Terkait Reklamasi Telok Benoa  dan Angkutan Umum Berbasis Online,  Pastika Tegaskan Tunggu Keputusan Pusat

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan bahwasannya dua persoalan yang tengah terjadi di tengah tengah masyarakat Bali  saat ini yaitu tentang kelanjutan reklamasi Teluk Benoa serta permasalahan angkutan umum berbasis online tengah menunggu keputusan dari Pemerintah Pusatsebagai pemilik kewenangan.

Pastika berharap pusat segera mengambil keputusan agar kedua persoalan ini tidak berlarut larut dan dikhawatirkan menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan.  Penegasan tersebut disampaikannya pada  Simakrama Gubernur Bali ke- 84 yang digelar di Wantilan DPRD Provinsi Bali,Jl. KusumaAtmaja , Niti Mandala , Denpasar,  Sabtu (29/10/2016).

Lebih jauh disampaikanya situasi dan kondisi yang terjadi di Bali seperti maraknya aksi demonstrasi terkait dua permasalahan  diatas hendaknya menjadi bahan pertimbangan  Pusat untuk segera mengambil langkah karena dikhawatirkan akan berimbas pada citra pariwisata Bali.

“Bukan saya bermaksud menyalahkan,  persoalan ini adalah persoalan mendasar yang menyangkut banyak hal sehingga saya meminta ketegasan dari Pemerintah Pusat untuk segera mengambil keputusan baik terkait reklamasi Teluk Benoa maupun angkutan online, saya tidak mau ada konflik apapun di Bali dan membuat kita sesama saudara Bali bertengkar karena hal ini akan berpengaruh besar  pada pariwsata kita,” imbuhnya.

Disamping itu Gubernur Pastika juga meminta kepada masyarakat baik yang pro maupun kontra agar menyampaikan aspirasi dengan baik, dipikirkan dengan kepala dingin dan tidak menggunakan emosi, sehingga nantinya keputusan terbaik akan dicapai dan semua pihak bisa menerima dengan lapang dada langkah yang nantinya diambil oleh Pemerintah.

“Saya minta Dinas Perhubungan secara serius mengawal permasalahan angkutan online ini dan bergitu pula halnya kepada Dinas Kehutanan dan Bappeda untuk bersurat  yang ketiga kalinya kepada Mentri Kehutanandan Lingkungan Hidup yang ditembuskan ke Mentri Perikanan dan Kelautan dan Mentri Kemaritiman  untuk permasalahan reklamasi Teluk Benoa, sehingga kita segera tahu jawaban pusat,” bebernya.

Di bagian lain, Pastika juga kembali mengingatkan masyarakatnya akan hadirnya para kompetitor baru dalam dunia pariwisata yang salah satunya adalah Provinsi Nusa tenggara Barat dan Banyuwang. Dengan sejumlah pantai indah yang dimilikinya dan dengan mulai dikembangkannya  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, NTB sangat berpeluang menyedot para wisatawan yang selama ini berkunjung ke Bali untuk beralih.

 Untuk itu, Pastika mengajak masyarakat berupaya mengembangkan sektor pariwisata lainnya selain pariwsata budaya, sehingga  kedepannya sektor pariwisata masih merupakan andalan Bali masih tetap memberikan  peluang kerja bagi para generasi muda.

Pelaksanaan simakama yang dipandu oleh Inspektur Provinsi Bali Ketut Teneng ini juga menjadi ajang adu argumen dari dua kubu awak angkutan yaitu angkutan yang berbasis online dan yang  masih bersifat konvensional.

Nyoman Kantun Arjana dari Dalung mewakili aspirasi para sopir angkutan pangkalan menyampaikan bahwa beroperasinya angkutan online tidak sesuai dengan peraturan mengingat angkutan online beroperasi tanpa ijin resmi  dan tidak membayar pajak.

Disisi lain sopir angkutan umum berbasis online yang diwakili  Nyoman Suarta menyampaikan   angkutan online memiliki keistimewaan karena memberikan hak kepada konsumen untuk memilih mengggunakan angkutan yang nyaman bagi mereka serta tarif yang telah diatur dalam sistem.

Disamping itu, angkutan online juga tidak memerlukan lahan parkir khusus untuk memarkir kendaraan mereka seperti halnya angkutan pangkalan. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Pastika mengingatkan agar kedua kubu tidak saling bersitegang dan bersabar menunggu keputusan yang akan diambil oleh Pemerintah Pusat melalui Mentri Perhubungan. O

rang nomor satu di Bali ini menambahkan bahwa telah ada Surat Edaran (SE)  Mentri Perhubungan terkait Peraturan Mentri Perhubungan nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek, dimana didalamnya menyatakan bahwa dari tanggal 1 Oktober 2016- April 2017 merupakan masa sosialisasi dari peraturan mentri perhubungan  tersebut dan dari bulan Apri 2017-Oktober 2017 merupakan masa yang diberikan untuk melengkapi semua persyaratan yang diminta  sesuai dengan isi dari Permen Perhubungan no 32 Tahun 2016 tersebut.

“Saya minta semua pihak agar mengikuti aturan ini, jadi pada masa sosialisasi tidak ada tindakan, tidak ada sanksi  yang ada adalah pembinaan, saya harap semua pihak berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Sisi lain permasalahan transportasi juga disampaikan oleh I Putu Putra Jaya  jebolan jurusan transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyoroti belum optimalnya keberadaan moda angkutan masal Transarbagita. Ia juga mengusulkan agar Pemprov segera membentuk dewan transportasi sebagai wadah menampung aspirasi masyarakat terkait persoalan transportasi. Usulan ini disambut baik Pastika  yang kemudian mengatakan akan mempelajari tentang keberadaan dewan transportasi tersebut.

Aspirasi generasi  muda juga disampaikan oleh Ria Asteria dimana ia mengajak para generasi muda untuk  berkontribusi positif  dalam pembangunan Bali, pemuda tidak hanya bisa mengkritik tetapi juga harus berperan aktif dalam pembangunan Bali.

Ketut Wenten asal Nusa Penida yang selalu hadir dalam setiap simakrama juga menyampaikan sejumlah persoalan yang muncul di kecamatan Nusa Penida diantaranya indikasi kerugian LPD Desa Sebunibus Kecamatan Nusa Penida Klungkung sebesar 897 juta Rupiah.

Hal tersebut ditanggapi oleh Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Inengah Laba yang mengatakanTim yang diturunkannya ke lokasi tidak menemukan fakta tersebut, namun sebaliknya LPD tersebut berhasil meraup keuntungan. Menanggapi hal tersebut Gubernur Pastika meminta agar Karo Ekbang memanggil  Kelihan banjar setempat agar persoalan menjadi jelas.

Masih menjawab  persoalan di Nusa Penida, pasca  runtuhnya Jembatan Kuning, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Astawa Riadi, menjelaskan bahwa setelah melalui koordinasi dengan Bupati Klungkung dan Balai Jalan Nasional Wilayah VIII, Kementrian Pekerjaan Umum selanjutnya akan membantu pembangunan jembatan sementara, disamping juga akan membangun jembatan lainnya yang sifatnya permanen dan bisa dialui kendaraan bermotor.

 “Untuk yang permanen kami sudah punya DED (Detailed engineering Design)  nya Untuk jembatan sementara kita bangun agar masyarakat bisa menyeberang,” ujarnya.

Di bagian akhir simakrama, Ketua Majelis Utama Desa Pakraman ( MUDP) Jero Gede Suwena Upadesa, menyampaikan tentang pentingnya peran Desa Pekraman yang ada di Bali dalam menjaga adat, budaya dan tradisi dari masyrakat Bali dan mengajak masyarkat Bali untuk selalu menyelesaikan permasalahan dengan memegang slogan Sagilik-saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya, saling asah-asih dan asuh.

Pelaksanaan Simakrama diakhiri pada pukul 12.00 wita  dengan Puja Trisandya serta makan siang bersama. (hms prov bali/bpn)

Denpasar Diharapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi di Bali

BALIPORALNEWS.COM – Setelah beberapa waktu lalu, lewat Anugerah Pangripta Nusantara (APN) pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas memberikan apresiasi kepada Pemkot Denpasar menjadi salah satu pemerintah daerah terbaik di Indonesia dalam penyusunan program Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Kali ini apresiasi serupa juga disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro. Hal ini dikatakannya saat berbicara  di depan peserta Rakor Bappeda se Bali di Hotel Prama Sanur Beach, Sabtu (29/10/2016).

Selain itu Kota yang dipimpin oleh duet IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan IGN Jaya Negara diharapkan dapat  sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Bali. Acara ini juga hadiri   Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kepala Bappeda Provinsi Bali Putu Astawa, serta Kepala Bappeda seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali.

Dikatakan dalam perencanaan pembangunan perlu adanya penyatuan dan penyelarasan program antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk mencapai tujuan yang tak terlepas dari kemanfaatan masyarakat.

Dengan perencanaan yang matang serta dukungan pemerintah daerah dan pusat dalam memperbaiki infrakstruktur dan program pembangunan lainnya serta pembangunan yang merata dan maksimal akan dapat mempercepat tujuan pembangunan nasional yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu Kota Denpasar yang merupakan ibu kota Propinsi Bali diharapkan dapat sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Bali.

“Bappeda selaku insan terbaik yang berperan dalam membingkai prosesi pembanguanan daerah harus senantiasa meningkatkan kualitas diri.  Rapat koordinasi semacam ini harus digencarkan untuk menghasilkan rekomendasi bukan hanya untuk intern pemerintahan di Bali, tapi diharapkan juga mampu memeberi warna ditingkat nasional melalui butir-butir rekomendasi dibidang pembangunan. Bappeda tidak hanya terpaku pada usulan  SKPD namun juga harus mampu menitipkan pola-pola pembangunan kepada SKPD itu sendiri,” kata Bambang Brodjonegoro.

Sementara Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mengatakan, berbagai program dan perencanaan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam upaya meningkatkan infrastruktur serta kemajuan pembangunan terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Dengan diadakannya rapat koordinasi  dalam upaya meningkatkan capacity building SDM perencana di Provinsi Bali serta dalam meningkatkan kualitas perencanaan, sekaligus meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan antar kabupaten/kota diprovinsi Bali dan dengan Pemerintah pusat.

Rai Iswara mengatakan tahap perencanaan menentukan tingkat keberhasilan pembangunan, maka Bappeda harus mampu menangkap isu-isu strategis maupun permasalahan yang ada, baik sektoral maupun daerah. Selain itu, Bappeda juga harus jeli mengenali potensi daerah untuk menyusunya dalam program kegiatan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami selaku Pemerintah Kota Denpasar mengucapkan terimakasih kepada Bappeda Se-Provinsi Bali karena pada tahun ini Kota Denpasar dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan rapat koordinasi ini, tentu harapan kita sinergi  dari Bappeda Se-Provinsi Bali mampu mengangkat permasalahan-permasalahan yang timbul dan sekaligus mencari alternatife pemecahan  masalah tersebut. Melalui pertemuan ini diharapkan mampu menghasilakan rekomendasi-rekomendasi sehingga prosesi pembangunan daerah kedepanya menjadi lebih baik” ujar Rai Iswara. (eka/hms dps/bpn)

Pentingnya Peran Keluarga Dukung Pendidikan Anak

BALIPORTALNEWS.COM – Peran keluarga dalam hal pendidikan bagi anak, tidak dapat tergantikan sekalipun anak telah dididik di lembaga pendidikan formal maupun nonformal.

‘’Untuk itu, keluarga harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan proses peningkatan gizi dan kesehatan, perawatan, pengasuhan, pendidikan dan perlindungan,’’ ujar Kasi PLS Bidang PLS Disdikpora Kota Denpasar, Made Artha Widiani saat membuka kegiatan penguatan pendidikan keluarga di UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Artha Widiani, keselarasan pendidikan yang dilaksanakan di lembaga PAUD dan di rumah diakui sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan anak secara menyeluruh.

Disisi lain, ia mengatakan, anak-anak memiliki kekuatan dan potensi yang luar biasa serta kebutuhan berekspresi yang tak terbatas. Anak-anak secara alami terus bereksplorasi, membuat penemuan, dan mengubahdirinya. Oleh karena itu setiap pendidik anak usia dini di PAUD harus menyadari dan memahami potensi yang dimiliki anak.

Seorang pendidik yang efektif akan menghargai bahwa anak adalah pembelajar aktif yang tertarik pada pengalaman-pengalaman untuk membangun pemahaman meraka tentang dunia. Seorang anak akan kompeten dan menjadi pembelajar sejati dengan kehadiran seorang pendidik yang mampu menghargai keberadaan mereka, dapat memenuhi kebutuhan fisiknya serta mampu menciptakan rasa aman pada diri anak.

Seorang pendidik harus menyadari bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda dalam belajar dan bertindak, oleh karena itu setiap anak harus diberikan dukungan dalam perkembanganya dengan memberikan kesempatan untuk secara bebas dalam berekspresi dalam menunjukan berbagai kemampuan baru yang telah diperolehnya.

Sementara Ketua Panitia Ketua Panitia, Made Sugiantini, S.Pd., MPd.H., yang juga Kepala UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar, mengungkapkan, kegiatan penguatan pendidikan keluarga serangkaian mengisi jeda semester I. Kegiatan diikuti oleh PAUD yang tergabung dalam Gugus Rama Kecamatan Denpasar Timur, diisi dengan aneka lomba.

Di antaranya lomba tari Pendet dan Gopala, lomba menyiapkan makanan sehat anak, lomba membuat banten pejati dan lomba tarik tambang. Kegiatan juga dilanjutkan dengan kelas orang tua dengan tema ‘’Pengasuhan Positif’’, kelas orang tua dengan tema ‘’Mendidik Anak di Era Digital’’, kelas inspirasi dan menyusun film pendek yang akan ditayangkan pada pentas akhir tahun.

Ditegaskan, sekaligus meningkatkan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam pemahaman dan pelaksanaan pendidikan keluarga. Selain menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, nyaman dan menyenangkan baik di satuan pendidikan maupun di rumah. (pra/bpn)

Keterangan Foto : LOMBA SENAM – Penampilan lomba senam yang dibawakan anak-anak PAUD dalam kegiatan penguatan pendidikan keluarga yang digelar UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar, Sabtu (29/10/2016).

 

Bupati Giri Prasta Tegaskan Penggunaan Dana Hibah Harus By Name By Dress 

BALIPORTALNEWS.COMBupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos, Sabtu (29/10/2016) memberikan pengarahan kepada 1.789 kelompok masyarakat di Badung calon penerima dana hibah pada anggaran Perubahan APBD Badung tahun 2016, di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD Badung, Puspem Badung. Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menegaskan bahwa penggunaan dana hibah harus sesuai dengan yang dibantu (by name by dress). Dan Beliau memastikan dana hibah cair pada hari Senin ini.

Pengarahan berkenaan dengan penggunaan dan pertanggungjawaban hibah tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta beserta sejumlah anggota DPRD Badung, pimpinan SKPD serta para Perbekel.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menekankan, bantuan hibah ini bukan merupakan kewajiban pemerintah, namun dalam upaya program percepatan pembangunan di Kabupaten Badung, Pemkab Badung bersama DPRD Badung mengambil kebijakan ini.

“Ini murni kebijakan Pemkab Badung bersama Dewan berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badung,” terangnya.

Kepada pengguna dana hibah Bupati kembali menegaskan agar memanfaatkan dana ini sesuai dengan tatanan regulasi dan aturan yang berlaku.

“Kami harapkan setelah cair, dana ini harus segera dimanfaatkan dan penggunaanya itu harus by name by dress, yang mana dibantu itu harus dibangun, tidak boleh dialihkan kepada yang lain. Dan harus selesai di bulan Desember ini. Kalo masyarakat tidak mampu memanfaatnya lebih baik diserahkan kembali kepada pemerintah,” tegasnya.

Demikian pula untuk pelaporannya, Bupati mewajibkan kepada penerima bantuan sudah ada laporannya pada tanggal 10 Januari 2017 nanti. Diharapkan, dari informasi ini, masyarakat penerima hibah dapat mensosialisasikan kepada masyarakat lainnya untuk bisa berinovasi sehingga ditahun depan dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan dana hibah seperti ini.

Selain itu kepada masyarakat yang mempunyai Pura Paibon agar segera didaftarkan di Dinas Kebudayaan Badung untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar agar bisa dibantu.

Selain mengenai penggunaan dan pertanggungjawaban hibah, Bupati Giri Prasta juga menyampaikan program prioritas Pemkab Badung lima tahun kedepan. Dijelaskan, bahwa dalam PPNSB (Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana) di Badung, terdapat lima program yang menjadi skala prioritas.

