BALIPORTALNEWS.COM – Konsul-Jenderal Australia, Dr Helena Studdert menyelenggarakan acara high tea untuk merayakan Hari Perempuan Internasional (IWD). Lebih dari 90 orang tamu dari masyarakat lokal dan Australia di Bali menghadiri acara tersebut yang menunjukkan dukungan Konsulat-Jenderal Australia dalam mempromosikan keberhasilan sosial, ekonomi, budaya dan politik perempuan, khususnya di Bali dan Nusa Tenggara Barat, Kamis (8/3/2018).

Dr Studdert yang membuka acara tersebut, manyampaikan bahwa IWD memberi kesempatan untuk memotivasi teman, keluarga, rekan kerja dan masyarakat untuk berpikir, bertindak dan bersikap gender inklusif. “Semua perempuan berhak mendapatkan hak untuk hidup bebas dari kekerasan, mengendalikan tubuh mereka, pergi ke sekolah, berpartisipasi penuh dalam proses politik dan mendapatkan upah yang sama untuk pekerjaan yang setara, bebas dari pelecehan,” katanya

Baca Juga :  Menparekraf Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan Ketat saat Libur Nataru di Bali

Tahun ini, tema Hari Perempuan Internasional 2018 ‘Leave No Women Behind‘ difokuskan untuk mempromosikan dan menunjukkan peran penting perempuan dalam perencanaan dan penanganan bantuan kemanusiaan dan bencana.

Pembicara tamu, Ibu Risya Kori dan Ibu Elisabeth Sidabutar dari United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh UNFPA dalam membantu pengungsi Gunung Agung di Bali.

Dr Studdert juga mengatakan bahwa “Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari kebijakan luar negeri Australia, diplomasi ekonomi dan bantuan – kami ingin menjadi terdepan secara global dalam hal ini”.

Dr Studdert menjelaskan bahwa di bawah Strategi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, salah satu program yang dijalankan di Indonesia, yakni Program MAMPU (Pemberdayaan Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan) dengan komitmen senilai AS$ 113 juta selama 5 tahun (2016-20). Program ini meningkatkan akses perempuan terhadap pekerjaan dan menghilangkan diskriminasi di tempat kerja, memperbaiki akses perempuan terhadap program pemerintah untuk perlindungan sosial, memperbaiki kondisi tenaga kerja perempuan di luar negeri, memperkuat kepemimpinan perempuan untuk mendapatkan kesehatan dan hak reproduksi yang lebih baik dan memperkuat kepemimpinan perempuan untuk menangani kekerasan terhadap perempuan. MAMPU bekerja dengan lebih dari 2.400 mitra di 27 provinsi di Indonesia yang mendukung lebih dari 14.000 perempuan.

Baca Juga :  Misteri Kematian Satpam Bank yang Tewas Gantung Diri di Kandang Sapi

Acara Hari Perempuan Internasional 2018 Konsulat-Jenderal Australia ini dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Karangasem, Tabanan dan berbagai organisasi perempuan serta anggota masyarakat di Bali. (r/bpn)