Buka Pariwisata Bali
Wagub Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasca diturunkannya status PPKM menjadi Level III, Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan upaya untuk mempercepat pelaksanaan program Vaksinasi Nasional agar segera dapat diselesaikan.

Meskipun presentase capaian program vaksinasi di Bali telah melampaui target, kegiatan tersebut terus dilaksanakan dengan menyasar warga masyarakat yang belum menuntaskan kegiatan vaksin secara merata, sebagai upaya untuk mendukung kesiapan Bali dalam rencana membuka kembali sektor pariwisatanya.

Terkait rencana adanya pembukaan kembali sektor pariwisata, muncul wacana bahwa rencana tersebut akan dilaksanakan pada November 2021 mendatang. Tentunya, dengan adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu dari Pemerintah Pusat yang mengharuskan Bali untuk segera mempersiapkan diri untuk mewujudkan sektor pariwisata yang benar-benar aman dari Covid-19.

Wacana tersebut muncul dari Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati, saat diwawancarai oleh Tim Baliportalnews.com disela-sela kegiatannya memantau pelaksanaan Vaksinasi Bali Sehat, di Aula Makorem Wira Satya, Jalan PB Sudirman, pada Senin (20/9/2021) yang mengatakan, bahwa penurunan status PPKM Level III dan dibukanya sejumlah Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Bali untuk diujicobakan, merupakan sinyal hijau tentang rencana pembukaan kembali sektor pariwisata secara menyeluruh pada November 2021 mendatang dengan persiapan yang telah dilakukan dengan baik oleh Pemprov Bali untuk menyambut kedatangan para wisatawan kembali.

Baca Juga :  Triwulan I 2020, Ekonomi Bali Anjlok 1,14 Persen

“Untuk dibukanya kembali sektor pariwisata kita kan tidak melihat dari kesiapan Bali saja, tetapi kita juga melihat kondisi daerah-daerah negara asal itu yang juga menjadi pantauan kita. Tapi yang jelas, kabar gembiranya dari beberapa hari yang lalu dari Kemenkumham, sudah membuka satu essential travel ke Bali, jadi ini sudah-sudah lampau hijau bagus ya untuk Bali. Mudah-mudahan kalau tidak ada masalah berarti, bisa di bulan November bisa dibuka karena saya perlu waktu satu bulan setidaknya untuk menyiapkan segalanya,” jelas Wagub Cok Ace.

Selain penerapan CHSE bagi para pelaku sektor pariwisata di Bali, pancapaian program vaksinasi juga menjadi kunci utama dalam menumbuhkan rasa kepercayaan negara-negara asal wisatawan untuk mau berkunjung lagi ke Bali. Selain itu, penerapan Protokol Kesehatan yang disiplin di masyarakat, juga menjadi penunjang dalam keberlangsungan rencana pembukaan pariwisata November 2021 mendatang. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini