Keras
Peran Penting Guru dalam Pencegahan Kekerasan Gender di Sekolah. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sekolah yang merupakan lingkungan belajar dan menjadi tempat kedua utama setelah keluarga bagi murid, sudah seharusnya dapat menjamin rasa aman di dalamnya. Hal ini karena murid membutuhkan ruang yang optimal dan sehat untuk tumbuh kembang dan daya berpikirnya. Oleh karena itu, penting untuk memberikan ruang aman agar terhindar dari segala bentuk kekerasan yang tidak hanya diprioritaskan kepada murid, tetapi seluruh pekerja termasuk guru di dalamnya.

Salah satu ancaman yang dapat mempengaruhi karakter seorang murid adalah munculnya gangguan kekerasan berbasis gender. Suasana pendidikan di masa pandemi saat ini yang mengharuskan murid belajar dari rumah dan melakukannya secara online rentan terhadap ancaman kekerasan berbasis gender online yang difasilitasi melalui saluran digital. Di sinilah, peran seorang guru dituntut untuk dapat mengenali, melakukan pencegahan dan penanggulangan kekerasan berbasis gender di sekolah.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI, Wawali Arya Wibawa Perkenalkan Teba Majelangu Sebagai Wahana Edukasi Ekowisata Ramah Anak

Tidak dapat dipungkiri, bahaya kekerasan berbasis gender semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kekerasan berbasis gender menurut Plan International didefinisikan sebagai kekerasan yang ditujukan kepada perempuan, laki-laki, anak perempuan, dan anak laki-laki yang didasari pada jenis kelamin, identitas gender, atau orientasi seksual mereka. Kekerasan ini bahkan seringkali menyerang korban dari kalangan perempuan dan anak perempuan.

Data UNFPA (2020) mengungkapkan bahwa sebanyak 90% korban pemerkosaan adalah perempuan. Parahnya, data kekerasan terhadap perempuan tidak hanya terjadi di ruang luring, tetapi sering terjadi di ruang daring. Sebagaimana data State of the World’s Girls Report yang dirilis oleh Plan International (2020) menyebutkan bahwa lebih dari setengah anak perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan di dunia digital.

Baca Juga :  Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Wabup Ipat Minta Petani Berdayakan Inovasi

Menyikapi hal tersebut kampanye No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan) yang diinisiasi oleh The Body Shop® Indonesia berkolaborasi dengan mitra Plan Indonesia, Magdalene, Yayasan Pulih, dan Makassar International Writers Festival (MIWF) berupaya meningkatkan pemahaman kepada publik mengenai edukasi pencegahan kekerasan berbasis gender kepada perempuan dan anak perempuan di Indonesia, terutama di lingkungan sekolah.

Fokus utama kelas edukasi ini adalah mentransfer edukasi dengan memperkuat peran guru di sekolah sebagai pendidik yang sering berinteraksi dengan murid melalui Online Workshop untuk Guru dengan tema ‘Mengenal Kekerasan Berbasis Gender’ yang dilakukan secara virtual Zoom pada Kamis (22/07/2021).

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini