Bali Bangkit
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hampir satu tahun sudah, setelah pandemi Covid–19 menghantam sendi–sendi perekonomian di Bali. Sektor pariwisata Bali, sebagai urat nadi dari perekonomian di Bali, tidak luput dari tekenan gelombang pandemi Covid–19.

Yang akibatnya, saat ini pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi atau hingga minus ke angka 9,3 persen. Dari angka tersebut, dapat disimpulkan, bahwa Bali mengalami pertumbuhan ekonomi negatif terbesar dari provinsi–provinsi lainnya yang ada di Indonesia.

Matinya sektor Pariwisata Bali akibat pandemi Covid–19, secara tidak langsung memberikan pengaruh besar, terhadap terjadinya kontraksi negatif pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan, bagi pemerintah dalam memberikan jawaban serta solusi, dalam menghadapi dan mengurangi dampak dari keterpurukan ekonomi yang terjadi di Provinsi Bali. Dalam hal ini, kebijakan dan langkah tepat dari pemerintah menjadi suatu harapan baru yang perlu diperjuangkan secara keras, sebagai agenda utama untuk menyelamatkan perekonomian Bali dari jurang keterpurukan yang makin dalam.

Baca Juga :  Dinyatakan Sembuh, Satu Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Dipulangkan

Terkait hal tersebut, beberapa pergerakan dari Pemerintah Pusat dalam upaya membantu Bali untuk bangkit dari keterpurukan, tengah menjadi sorotan masyarakat dan menjadi sebuah tolak ukur untuk merespon segala kemungkinan perubahan dalam pertumbuhan perekonomian Bali menjadi lebih Baik.

Beberapa hari yang lalu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melalui Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Kamis (11/2/2021) kembali melakukan aktivitasnya untuk berkantor di Bali. Dalam kegiatannya, Sandiaga Uno melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali, Wayan Koster guna membahas tindak lanjut dari program pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bali yang sangat terdampak oleh pandemi Covid–19.

1 KOMENTAR

  1. ada tiga program…
    …membuka kran pariwisata…
    ..memberi stimulus dana
    ..padat karya…
    ……..sepertinya ini bukan program terobosan..tapi ini program yang tidak masuk akal…bagaimana kalo negara yang mau masuk Bali..takut ke Bali.
    ….Stimulus dana utk siapa…?. utk pelaku pariwisata ?… kok tidak nyambung…. jangan jangan dananya mubazir sama seperti dana yqng dikycurkqn sekarang…
    …proyek paday karya…? bukankah prpgram ini punya Kementrian tenaga kerja ?

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini