Pendeportasian Lauhia Hamis Mtinange (34) asal Tanzania dikawal petugas Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pihak Imigrasi kembali mendeportasi WNA karena melebihi masa tinggal (overstay) di Bali. WNA tersebut adalah Lauhia Hamis Mtinange alias LHM (34) asal Tanzania.

Humas Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma mengatakan perempuan kelahiran Dar Es Salaam tersebut datang ke Indonesia pada 12 September 2018. Akibat melebihi masa tinggal (overstay) selama 326 hari di Bali, Ia dinyatakan melanggar pasal 78 ayat (3) UU No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“LHM diamankan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar sejak 24 Oktober 2019 lalu, untuk selanjutnya dideportasi ke negara asalnya,” kata Surya di Denpasar, Minggu (19/7/2020).

Proses deportasi berlangsung mulai Sabtu (18/7/2020), LHM dikawal oleh petugas Rudenim Denpasar menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Mereka menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA411 boarding pukul 15.15 WITA dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta.

Baca Juga :  Perubahan SE Gubernur Nomor 01/2021, Perjalanan Transportasi Darat dan Laut Wajib Tunjukkan Hasil Negatif Uji Swab PCR 2x24 Jam Sebelum Keberangkatan

Selanjutnya, pada pukul 00.40 WIB (19/7/2020) LHM diberangkatkan menggunakan pesawat Qatar Airways QR955 dari Jakarta menuju Doha (DOH) – Kilimanjaro (KJO).

“Petugas yang mengawal dari Rudenim sampai Jakarta berjumah 3 orang, terdiri dari 2 petugas pria dan 1 petugas wanita. Karena deteni perempuan maka dilakukan pengawalan oleh petugas perempuan,” jelasnya.

Dijelaskan, sebelumnya LHM ditangkap oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai  karena overstay dan diserahterimakan ke Rudenim Denpasar pada 24 Oktober 2019 guna menunggu proses deportasi ke negara asalnya.

Ia sudah ditahan selama 9 bulan sebelum dideportasi. LHM terlebih dahulu melakukan Rapid Test di Omsa Medic Denpasar pada Jumat (17/7/2020) dengan hasil non-reaktif sehingga dapat dilakukan pendeportasian sesuai dengan jadwal. Selanjutnya, LHM dimasukkan ke dalam daftar penangkalan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. (dar/bpn)