BALIPORTALNEWS.COM – Ujian Nasional (UN) SMK tahun pelajaran 2016/2017 yang bertepatan dengan Hari Raya Galungan, khususnya di Bali dipastikan diundur. Pelaksanaan UN SMK akan digelar bersamaan dengan UN SMA/MA yang dijadwalkan 10-13 April 2017.

“Jadwal UN SMK yang digelar bersamaan dengan UN SMA/MA itu diperkuat dengan terbitnya surat dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor: 3553/BSNPI/2017 tertanggal 19 Januari 2017 yang ditandatangani Ketua BSNP Prof. Dr. Ir. Erika Budiarti Laconi, MS., ” jelas Sekretaris Disdik Provinsi Bali, Wayan Serinah di Denpasar, Bali, Jumat (20/1/2017).

Lebih lanjut dikatakan Serinah, surat ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali ini merupakan jawaban surat Nomor: 423.7/4135/Disdik tanggal 16 Januari 2017 yang diajukan Kadisdik Bali terkait jadwal UN SMK tahun 2017 yang bertepatan dengan Galungan.

Dalam surat yang diterbitkan BSNP tersebut, juga ditegaskan demi menjaga toleransi beragama dimana BSNP dengan sangat menyesal belum dapat memenuhi usulan Disdik Bali, terkait pengajuan jadwal UN SMK. Mengingat 31 Maret 2017 adalah hari Jumat yang merupakan hari ibdah bagi umat Islam dan 1 April 2017adalah hari Sabtu yang merupakan hari ibadah bagi warga Kristen anggota Gereja Mesehi Advent Hari Ketujuh.

Baca Juga :  Kondisi Memprihatinkan Akibat Pandemi, Lembaga Konservasi di Bali Butuh Dukungan

“Kami menyambut baik jawaban yang telah disampaikan BSNP. Yang penting tidak pas hari raya Galungan, artinya tidak perlu lagi mencari hari lain,’’ ujar Serinah.

Pihak Disdik Bali, ditegaskan Serinah, segera akan mensosialisasikan ke SMA/SMK terkait pelaksanaan UN yang digelar bersamaan ini. Ini juga terkait dengan pelaksanaan UNBK. Mengingat pelaksanaan UN bersamaan, otomatis SMA/SMK yang akan menyelenggarakan UNBK tidak bisa saling meminjam sarana prasarana UNBK yakni komputer serta perangkat UNBK lainnya.

‘’Apakah nantinya akan berpengaruh atau tidak pada jumlah SMA/SMK yang akan mengikuti UNBK, nanti akan kita petakan lagi sekaligus mensosialisasikan penyelenggaraaan UN yang bersamaan ini,’’ jelasnya. (tis/bpn)