun ke depan. Terlebih lagi bagi mereka yang sudah berpenghasilan atau sudah memiliki pasangan. Maka ketika hari tua tiba atau terjadi sesuatu di luar dugaan, Anda bisa dengan mudah melewatkannya.(rsv/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan