29 C
Denpasar
Minggu, 23 September 2018

Sukses Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Badung Raih Penghargaan Indeks Kepariwisataan

BALIPORTALNEWS.COMMenjelang di Penghujung tahun 2016, kabupaten Badung terus meraih prestasi gemilang. Kali ini Kabupaten Badung meraih penghargaan indeks  kepariwisataan dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Kabupaten Badung dalam meningkatkan kunjungan wisatawan  dan mengelola obyek wisata serta mengembangkan sektor pariwisata di wilayahnya.

Penghargaan  tersebut diberikan oleh Ketua Pelaksana Harian Kompas dan diterima langsung oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada acara Rakornas IV 2016 Kementrian Pariwisata RI, di Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Pariwisata,  Arief Yahya,  Gubenur, Bupati dan Walikota se Indonesia. Sementara dari Pmerintah Kabupaten Badung , selain dihadiri Bupati Nyoman Giri Prasta, juga turut mendampingi yakni Sekda Badung, Kompyang R Swandika, Kadis Pariwisata Kabupaten Badung, Cokorda Raka Darmawan.

Giri Prasta usai penerima Penghargaan mengatakan, penghargaan ini tentunya sebagai motivasi pemerintah dan stakeholder pariwisata di Badung untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatawan baik asing maupun lokal. “Penghargaan Ini sekaligus mendorong kita untuk lebih baik lagi dalam menggali potensi obyek wisata yang ada mapun  yang baru dibuat di wilayah Badumg, ”ujarnya.

Lebih lanjut  Giri Prasta mengatakan, penghargaan Indeks ke Pariwisataan ini merupakan pemberian penghargaan bagi pemerintah daerah berprestasi dari tingkat kota, kabupaten, dan provinsi di Indonesia.  Dengan persaingan yang begitu keras dalam dunia Pariwisata tentunya Badung juga harus ikut merubah pola dengan menggali ke Pariwisataan  dari berbagai  bidang. Seperti  pendidikan, infrastruktur, ekonomi kreatif lokal, maupun seni dan budaya.

Sementara Menteri Pariwisata RI,  Arief Yahya  berharap pemberian dan penerima penghargaan tersebut bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk meningkatkan kinerjanya untuk menghidupkan potensi obyek wisata di daerahnya. Ini bisa menjadi model persaingan sehat dan mencerminkan otonomi daerah sebagai hasil reformasi yang berhasil. “Kalau bisa kompetitif, baru otonomi dianggap berhasil. Daya saing bangsa tergantung daya saing daerah. Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memunculkan persaingan daerah-daerah di Indonesia dengan negara bagian di Asia Tenggara,” terangnya. (humasbadung/bpn)

 

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta terima penghargaan indeks  kepariwisataan dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia pada acara Rakornas IV 2016 Kementrian Pariwisata RI, di Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Walikota Rai Mantra Kukuhkan Saber Pungli Denpasar

BALIPORTALNEWS.COMMeminimalisir permasalahan pungutan liar (Pungli) dan melakukan pengawasan secara intens yang sangat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan intruksi Presisden RI Joko Widodo dalam tindakan tegas terhadap Pungli. Hal ini segera ditindaklanjuti Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar dengan membentuk unit satuan tugas Sapu Bersih (Saber) Pungli.

Melalui Surat Keputusan Walikota Denpasar terkait Pembentukan Unit Satuan Tugas Saber Pungli, pada Selasa (6/5/2016) Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra melakukan pengukuhan Keanggotaan Unit Satuan Tugas Saber Pungli Kota Denpasar. Pelaksanaan pengukuhan dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Dr. Yanto, SH., Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Wakapolresta Denpasar AKBP. I Nyoman Artana, Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Erna Noormawati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Denpasar, Sabha Upadesa Kota Denpasar, dan Pimpinan SKPD Pemkot Denpasar. 

Susunan keanggotaan Satgas Saber Pungli sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Denpasar No. 188.45/1477/HK/2016 tentang pembentukan tugas Saber Pungli Kota Denpasar diantaranya penanggungjawab Walikota Denpasar I.B  Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota I GN Jaya Negara, Forkompinda Kota Denpasar, Ketua Pelaksana Unit Saber Pungli Wakapolresta Denpasar AKBP. I Nyoman Artana , dan Wakil Ketua Inspektur Kota Denpasar IB. Gde Sidharta.  

“Pembentukan ini untuk lebih  intens melakukan pengawasan dan penindakan terkait pungli,” ujar Walikota Rai Mantra. Dikatakan juga yang terpenting dalam pelaksanan tugas Satgas Saber Pungli Daerah Kota Denpasar dengan keanggotaan gabungan dari SKPD Pemkot Denpasar, Kejaksaan, dan Dandim 1611 Badung dengan masyarakat dapat ikut serta melakukan kontrol dilapangan, sehingga diharapkan dapat melakukan peningkatan pelayanan publik menjadi lebih baik. Hal ini tentunya juga telah kami lakukan keterbukaan bagi masyarakat untuk melakukan kontrol bersama melalui Pengaduan Rakyat Online (Pro) Denpasar.  

Menerbitkan Keputusan Walikota Denpasar tentang pembentuakn tugas Saber Pungli Kota Denpasar dengan Visi terwujudnya pelayanan publik kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah yang terbebas dari pungli. Menerjemahkan lewat Misi yakni membangun sistem pencegahan dan pemberantasan pungli, menginternalisasikan budaya anti pungli pada tata pemerintaha dan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik melalui satndarisasi  pelayanan sesuai perundang-undangan dan menghapus pungli.

Dengan tugas Satgas Saber Pungli Kota Denpsar yakni membangun sistem pencegahan dan pemberantasan pungli, melakukan pengumpulan data dan informasi terkait dengan teknologi informasi, melaksanakan operasi tangkap tangan, memberikan rekomendasi kepada pimpinan lembaga untuk memberikan sanksi kepada pelaku pungli sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta melaksanakan evalauasi kegiatan pemberantasan pungli.

“Setelah pengukuhan ini kita secara bersama-sama dapat mencegah adanya pungli serta dengan spirit   Sewaka Dharma yakni melayani adalah kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing dan melakukan pengawasan serta kontrol bersama,” ujar Rai Mantra. (pur/humasdps/bpn) 

Rai Mantra Apresiasi Bali Yoga Festival Yayasan Markandeya

BALIPORTALNEWS.COMMenyambut HUT Kota Denpasar 2017 mendatang, Yayasan Markandeya Yoga Indonesia akan menggelar Bali Yoga Festival di Lapangan Lumintang Denpasar pada tanggal 13 hingga 15 Januari mendatang.

Dalam Bali Yoga Festival ini akan merangkul semua guru se Indonesia dan siswa SD, SMP dan SMA/SMK. Untuk memeriahkan acara akan diisi oleh guru besar dari India dan guru yoga yang ada di seluruh Bali.  

Hal ini disampaikan pemilik Yayasan Markandeya Yoga Indonesia sekaligus pendiri yayasan I Gusti Ayu Ngurah Dian Martika saat beraudiensi dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Kediaman Walikota Denpasar Selasa (6/12/2016).

Menurutnya,  yoga sangat penting untuk menghadapi globalisasi saat ini. Karena yoga dapat mengontrol pikiran, mengolah badan, mengolah rasa dan lain sebagainya. Maka dari itu yoga sangat penting untuk diterapkan khususnya anak-anak muda seperti anak-anak sekolah.

Tidak hanya itu yoga juga dapat menyeimbangkan emosi anak-anak muda. Sehingga tidak ada kekerasan yang terjadi seperti masalah geng motor pada waktu lalu.  Untuk memperkenalkan berbagai manfaat yoga, maka berbagai yoga akan diperkenalkan seperti yoga untuk anak-anak, remaja, manula dan orang sakit.

Untuk memperkuat ajaran yoga pihaknya akan mengeluarkan  lembaga khusus pelatihan yoga (LKP). Hal itu dilakukan  agar para guru bisa memberikan pelatihan yoga kepada anak-anak di setiap sekolah.

