22.6 C
Denpasar
Senin, 19 November 2018

Bhayangkari Badung Gelar Tes IVA dan Pemeriksaan Payudara

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam rangka memperingati hari Kesatuan gerak Bhayangkari ke 65, Bhayangkari Cabang Badung menggelar Bakti Sosial kepada masyarakat yaitu melaksanakan tes IVA atau Infeksi Visual dengan Asam Acetat, Rabu (18/10/2017).

Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik Polres Badung tersebut diikuti sekitar 50 masyarakat dan anggota Bhayangkari yang ingin mencegah gejala gejala Kanker Serviks dan kanker payudara.

Pemeriksaan IVA dan kanker Payudara tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Badung Ny. Intan Hananta dimana Ketua Bhayangkari cabang badung ini berprofesi sebagai dokter.

Pada pemeriksaan itu, antusiasme anggota bhayangkari dan masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan terutama pencegahan kanker serviks dan kanker payudara sangat tinggi, terlihat para ibu ibu ini mengantri untuk mendapatkan giliran pemeriksaan.

Seusai Kegiatan Ny.Intan Hananta mengungkapkan “kami Bhayangkari Cabang Badung hari ini menggelar Bhakti Sosial Pemeriksaan IVA dimana IVA merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin, selain itu kami juga menggelar deteksi dini kanker payudara, hal ini dilaksanakan dalam rangka Hari kesatuan gerak Bhayangkari ke-65,“ ungkap Pendamping setia Kapolres Badung ini. (guz/humas-polres.badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Peringatan Hari Kesehatan Nasional: Pemkot Denpasar Resmikan Damakesmas, Germas dan Menuju UHC 2019

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pengembangan program pelayanan untuk masyarakat menuju kota yang lebih baik terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Setalah beberapa hari sebelumnya meresmikan layanan santunan online e-sewaka dhrama,  Jumat (24/11/2017) Pemkot Denpasar meresmikan layanan Damakesmas atau Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat, yang mempermudah akses pelayanan gawat darurat dan perawatan kesehatan masyarakat.

Selain Damakesmas, pada momen yang bersamaan juga diresmikan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), serta menuju UHC (Universal Health Coverage) tahun 2019 di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, serangkaian dengan peringatan hari kesehatan nasional.

Damakesmas merupakan program inovatif yang dicanangkan walikota Rai Mantra, dimana terdapat dua kegiatan pelayanan yang disiapkan yaitu Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu Sehari-hari (SPGDTS), serta Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas).

Layanan ini terintegrasi dengan Dinas Penaggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar serta puskesmas-puskesmas yang ada di lingkungan Kota Denpasar, untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan penaganan gawat darurat, yaitu dengan menelfon ke 112 atau 22 3333, untuk kemudian diberikan pelayanan kesehatan yang langsung menuju tempat yang bersangkutan.

Sedangkan melalui Perkesmas, pemerintah memberikan perawatan kesehatan, yang dapat langsung mendatangi lokasi dari masyarakat yang membutuhkan. Sasaran dari program ini adalah PMKS keluarga-keluarga penyandang kesejahteraan social, seperti lansia terlantar, penyakit kronis dan lain sebagainya.

Untuk itu berbagai sarana penunjangnya pun sudah siap, seperti mobil ambulance kecil dan sepeda motor sehingga dapat menjangkau kediaman masyarakat.
Melalui Damakesmas Walikota Denpasar, Rai Mantra berharap dapat menekan diskriminasi akses kesehatan di masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan dapat diakses oleh seluruh masyarakat termasuk yang kurang mampu.

“Damakesmas ini akan bekerjasama dan berkoordinasi dengan dinas Penanggulangn Bencana Daerah, yang bekerja sama dengan puskesmas di setiap kecamatan, untuk menekan diskriminasi kesehatan, menjangkau pelosok dan keluarga kurang mampu dengan sepeda motor dan ambulance,” ujarnya.

Keterjangkauan akses terhadap layanan kesehatan juga diperhatikan pemerintah dengan mendorong masyarakat untuk memiliki jaminan kesehatan BPJS. Bagi warga yang kurang mampu atau miskin, pemerintah telah memfasilitasi melalui pemberian JKN (Jaminan Kesehatan nasional) yang mana iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Hingga saat ini sudah sebanyak 17.000 warga miskin telah memiliki JKN.

