Pemkot Denpasar Dukung Revitalisasi Pasar Phula Kerti

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Maksimalkan peran ekonomi kerakyatan, Pemkot Denpasar secara berkesinambungan terus mengupayakan revitalisasi terhadap pasar tradisional di Kota Denpasar. Setelah sebelumnya berhasil merevitalisasi Pasar Sindu, Pasar Agung, Pasar Nyanggelan Panjer dan beberapa pasar desa lainya yang keseluruhan berjumlah 23 dari 33 pasar tradisional, kini Pemkot Denpasar kembali mendukung revitalisasi Pasar Phula Kerti yang berada di Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat yang kini dikelola Banjar Kaja, Desa Pakraman Sesetan, Denpasar Selatan.

Hal tersebut terungkap saat Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menerima  audiensi Pengurus Pasar Pula Kerti dan Klian Banjar Kaja Sesetan, Rabu (3/1/2018) di Kantor Walikota Denpasar

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Staff Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian, AA Ngurah Bagus Airawata, Kadis Perindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra, Perwakilan PD. Pasar Kota Denpasar, Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Gede Semara dan instansi terkait lainya

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, hingga saat ini pasar tradisional masih menjadi sektor peting dalam menggerakan ekonomi utamanya di dalam kota. Sehingga dinilai penting melakukan revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar untuk memaksimalkan peran ekonomi kerakyatan.

“Dengan adanya revitalisasi pasar tentu akan membuat kepercayaan masyarakat akan pasar tradisional meningkat, dan tentunya akan memberikan dapak positif terhadap perekembangan pasar kedepanya,” ujar Rai Mantra

Rai Mantra mencontohkan seperti halnya Pasar Sindu yang berlokasi di Desa Sanur. Pasar ini sebelumnya dikenal sebagai lokasi yang identik dengan becek dan bau, kini justru diminati masyarakat bahkan wisatawan mancanegara yang sedang berwisata di daerah Sanur. Selain itu, dalam menunjang efektivitas terhadap Pasar Pula Kerti, Rai Mantra menyarankan agar pembangunannya menggunakan kontruksi baja. Sehingga udara yang berada di dalam pasar tersirkulasi dengan baik dan kesan sumpek pada pasar tradisional dapat dihilangkan.

”Pada prinsipnya kami di pemkot Denpasar selalu mendukung revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar,” imbuh Rai Mantra

Sementara, Kepala Pasar Pula Kerti, Wayan Agus Indrawan, didampingi Klian Adat Banjar Kaja, Sesetan, I Made Sudama menjelaskan bahwa keberadaan Pasar Desa Phula Kerti berawal dari adanya Pasar Inpres yang merupakan Pasar Phula Kerti saat ini. Guna memberikan nilai positif terhadap pasar tradisional, pihaknya berencana merevitalisasi Pasar Pula Kerti untuk membangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional.

Dikatakan Agus Indrawan, nantinya revitalisasi Pasar Pula Kerti sedianya akan dilakukan secara swakelola oleh Banjar Kaja Panjer, pedagang di Pasar Pula Kerti dan Pemerintah Kota Denpasar. Setelah direvitalisasi, sedianya akan terdapat 47 kios dan 186 los yang keseluruhanya berjumlah 233.

“Sehingga baik para pedagang maupun pembeli tetap merasa nyaman ketika berbelanja di pasar tradisional khususnya Pasar Desa Phula Kerti,” jelas Agus Indrawan

Agus Indrawan mengaku sangat berterimakasih atas dukungan Pemkot Denpasar dalam hal ini Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang telah berkomitmen dalam merevitalisasi pasar tradisional. Besar harapa nantinya melalui program ini dapat membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional yang tentunya akan berdampak positif bagi kesejahteraan pedagang pasar.

“Kami berharap melalui program ini Pasar Phula Kerti dapat menjadi pasar yang bersih, sehat dan terpercaya,” harapnya. (ags-esa/humas-dps/bpn)

K3S Denpasar Rangkul Kreativitas Putus Stigma Skizofrenia

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Skizofrenia sebagai penyakit jiwa yang dapat dikendalikan dengan pengobatan yang teratur sehingga mampu memberikan kesembuhan. Melihat hal tersebut Pemkot Denpasar telah memiliki sebuah wadah sosial di Rumah Berdaya Denpasar bagi Penyandang Skizofrenia Denpasar.

Harapan berdaya bersama putuskan stigma masyarakat terhadap Penyandang Skizofrenia dengan memberikan berbagai pelatihan meningkatkan kreatifitas para Penyandang Skizofrenia. Disamping itu juga memberikan pendekatan lewat terapi aktifitas kelompok yang melibatkan mahasiswa sekolah kesehatan di Denpasar hingga diluar Kota Denpasar.

“Keberadaan Rumah Berdaya Denpasar menjadi tujuan bersama dalam memutus stigma negativ masyarakat terhadap Penyandang Skizofrenia dengan merangkul berbagai kreativitas mereka,’’ ujar Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Rabu (3/1/2018) saat merayakan tahun baru bersama Penyandang Skizofrenia di Rumah Berdaya.

Lebih lanjut dikatakan dari jumlah Penyandang Skizofrenia yang berada di Rumah Berdaya telah mampu diberdayakan bersama lewat pendampingan dari dr. I Gusti Rai Putra Wiguna bersama Dinas Kesehatan Denpasar. Hal ini juga tak terlepas dari keterlibatan insan kreatif yang ada, sehingga beberapa Penyandang Skizofrenia telah dapat bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungannya, serta telah mampu menunjukan prestasi dalam bidang menulis.

Pendekatan lewat terapi aktifitas kelompok melibatkan mahasiswa sekolah kesehartan juga sangat berperan dalam memberikan dukungan untuk selalu percaya diri dan mampu bersosialisasi. “Kreativitas Penyandang Skizofrenia juga kita rangkul dan ikut mempromosikanm seperti produk dupa, daur ulang sabun hotel, tas daur ulang, hingga kaos,’’ ujarnya.

Koordinator Rumah Berdaya Denpasar dr. I Gusti Rai Putra Wiguna mengatakan Rumah Berdaya telah menjadi salah satu tempat edukasi dan pendampingan bagi Penyandang Skizofrenia di Kota Denpasar. Beberapa sekolah kesehatan di Kota Denpasar hingga luar Denpasar terus berdatangan dan kita dorong bersama untuk dapat melakukan terapi aktifitas kelompok bagi Skizofrenia. Disamping itu juga Rumah Berdaya bekerjasama dengan mahasiswa sekolah kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan bersama pihak puskesmas kerumah-rumah Penyandang Skizofrenia.

Saat ini dari 35 orang Skizofrenia di Rumah Berdaya Denpasar telah mampu berkreativitas dan bersosialisasi dengan lingkungan. Seperti Penyandang Skizofrenia telah mampu membantu keluarga dirumah, berwirausaha hingga menjadi penulis.

Terapi aktifitas kelompok ini menurut dr. Rai mengajak Penyandang Skizofrenia mengembangkan bakatnya seperti menggambar, bernyanyi, berkebun, hingga membuat berbagai kerajinan seperti dupa, daur ulang sabun hotel, dan tas. Dukungan Pemkot Denpasar juga telah memberikan tempat pada ajang Denpasar Festival untuk menunjukan berbagai kreativitas yang dimiliki Penyandang Skizofrenia Rumah Berdaya. (pur/humas-dps/bpn)

Bergerak Cepat, Polisi Ringkus Pelaku Penodongan dengan Sajam

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Berdasarkan laporan masyarakat dan telah viral di media sosial, jajaran Polsek Denpasar Barat meringkus pelaku pembawa  pisau lipat yang mengamuk dan mencoba melukai masyarakat.

Kejadian terjadi pada Selasa (2/2/2017) pukul 01.30 wita di depan Minimarket 24 jam Circle K Jl. Diponegoro Denpasar dan Circle K Jl. Gunung Agung Denpasar.

Berdasarkan penyelidikan Tim Buser Polsek Denpasar Barat dan alat bukti berupa rekaman CCTV yang viral di media sosial, dengan bergerak cepat Polsek Denpasar Barat mengamankan teman pelaku bernama bernama Made Juniantara alias Polos (23) yang tinggal di Jl. Imam Bonjol Denpasar. Dari keterangannya bahwa pelaku merupakan temannya yang bernama Cristover alias Cristo (25) tinggal di Jl. Gunung Batukaru Denpasar.

Pelaku Cristover alias Cristo diringkus polisi di Jl. Pulau Sebatik Denpasar, Selasa (2/1/2018) pukul 14.30 wita. Dari pengakuan pelaku bahwa sebelumnya pelaku minum minuman keras di cafe kawasan Jl. Sedap Malam Denpasar, kemudian pelaku hendak pulang dan melewati Jl. Diponegoro Denpasar. Kemudian Pelaku mampir di Minimarket Circle K dan langsung menyerang beberapa orang yang sedang duduk di depan mini market sembari berpura pura berteriak “siapa yang menganggu adik saya” dan menyerang korban dengan menggunakan pisau.

Berdasarkan keterangan Korban RG (20) dan temannya bahwa saat korban sedang duduk tiba-tiba datang pelaku berboncengan bersama temanya dan berteriak kemudian menyerang korban dengan membabi buta. Begitu pula di TKP II Cicle K Jl. Gunung Agung Denpasar pelaku juga menyerang korban KM Asal Jl. Wibisana Denpasar sembari berteriak.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, SH., MH. membenarkan kejadian tersebut dan jajaran Polsek Denpasar Barat telah menangkap kedua pelaku dan dilakukan pemeriksaan di mako Polsek. “Pelaku telah kami amankan dan dalam proses pemeriksaan,” ungkap Kapolresta Denpasar.

Polisi menyita Barang bukti satu unit sepeda motor Vario DK 4465 DB dan  satu pisau lipat bentuk pistol sebagai barang bukti. (r/bpn)

Pemkot Denpasar Lengkapi Tukad Bindu Fasilitas Fitnes

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Tukad Bindu yang berada dikawasan Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur telah menjadi salah satu kawasan wahana air di Kota Denpasar. Penataan yang telah dilakukan Pemkot Denpasar bersama Yayasan Tukad Bindu dari kebersihan hingga terdapat kawasan kuliner.

Dari penataan ini telah menjadikan Tukad Bindu meraih penghargaan Nasional dan menjadi tempat kunjungan kerja beberapa daerah di Indonesia. Peningkatan fasilitas Tukad Bindu terus dilakukan Pemkot Denpasar yang saat ini melengkapi dengan alat fitness. Warga masyarakat yang berada di kawasan Kecamatan Denpasar Timur dan sekitarnya dapat memanfaatkan fasilitas berolahraga sembari menikmati kuliner dan wahana air di Tukad Bindu.

‘’Kali ini Pemkot Denpasar melengkapi fasilitas fitnes di Tukad Bindu yang sekaligus menjadi taman rekreasi bagi masyarakat setempat,’’ ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ketut Wisada, Selasa (2/1/2018). Lebih lanjut Wisada mengatakan fasilitas yang sama juga dilengkapi dikawasan Tukad Loloan, Sanur.

Hal ini menjadi dorongan Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota Jaya Negara dengan tujuan agar semua tukad yang ada di Kota Denpasar menjadi ruang terbuka hijau.  Dengan disediakan tempat fitness diharapkan  masyarakat bisa berolah raga sambil menikmati indahnya pemandangan Tukad Bindu.  Dengan difasilitasi  tempat fitness Wisada juga berharap dapat mempromosikan wisata tukad yang ada diseluruh Kota Denpasar.

Sementara itu Kepala Lingkungan Banjar Ujung sekaligus Komunitas Kali Bersih Gusti Rai Ari Temaja mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar karena telah memfasilitasi tempat fitness di Tukad Bindu. Dengan tempat fitness ini ia yakin masyarakat sekitar akan lebih banyak ke Tukad Bindu untuk berolah raga.  Selain itu tempat fitness juga menjadi pelengkap Tukad Bindu sebagai objek wisata yang ada di Kesiman.

‘’Semoga dengan bertambahnya fasilitas saya berharap masyarakat semakin banyak berkunjung ke Tukad  Bindu, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,’’ harapnya.

Seperti diketahui Pemkot Denpasar telah melakukan revitalisasi beberapa tukad yang ada di Denpasar, diantaranya Tukad Bindu, Tukad Tag-Tag, Tukad Loloan. Diantara tukad tersebut sebelum direvitalisasi menjadi tempat membuang sampah dan limbah. Sehingga penataan ini dilakukan Pemkot bersama masyarakat untuk memberikan edukasi kebersihan dan dimanfaatkan masyarakat  menjadi taman rekreasi Jogging track, tempat mancing,  arisan dan bersepeda. (ayu/humas-dps/bpn)

Nengah Madiadnyana, Belajar Tak Hanya di Ruang Kelas

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Proses belajar dapat dilakukan di luar  ruang kelas. Di luar ruang kelas, alam sekitar adalah sumber pengetahuan yang tiada terbatas untuk dipelajari. Banyak contoh yang bisa dilihat langsung oleh siswa-siswa pada saat belajar dari alam sekitarnya, mulai dari berbagai jenis tanaman maupun hewan. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana, mengatakan hal itu, Senin (1/1/2017) kemarin.

Menurut Madiadnyana, dalam Kurikulum 2013 juga ditegaskan semua orang bisa dikatakan seorang guru kalau sudah ada trannsfer pengetahuan dan moral dalam bahasa akademis dinamakan siapapun menjadi sumber belajar adalah seorang guru. ‘’Jadi, guru tak hanya bagi yang mengajar di sekolah. Alam pun menjadi guru utama,’’ kata Madiadnyana yang juga Kepala SMK PGRI 3 Denpasar ini.

Madiadnyana menambahkan bahwa warga YPLP Kota PGRI Denpasar menekankan pemanfaatan sumber belajar secara optimal. Termasuk perpustakaan adalah sumber belajar. Begitu pun bila siswa memiliki jiwa entrepreneur, kunjungan ke perusahaan bisa menjadi pendorong untuk mengasah life skill anak.

Belajar di luar ruangan kelas, dikatakan Madiadnyana, sejatinya memberikan pengalaman langsung di lapangan. Pembelajaran tak sebatas retorika dan teori. Belajar lebih cepat dipahami karena diujicobakan, diperagakan dan dipraktekan.

‘’Belajar bisa dilakukan dimana saja.  Sebaiknya ruang belajar menyesuaikan dengan materi ajar. Mengajarkan tentang menanam padi maka sawah dan ladang menjadi ruang belajar yang sangat cocok. Belajar tentang pemerintahan desa, tentu kantor desa adalah kelas yang paling ideal untuk itu. Melatih bermain bola pada peserta didik, pasti guru akan membawa mereka ke lapangan. Begitulah seterusnya,’’ tandasnya. (tis/bpn)

DPR RI Kunjungi Denfest, Sebagai Salah Satu Event Recovery Bali

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Denpasar Festival (Denfest) yang ke-10 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar menjadi sebuah even yang sangat penting terutama untuk mempromosikan bahwa Bali aman setelah terjadi erupsi Gunung Agung. Demikian disampaikan DPR RI Tutik Kusuma Wardhani yang mengunjungi pelaksanaan Denfest, Sabtu (30/12/2017). Kunjungan DPR RI ini didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan Kepala Bagian Ekonomi Made Saryawan.

“Denfest ini sebagai salah satu event recovery Bali ditengah terjadinya erupsi Gunung Agung. Ini sebagai jawaban bahwa Bali masih tetap aman,” ujarnya. Selama ini masyarakat luar Bali terpengaruhi oleh isu tentang adanya erupsi Gunung Agung. Dengan adanya Denfest yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar sangat mempunyai peran penting untuk mempromosikan bahwa Bali tetap aman.

Terlebih lagi hampir semua pimpinan di negara datang ke Bali untuk membuktikan bahwa Bali tetap aman. Seperti yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla yang telah datang dan mempromosikan kondisi Bali yang tetap aman. Bahkan Isteri Wapres RI, Mufidah Jussuf Kalla langsung mengunjungi pelaksanaan Denfest.

“Jadi Denfest memiliki peran strategis dalam mempromosikan pariwisata Bali ditengah kondisi sekarang ini,” ujarnya.

Tutik Kusuma Wardhani juga sangat mengapreasi pelaksanaan Denfest yang telah rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar setiap tahun. Ini menjadi wadah untuk pembangkitan ekonomi lokal. Mengingat Denfest yang dilaksanakan memberikan peluang pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) termasuk juga kuliner tradisional yang ada di Kota Denpasar.

Sehingga dari tahun ke tahun tampak UMKM dan kuliner yang ada di Kota Denpasar semakin berkembang bahkan sangat diminati masyarakat. Ini tidak terlepas dari ide kreatif Pemerintah Kota Denpasar yang telah melihat peluang yang ada dalam membangkitkan UMKM dan kuliner. Tutik Kusuma Wardhani berharap even semacam ini bisa dikembangkan di seluruh kabupaten di Bali sehingga dapat menjadi ajang promosi bagi setiap daerah yang ada di Bali.

Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menambahkan dengan adanya kunjungan dari para pejabat pusat ke Denfest itu menandakan bahwa event ini bukan hanya sekala lokal melainkan telah menjadi event nasional bahkan internasional. Mengingat yang berkunjung ke Denfest tidak hanya dari Indonesia bahkan banyak turis asing datang menikmati suasana Denfest ini.