‘’Selain itu LKP ini juga  diberikan kepada PKK dan semua sekaa teruna teruni  agar  mereka bisa mengajar yoga di setiap desanya,’’ katanya.

Selain itu sertifikat tersebut  sebagai bukti memiliki ketrampilan dalam yoga dan dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan menjadi pengajar yoga.

Bali Yoga Festival ini mendapat apresiasi dari Walikota Denpasar IB Dharmawijaya Mantra. Menurutnya, yoga memang penting untuk semua masyarakat khususnya anak-anak muda. untuk mengontrol pikirannya sehingga tidak timbul berbagai permasalahan.

Tidak hanya itu Rai Mantra juga mengatakan, yoga sangat bagus untuk kesehatan tubuh terutama untuk melenturkan organ-organ tubuh.

Untuk mempertahankan ajaran yoga Bali yang diberikan Yayasan Marandeya, Rai Mantra meminta pemilik yayasan untuk memiliki sertifikat kompetensi. Dengan sertifikasi kompetensi tersebut maka kemanapun dalam mengajar yoga tidak akan diragukan. (ayu/humasdps/bpn)

Pesan Terakhir AKP I Wayan Suana, S.H di Polres Badung

BALIPORTALNEWS.COM – Mutasi atau perpindahan mengemban tugas merupakan hal biasa di lingkungan Kepolisian, hal tersebut disampaikan AKP I Wayan Suana, S.H di Depan Personil Polres Badung seusai apel pagi, Selasa (6/12/16).

AKP I Wayan Suana, S.H yang sebelum dimutasikan menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Badung. Setelah bertugas di SPN Singaraja sebagai Tenaga Pendidik Beladiri ia dimutasikan ke Polres Badung dari awal tahun 2009. Ia dikenal Seluruh Personil Polres Badung akan kumisnya yang tebal sebagai ciri khas AKP I Wayan Suana, S.H.

Bukan hanya dikalangan Personil ia dikenal, namun di masyarakat Kecamatan Petang pun banyak yang mengenalnya mengingat AKP I Wayan Suana, S.H lama memangku jabatan sebagai Kapolsek Petang sebelum menjabat Kasat Binmas Polres Badung.

Pria yang berperawakan tinggi besar berkumis ini dikenal pendiam namun sesekali ia mengumbar banyolan yang membuat tertawa terpingkal-pingkal.

Pesan terakhir yang disampaikan olehnya di Polres Badung adalah “Jangan pernah membohongi diri sendiri, Keluarga dan Institusi, Laksanakanlah tugas sebaik-baiknya untuk mengukir prestasi“ itulah pesan yang disampaikannya menjelang perpindahan tugasnya sebagai Kapolsek Kerambitan Polres Tabanan. (gus/humaspolresbadung/bpn)

Pamitan AKP I Nyoman Budiasa, S.H di Polres Badung

BALIPORTALNEWS.COM – Jabatan tidaklah kekal, itulah Pribahasa yang tepat untuk seorang pengabdi Negara termasuk juga pengabdian di Kepolisian. AKP I Nyoman Budiasa, S.H yang memangku jabatan Kasat Sabhara Polres Badung sejak kurang lebih 1 tahun delapan bulan ini memohon doa restu dan pamitan untuk memangku tugas dan jabatan selanjutnya di Polres Gianyar sebagai Kasat Sabhara.

Pamitan disampaikannya dihadapan peserta apel pagi, Selasa (6/12/16) di lapangan apel mapolres Badung. Ia berpesan agar Sabhara pada Khusunya dan Polres Badung untuk selalu semangat dalam pengabdian kepada Institusi dan Negara mengemban tugas sebagai Pelindung,Pengayom dan pelayanan Masyarakat.

Apa yang telah diajarkannya agar dipahami dan ditingkatkan pelaksanaannya dimana Sabhara memangku tugas yang cukup berat sebagai garda terdepan dalam pengurai massa serta terdepan dalam kegiatan pencegahan terjadinya tindak kriminalitas. Ia memohon maaf atas nama pribadi serta keluarga apabila selama ia menjabat Kasat Sabhara di Polres Badung atas kesalahan yang ia perbuat dimana manusia pada umumnya tidak ada yang sempurna.