Dari jumlah tersebut Denpasar masih memiliki kuota sebanyak hamper 10.000 warga, yang mana akan menyasar masyarakat rentan miskin di Kota Denpasar. Hal ini digencarkan Peemkota Denpasar untuk Menuju UHC (Universal Health Coverage) tahun 2019.

Selain pengembangan berbagai layanan baru, untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, pemerintah Kota Denpasar juga mendorong masyarakat untuk melakukan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), yang terdiri dari beberapa hal yaitu kesadaran untuk makan makanan yang kaya serat serta rendah lemak seperti buah dan sayur, melakukan latihan fisik selama 30 menit dalam sehari, serta tidak merokok. (ran/kominfo/bpn)

Masak Apa Ya di 2018 ?

BALIPORTALNEWS.COM – Sejak diluncurkan kembali pada Desember 2017, www.masakapaya.com telah menjadi sahabat di dapur yang setia mendampingi para konsumen khususnya para ibu untuk menghadirkan masakan-masakan lezat sekaligus memberikan pengalaman dan inspirasi memasak yang lebih menyenangkan.

Dilengkapi dengan ribuan aneka resep, mulai dari masakan rumahan hingga masakan untuk hari-hari spesial, www.masakapaya.com terus berusaha untuk menyajikan kehangatan dan hidangan lezat disetiap momen berharga bersama keluarga dan orang terdekat melalui fitur-fitur yang mudah digunakan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Dari ribuan resep masakan yang tersedia, resep masakan rumahan praktis masih menjadi primadona bagi para ibu, seperti resep Ayam Panggang Istimewa, Donat Kampung, dan Es Buah Susu merupakan tiga resep rumahan yang paling diminati di awal tahun 2018.

Tidak hanya lezat, ketiga kreasi menu tersebut juga dapat dibuat dengan mudah hanya dengan mengunjungi www.masakapaya.com. Perpaduan antara produk berkualitas Indofood dan manfaat dari bahan-bahan pilihan, tidak hanya menghadirkan menu baru yang lezat, namun juga dilengkapi dengan nutrisi yang seimbang.

Pada umumnya, para ibu menyukai resep-resep praktis yang mudah untuk dibuat. Masakan berbahan dasar mi dan telur pun juga banyak diminati oleh para ibu seperti Mi Ayam Lada Hitam, Mi Kriuk Salut Telur, dan Telur Bungkus Bihun Kriuk. Tidak hanya itu, masakan ala restoran nan praktis seperti Non-Oven Pizza Renyah Tuna Jagung juga ikut diminati oleh para pengguna www.masakapaya.com yang didominasi oleh para ibu muda.

Selain itu, untuk mencoba resep-resep inspiratif, situs www.masakapaya.com juga dirancang dengan berbagai fitur yang mudah digunakan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Berbagai video resep memasak, termasuk video memasak ala selebriti akan memudahkan konsumen untuk membuat hidangan mulai dari menu rumahan hingga menu acara spesial seperti saat Ramadhan, lebaran, arisan, ulang tahun, Natal, dan Tahun Baru.

Tidak hanya itu, konsumen juga dapat berinteraksi dengan nutrisionis mengenai informasi seputar gizi melalui fitur Gizipedia dan juga tidak perlu khawatir jika konsumen merasa tidak familiar dengan berbagai istilah memasak, alat yang dipakai hingga bumbu dapur, karena www.masakapaya.com dilengkapi dengan fitur Masakpedia, halaman ensiklopedia memasak yang akan memberikan berbagai informasi lengkap seputar kegiatan memasak. (r/bpn)

Glucosaga, Alat Ukur Kadar Gula Darah Tanpa Jarum Suntik

BALIPORTALNEWS.COM – Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi persoalan kesehatan serius di berbagai belahan dunia. Bahkan penyakit akibat peningkatan kadar gula dalam dar ini diperkirakan akan menjadi penyebab kematian tertinggi ke tujuh di dunia pada tahun 2030 mendatang.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, namun diabetes merupakan penyakit yang dapat dikendalikan dengan menjalani pola hidup sehat. Selain itu pemeriksaan secara rutin kadar gula darah penting dilakukan bagi penderita diabetes. Sayangnya, untuk memantau kadar gula dalam darah para diabetasi saat ini tergolong rumit. Pasalnya pemeriksaan kadar gula darah masih membutuhkan tindakan invasif dengan jarum suntik untuk mengambil sampel darah pasien.

