Ahli Bioteknologi Berkumpul Bahas Bioteknologi Berkelanjutan di UNUD

BALIPORTALNEWS.COMSebanyak 150 ahli bioteknologi dari berbagai negera berkumpul di Universitas Udayana Denpasar membahas pengembangan bioteknologi berkelanjutan. Para ahli bioteknologi berkumpul serangkaian The 7th International Conference Bioscience Biotechnology yang diselenggarakan sejak 1-3 September 2016 di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana-Sudirman.

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

Dalam pertemuan selama 3 hari tersebut para ahli bioteknologi akan membahas berbagai hal terkait upaya pengembangan bioteknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Dimana akan ditampilkan sebanyak 40 persentasi penelitian terkait bioteknologi dan 24 poster dari para peserta.

Ketua Panitia  The 7th International Conference Biosiensce and Bioteknologi, Putu Sudiartha, Ph.D dalam keteranganya di Denpasar (2/9/2016) menyatakan pertemuan para ahli bioteknologi menjadi penting karena perkembangan bioteknologi sangat cepat dan pesat . Perkembanganya tidak saja di dunia pertanian  tetapi juga dalam bidang kesehatan, peternakan, maupun perikanan.

“Bagaimana menggunakan bioteknologi untuk hidup yang berkelanjutan, terutama pertanian berkelanjutan yang tentu berdampak pada hidup berkelanjutan pula” kata Putu Sudiarta yang juga Mantan Ketua Dewan Karateker GMNI Denpasar.

Menurut Sudiarta, bagi Unud sendiri berkumpulnya para ahli bioteknologi di Unud akan berdampak pada atmosfir pendidikan tinggi yang semakin ilmiah. Dengan taraf internasional tentu akan berdampak pada kesiapan universitas dalam mencetak lulusan yang berkelas internasional.

“Khusus pada dunia pertanian ada banyak kemudahan yang bias dilakukan untuk mengembangkan pertanian baik dari segi produksi maupun pemeliharaan, misalnya deteksi penyakit baru menggunakan PCR” ujar Putu Sudiarta. (mul/humas pemprov bali/bpn)

PBMB Diharap Dukung Pengusaha Bengkel Kecil di Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Ketut Sudikerta mengapresiasi keberadaan dan kegiatan Perkumpulan Bengkel Mobil Bali (PBMB) bisa memajukan perekonomian para pengusaha UMKM di Bali, khususnya yang bergerak di bidang otomotif.

Terlebih salah satu program kerja perkumpulan tersebut adalah program bedah bengkel yang menyasar bengkel-bengkel kecil di Bali. Untuk program tersebut, orang nomor dua di Pemprov Bali ini berharap agar kegiatan ini mengutamakan bengkel-bengkel yang berada di wilayah Karangasem atau Buleleng.

“Jadi kalau bisa awal program ini fokuskan dulu di wilayah Karangasem dan Buleleng, saya kira di wilayah tersebut banyak bengkel yang membutuhkan bantuan seperti renovasi beserta alat-alat,” jelas Sudikerta ketika menerima rombongan PBMB  yang dipimpin oleh Ketuanya I Komang Gede Tilik Juli Hartawan di ruang kerja Wakil Gubernur, Kamis (1/9/2016).

Selain program bedah bengkel, Sudikerta yang dalam kesempatan itu turut juga didampingi oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Bali AA Gede Geriya, juga menyambut positif rencana PBMB yang berencana akan membuka posko servis mobil di Besakih pada upacara odalan Pura Besakih yang akan datang.

Menurutnya program ini akan membantu para pemedek yang mengalami kesulitan ketika mobil mereka bermasalah. Ia berharap posko-posko seperti ini tidak hanya dibuka di Besakih saja, namun ke depan dia berharap bisa menyebar hingga seluruh Bali.

Sementara itu Juli Hartawan menyampaikan harapannya untuk bisa membantu keberlangsungan para pengusaha bengkel kecil sekaligus memotivasi mereka untuk memantapkan semangat wirausahwan.

Selain akan membuka posko servis mobil saat upacara piodalan Pura Besakih, pihaknya juga akan menyediakan layanan jemput gratis untuk pemedek yang mengalami mobil mogok. ‘’Sepanjang lokasi mereka masih dekat Besakih,” imbuhnya.

Mengenai harapan wagub agar dibuka posko-posko lain juga di seluruh Bali, pihaknya berharap ke depan bisa segera terealisasi agar semakin banyak masyarakat Bali yang bisa dilayani. (r/humas pemprov bali/bpn)

Berlaga di Piala Menpora, Wagub Bali Minta Pemain Sepakbola U-14 dan U-16 Raih Prestasi

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta meminta kepada pemain sepak bola U-14 dan U-16 untuk tampil maksimal dan meraih prestasi di ajang Piala Menpora 2016.

‘’Dengan berhasil meraih prestasi maka akan dapat mengharumkan nama daerah selain juga membanggakan diri dan keluarga,’’ tegas Sudikerta saat menerima rombongan pemain sepak bola U-14 dan U-16 beserta official yang akan mewakili Bali di Piala Menpora, Kamis  (1/9/2016).

Wagub Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi Karo Kesra Provinsi Bali AA Gede Griya menyambut baik atas keikutsertaan Bali sebagai upaya pengembangan diri untuk bisa tampil tidak hanya di daerah namun juga nasional bahkan internasional.

“Saya menyambut baik keikutsertaan Bali dalam event yang bersekala nasional tersebut (Piala Menpora-red). Ini sangat bagus bagi pemain agar tidak hanya berkompetisi di daerah saja, tapi juga tingkat Nasional bahkan Internasional,” ucap Sudikerta.

Sudikerta juga mengingatkan para pemain untuk menjaga kesehatan  fisik, mental dan spiritual. “Persiapkan diri sebaik mungkin, baik dari strategi maupun dari kesiapan fisik, mental dan spiritual. Sehingga dalam berlaga di ajang Piala Menpora 2016 nanti, dapat menampilkan hasil yang maksimal. Ini sebagai pembuktian agar tidak hanya mengikuti event di daerah saja tapi juga harus sampai nasional dan bila perlu sampai internasional,” pungkasnya.

Orang nomor dua di Pemprov Bali tersebut juga meminta kepada para pelatih untuk lebih fokus lagi dalam membimbing para pemain, agar betul-betul memiliki strategi yang harus di terapkan dalam pertandingan.

Sudikerta juga meminta kepada para pemain untuk tidak menggunakan obat terlarang sebagai doping demi membuat daya tubuh tetap fit dalam mengikuti laga.

“Saya minta kepada semuanya jangan pernah ada yang menggunakan narkoba sebagai doping agar bisa tetap fit kondisinya. Ya sekarang bisa merasakan efek bagusnya, tapi lama kelamaan akan tidak bagus bagi kesehatan dan tubuh kita. Untuk itu, jangan pernah menggunakan obat terlarang,” pinta Sudikerta.

Rombongan yang dipimpin oleh I Wayan Surata  menjelaskan bahwa untuk tim U-14 diwakili oleh Kesebelasan Putra Tresna dan tim U-16 diwakili Putra Perkanti.

Tim U-14 akan mulai melakoni pertandingan pada 6 September 2016, dimana proses penyisihan hingga finalnya akan berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur. Sedangkan untuk Tim U-16 akan memulai babak penyisihan pada 3 September 2016 di Ciracas, Jakarta Timur.

Ditambahkan Surata atau yang biasa dipanggil Botak, Tim U-14  membawa 20 pemain dan official. Sedangkan untuk Tim U-16 membawa 18 pemain serta official untuk berlaga di Piala Menpora 2016.

Event tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI sebagai wadah untuk membangun tata kelola dan meningkatkan kualitas pesepakbola muda di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Sudikerta juga berkesempatan melepas secara langsung rombongan sepak bola U-14 dan U-16 beserta official yang akan mengikuti Piala Menpora 2016. (r/humas pemprov bali/bpn)

Wagub Bali Apresiasi Pasraman Penjor Agung Jagadhita

BALIPORTALNEWS.COM – Wagub Bali Ketut Sudikerta menghadiri karya melaspas parahyangan dan wantilan alit Pesraman Penjor Agung Jagadhita Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng (1/9/2016).

