Sabtu, 18 Agustus 2018

Moto Sewaka Dharma Diteliti Pascasarjana IHDN

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Moto pelayananan Sewaka Dharma Pemkot Denpasar yang berarti melayani adalah kewajiban menjadi bahan penelitian salat satu Mahasiswa Pascasarjana Istitut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Ida Bagus Subrahmaniam Saitya yang melakukan penelitian motto Sewaka Dharma tersebut  mengambil spirit dari perjamuan Raja Janamejaya yang ada dalam teks Adiparwa.

Hal tersebut terungkap pada ujian terbuka promosi Doktor ilmu agama Pascasarjana IHDN Denpasar, yang tampak dihadiri  Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Rabu (25/7/2018) di kampus setempat.

Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara disela-sela kegiatan tersebut mengatakan penelitian yang dilakukan Ida Bagus Subrahmaniam Saitya sangat menarik sekali dalam membahas tentang moto Sewaka Dharma. Tentu ini menjadi sebuah penelitian yang nantinya dapat menjadi resferensi bagi masyarakat dan pelajar di Kota Denpasar dalam mengetahui filosofi dari moto pelayanan ASN Pemkot Depasar. Moto Sewaka Dharma yang dicanangkan Walikota Rai Mantra bersama Wakil Walikota Jaya Negara tentunya telah mengakar dikalangan ASN Denpasar serta telah mampu menjadi perubahan maindset kinerja aparatur yang ada.

Disamping itu moto ini juga sebagai langkah reformasi birokrasi Pemkot Denpasar yang saat ini telah dilakukan dengan pendekatan Smart City. “Semoga Disertasi yang mengangkat judul penelitian disertasi Kontekstasi Teologi Hindu Teks Adiparwa di Kota Denpasar yang melihat bahwa Sewaka Dharma berada dalam teks Adiparwa mampu menjadi bahan acuan pembelajaran dan penerapan karya sastra di Kota Denpasar,” ujar Rai Iswara.

Sementara Ida Bagus Subrahmaniam Saitya dalam pemaparan Disertasinya didepan para Promotor mengatakan bahwa Adiparwa merupakan bagian awal dari kitab Mahabharata. Adiparwa dapat dipandang terdiri atas dua bagian tersendiri. Bagian pertama, menyajikan kerangka mengenai epos Bharata mengenai cerita upacara korban atas perintah Raja Janamejaya dengan tujuan untuk memusnahkan para naga. Yang kedua berisikan silsilah para Pandawa dan Korawa, kelahiran dan masa muda mereka hingga pernikahan Arjuna dengan Subhadra. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisis unsur-unsur ajaran teologi Hindu yang terdapat di dalam teks Adiparwa, dan kontekstualisasi ajaran teologi Hindu teks Adiparwa di Kota Denpasar. seperti salah satunya Moto Sewaka Dharma yang berarti melayani adalah kewajiban mengambil spirit dari perjamuan Raja Janamejaya yang ada pada teks Adiparwa.

Tentu hal ini juga sejalan dengan visi dan misi Kota Denpasar yakni berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan. Dimana teologi Hindu teks Adiparwa sebagai keimanan tradisional berfungsi secara actual sekaligus sebagai landasan etik dan motivasi tindakan umat Hindu di Kota Denpasar. Kontekstualisasi teologi Hindu teks Adiparwa sangat berguna terhadap kehidupan beragama umat Hindu di Kota Denpasar, baik secara tattwa, susila, dan acara. (pur/humas-dps/bpn)

Tim Gabungan Kota Denpasar Sidak WNA Di Sanur Kauh

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kota Denpasar, Bali, melakukan pemantauan dan pengawasan secara aktif terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di kota tersebut.

Kepala Bidang Kewaspadaan dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gde Arisudana di Denpasar, Rabu (25/7/2018) mengatakan pemantauan telah rutin dilaksanakan dengan menyasar masing-masing desa dimana terdapat orang asing. Seperti sekarang ini menyasar desa Sanur Kauh Kecamatan Denpasar Selatan.

Arisudana mengatakan pengawasan terhadap WNA melibatkan tim terpadu, yakni imigrasi, kepolisian, dinas kependudukan dan catatan sipil, dinas tenaga kerja, bagian hukum dan Bagian Humas Denpasar.

Ia mengatakan pengawasan terhadap WNA telah dituangkan dalam Permendagri nomor 49 tahun 2010 tentang pedoman pemantauan orang asing dan organisasi masyarakat asing di daerah, yang diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan yang juga telah dituangkan dalam SK Wali Kota Denpasar.

“Kami harapkan desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan terhadap orang asing, sehingga data yang ada harus akurat sebelum melakukan pengawasan ke lapangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arisudana menambahkan untuk pengawasan WNA di Kota Denpasar diawali dengan mengakuratkan data keberadaan warga asing tersebut. Untuk itu pihaknya memberikan blangko pada desa dan lurah guna mendata sembari memberikan sosialisasi untuk pendataan. Kemudian tim melanjutkan untuk melakukan monitoring langsung ke lapangan.

Untuk di Desa Sanur Kauh sendiri pihaknya mengambil beberapa sample dengan menyasar WNA yang tinggal di Jl. Kutat Lestari. Dari sejumlah WNA yang dipantau tidak ada yang melanggar aturan untuk tinggal di Denpasar.

Arisudana mengakui untuk melakukan penindakan terhadap WNA yang melakukan pelanggaran masih menjadi kewenangan pihak imigrasi. Dengan berpedoman pada UU Nomor 9 tahun 2015 Pemerintah Daerah dan Permendagri Nomor 49 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Orang Asing dan Organisasi Masyarakat Asing di Daerah, dan Permendagri Nomor 50 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Tenaga Kerja Asing di Daerah bisa melakukan pengawasan terhadap WNA serta memberikan masukan terhadap imigrasi.

“Untuk kegiatan dan aktivitas WNA di wilayah Kota Denpasar menjadi pengawasan pemerintah daerah dan harus tunduk terhadap peraturan pemerintah daerah,” ujarnya.

Perbekel  Desa Sanur Kauh I Made Ada mengatakan saat ini jumlah WNA yang ada di wilayahnya sebanyak 672 orang yang tersebar di beberapa banjar. Untuk pengawasannya sendiri telah dilakukan secara rutin termasuk pendataan yang dilakukan kepala dinas.

“Sampai saat ini kami telah rutin melaksanakan pendataan sehingga dapat melakukan pengawasan terhadap WNA yang ada di wilayahnya,” ujarnya.(gst/humas-dps/bpn)

Bako Humas Kementrian RI Sambangi Bumdes Sima Sari Dana Desa Kesiman Petilan

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Keberadaan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) di Kota Denpasar menjadi wadah meningkatkan perekonomian masyarakat. Keberadaan Bumdes di Kota Denpasar kini sudah berjalan dengan sangat baik. Dari 27 Desa dan 16 Kelurahan, kini telah beroperasi 11 Bumdes di tahun 2017lalu ditambah dengan beroperasinya tiga Bumdes di tahun ini.

Salah satunya adalah Bumdes Sima Sari Dana yang dikelola masyarakat Desa Kesiman Petilan. Pada Selasa (24/7/2018), Bumdes yang beralamat di Jl. Noja Sari No. 2, Dentim ini dikunjungi oleh Badan Kordinasi (Bako) Humas dari masing- masing Kementrian Republik Indonesia dibawah panitia pelaksana yaitu Biro Humas Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Dalam kunjungan ini turut hadir Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana, didampingi Perbekel Desa Kesiman Petilan, I Wayan Mariana serta instansi terkait lainnya.

Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana dalam sambutannya mengatakan perkembangan Bumdes dalam percepatan pembangunan Desa seperti tertuang dalam amanah Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 4 Tahun 2016. Sesuai Instruksi Walikota Denpasar, seluruh Desa/Kelurahan di Kota Denpasar untuk membentuk Badan Usaha. “Kondisi alam dan sosial Kota Denpasar yang sebagian besar wilayah perkotaan yang tidak memiliki hutan, sumber air maupun pertambangan seperti di daerah lainnya, jadi perlu kreativitas dan inovasi untuk mengembangkannya. Hasilnya ada pada pemanfaatan teknologi tepat guna dimana kegiatan ekonomi produktif ikut menjadi solusi permasalahan yang muncul di perkotaan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan I.B Alit Wiradana seperti di kota – kota besar lainnya, pengelolaan sampah merupakan sesuatu yang kompleks di Kota Denpasar. “Disinilah peran Badan Usaha Milik Desa diarahkan sebagai solusi. Perbekel bersama seluruh komponen masyarakat dan stakeholderlainnya berinovasi. Salah satunya dengan operasional Bank Sampah dapat mengelolanya. Sampah yang dulu dimusuhi kini dapat berkontribusi positif termasuk didalamnya menampung tenaga kerja. “Seperti di Bumdes Sima Sari Dana Desa Kesiman Petilan ini yang kini telah menampung 50an tenaga kerja. Inovasi pemerintah desa dan masyarakat ini sinergis menciptakan inovasi kegiatan produktif pengelolaan sampah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis tinggi. Semoga Bumdes ini kedepannya dapat menjadi pusat pemasaran berbagai produk dan terus dikembangkan dimasa depan,” ungkapnya.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Sekretariat Jendral Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Eng. Bonny Prasetya didampingi Kasubdit Perdagangan Desa Andre Hikwanul Lubis mengapresiasi langkah inovatif yang telah dilakukan Masyarakat Desa Kesiman Petilan dengan Bumdes Sima Sari Dana nya. “Apa yang kami dapat pelajari disini adalah bagiamana metode pengelolaan sampah dapat dikembangkan sedemikian rupa dan hal ini sangat layak untuk menjadi standar bagi Bumdes di sekitarnya bahkan bisa diterapkan di tingkat regional maupun nasional,” Ujar Bonny Prasetya.

Ketua Bumdes Sima Sari Dana, Gusti Ketut Sima ditemui usai kegiatan kunjungan mengatakan Bumdes Sima Sari Dana Desa Kesiman Petilan ini beroperasi sejak diluncurkan di bulan februari  lalu. “Tujuan pendirian Bumdes ini agar masyarakat Desa Kesiman Petilan ini mandiri yang bisa diukur dari Pendapatan Asli Desa. Bumdes ini mengoperasikan Pemungutan Sampah, Bank Sampah, Produksi Kompos Organik, Biobriket (Pelet) pengganti Batubara, Pertanian Hidroponik serta pengadaan pelatihan. “Produksi Kompos Organik telah berjalan sepenuhnya, kedepan kami telah menyiapkan pengolahan Biobriket (Pelet) sebagai pengganti penggunaan batubara. Bahan dasarnya berasal dari sampah organik sisa saringan dari bahan pembuatan kompos organik. Jadi semua bahannya dapat terpakai tanpa terkecuali. Selain itu kami juga memiliki unit toko. Yang membedakan toko yang kami kelola ini tidak untuk bersaing dan mematikan usaha milik masyarakat lainnya, namun berperan sebagai suplyer. Hal yang sama juga kami jajaki dengan sejumlah perusahaan swasta di Kota Denpasar,” ungkapnya.(esa/humas-dps/bpn)

Sanur Village Festival Ke-13, Pindah Lokasi Ke Pantai Matahari Terbit

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Lokasi Sanur Village Festival 2018 dipindah dari Lapangan Maisonette Inna Grand Bali Beach ke Pantai Matahari Terbit. Banyak alasan soal perpindahan tempat ini di antaranya tentang potensi pengembangan pariwisata seiring meningkatnya kebutuhan pasar pariwisata.

Upaya ini merupakan bagian dari rancangan pemetaaan zonasi dan pengembangan destinasi bagi kenyamanan para pengunjung festival, dan wisatawan yang bertandang ke Sanur. Selain itu, Pantai Matahari Terbit juga pernah digunakan sebagai lokasi Sanur Village Festival 2011 bersamaan dengan Festival Flora & Flori Nasional yang dihelat bersama Kementerian Pertanian. Pada awal pelaksanaan, festival ini pernah digelar di Pantai Mertasari.

Sejumlah gagasan dan perencanaan ke depan pengembangan pariwisata Sanur juga punya andil besar dalam kepindahan lokasi ini. Salah satunya, proyek pengembangan Pantai Matahari Terbit dengan pembangunan fasilitas terpadu marina, boat lounge, amphitheater, wantilan, stal bisnis dan retail, pasar tradisional, ruang menikmati pantai secara nyaman sampai hingga tempat pendaratan helikopter (helipad).

Ketua Umum Sanur Village Festival yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata daerah (BPPD) Kota Denpasar Ida Bagus Gde Sidharta Putra mengatakan kota ini memerlukan ruang publik dengan fasilitas pendukung yang bagus serta diyakini dapat menggeliatkan beragam bisnis pariwisata, industri kreatif, pertanian, perikananian, dan aneka hiburan lainnya.

“Pemindahan lokasi festival untuk menjajaki berbagai kemungkinan perluasan kawasan destinasi dan memberikan keleluasan serta kenyamanan kepada pengunjung,” katanya, belum lama ini.

Sanur Village Festival 2018 akan digelar pada 22-26 Agustus dengan tema ‘Mandala Giri’ yang merupakan sebuah semangat pemikiran untuk memusatkan perhatian kembali kepada Gunung Agung. Ketika aktivitas vulkanik Gunung Agung meningkat pada November 2017 dan berulang erupsi hingga saat ini adalah kenyataan yang memberikan refleksi dalam hal kemanusiaan, persaudaraan, dan pendekatan terhadap alam.

Sanur meskipun tidak memiliki gunung, tetapi dari kawasan pantai dapat disaksikan panorama Gunung Agung yang anggun. Selain itu Sanur memiliki pura yang merupakan pelinggih Gunung Agung, seperti terdapat di Pura Giri Kusuma yang bermakna candi bunga yang dibangun di tengah air. Hal ini mencerminkan telah adanya kesadaran pentingnya gunung.

Bagi masyarakat Bali, letusan gunung bukan hanya sebagai pralina, tetapi juga utpeti atau proses penciptaan kehidupan baru. Aliran mineral yang dibawa oleh air dan abu gunung memberikan kesuburan dan kerahayuan atau kesejahteraan. Peristiwa erupsi juga diartikan sebagai tanda-tanda alam bagi kehidupan manusia.

Saat Gunung Agung meletus pada 1917, dianggap sebagai teguran dewata karena manusia mengabaikan Pura Besakih. Begitu letusan pada 1963 dipercaya sebagai bentuk kemarahan dewata karena terjadi ketidakseimbangan lingkungan serta tingkah laku manusia yang lalai menghormati dewa.

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung secara sains telah banyak dikupas, tetapi di balik itu barangkali bisa dimaknai pula secara spiritual sebagai tanda-tanda alam yang memberikan kesadaran bagi manusia untuk mengambil kearifan penyikapan ke depan.

Semangat inilah menurut Gusde yang hendak dihimpun menjadi kekuatan yang senantiasa menyadarkan kita untuk berempati, ‘menyama braya’ maupun hormat dan berbuat yang terbaik bagi alam. Masyarakat Bali yang menjujung filosofi kehidupan Tri Hita Karana, dingatkan secara terus-menerus untuk menjaga Bali baik secara keduniaan maupun taksunya.

Kekeluargaan, gotong royong (ngayah), metetulung, dan rasa memiliki telah terbukti mengantar festival ini menjadi kegiatan komunal yang memberikan kemanfaatan nyata bagi warga dan sejumlah komunitas desa pesisir ini dan sekitarnya. Spirit kreativitas, motivasi, dan inovasi ala Sanur yang diwadahi dan disalurkan melalui festival ini bakal terus dikembangkan untuk mewujudkan tatanan sosial dan budaya yang berkesejahteraan dan berkedamaian.

Gusde terus melakukan eksplorasi untuk menghadirkan inovasi baru bagi kemajuan Sanur. Melalui Sanur Village Festival, ia berupaya menghasilkan produk-produk industri ikutan yang sangat diperlukan bagi pengembangan bisnis masa depan. (r/bpn)

Penganugrahan Kota Layak Anak Nasional

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Berturut-turut penghargaan Nasional diraih Kota Denpasar pada Bulan Juli 2018. Kali ini empat penghargaan sekaligus diraih Kota Denpasar dalam Penganugrahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2018 dilaksanakan betepatan dengan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2018, yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2018.

Dalam kesempatan tersebut Kota Denpasar berhasil memboyong 4 penghargaan sekaligus, diantaranya sebagai puskesmas ramah anak yang diperoleh Puskesmas 1 Denpasar Selatan, Sekolah Ramah Anak diperoleh SMP Dwijendra Denpasar, Forum Anak Daerah terbaik, dan tentunya penghargaan Kota Layak Anak Kategori Nindya yang telah didapatkan berturut turut selama 8 kali sejak tahun 2011.

Penghargaan bergengsi tersebut, diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise di Dyandra Convention Center Jalan Basuki Rachmat 93-1-5, Kota Surabaya, Senin (23/7/2018).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangga sekaligus mengucapkan selamat kepada seluruh Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan. “Selamat bagi yang menerima penghargaan, semangat terus menuju 2030 Indonesia Layak Anak,” ungkapnya.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang sudah memperhatikan hak-hak anak. Ia berharap penghargaan yang diperoleh ini bisa menjadi motivasi bersama dalam memperhatikan perempuan dan hak-hak anak.

“Bagi kami anak-anak merupakan masa depan yang harus diperhatikan sejak dini, sehingga nantinya mereka dapat hidup secara nyaman, aman, dan sejahtera dan pada akhirnya menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai karakter dan ahklak yang mulia,” tutur Rai Mantra.

Penghargaan ini diberikan karena Denpasar dinilai berhasil  dalam hal pemenuhan hak anak salah satunya yang memberikan program kemanfaatan kepada masyarakat. Dari pemenuhan hak-hak anak ini baik dari pemberian ruang kreativitas kepada anak-anak disetiap program pemerintah hingga memberikan fasilitas yang nyaman kepada anak saat berinteraksi diluar lingkungan keluarga mereka.

Kepala Dinas Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Denpasar I Gst Agung Laksmi Dharmayanti seusai menerima penghargaan mengatakan

Pemkot Denpasar setelah mampu memenuhi 5 klaster persyaratan sebagai Kota Layak anak yang dinilai Tim Pusat dan kedepan akan selalu meningkatkan kinerja demi mendukung program pemerintah Pusat menciptakan generasi anak-anak yang GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat) sesuai dengan tema HAN tahun ini. (dev/humas-dps/bpn)

Banjar Tainsiat Siap Gelar Festival Puputan Badung ke-5

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hari Puputan Badung yang diperingati setiap 20 September menjadi sebuah momentum perjuangan masyarakat Denpasar.  Dikemas dalam balutan seni dan budaya Bali, Banjar Tainsiat yang berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar kembali menggelar peringatan Puputan Badung Ke-112 Tahun 2018  yang akan dilaksanakan 20-21 September mendatang.

Hal ini terungkap saat Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara bertatap muka dengan Panitia Festival Puputan Badung Tainsiat ke-5 tahun 2018,  Senin (23/7/2018) malam di Denpasar. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram.

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram mengatakan peringatan Puputan Badung yang dikemas apik dalam Festival Puputan Badung sangat ideal mengambil tempat di Catus Pata Banjar Tainsiat. Hal ini lantaran kawasan tersebut pernah terjadi peristiwa heroik Puputan Badung dengan tokoh sentral I Gusti Ngurah Made Agung yang kini sebagai Pahlawan Nasional.

“Bukti sejarah, dan semangat perjuangan tentu harus kita maknai sebagai momentum untuk membangun semangat dalam membangun Kota Denpasar secara berkesinambungan dengan melibatkan sektor terbawah seperti halnya krama banjar,” ujar Rai Iswara.

Pihaknya menambahkan, kegiatan kreatif yang digagas oleh Banjar Tainsiat bersama ST. Yowana Saka Bhuwana ini sejalan dengan visi misi Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara memberikan pemaknaan semangat heroik Puputan Badung dengan gelaran kegiatan budaya. “Dari semangat Puputan Badung ini dapat menjadi ajang pelestarian seni dan budaya Bali di Kota Denpasar,” paparnya.

Sementara Ketua Panitia I Putu Suyatna mengatakan pelaksanaan Peringatan Puputan Badung kembali digelar Banjar Tasinsiat yang tahun ini memasuki tahun ke-5. Sinergitas di berbagai lini, mulai dari Pemkot Denpasar, Desa Dangin Puri Kaja dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk memaknai semangat heroik Perang Puputan Badung. Sajian kegiatan budaya Peringatan Puputan Badung tahun ini dilaksankan  selama dua hari dari tanggal 20-21 September mendatang. Kegiatan meliputi gelaran stand produk UMKM lokal, beragam lomba seni, budaya dan kearifan lokal yang juga dimeriahkan penampilan Wayang Cengblonk.

“Kami mengucapkan terimaksih kepada Pemkot Denpasar yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini serta menjadikan Peringatan Puputan Badung di Banjar Tainsiat kalender event Denpasar, ujarnya. (ags/humas-dps/bpn)

Silaturahmi Presiden Bersama Walikota Se-Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM – Presiden RI Jokowi pada Senin, (23/7/2018) mengumpulkan seluruh Walikota se-Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam acara yang bertajuk Silaturahmi Presiden ini, tampak juga dihadiri langsung oleh Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut untuk mengetahui seluruh permasalahan di setiap masing-masing kota di Indonesia.

“Saya ingin mengagendakan pertemuan khusus seperti ini supaya persoalan-persoalan di kota dapat tersampaikan. Sehingga dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lapangan bisa segera kita lakukan,” kata Jokowi dalam arahanya.

Jokowi menerangkan, setiap Negara saat ini memiliki persoalan ekonomi, salah satunya terkait persaingan dagang antara Amerika Serikat dengan Cina. Selain itu, juga berkaitan dengan kenaikan suku bunga The Fed di AS yang kita tidak dapat mengintervens, dan semua negara mengalaminya.

Meskipun demikian, pihaknya meminta kepala daerah agar tidak khawatir sebab pihaknya ingin seluruh walikota mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia. Kedua antisipasi terhadap perubahan-perubahan cepat dunia yang sekarang ini sedang melanda semua negara, untuk itu tidak perlu khawatir. Lebih lanjut dikatakan, revolusi industry 4.0 perubahannya mencapai 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama dan ini menurut McKenzie global institute.

“Inilah yang kita harus sadari betul bahwa akan terjadi perubahan besar yang sangat cepat sekali sehingga kota-kota juga harus menyiapkan diri dalam mengantisipasi, menyiapkan sumber daya manusia dalam rangka menghadapi perubahan yang sangat cepat,”pungkasnya.

Sementara Walikota Rai Mantra mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan oleh Presiden Jokowi ini. Menurutnya di Kota Denpasar tentunya sudah siap mengatasi hal tersebut, bahkan berbagai langkah telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan industri dan perdagangan seperti dengan membangkitkan gairah pedagang serta berupaya untuk menciptakan UMKM yang handal dibidangnya yang siap bersaing di pasar global.

Selain itu pihaknya juga sudah telah melaksanakan revitalisasi pasar yang tentunya dapat menunjang dan meningkatkan perekonomian di daerah. Dirinya mengaku telah memperkuat dan memproteksi pekerja dengan melaksanakan sertifikasi profesi secara menyeluruh. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah masalah infrastruktur. Baginya infrastuktur merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mendukung lancarnya perekonomian dan setiap pembangunan di suatu daerah. Kami menyampaikan kepada presiden kendala yang dihadapi setiap kota di Indonesia terkait infrastruktur jalan karena percepatan dalam penanganannya masih terjadi tumpang tindih lantaran status jalan dikelola oleh pemerintah pusat dan propinsi.

“Kami telah melakukan berbagai program seperti halnya penguatan UMKM dengan pekerja yang tersertifikasi serta koordinasi terkait infrastruktur utamanya jalan yang mampu meningkatkan konektivitas daerah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Meskipun hal tersebut masih perlu penyempurnaan untuk mewujudkan perekonomian dan pembangunan secara berkesinambungan,” pungkas Rai Mantra. (eka/humas-dps/bpn)

PGRI Kota Denpasar Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Bangsa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Empat pilar berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan merupakan perakat masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Terlebih lagi dalam era reformasi seperti sekarang ini empat pilar ini merupakan kekuatan untuk dipergunakan landasan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Melihat hal tersebut, Pemkot Denpasar melalui Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara mengajak guru-guru untuk dapat mengetok tularkan empat pilar kebangsaan pada anak didik dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan sosialisasi empat pilar kembangsaan mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra Senin (23/7/2018) di Gedung Graha Sewaka. Empat pilar yang disosialisasikan oleh anggota MPR RI dan DPD RI diikuti oleh guru-guru PAUD, seluruh anggota PGRI (persatuan guru Republik Indonesia) Kota Denpasar.

Lebih lanjut Rai Iswara menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung sosialisasi ini karena merupakan salah satu cara untuk memperkuat karakter diri termasuk anak didik. Dalam memperkuat jati diri tersebut diperlukan suatu proses yang berlangsung seumur hidup. Dalam proses tersebut terkandung inovasi dan kreativitas yang senergi dengan peran serata semua elemen. Rai Iswara menambahkan dalam memperkuat jati diri juga dilakukan melalui pengembangan karaker individu seseorang pendidikan melalui sekolah-sekolah.

Dalam kesempatan tersebut Rai Iswara mengaharapkan para peserta terutama para guru usai mengikuti sosialisasi ini dapat menularkannya minimal pada lingkungan sekolah. Terlebih lagi bisa dikembangkan ke lingkungan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Ketua PGRI Kota Denpasar Wayan Winarta mengatakan  dilaksanakannya sosialisasi ini karena masih ada para guru belum faham betul tentang empat pilar tersebut.  Tentunya melalui peningkatan pamahaman ini dapat meningkatkan toleransi antar dan inter sekolah serta antar dan inter siswa. Ini untuk meningkatkan rasa persatuan kesatuan yang telah terpupuk dengan baik salah satunya dengan terbentuknya Forum Osis Kota Denpasar.

Ketua rombongan MPR RI H.Zainul Tauhid Sa’adi yang mensosialisasikan empat pilar kebangsaan mengatakan kegiatan ini sangat penting merupakan amanat UU MD3. Disamping juga ketika terjadi eforia reformasi, Pancasila tidak menjadi ingatan masyarakat Indonesia. Seolah-olah Pancasila dilupakan sehingga lupa pada jati diri bangsa Indonesia. Ini berdampak prilaku masyarakat Indonesia keluar dari jatidiri bangsa yaitu Pancasila.

Melalui sosialisasi ini mengajak kembali seluruh masyarakat Indonsia mengingat dan memahami pentingnya falsafah bangsa dan harus dilaksanakan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga Pancasila bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Mengingat nilai-nilai pancasila telah digali dari kearifan masyarakat Indonesia itu sendiri.(gst/humas-dps/bpn)

331 Orang Calon Jamaah Haji Denpasar Dilepas

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sebanyak 331 orang calon jamaah Haji dari Kota Denpasar dilepas di Graha Sewaka Dharma Lumintang  menuju keberangkatan ke tanah suci dari Embarkasi Surabaya, Senin (23/7/2018). Pelepasan calon jamaah Haji ini dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni.

Dalam kesempatan tersebut Sekda Rai Iswara mengajak semua calon Jamaah Haji Kota Denpasar untuk bersama-sama menjaga Kota Denpasar, melestarikan dan membangun Denpasar ini agar aman, nyaman, damai bersih dan berbudaya. Tidak hanya itu Rai Iswara berharap agar Jamaah Haji Kota Denpasar juga membawa visi budaya, karena Denpasar sandaran adalah Kota berwawasan budaya .

 Menurut Rai Iswara ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan ketangguhan fisik karena ritualnya ada di dua kota yakni Mekah dan Kota Madinah yang memiliki jarak yang cukup jauh. ‘’Untuk itu saya mengimbau agar calon Jamaah Haji dapat menjaga kesehatan dengan makan makanan yang sehat dan bergizi disertai interval istirahat yang cukup,’’ ujarnya

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar  Komang Sri Marheni mengatakan,  Jamaah Haji Kota Denpasar yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah Haji (BPIH) dan siap berangkat sebanyak 331 orang . Keberangkatan Calon Jamaah Haji Kota Denpasar terbagi dalam 2 kelompok terbang (kloter) yakni kloter 60 dan kloter 61. Walaupun berbeda kloter namun jadwal keberangkatan maupun kepulangan tidak berbeda hari namun hanya berbeda 2 jam saja.

Menurutnya Jamaah Haji Kota  Denpasar akan diberangkatkan menuju embarkasi Surabaya pada tanggal 5 Agustus 2018 dan diterima pukul 21.00 wita. Selanjutnya Jamaah Haji akan diterbangkan pada senin tanggal 6 Agustus 2018 pada pukul 21.30 Wib menuju Jeddah dengan rentang perjalanan udara selama kurang lebih 9 jam perjalanan nonstop

Pada fase kepulangan jamaah Haji akan tiba kembali di Surabaya pada tanggal 17 September 2018 pukul 04.55 wita. Dan langsung dibawa ke debarkasi Surabaya untuk proses verifikasi kepulangan, penyerahan koper dan air zamzam. Setelah proses tersebut selesai Jamaah Haji langsung dipulangkan ke Denpasar atau ada yang memilih pulang langsung ke kampung halamannya masing-masing.

Menurutnya pendaftaran Haji sudah memakai sistem online Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) sehingga prosesnya relatif cepat sepanjang jaringan bekerja dengan kontinu dan normal. Meskipun demikian ia tidak memukiri bahwa daftar tunggu (waiting list) calon jamaah Bali khususnya Kota Denpasar mencapai kisaran 19 tahun. ‘’Fenomena ini terjadi karena cukup antusiasnya warga Kota Denpasar untuk mendaftar Haji dengan setoran awal Rp 25 juta. Walau harus menunggu selama 19 tahun kedepan untuk bisa berangkat,’’ ujarnya. (ayu/humas-dps/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
4PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
12PelangganBerlangganan