Kondisi ini mendorong lima mahasiswa UGM untuk membuat alat ukur kadar gula darah atau glukometer non invasif yang diberi nama Glucosaga. Mereka adalah Ayu Rahmawati Kautsar Dieni dari Prodi Teknologi Informasi, Nurul Fajriati Setyaningrum dan Atika Nurul Haniyyah dari Prodi Gizi Kesehatan, serta Abdullah Ibnu Hasan dan Ardi Yusri Hilmi dari Prodi Elektronika dan Instrumentasi. Kelimanya  mengembangkan alat dengan bantuan dana hibah DIKTI yang dikemas dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2017 dan berhasil lolos melaju pada PIMNAS 2017 di Makasar .

Nurul menyebutkan bahwa glukometer yang ada di pasaran umumnya terdiri dari beberapa komponen yang maha. Beberapa diantaranya jarum lancet, lancet device, strip glukosa darah, dan alat glukometer. Pengukuran diawali dengan tindakan invasive berupa penusukan jarum lancet ke jari pasien untuk mengambil sampel darah.

“Terkadang penusukan jarum ke jari pasien memerlukan banyak pengulangan karena sampel darah yang kurang,” ujarnya, Rabu (2/8/2017) di UGM.

Alat yang mereka kembangkan memiliki prosedur penggunaan alat yang cukup sederhana. Langkah pertama, meletakkan sensor pada telinga bagian bawah kemudian menekan tombol start. Selanjutnya, akan langsung dapat terlihat hasil pembacaan kadar glukosa darah yang ditampilkan pada layar LCD.

Ayu menambahkan bahwa alat ini juga dilengkapi dengan aplikasi smartphone Glucosaga yang dapat membantu penderita dalam mengetahui riwayat perjalanan penyakit diabetesnya. Data hasil pembacaan kadar glukosa darah dapat dikirim dan disimpan secara berkala pada aplikasi.

Aplikasi Glucosaga juga memiliki fitur-fitur yang dapat membantu pengguna dalam mengatur gaya hidupnya yakni SagaDiary, Reminder, dan Activity Track. SagaDiary digunakan untuk melihat riwayat dari kadar glukosa darah dan riwayat konsumsi kalori maksimal per hari. Reminder berfungsi sebagai pengingat untuk beberapa aktivitas tertentu seperti minum obat, olahraga, dan sebagainya. Sedangkan Activity Track adalah fasilitas untuk menulis segala aktivitas yang dilakukan.

“Kami berharap dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung Indonesia lebih mandiri dalam memproduksi alat kesehatan. Untuk saat ini kami masih dalam tahap riset dan pengembangan sehingga bisa masuk ke tahap produksi,”pungkasnya. CP : 0896-7430-5995 (IBNU). (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Rai Mantra Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan dan Antisipasi DBD  

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam upaya menekan Kasus Demam Berdarah (DBD) Kota Denpasar bebas dari penyakit Demam Berdarah, Dinas Kesehatan Kota Denpasar melaksanakan pencanangan Gerakan 3M sebelum musim penularan DBD (G 3M SMP) yang dipusatkan di Desa Sanur Kaja pada, Jumat (17/11/2017) .

Pencanangan yang dibuka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya ditandai dengan penyerahan bubuk abate kepada seluruh Camat di Kota Denpasar sekaligus memberi arahan cara menjaga kebersihan dan mengajak siswa serta masyarakat mempraktekan langsung gerakan 3M.

Dalam kegiatan tersebut Walikota Rai Mantra juga sempat memfogging salah satu rumah di seputaran Desa Sanur Kaja serta memberikan hadiah berupa tabungan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Sanur Kaja bagi siswa yang mampu mempraktekan cara-cara mencegah penyakit DBD seperti mengubur barang bekas, penyebaran bubuk abate serta menjadi juru pemantau jentik mandiri.

Penyakit DBD sudah menjadi masalah Nasional karena jumlah penderita dan kematian yang diakibatkan cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat terutama di Kota-kota besar termasuk Kota Denpasar. Penyakit DBD merupakan penyakit yang bersifat endemis, dimana dalam 3 Tahun terakhir kasus DBD selalu saja ada setiap tahunnya dan cenderung terjadi kejadian luar biasa (KLB).

Oleh karena itu, upaya strategis yang terbukti efisien dn efektif dalam pemberantasan penyakit tersebut adalah melalui Gerakan Mandiri Pemantau Jentik (Gema Petik) yang terus dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar.