Pasraman yang diresmikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada Desember tahun lalu itu, adalah sebuah yayasan untuk belajar ilmu keagamaan bagi warga di Bali yang ingin menjadi pemangku dan memperdalam Hindu.

Sudikerta menyambut keberadaan pasraman ini sebagai media bagi umat Hindu untuk lebih memahami ajaran agama sekaligus meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Hyang Widhi.

Inisiator Pesraman Penjor Agung Jagadhita, Jro Penjor Wisnaya, mengungkapkan keinginannya untuk mewujudkan embrio Desa Bengkala sebagai desa wisata budaya hindu berlandaskan tradisi dan budaya hindu.

Sementara itu, Kepala Desa Bengkala, Made Arpana, mengatakan diresmikan sebanyak 13 siswa yang akan belajar sebagai pemangku, yang nantinya diharapkan dapat mengabdikan diri di tengah masyarakat, sehingga dapat mengembangkan keilmuan agama yang sesuai dengan adat istiadat hindu di Bali.

Pembelajaran dan pemberdayaan umat se-dharma berasaskan Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana dan Tri Guna Penjor dalam upaya untuk menyelaraskan kerangka Hindu. Diharapkan mampu mencerdaskan umat beragama dan mementaskan kehidupan yang lebih baik dan bahagia. (r/humas pemprov bali/bpn)

Gubernur Bali Ingatkan Atlet PON Berjuang ‘’Puputan’’

BALIPORTALNEWS.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan atlet yang akan berlaga pada PON ke-19 di Jawa Barat, agar berjuang dengan semangat ‘’puputan’’ dan pantang menyerah.

“Kalian harus berjuang dengan semangat habis – habisan, dengan semanagt puputan yang berlandaskan perasaan jengah, tidak ada kata menyerah, orang Bali itu berjuang sampai mati,” tegas Pastika saat melepas kontingen Bali ke PON Jawa Barat di halaman depan Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (2/9/2016).

Pastika yang juga mengharapkan kedisiplinan dari para atlet tersebut. “Tanpa kedisiplinan kalian akan kalah, jadi jangan main – main,” imbuh mantan Kapolda Bali ini.

Selain itu, Gubernur Pastika mengingatkan setiap atlet untuk berjuang secara maksimal dikarenakan jumlah dana yang mereka gunakan sangatlah besar dan menurut pastika uang tersebut adalah uang rakyat yang harus mereka pertanggung jawabkan.

“Setiap rupiah yang kalian gunakan tersebut adalah uang rakyat yang harus kalian pertanggung jawabkan. Jadi kalian harus berusaha mengukir prestasi sehingga uang rakyat yang keluar tersebut tidak percuma. Ini bukan jalan – jalan, jangan main-main dengan uang rakyat,” tegas Pastika.

Lebih lanjut disampaikan Pastika, ia juga sangat mengharapkan prestasi Bali di ajang PON sebelumnya yakni peringkat 9 dari 33 provinsi, dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

Menurutnya, para atlet dan official tidak boleh terlena dengan hasil PON yang lalu. Upaya mempertahan kan atau meningkatkan tidak semata-mata hanya peringkat saja namun juga peningkatan jumlah perolehan medali.

Pastika juga menyadari bahwa hal tersebut tidaklah mudah dan penuh tantangan, namun ia sangat meyakini bahwa komitmen tinggi dari para pembina dan pelatih serta para atlet ditambah dengan dukungan moril dari masyarakat Bali akan mampu memberikan aura positif untuk meraih prestasi yang lebih baik.

Sementara itu Ketua KONI Bali I Ketut Suwandi dalam laporannya menyatakan bahwa jumlah atlet yang dikirim ke ajang PON ke-19 sebanyak 360 atlet yang nantinya akan bertarung di 36 cabang olahraga.

Selain itu para atlet nantinya juga akan didampingi oleh 122 orang official. Ia juga melaporkan, walaupun PON XIX berlangsung dari 17-29 September 2016, namun  terdapat beberapa cabang olahraga yang pelaksanaannya mendahului yakni cabang sepak bola dan cabang renang.

Oleh karena itu, ia menjelaskan bahwa pemberangkatan para atlet dan official akan dilakukan secara bertahap mulai dari 11 September 2016. Ia juga menyampaikan bahwa untuk PON ke-19, KONI Bali menargetkan 20 medali emas dan berharap kontingen Bali mampu untuk mempertahankan peringkat atau bahkan naik peringkat. (r/humas pemprov bali/bpn)

Wagub Bali Minta Para Atlet Jaga Semangat Kebersamaan

BALIPORTALNEWS.COM – Melalui semangat kebersamaan, para atlet Bali yang akan berlaga dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke-19 di Bandung, Jawa Barat, mendatang diharapkan bisa mencapai target medali yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat menjamu para atlet makan secara megibung di rumah jabatan Wakil Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/9/2016).

“Kita semua harus bersatu dan tetap solid karena kita adalah satu tim agar semua tujuan bisa tercapai seperti yang telah kita tetapkan minimal 20 keping emas,” ujarnya kepada seluruh atlet.

Tujuan acara makan secara megibung ini juga sebagai bentuk kebersamaan para kontingen dari Bali. Disamping  itu, Sudikerta juga berjanji yang juga merupakan salah satu komitmen pemprov Bali untuk memberikan bonus uang pembinaan bagi atlet dan pelatih yang mampu menyumbangkan medali.

“Meskipun besarannya tidak seberapa, tapi itu bentuk penghargaan pemerintah bagi para atlet, selain itu upaya ini juga sebagai bentuk motivasi bagi para atlet lain untuk meraih prestasi,” imbuh Wakil Gubernur yang juga merupakan Ketua Kontingen Bali.

Lebih dari itu, Wagub Sudikerta juga berharap ke depan kesejahteraan para atlet bisa terus ditingkatkan. “Saya tidak ingin para pejuang Bali di masa depannya hidup dengan tidak layak,” tegas Sudikerta.

Untuk itu dia mengatakan sudah mengumpulkan BUMN dan pimpinan perusahaan swasta untuk memfasilitasi lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Selanjutnya sebagai bentuk dukungan, Sudikerta mengajak para atlet untuk merilekskan diri sejenak, sambil makan dan tertawa bersama sebelum berjuang habis-habisan di ajang olah raga paling bergensi di Indonesia itu.

“Yang penting makan yang banyak dan jaga kesehatan, nanti saya ikut ke Bandung sambil memberi support dan kita bertarung habis-habisan di sana,” tandasnya.

Sementara itu, para atlet, pelatih serta manajer yang ikut dalam acara tersebut menyatakan kesiapannya membela Bali hingga penghabisan.

Dengan dukungan jumlah kontingen yang bertambah hampir dua kali lipat dari peserta PON sebelumnya, kontingen Bali bahkan menargetkan lebih dari 20 keping emas dari cabang 36 cabang olahraga. (r/humas pemprov bali/bpn)

FKUB Diharap Berperan dalam Membina dan Memelihara Kerukunan Antar-Umat Beragama

BALIPORTALNEWS.COM – Keberagaman Bangsa Indonesia dengan suku, agama, ras dan adat yang terbangun secara kuat diharapkan dapat terus memelihara dan menjaga kerukunan dan keharmonisannya untuk hidup berdampingan. Demikian halnya juga dengan Bali yang masyarakat  bersifat heterogen.

Untuk itu keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) diharapkan dapat menjadi media untuk terus membina dan memelihara kerukunan antar umat beragama.

Demikian penegasan yang disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri acara Jamuan Makan Malam dan Ramah Tamah dengan para peserta Konferensi Nasional II FKUB se-Indonesia di Puri Den Bencingah, Klungkung, Kamis (1/9/2016).

“Kerukunan merupakan pilar pembangunan, jika tidak rukun maka keamanan tidak akan tercapai, jika tidak aman maka pembangunan tidak akan jalan, dan jika pembangunan tidak jalan maka kesejahteraan masyarakat pun tidak akan tercapai,” ujar Pastika dalam sambutan tersebut.

Lebih jauh, Gubernur Pastika dalam sambutan tersebut juga menjelaskan Pemprov Bali selama ini sudah memberikan dukungan dalam bentuk bantuan pembiayaan maupun fasilitas agar FKUB dapat terus meningkatkan perannya ditengah-tengah masyarakat.

Ke depannya dukungan terhadap keberadaan FKUB akan terus ditingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Gubernur Pastika pun mengomentari permasalahan yang dialami FKUB daerah lain terkait bantuan pembiayaan yang sangat minim dari pemerintah daerahnya.

Hal tersebut menurut Pastika kemungkinan bukan karena pemerintah daerahnya tidak mau memberikan dukungan, namun lebih kepada anggaran yang dimiliki pemerintah daerahnya. Ketersediaan anggaran yang sangat minim, diperparah dengan keadaan saat ini yang beberapa daerah mesti mendapat penundaan pembayaran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Bali, Ida Pangelinsir Agung Putra Sukahet dalam laporannya menyampaikan kata cinta sebagai simbol kerukunan yang patut selalu diungkapkan untuk semakin mempererat hubungan baik yang sudah terjalin.

“Kalau kata cinta sudah membumi, maka kerukunan akan tercipta,” ujarnya, seraya menjelaskan Jamuan makan malam yang dilaksanakan saat sebagai media silaturahmi dalam momen santai, untuk terus menumbuhkan kerjasama yang baik.

Ida Pangelinsir Agung Putra Sukahet menjelaskan, kehadiran para petinggi lembaga-lembaga di Bali sebagai bentuk kekompakan dalam menjaga toleransi dan dukungan terhadap keberadaan forum tersebut.

Ia juga berharap adanya dukungan fasilitas dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan FKUB, dalam menciptakan kerukunan sebagai satu syarat terbangunnya negara yang baik. Karena fakta di lapangan yang didapat saat konferensi FKUB se-Indonesia beberapa waktu lalu,  banyak daerah yang kurang mendapatkan bantuan fasilitas dari pimpinan-pimpinan daerahnya.

“Kalau berbicara tentang keutuhan dan kerukunan NKRI tidak bisa hanya dilaksanakan oleh satu provinsi, tapi sepatutnya seluruh provinsi, jadi FKUB se-Indonesia harus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat,” cetus Putra Sukahet.

Jamuan makan malam saat itu turut dihadiri, diantaranya oleh Kapolda Bali, Pangdam IX Udayana, Dandrem 163 Wirasatya, Kapolres Klungkung, Ketua FKUB Provinsi se-Indonesia, dan pemuka agama. (r/humas pemprov bali/bpn)

Wagub Bali Ingatkan Krama Selalu Lakukan Karma Kebaikan

BALIPORTALNEWS.COM – Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta menghadiri upacara mamungkah, mapadudusan agung lan mupuk pedagingan di Pura Dalem Danu Taman Suci, Banjar Pakraman Minggir, Desa Pakraman Padangsambian, Denpasar Barat, Jumat (2/9/2016).

Sekretaris Karya, Made Rapinata, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wagub Sudikerta yang turut menyaksikan prosesi upacara tersebut.

Ia melaporkan bahwa, karya pedudusan agung telah dimulai sejak 14 Agustus 2016, dan akan berakhir pada Redite Umanis Kuningan (18/9/2016).

Sementara upacara mecaru lan mupuk pedagingan yang di puput oleh Ida Pedande Griya Telabah Denpasar. Ia berharap, semua prosesi upacara tersebut dapat dilaksanakan dengan baik sampai pada penyineban nanti.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang hadir didampingi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Berata, turut melaksanakan persembahyangan di Pura Dalem Danu Taman Suci. Dalam kesempatan tersebut, Sudikerta mengapresiasi semangat warga dalam melaksanakan karya.

Sudikerta mengingatkan krama agar selalu melakukan karma kebaikan. Hanya bekal hasil perbuatan baik saja yang akan menyelamatkan di kehidupan mendatang agar bisa lebih baik dari sekarang

“Kita hidup di dunia tidak membawa apa-apa, semua yang kita miliki bersifat sementara. Karena saat mati, kita tidak akan membawa harta benda, yang kita bawa hanyalah karma yang kita lakukan selama di dunia, untuk itu terus lakukan hal yang baik,” ucap Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, kita hidup didunia harus terus melakukan dan menjalankan ajaran agama sesuai dengan filosofi Tri Hita Karana, yakni meliputi hubungan dengan sesama manusia (pawongan), hubungan dengan alam sekitar (palemahan), dan hubungan dengan ke Tuhan (parhyangan) yang saling terkait satu sama lain.

Sudikerta juga mengingatkan krama dalam melakukan yadnya dengan mengukur kemampuan diri jangan sampai berlebihan. Berapa yang kita punya, segitu kita haturkan. Jangan sampai menjual harta, warisan, bahkan sampai ngutang hanya untuk melaksanakan yadnya yang salah atau berlebihan.

‘’Untuk melaksanakan Yadnya harus dengan tulus iklas, karena pelaksanaan yadnya harus memiliki tujuan yang baik sehingga persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi dapat diterima dengan baik juga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara; Ketua DPRD  Kota Denpasar, Camat Denpasar Barat serta undangan lainnya. (r/humas pemprov bali/bpn)

 

Ket Foto
Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat menghadiri upacara mamungkah, mapadudusan agung lan mupuk pedagingan di Pura Dalem Danu Taman Suci, Banjar Pakraman Minggir, Desa Pakraman Padangsambian, Denpasar Barat, Jumat (2/9/2016).

Revitalisasi Pasar Seni Sukawati, Pemkab Gianyar Mohon Dukungan Komisi VI DPR RI

BALIPORTALNEWS.COM – Komisi VI DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Pasar Sukawati, Gianyar, Jumat (2/9/2016).

Kunjungan DPR RI yang dipimpim langsung Ketua Komisi VI Dr. Ir. M. Farid  Al Fausi; Rieke Diah Pitaloka;  Gde Sumarjaya Linggih dan Nyoman Dhamantra, diterima Bupati Gianyar, AA. Gde Agung Bharata, didampingi Wabup Gianyar, Made Mahayastra.

Rombongan DPR RI memantau situasi lapangan, bangunan fisik  serta menampung aspirasi yang berkembang berkaitan dengan program revitalisasi pasar dengan tujuan sebagai bahan masukan bagi pemerintah untuk ditindak-lanjuti.

Sebelum menuju Sukawati, rombongan anggota DPR RI terlebih dahulu berkunjung ke Pasar Badung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar,  I Wayan Suamba, mengatakan, kunjungan  DPR RI ke Pasar Sukawati sebagai bahan rapat kerja dengan Kementerian Perdagangan terkait rencana revitalisasi pasar.

“Pemkab Gianyar mohon dukungan DPR RI untuk merealisasikan pembangunan yang membutuhkan alokasi dana cukup tinggi,” ujar Wayan Suamba.

Untuk itu, pihaknya pada Senin (5/9/2016) akan mengadakan pertemuan dengan pihak Kementerian untuk melaporkan secara tertulis proses perjalanan pasar Sukawati.

Ketua Komisi VI DPR RI,  Dr. Ir. M. Farid  Al Fausi mengatakan,  Komisi VI DPR RI mendukung keberadaan pasar seni dan tradisional di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, perlu diberi perlindungan dan pembinaan yang berkelanjutan sehingga keberadaan pasar tradisional sebagai pusat perputaran perekonomian masyarakat akan tetap eksis dan terjaga  yang saat ini tengah menghadapi persaingan dengan pusat oleh-oleh yang modern.

Pihaknya akan memperjuangkan pengalokasian dana pada tahun anggaran 2017. (agy/bpn)

 

Ket Foto:
Bupati Gianyar, AA. Gde Agung Bharata, bersama sejumlah pejabat Gianyar mendampingi kunjungan  Komisi VI DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Pasar Sukawati, Gianyar, Jumat (2/9/2016). (agy/bpn)