PHRI
I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. Sumebr Foto : dnd/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasca dibukanya kembali perbatasan Internasional ke Bali pada 14 Oktober 2021 yang lalu, nampaknya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Provinsi Bali. Banyak kalangan menilai, bahwa Regulasi Pemerintah Pusat yang mengatur kedatangan Wisman ke Bali disebut-sebut sebagai penyebab utama nihilnya kunjungan wisman ke Bali.

Menghadapi permasalahan tersebut, Plt Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun, saat ditemui seusai rapat bersama para pelaku pariwisata Bali, di Kantor Dispar Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (21/12/2021) kemarin menjelaskan, bahwa Pemprov Bali melalui Dinas Pariwisata bersama dengan seluruh pelaku industri pariwisata Bali, mengajukan beberapa usulan kepada Pemerintah Pusat terkait regulasi yang mengatur kedatangan Wisman ke Bali untuk dapat dikaji kembali, sebagai upaya untuk merangsang kunjungan luar negeri ke Bali.

Baca Juga :  Kedatangan Sejumlah Penerbangan dari Luar Negeri ke Bali, Disambut Baik oleh PHRI

“Ya pada intinya, kita di Dispar bersama stakeholder terkait tetap mendukung Pemerintah Pusat. Namun, ada beberapa usulan yang kita ajukan untuk merangsang kunjungan wisman ke Bali. Diantaranya kebijakan visa, kebijakan karantina, dan penerbangan ke Bali untuk merangsang kunjugan wisman. Kita juga melihat Bali saat ini sudah zona hijau, sehingga usulan ini diharapkan akan ditindaklanjuti oleh pusat untuk ditanjau kembali,” paparnya.

Sementara itu, ditemui ditempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Budaya Lingkungan dan Humas Badan Pengurus Daerah PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya sebagai salah satu perwakilan pelaku industri pariwisata menilai bahwa regulasi yang selama ini diterapkan untuk kunjungan wisata yang berlaku saat ini telah menghambat kedatangan wisatawan mancanegara sejak perbatasan internasional dibuka 14 Oktober lalu. Sehingga diharapkan syarat tersebut bisa direvisi kembali oleh Pusat untuk Bali ke depannya.

Baca Juga :  Gubernur Koster Kebut Capaian 30 Persen Vaksinasi Booster Guna Mendukung Kedatangan Wisman Tanpa Karantina

“Ini kan bagaimana ke depan usulan ini tidak hanya sekedar didengar saja, tetapi bisa diproses selanjutnya. Kami juga menyampaikan bahwa kondisi Bali saat ini sedang tidak baik-baik saja, bahwa kita lihat kenyataanya sejak dibuka Oktober lalu kita memang belum menerima kunjungan yang signifikan. Kami hanya ingin diperlakukan sama dengan Jakarta, bahwa kita lihat juga regulasi yang ada saat ini dinilai sangat memberatkan bagi wisman. Disini harus kita ketemukan benang merahnya agar Bali ke depan benar-benar bisa bangkit kembali,” harapnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini