Bupati Tabanan Dukung Festival Kerambitan II

BALIPORTALEWS.COM – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan dukungannya atas rencana penyelenggaraan Festival Kerambitan II/2016. Festival kali ini bertema “Vasudeva Kutumbakam Living in Peace and Harmony”, yang akan berlangsung mulai 7 – 9 Oktober 2016.

Tim Festival Kerambitan II 2016, yang dipimpin Camat Kerambitan I Gede Sukanada, Rabu (14/9/2016), mengungkapkan, Festival Kerambitan II 2016 merupakan lanjutan dari Festival Kerambitan I 2015. Kali ini akan berlangsung di Lapangan Umum Desa Kerambitan, dengan menonjolkan salah satu seni ciri khas dari Kecamatan Kerambitan, yaitu okokan dan tektekan.

“Kedua kesenian tersebut akan digabung menjadi satu kesatuan, yaitu pagelaran okokan dan tektekan massal. Acara tersebut juga didukung seluruh potensi seni dan budaya di Kerambitan,” ujar Sukanada.

Sementara Bupati Eka mengatakan, selain menanamkan rasa bangga terhadap seni dan budaya, serta adat istiadat, juga berharap agar festival yang serupa diadakan di setiap kecamatan di Kabupaten Tabanan. Tujuannya untuk mengangkat potensi di daerah masing-masing, baik seni dan budaya, adat istiadat, potensi kulier, dan lain sebagainya.

“Saya berharap, dengan adanya event ini bisa membangkitkan rasa cinta kasih dan sayang masyarakat Kerambitan terhadap daerahnya,” tegasnya.

Dengan Festival Kerambitan II 2016, juga salah satu bagian dari program revolusi mental yang digaungkan Pemerintah Republik Indonesia di bawah pimpinan Joko Widodo. “Kalau mental kita mau bagus dan baik, maka seni, budaya, dan adat istiadat harus dikembangkan. Rasa cinta, kasih, dan sayang pun harus ditumbuhkan, agar kita bangga mengenalkan seni, budaya, dan adat istiadat kita ke bangsa lain,” pungkasnya. (ita/bpn)

Puluhan Warga Yeh Malet Kaja Demo PDAM Kerambitan

BALIPORTALNEWS.COM – Gara-gara aliran air PDAM yang tersendat dalam tiga minggu terakhir, sekitar 35 warga Banjar Yeh Malet Kaja, Desa Belumbang, Kerambitan, melakukan demo ke Kantor Unit PDAM Kerambitan, di Banjar Samsaman Alas, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Selasa (13/9/2016).

Rombongan warga dipimpin Kelian Dinas Banjar Yeh Malet Kaja, I Made Mulyadi. Mereka diterima Kepala Unit PDAM Kerambitan, I Gusti Made Sukadana beserta staf. Terkait hal itu, Sukadana mengatakan bahwa tersendatnya air PDAM yang dirasakan warga tersebut karena ada gangguan di jalur transmisi dari Riang Gede.

“Gangguan dimaksud terjadi sejak sekitar dua minggu lalu, yang mengakibatkan distribusi air ke sejumlah daerah tersendat. Gangguan terjadi di jalur transmisi dari sumber mata air di Riang Gede, yaitu berupa anginan semacam ada gelembung udara yang terperangkap di dalam pipa,” ujarnya.

Permasalahan juga timbul karena debit air, yang mengakibatkan aliran air macet. Begitu juga dengan penggunaan air yang meningkat pada hari libur dan hari raya. Selain itu juga karena musim kemarau.

Penggunaan air pada hari libur atau hari raya, katanya, bisa meningkat sekitar 200 hingga 300 persen. Debit air terkadang tidak menentu, bisa besar atau kecil. “Kebetulan di Banjar Yeh Malet Kaja merupakan daerah tinggi. Jika debit air sedang kecil, maka aliran pun agak tersendat,” tukas Sukadana.

Dia berjanji akan melakukan perbaikan di lapangan. Perbaikan dimaksud adalah dengan menormalkan saluran dari Riang Gede, termasuk di distribusi jaringan. Usai mendapatkan penjelsan tersebut, puluhan warga Yeh Malet Kaja kemudian pulang dan meninggalkan halaman Kantor Unit PDAM Kerambitan. (ita/bpn)

WHDI Tabanan Wisata Spiritual ke Pulau Menjangan

BALIPORTALNEWS.COM – Peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan momen yang sangat tepat untuk lebih mendekatkan srada bakti kehadapan Sang Hyang Widi Wasa. Karena itu, para pengurus organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Tabanan memanfaatkan momen tersebut dengan mengadakan wisata spiritual ( Tirta Yatra ) ke Sembilan Pura yang ada di Pulau Menjangan, Senin (12/9/2016).

Kegiatan tersebut juga diikuti Sekkab Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa, Asisten I Sekda Kabupaten Tabanan Wayan Yatnanadi, Ketua WHDI Kabupaten Tabanan Nyonya Putriningsih Wirna dan segenap pengurus WHDI Kabupaten Tabanan yang merupakan istri pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan.

Putriningsih dalam kesempatan tersebut mengatakan Tirta Yatra yang dilakukan merupakan serangkaian peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Dirinya berharap melalui Tirta Yatra ini jalinan silaturahmi antar anggota WHDI bisa terus ditingkatkan.

“Kami berharap melalui Tirta Yatra ini, selain mampu meningkatkan srada Bakti kita kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, juga mampu mempererat jalinan silaturahmi antar anggota WHDI sehingga seluruh program kita bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Dikatakan, ibu-ibu yang tergabung dalam WHDI merupakan sosok panutan yang diharapkan mampu mengemban misi pencerah mulai dari tingkat terkecil yakni keluarga yang nantinya akan berlanjut ke masyarakat luas. “ Kami ingin ibu-ibu yang tergabung dalam WHDI bisa mengemban misi pencerah dari tingkat keluarga, karena dari keluarga yang baik akan tumbuh anak-anak yang baik yang nantinya diharapkan mampu mengisi pembangunan di daerahnya,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan Tirta Yatra ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara Pemkab Tabanan dalam hal ini WHDI dengan Kementerian Agama Kabupaten Tabanan bidang pogram yang dimulai sejak tahun 2015. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Tabanan yang telah mendukung program ini sehingga kita bisa melakukan Tirta Yatra. Mudah-mudahan ke depan kerjasama ini akan terus berlanjut dan program WHDI bisa bersinergi dengan program dari Kementerian Agama Kabupaten Tabanan,” tandasnya. (ita/bpn)

Wabup Tabanan Hadiri Perayaan HUT Ke-31 Karang Taruna Dharma Kumara

BALIPORTALNEWS.COM  Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Karang Taruna Dharma Kumara, Desa Dauh Peken, Minggu (11/9/2016) malam. Hadir pula salah satu anggota DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana, Camat Tabanan IGA Supartiwi, Unsur Muspika Kecamatan Tabanan, Perbekel Dauh Peken, dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia Acara I Made Semara Putra mengatakan, HUT Karang Taruna Dharma Kumara jatuh pada 17 Agustus bertepatan dengan HUT RI, dan dilaksanakan pada Minggu (11/9/2016). Selain untuk merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI dan HUT Karang Taruna Dharma Kumara, juga bertujuan untuk membangkitkan adat mebraya (persaudaraan) bagi seluruh anggota karang taruna dan masyarakat Desa Dauh Peken.

“Dengan tema -Yang Muda yang Berkarya- semoga bisa memupuk rasa kepedulian terhadap sesama maupun juga terhadap lingkungan, serta menumbuhkan rasa sosial dan kecintaan terhadap daerah, menuju Desa Dauh Peken yang maju,” jelasnya.

Sementara dalam sambutan Wabup Sanjaya mengaku bangga melihat pemuda Desa Dauh Peken begitu kompak dalam melakukan suatu kegiatan. Dikatakan, ini adalah suatu wujud yang mencerminkan rasa kebersamaan dan persatuan yang sangat kental antarsesama pemuda dan orangtua, serta masyarakat Dauh Peken.

