Taman Kota Lumintang Kini Dihiasi Mural

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Setelah sebulan tahap pengerjaan, seni Mural atau yang lebih dikenal sebagai lukisan dinding yang mempercantik kawasan Youth Park, Taman Kota Lumintang ini sukses diselesaikan. Adapun  media seluas 200 m2 Mural ini dikerjakan oleh 10 artis dri STD Bali.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan mural ini tidak lain adalah untuk memberikan wadah bagi mereka yang menggemari seni mural dan untuk mempercantik wajah tata kota. Hal ini disampaikan Sekda Kota Denpasar AA. Rai Iswara yang sebelumnya juga berksempatan untuk turut mengaplikasikan goresan Mural dan mengapresiasi inovasi tersebut.

“Saya sangat kagum dengan kreatifitas anak-anak muda yang sangat luar biasa, ternyata karya seninya mampu memperindah Kota Denpasar,’’ ungkap Rai Iswara.

Lebih laanjut dijelaskan, kegiatan yang mengusung tema ‘Denpasar Youth and Culture’ ini merupakan desain mural yang digambar dengan konsep kolaborasi yang di dalamnya syarat akan seni dan budaya serta aktivitas positif anak muda “zaman now”.

“Jadi anak muda yang kreatif memiliki wadah dalam berkreasi, selain dapat menyalurkan idenya, mereka juga dapat mempercantik wajah Kota Denpasar,” jelasnya.

Kegiatan ini bekerjasama dengan berbagai pihak diantaranya Sekolah Tinggi Desain Bali (STD Bali), New Media College, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Denpasar, Badan Kreatif Denpasar, Badan Pemuda Kreatif Denpasar,  perusahaan Cat PT Propan Raya, serta PT. Limesoda.

Ketua HIPMI Kota Denpasar, Ari Setiyawibawa mengatakan sangat senang karena Mural sudah selesai dikerjakan dan sudah diberikan kelancaran selama proses pengerjaan. “Yang terpenting adalah senang karena teman-teman sudah diberikan kesempatan berkarya, apalagi karya ini diwadahi pada ruang publik milik Pemkot Denpasar,’’ ungkapnya.

Sementara, Dr. Acwin Dwijendra dari STD Bali dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa ini adalah bentuk kontribusi dan kolaborasi dari akademisi dan pemerintah. “Saya rasa ini adalah bentuk kontribusi kami, ditambah lagi para mahasiswa dapat mengekspresikan karya dan bermanfaat, pada intinya demikian,” ungkapnya.

“Keterlibatan anak-anak muda kreatif dalam menyelesaikan karya ini tentu akan menjadi kenangan sepanjang masa, terlebih goresan tangan mereka hadir menghiasi gari sungai Tamann Kota Lumintang,’’ tambahnya. (dev/humas-dps/bpn)

Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Denpasar Dilatih Membuat Kue

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Memahami sebagian besar ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja mempunyai banyak mempunyai waktu luang setelah mengurus rumah tangganya. Melihat potensi ibu-ibu rumah tangga tersebut Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Denpasar melatih ibu-ibu untuk membuat kue. Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 4-5 April diikuti 60 peserta di Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat telah ditutup, Kamis (5/4/2018).

Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga, Data dan Informasi Luh Emik Eka Indriyani yang mewakili Kadis P3AP2KB mengatakan pelatihan membuat kue menyasar ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja sehingga mereka diharapkan dapat membantu ekonomi keluarga. “Melalui pelatihan ini kami berharap dapat membuat kue untuk keluarga sehingga tidak sampai membeli. Lebih-lebih bisa sampai menjualnya sehingga dapat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Hal ini juga untuk pengarusutamaan gender (PUG) dalam pembangunan. Dengan demikian dapat mendorong meningkatkan kualitas hidup keluarga sehingga dapat mewujudkan keluarga sejahtera. Melalui pelatihan ini berbagai manfaat tentunya diharapkan mulai dari membantu ekonomi keluarga sampai pada meningkatkan kesejahteraan keluarga. Disamping itu diharapkan dapat membangun rumah tangga yang aktif dan kreatif sehingga ibu-ibu mempunyai kesibukan yang positif.

