Tebas
Korban Hendra, saat dirawat di RS Sanglah. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Tragedi penebasan yang menimpa korban bernama I Putu Hendra Prayoga (22) saat melintas di Jalan Majapahit, Kuta, Badung, pada Minggu (31/10/2021) lalu, yang mengakibatkan korban sempat mengalami kritis karena luka bacokan di kepalanya, sampai saat ini, Kamis (4/11/2021) masih menimbulkan tanda tanya besar, terkait siapa saja yang menjadi pelaku pengeroyokan terhadap korban di depan Bale Banjar Temacun tersebut.

Sebelumnya, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta yang dipimpin Kompol Orpa Takalapeta telah menerima adanya laporan tersebut, pada Senin (1/11/2021) dengan nomor A.DUMAS/339/X/2021/Bali/Resta Dps/Sek Kuta, atas nama I Wayan Feryana yang kebetulan dirinya saat kejadian membonceng korban dan menjadi saksi atas kasus penebasan tersebut, terus melakukan rangkaian penyelidikan yang dibantu langsung tim Satreskrim dari Polresta Denpasar, untuk mengungkap siapa yang menjadi dalang penebasan terhadap korban Hendra tersebut.

Baca Juga :  Dukung Kreativitas Seniman Tabanan, Ketua Dekranasda Tabanan Hadiri Wimbakara Design dan Peragaan Busana

Saat ditemui disela-sela kegiatannya, di Kantor BNNP Bali, Kreneng, Denpasar, pada Selasa (2/11/2021), Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, anak buahnya telah melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, yang pada hasil sementara muncul dugaan sementara adanya 7 orang pelaku dalam pengaruh alkohol terlibat dalam penebasan di Kuta tersebut.

“Kita masih kembangkan, kami juga sudah memeriksa 6 orang saksi dari pihak Korban, dan juga memeriksa rekaman CCTV. Ada kemungkinan pelakunya ada 7 orang dibawah pengaruh minuman keras melakukan penganiyaan tersebut terhadap korban Hendra,” jelasnya.

Baca Juga :  Perubahan SE Gubernur Nomor 01/2021, Perjalanan Transportasi Darat dan Laut Wajib Tunjukkan Hasil Negatif Uji Swab PCR 2x24 Jam Sebelum Keberangkatan

Kapolresta Jansen juga mengatakan, bahwa pihaknya juga sedikit mengalami kesulitan untuk melacak para pelaku, dikarenakan minimnya saksi pada saat kejadian dan juga bukti rekaman CCTV yang terjadi malam hari, tidak begitu dapat terlihat jelas.

“Kesulitannya itu saja, tapi jajaran kami akan tetap terus upayakan untuk mengungkap siapa pelakunya. Korban juga saat ini sudah mulai siuman, dan sudah bisa kita mintai keterangan,” tambahnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini