BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar menyosialisasikan pengolahan sampah berbasis sumber. Sosialisasi menyasar sekolah dasar (SD) di empat kecamatan di Kota Denpasar. Kegiatan diawali di Kecamatan Denpasar Utara, menyasar SDN 17 Dauh Puri, Jumat (6/12/2019).

Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Denpasar, Ketut Adi Wiguna, mengungkapkan, kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan warga sekolah terkait pengolahan sampah berbasis sumber di kawasan sekolah. Agenda ini sekaligus mengevaluasi penerapan Peraturan Walikota Denpasar No. 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan sosialisasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Adi Wiguna mengatakan, pihak sekolah wajib menangani sampah dengan cara dipilah, antara organik dan anorganik. Yang anorganik ini bisa menghasilkan berkah bagi warga sekolah karena sampah bisa ditabung lewat bank sampah. Terlebih Kota Denpasar sudah memiliki Sidarling atau Sistem Sadar dan Peduli Lingkungan yang telah diluncurkan awal 2019, bertujuan membangun kesadaran dan keinginan masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan bebas dari sampah.

Baca Juga :  Pembukaan KEMBALI 2020: A Rebuild Bali Festival secara Virtual dan Lifetime Achievement Award untuk Toeti Heraty

Melalui program ini setiap keluarga atau sekolah diharapkan mengelola sampahnya, organik dijadikan pupuk dan anorganik dibawa ke bank sampah. Program bank sampah terintegrasi ini berbasis website dan aplikasi, memudahkan masyarakat dan pengurus bank sampah dalam pengecekan dan pengelolaan data bank sampah.

Melalui program ini pemkot memberikan penghargaan kepada masyarakat yang turut menjaga lingkungan. Di mana dengan menabungkan sampah ke bank sampah yang sudah terdaftar Sidarling, maka masyarakat akan mendapatkan saldo uang tabungan serta poin. Untuk cakupan aplikasi Sidaling sendiri, tercatat sudah 54 bank sampah tergabung dari 128 bank sampah yang ada, dengan jumlah nasabah mencapai 5.111 nasabah.

Aplikasi tersebut juga menyediakan penghargaan (reward) bagi nasabah yang sudah mencapai point pengumpulan tertentu. Pemberian reward didasarkan pada jumlah poin yang dimiliki oleh anggota yaitu, silver, untuk pengumpulan point 0-24, dengan layanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis.

Gold, untuk mengumpulan point 25-75 dengan layanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis, diskon belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK, KTP, perizinan, BPD, pembayaran air/listrik), pelayanan rumah sakit dan puskesmas. Platinum, untuk mengumpulan poin 75 keatas dengan pelayanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis, diskon belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK, KTP, perizinan, BPD, pembayaran air/listrik), pelayanan rumah sakit dan puskesmas, serta beasiswa bagi siswa sekolah.

Baca Juga :  Rai Mantra Serahkan Bantuan Kepada Warga Kurang Mampu

Saat sosialisasi juga dilangsungkan lomba pemilahan sampah. Siswa yang benar melakukan pemilahan sampah diberi hadiah tumbler. Kepala SDN 17 Dauh Puri Denpasar, Drs. I Dewa Ketut Artana, MPd., berterima kasih kepada DLHK Kota Denpasar yang telah melaksanakan sosialisasi pengolahan sampah berbasis sumber ini. Dengan begitu, warga sekolah mengetahuai pola pemilahan sampah, dan bisa dipraktekkan di lingkungan rumah.

Agenda sosialisasi berlanjut Senin (9/12/2019) di SDN 5 Penatih, Denpasar Timur. Selanjutnya, Selasa (10/12) di SDN 2 Sesetan di Denpasar Selatan dan di SD Pembina Negeri Tulangampiang, Kamis (12/12/2019) mendatang. (tis/bpn)