Unud
Bermodalkan Limbah Lokal, Teknik Sipil Universitas Udayana Berhasil Membawa Pulang Enam Prestasi Nasional dalam Sebulan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JIMBARAN – Akhir-akhir ini, material inovasi merupakan salah satu trending topic pada dunia konstruksi. Material inovasi tidak hanya diminati karena sifatnya yang ramah lingkungan, namun juga harganya yang lebih murah dibandingkan material konvensional yang banyak tersedia di lapangan.

Metode pengerjaan material inipun tidak rumit, cenderung memerlukan waktu yang lebih cepat apabila diproduksi secara massal. Material inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa program studi Teknik Sipil Universitas Udayana (Unud) di bawah bimbingan Putu Cinthya Pratiwi Kardita, S.T., M.T., berbahan dasar limbah lokal yang mudah ditemukan di Provinsi Bali.

Baca Juga :  ACK Fried Chicken Luncurkan Program ACK Kids dan Gelar Lomba Menggambar di Kota Denpasar

“Kami melihat ketersediaan bahan baku dalam jumlah banyak dan cenderung merusak lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara maksimal. Beberapa bahan baku yang digunakan dapat diperoleh dengan mudah dan proses pengolahannya pun cukup singkat,” jelas Pratiwi.

Ia juga menambahkan selain limbah lokal yang ditemui di alam, ada pula limbah serbuk bambu (bamboo sawdust) yang diperoleh dari salah satu kontraktor bangunan bambu di Provinsi Bali, bahkan Universitas Udayana juga telah memiliki Momerandum of Understanding (MoU) dengan kontraktor tersebut.

Baca Juga :  K-MBSS dan PERDAWERI Memperkuat Kolaborasi Strategis dalam Industri Kesehatan

Ide pembuatan material inovasi yang dapat digunakan sebagai pengganti material konvensional ini dicetuskan oleh mahasiswa Teknik Sipil Universitas Udayana yang tergabung dalam beberapa kelompok dan telah memenangkan beberapa penghargaan di tingkat nasional selama bulan Mei 2023.

Material yang dibuat beraneka ragam mulai dari block dinding, briket, beton ringan, plafon, dan mortar. Limbah yang digunakan meliputi limbah batu tabas (agregat kasar dan agregat halus), cacahan plastik, minyak jelantah, limbah kerang darah, dan limbah serbuk bambu (bamboo sawdust).

Baca Juga :  Kawal Kesuksesan WWF ke–10 di Bali, Ini Peran Aktif DCC PLN Dalam Memastikan Operasi Sistem Kelistrikan Bali Tetap Andal

“Menurut kami potensi limbah yang diolah kembali menjadi material konstruksi sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar dan mengurangi pencemaran,” ucap Gunggus mewakili seluruh tim Teknik Sipil Unud yang memenangkan penghargaan nasional. (unud.ac.id/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News