“Selama air tergenang dan ada larvanya maka sampai anak cucu kita akan beresiko terkena DBD. Untuk itu upaya Gema Petik ini perlu kita gaungkan, agar masyarakat selalu menumbuh kembangkan budaya bersih dan sehat,” ujar Walikota Rai Mantra saat membuka pecanangan G 3M SMP.

Dari hasil evaluasi kasus DBD di Kota Denpasar dari bulan Januari sampai Oktober 2017 sebanyak 910 kasus dengan angka kejadian (Insiden Rate/ IR) 99,53  per 100.000 penduduk. Hasil tersebut mengalami penurunan pada periode yang sama di Tahun 2016 yakni 356,20 per 100.000 penduduk dengan total kasus 2.339 orang dan angka kematian 0,72% yakni 17 orang.

Sedangkan kecamatan yang beresiko lebih tinggi tertular DBD pada Tahun 2017 yakni Kecamatan Denpasar Timur dengan IR 104,01 per 100.000 penduduk (total kasus 162 orang) dan angka kematian (CFR) 1,85% (3 orang), Kecamatan Denpasar Barat dengan IR 127,79 per 100.000 penduduk (total kasus 338 orang) dan CFR 0,29% (1 orang), sedangkan Kecamatan Denpasar Utara dengan IR 62,07 per 100.000 penduduk (total kasus 125 orang) dan Kecamatan Denpasar Selatan dengan IR 97,38 per 100.000 penduduk ( total kasus 285 orang) dengan angka kematian 0% (0 orang).

“Berpacu pada data yang ada, kasus DBD di Denpasar mengalami penurunan.Namun tidak terlepas dari hal tersebut melalui Bulan Bakti G 3M SMP ini diharapkan dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik, membudayakan prilaku sehan dan bersih serta menekan angka penyakit DBD di Kota Denpasar,” harap Rai Mantra. (eka/humas-dps/bpn)  


Pantau terus baliportalnews.com di :

Pengendalian Faktor Resiko Hipertensi

BALIPORTALNEWS.COM – Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang sangat umum dijumpai di masyarakat. Tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg, dan seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila mempunyai tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih. Jika tekanan darah anda berada diantara 120/80 mmHg dan 140/90 mmHg maka keadaan tersebut disebut sebagai prehipertensi, yang artinya sewaktu-waktu dapat berkembang menjadih ipertensi. Padake adaan prehipertensi, sangat penting bagi anda untuk mengendalikan faktor resiko yang mengakibat kan terjadinya hipertensi.

Faktor resiko hipertensi sangat beragam dan tidak semua dapat dihindari, contohnya usia 40 tahun keatas dan riwayat anggota keluarga menderita hipertensi. Namun sebagian faktor resiko hipertensi dapat dikendalikan.

Gaya hidup sehat merupakan kunci utama dalam pengendalian berbagai macam penyakit termasuk hipertensi, akan tetapi masih banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya pengendalian gaya hidup.

Padahal bila anda telah menderita hipertensi dan masih mempertahankan gaya hidup yang tidak sehat, maka penyakit yang lebih serius seperti stroke dan penyakit jantung akan menanti di masa mendatang.

Berikut ini merupakan faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang sebenarnya dapat kita kendalikan :

Merokok

Bahaya merokok sudah sangat sering kita dengar di berbagai media massa. Namun jumlah perokok masih sangat banyak terutama di Negara berkembang seperti Indonesia. Rokok mengandung 4000 zat berbahaya yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Zat-zat berbahaya tersebut dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah serta kerusakan pembuluh darah.

Sekali hirupan rokok mampu meningkatkan tekanan darah sebanyak 4 mmHg. Bila anda menderita hipertensi dan mempunyai kebiasaan merokok, maka resiko untuk terjadinya penyakit stroke dan penyakit kardiovaskular lain menjadi bertambah besar, dibandingkan dengan penderita hipertensi yang tidak merokok.

Konsumsi garam berlebihan

Garam merupakan kompone nutama yang biasanya wajib digunakan dalam mengolah makanan. Konsumsi garam diperbolehkan asalkan tidak melebihi batas yang dianjurkan. Kementerian Kesehatan merekomendasikan jumlah asupan garam maksimal 5 gram per hari atau setara dengan 1 sendok teh garam dapur.

Konsumsi garam berlebih dapat mengakibatkan retensi cairan dalam tubuh dan mengaktivasi hormon-hormon yang meningkatkan tekanan darah.

Stress dankurangnyaaktivitasfisik

Mekanisme stress menyebabkan hipertensi belum dijelaskan secara pasti. Dugaan sementara peningkatan tekanan darah ketika stress karena adanya aktivasi hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini bekerja meningkatkan kerja jantung dan menyempitkan pembuluh darah sehingga berdampak pada peningkatan tekanan darah.

Aktivitas fisik seperti olahraga juga sangat membantu untuk menjaga tekanand arah tetap optimal. Sebuah penelitian menunjukkan, olahraga sebanyak 5 jam per minggu dapat mengurangi kejadian hipertensi. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga aerobic contohny aberjalan kaki, bersepeda dan berenang.

Olahraga dapat mengurangi tekanan darah hingga 4 mmHg. Manfaat lain yang didapatkan dari berolahraga yaitu terjadi aktivasi homon endorphin yang membuat mood dan perasaan menjadi lebih baik sehingga mampu mengurangi stress.

Gaya hidup yang sehat mampu mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit hipertensi di kemudian hari. Bila anda telah mengidap penyakit hipertensi, pengendalian gaya hidup juga sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit serius yang terkait dengan hipertensi.

Cobalah untuk memulai gaya hidup sehat dan lakukan cek tekanan darah secara rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penulis : dr. Putu Juni Wulandari; Foto : google.com

Badung Gelar Germas di Kecamatan Petang

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar kegiatan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Kecamatan Petang bertempat di wantilan Desa Adat Samuan, Desa Carangsari, Jumat (20/10/2017).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Pemerintah Kecamatan Petang serta masyarakat Desa Carangsari. Kegiatan Germas di Petang diawali dengan olahraga bersama dengan jalan sehat mengelilingi wilayah Samuan yang diikuti siswa SD, SMP serta masyarakat Samuan, Carangsari, ada pula pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Badung.

Pada kesempatan tersebut Wabup. Suiasa menyampaikan bahwa, Pemkab Badung secara rutin melaksanakan kegiatan olahraga bersama di masing-masing kecamatan di Badung dan kali ini dirangkaikan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang diawali di  Petang. Untuk olahraga bersama ini bertujuan disamping untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, juga untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan masyarakat.

Olahraga di wilayah kecamatan ini juga sebagai upaya menjaring informasi yang faktual di lapangan, baik itu bidang pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan lainnya, sehingga pemerintah dapat segera dapat mengambil langkah-langkah riil untuk percepatan dan kemajuan pembangunan di desa dan kecamatan di Badung.

Sementara terkait Germas ini, guna terus mendorong partisipasi masyarakat agar selalu sadar untuk melaksanakan hidup bersih dan sehat. Disisi kesehatan, pemerintah mengharapkan masyarakat akan sehat secara jesmani dan rohani.

“Melalui Germas ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan gerakan olahraga secara rutin, pola hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan, sehingga masyarakat menjadi sehat dan umur harapan hidup masyarakat badung juga meningkat,” jelasnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat, Diskes Badung, dr. Wayan Segara mengatakan, Germas untuk di Kabupaten Badung telah dicanangkan pada 20 Mei lalu di Puspem Badung. Kegiatan Germas saat ini merupakan kegiatan lanjutan Germas di masing-masing Kecamatan yang dimulai di Kecamatan Petang dan dilanjutkan ke Kecamatan Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan.

Germas mencakup lima aktivitas kegiatan yang perlu dilakukan masyarakat seperti, melakukan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, pemeriksaan kesehatan rutin, bersihkan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk dan tidak merokok.(humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Susu Kedelai Terfermentasi Mampu Turunkan Tekanan Darah

BALIPORTALNEWS.COM – Susu kedelai merupakan salah satu produk minuman yang kurang diminati oleh masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa susu kedelai memiliki rasa dan bau yang kurang sedap sehingga lebih memilih untuk mengonsumsi susu sapi.

Padahal susu kedelai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan susu sapi. Antara lain tidak mengandung kolesterol, tidak menyebabkan alergi, cocok bagi penderita intoleransi laktosa, dan mengandung isoflavon yang dapat menurunkan risiko penyakit metabolik, seperti hipertensi dan hiperkolesterol. Sementara tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan stroke.

Kondisi ini mendorong mahasiwa UGM berinovasi dan meneliti potensi susu kedelai terfermentasi bakteri Lactobacillus plantarum Dad-13 dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol darah yang tinggi. Mereka adalah Imroatus Sholikha, Rizka Hesti Anggraini, Farah Nadia Karima, Anggi Laksmita Dewi, dan Aprilia Ayu Sholihati Nafisah dengan dibimbing dr. Arta Farmawati, Ph.D dan dibantu Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu MS.

Imoratus Sholikha mengatakan proses fermentasi dapat mengurangi rasa dan bau tidak sedap yang terdapat pada susu kedelai. Ditambah penggunaan bakteri Lactobacillus plantarum Dad-13 diharapkan dapat meningkatkan kadar isoflavon didalamnya.

“Hasilnya, susu kedelai terfermentasi Lactobacillus plantarum Dad-13  secara signifikan menurunkan tekanan darah dan perubahan bermakna pada kadar kolesterol total,” jelasnya.

Penelitian yang dilakukan kelima mahasiswa ini tidak hanya berhasil memberikan solusi dalam upaya pencegahan hipertensi dan hiperkolesterol. Namun demikian juga berhasil menghantarkan maju dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2017 pada 23-28 Agustus mendatang di Makasar. Selain itu hasil penelitian ini akan dipresentasikan pada World Congress on Nutrition, Food Science & Public Health di Tokyo, Jepang pada 2018 mendatang. (ika/humas-ugm/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Disdikpora Denpasar Gelar Lomba “Yoga Asanas”  Tingkat SD dan SMP 

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyelenggarakan lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP se-Kota Denpasar guna membangun karakter jasmani dan rohani secara harmoni sehingga generasi muda selalu berbudaya sehat, fleksibilitas, serta meningkatkan relaksasi dalam hidup.

Pelaksanaan lomba yang dibuka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra pada Kamis (23/11/2017) di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang. Kegiatan yang digelar selama 3 hari yakni 23-24 November dan 3 Desember 2017 ini diikuti puluhan siswa SD dan SMP se-Kota Denpasar.

Walikota Denpasar Rai Mantra mengatakan kegiatan lomba “Yoga Asanas” ini merupakan gerak tubuh yang memadukan antara olahraga, olah nafas, olah rasa dan olah pikir dijadikan satu dalam sebuah penyatuan antara jasmani dan rohani guna melatih perkembangan karakter anak ke depannya.

Ia mengatakan karakter yang melekat pada diri manusia tidak dihasilkan begitu saja, melainkan melalui suatu proses yang di mulai dengan pola pikir, pola bicara, pola laksana dan pola prilaku yang akan menimbulkan suatu karakter atau mental pada anak-anak, dan Yoga inilah salah satu jalan untuk hal tersebut.

Rai Mantra mengharapkan kepada kepala sekolah di tingkat SD maupun SMP untuk terus melakukan pembinaan-pembinaan dan kegiatan tentang yoga supaya tersebar secara cepat, menyeluruh serta tepat.

“Yoga itu jangan hanya sekadar sebagai ajang ikut-ikutan, bukan sekadar aktivitas formal dan administrasi, akan tetapi kita harus melakukan aktivitas ini untuk betul-betul merasakan kemanfaatannya untuk anak-anak,” ucapnya.

Sementara Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, AA. Wijaya Asmara mengatakan dengan telah dikembangkannya “Yoga Asanas” sebagai kegiatan ekstrakulikuler wajib di sekolah-sekolah sejak 2015, setiap tahunnya terus diadakan Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD maupun SMP sebagai ajang evaluasi.

“Yoga Asana tidak lagi sebagai pengenalan, namun telah dijadikan media membangun dan membentuk insan manusia yang bugar, sehat jasmani rohani, berkarakter, berbudi pekerti, serta memiliki jati diri berbasis budaya kreatif,” katanya.

Lomba “Yoga Asanas” tingkat SD dan SMP telah memasuki tahun ke 3 yang diikuti puluhan kelompok regu dengan masing-masing regu terdiri dari 10 orang peserta dari perwakilan gugus yang ada di Kota Denpasar.

Sementara salah satu peserta lomba, Sri Pratama Satwika Nanda (11) merasa senang mengkuti yoga. Siswi salah satu sekolah dasar negeri di Denpasar ini mengaku sejak kecil telah belajar yoga, untuk itu dirinya sangat antusias bisa memenangkan lomba yoga tersebut.  (eka/humas-dps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
10PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
22PelangganBerlangganan