Panji Semirang
Tayang Perdana di Art Center, Film Animasi Panji Semirang Ramai Apresiasi. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Membuat film animasi menjadi pilihan yang tepat bagi animator muda untuk menyajikan cerita rakyat atau dongeng kepada masyarakat, sehingga secara tidak langsung mereka ikut melestarikan warisan tak benda cerita rakyat nusantara.

Hal itulah yang mendorong semangat siswa SMK TI Bali Global Denpasar untuk menggarap film animasi Memory of The World ‘Panji Semirang’ yang tayang perdana pada Selasa (30/11/2021), bertempat di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-15 SMK TI Bali Global Denpasar yang jatuh pada 10 Nopember 2021 yang lalu.

Pada penayangan perdana tersebut, turut dihadiri Gubenur Bali, Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati, Perwakilan UNESCO di Indonesia, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Republik Indonesia, serta sejumlah undangan lain.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan, produksi berbasis kearifan lokal seperti Panji Semirang ini ke depan harus dikembangkan sehingga bisa jadi sumber kehidupan ekonomi yang baru. Tidak hanya teknologi untuk teknologi, namun teknologi untuk membangun perekonomian. Memberi kesejahteraan untuk masyarakat Bali.

Baca Juga :  Mahasiswa ITB STIKOM Bali Raih Juara Tinju Nasional dan Runner Up Silat

“Saya sebagai Gubernur Bali akan mengarahkan ini sebagai suatu kekuatan untuk membangun Perekonomian Bali,” ucapnya.

Sementara itu, Promotor Budaya Memory of The World, Prof. Dr. Ing Wardiman Djojonegoro saat ditemui usai menyaksikan animasi ini mengatakan, karya anak SMK ini sangat luar biasa. Untuk karya pertama ini, sudah bagus sekali. Ke depan pihaknya berharap, ini bisa digunakan oleh pelaku-pelaku ekonomi.

Mengingat kata dia, animasi saat ini tidak hanya bisa digunakan sebagai film, namun juga bisa digunakan sebagai advertiser atau iklan.

Panji Semirang
Tayang Perdana di Art Center, Film Animasi Panji Semirang Ramai Apresiasi. Sumber Foto : tis/bpn

“Karya anak-anak SMK ini sangat luar biasa, untuk percobaan pertama, sudah bagus sekali, meski ke depan harus ada perbaikan perbaikan, supaya lebih sempurna,” ucapnya.

Selama ini kata dia, film animasi sebagian besar datang dari luar negeri, yang secara ekonomis banyak menghasilkan uang. Untuk itu generasi muda diharapkan bisa bekerja sama dengan animator dunia, sehingga karya anak bangsa bisa diterima oleh dunia luar. Panji Semirang adalah naskah Panji yang sudah diterima oleh UNESCO sebagai warisan dunia, sehingga diharapkan bisa dikenal oleh masyarakat global.

Baca Juga :  Hingga Tahun 2030, Indonesia Butuhkan 9 Juta Talenta Digital

Rektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan mengatakan peredaran dana untuk industri animasi sebesar 270 Miliar Dolar Amerika atau Rp4.000 triliun. Animasi bisa dikembangkan lebih baik dengan berkolaborasi bersama kearifan daerah.

“Film animasi ini dibuat oleh 12 orang siswa selama 8 bulan diawasi kepala sekolah dan yayasan. Peluncuran film animasi ini serangkaian HUT dari 7 SMK TI Bali Gobal yang tersebar di seluruh Bali,” jelas Dadang.

Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA., dalam sambutannya menjelaskan, peringatan HUT dengan tema ‘Industri Digital Sebagai Pilar Ekonomi Kerthi Bali’ ini, bermakna bahwa SMK TI Bali Global Denpasar ikut mendukung perkembangan industri digital khususnya di Bali, sebagai salah satu pilar ekonomi masa mendatang. Tak hanya itu, juga diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul dalam kompetensinya tetapi tetap kuat dengan budaya yang merupakan warisan adi luhur Nusantara.

Baca Juga :  ITB STIKOM Bali Lepas 735 Wisudawan

Film animasi yang digarap oleh siswanya ini menurut Bandem, menjadi bukti nyata dukungan SMK TI Bali Global Denpasar terhadap budaya Nusantara yang telah diakui dunia menjadi Warisan Tak Benda Indonesia. Disebutkan, Cerita Panji ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Ingatan Dunia atau Memory of the World (MoW).

Salah satu undangan, Bapak Sugi yang ditemui Baliportalnews.com usai acara mengatakan, ia sangat kagum setelah menonton film karya siswa-siswa SMK TI Bali Global Denpasar ini.

“Tidak menyangka, di usia yang sangat muda sudah bisa membuat animasi sebagus ini, semoga makin banyak animator-animator muda yang lahir di Bali dengan cerita rakyat yang beragam,” tambahnya. (tis/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini