23.3 C
Denpasar
Selasa, 23 Oktober 2018

Wabup Sanjaya Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Bukit Tumpeng

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Wabup Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri karya agung caru balik sumpah pedudusan agung menawa ratna, melaspas ngenteg linggih, ngusaba desa, lan ngusaba nini di Kahyangan Puseh lan Desa, Desa Pakraman Bukit Tumpeng, Desa Lalanglinggah, Selbar, Senin (18/9/2017).

Ketua Panitia Karya I Putu Suarta mengatakan, di pura ini ada pemugaran total bangunan palinggih. Pelaksanaan secara bertahap, dan rampung pada 2017. Puncak karya jatuh pada Buda Pon Tolu, 20 September 2017,” jelasnya.

Sementara Sanjaya mengapresiasi prajuru yang telah mampu membangun spirit dan membangkitkan semangat gotong-royong masyarakat, sehingga tumbuh rasa tulus ikhlas dalam melaksanakan karya ngenteg linggih. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Camat Petang Canangkan Gerakan Terpadu Badung Bersih

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Paradigma desa mandiri dalam mengelola kebersihan dan keasrian dijadikan spirit menciptakan Badung clean and green. Untuk mewujudkan itu, Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba mencanangkan gerakan terpadu penanganan kebersihan menuju Badung bersih di wantilan Desa Adat Anggungan, Desa Carangsari, Petang, Jumat (11/8/2017).

Pencanangan gerakan tersebut ditandai penyerahan bantuan tong sampah kepada komunitas masyarakat di Desa Carangsari. Selain itu juga diserahkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu dan para pemangku serta dana motivasi untuk umat kristiani di Desa Carangsari.

Tampak hadir Forkomda Kecamatan Petang, Kepala UPT Disdik Petang IGL Subamia, Bendesa Adat Anggungan, I Made Susila, Perbekel Carangsari I Nyoman Artawa, Perbekel Pangsan Tri Sukarya, Perbekel Getasan Wayan Suandi, ratusan masyarakat Carangsari, dan para pelajar di lingkungan Desa Carangsari.

Camat Petang Nata Manuaba menjelaskan dalam aspek penanganan kebersihan lingkungan, desa juga harus mandiri mengelola keasrian dan kebersihan lingkungan secara terpadu. Karena itu, pola penanganan kebersihan berbasis desa perlu direspons oleh seluruh elemen masyarakat Petang sebagai  bentuk partisipasi mendukung program Bupati Badung mewujudkan Badung Clean and Green.

“Pendekatan desa dalam upaya mengelola kebersihan adalah sebuah gagasan melibatkan partisipasi publik dalam membangun desa,” tukas Camat Petang didampingi Sekcam Petang I Gede Sudarwita.

 “Kami sangat mendukung konsep Bupati Badung dalam pengelolaan kebersihan berbasis masyarakat dan kami tuangkan melalui gerakan terpadu memujudkan Badung bersih dengan menempatkan desa  sebagai ujung tombak pembangunan,” ujarnya.

Dalam tataran pengelolaan sampah terpadu di wilayah Kecamatan Petang, Camat Nata Manuaba menempatkan lima desa wisata sebagai “pilot project” yaitu Desa Carangsari, Pangsan, Petang, Pelaga, dan Belok/Sidan.

“Kami akan merumuskan pola kemitraan dengan desa dalam hal pengelolaan kebersihan lingkungan. Sebagaimana harapan Bapak Bupati Badung, desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, tetapi subjek atau pelaku pembangunan,” katanya.

Pola yang dirumuskan dalam gerakan terpadu ini, kata Nata Manuaba, diantaranya pihak desa adat menuangkan gagasan ini dalam bentuk perarem untuk menjadi bagian integral dalam awig-awig desa adat. Sementara pihak desa dinas berpartisipasi dalam pengangkutan sampah ke tempat pembuangan sementara.

“Kami juga menggandeng pihak sekolah untuk membuat tata tertib sekolah melarang siswa buang sampah sembarangan melalui gerakan Sabtu bebas sampah plastik,” katanya.

