BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR – Sebagai salah satu negara yang kaya sumber daya alam hayati, Indonesia punya potensi senyawa bioaktif yang melimpah pula. Potensi ini dapat dimanfaatkan dalam penemuan obat-obat baru untuk mengatasi berbagai penyakit yang diderita oleh manusia.

“Potensi sumber daya alam organik yang melimpah haruslah dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat Indonesia. Untuk itu perlu ada usaha penggalian sumber daya alam hayati Indonesia dengan perencanaan yang matang dan prosedur yang tepat serta berwawasan lingkungan,” ujar Prof. Dr. Ace Tatang Hidayat, M.Si., saat membacakan orasi ilmiah dalam Prosesi Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Jabatan Guru Besar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (29/11/2019).

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE. mengukuhkan Prof. Ace dalam bidang Ilmu Kimia Organik pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Padjadjaran. Prof. Ace membacakan orasi ilmiah berjudul “Peranan Kimia Bahan Alam dan Sintesis Kimia dalam Penyediaan Senyawa Aktif untuk Kesejahteraan Manusia”.

“Walaupun sudah banyak laporan mengenai penemuan senyawa bioaktif yang berasal dari sumber bahan alam organik Indonesia, diyakini masih banyak lagi di antaranya yang belum diselidiki terutama dari berbagai spesies tumbuhan dan mikroba,” ujar Prof. Ace.

Dalam orasinya, Prof. Ace menyampaikan bahwa daerah tropis yang bertemperatur tinggi dan lembab ditambah dengan tingginya intensitas matahari serta interaksi tumbuhan dengan serangga dan organisme lainnya, akan memacu tumbuhan tersebut untuk menghasilkan senyawa kimia dengan struktur kimia yang unik. Hal tersebut dapat digunakan untuk pengendalian hama tanaman maupun obat-obatan baru yang lebih potensial.

“Sumber daya alam hayati merupakan gudang senyawa organik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan oleh umat manusia terutama untuk bahan obat-obatan termasuk untuk produksi obat-obat modern salah satunya penyakit kanker,” ujarnya.

Senyawa yang dihasilkan bukan hanya dapat langsung digunakan, namun dapat dijadikan sebagai model senyawa (lead compounds) untuk pengembangan lebih lanjut melalui sintesis kimia serta studi mekanisme melalui pendekatan molecular docking. Bahan alam organik akan terus berperan dalam penemuan obat-obat baru untuk mengatasi berbagai penyakit.

Dalam kiprahnya, Prof. Ace dan tim telah melakukan berbagai penelitian terkait hal tersebut, seperti mencari senyawa bioaktif baru dari tumbuhan tropis untuk dijadikan senyawa model (lead compounds), serta mencoba membuat senyawa konjugat Doksorubisin (DOX). DOX merupakan agen anti kanker yang paling efektif dan sudah lama digunakan untuk kemoterapi.

Dikatakan Prof. Ace, senyawa aktif biologis yang diperoleh dari organisme hidup pun perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Untuk itu perlu kerjasama bidang yang terkait, diantaranya bidang pertanian, farmasi dan kedokteran serta bidang-bidang yang lainnya.(humas-unpad/bpn)