Ini akan membawa dampak luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar. Mengingat masyarakat terutama UMKM dan kuliner lokal dapat berinteraksi dan menjajakan langsung barang produksinya pada pengunjung. (gst/humas-dps/bpn)

Tukad Bindu Jadi Kawasan Rekreasi Akhir Tahun

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Penataan Tukad Bindu yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar bersama Komunitas Tukad Bindu membuahkan hasil yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Aliran Tukad Bindu yang dulunya menjadi tempat membuang berbagai limbah setelah ditata menjadi bersih, indah dan menjadi objek wisata air di Denpasar.

Pengelolaan Tukad Bindu juga berhasil meraih penghargaan nasional. Dengan meraih penghargaan tersebut Tukad Bindu juga menjadi tempat kunjungan kerja bagi Pemerintah Daerah diseluruh Indonesia. Bahkan para wisatawan domestik maupun mancanegara  menyempatkan diri berkunjung ke Tukad Bindu. Tidak hanya itu Tukad Bindu juga dijadikan tempat rekreasi, bermain, berenang, Jogging track bagi masyarakat sekitar. Bahkan tempat arisan bagi ibu-ibu PKK Kota Denpasar.

Yang paling menarik menyambut Tahun Baru 2018 Jumantik Denpasar Selatan mengadakan berbagai kegiatan di Tukad Bindu Sabtu (30/12/2017).  Kegiatan akhir tahun yang dilakukan Jumantik Denpasar Selatan diantaranya adalah lomba balon berpasangan, lomba masukin paku ke botol dan lomba kelereng.

Koordinator Jumantik Kelurahan Sanur Ni Wayan Oktariani mengatakan,  sengaja menggelar kegiatan menyambut tahun baru di Tukad Bindu agar masyarakat Denpasar Selatan juga mengetahui penataan yang baik Tukad Bindu. Dengan demikian para Jumantik akan ikut serta menjaga kebersihan lingkungan agar tercipta lingkungan yang bersih. ‘’sambil menyambut tahun baru kita rekreasi dan bangga punya sungai bersih,’’ ujarnya.

Sementara itu Kepala Lingkungan Banjar Ujung sekaligus Komunitas Kalibersih Gusti Rai Ari Temaja mengucapkan terima kasih kepada Jumantik Denpasar Selatan telah melakukan kegiatan akhir tahun di Tukad Bindu. Dengan demikian maka keberadaan Tukad Bindu semakin diketahui oleh seluruh masyarakat khususnya Kota Denpasar.

Ari Temaja juga sependapat bahwa Tukad Bindu memang milik bersama. Sehingga masyarakat juga harus ikut menjaga kebersihannya.  ‘’Agar semua Tukad yang ada di Denpasar menjadi bersih maka semua masyarakat ikut menjaga kebersihannya,’’ ujarnya. (ayu/humas-dps/bpn)

Stand Pijat Disabilitas Tuna Netra ‘’Manjakan’’ Pengunjung Denfes ke-X

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Denpasar Festival (Denfes) ke X tidak saja menyajikan berbagai hiburan seni dan budaya, maupun kuliner khas Kota Denpasar, namun juga memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk menunjukan ketrampilannya. Seperti ketrampilan Penyandang Disabilitas Tuna Netra dalam pijat refleksi yang dapat memanjakan penunjung Denfes. Menikmati pijat refleksi Para Penyandang Disabilitas Tuna Netra Kota Denpasar bertempat di sekitar areal Urban Farming & Agro DKP di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Made Mertajaya ditemui Sabtu (30/12) mengatakan Pemerintah Kota Denpasar sengaja memberikan ruang dan stand pijat kepada para Disabilitas Tuna Netra, sebagai wujud perhatian dan pemberdayaan. Sehingga mereka bisa mempromosikan ketrampilan mereka dalam berbagai tehnik pijat.

‘’Kami menjamin pijatan para tuna netra tidak diragukan lagi. hal tersebut bisa dilakukan para tuna netra karena Pemerintah terus memberikan pembinaan tehnik memijat yang baik dan benar,’’ ujarnya. Masyarakat dapat menikmati tehnik pijat Tune Netra Denpasar meliputi pemijatan sport, siatzu, replexiologi, sotaiho dan acupressure. Maka dari itu Mertajaya berharap partisipasi masyarakat untuk dapat memanfaatkan jasa pijat Tuna Netra. Mengingat Tuna Netra menjadikan pijat sebagai profesi pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. Dengan berpartisipasi menggunakan jasa para tuna netra berarti dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Salah Satu Tuna Netra Surianingsih mengatakan, sangat senang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan Denfes X. Dengan ikut serta Denfes ini maka ia dapat mempromosikan pijat tuna netra kepada masyarakat umum.  Dengan melakukan pijat ini ia juga membuktikan kepada masyarakat bahwa para Tuna Netra tidak hanya menunggu uluran tangan orang saja, namun juga bisa berkreatifitas.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar khususnya Walikota Denpasar I B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil walikota IGN Jaya Negara berserta Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra yang telah memberikan perhatian kepada para Tuna Netra Kota Denpasar.

Untuk menikmati pijatan replexiologi Tuna Netra dengan harga Rp. 30 ribu selama 30 menit. Sedangkan untuk pijat fuel body pengunjung Surianingsih mengaku harga dilakukan kesepakatan kembali dengan pengujung. ‘’Selama ini banyak yang mencoba pijat pull body,’’ ujarnya, sembari mengatakan Tuna Netra yang mengikuti stand pameran pijat ini sebanyak 16 orang, untuk satu hari dijaga 4 orang para tuna netra. (ayu/humas-dps/bpn)

Pendidik PAUD di Denpasar Diguyur Insentif Rp 3,9 Miliar

0

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pendidik pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Denpasar pada pengujung tahun ini tampaknya bisa tersenyum. Pasalnya, Pemerintah Kota Denpasar telah mencairkan dana insentif bagi pendidik PAUD sebesar Rp 3,9 miliar lebih.

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Made Merta, mengatakan, insentif itu untuk 817 pendidik PAUD yang tersebar di seluruh Kota Denpasar. Rincinya, Disdikpora Kota Denpasar menyalurkan insentif untuk 511 pendidik PAUD yang merupakan pendidik non PNS, pendidik PAUD yang lembaganya dikelola oleh yayasan dan tercatat dalam Dapodik

Sementara insentif untuk pendidik PAUD yang lembaganya dikelola oleh banjar/desa, disalurkan melalui BPM Desa Kota Denpasar. Itu jumlahnya 306 orang pendidik PAUD. ‘’Tiap pendidik PAUD menerima insentif Rp 400 ribu per bulan. Ini merupakan implementasi dari keperdulian pemerintah terhadap pendidikan non formal,’’ kata Merta, Jumat (29/12/2017).

Merta menambahkan, dengan adanya insentif tambahan, setidaknya kesejahteraan mereka diperhatikan. Untuk diketahui, gaji untuk guru PAUD di bawah yayasan maupun lembaga yang dikelola banjar/desa selama ini hanya Rp 400 ribu per bulan. ‘’Insentif ini didapat setiap bulannya untuk menambahkan gaji yang diberi yayasan. Di mana, gaji yang didapat oleh yayasan belum mencukup, bahkan banyak di bawah UMK,’’ ujarnya.

Merta menyebutkan, jumlah pendidik PAUD di Kota Denpasar sesuai data dapodik berjumlah 1.829 orang. Rinciannya, pendidik TK sebanyak 1.528 orang, pendidik KB, SPS dan TPA sebanyak 301 orang. ‘’Dari jumlah keseluruh pendidik PAUD, yang berstatus PNS sebanyak 112 orang, sedangkan sisanya 1.717 orang bersatus non PNS,’’ terang Merta.

Merta menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar, sangat bangga terhadap jasa pendidik PAUD yang telah mengajar di sejumlah lembaga PAUD di Kota Denpasar, sebagai bukti keperdulian yang tinggi kesejahteraan tenaga pendidik harus diperhatian.

Menurut Merta, tenaga pendidik PAUD memiliki peranan yang tinggi terhadap pengembangan anak yang meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. ‘’Banyak penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara perkembangan yang dialami anak usia dini dengan keberhasilan mereka dalam kehidupan selanjutnya,’’ sebut Merta.

Lebih lanjut dikatakan Merta, pendidik PAUD memiliki peranan yang besar dalam perkembangan anak Jadi semua tenaga pendidik harus bekerja optimal dalam melaksanakan tugas sehari – harinya di sekolah dimana Ia ditempatkan. Insentif yang diberikan kepada mereka hendaknya dapat mendorong semangat dalam menjalankan kewajiban sebagai pendidik dan pembina.

‘’PAUD sekarang merupakan bagian dari program nasional, kami harapkan lembaga PAUD sesegera mungkin meningkatkan pelayanan kepada anak usia dini di lingkungannya masing-masing,’’ pungkasnya. (tis/bpn)