REVil
Setelah Ransomware dengan Tebusan 70 Juta Dolar, Kelompok Hacker REVil Menghilang. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Website dan semua infrastruktur yang digunakan untuk menjalankan aksi kejahatan digital oleh Kelompok Ransomware REVil semenjak 13 Juli 2021 malam dilaporkan menghilang oleh BleepingComputer.

Kelompok REVil alias Sodinokibi adalah kelompok hacker yang berbasis di Rusia, dimana kelompok tersebut bertanggung jawab dalam rangkaian serangan ransomware, diantaranya adalah serangan pada perusahaan Kaseya, dimana pihak REVil meminta tebusan hingga 70 Juta USD untuk data perusahaan yang disandera oleh REVil. Para korban serangan memilih untuk tidak membayar ransomware dan sementara penegak hukum sedang menyelidiki kasus tersebut.

Baca Juga :  Perangi Berita HOAX, Pemkot Denpasar Gelar Dialog Literasi Media

Dalam menjalankan aksinya kelompok REVil menggunakan berbagai website, mulai dari website biasa hingga DarkWeb yang semuanya digunakan untuk negosiasi tebusan, pembayaran tebusan, hingga Decoder yang digunakan untuk memberikan  kunci akses kepada korban untuk mengembalikan fle mereka yang disandera sebelumnya.

Semua website tersebut dilaporkan menghilang, bahkan infrastruktur backend mereka offline secara bersamaan.

Masih belum diketahui secara pasti kenapa semuanya menghilang begitu saja, apakah operator menutup operasi karena tekanan dari penegak hukum setelah serangan ransomware besar-besaran Kaseya baru-baru ini atau apakah infrastruktur disita sebagai akibat dari operasi yang dilakukan oleh penegak hukum.

Dan tidak menutup kemungkinan bahwa penjahat dunia maya ini memutuskan untuk menghilang sementara karena penyelidikan yang sedang berlangsung, atau bahwa beberapa anggota REVil memutuskan untuk meninggalkan kelompok karena takut ditangkap. (kmg/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini