Ida Bagus Mahendra Sada Prabhawa. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNGIda Bagus Mahendra Sada Prabhawa (22) pemuda asal Desa Ayunan, Kabupaten Badung ini sudah mengimplementasikan kalimat melestarikan budaya dan memiliki prestasi dari sejak kecil, dengan kemampuan individu diantaranya gender wayang, gender rambat, dan lainnya sudah membawa pemuda ini menginjakkan kaki di Mataram NTB, Bali, Jawa Timur, bahkan sampai Jawa Barat pada saat umurnya 9 tahun.

Ida Bagus Mahendra Sada Prabhawa juga pernah mewakili almamaternya SMAN 8 Denpasar pada acara pementasan Wayang Lemah sebagai Dalang Remaja di Konsulat Jenderal India dalam rangka memperingati Hari Suci Saraswati.

“Ya memang sebuah kebanggaan bagi saya, disaat umur 9 tahun sudah diberikan ilmu pengetahuan dan banyak pengalaman yang luar biasa oleh Ida Sang Hyang Widi, harus tetap saya pertahankan dan tingkatkan lagi sebagai tindakan nyata saya melestarikan budaya,” ujar Gusde Mahendra, Sabtu (8/8/2020).

Ia mengaku belajar semua prestasinya itu di banyak sumber seperti di Griya sendiri bersama Ajik (Ayah), sanggar Maha Bajra Sandhi, Pelatihan Wayang di Dinas Kebudayaan. Dan juga tidak terlepas dari darah yang mengalir menurun. Di griya yang emang sudah ada warisan budaya seperti ini memang harus dilakoni dan dipertahankan.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Perbup, Bupati Artha Pimpin Langsung Sidak Masker di Pasar Umum Negara

“Tetapi tiyang sendiri tidak terlalu spesifik sekali sampai fokus sekolah seni seperti senior-senior tiyang, porsi cukup untuk pengayah-ayahan menyamabraya dan melestarikan budaya,” ujar yang juga Ketua ST Yowana Batur Sari ini.

Gusde Mahendra juga menyampaikan pesan “Kita harus bangga memiliki seni, adat, dan budaya seperti ini bukan malah mengesampingkan identitas kita sebagai orang Bali yang kaya akan budaya. Ya harus seimbang antara mengikuti trend jaman dan ngajegin budaya sendiri.

Pemuda ini juga turut aktif di beberapa organisasi mulai dari Ketua ST Yowana Batur Sari, Ketua PC MPAB KMHDI Kabupaten Badung 2019, Ketua DPK Peradah Kabupaten Badung, sampai Yowana Dharmopadesa Badung yang dimana sudah bergerak di bidang sosial dan juga kegiatan untuk meningkatkan kualitas Pemuda/i Kabupaten Badung.

“Gunakanlah waktu di usia muda ini untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, menjadi generasi muda jangan melempem hanya diam di tempat dan ikut-ikutan untuk sementara seperti bebek, harus pintar memilah lingkungan kalau sudah tahu pergaulan diarahakan ke jurang jangan masih mau ikut juga, harus konsisten dan punya pendirian teguh seperti burung elang walaupun terbang sendirian tetapi sangat gagah karena konsistensinya,” kata Ketua Peradah Badung ini. (r/bpn)