28 C
Denpasar
Jumat, 21 September 2018

Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Konvensi dan Pameran IPA ke-42 tahun 2018 secara resmi dibuka hari ini oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko Kepala SKK MigasAmin Sunaryadi, serta Presiden IPA Ronald Gunawan.

Konvensi dan pameran yang tahun ini mengambil tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness” tersebut menggarisbawahi perlunya upaya meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia di level global sebagai salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para pemangku kepentingan di sektor ini.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden IPA, Ronald Gunawan, menekankan tema IPA Convex tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi hulu migas Indonesia yang terus mengalami penurunan produksi sehingga membutuhkan investasi untuk menemukan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi dan EOR. Di sisi lain, persaingan global untuk menarik investasi migas berlangsung sangat ketat sehingga diperlukan peningkatan daya saing Indonesia secara global.

“Dalam World Energy Outlook 2017 oleh International Energy Agency (IEA), minyak dan gas bumi masih akan tetap menjadi energi utama di dunia dalam 20-30 tahun ke depan, dimana porsi energi dari migas masih di atas 50%. Di Indonesia, Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 menetapkan target porsi energi dari migas di tahun 2050 adalah sebesar 44% dari total energi nasional. Dari data ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa minyak dan gas bumi masih menjadi tulang punggung energi nasional dalam 20-30 tahun ke depan,” papar Ronald.

Tantangan Indonesia, imbuhnya, juga terkait dengan status Indonesia yang telah menjadi negara net importir minyak bumi sejak tahun 2002. Dengan terus menurunnya produksi migas nasional, diperkirakan Indonesia akan menjadi net importir untuk gas di tahun 2022.

“Untuk mengatasi ketimpangan ini diperlukan investasi besar dalam melakukan eksplorasi guna menemukan sumber-sumber migas yang baru. Ini adalah sebuah tantangan yang besar karena eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru telah  bergeser ke daerah frontier dan laut dalam yang memerlukan investasi awal cukup besar dan teknologi yang tinggi,” urainya.

IPA menyadari bahwa berbagai perbaikan dan penyelarasan kebijakan untuk industri migas telah dilakukan Pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah telah merevisi, menerbitkan aturan baru, atau bahkan memangkas aturan yang dianggap menghambat operasional. “Kami mengharapkan agar perbaikan iklim investasi migas di Indonesia ini terus dilanjutkan sehingga dapat meningkatkan jumlah serta mempercepat proyek-proyek migas untuk berpoduksi,” ujar Ronald.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, pun menggarisbawahi peran industri hulu migas sebagai salah satu kontributror pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karenanya pemerintah terus berusaha untuk melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kemudahan proses bisnis di Indonesia dengan mengurangi jumlah perijinan serta reformasi birokrasi dilakukan demi mendorong investasi di Indonesia.

Meskipun kontribusi sektor migas ke penerimaan negara menurun, namun tidak dapat dipungkiri bahwa industri ini tetap merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi katalisator perkembangan daerah melalui efek bergandanya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi menyatakan bahwa diperlukan komunikasi dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan di industri hulu migas agar dapat meningkatkan daya saing industri hulu migas Indonesia. “Kami yakin bahwa industri migas akan tetap ada di Indonesia karena permintaan global yang terus meningkat. Industri menghadapi tantangan yang memaksa kita semua untuk menjadi kreatif dan inovatif dalam melakukan efisiensi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Pada tahun ini, IPA Convex memperkenalkan sesi baru yang khusus membahas mengenai teknologi, yaitu Technology Session. Ada beragam topik diskusi yang akan dibahas, meliputi 1) Governments on Innovation of New Technology Improvement, 2) Impact of Digital Internet of Things in the Upstream Oil and Gas, 3) New Business Model in Gross Split System, dan 4) Technology for Decommissioning.

Selain sesi diskusi, IPA Convex juga tetap mengadakan sesi technical program (TPC) yang diikuti ratusan kalangan muda Indonesia baik mahasiswa maupun professional. Ada sebanyak 119 karya ilmiah dan 71 poster yang akan dipresentasikan dalamtechnical session dan poster session. Dari sisi peserta konvensi, tercatat ada lebih dari 1.500 peserta dan 116 perusahaan peserta pameran yang turut serta pada IPA Convex 2018. (r/bpn)

First Media Kini Hadir di Medan

BALIPORTALNEWS.COM, MEDAN – PT Link Net, Tbk pemimpin dan pioneer di industri TV kabel dan Internet broadband di Indonesia dengan brand First Media, secara resmi meluncurkan layanannya di kota Medan pada Kamis (3/5/2018) kemarin.

Peresmian layanan First Media yang berlangsung di Hotel Aryaduta dilakukan oleh Marlo Budiman, Presiden Direktur PT Link Net, Tbk beserta eksekutif PT Link Net, Tbk. First Media memahami peran dan kontribusi kota Medan terhadap percepatan ekonomi Indonesia, dan pentingnya infrastruktur jaringan Broadband untuk memastikan keberlanjutan serta keberadaan kebutuhan perumahan, perusahaan dan pemerintah di tengah-tengah transformasi digital yang dinamis dengan produk dan layanan ISP premiumnya yang kompetitif dan superior, internet broadband tercepat dan unlimited hingga 1Gbps, lebih dari 100 saluran dan TV High Definition (HD) yang paling banyak ditawarkan di Indonesia dengan 70 HD channels, 4K channels, juga Value Added Service (VAS).

Pengembangan telah dimulai dari tahun 2017, dimana pada kuartal I 2018 First Media telah memiliki 17.455 homes passed yang dibangun di daerah strategis, dan akan bertambah menjadi 45.973 pada akhir tahun 2018, dan mencapai 85.973 pada tahun 2020. Di Medan, First Media akan menawarkan produk dan pelayanan yang sama dengan kota lainnya di Indonesia: layanan super speed home broadband dan superior pay TV, “X1-4K Smart Box” dan “X1 Smart Box PRIME” (Android set-up-box terbaru dan Google 7.0 Nougat), dilengkapi dengan fitur Google Chromecast yang memungkinkan pelanggan untuk dapat menampilkan gambar yang ada di Smartphone ke TV secara langsung (Throw Content).

Selain itu, Smart Box X1 Prime memberikan pilihan untuk menikmati hiburan dengan kualitas 4K Ultra HD yang membuat tontonan seperti nyata (life-like images) dengan ketajaman dan warna yang luar biasa. Ini adalah fitur tambahan yang sudah ada dan terkenal “7 day’s catch-up”, “PVR” (rekaman), “VOD”, yang memperkaya pengalaman hiburan TV (tayangan) di rumah. Kami juga memiliki layanan OTT di rumah “FirstMediaX” (FMX) – layanan TV dimana saja sehingga pelanggan dapat menikmati tayangan favorit mereka dimana saja (on-the-go); Kerjasama OTT dengan HOOQ dan CATCHPLAY untuk memperluas daftar pilihan film First Media.

Satu lagi yang penting adalah “Smart Living” dari First Media untuk digital household yang membutuhkan keamanan, kenyamanan dalam sentuhan jari melalui gadget yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

“Perluasan layanan ke Medan merupakan bagian dari strategi ekspansi First Media di wilayah Sumatera. Kota Medan saat ini menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi pulau Sumatera. Berdasarkan data BPS pada Mei 2017, kota Medan menyumbang sebesar 1,41% dari ekonomi Indonesia. Kehadiran layanan First Media di kota Medan diharapkan ikut mendukung program pemerintah dalam memajukan ekonomi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital yang sekarang ini semakin penting bagi Indonesia. Cable roll out sudah dimulai sejak Juni 2017. Kami akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah ini dan Indonesia secara keseluruhan dengan menyediakan infrastruktur internet broadband dan TV via kabel sebagai bagian komitmen kami meningkatkan konektivitas masyarakat Indonesia,” ungkap Marlo.

Kota Medan, saat ini populasi penduduknya mencapai 2,2 juta orang, menjadikannya kota keempat terbesar di Indonesia. Jumlah pengguna internet di Medan saat ini mencapai 994.000 pengguna internet (data Nielsen, November 2017). Selain itu kontribusi yang besar untuk ekonomi Indonesia menjadikan kota Medan menjadi pusat pertumbuhan untuk pulau Sumatera. Konektivitas saat ini menjadi syarat bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Terutama dengan prospek ekonomi yang sudah mulai bertumpu pada ekonomi digital yang di tahun 2018 diperkirakan mencapai 8,5% dari PDB Indonesia (data Indef tahun 2017) dan berpotensi terus naik secara signifikan. Membuat semakin penting hadirnya infrastruktur jaringan yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

“Posisi Medan sebagai pusat bisnis dan pendidikan di pulau Sumatera, menjadi salah satu poin penting bagi First Media. Kami ingin terlibat lebih jauh untuk ikut mengembangkan kota ini dengan menyediakan infrastruktur internet dan juga menyediakan hiburan terbaik,” tutup Marlo. (r/bpn)

Produk Perajin Denpasar Diminati Pengunjung Inacraft 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR  – Ragam corak hasil kerajinan di Kota Denpasar memang memiliki daya tarik tersendiri di mata masyarakat luas. Hal ini terbukti saat gelaran International Handicraft (Inacraft) tahun 2018, dimana stand Dekranasda Kota Denpasar menjadi salah satu yang ramai dikunjungi. Hingga pelaksanaan hari ketiga, pengunjung tampak silih berganti melihat dan membeli hasil kerajinan ibu Kota Provinsi Bali ini pada Ajang Inacfart tahun 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Ditengah ramainya pengunjung di Stand Dekranasda Kota Denpasar, Hadir langsung untuk memberikan dukungan dan monitoring perajin, Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Ny. Antari Jaya Negara serta OPD terkait usai menghadiri Kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.  Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara turut berbaur melihat produk kerajinan dan tak jarang ikut serta mempromosikan kepada para pengunjung event tahunan kerajinan dan produk unggulan ini.

Diwawancarai sembari membawa produk endek yang merupakan ciri khas Kota Denpasar, Jaya Negara menjelaskan bahwa jika di lihat dari beberapa pameran yang telah berlangsung, produk kerajinan Provinsi Bali khususnya Kota Denpasar memang sangat diminati masyarakat. Tidak hanya masyarakat lokal Denpasar dan Bali, hampir seluruh masyarakat Indonesia turut mencari produk kerajinan Kota Denpasar karena diyakini unik dan elegan.

“Perajin Denpasar patut berbangga karena hasil kerajinanya memiliki ciri khas tersendiri yang tentunya menjadi keunggulan, sehingga di berbagai ajang pameran baik sekala nasional maupun internasional Produk Kerajinan dari Denpasar tetap mendapat pasar yang potensial,” jelasnya.

Lebih lanjut ditekankan, dengan adanya keunggulan baik corak maupun kualitas, perajin di Denpasar harus tetap berinovasi agar tidak kalah saing kedepanya. “Saat ini banyak yang mencari kerajinan endek dari Denpasar, dari sana kita dapat menghasilkan berbagai kerajinan yang berkombinasi dengan kerajinan endek, seperti sandal endek, surface desain endek 100 persen handmade, tas endek dan lain sebagainya,” paparnya.

Salah seoarang pengunjung Dani Supraba asal Yogyakarta mengaku memiliki ketertarikan sendiri dengan kerajinan asal Bali khususnya Kota Denopasar. Endek Denpasar sama halnya seperti batik Yogyakarta yang merupakan ciri khas daerah. “Produknya bagus dengan corak-coraknya yang khas dan elegen digunakan dimana saja sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi semua kalangan,” pungkasnya.

Sementara salah seoarang Perajin surface desain endek 100 persen handmade, AA. Istri Pramanaswari mengaku produk sandal dan sepatu banyak diminati masyarakat baik dari Jakarta maupun luar Jakarta yang juga tentunya dapat secara langsung menjadi ajang promosi.

Hingga pelaksanaan hari ketiga, adapun  ketujuh perajin yang terdiri atas Perajin Anyar, D’Sandek, Agung Bali, Puri Silver, Novi Batik, Sudana Silver, Mudita Silver keseluruhanya rata-rata mampu meraup omset Rp. 5 – 10 Juta. Dengan beragam produk yang meliputi endek lukis, kerajinan bordir, tenun ikat endek, sandal endek, asesoris, tas anyaman endek, sandal kulit, silver, serta kebaya dan tenun yang  merupakan kerajinan khas dari Kota Denpasar. (humas-dps/bpn)

Pemkot Denpasar Dukung Perajin Pada Inacraft 2018

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – International Handicraft (Inacraft) yang merupakan ajang pameran produk kerajinan terbesar di Indonesia ini kembali digelar. Kegiatan yang berlangsung dari 25-29 April ini menjadi kesempatan bagi Pemkot Denpasar untuk menampilkan ragam produk hasil kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Denpasar.

Tahun 2018 ini, terdapat tujuh perajin yang tergabung di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar dibawah binaan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Denpasar terlibat dalam gelaran Inacraft yang di buka secara resmi Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla didampingi, Mentri Koperasi dan UKM RI, AA Gede Ngurah Puspayoga, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Ny. Mufidah Jusuf Kala, Rabu (25/4/2018) di Jakarta Convention Centre, Jakarta.

Ajang pameran perajin Denpasar dalam Inacraft ini mendapat dukungan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Kerti Rai Iswara, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, dengan mendukung langsung stand pameran perajin binaan Pemkot Denpasar.

Tampak Ny. Kerti Rai Iswara berbaur bersama perajin di stand pameran Inacraft  serta ikut mempromosikan produk kerajinan Denpasar kepada banyaknya pengunjung di stand Dekranasda Kota Denpasar. “Kami melibatkan para perajin dan juga Wirausaha Muda yang ada di Kota Denpasar ,” ujar Ny. Kerti Rai Iswara.

Adapun produk yang dipamerkan ketujuh perajin UMKM Kota Deanpasar meliputi endek lukis, kerajinan bordir, tenun ikat endek, sandal endek, asesoris, tas anyaman, sandal kulit, silver, serta kebaya dan tenun. Dimana keselurunan produk yang dipamerkan ini merupakan kerajinan khas dari Kota Denpasar.

Dengan adanya pemeran Inacraft yang diikuti perajin Kota Denpasar ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan ragam corak dan motif kerajinan Denpasar di tingkat Nasional. Seperti tenun ikat endek yang menjadi salah satu produk pameran yang memiliki nilai lebih dalam keberagaman dunia fashion saat ini namun tetap menjaga kearifan lokal yang ada. Disamping mempromosikan produk kerajinan, dari sjang ini perajin diharapkan dapat menggali ide maupun melihat peluang-peluang dalam meningkatkan inovasi produk kerajinan.

“Kami berharap perajin memanfaatkan event ini menjadi sebuah ajang promosi tingkat nasional bahkan internasional. Dan yang tak kalah penting lagi adalah memperkenalkan ciri khas, keunikan serta keunggulan produk kerajinan dari Kota Denpasar,” ungkap Ny. Kerti Rai Iswara.

Hal senada disampaikan Kadis Koprasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena yang menekankan agar UMKM yang berkesempatan berpameran di Inacraft tahun 2018 ini untuk memanfaatkanya sebagai ajang promosi. Hal ini lantaran gelaran  Inacraft ini bukan lagi merupakan event dengan sekala nasional, melainkan internasional dengan sajian pameran krrajinan terbesar dan terlengkap di Indonesia.

“Kedepanya kami di Pemkot Denpasar khususnya Dinas Koperasi dan UMKM berharap agar seluruh pengerajin di Kota Denpasar dapat secara bergiliran berpameran di ajang Inacraft ini, sedangkan untuk perajin yang sudah pernah ikut agar mengupayakan pameran secara mandiri dengan berbagai inovasi yang terus digalakkan. Bahkan pada ajang Inacraft tahun 2018 ini banyak perajin Denpasar yang berpameran secara mandiri,” paparnya.

Salah seoarang perajin Sandal Endek Kota Denpasar, AA. Istri Pramanaswari mengaku mendapatkan kesempatan berharga dilibatkan dalam agenda pameran Nasional ini. Meski rutin mengikuti ajang pameran di Denpasar namun ini menjadi tantangan tersendiri menampilkan produk-produk terbaru sandal dan sepatu di ajang Inacraft 2018. Menurutnya produk sandal dan sepatu banyak diminati masyarakat baik dari Jakarta maupun luar Jakarta yang juga tentunya dapat secara langsung menjadi ajang promosi.

Pameran kerajinan yang mengangkat tema sentral Colouring The World dengan total stand mencapai 1.408 dengan 1.700-an perusahaan dan perajin tersebut ditargetkan dapat menarik 4.500 pengunjung per hari. Panitia penyelenggara berharap Inacraft tahun 2018 dapat menghasilkan transaksi ritel Rp 145 miliar. (ags.pur/humas-dps/bpn)

Jaya Negara Resmikan Gerai Ke-16 Sang Pisang Kaesang Pangarep di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Plt. Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara resmikan gerai Sang Pisang yang ke-16 di Denpasar milik putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, di Ruko Graha Merdeka Unit C, Renon, Denpasar, yang ditandai dengan pemotongan pita.

“Rasa pisang ini enak, lembut dibibir dan sangat cocok untuk anak muda maupun anak-anak. Bahkan pisang olahan Sang Pisang pas di lidah orang tua. Saya tadi sudah mencoba salah satu varian rasa, dan tadi yang saya coba rasa alpukat, setelah mencoba, saya pingin menambah lagi,” ungkapnya, pada Sabtu, (21/4/2018). Selain mencobanya sendiri, Plt. Walikota Jaya Negara juga sempat mebagikan satu kotak Sang Pisang miliknya kepada anak-anak yang hadir disana sembari menyuapkan sepotong kue pisang tersebut kepada anak-anak. Suasana pun menjadi terasa hangat dan kekeluargaan dalam opening gerai ke-16 Sang Pisang di Denpasar ini.

Plt. Walikota Jaya Negara menambahkan, potensi kuliner di Denpasar saat ini sudah berkembang pesat, apalagi kuliner-kuliner lokal. Dengan banyaknya bermunculan kuliner seperti ini pasti akan menambah lapangan kerja di Denpasar dan juga untuk memacu semangat para generasi muda yang ingin membuat usaha khusunya di bidang kuliner.

Sementara itu, Kaesang Pangarep mengatakan salah satu alasan memilih pisang sebagai produk kulinernya karena buah pisang mudah di dapat di Indonesia. Untuk bahan baku pisang yang digunakan di gerai ini diambil langsung dari Bali. “Iya dari Bali, apalagi di Bali jenis pisangnya banyak,” kata anak bungsu Presiden tersebut. Ia mengatakan gerai Sang Pisang yang dibuka di Kota Denpasar ini merupakan yang ke-16. “Kami menargetkan untuk membuka sebanyak 300 gerai pada tahun 2018. Selain di Denpasar sebagai gerai pertamanya di Bali, cabang lain juga akan dikembangkan lagi di wilayah Singaraja maupun Karangasem. Dan setelah ini akan dibuka di Bogor, Palembang, Jambi dan Pekanbaru,” katanya.

Kaesang mengungkapkan, gerai Sang Pisang sudah dibuka di beberapa kota, seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Lampung, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Pare-pare. “Salah satu tujuan membuka banyak gerai di seluruh Indonesia untuk menjaring tenaga kerja yang banyak pula,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan namanya Sang Pisang, menurut Kaisang nama ini di ambil namanya sendiri dari kata Sang, karena namanya bagus. “Namanya sang pisang dari nama saya, namanya bagus kan,” jelasnya Kaesang sambil melempar senyum. Seperti diketahui pisang nugget Sang Pisang dihadirkan dalam varian rasa cokelat, green tea, vanila, tiramisu, strawberry, blueberry dan avocado. Dengan harga per kotak Rp 20.000. (ays’/humas-dps/bpn)

Perizinan Terpadu Berdampak Pada Peningkatan Daya Saing Industri Migas

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Birokrasi yang panjang dan cenderung menghambat investasi masih menjadi keluhan bagi dunia usaha. Kendati pemerintah sudah meluncurkan 17 paket kebijakan ekonomi, namun hal tersebut belum menyentuh industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Sektor yang mempengaruhi puluhan industri penunjang dan industri pengguna lainnya tersebut masih dipusingkan dengan birokrasi dan regulasi untuk melakukan kegiatan operasionalnya. Padahal, kepastian peraturan dan kebijakan pemerintah yang berdaya saing merupakan hal yang sangat penting bagi investor hulu migas untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Kepala Divisi Formalitas Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Didik Suseno Setyadi, saat ditemui di Jakarta, Kamis (18/4/2018) kemarin, mengakui perlunya penyederhanaan perizinan untuk menarik investasi migas demi meningkatkan geliat eksplorasi dan produksi migas. “Investasi di sektor migas membutuhkan modal cukup besar dan investor akan sangat detil memperhitungkan nilai keekonomian proyek. Kepastian durasi pengurusan perizinan dan sinkronisasi aturan sangat berpengaruh terhadap penghitungan nilai keekonomian proyek. Penyederhanaan perizinan menjadi krusial terutama di saat kondisi harga minyak dunia mulai kembali menanjak seperti sekarang ini, dan konsumsi bahan bakar minyak nasional juga terus meningkat,” ujarnya.

Ditambahkan, dia berharap implementasi Peraturan Presiden No. 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha, khususnya penerapan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (Online Single Submission/OSS) dapat berjalan cepat dan serentak.

Saat ini banyak perizinan di tingkat nasional yang sudah diserahkan pada sistem Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan dibuat secara online. Selain itu, beberapa peraturan yang dianggap tidak diperlukan juga telah dihapuskan atau digabung dengan peraturan lainnya.

Hanya saja, penyederhanaan hingga pemangkasan perizinan di sektor hulu migas tersebut masih terbatas pada instansi tertentu, yaitu dalam lingkup Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Padahal, perizinan yang terkait pada hulu migas sangat banyak melibatkan kementerian/ lembaga pemerintah lainnya, bahkan hingga pemerintah daerah.

“Keberadaan PTSP ini akan maksimal jika semua urusan administratif dari Kementerian/ Lembaga diserahkan kepada PTSP, dan yang bersifat teknis dipegang otoritas kemeterian/lembaga yang berwenang. Hal itu akan lebih memangkas waktu pengurusan sehingga dapat membantu investor memproyeksi kegiatan operasional mereka secara lebih tepat,” paparnya.

Perizinan merupakan salah satu tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya, bila tak ingin krisis energi melanda Indonesia. Tanpa adanya eksplorasi baru dan angka produksi migas yang relatif terus menurun, dikhawatirkan cadangan migas nasional akan segera habis. Perijinan dan ketidakpastian aturan merupakan salah satu penyebab berkurangnya kegiatan ekplorasi migas saat ini.

Mulai dari tahap awal pada masa survei dan eksplorasi hingga pascaproduksi, setiap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) harus mengurus ratusan jenis perizinan dari berbagai instansi pemerintah, baik di level pusat hingga daerah. Sebagai catatan, ratusan perizinan yang harus diurus oleh KKKS tersebut tersebar di 18 instansi dan lembaga pemerintahan.

Didik mencontohkan, eksplorasi di kawasan hutan harus diawali dengan pengurusan izin pinjam pakai. Untuk mendapatkan izin ini, harus ada dulu izin lingkungan yang didahului oleh analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Setelah AMDAL digenggam, lanjutnya, kontraktor harus mendapatkan rekomendasi gubernur dan bupati atau wali kota, untuk bisa melanjutkan pengurusan izin berikutnya. “Alhasil waktu mengurus izin menjadi tidak jelas karena banyak instansi yang harus ditemui. Bila kami kalkulasi, lama pengurusan bisa mencapai waktu 6 bulan, 1 tahun, bahkan ada yang 2 tahun baru bisa (berlanjut) diproses di kementerian terkait,” ungkap Didik.

Dia berharap, adanya Perpres 91 Tahun 2017 dapat mewujudkan proses perizinan yang lebih terpadu, mudah, dan transparan mulai dari tingkat Pemerintah Pusat hingga daerah. Sehingga hal tersebut pada akhirnya dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sektor hulu migas Indonesia di tataran global. (r/bpn)

Geliat Pemasaran Ragam Produk UMKM Denpasar Di Smesco

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Galeri produk usaha kecil dan menengah (UMKM) di gedung SME Tower atau Smesco, Jalan Jenderal Gatot Subroto sudah berdiri sejak lama. Ferbruari 2018 Smesco Jakarta di re-launching oleh Menteri Koperasi dan UMKM RI A.A Puspayoga sebagai upaya lebih memaksimalkan penataan dan promosi produk-produk lokal unggulan.

Kunjungan pekan informasi Pemerintah Kota Denpasar bersama awak media ke Smesco Jakarta Sabtu (15/4/2018) lalu merupakan kesempatan istimewa terlebih ketika produk lokal hasil karya UMKM Kota Denpasar juga dipamerkan.

Secara khusus, kunjungan ini disambut oleh Ny. Bintang Puspayoga dan Ny.  Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang sekaligus memperkenalkan ragam produk dan kerajinan yang dipanerkan di Smesco Indonesia. Pekan informasi Pemkot Denpasar yang dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Denpasar Made Toya mengatakan kehadiran di Smesco untuk melihat lebih dekat produk-produk perajin dan UMKM yang dipamerkan. Bali dan Denpasar salah satunya dapat kita lihat produk perajin dengan berbagai corak dan warna.

“Kami hadir bersama awak media yang nantinya dapat menjadi ajang penyebar luasan informasi tentang ragam produk perajin yang dipamerkan, serta pekan informasi ini menjadi ajang bertukar pikiran antar instansi pemerintahan di daerah,” ujarnya Made Toya.

Lebih lanjut dikatakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah  (UKM) Kota Denpasar terus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki baik SDM maupun kualitas produk lokal yang dikembangkan. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan, perekonomian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Dirut Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi mengatakan sangat senang menerima kunjungan Pemkot Kota Denpasar dan memperlihatkan produk UMKM Kota Denpasar yang turut serta dipamerkan di sana. “Terima kasih untuk kunjungannya, produk Kota Denpasar seperti kain dan kerajinan juga menjadi  display  kami yang mewakili 34 provinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Diketahui bahwa produk yang dipamerkan adalah produk  ungggulan dari masing-masing provinsi yang bekerjasama dengan dekranasda masing-masing provinsi (dev’pur/humas-dps/bpn)

IPA Convex 2018: Perlunya Peningkatan Daya Saing Industri Migas Nasional

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Upaya meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia di level global menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para pemangku kepentingan di sektor ini. Hal tersebut salah satunya yang mendorong Indonesian Petroleum Association (IPA) mengusung tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness” dalam penyelenggaraan Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 (“IPA Convex 2018) yang akan digelar pada 2-4 Mei 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

“Tema Convex tahun ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi sektor hulu migas Indonesia yang ada sekarang, yaitu ketatnya persaingan investasi migas secara global,”ungkap Presiden IPA Ronald Gunawan dalam sambutannya saat konferensi pers jelang pelaksanaan IPA Convex 2018 yang digelar di Lobby Lounge Bimasena, The Dharmawangsa Hotel Jakarta, Kamis (12/4/2018) lalu.

Lebih lanjut, dia memaparkan, pada IPA Convex 2018 akan terdapat tiga sesi Plenary dan satu sesi Special, yang akan menghadirkan sejumlah pembicara, baik dari dalam maupun luar negeri. Di mulai dari sesi pertama pada hari pertama, berjudul “Mapping Global Oil and Gas Investment Competitiveness“.

Kemudian, sesi kedua di pagi hari mengambil topik berjudul “How Countries Maintain and Improve Their Global Oil and Gas Investment Competitiveness“, dan siang harinya, yaitu sesi ketiga berjudul “Aligning Policies to Achieve Indonesia’s Energy Plan“. Terakhir, di hari ketiga pagi harinya terdapat sesi special yang mengambil judul “Improving Indonesia’s Gas Business from Upstream to Downstream“.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia atau Chairperson IPA Convex 2018, Novie Hernawati, mengungkapkan adanya optimisme terhadap peningkatan daya saing industri hulu migas Indonesia untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, serta berdaya saing. “Pada acara IPA Convex tahun ini, kami berupaya mencerminkan upaya yang dilakukan industri untuk menghadapi tantangan yang ada demi meningkatkan daya saing migas Indonesia di level global, salah satunya dengan menerapkan beragam inovasi dan teknologi dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang ada,” jelasnya.

Khusus mengenai teknologi dan inovasi, papar Novie, pada IPA Convex kali ini akan terdapat sesi yang membahas mengenai teknologi, atau disebut technology session. Adapun empat topik mengenai teknologi tersebut yaitu: 1) Governments on Innovation of New Technology Improvement, 2) Impact of Digital Internet of Things in the Upstream Oil and Gas, 3) New Business Model in Gross Split System, dan 4) Technology for Decommissioning.

Sementara untuk menggambarkan adanya efek berganda (multiplier effect) dari industri migas, lanjutnya, akan terdapat dialog antara para tokoh masyarakat dari daerah penghasil migas yang merasakan dampak positif dari keberadaan industri migas dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada acara pembukaan IPA Convex 2018.

Untuk itu, menurut Novie, Panitia IPA Convex 2018 sangat berharap Presiden Joko Widodo dapat hadir dan berdialog dengan tokoh-tokoh masyarakat, serta sekaligus membuka secara resmi IPA Convex 2018, Rabu (2/5). Kehadiran Presiden Joko Widodo diyakini dapat mempertegas komitmen Pemerintah Indonesia sebagai salah satu seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia. (r/bpn)

Pemprov Bali Optimis Perda Insentif Menarik Investor ke Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Kepada Masyarakat dan/atau Penanam Modal, telah disetujui Dewan pada Rapat Paripurna ke-2 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan ke-I Tahun Sidang 2016, Kamis (14/1/2016).

Sejak ditetapkannya Perda tersebut, sudah dilaksanakan sosialisasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali. “Sudah disosialisasikan, baik saat di pertemuan-pertemuan forum diskusi dengan masyarakat dan pemodal maupun dalam pertemuan dengan akademisi,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra dalam Siaran Persnya, Jumat (13/4/2018).

Ditambahkannya, dengan adanya Perda Insentif ini diyakini akan menarik investor baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk itu pihaknya memastikan implementasi Perda ini harus sudah dilaksanakan apalagi Peraturan Gubernur Bali Nomor 74 Tahun 2017, tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Kepada Masyrakat dan/atau Penanam Modal.

“Peraturan Gubernur yang mengatur pelaksanaan Perda Insentif ini sudah ditetapkan tanggal 7 Desember 2017 dan sudah dipublikasikan melalui website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali. Jadi sudah ada yang mengatur pelaksanaannya,” tegas Dewa Mahendra.

Terbitnya Pergub ini juga dibarengi dengan terbitnya Keputusan Gubernur Bali No. 1972/03-X/HK/2017, tentang Pembentukan Susunan Keanggotaan Tim Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha Provinsi Bali. Tugas Satgas ini diantaranya membentuk layanan pengaduan dan pusat informasi, serta melakukan penyelesaian hambatan-hambatan dalam perizinan.

Diakui, Perda yang mengatur tentang insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan penanam modal ini sangat strategis dalam menarik investor ke Bali. Perda ini merupakan jaminan kepastian berusaha dan kepastian hukum bagi investor yang menanamkan modal di Provinsi Bali. Insentif yang dimaksud berupa kemudahan dalam berinvestasi, baik secara fiskal maupun non fiskal.

“Ada beberapa kriteria investor yang medapat insentif ini, yaitu yang bisa menyerap tenaga kerja lokal minimun 75 persen, mau berinvestasi di daerah yang pertumbuhan ekonominya masih kurang, mau bekerjasama dengan UMKMK. Misalnya kalau hotel bisa kerjasama untuk seragamnya dengan UMKM atau perlu pupuk untuk taman bisa kerjasama dengan SIMANTRI. Jadi investor itu benar-benar akan menguntungkan bagi Bali,” jelas Dewa Mahendra.

Di bagian lain, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, IB Made Parwata membenarkan Perda Insentif ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat maupun penanam modal. Baik pada saat dilakukan penyusunan Perda maupun dalam forum diskusi dan juga pertemuan akademisi, seperti saat Seminar Nasional di Unversitas Warmadewa beberapa waktu lalu. Selain itu, telah dipublikasikan pula dalam website DPM PTSP Provinsi Bali sehingga memudahkan diketahui investor.

Parwata menambahkan, untuk menjamin pelaksanaan Perda ini, pihaknya sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) dalam rangka percepatan pelaksanaan berusaha di Provinsi Bali. “Jika ada kendala-kendala akan ada Satgas yang membantu. Sekda sebagai ketua dan Inspektur sebagai ketua harian. Jadi apabila dalam mengurus perijinan dipersulit silakan melaporkan ke Satgas,” katanya. (humas-bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
14PelangganBerlangganan