Pemkot Denpasar Sediakan Tiga Posko Pengungsian Terpadu

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem mengakibatkan sejumlah penduduk di daerah tersebut mengungsi ke berbagai wilayah. Termasuk juga telah memasuki wilayah Kota Denpasar.

Untuk memberikan kenyamanan dan mendata jumlah pengungsi yang telah datang ke Kota Denpasar, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra melalui instansi terkait telah memerintahkan menyediakan posko pengungsian terpadu di tiga titik termasuk juga kebutuhan yang diperlukan untuk para pengungsi.

Untuk itu semua organisasi perangkat daerah (OPD) mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan OPD terkait telah menyiapkan tempat penampungan. Untuk posko pengungsian terpadu pertama yang terletak di Jl. Danau Tempe, Desa Sanur Kauh telah mulai menerima pengugsi dari Karangasem.

Posko pengungsian terpadu di Jalan Danau Tempe tersebut ditanjau langsung Sekda Kota Denpasar AAN Iswara, Sabtu (23/9/2017) yang sempat bercengkrama akrab dengan para pengungsi yang kebanyakan dari Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem.

Ditemui disela-sela peninjauan posko pengungsian terpadu Sekda Kota Denpasar AAN Iswara mengatakan sesuai dengan penugasan Bapak Walikota  jauh sebelumnya telah mempersiapkan diri dalam mengantisipasi datangnya krama dari karangasem seandainya terjadi yang tidak diinginkan. Mulai dari tiga hari masyarakat Karangasem yang kena musibah Gunung Agung sudah berdatangan secara mandiri.

Atas petunjuk Bapak Walikota yang telah hadir di Sekuta, Sanur untuk membuat beberapa posko penanganan diantaranya posko pertama di Jl Danau tempe. “Kami telah mempersiapkan untuk menerima kedatangan para pengungsi. Saat ini telah menerima sebanyak 300 orang dari tau sampai anak-anak,” ujar Rai Iswara.

Disamping poski Jl. Danau Tempe ini juga akan mempersiapkan dua posko lainnya yaitu di Lapang Kapten Sujana dan Kelurahan Serangan. Di posko Danau Tempe diperkirakan dapat menampung 400 pengungsi. Untuk mendukung keperluan para pengungsi telah disiapkan dapur umum termasuk petugas kesehatan untuk memberikan pemeriksaan pada masyarakat karangasem yang mengungsi.

Dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Depasar menghimbau masyarakat yang ingin memberikan bantuan kemanusian agar dibawa langsung posko I di jalan Danau Tempe, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan atau menghubungi call center Pudalops Emergency (0361) 223333 dan Emargency Call 112. “Mari ketuk hati kita untuk membantu saudara kita yang kena musibah,” ajak Rai Iswara.

Untuk segala kebutuhan para pengungsi mulai dari tempat termasuk makanan telah dierintahkan dipersiapkan di posko pengungsian. Termasuk juga mempersiapkan tempat pendidikan bagi anak-anak pengungsi untuk itu saat ini sedang didata jumlah anak-anak yang harus mengikuti proses jenjang pendidikan yang akan dibawa di sekolah-sekolah terdekat. Disamping pendidikan Pemerintah Kota Denpasar juga telah menyiapkan tim konsultasi fisikologi sehinga dapat mengatasi trauma yang terjadi.

“Semua sisi kita telah siapkan sehingga para pengungsi benar-benar merasa nyaman ditempat pengungsian,” ujarnya. Termasuk juga warga pengungsi yang membawa hewan piaraannya Pemkot Denpasar huga telah menyiapkan tempat  di Kapten Japa, untuk menjaga agar harga tetap stabil.

Sementara I Nengah Toyo yang merupakan Kepala Dusun Cegi, Desa Bang Karangangasem mengatakan terimakasih pada Pemerintah Kota Denpasar melalui Walikota Denpasar dan Wakil Walikota yang telah menerima kedatangannya bersama ratusan pengungsi lainnya. “Kami sangat berterima kasih pada Pemerintah Kota Denpasar karena telah mempersipkan tempat penampungan yang memadai termasuk memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi,” ujarnya.

Menurut Toyo kedatangan ke Denpasar merupakan keinginan mereka masing-masing karena ada beberapa warga mempunyai kerabat saudara di Kota Denpasar. Kedepannya Ia berharap bencana Gunung Agung cepat berlalu sehingga mereka bisa cepat kembali ke daerah masing-masing. (gst/humas-dps.bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Bupati Badung Dukung Agung Wiradana Ikuti Golden Memories Indosiar Vol 2

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bupati Badung Giri Prasta mendukung Agung Wiradana mengikuti ajang Golden Memories yang digelar salah satu Stasiun Televisi Swasta Nasional di Indonesia yaitu Indosiar. Hal ini terungkap dalam pamitan Agung Wiradana kepada Bupati Badung Giri Prasta di Ruang Bupati Badung, Jumat (18/8/2017) yang lalu didampingi Kabag Humas Thomas Yuniarta.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Badung Giri Prasta mengharapkan  Agung Wiradana agar menjaga disiplin dalam waktu karantina sehingga dapat dapat menjalani masa karantina dengan sempurna.

“Saya pribadi dan juga selaku Bupati Badung sangat mendukung keikut sertaan agung dalam ajang Golden Memories Indosiar Vol 2 ini, Karena Agung adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Badung maka secara tidak langsung akan membawa nama baik Badung dan Bali pada umumnya. Ingat jaga kedisiplinan dan tunjukkan kemampuan secara maksimal sehingga mampu bersaing dengan kontestan dari provinsi lain,” pesan Giri Prasta.

Lebih lanjut Giri Prasta menekankan sebagai ASN Badung agar Agung mengikuti tata tertib sebagai ASN di Badung. “karena akan meninggalkan tugas selama karantina Agung agar mengurus cuti sebagaimana aturan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari,” tekan Giri Prasta.

Sementara itu Agung Wiradana dengan nama asli I Gusti Agung Ketut Wira Sutha yang merupakan staf dari Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Kabupaten Badung menyampaikan terkait ketidakhadiran untuk melaksanakan  tugas selama karantina ajang ini  telah melaksanakan permohonan cuti pada  bagian kepegawaian dinas.

“Masa karantina akan dimulai dari tanggal 21 sampai 26 Agustus 2017 dan live show pada tangggal 26 Agustus 2017. Saya selaku ASN Badung mohon doa restu kepada Bupati dan wakil Bupati Badung serta masyarakat Kabupaten Badung agar saya dapat tampil secara maksimal sehingga dapat lolos ke seleksi selanjutnya,” ungkap Agung Wiradana.

Sebelumnya Agung Wiradana juga berpamitan serta mohon doa restu kepada Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa di ruang kerjanya.(humas-badung/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Sambut Hut Kota Denpasar ke-229 dan Hut Korem 163/Wirasatya ke-56

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam rangka menyambut Hut Kota Denpasar ke-229 yang dirangkai dengan Hari Ulang Tahun Korem 163/Wirasatya ke-56, Gerakan Bhakti Penghijauan Pemuda (GBPP), Pekan Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional serta Hari Peduli Sampah mengadakan kegiatan peduli lingkungan serta penanaman pohon yang dipusatkan di Pantai Mertasari Sanur pada Jumat (17/2/2017).

Kegiatan yang dihadiri langsung Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Danrem 163/Wirasatya Kolonel Infanteri I Nyoman Cantiasa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, TNI/Polri, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Denpasar, Camat, Perbekel/Lurah, Swasta, Sekolah serta Organisasi Masyarakat berbaur menjadi satu.

Pemkot Denpasar bersama Korem 163/Wirasatya mengajak seluruh komponen masyarakat bersama-sama menyukseskan berbagai program dalam memerangi sampah yang berbasis  lingkungan.

Diawali dengan pelaksanaan Apel pagi guna membangkitkan semangat seluruh lapisan masyarakat yang berbaur ikut dalam kegiatan peduli lingkungan. Sebelum melaksanakan kegiatan kebersihan, dilaksanakan pula penanaman ratusan pohon di seputaran Pantai Mertasari.

Danrem 163/Wirasatya Kolonel Infanteri I Nyoman Cantiasa mengatakan, kegiatan peduli lingkungan ini merupakan suatu langkah Pemkot Denpasar yang bersinergi dengan Korem 163/Wirasatya dalam upaya mengumpulkan seluruh komponen masyarakat Denpasar, sebagai warga yang baik dan ikut serta peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Kita mengajak dan mengedukasi masyarakat agar peduli dengan lingkungan, karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut Kol.Inf. Nyoman Cantiasa mengatakan, Dengan rangkaian Hut Kota Denpasar ke-229 dan Hut Korem 163/Wirasatya ke-56, mengajak masyarakat bersama-sama berjibaku dalam membersihkan lingkungan dan mencintai lingkungan.

“Pengalaman dan pelajaran sudah banyak kita dapat dari bencana akhir-akhir ini kita rasakan khususnya di Bali, itu mencontohkan bahwa kita suka tidak suka mau tidak mau kita harus memperbaiki pola hidup kita kalau tidak mau terjadi bencana sosial,” tegasnya.

Hal sedana disampaikan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Ini merupakan semangat seluruh komponen masyarakat Kota Denpasar dalam upaya memerangi sampah berbasis lingkungan sehingga diharapkan sinergitas antara Pemerintah, Swasta serta semua lapisan masyarakat dapat melaksanakan kerjabakti dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita berharap sinergitas dalam gerakan kebersihan ini dapat terus berjalan dengan baik, serta dapat diadopsi oleh semua pihak untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan ,niscaya masalah sampah dapat diatasi di Kota Denpasar”, katanya. (eka/humasdps/bpn)

Kompyang Swandika : Tri Kerukunan Umat Bergama di Badung Terjaga Dengan Baik

BALIPORTALNEWS.COM – Tri Kerukunan antar umat beragama yang terdiri dari kerukunan intern umat bergama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah, di Kabupaten Badung saat ini masih terjaga dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari komitmen dan dukungan Pemkab Badung terhadap Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) di Badung dengan mengedepankan konsep Tri Hita Karana dan rasa menyama braya.

Hal tersebut diungkapkan Sekda Badung Kompyang R Swandika yang juga selaku Ketua FKUB Badung saat menerima Kunjungan FKUB Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah di Puspem Badung, Selasa (8/11/2016). Rombongan FKUB Sragen dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endryatno, bersama Ketua DPRD SragenBambang Samekto, Ketua FKUB Sragen H. Mouhtimgudin, BSC dan Kapolres Sragen Cahyo Widiarso, SIK.

Lebih lanjut Kompyang R. Swandika juga menambahkan bahwa, Pemkab Badung dengan adanya Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala (Puspem Badung) selain sebagai pusat pelayanan kepada masyarakat, Puspem juga dimanfaatkan sebagai pusat silahturahmi umat beragama.

Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan kegiataan keagamaan di Puspem Badung seperti kegiatan rutin sholat Idul Adha dan Idul Fitri, kegiatan Natalan dan perayaan Imlek di Puspem Badung. Untuk umat Hindu, secara rutin setiap purnama melakukan persembahyangan di Pura Lingga Bhuwana.

Selain itu, Puspem Badung juga dijadikan pusat pemberdayaan seni dan budaya dengan pelaksanaan Festival Seni Budaya setiap tahunnya. Melalui kunjungan ini Swandika mengharapkan dapat meningkatkan silahturahmi dan kerukunan antara FKUB Badung dengan FKUB Sragen serta dapat saling menukar informasi dan pengalaman.

Sementara Ketua FKUB Sragen menyampaikan terima kasih atas penerimaan kunjungan di Kabupaten Badung. Dipilihnya Badung sebagai obyek kunjungan, karena FKUB Sragen menilai kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Badung sangat baik dan kondisi kemanan Badung juga sangat kondusif.

“Untuk itu tidak salah kiranya kami FKUB Sragen ingin menimba ilmu dan saling menukar pengalaman sehingga mampu meningkatkan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Sragen,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut juga diisi dialog yang berlangsung sangat dinamis. Hampir semua dari peserta FKUB Sragen menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Badung dan FKUB Badung.

Selain itu para peserta juga ingin mengetahui program/kegiatan dari FKUB Badung dan Pemkab Badung dalam upaya meningkatkan kerukunan umat beragama. Acara diakhiri dengan saling tukar menukar cinderamata. (hmsbadung/bpn)

Keterangan Foto : Sekda Badung Kompyang R Swandika yang juga selaku Ketua FKUB Badung saat menerima Kunjungan FKUB Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah di Puspem Badung, Selasa (8/11/2016) kemarin.

 

Panggung Utama SVF 2016 Bertabur Bintang

BALIPORTALNEWS.COM Panggung utama Sanur Village Festival XI 2016 yang akan digelar 24-28 Agustus 2016 bakal bertabur bintang dengan penampilan sejumlah penyanyi dan musisi papan atas Tanah Air serta sederet artis-musisi dari Bali.

Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gde Sidharta Putra mengatakan hiburan di panggung utama dari tahun ke tahun selalu menyedot puluhan ribu pengunjung selama pergelaran lima malam.

“Panggung utama merupakan salah satu magnet festival yang selalu ditunggu pengunjung dan kali ini menghadirkan sejumlah penyanyi dan musisi dari Jakarta maupun Bali,” katanya, Senin (22/8/2016).

Menurut Gusde, sapaan akrab Sidharta Putra, seperti festival sebelumnya, selain musik, panggung utama juga menampilkan berbagai atraksi seni budaya dan sajian lain yang bakal menghibur pengunjung festival sambil menikmati aneka makanan dan minuman dari food bazar.

Gusde, panggilan akrabnya, mengatakan festival kesebelas ini kembali merangkul berbagai komponen masyarakat untuk merayakan keberagaman warga melalui tema “Tat Twam Asi” yang mengandung filosofi universal aku adalah kamu, kamu adalah aku.

Dia berharap seluruh warga masyarakat bisa ikut berperan membumikan Tat Twam Asi dalam suatu kesetaraan egaliter melalui fungsi masing-masing pribadi di masyarakat. Selain itu, tentu dengan kondisi yang terbangun tersebut, bisa lebih mengokohkan persatuan, kesatuan, kebersamaan dan gotong royong membangun lingkungan yang lebih baik.

"Kebersamaan dan kegembiraan itu di antaranya tercermin dari panggung hiburan yang disaksikan ribuan penonton. Oleh karena itu kami selalu berupaya menampilkan hiburan yang terbaik," kata Gusde.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan SVF kini bukan hanya milik warga Sanur, melainkan telah menjadi kebanggaan bersama yang mendukung promosi pariwisata secara kolosal. Publikasi SVF telah memiliki gaung internasional dan menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara di samping warga Denpasar dan sekitarnya.

Dia menilai festival yang dikelola secara profesional oleh Yayasan Pembangunan Sanur selama 10 tahun ini telah banyak menginspirasi kegiatan serupa di berbagai daerah. “Saya berharap SVF terus mengembangkan kreativitas dan inovasi serta memberikan kemanfaatan mengangkat potensi pariwisata dan perekonomian di daerah ini,” katanya. (r/bpn)

Ikuti 4 Cabor, Bali Kirim 22 Atlet di Ajang PEPARPENAS VIII Tahun 2017

BALIPORTALNEWS.COM – Kontingen Provinsi Bali mengirimkan 22 atlet difabel serta 10 official untuk turun di ajang Pekan Paralympic Pelajar Nasional (PEPARPENAS) VIII Tahun 2017 yang berlangsung di Kota Solo, Jawa Tengah. Dalam ajang tersebut, Bali hanya mengikuti empat cabang olahraga (cabor) dari total enam cabor yang dipertandingkan.

Dengan persiapan yang cukup, diharapkan kontingen Bali dapat meraih hasil yang maksimal. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra dalam keterangan persnya, Jumat (10/11/2017) lalu.

“Cabang olahraga yang kita (Bali-red) ikuti antara lain atletik, renang, bulu tangkis, dan tenis meja,” kata Dewa Mahendra.

Meski hanya empat cabor yang diikuti, namun ia optimis kontingan Bali mampu bersaing dan mendulang prestasi pada ajang Peparpenas VIII tersebut. Ia juga berpesan kepada para atlet untuk senantiasa mengedepankan semangat sportifitas dan menunjukkan karakter sebagai orang Bali.

“Orang Bali itu terkenal pantang menyerah dan bekerja keras. Mari kita tunjukkan rasa jengah dan semangat puputan. Dengan demikian, kita berharap bisa meraih hasil maksimal di ajang tersebut,” tandasnya.

Acara pembukaan ajang Peparpenas VIII Tahun 2017 sendiri dilaksanakan di Stadion R. Maladi Sriwedari Sala, Solo, Jawa Tengah pada Jumat (10/11) sore. Dengan mengusung tema “Mengukir Prestasi Nyatakan Mimpi, Lawan Keterbatasan Tanpa Batasan”. Peparpenas diikuti sebanyak 30 provinsi yakni Aceh, Banten, Bengkulu, Bangka Belitung, Bali, Jogja, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan serta tuan rumah Jawa Tengah. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :

Kuningan, Warga Gianyar Serbu Pantai

BALIPORTALNEWS.COMPerayaan Hari Raya Kuningan, Sabtu (17/9/2016) warga Gianyar menyerbu pantai diwilayah Gianyar. Warga baik muda mudi, keluarga usai melakukan persembahyangan dari pagi hingga siang hari, pada sore harinya mereka menyerbu disepanjang pantai wilayah Gianyar dari timur yakni Pantai Siyut, Pantai Lebih, Pantai Masceti, Pantai Cucukan, Purnama hingga perbatasan Denpasar yakni pantai Lembeng.

Di Pantai Siyut warga baik remaja dengan mengajak pasangan mereka, keluarga menyerbu pantai Siyut. Nampak pedagang kaki lima juga ramai dipantai ini. Selain itu, karena tanah lapang, sawah yang sudah tidak bisa ditanami padi alias tidak produktif dimanfaatkan penghobi layangan untuk menaikkan layang-layang. Nampak sejumlah anak muda menaikkan layang-layang karena angin dipantai yang embusan anginnya sangat kencang.

Pantai di Gianyar yang paling ramai diserbu pengunjung yakni Pantai Lebih.
Sedikit beda dengan pantai lainnya di Gianyar. Disini pengunjung yang datang dipungut biaya masuk/parkir yang dijaga petugas khusus.  Di pantai ini warga selain menikmati deburan ombak, juga banyak yang mengajak keluarga mandi di kolam pemandian yang ada di Lebih.
Nampak juga warung, rumah makan di Pantai Lebih juga buka. Rumah makan juga nampak ramai dikunjungi warga.

Demikian juga Pantai Masceti, Pantai Cucukan, Purnama hingga perbatasan Denpasar yakni pantai Lembeng tak kalah penting diserbu pengunjung.
Pemandangan ini sedikit berbeda dengan senggol di Kota Gianyar. Justru dihari Raya Kuningan ini, tempat makan yang terjejer rapi disepanjang kota Gianyar ini banyak pedagang yang tidak berjualan. Biasanya hari-hari tidak ada hari raya besar Hindu, kios-kios disini dibuka dan ramai pengunjung.

