Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar Lomba mapidarta dan mesatua Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali yang diselenggarakan di SMP PGRI 1 Denpasar. Lomba dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan, Jumat (22/2/2019) kemarin.

Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Si., mengatakan, tema yang diambil dalam lomba ini yakni ‘’Melarapan lomba mapidarta dan mesatua Bali maka pakukuh Denpasar berwawasan budaya ngupadi kawerdian basa, aksara lan sastra Bali’’. Kegiatan ini bertujuan melestarikan bahasa Bali dan sastra Bali di lingkungan pendidikan serta menyebar luaskan tradisi unik yang ada di masyarakat.

Kegiatan ini, sambung Wiratama, berdasarkan Pergub No. 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan bahasa, aksara dan sastra Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Wiratama menjelaskan, lomba diikuti 76 peserta yang berasal dari kepala sekolah atau wakil kepala sekolah atau guru SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar.

Rincinya, lomba mapidarta diikuti 40 peserta dan lomba mesatua Bali diikuti 36 peserta. Lomba dilaksanakan dua hari, Jumat (22/2/2019) dan Sabtu (23/2/2019) ini dipusatkan di SMP PGRI 1 Denpasar. Lomba melibatkan juri dari Fakultas Sastra Unud.

Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, mengatakan, Pemkot Denpasar berkomitmen untuk tetap melestarikan bahasa Bali sebagai bahasa ibu. Sekarang didukung oleh Pemprov Bali melalui Pergub No. 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan bahasa, aksara dan sastra Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali agar bahasa Bali betul-betul lestari dan tidak hilang di masyarakat Bali.

Menurutnya, baik guru, orangtua siswa, dan masyarakat harus turut menjaga serta melestarikan Bahasa Bali. Sehingga, bahasa yang merupakan bahasa ibu itu tetap bertahan di era perkembangan zaman. Dikatakan, lingkungan keluarga memiliki andil dan pengaruh kuat dalam kebiasaan menggunakan Bahasa Bali terhadap anak-anak.

Satua Bali misalnya, kata Gunawan, sangat menanamkan pesan moral. Dari satua Bali bisa menguatkan anak kalau dia adalah manusia Bali yang harus tetap sadar akan keBali-annya. Kalau bukan manusia Bali yang melestarikan satua Bali, siapa lagi. Selain itu, memberikan satua ke anak sebelum dia tidur, bisa memperat hubungan antara anak dan orang tua, anak bisa merasakan bagaimana perhatian orang tua.

Di Bali, sambungnya, berbahasa Bali dan mengajarkan anak-anak menggunakan bahasa tersebut patut dilestarikan sehingga tidak sampai punah atau sengaja melupakan bahasa Bali. Ia berharap, lomba semacam ini ke depan bisa terus dilaksanakan di sekolah-sekolah, sehingga bahasa Bali tidak punah dan generasi milenial dapat mencintai serta melestarikan bahasa Bali itu sendiri.(tis/bpn)

loading...