Untuk itu melalui kesempatan tersebut, ia memohon doa restu untuk mengabdikan diri di Polres Gianyar sebagai Kasat Sabhara. (gus/humaspolresbadung/bpn)

Gubernur Pastika Berharap UKS Bisa Menjadi Tumpuan Terwujudnya Bali yang Sehat

BALIPORTALNEWS.COMPembangunan kesehatan kedepan bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, yaitu menurunkan angka kesakitan dan kematian, perbaikan gizi serta meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk itu, melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) diharapkan dapat mewujudkan peserta didik yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia sehingga nantinya dapat menjadi generasi penerus bangsa yang siap bersaing serta UKS dapat menjadi tumpuan dalam mewujudkan Bali yang Sehat untuk mencapai Indonesia Sehat.

Demikian disampaikan Gubernur Bali dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta pada acara Pengumuman dan Penyerahan Hadiah Pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Bali Tahun 2016 yang berlangsung di SMA N 2 Semarapura, Klungkung pada Senin (5/12/2016).

Menurut Pastika, Lomba Sekolah Sehat (LSS) merupakan wahana evaluasi bagi sekolah didalam menyiapkan peserta didik agar mencapai derajat kesehatan yang optimal dengan senantiasa dapat berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) khususnya bagi siswa/siswi ditingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah dasar (SD) karena pada umur ini yang menjadi masalah kesehatan mereka umumnya terkait dengan personal hygiene.

“Melalui program kegiatan UKS ini kami anggap penting, karena melalui kegiatan UKS kita kenal dengan Trias UKS yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat. Apabila hal ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan terintegrasi maka dapat terwujud peserta didik yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia sehingga nantinya dapat menjadi generasi penerus bangsa yang siap bersaing di era pasar bebasr sebagai kelompok penduduk produktif yang bermutu,” ujarnya.

Ia berharap kepada sekolah yang telah berprestasi dan menjadi Pemenang dalam lomba Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Bali dapat terus meningkatkan kinerjanya agar mampu menjadi pemenang di tingkat Nasional sehingga pada akhirnya program UKS mampu berperan dalam mewujudkan program Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menuju Bali yang Mandara (Maju, Aman, Damai dan Sejahtera).

Sementara itu, Ketua III Tim Pembina UKS Provinsi Bali yang juga Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali A.A Gede Geriya dalam laporannya mengatakan jika pelaksanaan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) merupakan salah satu kegiatan evaluasi dari pelaksanaan program kegiatan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di tingkat sekolah.

Ditambahkan Geriya, pelaksanaan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) jenjang TK/RA dilaksanakan dari tanggal 22 s/d 31 Agustus 2016, jenjang SD/MI dilaksanakan muylai tanggal 20 s/d 29 September 2016, jenjang SMP/MTs dilaksanakan dari tanggal 3 s/d 13 Oktober 2016 serta untuk jenjang SMA/SMK dimulai dari tanggal 14 s/d 25 Oktober 2016.

Sedangkan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta dalam sambutannya mengucapkan terimakasih karena SMA Negeri 2 Semarapura dipilih sebagai tempat untuk melaksanakan acara Pengumuman dan Penyerahan Hadiah Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Bali. Menurutnya, hal tersebut merupakan kepercayaan yang sangat berarti sekaligus wujud dukungan nyata terhadap upaya Pembinaan Sekolah Sehat di Kabupaten Klungkung dalam mewujudkan Masyarakat Klungkung yang Unggul dan Sejahtera.

Lebih lanjut, kegiatan Lomba Sekolah Sehat (LSS) merupakan salah satu terobosan sarana pembinaan, pengembangan dan evaluasi pelaksanaan program UKS serta dapat memberikan motivasi bagi setiap sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas anak didik sebagai generasi penerus bangsa.

Pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) jenjang Taman Kanak-Kanak Tingkat Provinsi Bali yakni TK Negeri Pembina Singaraja (Juara 1), TK Katolik Santa Maria Ratu Rosari Gianyar (Juara 2), TK Kemala Bhayangkari 7 Amlapura (Juara 3), PAUD Bintang Besar Denpasar (Juara Harapan 1), TK Giri Putri Tihingan, Klungkung (Juara Harapan 2), TK Negeri Pembina Badung (Juara Harapan 3), TK Negeri Pertiwi Bangli (Juara Harapan 4), TK Mekar Nadi II Gumbrih, Jembrana (Juara Harapan 5), TK Negeri Tabanan (Juara Harapan 6).

Pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) jenjang Sekolah Dasar Tingkat Provinsi Bali yakni SD Negeri 5 Sebatu, Gianyar (Juara 1), SD Negeri 5 Les, Tejakula, Buleleng (Juara 2), SD Negeri Awan, Kintamani, Bangli (Juara 3), SD Negeri Tohpati, Banjarangkan, Klungkung (Harapan 1), SD Negeri 29 Pamecutan, Denpasar (Harapan 2), SD Negeri 1 Karangasem (Harapan 3), SD No. 2 Kapal, Badung (Harapan 4), SD Negeri 1 Mendoyo, Jembrana (Harapan 5), dan SD Negeri 4 Gubug, Tabanan (Harapan 6).

Pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) jenjang SMP Tingkat Provinsi Bali yakni SMP Negeri 4 Singaraja, Buleleng (Juara 1), SMP Negeri 2 Banjarangkan, Klungkung (Juara 2), SMP Wisata Sanur, Denpasar (Juara 3), SMP Negeri 2 Payangan, Gianyar (Harapan 1), SMP Negeri 2 Bangli (Harapan 2), SMP Negeri 4 Negara, Jembrana (Harapan 3), SMP Negeri 2 Kuta, Badung (Harapan 4), SMP Negeri 2 Selemadeg Timur, Tabanan (Harapan 5), dan SMP Negeri 5 Amlapura, Karangasem (Harapan 6).

Pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) jenjang SMA/SMK Tingkat Provinsi Bali yakni SMA Negeri 2 Semarapura, Klungkung (Juara 1), SMA Negeri 1 Bangli (Juara 2), SMA Negeri 2 Amlapura, Klungkung (Juara 3), SMK Negeri 1 Tampaksiring, Gianyar (Harapan 1), SMK Negeri 1 Kubutambahan, Buleleng (Harapan 2), SMK Negeri 4 Negara, Jembrana (Harapan 3), SMK Negeri 2 Denpasar (Harapan 4), SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Badung (Harapan 5) dan SMK Pariwisata Triatma Jaya, Tabanan (Harapan 6). (humasprovbali/bpn)

Denpasar Luncurkan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112

BALIPORTALNEWS.COM – Antisipasi terjadinya bencana harus dipersiapkan sedini mungkin. Untuk semakin memantapkan fungsi satgas kebencanaan di Kota Denpasar sekaligus mensosialisasikan  Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112, pada Senin (05/1/2016) di Denpasar dilaksanakan Pelatihan Dasar dan Sosialisasi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112.

Kegiatan ini digagas Kementerian Kominfo RI, BP3TI (Balai Penyedia & Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika) bekerjasama dengan Pemkot Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Kota Denpasar.

Kepala UPT Kegawat Daruratan Terpadu BPBD Kota Denpasar, IGN Gede Buditha mengatakan Kota Denpasar terpilih menjadi pilot project bersama sepuluh kabupaten/kota lain diantaranya Tangerang, Depok, Bogor, Batam, Balikpapan, Makasar, Mataram, Surakarta dan Bandung dalam  penerapan nomor tunggal panggilan darurat (NTPD) 112. Kota- kota ini akan disupport Kementerian Kominfo dan BP3TI dan diberi bantuan pengadaan Hardware, Software dan pelatihan SDM. Bantuan sendiri akan berjangka tiga tahun. Dalam pelatihan sendiri dijelaskan mengenai layanan NTPD 112, Service Mindset & Teamwork dan Stress Management.

Lebih lanjut IGN Gede Buditha mengatakan penerapan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 di Kota Denpasar sebenarnya tidak akan sulit, pasalnya di Kota Denpasar telah lama mengoperasikan  call centre kebencanaan dengan Nomer akses 0361-223333 yang telah tersosialisasikan dengan baik di masyarakat mulai tingkat banjar, desa hingga kecamatan.

“Diharapkan dengan terintegrasinya call centre kebencanaan menjadi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 akan semakin memudahkan masyarakat kota mendapatkan pelayanan saat terjadi bencana. Selain itu informasi kebencanaan dapat diakses dengan baik dan penanganan bencana dapat direspon dengan cepat oleh tim kami yang bertugas, ” kata Budhita.

Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Kota Denpasar Made Praptha mengatakan dengan adanya Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 setelah sebelumnya juga telah diterapkan call centre kebencanaan 0361-223333 di Kota Denpasar semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan ketika terjadi bencana.

“Kami mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya Pelatihan dan Sosialisasi ini. Kami di Kota Denpasar siap menerapkan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 yang telah ditetapkan secara nasional. Kami siap memberikan pelayaan kegawat darutan dengan baik kepada masyarakat,” kata Prapta.

Sementara Zainudin dari Direktorat Pengembangan Pita Lebar (Broadband) Kementerian Kominfo RI mengatakan penanganan kebencanaan di Kota Denpasar sudah berjalan dengan baik, dapat dilihat dengan telah beroperasinya call centre 0361-223333. “Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 memiliki keunggulan diantaranya mudah diingat, aksesnya gratis, bekerjasama dengan SKPD, dan siap sedia di 10 Kabupaten/Kota yang menjadi pilot project.

Dengan berjalannya Call Centre Pengaduan Kebencanaan 0361-223333  di Kota Denpasar, diharapkan sosialisasi penerapan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 nantinya tidak akan menemui hambatan. Dalam penerapan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 ini, nomor- nomor pengaduan yang selama ini telah diterapkan di masing- masing kota seperti call centre 0361-223333  di Kota Denpasar tidak langsung dihapuskan, tapi secara perlahan akan dialihkan ke Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112. (esa/humasdps/bpn)

Pastika Apresiasi Bali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Pencak Silat

BALIPORTALNEWS.COMGubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan apresiasi atas dipilihnya Bali menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-17 dan Festival Internasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia  (IPSI).

Menurutnya pencak silat merupakan salah satu kebudayaan indonesia yang harus dilestarikan terlebih bisa dikenalkan kepada dunia melalui olahraga.  Demikian terungkap dalam sambutan Gubernur Pastika yang dibacakam oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat Pembukaan Kejuaraan Dunia Pencak Silat Ke-17 dan Festival Internasional 2016 serta Musyawarah IPSI ke-14 di GOR Lila Bhuana,  Denpasar pada Sabtu (03/12/2016).

Lebih lanjut,Pastika juga berharap dipilihnya Bali sebagai tuan rumah even Pencak Silat tersebut, akan semakin menambah promosi bali pada dunia bahwa bali tidak hanya dikenal sebagai daerah pariwisata  tetapi juga sangat baik sebagai tempat penyelenggaraan  even olahraga.  Untuk itu,  Ia berharap kedepannya  kesempatan tersebut bisa membawa bali sebagai sport  tourism destination,  sehingga dapat menjadi andalan bagi Bali dalam menambah pendapatan  untuk kesejahteraan  masyarakat.

Disamping itu,  ia juga mengajak para peserta pencak silat yang datang dari berbagai negara untuk meluangkan waktu berkeliling Bali dan melihat keindahan panorama alam,  seni bidaya adat istiadat dan kehidupan masyarakat Bali yang unik dan telah dikenal oleh masyarakat internasional.  Pastika juga berharap agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan para peserta serta dewan juri dapat menciptakan pertandingan yang sportif sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Sementara itu,  Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi yang sekaligus membuka acara tersebut mengatakan bahwa untuk menjadikam ajang pencak silat masuk dalam ajang olimpiade tidaklah mudah.  Memerlukan sebuah perjuangan yang cukup panjang  agar pencak silat dapat masuk di olimpiade dunia mendatang.  

“Semoga pada olimpiade nanti pencaksilat sudah bisa dimasukkan maka ini harus kita kawal bersama,  karena butuh 70 negara yang harus terlibat dan memiliki atlet silat,” ujarnya. 

 Ia juga mengatakan bahwa Pencak silat saat ini mulai  dikenal dibeberapa negara dunia  seperti halnya olahraga beladiri lainnya.  Hal tersebut juga bagian dari usaha diplomasi budaya yang dilakukan oleh Indonesia melalui industri perfilman indonesia salah satu contohnya adalah film The Raid yang sudah dikenal di seluruh dunia. 

Oleh karena dengan semangat dan usaha bersama untuk melestarikan pencak silat,  maka cita-cita bangsa Indonesia untuk membawa pencak silat ke ajang olimpiade akan segera terwujud.

Lebih jauh,  Presiden Persilat Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan betapa bangganya seni silat sudah ada di 40 negara.  Bahkan kegiatan kejuaraan ini hampir setiap tahun digelar dan jumlah negara yang terlibat terus bertambah.  

“Harapan kami seluruh peserta tiap tahunnya terus bertambah,  dan untul para peserta yang hadir saat ini,  saya berpesan agar tetap mengingat bahwa kita semua saudara jadi ciptakanlah pertandingan yang sportif dan mengedepankan nilai budaya silat.  Saya juga mengajak para peserta untuk menikmati keindahan dan kedamaian pulau Bali ini”, katanya.

Sedangkan terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut,  Ketua Panitia Acara Edhy Prabowo,  mengatakan kejuaraan tersebut diikuti oleh 533 atlet  dan official yang akan berlangsung sampai tanggal 9 Deamber 2016 nanti.  Para atlet yang berasal dari 40 negara tersebut akan bersaing dalam 25 kategori,  yaitu 18 cabang tanding dan 7 cabang tunggal. 

Selain itu, kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan  Musyawarah Nasional Pencak Silat ke-13 dan Festival Pencak silat.  Ia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi prestasi olahraga khususnya bagi Indonesia.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Gubernur Kalimantan Selatan,  Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali,  Danrem 163 Wirastya,  Ketua Umum KONI Provinsi Bali,  Ketua Umum IPSI Provinsi Bali,  SKPD Provinsi Bali serta Duta Besar dari berbagai negara sahabat. (humasprovbali/bpn)

Diklatdas Satgas PMR PMI Kabupaten Badung

BALIPORTALNEWS.COMPalang Merah Indonesia (PMI) memilki 3 (tiga) komponen di dalam strukturnya yaitu Pengurus, Staf dan relawan. Tanpa ketiga unsur ini dalam melaksanakan program atau kegiatan tidak akan berjalan dengan baik. Utamanya para relawan mereka adalah ujung tombak dalam organisasi PMI itu sendiri.

Sukarelawan sendiri terdiri dari Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), Donor Darah Sukarela (DDS). Relawan tersebut terbentuk tidak secara mudah melainkan melalui pendidikan dan pelatihan dasar yang telah memilki kurikulumnya di masing-masing tingkatan.

Dalam membentuk regenerasi relawan khususnya di PMI Kabupaten Badung, telah dilaksanakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Tingkat Satuan Tugas Siaga Sukarela (SATGAS) di Perkemahan Dukuh Blahkiuh Abiansemal Badung. SATGAS merupakan komponen PMR yang terdidik dan terlatih sesuai dengan kurikulum tingkat pusat. Kegiatan Diklat Satgas ini dilaksanakan selama 5 hari yaitu dari tanggal 1 sampai 5 Desember 2016.

Para peserta Satgas yang ikut dalam kegiatan tersebut sebanyak 30 orang tang terdiri dari 15 unit sekolah SMA/SMK se Kabupaten Badung yang telah memilki kelompok PMR. Kegiatan diklat ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru dari relawan muda tingkat PMR dan tetap memberikan kontribusinya kepada PMI Kabupaten Badung khusunya baik tenaga maupun pikiran.

 

Keterangan Foto : Satgas PMR PMI Kabupaten Badung foto bersama saat Diklatdas di Perkemahan Dukuh Blahkiuh Abiansemal Badung.

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
5PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
71PengikutMengikuti
15PelangganBerlangganan