Keras
Peran Penting Guru dalam Pencegahan Kekerasan Gender di Sekolah. Sumber Foto : Istimewa

Hari Sadewo (Child’s Rights Advisor Plan Indonesia) dan Rani Hastari (GESI Specialist Plan Indonesia) sebagai narasumber pada acara tersebut menjelaskan terkait bentuk kekerasan yang kerap terjadi di sekolah dan juga terjadi secara online. Mereka juga ikut menjelaskan tentang dampak buruk dari bahaya kekerasan berbasis gender dan mengajak para guru untuk ikut mengembangkan strategi dalam mencegah isu ini terjadi di sekolah.

Ratu Ommaya, Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop® Indonesia mengatakan kegiatan Workshop untuk Guru: Mengenal Kekerasan Berbasis Gender & No! Go! Tell! di Sekolah adalah sebagai suatu cara agar dapat meningkatkan pemahaman tentang pengetahuan dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, terutama dalam ruang lingkup sekolah.

Baca Juga :  Safari Pendidikan Hardiknas 2026, Kadisdikpora Badung Serap Aspirasi dan Curhatan Guru

“Diharapkan para guru dapat memberikan edukasi mengenai risiko kekerasan seksual terhadap anak sekolah, sehingga anak-anak dapat menggunakan No! Go! Tell!  (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan!) sebagai mekanisme perlindungan diri ketika menghadapi situasi kekerasan seksual. Untuk hasil jangka panjang, juga diharapkan dapat mendorong urgensi pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual oleh DPR RI,” ungkapnya.

Dengan mengenalkan konsep No! Go! Tell! terhadap para pengejar, diharapkan edukasi ini dapat mereka teruskan kepada generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah. Sehingga, para guru dapat menguatkan anak dari berbagai umur, tentang apa itu abuse, bentuknya, juga bisa melakukan tindakan pencegahan (prevention). Melalui kegiatan ini pula, para guru dapat kemudian mempromosikan kesetaraan gender dalam upaya mencegah peningkatan kekerasan seksual terutama di ruang lingkup sekolah.

Baca Juga :  Sekretaris TP PKK Buleleng Ajak Guru dan Peserta Didik Jaga Kebersihan dan Kesehatan di Lingkungan Sekolah

“Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk menghentikan kekerasan seksual, namun kita butuh keterlibatan dari berbagai pihak. Begitu juga dengan melibatkan pihak pengajar, yang menjadi panutan dan pembimbing anak-anak ketika di sekolah,” tutupnya. (bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News