Sejauh ini, kata Nata Manuaba, pihaknya telah membangun komunikasi yang baik dengan elemen masyarakat adat  dan Pemerintah Desa, dalam hal menjaga kebersihan lingkungan sehingga sinkronisasi program antara masyarakat dan pemerintah nantinya tidak akan mengalami kendala.Sementara Bendesa Adat Anggungan I Made Susila mengapresiasi inovasi yang dicetuskan Camat Petang dalam penanganan kebersihan berbasis masyarakat. “Pencanangan gerakan terpadu penanganan kebersihan ini adalah yang pertama kali di Kabupaten Badung, apalagi menjadikan desa wisata sebagai percontohan,” tukas Susila.

Menurutnya, pariwisata identik dengan keindahan dan Kebersihan, sementara keindahan dan kebersihan  mencerminkan budaya suatu bangsa. “Karena itu kita sebagai bangsa yang berbudaya dalam mengembangkan pariwisata yang kita miliki selayaknya menonjolkan identitas diri yang berbudaya. Dalam membawa misi pariwisata saya  lebih dahulu memberdayakan masyarakat yang berbudaya dalam pengelolaan sampah,” tegasnya seraya menjelaskan bentuk pemberdayaan itu adalah mewajibkan masyarakat menyedikan dua tong sampah di depan rumahnya untuk sampah organik dan non organik. (humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kapolsek Kerambitan Ajak Siswa Tertib Berlalu Lintas

BALIPORTALNEWS.COM – Kapolsek Kerambitan Kompol I Wayan Suana mengajak para siswa di SMPN 2 Kerambitan agar tertib dalam berlalu lintas dan mematuhi aturan-aturan yang ada, guna menghindari lakalantas. Hal itu diungkapkan saat tampil sebagai pembina upacara di sekolah setempat, Senin (20/3/2017).

“Katakan pula tidak dengan narkoba. Hindari kenakalan remaja, geng motor, kebut-kebutan, penggunaan HP dalam berlalulintas,” serunya.

Kompol Suana juga mengingatkan siswa tidak ikut terlibat dalam pengaruh miras. Apalagi ketika mengarak ogoh-ogoh. “Mari rayakan Nyepi ini dengan damai, melaksanakan catur berata penyepian dengan mawas diri atau introsepeksi diri, dan lain-lain,” tegasnya. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Diduga Tempat Prostitusi, 15 Bangunan Liar Di Padang Galak Dibongkar Pol PP

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Tim Yustisi Pemkot Denpasar terdiri dari TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan dan Pol PP Denpasar pada Rabu (5/7/2017) membongkar 15 bangunan liar dikawasan Pantai Padang Galak, Kesiman Petilan, Denpasar Timur. Berada diareal empat hektar kawasan Pantai Padang Galak dibongkar rata menggunakan dua alat berat yang tampak dihadiri puluhan masyarakat desa setempat dengan berpakaian adat madya.

Jumlah bangunan tersebut secara keseluruhan semi permanen yang tampak dalam pembongkaran diikuti para pemilik bangunan merapikan satu-persatu puing-puing sisa pembongkaran.

“Langkah pembongkaran telah melalui prosedur melayangkan surat teguran satu hingga teguran dua kepada pemilik bangunan,” ujar Kepala Bidang Perundang-undangan Satpol PP Depasar Made Poniman.

Hal ini tak terlepas dari status tanah, dan pendirian bangunan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat pendirian bangunan dikawasan pantai Padang Galak. Dari langah ini pemilik tidak mengindahkan surat teguran dan kali ini Tim Yustisi bersama masyarakat desa setempat melakukan tindakan tegas pembongkaran langsung bangunan liar ini.  Hal ini juga tak terlepas dari Pantia Padang Galak sebagai kawasan suci dengan keberadaan bangunan ini ada indikasi dijadikan tempat lokalisasi baru dengan membangun tempat semi permanen.

“Langkah ini juga dilakukan bersama pihak Desa Kesiman Petilan dengan keputusan parum desa untuk memberhentikan dan membongkar 15 pembangunan liar ini,” ujarnya.

Sementara Perbekel Desa Kesiman Petilan Wayan Mariana mengatakan langkah pembongkaran bangunan liar ini telah melalui proses dari Pemkot Denpasar serta paruman Desa Kesiman Petilan.

“Masyarakat Desa Kesiman Petilan sangat mengeluhkan pembangunan liar ini, sehingga kami lakukan langkah koordinasi dengan Pemkot Denpasar dan melakukan tindakan pembongkaran kali ini,” ujarnya.

Sekretaris Bendesa Adat Kesiman I Nyoman Gede Widarsa mengatakan Pantai Padang Galak sebagai kawasan suci tempat melasti bagi umat Hindu. Dari pembangunan semi permanen dan diduga akan dijadikan tempat prostitusi dengan tuntutan masyarakat Kesiman Petilan untuk segera melakukan pembongkaran.

“Warga mengeluhkan bangaunan liar ini dan lewat keputusan parum desa kawasan ini dijadikan sebagai kawasan suci, sehingga langkah koordinasi dengan Pemkot dilakukan yang dilanjutkan dengan pembongkaran,” ujarnya.

Sementara salah satu pemilik bangunan, Narka mengaku tak mempermasalahkan pembongkaran ini. “Saya telah mengetahui keselahan membangun dikawasan ini, sehingga saya berusaha membongkar sendiri bangunan ini,” ujarnya.

Lain halnya Amsori asal Jember yang meminta waktu untuk pembongkaran sendiri lokasi warung yang berada dikawasan ini. Ia mengaku baru membangun warung semi permanen dan siap akan membongkar sendiri sehingga bahan bangunan ini bisa kami gunakan kembali.

“Kasi kami waktu untuk membongkar sendiri,” ujarnya. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Polisi Bagi-bagi Helm, Dupa, dan Stiker

BALIPORTALNEWS.COM – Pelaksanaan Operasi Simpatik Agung (OSA) 2017 di Tabanan ternyata masih banyak pelanggaran. Kasatlantas Polres Tabanan AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan hal itu, Minggu (12/3/2017).

Kegiatan yang berlangsung di depan Polres Tabanan itu, polisi mencatat 35 pelanggar. Pelanggaran yang terjadi rata-rata karena SIM mati dan samsat (STNK). “Terkait operasi saat ini, mereka yang melanggar kami berikan sanksi teguran simpatik,” ujar Mastra.

Dikatakan, penindakan dalan OSA 2017 terbagi dalam tiga tahap, tiap seminggu sekali. Pada tahap pertama tercatat 41 pelanggar, sedangkan tahap kedua terjadi sejumlah pelanggaran, termasuk dalam operasi kemarin dengan 35 pelanggar.

Operasi kali ini melibatkan 100 personel. Ditambah juga dari 25 anggota Saka Bhayangkara dan 10 personel PKS. Keterlibatan mereka diharapkan bisa bersinergi dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Selain menyampaikan teguran simpatik kepada para pelanggar, kepolisian setempat juga bagi-bagi helm, dupa, brosur dan stiker imbauan keselamata berlalu lintas. (ita/bpn)

DPR RI Kunjungi Denfest, Sebagai Salah Satu Event Recovery Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Denpasar Festival (Denfest) yang ke-10 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar menjadi sebuah even yang sangat penting terutama untuk mempromosikan bahwa Bali aman setelah terjadi erupsi Gunung Agung. Demikian disampaikan DPR RI Tutik Kusuma Wardhani yang mengunjungi pelaksanaan Denfest, Sabtu (30/12/2017). Kunjungan DPR RI ini didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan Kepala Bagian Ekonomi Made Saryawan.

“Denfest ini sebagai salah satu event recovery Bali ditengah terjadinya erupsi Gunung Agung. Ini sebagai jawaban bahwa Bali masih tetap aman,” ujarnya. Selama ini masyarakat luar Bali terpengaruhi oleh isu tentang adanya erupsi Gunung Agung. Dengan adanya Denfest yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar sangat mempunyai peran penting untuk mempromosikan bahwa Bali tetap aman.

Terlebih lagi hampir semua pimpinan di negara datang ke Bali untuk membuktikan bahwa Bali tetap aman. Seperti yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla yang telah datang dan mempromosikan kondisi Bali yang tetap aman. Bahkan Isteri Wapres RI, Mufidah Jussuf Kalla langsung mengunjungi pelaksanaan Denfest.

“Jadi Denfest memiliki peran strategis dalam mempromosikan pariwisata Bali ditengah kondisi sekarang ini,” ujarnya.

Tutik Kusuma Wardhani juga sangat mengapreasi pelaksanaan Denfest yang telah rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar setiap tahun. Ini menjadi wadah untuk pembangkitan ekonomi lokal. Mengingat Denfest yang dilaksanakan memberikan peluang pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) termasuk juga kuliner tradisional yang ada di Kota Denpasar.

Sehingga dari tahun ke tahun tampak UMKM dan kuliner yang ada di Kota Denpasar semakin berkembang bahkan sangat diminati masyarakat. Ini tidak terlepas dari ide kreatif Pemerintah Kota Denpasar yang telah melihat peluang yang ada dalam membangkitkan UMKM dan kuliner. Tutik Kusuma Wardhani berharap even semacam ini bisa dikembangkan di seluruh kabupaten di Bali sehingga dapat menjadi ajang promosi bagi setiap daerah yang ada di Bali.

Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menambahkan dengan adanya kunjungan dari para pejabat pusat ke Denfest itu menandakan bahwa event ini bukan hanya sekala lokal melainkan telah menjadi event nasional bahkan internasional. Mengingat yang berkunjung ke Denfest tidak hanya dari Indonesia bahkan banyak turis asing datang menikmati suasana Denfest ini.

Ini akan membawa dampak luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar. Mengingat masyarakat terutama UMKM dan kuliner lokal dapat berinteraksi dan menjajakan langsung barang produksinya pada pengunjung. (gst/humas-dps/bpn)

Bupati Eka Tekankan Penerapan IT

BALIPORTALNEWS.COM – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menekankan pentingnya penerapan sistem informasi dan teknologi (IT), serta pengembangan inovasi dalam perencanaan dan pelaksaan pembangunan di Kabupaten Tabanan. Dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana (RPJMD-SB) Kabupaten Tabanan 2016-2021, di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tabanan itu, Senin (13/3/2017), juga diselaraskan dengan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2018.

Hadir pula Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi beserta anggota dewan lainnya. Narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta perwakilan dari Bappeda Litbang Provinsi Bali. Ada juga dari unsur Forkominda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Perbekel se-Kabupaten Tabanan, hingga kalangan akademisi.

Bupati Eka menegaskan, pelaksanaan musrenbang sekalipun rutin setiap tahun, namun penting. Musrenbang merupakan kesempatan penting untuk membahas poin-poin tentang rencana kerja ke depan.

“Tanpa rencana, kita tidak punya konsep dan planning yang jelas untuk membuat program yang terbaik, yang sesuai visi dan misi kita, Serasi, yakni sejahtera, aman, dan berprestasi,” ujarnya.

Bupati Eka juga menegaskan agar pada 2018 ditargetkan semua sudah harus terintegrasi dan terkoneksi lewat penerapan sistem IT. “Tidak ada lagi istilah ketinggalan jauh. Jangan sampai yang lain sudah, kenapa kita belum. Saya minta agar ini jadi skala prioritas,” tegasnya.

Implementasi RPJMD harus berbasis IT, sehingga terintegrasi. Baik itu e-Budgeting, e-Planning, atau e-Government. Soal inovasi, juga perlu dilakukan ke semua sektor. Seperti pariwisata, produk ekonomi hasil produksi Usaha Kecil dan Mikro ataupun ekonomi kreatif.

Perwakilan Bapedda Litbang Provinsi Bali pun mengharapkan agar kesempatan ini dimanfaatkan sebagai jembatan untuk menyerap berbagai informasi penting tentang rencana program dan pendekatan model pembangunan. Kualitas perencanaan dan penganggaran diandalkan dalam menyasar tujuan pembangunan.

Dalam laporan Bapelitbang Tabanan menyebut Musrenbang Tabanan sebagai kewajiban, sesuai yang diamanatkan UU No. 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanan Pembangunan Nasional. Musrenbang juga dilaksanakan secara paralel terhadap dokumen perencanaan RKPD 2018 dan revisi RPJMD-SB 2016-2021, untuk membangun secara konsistensi dan berkesinambungan, selaras, dan terintegrasi. (ita/bpn)

Polantas Terjun Atasi Banjir

BALIPORTALNEWS.COM – Hujan yang terjadi sangat deras beberapa saat lalu, Minggu (2/4/2017) sempat membuat banjir di Jalan Simpang Padonan, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.

Air sempat menggenangi jalan yang dikenal sangat padat arus lalu lintasnya itu. Ketinggian air akibat luapan air tersebut diperkirakan sekitar 25 centimeter.