“Saya selaku pimpinan daerah dan juga sekaligus salah satu orangtua dari anggota Karang Taruna Dharma Kumara ini, bukan hanya bangga, namun juga sangat bahagia melihat kalian dengan penuh semangat juang yang tinggi dalam mewujudkan kemajuan pembangunan di esa,” katanya.

Menurutnya, kehadirannya dalam perayaan HUT kali ini merupakan suatu cerminan dukungan atas kreativitas pemuda. Diharapkan, kreativitas ini muncul kepada semua pemuda di desa yang ada di Tabanan. “Berbekal motivasi dan semangat juang yang tinggi, serta rasa kebersamaan yang kental, apapun bisa kita lakukan, selama itu baik bagi perkembangan desa kita. Ini merupakan tonggak awal bagi kebangkitan Pemuda di Tabanan,” pungkasnya. (ita/bpn)

Bupati Eka Bagikan Hewan Korban dan Sembako

BALIPORTALNEWS.COM – Sehari menjelang hari raya Idul Adha, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti membagikan hewan kurban dan paket sembako kepada umat muslim di Tabanan. Ada sebelas ekor kambing dan 275 paket sembako yang disebarkan ke sebelas titik di sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan.

Hewan kurban dan sembako tersebut disalurkan secara simbolis oleh Ekalawya Educare Foundation dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, di Masjid Agung Tabanan, Minggu (11/9/2016). Hewan kurban dan paket sembako akan disebar ke sepuluh titik lainnya yang ada di masing-masing kecamatan oleh masing-masing anggota Fraksi PDI Perjuangan, sesuai daerah pemilihan.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan I Gede Suadnya Darma. Kemudian anggota Fraksi PDI Perjuangan seperti I Nyoman Suadiana, I Wayan Tamba, I Gusti Komang Wastana, I Made Suardika, dan I Made Suarta. Serta Camat Tabanan I GA Supartiwi dan Perbekel Dauh Peken.

Bupati Eka dalam pesannya menyampaikan bahwa penyerahan hewan kurban ini untuk membantu meringankan beban fakir miskin yang merayakan Idul Adha pada Senin (12/9/2016).

Hal penting lainnya yang juga melatari kegiatan ini, adalah ajaran Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. Soekarno atau Bung Karno, yang selalu menekankan Pancasila dan persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satunya dengan merawat kerukunan antarumat beragama.

“Ini juga sebagai wujud dan implementasi terhadap ajaran Bung Karno yang selalu menekankan persatuan dan kesatuan sebagai modal berdiri dan tegaknya bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Suadiana, sebelum melakukan penyerahan hewan kurban dan paket sembako secara simbolis. Kegiatan yang dilakukan Bupati Eka lewat Ekalawya Educare Foundation ini sebagai salah satu upaya untuk merawat kerukunan antarumat beragama di Tabanan.

“Saling menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama ini sangat penting untuk dilakukan guna membangun Tabanan. Bukan hanya kepada komunitas muslim saja, namun kepada komunitas agama lainnya seperti Hindu, Buddha, Kristen Protestan, dan Kristen Katolik. Mari kita selalu menjaga dan memelihara kerukunan tersebut,” ujarnya menghimbau. (ita/bpn)

Gubernur Bantu Dadong Sip Warga Miskin Asal Desa Mekar Sari Tabanan

BALIPORTALNEWS.COM – Menindaklanjuti pemberitaan di media sosial tentang Ni Wayan Sip (72), seorang nenek kurang mampu asal Br. Peneng, Desa Mekar Sari, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan,  direspon cepat Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Gubernur mengirim tim Humas Pemprov Bali sebagai kunjungan awal ke rumah Dadong Sip, Jumat (9/9/2016).

Dadong Sip hidup seadanya seorang diri di rumahnya yang berdinding anyaman bambu yang sudah reyot. Di rumah tersebut dimanfaatkan untuk segala aktifitas sehari-hari.

Dadong Sip memiliki 3 orang anak, anak pertama dan ketiga telah berkeluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu, sedangkan anak keduanya dengan kondisi gangguan kejiawaan serta suaminya telah meninggal dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dadong Sip menggantungkan hidup hanya membuat porosan yang penghasilannya tidak menentu. Serta menunggu dari belas kasihan warga sekitar.

Dalam hal tersebut Sekretaris Desa Mekar Sari, Wayan Mardika, yang kala itu ikut mendampingi tim meninjau lokasi menuturkan kondisi keluarga dadong Sip sudah terdaftar sebagai KK miskin dan sudah rutin mendapatkan bantuan beras miskin.

Selain itu keadaan rumah Dadong Sip juga sudah diusulkan ke Pemerintah Provinsi Bali untuk mendapatkan bantuan bedah rumah tapi belum juga terealisasikan.

“Dari total 1198 kk di desa Mekar Sari, 357 tergolong kk miskin. Pihak desa baru mengusulkan 17 kk, sedangkan yang telah terealiasasikan baru 7 dari Pemprov Bali dan 1 dari CSR” ujarnya. 

Tim dari Biro Humas  pada kesempatan itu menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai dan beras. Untuk bantuan selanjutnya selanjutnya, tim akan melakukan koordinasi dengan  SKPD terkait. (r/humas pemprov bali/man/bpn)

Gerakan Pramuka Jadi Wadah Pembinaan Karakter Generasi Muda

BALIPORTALNEWS.COM – Generasi Muda sering kali masih memiliki jiwa labil dan rentan  terhadap pengaruh negatif di era global saat ini . Untuk mengantisipasi hal ini diperlukan kegiatan kepemudaan yang mewadahinya dan  salah satunya melalui Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) diharap dapat menjadi media pembinaan moral, mental dan karakter generasi bangsa. Gerakan Pramuka mampu berperan aktif dan strategis mewarnai kemajuan bangsa dengan potensi tinggi, dan dapat melahirkan pramuka-pramuka sejati, yang kelak mampu melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Wagub Ketut Sudikerta saat menjadi pembina upacara sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Indonesia Scouts Challenge (ISC) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Bali di Lapangan Candi Margarana, Tabanan, Senin (29/8/2016).

Lebih jauh disampaikan Pastika  gerakan Pramuka merupakan suatu gerakan pendidikan non formal, yang bersifat sukarela, non politik, terbuka untuk semua tanpa membedakan ras, suku, bangsa dan agama. Selain juga merupakan gerakan universal yang mencakup segala lini dan terbuka untuk seluruh usia serta berbagai kalangan masyarakat.

Oleh karena itulah, pendidikan kepramukaan dinilai Pastika sebagai wadah proses pendidikan yang praktis diluar lingkungan sekolah dan diluar keluarga yang bertujuan untuk menempa karakter kepribadian pemuda sebagai generasi penerus bangsa.

Ditambahkan Wagub Sudikerta, kegiatan ISC menurutnya tidak hanya untuk mengasah diri dalam teknik-teknik scout challenge. Tetapi juga pembinaan mental dan spiritual generasi muda dalam wadah Pramuka, yang diharapkan bisa diketoktularkan kepada remaja seusianya sehingga bisa ikut menyadarkan untuk tidak berprilaku negatif seperti mengkonsumsi narkoba yang bisa sangat merusak kehidupan.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali, Ketut Wija dalam laporannya menyampaikan kegiatan Scout Chalenge dilaksanakan selama 3 hari mulai 28 s.d 30 Agustus 2016 yang merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama PT. DBL (Jawa post grup).

Kegiatan akan berlangsung di bumi perkemahan Pramuka Margarana, Tabanan, dan diperkirakan diikuti oleh sekitar 48 regu peserta (putra dan putri) yang masing-masing regu terdiri atas 10 orang pramuka Penggalang Ramu. Peserta secara keseluruhan berasal dari para pemenang lomba tingkat cabang dari 9 Kabupaten/Kota se-Bali.

Kegiatan lomba terdiri atas beberapa jenis komba diantaranya Badge Challenge, Tim Building, navigation challenge, dan sebagainya. (r/humas prov bali/bpn)

Kelengkapan Rampung, Shortcut Candi Kuning 2 Siap Dibangun Di 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Rencana pembangunan shortcut Mengwi Singaraja dipastikan segera terealisasi pada 2017,  yang akan diawali dengan pembangunan shortcut candi Kuning 2 dari sepuluh short cut yang direncanakan sesuai kajian feasibilty study (FS) yang telah dilakukan oleh Kementerian PU dan Perumahan Rakyat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wil. VIII. Dan saat ini sedang dilaksanakan kajian terhadap Detail Enginering Design (DED) dan Dokumen Lingkungan pada Shortcut Candi Kuning 1, Candi Kuning 2, Sukasada 1 dan Sukasada 2.

Dari 4 lokasi tersebut, shortcut Candi Kuning 2 diprioritaskan pembangunannya untuk mengatasi kemacetan pada musim high season yang kerap terjadi di sekitar Pasar Candi Kuning/Kebun Raya Bedugul. Apabila penyiapan lahannya rampung pada tahun 2016, pada tahun 2017 rencana pembangunan shorcut tersebut sudah bisa direalisasikan. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam Jawaban Gubernur Bali atas Pandangan Umum Terhadap Raperda Perubahan atas Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha yang dibacakan oleh Wagub Ketut Sudikerta pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali, di ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Senin (22/8/2016).

Lebih jauh dalam jawaban Gubernur Bali tersebut dijelaskan, rencana shortcut tersebut berada pada KM 49,597 sampai KM 50,469,dengan panjang 385 M, ruang milik  jalan (Rumija) 15 M, dan diperkirakan membutuhkan lahan 5.775 m2. Pembangunan Shortcut Mengwitani-Singaraja ini pada Tahun 2017 menurut Gubernur Pastika akan memperlancar mobilitas arus barang dan jasa, sehingga akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, serta memperkecil kesenjangan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara.

Hal lain yang disampaikan Gubernur Pastika kala itu, yakni terkait pengalihan kewenangan pertambangan sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, yang sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, telah ditindaklanjuti dengan menetapkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perizinan Usaha Pertambangan  yang berlaku sejak tanggal 22 Januari 2016, sebagai pedoman proses dan mekanisme melakukan kegiatan pertambangan. Pemprov pun telah melakukan pemantauan dan pembinaan kepada masyarakat, penambang Galian C, pengusaha Galian C, tokoh masyarakat bersama-sama Pemkab Karangasem.

Untuk pemenuhan kebutuhan bahan galian batuan, serta untuk menjamin kawasan pertambangan tersebut, menurut Gubernur Pastika sudah sesuai dengan rencana tata ruang, dan apabila ada peraturan perundang-undangan yang mengatur lain, maka Pemkab Karangasem terlebih dahulu perlu melakukan evaluasi dan pengkajian terhadap Perda Tata Ruang Wilayah Wilayah Karangasem. Lebih dari itu, terkait Galian C, Pastika menyatakan Kecamatan Kubu, Karangasem, sebagai pusat/sentral Galian C karena melihat potensinya yang cukup besar, serta setelah pertambangan lahan tersebut direhabilitasi untuk pengembangan komoditas pertanian khususnya holtikultura.

Terkait retribusi, Pastika menyampaikan  pengenaan tarif retribusi jasa usaha yang ditetapkan sudah didasarkan pada kajian secara komprehensif yang melibatkan Tim Pengkaji dari SKPD penghasil, dengan tetap memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian sehingga tarif yang dikenakan tidak memberatkan dan tetap memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Perluasan obyek retribusi dan peningkatan tarif retribusi pemakaian kekayaan daerah pun disetujui Gubernur Pastika, yang disertai dengan peningkatan kualitas-fasilitas pelayanan dengan penyediaan saranadan prasarana yang memadai.

Dalam sidang tersebut juga dibahas agenda lainnya yakni jawaban fraksi-fraksi DPRD Provinsi Bali atas Pendapat Kepala Daerah terhadap Raperda Inisiatif DPRD Provinsi Bali tentang Penyelenggaraan Kearsipan Provinsi. Dalam jawaban yang dibacakan oleh Anggota DPRD Provinsi Bali, I Ketut Tama Tenaya, Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Bali berpandangan bahwa dalam menghadapi tantangan globalisasi dan mendukung terwujudnya penyelenggaraan negara dan khususnya pemerintahan yang baik dan bersih, serta peningkatan kualitas pelayanan publik, penyelenggaraan kearsipan lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan harus dilakukan dalam suatu sistem penyelenggaraan kearsipan yang komprehensif dan terpadu.

Urusan kearsipan pun dipandang menjadi urusan wajib pemerintah, namun sampai saat ini masih terdapat lembaga daerah Pemerintah Daerah yang belum memiliki unit kearsipan. Untuk mengatasi hal itu, peran lembaga kearsipan Provinsi dinilai sangat strategis. Dan Gabungan Fraksi DPRD Provinsi Bali pun sependapat dengan Pastika terhadap aspek teknis penyusunan Raperda tersebut, dengan pertimbangan diantaranya penyelenggaraan kearsipan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, BUMD, Lembaga Pendidikan, dan sebagainya dilaksanakan dalam sistem penyelenggaraan kearsipan yang komprehensif, terpadu dan berkesinambungan untuk mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. (Humas Pemprov Bali)

Lopita, Bayi Lahir Cacat Asal Desa Tegalmengkeb, Selemadeg, Tabanan

BALIPORTALNEWS.COMNasib malang Ni Kadek Ayu Lopita Puspa Kirani, bocah malang yang baru berusia dua bulan sungguh memprihatinkan. Putri dari  Ni Komang Ayu Puspa Karini (19), asal Banjar Alas Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan terlahir dengan kondisi tubuh cacat  karena tidak memiliki telunjuk jari kanan dan jari tengah pada tangan kirinya.

Lebih memprihatinkan lagi, selain cacat pada tangannya, kaki kirinya juga ceking sehingga mengakibatkankan telapak kakinya membengkak. Menurut sang Ibu, waktu didalam kandungan kaki buah hatinya tersebut terlilit tali pusar dan dianjurkan harus menjalani operasi.  Kondisi bayi yang memprihatinkan ini mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang  mengutus staf humas Pemprov Bali untuk mengunjunginya, pada Selasa (9/8/2016).

Nenek  sang bayi, Ni Wayan Suarniti, menuturkan ia dan pihak keluarga hanya bisa pasrah terlebih saat ini pasca mengetahui kondisi anaknya cacat, suami putrinya (Komang Ayu, red) pergi meninggalkan Komang Ayu   di usia pernikahan yang baru menginjak tiga bulan.

 “Baru tiga bulan menikah, dia (suami-red) sudah meninggalkan anak dan  cucu saya,” ungkap  Suarniti. Komang Ayu sendiri bersama Lopita Pupita Kirani tidak ada di tempat karena  pada saat dikunjungi karena tengah memeriksakan Lopita Puspa Kirani  ke RS Sanglah.

Saat ini Komang Ayu dan buah hatinya tinggal bersama kedua orangtuanya yakni Ni Wayan Suarniti (43) dan I Wayan Sunadi Yasa (45) yang kesehariannya hanya sebagai buruh serabutan. 

Sementara Kepala Dusun Banjar Alas I Putu Sila yang mendampingi staf meninjau Lopita menuturkan bahwa pernikahan orang tua Lopita secara administrasi  maupun secara adat masih belum tuntas, mengingat yang bersangkutan baru sekedar menjalani upacara secara adat saja. Ditambahkan juga, bahwa sebelum menikah dengan ayah Lopita, Komang Ayu sudah pernah menikah dan dikaruniai satu orang putri yang bernama Ni Putu Aprina Purwakirana yang kini sudah berumur 1,3 tahun, tetapi suaminya tersebut juga pergi meninggalkannya.

Keluarga Komang Ayu termasuk keluarga kurang mampu dan pada tahun 2010, keluarga yang bersangkutan telah mendapatkan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Bali, hal senada juga dibenarkan oleh Sekretaris Desa Tegalmengkeb I Nyoman Agus Wisnaya. Untuk berobat atau pemeriksaan Lopita, Komang Ayu menggunakan JKBM.  Hingga kini, Lopita sudah tiga kali dibawa berobat ke RS Sanglah dan Dokter menyarankan Lopita untuk dioperasi..

Pada kesempatan itu, tim menyerahkan bantuan berupa beras dan sejumlah uang, sedangkan untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Sumber : Humas Pemprov Bali