Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Rabu (28/2/2018) lalu meresmikan Balai Banjar Pacung, Desa Adat Blahkiuh, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal ditandai dengan penandatangani prasasti. Peresmian ini dirangkaikan dengan upacara pelaspas dan pecaruan sebagai upaya menyucikan balai banjar secara niskala sehingga dapat dipergunakan oleh masyarakat.

Acara tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Badung Ida Bagus Made Sunartha, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Abiansemal I Gst Ngurah Suryajaya, Bendesa Adat Blahkiuh Ida Bagus Bajra, Perbekel Sangeh I Made Werdiana, Ketua BPD Sangeh Ida Bagus Putu Surya serta seluruh krama banjar adat Pacung.

Baca Juga :  Sambut Hari Raya Galungan, ST. Mekar Jaya Gelar Pembagian Masker, Nasi dan Bersih-bersih di Pura

Ketua panitia karya, I Wayan Darma menyampaikan, peresmian dan upacara melaspas ini dilaksanakan bertepatan dengan piodalan di pura melanting dan pura dalem penyarikan banjar Pacung. Atas nama krama banjar Pacung, Dharma menyampaikan terima kasih kepada bupati badung yang telah memberikan bantuan pembangunan balai banjar Pacung. Pembangunan yang dilaksanakan meliputi bangunan bale banjar, bale kulkul, pura melanting dan pura pengulun banjar dengan biaya Rp. 2 Miliar.

Bupati giri prasta juga menyampaikan apresiasi, karena dapat meresmikan dan menghadiri karya melaspas bale banjar, pura melanting, pura pengulun banjar, dan bale kulkul banjar Pacung. Menurutnya ini adalah salah satu konsep yang dilaksanakan oleh Pemkab Badung dengan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) guna meringankan beban masyarakat terutamanya krama banjar. “Kami memiliki 554 banjar di Badung, selaku pemerintah kami wajib memfasilitasi dan melakukan pembangunan di banjar itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Siapkan Pengamanan COP-4 dan G20 2022, Kabaharkam Polri Pimpin Apel Sarpras Polda Bali

Komitmen yang dilakukan ini sebagai upaya pelestarian seni, adat, agama, tradisi dan budaya. Dijelaskan, dalam melaksanakan konsep Tri Hita Karana yang didalamnya mencakup, parhyangan, pawongan dan palemahan, baginya itu tidak sulit. Dibidang parhyangan, Pemkab membantu pembangunan pura khayangan tiga desa adat di Badung. Pawongan, diberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis, upacara/upakara termasuk nyekah bersama dibantu sepenuhnya.

Sementara palemahan, bagaimana kita harus menata lingkungan untuk menjadi sumber perekonomian masyarakat. “Itulah konsep Tri Hita Karana, yang penting kita komitmen, dengan kebijakan politik anggaran yang harus kita berikan kepada masyarakat sehingga dapat meringankan beban masyarakat,” tambahnya. Diakhir acara, guna mendukung pelaksanaan karya, Bupati Giri Prasta menyerahkan dana punia sebesar Rp. 20 juta. (humas-badung/bpn)