Lebih lanjut Luh Emik menambahkan dalam pelatihan ini ibu-ibu diberikan teori dan praktek dalam membuat kue. Dengan pelatihan ini ibu-ibu diharapkan dapat membuat kue dengan menggunakan bahan dasar yang mudah didapat dan tidak menggunakan bahan yang bisa merusak kesehatan. Dalam pelatihan ini ibu-ibu dilatih membuat kue cake tape keju, pembuatan pudding, kue lapis sampai pada pembuatan camilan kripik singkong. “Setelah pelatihan ini ibu-ibu diharapkan dapat lebih mengembangkan ide-ide kretaif dalam membuat berbagai kue dan camilan,” ujarnya. Usai pelatihan ini semua peserta mendapatkan serifikat sehingga memiliki kompetensi dalam membuat kue.

Salah seorang peserta pelatihan Ni Luh Yuni mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat. Mengingat keterampilan yang dimiliki dapat membantu ekonomi keluarga. “Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk kami sehingga diharapkan dapat membantu ekonomi keluarga. Minimal juga dapat membuat kue untuk keluarga sendiri,” ujarnya. Kedepannya Ia berharap pelatihan semacam ini lebih sering dilakukan sehingga lebih meningkatkan keterampilan dalam membuat kue.(gst/humas-dps/bpn)

132.893 Orang Telah Ikuti Vaksinasi JE di Kota Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka mencegah penyebaran virus Japanese Enchepalitis (JE), Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar telah menggelar vaksinasi JE sejak bulan Maret lalu. Memasuki bulan kedua pelaksanaan vaksinasi JE, dimana sebelumnya pada bulan Maret telah menyasar sekolah-sekolah yang berada di Kota Denpasar. Kini, pada bulan April, pelaksanaan vaksinasi menyasar Posyandu dan Banjar-banjar yang berada di Kota Denpasar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini saat dikonfirmasi Rabu (4/4/2018) mengatakan bahwa hingga saat ini vaksinasi virus JE di Kota Denpasar telah menyasar 132.893 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 26.591 orang berusia 9 bulan s/d 6 tahun, 71.563 orang berusia 7-12 tahun, 34.739 orang berusia 13-15 tahun. Kendati demikian, Diskes Kota Denpasar terus berupaya memaksimalkan dengan menyasar seluruh Posyandu dan Banjar-banjar di Kota Denpasar.  “Setelah memaksimalkan pelayanan vaksinasi JE di sekolah-sekolah, pada bulan April ini akan dilanjutkan pelaksanaan vaksinasi menyasar Posyandu dan Banjar-banjar,” jelasnya.

Sri Armini menambahkan, Diskes Kota Denpasar dalam pelaksanaan vaksinasi ini menargetkan anak-anak yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun di wilayah Kota Denpasar dapat terpenuhi.  Adapun kegiatan ini dilaksanakan menyasar 521 sekolah yang terdiri dari PAUD, TK, SD, dan SMP di seluruh wilayah Kota Denpasar, 471 Posyandu, Banjar-banjar, Puskesmas dan Rumah Sakit ini dilaksanakan mulai hari ini (kemarin) hingga 30 April mendatang. “Vaksinasi ini akan berlanjut hingga 30 April mendatang,  dan bagi masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi JE dapat melaksanakan vaksinasi di Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Sri Armini juga turut menginformasikan kepada para steakholder hingga tingkat Desa maupun Dusun  untuk memberikan sosialisasi terkait dengan pelaksanaanvaksinasi JE ini. Selain itu, pihaknya juga turut menghimbau masyarakat untuk berperan aktif untuk ikut serta dalam vaksinasi JE agar tidak terkena virus JE. “Diharapkan masyarakat pro aktif dalam mengikuti vaksinasi guna meminimalisir adanya kasus JE di Bali, khusus Kota Denpasar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Japanese Encephalitis merupakan penyakit zoonosa yang dapat menyebabkan terjadinya radang otak pada hewan dan manusia. Penyakit ini bersifat arbovirus karena ditularkan oleh nyamuk, babi, dan atau burung rawa. Manusia sendiri bisa tertular virus JE bila tergigit oleh nyamuk Culex Tritaeniorhynchus yang terinfeksi. Nyamuk golongan Culex ini banyak terdapat di persawahan dan area irigasi dan biasa beraktivitas di malam hari. (ags/humas-dps/bpn)

Pemkot Denpasar Targetkan Punya 200 Bank Sampah Tahun 2018

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Peningkatan volume sampah di Denpasar semakin hari semakin meningkat.  Untuk sampah yang dihasilkan setiap hari ditahun 2016 mencapai 850 ton per hari dan mengalami peningkatan di tahun 2017 yang mencapai 900 ton per hari. Tentunya peningkatan volume sampah ini perlu penanganan secara menyeluruh dari dari hulu sampai ke hilir. Demikian disampaikan Kabid Penanganan Sampah  dan B3 pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Adi Wiguna saat ditemui di sela-sela penyuluhan bank sampah di Denpasar Selatan, Rabu (4/4/2018)

Menurut Adi Wiguna dalam menangani peningkatan volume sampah  DLHK mendorong terwujudkan bank-bank sampah di masing-masing banjar. Tahun ini, targetnya sudah terbentuk 200 bank sampah di Denpasar. Di tahun 2017 baru terbentuk 78 bank sampah yang tersebar di seluruh Kota Denpasar.  “Dengan adanya peningkatan jumlah bank sampah yang terbentuh di tahun 2018 diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA,” ujar Adi Wiguna.

Lebih lanjut Adi Wiguna menambahkan pihaknya terus gencar melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar mau membentuk bank sampah. Dengan terbentuknya bank sampah selain dapat mengurangi volume sampah yang terbuang ke TPA juga memberikan berkah pada pengelola bank sampah itu sendiri. Selain melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat membentuk bank sampah, Adi Wiguna juga mengaku melakukan pengawasan terhadap bank sampah yang telah terbentuk. Pengawasan ini dilakukan selain untuk terus meningkatakan peran bank sampah juga menjaga agar bank sampah yang telah terbentuk tetap eksis.

Diitanya terkait pola penanganan sampah berbasis lingkungan, Adi Wiguna mengaku cukup efektif. Bahkan, penanganan sampah berbasis lingkungan mampu mengurai lebih cepat penanganan sampah dari sumbernya. “Saya kira cukup efektif pola yang diterapkan saat ini,” katanya.

Made Murah Koordinator Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan juga ketua bank sampah Kota Denpasar mengatakan selain membentuk bank sampah di banjar-banjar juga telah melakukan kerjasama dengan 13 SD dan 2 SMP serta 2 SMA yang ada di Kota Denpasar untuk membentuk bank sampah. Kedepannya Ia berharap semua sekolah yang ada di Kota Denpasar memiliki bank sampah. Ini juga menjadi salah satu indikator untuk mewujudkan sekolah bersih dan rindang dalam lomba sekolah Adiwiyata.

Bahkan menurut Made Murah masyarakat yang mengelola sampah cukup lumayan untuk mendapat keuntungan. Seperti bank sampah Denpasar seharinya mampu menampung 2 ton sampah. Dari jumlah tersebut sampah terbesar merupkan sampah plastik, kertas dan sampah organik. Semua sampah-sampah ini dapat diolah dan didaur ulang sehingga mempunyai nilai ekonomi. “Sebagian besar sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Denpasar bisa diolah kembali sehingga memiliki nilai ekonomi,” ujarnya. (gst/humas-dps/bpn)

Griya Santrian Terima Penghargaan Agoda Gold Circle Award

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR Sebagai salah satu sarana pemesanan traveling online, Agoda memberikan penghargaan bergengsi  pelaku pariwisata di dunia. Penghargaan tersebut bernama Agoda Circle Awards. Agoda telah mengumumkan Griya Santrian sebagai penerima Gold Circle Awards 2017 pada 20 November 2017. Ini merupakan kali kedua Griya Santrian menerima GCA, setelah menerima GCA pada tahun 2015.

Memasuki tahun ke-9 Gold Circle Awards, Agoda memberikan penghargaan kepada 1.522 mitra akomodasi dengan kinerja terbaik di dunia dan menunjukkan mutu pemesanan online pada bidang pariwisata yang terbaik. Bukan hal mudah untuk mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. Sedangkan di Indonesia. Sebanyak 135 mitra kerja mendapatkan penghargaan ini, mulai dari hotel hingga resort.

Setidaknya setiap mitra yang tergabung dalam Agoda harus memenuhi beberapa kriteria. Di antaranya yaitu termasuk dalam jajaran 1% hotel top di Agoda, secara konsisten memperoleh ulasan luar biasa dari pelanggan, harga yang bersaing dan ketersediaan, serta komitmen menghadirkan pengalaman pelanggan yang istimewa.

“Semoga kami senantiasa dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan untuk kepuasan para pelanggan kami,” ujar IB Sidharta Putra, General Manager Griya Santrian, a Beach Resort and Spa. “Gold Circle Award ini merupakan indikator kualitas prima yang diperlukan untuk bisa bersaing.” (r/bpn)

Desa Sanur Kauh Duta Denpasar Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Desa Sanur Kauh Kecamatan Denpasar Selatan dinilai Tim Penilai lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Bali di Gedung Madu Sedana Selasa (3/4/2018). Penilaian ini dihadiri Plt Walikota Denpasar IGN Jaya  Negara sekaligus menyambut Tim Penilai Lomba Desa Provinsi Bali didampingi oleh aparatur Desa setempat. Tidak hanya itu  Tim Penilai juga disambut dengan tarian rejang renteng dari ibu PKK Desa Sanur Kauh serta penampilan Tari Gengencekan yang dibawakan para lansia.

Plt Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Bali tepatnya di Desa Sanur Kauh Kecamatan Denpasar. Kreatifitas dan inovasi Desa Sanur Kauh dengan program-program unggulan yang melibatkan msyarakat secara aktif sangat diapresiasi. “Pada dasarnya potensi desa dapat dilihat dari bagaimana kreatifitas, inovasi dan keterlibatan masyarakat dari berbagai lini, semangat gotong royong yang harus dijaga’’ ungkapnya.

Perbekel Desa Sanur Kauh Made Ada mengatakan Desa Sanur memiliki program unggulan seperti TPS3R Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dipilah kemudian diolah kembali menjadi pupuk dan kerajinan tangan, joging track tukad loloan dan prapat beris dan BUMDES. Program pemapingan senderan dan drainase, pembinaan penduduk pendatang, hingga lomba ngelawar, Pembinaan lansia dan Pembinaan tani, formides dan formikot , kegiatan desa tangguh bencana (destana), penanganan bencana puting beliung dan penanganan pengungsi erupsi gunung agung, termasuk bidang pemberdayaan telah dilaksanakan pelatihan membuat ayam betutu, merias wajah dan sanggul bali, pelatihan tukang cukur dan merangkai bunga dan berbagai program yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Perlombaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang kongkrit tentang sejauh program pembangunan yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat Desa dan Kelurahan.

Sementara Pimpinan Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Bali sekaligus Seketaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  Pemerintah Provinsi Bali  Putu Anom Agustina mengapresiasi Plt Walikota Denpasar dan masyarakat Kota Denpasar khususnya Desa Sanur Kauh karena telah mendukung pelaksanaan kegiatan perlombaan Desa dan Kelurahan ini. ‘’Maka dari saya berharap agar lomba Desa dan Kelurahan agar tidak dijadikan beban namun dimaknai sebagai langkah kongkrit melakukan kebaikan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat,’’ harapnya. (ayu’dev/humas-dps/bpn)

Kunjungi TK Dharma Putra, Ny. Iriana Joko Widodo Apresiasi Pendidikan PAUD di Denpasar

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Karakter seorang anak ditentukan bagaimana pendidikan itu bisa diterapkan. Keluarga sebagai tempat pertama penerapan pendidikan karakter diimplementasikan oleh orang tua. Terlepas dari itu pendidikan karakter seorang anak juga ditentukan oleh guru disekolah.

Kunjungan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo didampingi Ny. Mufidah Jusuf Kalla bersama Ny. Bintang Puspayoga ke TK Dharma Putra, Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (3/4/2018) disambut langsung oleh Plt. Walikota Denpasar, I.G.N Jaya Negara bersama Sekda, A.A.N Rai Iswara, Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antarai Jaya Negara serta masyarakat yang antusias menanti kedatangan Ibu Negara beserta rombongan.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Iriana Joko Widodo berpesan kepada para anak-anak TK Dharma Putra agar mereka selalu rajin belajar, sembahyang dan berolahraga. Hal tersebut guna mewujudkan masyarakat yang cerdas secara intelektual, spiritual, dan emosional. Terlebih Bali merupakan destinasi wisata, seni dan budaya tentu semakin memperkokoh warisan budaya bangsa.

Plt. Walikota Jaya Negara mewakili seluruh masyarakat Denpasar sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kunjungan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo dan Ny. Musfidah Jusuf Kalla beserta rombongan ke Denpasar khususnya ke PAUD Dharma Putra. “Tetunya kunjungan ini akan menjadi motivasi bagi masyarakat kami untuk terus berupaya mewujudkan pendidikan yang optimal dan berkelanjutan,” kata Jaya Negara.

Sementara hal senada disampaikan Kepala Sekolah TK Dharma Putra, Ni Wayan Mudiati pihaknya sangat berterimakasih dan sangat senang atas kedatangan Ibu Negara beserta rombongan ke sekolahnya. “Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolah kami, yang mana sudah barang tentu kedepan akan menjadi sebuah motivasi untuk terus meningkatkan kinerja guru yang mana bermuara pada pendidkan karakter,” kata Mudiati.

Pada kunjungannya ke TK Dharma Putra, Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo berserta Ny. Musfidah Jusuf Kalla juga berkesempatan menari bersama anak-anak TK Dharma Putra serta membagikan bingkisan. (ngurah/humas-dps/bpn)

Denpasar Raih Indeks Kota Terendah Maladministrasi Versi ORI Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Survei Indeks Persepsi Maladministrasi yang dirilis Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Bali menempatkan Kota Denpasar menjadi daerah dengan indeks terendah terjadinya maladministrasi atau penyimpangan administrasi pemerintahan. Survei yang menyasar 11 kabupaten dan 11 kota di 11 provinsi di Indonesia dilaksanakan pada 2017 lalu. Adapun daerah yang disurvei meliputi Provinsi Jawa Timur, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Kepulauan Babel, Bengkulu, dan Kalimantan Tengah. Dimana, dalam survei tersebut Provinsi Bali diwakili oleh Kota Denpasar.

“Suvei maladninistrasi dilakukan dengan metode penelitian quota sampling dengan jumlah responden sebanyak 3.080 orang, yang ditemui secara langsung di unit layanan Disdukcapil, rumah sakit pemerintah, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas Negeri,” ujar Kepala Ombusman RI (ORI) Perwakilan Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab saat memberikan pengarahan pada semua Organisasi Perangkat Daerah Kota Denpasar, Senin (2/4/2018) di Gedung Graha Sewaka Dharma. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan seluruh pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Lebih lanjut Umar mengatakan, khusus di Kota Denpasar adapun surve dilaksanakan di Rumah Sakit Wangaya yang memberikan pelayanan 24 jam selama tujuh hari. Menurutnya ada dua dimensi yang diteliti dalam survei ini. Pertama, mengenai penyimpangan standar pelayanan yang indikatornya adalah penundaan berlarut, permintaan imbalan, dan penyimpangan prosedur. Dan kedua, dimensi penyimpangan perilaku yang indikatornya tidak kompeten, tidak patut, dan diskriminasi pelayanan. “Namun, variabel dalam Inperma merupakan variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (variabel laten). Oleh karena itu, Ombudsman menggunakan analisis faktor dengan rumus Z-score,” ungkap Umar.

Dari survei tersebut, Denpasar yang mewakili Provinsi Bali  mendapatkan skor Maladministrasi dengan nilai total -0,539. Hasil ini merupakan skor terendah diantara daerah lainya yang ikut dalan surve. Hal ini membuktikan bahwa kasus maladminstrasi yang terjadi di Bali, khususnya di Kota Denpasar paling rendah dibanding 10 provinsi lain. “Daerah terendah dalam artian persentasenya tidak ada maladministrasi itu ada di Denpasar. Artinya Denpasar lebih bagus, tidak ada maladministrasi,” ujarnya.

Disamping itu menurut Umar pelayanan publik yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar sudah baik dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Sehingga pihaknya mengaku dalam setiap kesempatan menyampaikan kepada pimpinan dan pegawai daerah lain untuk meniru pelayanan publik di Kota Denpasar. “Respon semua OPD yang ada di Kota Denpasar sangat cepat setiap ada pengaduan. Tentunya ini harus diapresiasi dan dipertahankan sehingga pelayanan yang diberikan pada masyarakat benar-benar maksimal,” paparnya.

Menurut Umar hak masyarakat  untuk mendapatkan pelayanan publik yang maksimal merupakan hal yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat selain hak politik dan lingkungan. “Semua masyarakat dapat dengan mudah memprotes setiap pelayanan kurang baik yang diberikan pemerintah saat ini dan masa akan datang, hal itu dapat dilapirkan ke ORI yang kini telah ada perwakilanya disetiap daerah,” ujar Umar sembari berharap agar Kota Denpasar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarat yang telah berjalan baik selama ini.

Sementara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menekankan pada semua OPD agar menindaklanjuti semua arahan ORI Bali dan BPK RI. Hal ini guna mewujudkan pelaksanaan Good Govermance dan Clean Govermance. Sehingga dalam memberikan pelayanan benar-benar dirasakan asas manfaatnya menuju kesejahteraan masyarakat.

Terkait dengan prestasi yang diraih sebagai kota dengan Maladministrasi terendah, Rai Iswara berharap dapat menjadi pemicu semangat seluruh OPD untuk terus bekerja keras guna memaksimalkan layanan kepada masyarakat dengan baik dan benar yang berlandaskan tertib administrasi. Disamping juga dalam melaksanakan program senantiasa selalu berinovasi untuk meningkatkan pelayanan publik. “Saya harap semua OPD agar terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan publik di Kota Denpasar,” harap Rai Iswara.(gst/humas-dps/bpn)

Pemkot Denpasar Dukung Pengerajin Denpasar Ciptakan Produk Unggulan

BALIPORTALNEWS.COM – Pemkot Denpasar sebagai kota berwawasan budaya dan ekonomi kreatif terus mendukung perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Dalam upaya memaksimalkan promosi dan pemasaran, hasil kerajinan UKM Kota Denpasar turut meramaikan stand Produk Unggulan Provinsi Bali.

Hal tersebut tampak saat pembukaan SMESCO Minang Festival dan Relaunching Produk Unggulan 34 Provinsi di Indonesia. Acara yang menghadirkan produk kerajinan terbaik provinsi di seluruh Indonesia ini dibuka Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Ibu Mufidah Jusuf Kalla di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/3/2018).

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koperasi dan UKM RI, AA Gede Ngurah Puspayoga, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Kadiskop UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma, serta seluruh undangan lainya.

Dalam sambutanya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Ibu Mufidah Jusuf Kalla menekankan bahwa sektor UKM yang menghasilkan produk kerajinan merupakan salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini lantaran jumlah UKM yang sangat banyak tentu harus didukung dengan beebagai upaya dalam hal pemasaran dan permodalan. “Dengan adanya Gedung SMESCO ini saya optimis UKM di seluruh Indonesia mampu berkembang, dan Gedung ini mampu menjadi refrensi bagi wisatawan untuk melihat dan membeli kerajinan Indonesia,” paparnya.

Menteri Koperasi dan UKM RI, AA Gede Ngurah Puspayoga mengatakan bahwa saat ini Gedung SMESCO Indonesia merupakan sarana dala  mempromosikan produk unggulan di seluruh Provinsi di Indonesia. Hal ini lantaran Indonesia yang memiliki beragam hasil kerajinan tentu masih banyak yang belum diketahui pasar luas. “Dengan adanya Gedung SMESCO ini diharapkan dapat mempromosikan dan mengenalkan beragam produk Nusantara yang tentunya memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

Sementara, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mewakili pimpinan dan Pemerintah Kota Denpasar menyambut baik adanya wadah promosi bagi pengerajin Indonesia. Hal ini menjadi angin segar kepada pengerajin bahwa hasil karya mereka telah memiliki pasar. “Kami di Pemkot Denpasar sangat menyambut baik adanya wadah promosi kerajinan  seperti halnya SMESCO ini yang tentunya dapat memberikan motivasi kepada pengerajin untuk terus berinovasi,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Rai Iswara, para pengerajin harus memiliki inovasi baru yang tentunya dapat bersaing di pasar Nasional maupu  Global. Sehingga nantinya tidak kalah saing dengan produk kerajinan lainya. “Walaupun sudah ada wadah dalam promosi, tentunya sebagai pengerajin harus tetap berinovasi dan menciptaka  produk unggulan terbaik, sehingga mampu bersaing di ranah Nasional maupun Internasional,” pungkasnya.

Adapun berbagai jenis produk kerajinan asli Bali khususnya Kota Denpasar yang turut dipromosikan di Gedung SMESCO Jakarta yakni Kain Endek, Kain Songket, Kerajinan Perak, Patung, dan masih banyak jenis kerajinan lainya. Untukdiketahui bahwa selain memberikan fasilitas untuk memasarkan produk di Gedung SMESCO Indonesia, Pemkot Denpasar juga  turut menyediakan layanan promosi dan penjualan di Rumah Belanja Kota Denpasar. (ags/humas-dps/bpn)