Namun saat Hari Raya Kuningan pedagang sedikit yang berjualan mungkin karena merayakan Kuningan. Sementara pantauan keamanan diwilayah hukum Gianyar dari pagi hingga berita ini ditulis situasi aman terkendali. (agy/bpn) 

Pemkot Denpasar Akan Gelar Festival Nyastra Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Menindak lanjuti tentang Rahina atau hari khusus dalam berbahasa Bali yang  ditetapkan setiap Hari Rabu, Purnama, dan Tilem seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perusahaan Daerah Kota Denpasar telah menerapkannya .

Untuk lebih meningkatkan penerapan program tersebut Pemkot Denpasar menggandeng Paiketan Penyuluh Bahasa Bali Kota Denpasar akan mengadakan sebuah Festival Nyastra (Bahasa) Bali untuk pertamakalinya, demikian disampaikan Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Gst Bagus Mataram saat memimpin rapat pembahasan mengenai Festival Bhasa Bali, Rabu (1/2/2017) di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.

Lebih lanjut Mataram mengatakan, kegiatan Festival Bahasa Bali ini juga dalam memeriahkan HUT Kota Denpasar ke 229th, dimana kegiatan ini sebagai bukti nyata terhadap upaya Pemerintah mempertahankan dan melestarikan budaya Bali yang adi luhung, seperti aksara, bahasa dan sastra Bali kedalam bentuk sebuah kegiatan festival. Yang mana Festival Bahasa Bali ini akan di ikuti oleh seluruh anak-anak SD, SMP dan SMA/SMK se-Kota Denpasar dan kalangan umum masyarakat Kota Denpasar yang akan di bagi dalam berbagai katagori nantinya.

Dengan harapan, melalui festival bahasa bali ini dapat memberikan wahana yang tepat sebagai ajang menguji kemampuan menulis dan berbahasa Bali masyarakat dan generasi muda agar dapat mengekspresikan diri dalam mengasah kemampuannya, serta dapat menambah wawasan di bidang bahasa, aksara dan sastra Bali.

Sementara Koodinator Paiketan Penyuluh Bahasa Bali, Gusti Ayu Widyarti mengatakan, Festival Bahasa Bali ini rencananya akan di adakan  selama dua hari, dari tanggal 23 Februari sampai 24 Februari 2017 mendatang yang berlokasi di halaman depan Pura Jagatnatha, dengan lomba yang akan di adakan yakni, Nyurat Bahasa Bali untuk anak-anak SD, lomba majalah Dinding (Mading) untuk SMP, Lomba lawak tunggal/grup untuk SMA/SMK dan Lomba Video Instagram/Vidgram dengan bahasa Bali dengan konten “Ucapan Selamat HUT Kota Denpasar”, untuk kalangan umum masyarakat Kota Denpasar.

Untuk pendaftaran lomba katagori SD, bisa dilakukan di masing-masing UPT Disdikpora di setiap Kecamatan Kota Denpasar, sedangkan untuk katagori SMP, SMA/SMK dan umum bisa langsung datang ke Kantor Disdikpora Kota Denpasar di Jalan Mawar, yang mana pendaftaran rencanannya akan di buka mulai tanggal 6 Februari sampai tanggal 16 Februari 2017 mendatang. (ays’/humasdps/bpn)

Libur Umanis Kuningan, Jatiluwih Dipadati Wisatawan

BALIPORTALNEWS.COM – Wisatawan asing maupun domestik memadati Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (16/4/2017). Hal itu bertepatan dengan hari libur pada Umanis Kuningan.

Dalam rangka memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap wisatawan yang berkunjung ke DTW tersebut, jajaran Polsek Penebel mengerahkan delapan personel di kawasan wisata tersebut. Pengamanan dimulai sekitar pukul 09 .00.

“Personel yang dikerahkan dalam rangka pengamanan tersebut disebar dan dibagi ke tiga lokasi. Dua lokasi di pintu masuk dan parkir, serta lokasi restoran yang banyak dikunjungi wisatawan,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Nengah Sudiarta.

Sekitar pukul 17.00, wisatan yang berkunjung je DTW Jatiluwih mulai menipis. “Situasi lalin pun lancar dan aman,” pungkasnya. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :