BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Krama adat di Desa Pakraman Ubung, Desa/Kecamatan Penebel, melaksanakan gotong-royong, membersihkan areal Pura Dalem Desa Pakraman Ubung, Selasa (9/1/2018). Pura tersebut, baru-baru ini tertimpa pohon kemiri yang tumbang.

Pembersihan dilaksanakan di bale piasan mraja pati, yang dibangun pada 2014, dan palinggih mraja pati yang dibangun pada 1975, serta penyengker. Pura tersebut disungsung empat banjar dinas, antara lain Banjar Dinas Ubung, Banjar Dinas Kupang, Banjar Dinas Dukuh, Penebel. Selain itu juga ada tiga banjar adat, yaitu Banjar Adat Ubung, Banjar Adat Dukuh, dan Banjar Adat Penebel.

Pura tersebut teritimpa pohon kemiri berdiameter dua meter pada Sabtu (6/1) lalu, sekitar pukul 14.30. Kerugian diperkirakan sekitar 250 juta. Hari itu juga, setelah beberapa pohon besar dipotong, krama adat setempat melaksanakan upacara mecaru. Dalam waktu dekat, pura tersebut akan dibangun kembali.

Menurut Jro Bendesa Adat Ubung, Putu Arya Kusuma, gotong-royong yang dilakukan masyarakat bersama TNI adalah bentuk kerja sama dan kepedulian yang baik. TNI membantu pada saat masyarakat tertimpa musibah. “Saya sebagai masyarakat adat mengucapkan banyak terima kasih kepada Danramil Penebel beserta anggotanya, yang telah peduli dan mau membantu masyarakat kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Jumat Sehat, Korem 163/Wira Satya Gowes Lagi

Sementara Danramil Penebel Kapten Inf. Yudha juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat adat, yang berbaur dan bergotong-royong. “Bila TNI diperlukan masyarakat, kami siap membantu dalam bentuk apapun, karena TNI akan kuat bila didukung masyarakat. Ada motto, bersama rakyat TNI Kuat,” tegas Kapten Yudha. (ita/bpn)