Kelima skala prioritas tersebut meliputi  bidang sandang, pangan dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan tenaga kerja, bidang seni, adat, agama dan budaya dan bidang pariwisata.

Asisten Pemerintahan dan Kesra I.B.A. Yoga Segaran SH, MM melaporkan, tujuan dari acara ini adalah untuk mewujudkan penggunaan hibah yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan SK Bupati Badung No. 2146/01/HK/2016 tentang penetapan penerima hibah pada perubahan APBD 2016, jumlah penerima hibah kepada kelompok/anggota masyarakat berjumlah 1.789 penerima dengan pagu sebesar Rp. 193.221.533.000,-.

Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan berupa, kegiatan infrastruktur sepertu renopasi pura, pembangunan candi betar/tembok penyengker, wantilan, balai banjar dan infrastruktur lainnya, kegiatan pelestarian adat, seni dan budaya, kegiatan peningkatan srada bakti serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Dari 1.789 penerima hibah, proposal yang sudah diterima di Bagian Administrasi Kesra sebanyak 1.239 proposal dan semua proposal tersebut telah dimohonkan evaluasi kepada SKPD terkait sesuai sifat permohonan,” jelasnya.

Untuk proses Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sudah menerima 423 NPHD dari Sekretariat DPRD Badung, dan saat ini proses NPHD terus berlangsung. Untuk NPHD yang sudah ditandatangani Bupati yang kelengkapan NPHDnya sudah lengkap dan benar, telah ditindaklanjuti ke Bagian Keuangan untuk proses lebih lanjut. Sedangkan untuk sebaran NPHD dimasing-masing Kecamatan adalah Kecamatan Petang 1 NPHD, Mengwi 393 NPHD, Abiansemal 1 NPHD, Kuta Utara 11 NPHD, Kuta 2 NPHD dan Kuta Selatan 15 NPHD dan totalnya 423 NPHD. (hms badung/bpn)

Peringati Sumpah Pemuda, Pastika Berharap Pemuda Mampu jadi Pilar untuk Memajukan Bangsa

BALIPORTALNEWS.COM Gubernur Bali Made Mangku Pastika sangat mengharapkan para pemuda mampu untuk menjadi pilar  untuk memajukan bangsa Indonesia dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat.

Demikian disampaikannya dalam wawancara usai menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88 yang dilaksanakan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Jumat (28/10/2016).

“Pemuda itu harus menjadi pilar bangsa Indonesia, supaya demikian makanya perlu peningkatan kualitas diri sehingga mampu untuk memajukan bangsa ini,” tegas Pastika.

Menurutnya kualitas diri tersebut harus diraih dengan cara belajar dengan sungguh – sungguh dan membekali diri tanpa meninggalkan sifat – sifat kearifan lokal Bali yang selalu jujr, pantang menyerah, sutindih dan juga jengah sehingga mampu untuk bersaing baik itu di kancah nasional maupun internasional.

“Pemuda kita saaat ini sangat banyak, dan banyak itu tidak cukup, kalaupun sedikit tapi harus berkualitas itu yang dibutuhkan bangsa,” imbuh Pastika.

Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar upacara melainkan mengenang kembali bagaimana para tokoh pemuda berjuang di bawah jajahan untuk mempersatukan bangsa.

Para pemuda hendaknya meneladani semangat juang para tokoh pemuda di tahun 1928 yang gigih mempersatukan bangsa di bawah kondisi tekanan kaum kolonialisme, meskipun sarana komunikasi mereka tidak secanggih dewasa ini.

Oleh karena itu, ucap dia, kemajuan teknologi komunikasi yang pesat saat ini hendaknya tidak membawa efek negatif perpecahan antar pemuda, namun sebaliknya kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi seharusnya dapat dimanfaatkan para pemuda untuk meningkatan persatuan kesatuan bangsa.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pastika pada saat upacara menyampaikan melalui peringatan yang mengambil tema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”, ia mengajak untuk mengenang kembali Bung  Karno  Bapak  Bangsa tokoh pemuda masa itu, yang meneriakkan kalimat yang sangat terkenal “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya.

Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Menurutnya, jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan  di  kancah  dunia.

Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia. Lebih lanjut ia menyampaikan, momen peringatan tersebut diharapkan mampu dijadikan sebagai hari kebangkitan anak muda Indonesia.

Dengan  kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan  sumbangsih  pemikiran  dan  gagasannya  untuk  kesejahteraan  dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia.

Upacara tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun, Kapolda Bali Sugeng Priyanto, Pangdam IX Udayana, Perwakilan DPRD Provinsi Bali, serta jajaran SKPD di lingkungan Provinsi Bali dan Kota Denpasar. (hms prov bali/bpn)

Hari Ini Malam Grand Final Putra Putri Tuli 2016 

BALIPORTLANEWS.COM Ajang pemilihan putra-putri pada umumnya telah biasa dilihat oleh masyarakat umum. Namun lain halnya jika para peserta dari pemilihan tersebut diikuti Difabel atau Penyandang Cacat Tuna Rungu yang tentunya menjadikan tantangan tersendiri bagi para penyelenggara.

Seperti pelaksanaan Pemilihan Putra Putri Tuli (P3T) 2016 Kota Denpasar yang digagas Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra selaku Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) kota Denpasar yang diikuti 14 pasang Putra Putri yang keseluruhannya merupakan Difabel Tuna Rungu.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin K3S Denpasar bekerjasama dengan Dewan Pengurus Cabang Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (DPC Gerkatin) cabang Kota Denpasar pada Sabtu (29/10/2016) malam memasuki malam grand final P3T 2016 Kota Denpasar. Sebelum pelaksanaan malam Grand Final pada, Jumat (28/10) dilaksanakan tes bakat para peserta dengan melibatkan penerjemah bahasa isyarat dan guru dari SLBBN Sidakarya.

Dari bakat menari, melukis hingga modeling ditunjukan para peserta. Tampak juga dari para peserta yang merasa tak percaya diri akan tampil diatas panggung yang akan juga menjawab lima buah pertanyaan yang telah disiapkan para panitia dengan teknis menjawab menggunakan layar dan laptop.

Menurut penerjemah Sri Aemi yang juga guru SLBBN Sidakarya, mengatakan para Difabel Tuna Rungu memiliki keterbatas dalam mengingat, sehingga dalam memberikan pertanyaan nantinya panitia telah menyiapkan hanya lima pertanyaan yang sederhana yang dapat mereka tangkap dan mereka jawab.

“Jadi pertanyaannya seputaran pengetahuan umum saja seperti tempat pariwisata,” ujar Aemi.

Namun terkait dengan bakat dan kemampuan mereka tidak diragukan lagi meski memiliki keterbatasan mereka mampu menarikan tarian Bali layaknya orang normal.

Sementara Ketua Gerkatin Kota Denpasar Yuda Musantara mengatakan pelaksanaan pendaftaran peserta telah dilakukan pada dua bulan sebelum malam grand final dilaksanakan dengan peserta diikuti dari komunitas dan sekolah-sekolah SLB diseluruh Bali.

“Kalau hanya peserta dari Denpasar saja sedikit yang akan mengikuti sehingga kami melakukan sosialisasi yang juga melibatkan Bali Deaf Community,” ujar Yuda.

Terkait dengan kriteria lomba peserta adalah warga Negara Indonesia, yang berusia 14-25 Tahun dan belum menikah. Dapat berbahasa isyarat nasional didepan umum, serta memiliki pengetahuan umum tentang Bali, dan tentang Disabilitas serta Tuna Rungu.

“Pelaksanaan Final berbarengan dengan D’tik Festival Kota Denpasar yang tentunya menjadi sebuah event yang dapat diketahui masyarakat banyak tentang keberadaan dan bakat terpendam yang dimiliki penyandang Tuli.” ujar Yuda.

Ketua K3S Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan tujuan dari kegiatan ini ingin memberikan ruang kepada para Difabel di Kota Denpasar untuk menunjukan bakat dan talenta mereka, yang nantinya dapat diketahui masyarakat banyak akan potensi yang mereka miliki.

“Jangan pandang mereka sebelah mata, berikan mereka ruang ekspresi mereka mampu dan memiliki bakat layaknya orang normal,” ujar Ny. Selly. (pur/hms dps/bpn) 

Rai Mantra Minta Pengetahuan Dalam Seni Rupa Harus Diketahui Semua Orang

BALIPORTALNEWS.COM – Selain keindahan dalam Seni Rupa juga mengandung unsur pengetahuan dan berbagai kritikan, bahkan Seni Rupa bisa dikembangkan lebih luas lagi. Karena Seni Rupa mengajarkan banyak pengetahuan di dalamnya maka hal ini harus diketahui semua orang.

Demikian yang disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat memberikan Keynote Speaker pada Seminar  Nasional dengan Tema Seni Rupa Nusantara Berbasis Keunggulan yang diselenggarakan Institut Seni Indonesia Denpasar Jumat (28/10/2016).

Dalam seminar tersebut Rai Mantra juga mengatakan, Seni juga mampu memberikan jalan terbaik kepada manusia, untuk bisa terwujud harus dengan keyakinan. Bahkan dalam memperkuat  Seni Rupa Kota Denpasar membuat Visi Misi Pemerintah Kota Denpasar dengan Kota Berwawasan Budaya.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, Seni Rupa harus berbasis unggulan, yakni Seni rupa itu harus unggul, kuat, awet dan baik. Strategi pembangunan terhadap seni dan budaya unggulan di Kota Denpasar dilakukan dengan cara revitalisasi, penguatan, dan mengembangkan.

Arti dari Revitalisasi itu membangkitkan Seni yangPunah atau Hampir Punah dengan cara memberikan Sporting dan berbagai Kapasitas. ‘’Seperti Tabuh Gambang yang hampir punah kita bangkitkan kembali dengan memberi berbagai bantuan sarana maupun prasarana,’’ ujarnya.

Untuk menguatkan seni juga harus ada Akses dan fasilitas serta Sustainable dan Program Regenerasi dari anak- anak remaja. Selain itu seni juga harus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yakni  Festival (Ekspresif dan Progresif), Tradisi-Ekonomi Kreatif (Orange Economi) dan Organisasi Pendukung (Dewan Kota Pusaka, Badan Kreatif dan Listibya).

Sementara Wakil Rektor 3 ISI Denpasar Wayan Gulendra mengatakan, Seminar ini memiliki peran strategis dalam rangka menyambut akreditasi program studi di lingkungan Institut Seni Indonesia Denpasar tahun 2017.

Sehingga para pembicara baik dari luar dan dari FSRD dapat mempresentasikan hasil penelitian dan penciptaan seni mutakhirnya. Dimana pihaknya mempunyai visi mengangkat unggulan lokal secara universal. Sehingga yang diseminarkan adalah kekayaan nusantara dari seni budaya. Dimana para peserta seminar dapat memetik pemikiran Seni Rupa Nusantara Basis keunggulan Indonesia merupakan sebuah kekayaan seni dan budaya unggul bangsa Indonesia.

Keunggulan tersebut menjadi sumber inspirasi dan eksplorasi dalam penciptaan untuk menunjukkan kualitas idealisme, kualitas visual dalam menunjukkan identitas dalam persaingan global.

Menurutnya mengangkat keunggulan lokal dalam seminar ini untuk mencari jalan untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia. Masyarakat tanpa sejahtera maka seni itu tidak akan tumbuh dengan baik.

Untuk mempertahankan seni lokal berbagai hal telah dilakukan oleh ISI Denpasar. Bahkan dalam seminar ini pihaknya mengundang beberapa narasumber diantaranya Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Rektor ISI Jogjakarta Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hu dan Dr Dudy Wiyancoko dari Institut Teknologi Bandung.

‘’Semua narasumber ini akan membicarakan cara mengoptimalkan kekayaan lokal daerah masing-masing karena kita harus sadari kekayaan ini harus dibangun dengan baik,’’ ujarnya. (ayu/hms dps/bpn)

Rai Mantra Resmikan Panggung Budaya Pentas SDN 2 Ubung

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka memperingati hari bulan bahasa dan hari sumpah pemuda, SDN 2 Ubung mengadakan kegiatan Pentas Potensi Budaya, Jumat (28/10/2016) di halaman SDN 2 Ubung.

Dimana selain memperingati bulan bahasa dan sumpah pemuda, SDN 2 Ubung juga mendirikan sebuah panggung “Budaya Pentas” yang pada kesempatan ini diresmikan langsung oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di dampingi Kepala Sekolah SDN 2 Ubung IB Putu Sudiarta, ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Panggung Budaya Pentas ini didirikan mengingat begitu banyak potensi budaya yang dimiliki oleh bangsa ini terutama kesenian, dimana pertukaran budaya pasti sering terjadi apa lagi di sekolah-sekolah. SDN 2 Ubung membuat sebuah panggung budaya yang di namakan “Panggung Budaya Pentas” untuk menggali potensi-potensi yang di miliki anak-anak sejak dini terutama di bidang seni budaya, apalagi jumlah murid di SDN 2 Ubung ini mencapai 557 anak secara keseluruhan dan ini merupakan panggung budaya pertama diantara Sekolah Dasar Negeri di yang ada di Denpasar, demikian disampaikan Kepala Sekolah SDN 2 Ubung IB Putu Sudiarta saat laporan beliau.

Selain itu, panggung ini juga bertujan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dengan potensi  yang dimiliki serta sebagai ruang untuk berekpresi. Yang mana di dalam pemanfaatannya akan dimasukan dalam jam kegiatan ngajar mengajar, seperti pada waktu pelajaran bahasa, seusai menerima pelajaran bisa langsung ke panggung budaya untuk mempraktekannya seperti baca puisi maupun berpidato. Disinilah keberanian dan mental anak-anak bisa terus diasah dan diuji, agar memiliki karakter yang kuat dan tangguh.

Sementara Walikota Rai Mantra mengharapkaan dengan adanya Panggung Budaya Pentas ini anak-anak di SDN 2 Ubung bisa memanfaatkan panggung ini se-efektif mungkin dengan pergelaran pentas seni, dengan sering tampil di depan panggung maka anak-anak semakin percaya diri terhadap potensi yang dimiliki dirinya masing-masing.

Dan dengan adanya Panggung Pentas Budaya ini Rai Mantra berharap anak-anak terus beraktifitas lebih kreatif lagi dan fokus terhadap seni budaya Bali khususnya, serta ini merupakan sebuah bekal sejak dini bagi anak-anak, jika sudah didasari dengan seni, dipastikan kematangan hidupnya akan jauh lebih baik di masa depan. Selain itu panggung ini juga bisa digunakan sebagai sarana rembug berbahasa Bali antara guru dengan para murid.

Dikarenakan saat ini di Kota Denpasar sedang di galakkan kembali bahasa Bali untuk mengingatkan generasi muda pada jati diri bahasa mereka, dimana bahasa bali ini di wajib digunakan pada setiap hari rabu dan pada saat hari purnama dan tilem. (ays’/hums dps/bpn)

 

29 Oktober, Gubernur Pastika Gelar Simakrama di Wantilan DPRD Bali

BALIPORTALNEWS.COM Setelah sebelumnya mengadakan Simakrama di Desa Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, akhir bulan ini Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali mengagendakan kegiatan serupa yang akan dilaksanakan di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (29/10/2016).

Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,SH,MH dalam siaran persnya, Rabu (26/10/2016). Karo Humas Dewa Mahendra menambahkan, agenda bulanan ini akan dimulai pukul 09.00 WITA dan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan masukan baik itu saran atau permasalahan  agar melakukan registrasi pada pukul 08.00 WITA.

Dalam simakrama tersebut, imbuh Dewa Mahendra, para peserta dapat menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan secara langsungkepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang akan didampingi Pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Bali. Aspirasi tersebut  nantinya akan menjadi masukan dan bahan evaluasi untuk mengoptimalkan kinerja jajaran Pemprov Bali dalam mengawal pelaksanaan Program Bali Mandara.

“Bapak Gubernur dan para Kepala SKPD di lingkungan Pemprov akan menanggapi langsung masukan yang disampaikan peserta Simakrama. Untuk itu, kami menghimbau masyarakat agar dapat menghadiri simakrama untuk menyampaikan masukannya demi penyempurnaan programpembangunan,” ucapnya.

Sementara bagi  masyarakat yang tidak berkesempatan untuk hadir, Simakrama dapat dipantau langsung melalui saluran Pro 1 RRI Denpasar 88,6 MHz atau menyaksikan melalui live streaming di www.birohumas.baliprov.go.id  Simakrama akan berlangsung sampai pukul 12.00 Wita yang kemudian ditutup dengan Tri Sandya dan makan siang bersama. (hms prov bali/bpn)