Beberapa pengendara yang mengendarai kendaraan roda dua tampak mendorong kendaraannya akibat kendaraannya mati terkena air.

Melihat genangan air yang cukup tinggi, Aipda I Wayan Subanda yang tengah melakukan pengaturan lalu lintas mencari penyebab genangan air.

Ia melihat tumpukan sampah menutupi lobang gorong-gorong sehingga air hujan tak dapat masuk ke dalam gorong-gorong sehingga ketinggian air semakin meninggi.

Aipda I Wayan Subanda mengetahui hal itu bergegas meminjam peralatan berupa cangkul kepada masyarakat sekitar.

Ia mulai membersihkan tumpukan sampah yang menutupi saluran gorong-gorong sehingga air pun surut dan tidak menimbulkan  kecelakaan bagi pengendara.

Tampak pakaian dinas yang dikenakannya basah kuyup karena kehujanan melakukan pelayanan prima kepada masyaarakat.

“Kami melayani sepenuh hati walaupun basah kuyup yang terpenting keselamatan pengendara,” ucap Subanda. (guz/humas-polbdg/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Taruna Cadet Sail 2016 Diharapkan Turut Promosikan Bali

BALIPORTALNEWS.COMKunjungan para  Taruna Angkatan Laut yang tergabung dalam kegiatan Cadet Sail 2016  diharapkan dapat menjadi ajang  mempromosikan Bali ke negara asal masing masing taruna yang berasal dari sejumlah negara di kawasan ASEAN.

Harapan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi Bali Made Gunaja saat mewakili Gubernur Bali Made Mangku Pastika ketika menerima perwakilan anggota Taruna Angkatan Laut yang dipimpin oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Isworo di ruang rapat Praja Sabha, kantor Gubernur Bali, Kamis (15/9/2016).

Para taruna Cadet Sail  rencanannya akan mengunjungi beberapa pulau di Indonesia yang salah satunya Bali bertujuan untuk mempelajari adat dan kebudayaan setempat. Gunaja menjelaskan secara umum mengenai Bali yang merupakan pulau kecil yang tidak memiliki sumber daya alam dan mengantungkan perekonomianya sebagian besar pada pariwisata.

Dengan luas sekitar 5.600 km2, Bali sangat digemari wisatawan karena juga bisa dijangkau dalam waktu satu hari. “Nilai jual kami adalah adat dan budaya serta ditunjang juga oleh panorama alam yang indah,” bebernya.

Selain itu, dia juga berharap para taruna berkesempatan mengenal dan mempelajari budaya Bali. Ia juga menyampaikan Bali dalam mengembangkan potensi wisatanya tidak pernah lepas dari filosofi yang dipegang teguh oleh masyarakat Bali yaitu konsep keseimbangan yang disebut dengan Tri Hita Karana. “Sehingga wisata kami bisa berpadu dengan apik melalui keseimbangan hubungan antara manusia, alam dan juga Tuhan. Itu ternyata menjadikan keunikan tersendiri di mata wisatawan,” bebernya.

Untuk selanjutnya, Gunaja berharap para taruna bisa menikmati hari-harinya di Bali serta mempersilahkan membeli berbagai cenderamata khas Bali untuk keluarga dan kolega di rumah.

Sementara itu sebelumnya, Isworo yang juga merupakan ketua rombongan menyampaikan  rombongan sebelumnya telah mengunjungi Lombok dan belajar budaya Sasak.

“Selanjutnya tempat yang akan dikunjungi adalah Ujung Pandang dan mempelajari budaya Bugis serta Toraja, kemudian dilanjutkan ke kota Balikpapan untuk mempelajari kebudayaan Dayak serta terakhir adalah kota Semarang dengan mempelajari kebudayaan Jawa,” imbuhnya.

Ia juga berharap rombongan bisa menjalankan tugas dengan baik dalam mempelajari kebudayaan Bali. Selain itu, Isworo juga menyatakan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun sekaligus memperkuat kerjasama antar taruna Angkatan Laut se-ASEAN khususnya di bidang kebudayaan. (r/humas pemprov bali/bpn)

SOSIAL MEDIA BALI PORTAL NEWS

757FansSuka
6PengikutMengikuti
485PengikutMengikuti
3,369PengikutMengikuti
83PengikutMengikuti
16PelangganBerlangganan