BALIPORTLANEWS.COM – Pelatihan Relawan Tingkat Adhigana Pramuka Peduli Kwarda Bali Tahun 2018 merupakan lanjutan orientasi relawan di masing-masing kwartir cabang se-bali. Selain meningkatkan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana, kegiatan ini juga guna meningkatkan kembali yang pada hakekatnya  setiap anggota Gerakan Pramuka memiliki rasa kerelaan kerjasama dengan pihak terkait melalui kesetaraan dalam penanggulangan bencana dengan melibatkan berbagai pihak secara proposional guna mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kode etik Gerakan Pramuka.

Wakil Ketua Bidang Abdimasgana Kwarda Bali  Drs. I Gde Made Jaya Serataberata, M.Si mengatakan Kaum muda (Generasi muda) di Indonesia sejak bertahun-tahun selalu menjadi objek permasalahan bangsa. Mereka sering dijadikan kambing hitam terhadap berbagai persoalan. Mulai dari persoalan HIV AIDS, Bahaya Narkoba, Seks bebas, Minuman Keras hingga tindakan kekerasan dan kriminal lainnya katanya saat membuka pelatihan mewakili Ka Kwarda pada, 20 Oktober 2018.

Sehingga Pramuka, pemerintah dan lembaga sosial lainnya mengarahkan sebagian besar program (“Rehabilitasi”) kepada generasi muda, seperti pembinaan, penyuluhan, pembentukan kelompok – kelompok remaja dan pemuda, seminar, ceramah dan berbagai jenis kegiatan lainnya. Namun persoalan bangsa tidak kunjung tuntas, bahkan terkesan generasi muda hanya dijadikan objek program semata, tambahnya.

Baca Juga :  Putri Koster Minta Pengusaha Berperan Aktif Majukan UMKM Bali

Memasuki Usia Gerakan Pramuka di Indonesia  yang sudah hampir akan mencapai 57 tahun, yang mana Indonesia masuk ke dalam wilayah dengan kategori Supermarket Bencana maka dengan ini Pramuka Peduli Daerah Bali membentuk satuan tugas relawan yang bernama “adhigana”,  yang diikuti 70 (tujuh puluh) anggota Pramuka penegak dan pandega. Terangnya. 

Bagus Partha Wijaya, SH.MH selaku Komandan pelatihan menjelaskan tujuan dari kegiatan Menumbuh kembangkan kesetiakawana sosial (empati) dalam diri anggota Gerakan Pramuka agar menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur, memahami kondisi lingkungan dan masyarakat, pengetahuan dan keterampilan bagi anggota Gerakan Pramuka mengenai masalah yang terkait dengan peyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

 Pelatihan dilaksanakan bertempat di Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan tanggal  20 sampai dengan 21 Oktober 2018.

Sedangkan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali, Dewa Made Indra pada sambutanya yang di bacakan I Gde Made Jaya Serataberata menjelaskan Pelatihan Pramuka Peduli Tingkat Adhigana ini merupakan Pelatihan lanjutan untuk memberikan bekal yang cukup kepada adik-adik Pramuka Peduli yang telah diberikan Orientasi, sehingga siap bertugas dilapangan.

Baca Juga :  Kapolres Badung Serahkan Hewan Qurban dan Sembako Kepada Warga Muslim

Pelatihan ini penting bagi Adik-adik Penegak dan Pandega sebagai Relawan Pramuka Peduli yang memiliki Kepedulian dan Rela mengabdikan dirinya bagi kepentingan masyarakat, khususnya kepedulian terhadap Bencana Alam yang tidak terduga yang memerlukan reaksi cepat untuk penanganannya.

Pelatihan Pramuka Peduli Tingkat Adhigana ini sebagai langkah persiapan kita melaksanakan aksi Kepedulian Gerakan Pramuka terhadap Bencana Alam yang terjadi.

Melalui Pelatihan ini, adik-adik dibekali beberapa Pengetahuan dan Keterampilan bagi seorang Relawan yang siap untuk bertugas di lapangan untuk membantu Bencana Alam, sebab tanpa pengetahuan dan keterampilan yang memadai bagi seorang Relawan dapat membahayakan dirinya sendiri dalam melaksanakan tugas. Mudah-mudaha melalui Pelatihan ini adik-adik para peserta dapat menambah Pengetahuan dan Wawasan terhadap Kebencanaan.

Dimana Gerakan Pramuka dengan Satgas Pramuka Pedulinya telah ambil bagian dan ikut serta dalam penanggulangan bencana, baik dalam kegiatan lapangan, Koordinasi dan kegiatan Trauma Healing, dimana adik-adik kita terjun langsung dilapangan dalam kegiatan.

Evavuasi, Pendistribusian Bahan Pangan, bertugas pemberi Informasi pada Call Centre di Posko Induk dan melakukan perjalanan menghibur anak-anak kita yang ada di Pos-pos Pengungsian dengan mengajak Penyanyi Bali Nano Biru dan Pendongeng untuk kegiatan Trauma Healing.

Baca Juga :  KPU Denpasar Monitoring Proses Coklit Data Pemilih

Atas kepedulian tersebut, Gerakan Pramuka Bali telah dianugrahi Penghargaan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagai wujud ucapan terima kasih Pemerintah Pusat atas perjuangan Satgas dan Realawan Pramuka Peduli Daerah Bali untuk ikut terlibat langsung dalam penanganan Bencana Alam Erupsi Gunung Agung di Bali.

Dalam kepedulian kita terhadap masalah Lingkungan dan Masalah Sosial, Gerakan Pramuka telah digandeng oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Mmakanan (BB. POM) Denpasar, begitu pula dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Daerah Bali, kita telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (KPS) untuk ikut serta dalam Kepedulian kita mengawasai dan mengajak adik-adik kita sebagai Relawan terhadap Bencana Narkotika yang mengancam Generasi Muda kita di Bali.  Lebih lanjut kita akan bergabung dengan Relawan Anti Narkotika Daerah Bali yaitu GANNAS Bali, yaitu Gerakan Anti Narkotika Daerah Bali. (r/bpn)