antikorupsi
Pembukaan kegiatan sosialisasi anti korupsi di Bangli, Rabu (30/8/2023). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan untuk  menciptakan Good Governance dan Clean Government, maka kondisi idealnya semua kegiatan organisasi Pemerintah seharusnya terukur, termasuk kegiatan pengawasan harus dapat memberi arahan yang jelas dan dapat dievaluasi, dalam pembukaan acara ‘Sosialisasi Anti Korupsi’, di Gedung BMB, Kantor Bupati Bangli, Rabu (30/8/2023).

“Sehingga fungsi dan peran Pemerintah sebagai ekselerator pembangunan menjadi nyata yang dapat menciptakan peluang bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan,” ucapnya.

Hal tersebut tercermin dalam Visi Kabupaten Bangli yaitu ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali Di Kabupaten Bangli Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Kita Wujudkan Bangli Era Baru’ mengandung makna, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bangli beserta isinya.

Untuk mewujudkan kehidupan Krama Bangli yang sejahtera dan bahagia, sekala niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bangli sesuai dengan Prinsip Tri Sakti Bung Karno: Berdaulat Secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi.

“Itu semua didukung dengan misi ke-7 yaitu mengembangkan sistem tata kelola Pemerintahan Daerah berbasis TIK yang efektif, efisien, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah,” paparnya.

Selain Gelar Pengawasan, Sosialisasi Anti Korupsi, juga dilaksanakan penandatanganan Peraturan Bupati no.22 Th 2023 tentang kebijakan pembinaan dan pengawasan di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangli di lanjutkan dengan launching 6 Inovasi Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan ke XI Tahun 2023 yaitu SIPATUT (Sinergitas Informasi Pengawasan dan Tindak Lanjut), SIM Bli Ngah (Sistem Informasi Manajemen ASN Bangli Jengah), Satu Data Daerah Kabupaten Bangli, Si Dua Dalang (Sistem Informasi Dukcapil Aja Datang Langsung), Gertak BUMDES (Gerakan Serentak Membangun Badan Usaha Milik Desa), Wayan Kumis (Website Layanan Hukum Gratis).

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Bangli Kompak Tuntaskan Studi Magister dengan Tepat Waktu

Oleh karena itu lebih lanjut disampaikan Bupati Sedana Arta, gelar pengawasan ini sangat strategis dan penting karena dapat mengimplementasikan Visi dan Misi Kabupaten Bangli.

Gelar Pengawasan juga merupakan evaluasi kinerja pengawasan sebagai siklus sistem pemerintahan, dengan melakukan  evaluasi atas pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah, yang nantinya akan tercermin pada temuan hasil pemeriksaan/pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan/pengawasan.

“Hal ini akan bermanfaat bagi kita semua, untuk dapat membandingkan antara output dan autcome pengelolaan kegiatan yang selama ini kita laksanakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Toya Devasya Mengukuhkan Dominasinya sebagai Destinasi Wisata Unggulan di Kintamani

Ditegaskan kembali oleh Bupati Sedana Arta, Gelar Pengawasan ini merupakan kegiatan untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan dan hasil tindak lanjut atas pemeriksaan eksternal dan internal.

“Saya mengharapkan seluruh Pimpinan  Perangkat Daerah   dan Kepala Unit Kerja, Perbekel dan Pimpinan Perusahaan Daerah untuk segera menyelesaikan dan menindaklanjuti semua  rekomendasi atas temuan BPK RI, BPKP, Inspektorat Provinsi dan Inspektorat Kabupaten Bangli secara cepat, tepat dan tuntas. Mari kita bangun komitmen yang sama untuk bekerja lebih baik dan profesional guna terwujudnya good governance dan clean goverment. Semoga enam Inovasi Proyek Perubahan Peserta PKN Tingkat II Angkatan XI Tahun 2023 dari Kabupaten Bangli, dapat menambah jumlah Inovasi Daerah, meningkatkan capaian kinerja dan meningkatkan kualitas pembangunan daerah untuk mewujudkan Bangli Era Baru,” pungkasnya.

Selaku Project Leader, Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Bangli, Jero Penyarikan A Widata menyampaikan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan gelar pengawasan daerah yaitu untuk menyampaikan informasi hasil pengawasan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) sesuai dengan program kerja pengawasan tahunan (PKPT) serta sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hasil kegiatan pengawasan yang telah dilakukan APIP Inspektorat Kabupaten Bangli.

Baca Juga :  Bupati Bangli Hadiri Penutupan Magang II Satuan Praja Muda IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat

Dimana ruang lingkup penyelenggaraan gelar pengawasan daerah ini mencakup penyampaian informasi hasil pengawasan APIP, evaluasi atas temuan yang belum ditindak lanjuti dan sosialisasi  kebijakan pengawasan untuk pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Dan ini merupakan pelaksanaan kegiatan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintah daerah dan tugas pembantuan oleh perangkat daerah sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja pengawasan tahunan (PKPT) Inspektorat Daerah Kabupaten Bangli Tahun 2023 yang membahas pengawasan dan hasil tindak lanjut atas pemeriksaan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli yang telah dilaksanakan oleh pihak eksternal dan internal,” tutup Jero Widata.

Acara turut dihadiri Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Kepala Perwakilan BPKP Prov. Bali Muhammad Masykur, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda Kab. Bangli, Kepala Inspektorat Kab. Bangli, Pimpinan OPD,Pimpinan Perusda dan Kepala Desa se- Kabupaten Bangli. (an/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News